Pengertian Keanekaragaman Hayati Indonesia

Pengertian Keanekaragaman Hayati Indonesia

Pengertian Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati – Indonesia merupakan negara yang menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat besar. Tidak kurang dari 25.000 spesies tumbuhan berbunga tumbuh dengan baik di Indonesia, 3000 jenis di antaranya anggrek. Sebagai negara dengan bioma hutan hujan tropis memungkinkan tumbuh suburnya berbagai pohon penghasil kayu. Sekitar 400 jenis kayu meranti dari keluarga besar Dipterocarpaceae dengan nilai ekonomis yang tinggi terdapat di Indonesia. Hutan di Indonesia juga menyimpan tidak kurang dari 35.000 jenis lumut dan alga. Sekitar 6.000 jenis tumbuhan dan satwa domestik asli Indonesia telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk makanan, obat-obatan, kosmetik dan keperluan lainnya. Dari sekitar 38.000 spesies ikan yang ada di dunia, sekitar 9.500 spesies atau 25% hidup di perairan Indonesia (Djalal Tanjung, 2002).

Keanekaragaman Hayati – Manfaat keanekaragaman hayati Tahukah kalian apakah kegunaan keanekaragaman hayati Indonesia bagi kita? Untuk menjawabnya ikutilah uraian berikut.

1. Keanekaragaman hewan Dari potensi keanekaragaman hayati hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani, baik dimanfaatkan dagingnya maupun susunya. Beberapa hewan dapat dimanfaatkan tenaganya untuk membantu mengolah lahan pertanian seperti kerbau, sapi dan gajah. Di beberapa daerah di Indonesia ada yang memanfaatkan kuda dan lembu sebagai alat transportasi tradisional. Tidak sedikit hewan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti ikan arwana, ayam cemani, beberapa jenis burung berkicau yang sengaja dikembangbiakkan untuk dikomersialkan maupun sebagai hewan piaraan sekaligus untuk meningkatkan status sosial pemiliknya. Dalam bidang pertanian kehadiran serangga dan beberapa jenis burung sangat berarti sebagai polinator atau sebagai musuh alami dari hama.

Keanekaragaman Hayati

2. Keanekaragaman tumbuhan Banyak potensi dari kekayaan keanekaragaman tumbuhan di Indonesia. Sebagian besar penduduk Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Berbagai varietas padi banyak ditanam untuk kepentingan swasembada pangan tanpa meninggalkan jenis umbi-umbian, jagung, sagu maupun ketela sebagai alternatif bahan makanan pokok nonberas. Pemenuhan kebutuhan protein dan lemak nabati dapat diperoleh dari beberapa jenis kacang-kacangan dan pengembangan perkebunan kelapa sawit untuk kepentingan penyediaan bahan industri minyak goreng. Seiring dengan makin menipisnya deposit minyak bumi, sekarang mulai dirintis pengembangan tanaman jarak untuk menghasilkan bahan bakar biodiesel sebagai alternatif pengganti bensin dan solar. Beraneka ragam tanaman buah dan sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan. Berbagai jenis tanaman obat, terutama dari keluarga Zingiberaceae, akar, dedaunan maupun biji-bijian sudah banyak dibudidayakan untuk apotik hidup atau untuk keperluan penyediaan bahan baku industri jamu dan farmasi. Beberapa jenis tanaman seperti jati, meranti, mahoni dan beberapa jenis lain merupakan pemasok bahan baku mebel bahan konstruksi rumah maupun industri berbasis kayu. Jenisjenis pinus menghasilkan minyak terpentin atau bahan baku kertas, pohon karet, dan damar untuk disadap getahnya dan masih banyak potensi yang dapat diambil dari keanekaragaman tumbuhan untuk kesejahteraan manusia.

Keanekaragaman Hayati

3. Keanekaragaman mikroorganisme Beberapa jenis makanan dan minuman tradisional Indonesia dalam proses pembuatannya melibatkan mikroorganisme. Jamur Saccharomyces sp sangat diperlukan dalam fermentasi minuman beralkohol. Demikian pula jenis Aspergillus sp membantu proses fermentasi tape. Beberapa jenis jamur dan bakteri juga menghasilkan antibiotika. Pembuatan susu asam (yoghurt) maupun nata (sejenis jeli) untuk campuran minuman juga melibatkan bakteri. Dalam rekayasa genetika pun keterlibatan mikroorganisme tidak dapat diabaikan. Pembuatan insulin sintetis membutuhkan bakteri sebagai plasmid. Demikian juga dalam proses degradasi sampah kehadiran mikroorganisme pengurai sangat diperlukan. Dalam bidang pertanian beberapa bakteri pengikat nitrogen sangat membantu meningkatkan kesuburan tanah.

Keanekaragaman Hayati – Di bidang industri logam beberapa jenis bakteri membantu proses pemurnian bijih besi. Dengan demikian mikroorganisme merupakan salah satu kekayaan sumber daya alam hayati yang vital bagi kehidupan. Sebagian wilayah daratan Indonesia merupakan kawasan hutan, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Papua terdapat kawasan hutan. Meski dari waktu ke waktu terjadi penciutan kawasan hutan, tidak dapat dipungkiri bahwa hutan merupakan potensi sumber daya alam hayati yang teramat penting. Hutan sangat penting dalam daur hidrologi, karena kemampuannya dalam menyimpan air hujan. Sebagian besar hutan di Indonesia merupakan tipe hutan hujan tropis. Dengan melimpahnya keanekaragaman hayati yang sangat tinggi menjadikan hutan sebagai sumber kekayaan plasma nutah. Dalam hutan hujan tropis keanekaragaman jenis pohon penghasil kayu sangat tinggi, di samping potensi keanekaragaman jenis-jenis anggrek, lumut maupun tumbuhan paku. Jenisjenis mamalia besar seperti gajah, harimau, singa, orang utan, banteng, sapi hutan menjadikan hutan sebagai habitatnya. Beberapa jenis herbivora seperti rusa, kijang maupun kambing liar juga dapat dijumpai di hutan. Karena itu upaya konservasi dan pelestarian hutan menjadi hal yang mutlak dilakukan untuk menjaga kelestarian kawasan hutan.

Keanekaragaman Hayati – Ada dua macam upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, yaitu secara insitu dan eksitu. Pelestarian secara insitu adalah pelestarian sumber daya alam hayati pada habitat aslinya. Adapun pelestarian secara eksitu adalah pelestarian sumber daya alam hayati di luar habitat aslinya. Pemerintah sudah menetapkan beberapa kawasan hutan sebagai hutan lindung, taman nasional, dan suaka margasatwa. Ini merupakan upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati baik tumbuhan maupun hewan agar terhindar dari bahaya kepunahan. Sebagai contoh pelestarian gajah di Way Kambas Lampung dan komodo di pulau Komodo Nusa Tenggara Timur. Kebun binatang yang ada di Indonesia memiliki koleksi satwa yang beraneka ragam. Satwa-satwa yang dijadikan koleksi sengaja dipindahkan dari habitat aslinya ke dalam lingkungan kebun binatang. Di samping bertujuan melengkapi keragaman hewan, pemindahan hewan ini juga dimaksudkan sebagai sarana rekreasi dan pembelajaran pada masyarakat dan pengembangan satwa untuk pelestarian satwa yang bersangkutan. Ini merupakan pelestarian secara eksitu. Demikian pula pembangunan kebun plasma nutfah, kebun botani, dan kebun koleksi di beberapa daerah. Kebun plasma nutfah ditujukan untuk melestarikan jenisjenis tumbuhan baik jenis unggul maupun yang masih liar. Pada kebun koleksi tanaman terbatas pada jenis-jenis unggul saja. Adapun kebun botani, lebih bersifat melestarikan jenis daripada plasma nutfah dalam arti yang sebenarnya.

Kecakapan Akademik Jodohkan kata sebelah kiri dengan kata sebelah kanan yang memiliki keterkaitan konsep. 1. fenotipe a. sumber kayu yang utama 2. keanekaragaman gen b. suaka margasatwa 3. varietas c. perbedaan struktur dan susunan gen 4. endemik d. mangga golek, gadung, manalagi 5. hutan hujan tropis e. ciri yang dapat dikenali dari luar 6. insitu f. pelestarian jenis organisme di luar habitat aslinya g. penyebarannya terbatas di wilayah tertentu dan menetap h. pelestarian jenis organisme pada habitat aslinya

Rangkuman

Keanekaragaman hayati terbangun oleh tiga tingkatan keanekaragaman yaitu keanekaragaman gen, jenis, dan ekosistem. Keanekaragaman gen timbul karena adanya perbedaan struktur gen yang mengekspresikan sifat-sifat berbeda. Perbedaan bentuk, penampilan, dan sifat satu spesies pada individu sejenis menimbulkan variasi. Perbedaan bentuk, penampilan, dan sifat pada individu yang berbeda spesies menimbulkan keanekaragaman jenis. Keanekaragaman jenis lebih mudah kita kenali daripada keanekaragaman gen. Adanya perbedaan faktor biotik dan abiotik dalam ekosistem menimbulkan keanekaragaman ekosistem. Ada dua ekosistem utama di bumi, yaitu ekosistem darat (terrestrial) dan ekosistem perairan (akuatik). Ekosistem darat mencakup beberapa bioma. Menurut aliran airnya ekosistem perairan dibedakan menjadi ekosistem perairan mengalir dan ekosistem perairan tidak mengalir, sedangkan menurut salinitasnya ekosistem perairan dibedakan menjadi ekosistem air tawar, ekosistem air laut, dan ekosistem air payau. Keanekaragaman hayati di Indonesia, baik keanekaragaman hewan, tumbuhan dan mikroorganisme memiliki arti yang besar bagi upaya peningkatan kesejahteraan manusia. Namun, perlu upaya pelestarian baik secara insitu maupun eksitu. Pelestarian secara insitu adalah pelestarian keanekaragaman hayati pada habitat aslinya, sedangkan pelestarian secara eksitu adalah pelestarian keanekaragaman hayati di luar habitat aslinya.

A. Pilihlah salah satu jawaban soal berikut dengan tepat. 1. Keanekaragaman hayati terbangun oleh tiga tingkatan keanekaragaman yaitu keanekaragam …. a. individu, populasi, komunitas b. sel, jaringan, organ c. gen, jenis, ekosistem d. gen, genotip, fenotip e. gen, jenis, populasi 2. Bermacam-macam mangga seperti mangga madu, golek, gadung, mangga, nanas merupakan keanekaragaman tingkat …. a. gen b. jenis c. populasi d. ekosistem e. komunitas 3. Variasi antarindividu timbul karena adanya perbedaan …. a. kebiasaan hidup b. jenis makanan c. habitat antar individu d. perilaku antar individu e. struktur gen 4. Perbedaan bentuk, penampilan, dan sifat pada pisang ambon, pisang kepok, pisang biji, pisang raja menunjukkan adanya keanekaragaman tingkat …. a. gen b. jenis c. populasi d. komunitas e. ekosistem 5. Lebih mudah membedakan ciri antara padi dengan jagung dari pada membedakan ciri antara padi mamberamo dengan padi cisadane karena …. a. padi dan jagung satu familia b. padi dan jagung tergolong rumputrumputan c. padi dan jagung berbeda familia d. padi dan jagung berbeda species e. padi dan jagung satu species

Macam-Macam Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup

Macam-Macam Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup

Macam-Macam Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup

Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup
Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup

Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup – Diperkirakan lebih dari satu juta jenis makhluk hidup mendiami atau pernah mendiami planet bumi kita. Baik jenis-jenis tumbuhan, hewan, jamur, jasad renik maupun organisme lain merupakan sumber kekayaan keanekaragaman hayati yang tak ternilai harganya. Kegiatan penelitian dan pengumpulan data tentang sumber daya alam hayati, yang dikenal dengan istilah bioprospeksi, terus digalakkan. Ini merupakan upaya yang berkelanjutan baik untuk tujuan pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam ataupun untuk kepentingan komersial. Dari kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh para ilmuwan yang diikuti dengan pengembangan ilmu pengetahuan memberikan potret biodiversitas, gambaran tentang kekayaan keanekaragaman sumber daya alam hayati. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tidak ternilai. Tahukah kalian bahwa dari jenis tumbuhan berbunga yang ada di dunia 10% di antaranya tumbuh di Indonesia? Bahkan Indonesia memiliki jumlah spesies mamalia tertinggi di dunia, sekitar 515 spesies atau 12% dari mamalia dunia.Dengan sekitar 600 spesies reptilia dan sekitar 270 spesies amfibi yang ada, menempatkan Indonesia di posisi ke tiga di dunia untuk kekayaan keanekaragaman reptilia dan pada posisi ke lima untuk kekayaan keanekaraaman amfibi. Jumlah spesies kupu-kupu di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, 121 spesies, 44% di antaranya endemik (Djalal Tanjung, 2002). Masih banyak potensi lain yang perlu digali dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negeri dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Tinggal bagaimana kita mengelola dan memanfaatkan potensi tersebut. Dengan mempelajari keanekaragaman hayati, diharapkan kalian mengetahui potensi kekayaan keanekaragaman hayati, mampu memanfaatkan dengan bijak dan ikut berperan aktif dalam melestarikan keanekaragaman hayati demi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup

Macam-Macam Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati mencakup tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.

1. Keanekaragaman gen Cobalah kalian mengamati dengan saksama ciri-ciri yang terdapat pada sekumpulan ayam kampung (Gallus gallus). Apakah kalian dapat menemukan perbedaan ciri-cirinya?

Bagaimana dengan warna bulu, jenis kelamin, ukuran tubuh atau bentuk pial (cengger), adakah perbedaannya? Meski satu spesies ternyata ayam-ayam tersebut masih memiliki beberapa perbedaan ciri. Ada ayam berbulu hitam, putih, coklat atau kombinasinya. Demikian pula jenis kelaminnya, ada yang jantan dan ada yang betina. Ada ayam berpial bilah, berpial pea (biji) atau berpial mawar (ros). Perbedaan ciri-ciri yang mencakup bentuk, penampilan serta sifat pada individu dalam satu spesies itulah yang dinamakan variasi. Variasi ditimbulkan oleh perbedaan struktur dan susunan gen (genotip). Sifat-sifat individu yang tampak dan dapat dikenali dari luar disebut fenotip. Individu dalam satu spesies yang menunjukkan perbedaan ciri-ciri disebut varietas. Keanekaragaman hayati mencakup keanekaragaman tingkat gen, jenis, dan ekosistem.

Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup – Perbedaan struktur gen dalam kromosom menimbulkan variasi. Variasi merupakan perbedaan bentuk, kenampakan, sifat antar individu dalam satu spesies. Contoh lain misalnya pada tanaman padi (Oryza sativa). Banyak variasi sifat yang kita temukan, mulai dari ukuran bulir, citarasa, ketahanan terhadap penyakit, aroma nasinya, maupun umur produktifnya. Banyak varietas padi yang dikenal dan dibudidayakan masyarakat dengan keunggulan dan kekurangan sifat pada masing-masing varietas, seperti varietas mamberamo, IR 36, IR 64, Cisadane, padi gogo dan lain-lain. Adanya perbedaan ciri-ciri antarindividu dalam satu spesies menunjukkan adanya keanekaragaman gen.

Tugas 1. Cobalah kalian cari beberapa contoh lain yang menunjukkan adanya keanekaragaman gen baik pada hewan maupun tumbuhan kemudian deskripsikan perbedaan ciri-cirinya. Komunikasikan deskripsi kalian kepada teman kalian. 2. Amatilah dengan saksama ciri-ciri teman di sebelahmu. Deskripsikan secara lengkap ciri-ciri mulai dari rambut (bentuk, warna, tekstur), wajah (bentuk muka, hidung, mata, ciri lain), kulit (warna, tekstur, ciri lain). Setelah itu bandingkan dengan hasil deskripsi teman sebelah kalian. Adakah perbedaannya, mengapa demikian?

Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup

2. Keanekaragaman jenis Tentu kalian pernah melihat tanaman jagung. Bandingkan-lah bentuk, penampilan, dan sifat-sifat antara tanaman jagung dan padi. Adakah perbedaan ciri-cirinya? Tentunya kalian dapat menemukan banyak perbedaan ciri antara kedua jenis tanaman tersebut.Di antaranya perbedaan ciri mengenai ukuran daun, bentuk dan ukuran batang, bentuk dan ukuran bunganya, bentuk dan ukuran biji atau buahnya dan masih banyak perbedaan lain Demikian pula jika kita mengamati dengan saksama perbedaan bentuk, penampilan dan sifat antara harimau dan singa, tentu dengan mudah kita dapat menemukan perbedaan antara keduanya.

Perbedaan ciri antarindividu berbeda spesies menunjukkan adanya keanekaragaman jenis. Perbedaan ciri pada individu berbeda spesies lebih mudah dikenali daripada perbedaan ciri antarindividu dalam satu spesies. Perbedaan bentuk, penampilan, dan sifat yang terdapat pada individu-individu yang berbeda jenis menunjukkan adanya keanekaragaman jenis. Perbedaan ciri-ciri antarindividu berbeda spesies akan lebih mudah kita kenali daripada perbedaan antarindividu dalam satu spesies. Perbedaan bentuk, penampilan, dan sifat juga dapat di temukan pada kelapa, pinang, sawit. Coba kalian cari perbedaan ciri ketiga jenis tumbuhan tersebut. Keanekaragaman jenis juga terdapat pada mikrorganisme, seperti pada Rhizopus sp dan Saccharomyces sp. Rhizopus sp tubuhnya berupa benang-benang hifa tidak bersekat, multiseluler, menghasilkan zigospora sebagai spora seksual. Adapun Saccharomyces sp merupakan jamur tanpa hifa, uniseluler, berkembang biak dengan membentuk tunas.

Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup

3. Keanekaragaman ekosistem Ekosistem merupakan kesatuan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dalam ekosistem terdapat komponen biotik, yang terdiri atas benda-benda hidup dan komponen abiotik, yang terdiri atas benda-benda tak hidup. Dalam tiap ekosistem terdapat komponen abiotik dan komponen biotik yang berbeda-beda. Perbedaan komponen biotik dan komponen abiotik dalam ekosistem menyebabkan terbentuknya keanekaragaman ekosistem. Keanekaragaman ekosistem merupakan salah satu faktor terbentuknya keanekaragaman hayati.

Komponen abiotik meliputi letak menurut garis lintang dan garis bujurnya (latitude), ketinggian tempat (altitude), iklim, kelembaban, suhu, kondisi tanah dan lain sebagainya. Adapun komponen biotik meliputi organisme hidup termasuk produsen, konsumen, detritivor, maupun dekomposer. Secara garis besar di muka bumi ini terdapat dua macam ekosistem besar, yaitu ekosistem darat (terestrial) dan ekosistem perairan (akuatik). Ekosistem darat mencakup beberapa macam bioma, antara lain bioma gurun atau padang pasir, bioma padang rumput atau savanna, bioma hutan basah atau hutan hujan tropis, bioma hutan gugur iklim sedang, bioma taiga dan bioma tundra.

Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup

a. Bioma gurun/padang pasir jenis tumbuhan terbatas, seperti kaktus, perdu. Didominasi oleh daratan pasir, intensitas cahaya matahari sangat tinggi, curah hujan sangat rendah, perbedaan suhu siang dan malam sangat besar. Terdapat di Afrika, Amerika Utara, Asia, Australia. b. Bioma padang rumput atau savanna didominasi oleh berbagai jenis rumput, beberapa jenis pohon atau perdu, curah hujan lebih tinggi. Hewan-hewan herbivora sangat melimpah, diikuti beberapa jenis karnivora. Terdapat di Australia, Asia Selatan, Amerika, dan Afrika. c. Bioma hutan hujan tropis didominasi oleh pohon-pohon besar, berdaun lebar dan lebat, penghasil kayu yang utama di samping beberapa jenis liana dan epifit. Curah hujan sangat tinggi dan tersebar sepanjang tahun, keanekaragaman tumbuhan sangat tinggi. Banyak hewan-hewan arboreal, vertebrata, dan invertebrata. Terdapat di Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Asia Tenggara, dan Australia Timur. d. Bioma hutan gugur iklim sedang didominasi oleh pohonpohon berdaun lebar yang menggugurkan daunnya pada musim dingin dan dapat mencapai tinggi 30-40 meter. Beriklim sedang, hujan turun pada musim panas dengan musim dingin yang ekstrim. Hewan-hewan memiliki aktifitas bermusim. Terdapat di Amerika Serikat, Eropa, Asia Timur, Amerika Timur. e. Bioma taiga didominasi oleh tumbuhan konifer, keanekaragaman jenis tumbuhan sangat rendah. Terdapat di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. f. Bioma tundra didominasi oleh tumbuhan lumut, lumut kerak dan pohon yang kerdil. Terdapat di daerah sekitar kutub atau daerah pada ketinggian di atas 2.500 meter.

Keanekaragaman Hayati Makhluk Hidup – Adapun, ekosistem perairan dapat dikelompokkan berdasarkan aliran airnya dan berdasarkan kadar garamnya/ (salinitas). Menurut aliran airnya ekosistem perairan dibedakan menjadi dua, yaitu: 1. Ekosistem perairan mengalir (lotik) Air secara terus-menerus begerak sesuai dengan dina-mika aliran air. Distribusi nutrisi lebih merata dibandingkan dengan ekosistem perairan tidak mengalir, misalnya sungai. 2. Ekosistem perairan tidak mengalir (lentik). Tidak ada aliran air secara dinamis, distribusi nutrisi kurang merata, misalnya danau, rawa, kolam, waduk, bendungan dan lain-lain. Adapun, menurut salinitasnya, ekosistem perairan dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Ekosistem air tawar Kadar garam rendah, dipengaruhi iklim dan cuaca daratan, penetrasi cahaya matahari kurang. Misalnya danau, kolam, waduk, bendungan dan lain-lain. 2. Ekosistem air laut Kadar garam tinggi, tidak dipengaruhi iklim dan cuaca daratan, penetrasi cahaya matahari relative lebih tinggi, misalnya laut. 3. Ekosistem air tawar Kadar garam rendah, dipengaruhi iklim dan cuaca daratan, penetrasi cahaya matahari kurang, misalnya danau, kolam, waduk, bendungan dan lain-lain.

Upaya Pelestarian dan Ciri Keanekaragaman Hayati

Upaya Pelestarian dan Ciri Keanekaragaman Hayati

Upaya Pelestarian dan Ciri Keanekaragaman Hayati

Ciri Keanekaragaman Hayati – Setelah menyelesaikan rubrik Telisik tentu kalian telah mengetahui pentingnya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Lantas, apakah usaha-usaha tersebut harus kita lakukan seorang diri? Tentu tidak, karena semua manusia ikut bertanggung jawab. Bahkan negara pun ikut bertanggung jawab. Mari kita bahas bagaimana peranan pemerintah dalam menjaga kelestarian hayati di Indonesia.

Ciri Keanekaragaman Hayati
Ciri Keanekaragaman Hayati

Ciri Keanekaragaman Hayati

a. Perlindungan Alam Umum Perlindungan alam umum merupakan perlindungan terhadap fl ora, fauna, dan tanahnya. Perlindungan alam umum dibagi menjadi tiga, yaitu perlindungan alam ketat, perlindungan alam terbimbing, dan taman nasional. Perlindungan alam ketat adalah perlindungan alam tanpa campurtangan manusia, kecuali apabila dipandang perlu. Jadi, dalam perlin dungan ini, alam dibiarkan berkembang dengan sendirinya. Tujuan perlindungan ini untuk penelitian ilmiah. Contohnya adalah cagar alam Ujung Kulon (Gambar 6.19) sedangkan perlindungan alam terbimbing adalah perlindungan alam oleh para ahli. Contohnya adalah Kebun Raya Bogor (Gambar 6.20). Kedua perlindungan alam tersebut biasanya berupa areal atau wilayah yang relatif sempit. Berbeda dengan perlindungan alam, taman nasional (national park) merupakan perlindungan terhadap keadaan alam yang meliputi daerah yang sangat luas, di mana tidak diperbolehkan dibangun rumah tinggal atau untuk kepentingan industri. Namun demikian, taman nasional dapat difungsikan sebagai tempat rekreasi dan wisata, asalkan tidak mengubah keseimbangan ekosistem. Contohnya adalah Taman Safari Bogor.

Ciri Keanekaragaman Hayati – Berdasarkan hasil konggres internasional pada tahun 1982, ditetapkan enam belas Taman Nasional (T.N.) di Indonesia. Keenambelas taman nasional tersebut adalah: 1. T. N. Kerinci (Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu) 1.485.000 hektar. 2. T. N. Gunung Leuser (Sumatera Utara, Aceh) 793 hektar. 3. T. N. Barisan Selatan (Lampung, Bengkulu) 365.000 hektar. 4. T. N. Tanjung Puting (Kalimantan Tengah) 355.000 hektar. 5. T. N. Drumoga Bone (Sulawesi Utara) 300.000 hektar. 6. T. N. Lorelindu (Sulawesi Tengah) 231.000 hektar. 7. T. N. Kutai (Kalimantan Timur) 200.000 hektar. 8. T. N. Manusela Wainua (Maluku) 189.000 hektar. 9. T. N. Kepulauan Seribu (DKI Jakarta) 108.000 hektar. 10. T. N. Ujung Kulon (Jawa Barat) 79.000 hektar. 11. T. N. Besakih (Bali) 78.000 hektar. 12. T. N. Pulau Komodo (Nusa Tenggara Barat) 75.000 hektar. 13. T. N. Bromo, Tengger, Semeru (Jawa Timur) 58.000 hektar. 14. T. N. Meru Betiri (Jawa Timur) 50.000 hektar. 15. T. N. Baluran (Jawa Timur) 25.000 hektar. 16. T. N. Gunung Gede, Pangrango (Jawa Barat) 15 hektar. Berbagai taman nasional tersebut memiliki jenis-jenis hayati yang khas. Contohnya adalah T. N. Pulau Komodo yang melindungi biawak komodo (Varanus komodoensis). Sedangkan T. N. Gunung Gede Pangangro adalah taman nasional yang di bawahnya ada Kebun Raya Cibodas.

Ciri Keanekaragaman Hayati

Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta (PPSJ) merupakan unit pengelolaan hewanhewan yang dilindungi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Hewan-hewan tersebut berasal dari warga masyarakat yang memilikinya secara ilegal, sehingga disita oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Setelah disita, hewan-hewan tersebut dikondisikan agar dapat mandiri dan mengenal makanan alaminya sehingga nantinya bisa bertahan hidup ketika dikembalikan ke habitat aslinya. 

Untuk menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia, maka pemerintah melakukan beberapa hal, yaitu menetapkan konservasi lingkungan, meliputi cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, taman wisata alam, taman raya, dan taman perburuan. Tiap-tiap jenis konservasi tersebut memiliki prinsip pengelolaan yang berbeda. Setiap jenis konservasi memiliki nilai manfaat tertentu. Cagar alam berfungsi sebagai kantung plasma nutfah (penyimpanan gengen tiap jenis makhluk hidup). Hal ini bertujuan untuk mencegah punahnya makhluk hidup. Selain itu, cagar alam juga menjadi habitat (tempat hidup) satwa liar dan tumbuhan, pusat pengaturan sistem air, tempat pengungsian satwa, tempat penelitian dan pendidikan, dan referensi (pusat rujukan). Sedangkan fungsi utama taman buru, yaitu sebagai tempat pengembangan ekonomi kepariwisataan, pusat pendidikan, tempat perburuan, tempat koleksi tumbuhan dan satwa, dan penunjang devisa daerah dalam hal pemanfaatan jasa lingkungan.

Ciri Keanekaragaman Hayati

b. Perlindungan Alam dengan Tujuan Tertentu Perlindungan alam dengan tujuan tertentu merupakan perlin dungan dengan tujuan khusus. Kekhususan tersebut berlatar belakang dari potensi yang ada di kawasan yang bersangkutan. Perhatikan Gambar 6.24 dan 6.25. Macam-macam perlindungan tersebut adalah seba gai berikut. 1) Perlindungan alam geologi Perlindungan alam geologi yaitu perlindungan alam dengan tujuan melindungi formasi geologi tertentu, misalnya batuan. 2) Perlindungan alam botani Perlindungan alam botani yaitu perlindungan alam dengan tujuan melindungi komunitas tumbuhan tertentu, misalnya Kebun Baya Bogor. 3) Perlindungan alam zoologi Perlindungan alam zoologi yaitu perlindungan alam dengan tujuan melindungi hewan langka dan mengembangkannya dengan cara memasukkan hewan sejenis ke daerah lain, misalnya cagar alam Ujung Kulon. 4) Perlindungan alam antropologi Perlindungan alam antropologi yaitu per lindungan alam dengan tujuan melindungi suku bangsa terisolir, misal suku Indian di Amerika, suku Asmat di Irian, dan suku Badui di Banten Selatan. 5) Perlindungan pemandangan alam Perlindungan pemandangan alam yaitu perlindungan alam dengan tujuan melindungi keindahan alam, misalnya lembah sianok di Sumatra barat. 6) Perlindungan monumen alam Perlindungan monumen alam yaitu perlindungan alam dengan tujuan melindungi benda-benda alam, misalnya stalagtit dan stalagmit dalam gua serta air terjun. 7) Perlindungan suaka margasatwa Perlindungan suaka margasatwa yaitu perlindungan dengan tujuan melindungi hewan-hewan yang terancam punah, misalnya badak, gajah, dan harimau Jawa. 8) Perlindungan hutan Perlindungan hutan yaitu perlindungan dengan tujuan melindungi tanah, air, dan perubahan iklim. 9) Perlindungan ikan Perlindungan ikan yaitu perlindungan dengan tujuan melindungi ikan yang terancam punah. Sudah pahamkah kalian mengenai pemanfaatan keanekaragaman hayati dan permasalahannya? Sebelum mengerjakan Uji Kompetensi, kerjakan tugas individual berikut.

Telisik

Ciri Keanekaragaman Hayati – Buatlah karya tulis ilmiah dengan tema Peran Remaja dalam Pelestarian Sumber Daya Hayati Tumbuhan. Untuk mendukung karya tulis kalian, gunakan referensi dari buku-buku perpustakaan dan artikel dari internet. Setelah itu, susunlah karya tulis kalian disertai fakta yang berhubungan dengan tema tersebut. Jangan lupa, berilah pendapat dari para ahli mengenai tema yang kalian bahas. Tuliskan karya tulis kalian dalam 3 lembar kertas HVS, lalu presentasikan di depan kelas.

Uji Kompetensi

Selesaikan soal-soal berikut dengan tepat. 1. Berdasarkan tingkatan prioritas, kebutuhan manusia terhadap keanekaragaman hayati dibedakan menjadi berapa? Jelaskan. 2. Sebut dan jelaskan berbagai ancaman terhadap keanekaragaman hayati. 3. Jelaskan berbagai usaha pelestarian hayati. 4. Perlindungan alam umum dibagi menjadi tiga. Jelaskan. 5. Apa yang dapat kalian lakukan dalam menjaga keanekaragaman hayati? Jelaskan.

Keanekargaman hayati disusun oleh berbagai spesies makhluk hidup. Berbagai jenis tersebut jumlahnya mencapai ribuan. Untuk mempermudah pengenalannya, organisme tersebut dikelompokkan dalam berbagai takson di dalam sistem klasifi kasi makhluk hidup. Apa dan bagaimana klasifi kasi itu? Simaklah uraian berikut.

Dalam bab-bab terdahulu kita sudah berkali-kali menyebut jenis makhluk hidup dengan nama ilmiahnya. Nama tersebut menunjukkan kedudukan suatu jenis di dalam klasifikasi makhluk hidup.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Dalam kehidupan sehari-hari, kalian sering melakukan pengelompokan terhadap benda-benda tertentu, bukan? Misalnya, kalian mengelompokkan sendok, piring, dan gelas dalam kelompok alat-alat makan. Selain itu, kalian juga mengelompokkan bus, motor, dan mobil dalam kelompok alat-alat transportasi. Pengelompokan alat-alat makan dan transportasi tersebut adalah berdasarkan fungsinya masing-masing. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa setiap pengelompokan pasti didasarkan pada dasar pengelompokan. Begitu pula halnya dengan klasifi kasi makhluk hidup. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa alam semesta dihuni oleh beragam makhluk hidup. Agar lebih mudah mengenali beragam makhlukhidup, kita perlu melakukan klasifi kasi makhluk hidup. Bagaimana cara klasifi kasi makhluk hidup?