Macam Macam Kebutuhan Manusia Beserta Faktornya dan Kelangkaan

Macam Macam Kebutuhan Manusia Beserta Faktornya dan Kelangkaan

Macam Macam Kebutuhan Manusia Beserta Faktornya dan Kelangkaan

Macam Kebutuhan Manusia
Macam Kebutuhan Manusia

Macam Kebutuhan Manusia – Setiap hari manusia baik individu, rumah tangga bahkan negara selalu dihadapkan pada masalah ekonomi. Bagaimana upaya memenuhi kebutuhan hidup, bagaimana harus membuat pilihan, dan bagaimana mencapai suatu kemakmuran. Semua persoalan-persoalan yang dihadapi individu, rumah tangga, dan negara tersebut bersumber dari jumlah kebutuhan yang tidak terbatas sementara alat pemuas terbatas. Keterbatasan sumber daya ekonomi ini menjadikan setiap manusia untuk membuat suatu pilihan atau penggunaan alternatif.

Macam Kebutuhan Manusia – Masyarakat harus dapat memilih kepentingan mana yang harus didahulukan dan kepentingan mana yang harus ditunda. Kepentingan yang tertunda atau hilangnya kesempatan akan menimbulkan biaya oportunitas, yaitu suatu keputusan yang terjadi karena melakukan pilihan dengan mengorbankan kepentingan yang lain.

Macam Kebutuhan Manusia

A. Kebutuhan (Needs) Pada dasarnya setiap manusia mempunyai kebutuhan. Kebutuhan ini tidak terbatas dan beragam jumlahnya, sehingga tidak mungkin manusia dapat memenuhi semua kebutuhannya. Begitu kebutuhan satu dipenuhi, akan muncul kebutuhan yang lain. Apabila kebutuhan sekolah kalian seperti kebutuhan seragam, sepatu, tas, uang sekolah, les privat, telah terpenuhi; kebutuhan yang lain akan muncul. Misalnya, bermain musik, rekreasi, nonton film, dan lain-lain. Upaya untuk memenuhi kebutuhan pada dasarnya tidak pernah berakhir, karena itu manusia perlu bertindak rasional artinya berbuat sesuatu untuk mencegah pemborosan dan mencegah ketidakefisienan. Kebutuhan untuk memenuhi keperluan manusia agar mampu bertahan hidup disebut kebutuhan ekonomi.

Macam Kebutuhan Manusia

1. Macam-Macam Kebutuhan Mengapa kebutuhan itu selalu muncul? Kebutuhan itu akan selalu ada selama manusia hidup. Selain itu, hal ini dikarenakan sifat manusia yang merasa tidak pernah puas, sehingga kebutuhannya tidak terbatas. Kebutuhan tersebut akan bertambah terus, baik macam, jumlah, dan mutunya.

Macam Kebutuhan Manusia

a. Kebutuhan Menurut Intensitas Kegunaannya

Macam Kebutuhan Manusia

1) Kebutuhan Primer Kebutuhan primer adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia secara wajar. Menurut ILO (International Labour Organization) bahwa kebutuhan primer adalah kebutuhan fisik minim masyarakat, berkaitan dengan kecukupan kebutuhan pokok setiap masyarakat, baik masyarakat kaya maupun miskin. Kebutuhan pokok ini meliputi kecukupan pangan dan gizi, sandang, perumahan, pendidikan, pelayanan kesehatan dan sarana-sarana pendukung lainnya seperti transportasi, persediaan air minum, rasa aman, dan sebagainya.

2) Kebutuhan Sekunder Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang sifatnya melengkapi kebutuhan primer dan kebutuhan ini baru terpenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan ini bukan berarti tidak penting, karena sebagai manusia yang berbudaya, yang hidup bermasyarakat sangat memerlukan berbagai hal lain yang lebih luas dan sempurna, baik mengenai mutu, jumlah, dan jenisnya. Contoh kebutuhan sekunder antara lain televisi, kulkas, sepeda motor, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang mendukung kebutuhan primer.

3) Kebutuhan Tersier Kebutuhan tersier timbul setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Pada umumnya, kebutuhan tersier ini disebut kebutuhan mewah, karena pemenuhan kebutuhannya tertuju pada barang-barang mewah yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang berpenghasilan tinggi. Contohnya perhiasan berlian, rumah mewah, mobil mewah, dan lain-lain. Apabila seseorang dapat memenuhi kebutuhan tersiernya, maka dapat meningkatkan status sosial (prestise)nya di masyarakat.

Macam Kebutuhan Manusia

b. Kebutuhan Menurut Waktu Pemenuhannya

1) Kebutuhan Sekarang Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda-tunda lagi agar manusia tidak mendapat kesulitan. Misalnya: obat untuk orang sakit, air minum untuk orang yang sedang dahaga, pakaian untuk sekolah, dan sebagainya. Contoh lain keadaan negara yang aman dan stabil merupakan kebutuhan sekarang, agar rakyat Indonesia dapat membangun negeri ini.

Macam Kebutuhan Manusia

2) Kebutuhan akan Datang Kebutuhan akan datang adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi pada hari esok. Bila kebutuhan ini tidak terpenuhi, tidak akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup seseorang. Contohnya, tabungan. Seseorang yang menabung, berarti ia memenuhi kebutuhan yang akan datang

3) Kebutuhan yang Tidak Terduga Kebutuhan ini muncul jika sesuatu terjadi secara tidak terduga, yang sifatnya insidentil. Contohnya, orang yang tiba-tiba sakit, akan membutuhkan obat atau perlu periksa ke dokter.

Macam Kebutuhan Manusia

4) Kebutuhan Sepanjang Waktu Kebutuhan ini terjadi sepanjang waktu dan tidak ada batasannya. Contohnya, belajar menuntut ilmu

Macam Kebutuhan Manusia

c. Kebutuhan Menurut Sifatnya

1) Kebutuhan Jasmani Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang secara alami dirasakan oleh fisik atau jasmani manusia. Kebutuhan ini meliputi seluruh kebutuhan yang sifatnya kebendaan misalnya kebutuhan akan makan, pakaian, olahraga, rumah, dan lain-lain.

2) Kebutuhan Rohani Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang sifatnya memperoleh kepuasan rohani. Kebutuhan ini tidak tampak secara nyata. Hanya orang yang bersangkutan yang merasakan secara langsung. Jika kebutuhan ini terpenuhi manusia merasa secara batiniah terpuaskan kebutuhannya dan ia akan merasa bangga, bahagia, senang ataupun perasaan gembira. Contohnya, mendapatkan kasih sayang, hiburan, rekreasi, menjalankan ibadah, dan lain-lain.

Macam Kebutuhan Manusia

d. Kebutuhan Menurut Subjek yang Membutuhkan 1) Kebutuhan Individu Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang berguna untuk pemenuhan kepuasaan pribadi (perorangan). Contohnya, sebagai seorang pelajar kebutuhan pribadi kalian meliputi seragam, sepatu, buku, pensil, dan lain-lain. 2) Kebutuhan Sosial Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang jika dipenuhi bermanfaat untuk kepentingan orang banyak (kolektif). Kebutuhan ini berkaitan dengan kebersamaan, kesejahteraan, ketertiban, kenyamanan, kemakmuran, dan sebagainya. Contohnya, jalan raya, telepon umum, tempat ibadah, rumah sakit, dan lain-lain.

Macam Kebutuhan Manusia

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Setiap manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan, dan antara individu satu dengan lainnya berbeda-beda. Perbedaan dan munculnya macam-macam kebutuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.

Macam Kebutuhan Manusia

a. Perbedaan Keadaan Wilayah Keadaan wilayah berkaitan dengan kondisi alam di berbagai daerah. Perbedaan kondisi alam di berbagai daerah menyebabkan perbedaan kebutuhan. Manusia akan membutuhkan barang dan jasa sesuai dengan kondisi wilayah di mana ia berada (bertempat tinggal). Coba, kalian bandingkan, orang yang tinggal di daerah pegunungan akan membutuhkan pakaian tebal untuk melindungi tubuhnya dari rasa dingin. Hal ini tentu berbeda, jika orang tersebut menetap di daerah pantai. Ia tidak akan membutuhkan lagi pakaian tebal, melainkan membutuhkan pakaian yang tipis menyesuaikan dengan suhu udara di pantai yang rata-rata panas. b. Tingkat Peradaban Kebutuhan manusia akan semakin beragam, jika peradabannya semakin tinggi. Perkembangan peradaban akan membawa pengaruh pada kebutuhan hidup manusia. Contohnya, dahulu jika seseorang ingin pergi ke suatu tempat harus berjalan atau dengan mengendarai kuda atau lembu dan sebagainya. Setelah peradaban maju, manusia dapat memanfaatkan hasil teknologi seperti sepeda, sepeda motor, mobil, atau pesawat.

c. Agama Bermacam-macam agama yang ada, mengakibatkan timbulnya perbedaan kebutuhan. Contohnya, perayaan hari besar bagi umat Hindu akan membutuhkan barang-barang kebutuhan khusus, misalnya bunga dan buah-buahan.

Sementara umat Buddha membutuhkan hoi dalam menjalankan ibadahnya. Demikian juga pada perayaan hari besar umat Kristen dan umat Islam. Mereka akan membutuhkan pohon natal saat hari natal, dan umat Islam akan membutuhkan ketupat saat Hari Raya Idul Fitri. d. Adat Istiadat Perbedaan kebutuhan juga dipengaruhi oleh adat istiadat daerah yang bersangkutan. Misalnya, adat pernikahan di Jawa akan berbeda dengan adat pernikahan di Bali ataupun di Minangkabau, sehingga barang-barang yang dibutuhkan berbeda pula. Acara-acara ritual di berbagai daerah juga membutuhkan barang-barang kebutuhan khusus.

3. Sumber-Sumber Ekonomi (Alat Pemuas Kebutuhan)

Macam-macam kebutuhan manusia dapat dipenuhi dengan sumbersumber ekonomi, baik berupa barang dan jasa yang digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan. Meskipun barang dan jasa sama-sama sebagai alat pemuas kebutuhan, tetapi keduanya merupakan sesuatu yang berbeda. Barang adalah benda yang berwujud, dapat diraba, dirasakan, dan dapat dilihat oleh alat indra kita. Sementara jasa adalah sesuatu yang tidak berwujud, tidak dapat diraba, dan dilihat, tetapi manfaatnya dapat dirasakan. Contoh barang yang digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan antara lain nasi, teh, roti, kursi, meja, televisi, kulkas, sepeda motor, mobil, dan lain-lain. Adapun contoh jasa yang digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan antara lain jasa guru, jasa dokter, sopir angkutan, dan lain-lain.

a. Benda Pemuas Kebutuhan Menurut Kelangkaannya Menurut kelangkaannya (cara mendapatkannya), benda pemuas kebutuhan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu benda ekonomi, benda bebas, dan benda illith. 1) Benda Ekonomi Benda ekonomi adalah benda pemuas kebutuhan yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kebutuhan manusia dan untuk mendapatkannya memerlukan pengorbanan tertentu. Contohnya, untuk memperoleh baju, kita harus membelinya di toko baju. Kesediaan mengeluarkan uang untuk membeli baju di toko merupakan suatu pengorbanan. 2) Benda Bebas Benda bebas atau benda nonekonomi adalah benda pemuas kebutuhan yang jumlahnya melimpah sehingga untuk mendapatkannya tidak memerlukan pengorbanan tertentu. Contohnya, air, udara, sinar matahari, dan lain-lain. Air termasuk benda bebas karena dapat digunakan tanpa dipungut biaya, namun air akan menjadi benda ekonomi bila dikemas dalam kemasan tertentu sehingga untuk mendapatkannya diperlukan biaya. 3) Benda Illith Benda illith adalah benda pemuas kebutuhan yang jumlahnya sangat berlimpah, sehingga cenderung merugikan kehidupan manusia. Contohnya, air. Air dapat menjadi benda ekonomi dan benda bebas, serta juga dapat menjadi benda illith. Dikatakan menjadi benda illith apabila jumlahnya sangat banyak dan akan menyebabkan banjir sehingga dapat membahayakan hidup manusia.

b. Benda Menurut Tujuan Penggunaannya Menurut tujuan penggunaannya, benda pemuas kebutuhan dibedakan menjadi dua macam, yaitu benda konsumsi dan benda produksi. 1) Benda Konsumsi Benda konsumsi adalah benda siap pakai yang langsung dapat digunakan tanpa melalui proses pengolahan lagi. Dengan kata lain, benda yang langsung dapat digunakan untuk memuaskan (memenuhi) kebutuhan. Contohnya, sepeda motor, sepatu, minuman, minyak tanah, dan lain-lain. 2) Benda Produksi Benda produksi adalah benda yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan benda lain (baru). Contohnya, mesin, bahan baku, truk, alat-alat kantor, dan lain-lain.

b. Benda Menurut Proses Pembuatannya Benda menurut proses pembuatannya dibedakan menjadi tiga macam, yaitu bahan mentah, bahan setengah jadi, dan bahan jadi. 1) Bahan Mentah Bahan mentah adalah bahan yang belum pernah mengalami proses pengolahan. Bahan mentah disebut juga bahan baku. Contohnya: a) dari hasil tambang; minyak bumi, tembaga, timah, perak, batu bara, dan lain-lain. b) dari hasil hutan; kayu, damar, rotan, dan sebagainya. c) dari perkebunan; teh, tembakau, kopi, dan sebagainya. d) dari hasil pertanian; padi, palawija, sayuran, dan sebagainya 2) Bahan Setengah Jadi Bahan setengah jadi adalah bahan yang sudah diolah tetapi belum menjadi produk akhir. Agar menjadi bahan siap pakai perlu pengolahan lebih lanjut. Contohnya, benang; bila diolah lebih lanjut akan menjadi kain. Kain bila diolah lebih lanjut akan menjadi baju yang siap pakai. 3) Bahan Siap Pakai (Bahan Jadi) Bahan jadi adalah bahan yang siap dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan. Contohnya, tas, sepatu, baju, dan sebagainya.

d. Benda Menurut Hubungannya dengan Benda Lain Menurut hubungannya dengan benda lain, benda pemuas kebutuhan dibedakan menjadi dua macam, yaitu benda komplementer dan benda substitusi. 1) Benda Komplementer Benda komplementer adalah benda pemuas kebutuhan yang berguna atau bermanfaat jika dipakai bersama-sama dengan benda lain. Apabila bendabenda tersebut tidak digunakan bersama-sama, salah satu di antaranya kurang berguna. Contohnya, sepeda motor atau mobil tidak akan dapat berjalan jika tidak digunakan dengan bensin. Kompor gas, tidak akan berguna jika tidak dipakai dengan gas. Bolpoint tidak akan dapat digunakan bila tidak ada tinta. 2) Benda Substitusi Benda substitusi adalah benda pemuas kebutuhan yang saling menggantikan fungsinya, artinya suatu benda yang dalam pemakaiannya dapat menggantikan benda lain.

e. Benda Menurut Segi Jaminannya Menurut segi jaminannya, benda pemuas kebutuhan dibedakan menjadi dua macam, yaitu benda bergerak dan benda tidak bergerak. 1) Benda Bergerak Benda bergerak adalah benda yang dapat dipindahkan tempatnya dan biasanya dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit jangka pendek ( + 1 tahun). Contohnya, barangbarang elektronik seperti TV, tape, komputer, dan lain-lain. 2) Benda Tidak Bergerak Benda tidak bergerak adalah benda yang tidak dapat dipindahpindahkan tempatnya dan biasanya dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit jangka panjang. Contohnya, tanah, rumah, gedung-gedung perkantoran, sawah, dan sebagainya

Kelangkaan (Scarcity)

Kelangkaan tidak berarti segalanya sulit diperoleh. Kelangkaan dapat diartikan adanya ketidakseimbangan antara jumlah kebutuhan dengan sumber daya ekonomi yang ada, karena jumlah kebutuhan beragam dan terus meningkat, sementara itu jumlah sumber daya ekonomi (alat pemuas kebutuhan) sangat terbatas. Situasi atau keadaan di mana jumlah alat pemuas kebutuhan dirasakan kurang atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, mengakibatkan manusia harus melakukan pilihan di antara alternatif-alternatif yang paling menguntungkannya dari penggunaan alat pemuas kebutuhan tertentu. Mengapa kelangkaan dapat terjadi?

Berikut ini sebab pokok timbulnya kelangkaan. 1. Sumber-sumber daya ekonomi (alat pemuas kebutuhan) terbatas jumlahnya. 2. Kebutuhan manusia meningkat lebih cepat daripada ketersediaan sumber-sumber daya ekonomi. Kelangkaan menurut ilmu ekonomi mengandung dua pengertian, yaitu: 1. langka; karena jumlahnya tidak mencukupi dibandingkan dengan jumlah kebutuhan. 2. langka; karena untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan.

C. Pilihan (Choice)

1. Pilihan dalam Mengonsumsi Pada hakikatnya kegiatan untuk membuat pilihan dapat dilihat dari dua segi. Pertama dari segi penggunaan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki dan kedua, dari segi mengonsumsi barang-barang yang dihasilkan. Setiap individu harus memikirkan cara terbaik dalam menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya. Usaha ini bertujuan untuk memaksimumkan pendapatan yang akan dinikmatinya dengan menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya tersebut. Dengan demikian, pendapatan yang diterima dari penggunaan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki setiap individu dapat menentukan jenis-jenis dan jumlah barang yang akan dibeli.

2. Pilihan dalam Memproduksi Pilihan dalam memproduksi biasanya dilakukan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan individu, perusahaan lain, dan pemerintah. Pemilik-pemilik perusahaan menjalankan kegiatannya untuk mencari keuntungan, dan keuntungan maksimal hanya akan didapat apabila pemilik-pemilik (pemimpin) perusahaan membuat pilihan yang teliti atas jenis barang dan jasa yang akan dijualnya, dan jenis-jenis serta jumlah faktor-faktor produksi yang akan digunakannya.

Biaya Peluang (Opportunity Cost)

Biaya peluang muncul, karena adanya pilihan yang dilakukan individu-individu, perusahaan, dan masyarakat atas kelangkaan yang dihadapi.

Biaya peluang adalah biaya yang dikorbankan untuk menggunakan sumber daya bagi tujuan tertentu, yang diukur dengan manfaat yang dilepasnya karena tidak menggunakan untuk tujuan lain.

 

Kelangkaan Sumber Daya dan Kebutuhan Manusia

Kelangkaan Sumber Daya dan Kebutuhan Manusia

Kelangkaan Sumber Daya dan Kebutuhan Manusia

Kebutuhan Manusia
Kebutuhan Manusia

Kebutuhan Manusia – Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya dengan sumber daya yang langka. Oleh karena itu, inti masalah dalam ilmu ekonomi adalah adanya kelangkaan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Konsep kelangkaan dalam ilmu ekonomi diartikan sebagai suatu keadaan saat manusia ingin mengonsumsi suatu barang atau jasa lebih banyak daripada jumlah barang dan jasa yang tersedia. Dengan demikian, kelangkaan bukan berarti barang tersebut tidak ada, melainkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dan jumlah barang yang tersedia.

Kebutuhan Manusia – Kelangkaan dalam ilmu ekonomi dapat diartikan juga ketersediannya tidak memenuhi kebutuhan yang ada sehingga untuk memperoleh barang dan jasa tersebut dibutuhkan pengorbanan. Adanya keterbatasan alat pemuas kebutuhan manusia disebabkan oleh adanya keterbatasan pula dalam sumber daya ekonomi.

Kebutuhan Manusia – Sumber daya ekonomi yang lebih dikenal juga dengan sebutan faktor-faktor produksi ini jumlahnya terbatas sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Sumber daya alam sebagai salah satu sumber daya ekonomi keberadaannya memang sudah ada di alam. Namun untuk dapat digunakan, harus melalui proses produksi terlebih dahulu. Secara kasat mata, sumber daya alam sepertinya berjumlah banyak dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Namun pada kenyataannya, sumber daya alam yang tersedia kian hari kian berkurang jumlahnya karena terus-menerus digunakan. Contohnya, sumber daya alam berupa minyak bumi.

Kebutuhan Manusia – Penggunaan minyak bumi secara terus-menerus mengakibatkan jumlah persediaannya semakin menipis. Hal ini berdampak pada adanya kelangkaan bahan bakar minyak. Kalangkaan bahan bakar minyak ini sekarang sangat dirasakan oleh kita semua. Oleh karena itu, sekarang digalakan gerakan hemat bahan bakar minyak. Sumber daya ekonomi lainnya adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat jika penggunaan kemampuannya dimanfaatkan secara optimal. Sumber daya manusia yang dianggap langka adalah sumber daya manusia yang berkualitas.

Kebutuhan Manusia – Jika dilihat berdasarkan jumlahnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang banyak. Akan tetapi, yang benar-benar berkualitas jumlahnya sangat sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah kebutuhan di pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang menggunakan jasa ahli dari luar negeri. Sumber daya modal merupakan salah satu contoh sumber daya ekonomi. Sumber daya modal ini dapat berupa uang, teknologi, mesin-mesin, dan lain sebagainya. Adanya kelangkaan sumber daya modal tentu saja membuat Negara kita harus mendatangkan sumber daya tersebut dari luar negeri. Sebagai contoh, Negara Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah.

Kebutuhan Manusia – Akan tetapi, karena ketersediaan teknologi pengolahannya terbatas, terpaksa Indonesia harus bekerja sama dengan pihak luar negeri untuk mengolah sumber daya alam tersebut. Contohnya pengolahan tambang emas di Irian Jaya oleh PT Free Port. Adanya berbagai kelangkaan pada sumber daya ekonomi, terutama sumber daya alam, mendorong manusia baik individu maupun masyarakat melakukan efisiensi sehingga apa yang dilakukan dalam kegiatan produksi mendatangkan keuntungan. Dengan demkian, dapat disimpulkan bahwa kelangkaan muncul karena adanya keterbatasan sumber daya ekonomi, sedangkan kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas.

Kebutuhan Manusia dan Alat Pemenuhnya 

Kebutuhan Manusia – Dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia memerlukan berbagai macam barang dan jasa sebagai alat untuk memenuhi semua kebutuhannya. Kebutuhan manusia beraneka ragam macam dan jenisnya, serta jumlahnya tidak terbatas. Contohnya, sebagai pelajar tentu kamu membutuhkan seragam, alat tulis, buku pelajaran, sepatu, dan sebagainya. Semua barang yang kamu butuhkan tersebut harus melalui proses produksi terlebih dahulu dengan bahan dasar yang beraneka ragam pula. Selain peralatan untuk sekolah, tentu kamu membutuhkan berbagai macam barang lainnya, bukan? apakah yang dimaksud dengan kebutuhan? Kebutuhan merupakan semua keinginan manusia yang menuntut untuk dipenuhi, jika tidak terpenuhi maka dapat menimbulkan masalah. Seperti yang telah diuraikan di atas bahwa kebutuhan manusia sangat banyak dan beragam, bahkan tidak terbatas.

Tidak terbatasnya kebutuhan manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya yaitu: 1) jumlah manusia yang semakin bertambah, 2) kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, 3) tingkat pendidikan, 4) tingkat pendapatan, 5) sifat manusia yang tidak pernah puas.

Kebutuhan manusia dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok sebagai berikut.

1. Kebutuhan Berdasarkan Intensitasnya

Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan manusia dapat dikelompokkan lagi menjadi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier.

a) Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang benar-benar harus dipenuhi oleh manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Contoh kebutuhan primer, yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, tempat tinggal, dan pakaian. b) Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Contoh kebutuhan sekunder, yaitu barang-barang elektronik. c) Kebutuhan tersier merupakan kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan setelah kebutuhan primer dan sekunder dipenuhi. Contoh kebutuhan tersier, yaitu kebutuhan akan barang-barang mewah, seperti mobil mewah dan perhiasan yang mahal.

2. Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhannya

Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan sekarang dan kebutuhan masa datang. a) Kebutuhan sekarang merupakan kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan tidak dapat ditunda. Contohnya, minum bagi orang yang haus dan makan bagi orang yang lapar. b) Kebutuhan masa datang merupakan kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan pada masa yang akan datang. Contohnya, kabutuhan tempat tinggal sendiri untuk anak remaja.

3. Kebutuhan Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. a) Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan yang bersifat fisik dan materi. Contohnya, kebutuhan akan makanan, minum, dan olahraga. b) Kebutuhan rohani merupakan kebutuhan yang erat hubungannya dengan rohani dan hanya dapat dirasakan oleh jiwa manusia. Contohnya, kebutuhan akan keagamaan, rekreasi, pendidikan, dan hiburan.

Apabila kita perhatikan lebih jauh, setiap orang memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda-beda, perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut.

1. Keadaan Ekonomi Keadaan ekonomi seseorang sangat memengaruhi kebutuhannya. Semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang maka tingkat kebutuhannya akan semakin banyak. Sebaliknya, semakin rendah tingkat ekonomi seseorang maka kebutuhannya pun cenderung sedikit. Contohnya, orang dengan golongan ekonomi lemah pemenuhan kebutuhannya akan lebih terfokus pada kebutuhan yang sifatnya primer seperti kebutuhan akan makanan. Sebaliknya, orang yang tingkat ekonominya sudah tinggi maka fokus kebutuhannya biasanya sudah ukan kebutuhan primer lagi, tetapi mereka sudah terfokus pada kebutuhan yang sifatnya tersier seperti perhiasan atau barang mewah lainnya.

2. Lingkungan Sosial Budaya Lingkungan sosial budaya akan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang. Dalam suatu masyarakat tertentu, semakin tinggi status sosial seseorang maka akan semakin banyak kebutuhannya. Perbedaan budaya juga akan berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang. Contohnya, bagi masyarakat perkotaan yang sibuk dengan profesinya, layanan usaha bidang laundry sudah menjadi kebutuhan tersendiri, terlebih bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaannya dan tidak memiliki pembantu di rumahnya. Hal tersebut akan berbeda dengan masyarakat di pedesaan.

3. Keadaan Fisik Kedaan fisik akan berpengaruh terhadap tingkat kebutuhan seseorang. Perbedaan fisik dan jenis kelamin akan menentukan kebutuhan setiap orang. Contohnya, orang yang tubuhnya besar biasanya akan membutuhkan makanan lebih banyak dibandingkan orang yang tubuhnya kurus. Perempuan membutuhkan kosmetik, sedangkan laki-laki tidak.

4. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan akan berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang biasanya kebutuhannya pun semakin banyak. Sebaliknya, semakin rendah kebutuhan seseorang maka kebutuhannya pun tidak sebanyak orang dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Misalnya, seseorang yang pendidikannya sampai perguruan tinggi maka akan lebih banyak membutuhkan biaya dan alat pendidikan dibandingkan dengan orang yang pendidikannya sampai SMP.

5. Intensitas Kebutuhan Intensistas (mendesak atau tidak mendesak) kebutuhan akan sangat menentukan jumlah kebutuhan seseorang. Semakin mendesak kebutuhan maka biasanya tingkat kebutuhan akan semakin meningkat. Sebaliknya, semakin tidak mendesak kebutuhan maka tingkat kebutuhan akan semakin menurun. Contohnya, pada musim hujan orang membutuhkan payung, sehingga permintaan terhadap payung akan meningkat.

6. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Kemajuan Iptek akan sangat memengaruhi kebutuhan seseorang. Seperti berkembangnya teknologi di bidang ponsel (telepon seluler) mendorong seseorang mengalokasikan sebagian dari pendapatannya untuk mendapatkan ponsel dalam rangka lebih melancarkan komunikasi dengan sahabat atau rekan kerjanya. Terlebih bagi mereka yang tinggal di perkotaan atau yang memiliki intensitas kesibukan yang tinggi, biasanya intensitas kebutuhan akan hasil teknologi semakin tinggi pula.

7. Kebijakan Pemerintah Kebijakan yang ditetapkan pemerintah dapat memengaruhi kebutuhan seseorang terhadap suatu barang. Contohnya, ketika harga beras tinggi dan pemerintah menetapkan adanya operasi pasar besar murah, maka hal tersebut dapat mendorong seseorang untuk berbelanja lebih banyak beras. Kebutuhan manusia jumlahnya sangat tidak terbatas dan beraneka ragam jenisnya. Oleh karena itu, alat pemuas kebutuhan manusia pun beraneka ragam jenisnya. Adapun alat pemuas kebutuhan manusia ini dapat berupa barang dan jasa.

Barang merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang berbentuk benda berwujud, sedangkan jasa merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang tidak berwujud namun dapat dirasakan manfaatnya. Barang sebagai salah satu alat pemuas kebutuhan manusia dapat dibedakan berdasarkan cara memperolehnya, sifat hubungannya, tujuan penggunaannya, kegunaannya untuk jaminan kredit, dan berdasarkan tingkat kesiapannya dalam proses produksi.

1. Barang Berdasarkan Cara Memperolehnya Berdasarkan cara memperolehnya, barang dibedakan menjadi barang ekonomi, dan barang bebas. a) Barang ekonomi merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang jumlahnya terbatas sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Contohnya, pakaian, alat sekolah, dan sebagainya. b) Barang bebas merupakan alat kebutuhan manusia yang jumlahnya tidak terbatas. Untuk memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan karena jumlahnya banyak jika dibandingkan kebutuhan manusia. Contohnya, udara di alam terbuka dan pasir di padang pasir.

2. Barang Berdasarkan Sifat Hubungannya Berdasarkan sifat hubungannya dengan barang lain, barang dapat dibedakan menjadi barang subtitusi dan barang komplementer. a) Barang subtitusi merupakan barang yang penggunaannya dapat saling menggantikan dengan barang lain. Contohnya, tikar dapat menggantikan karpet. b) Barang komplementer merupakan barang yang pemanfaatannya harus diikuti dengan pemanfaatan barang lain. Contohnya, motor dapat dimanfaatkan jika menggunakan bensin dan balpoin dapat digunakan jika ada tintanya.

3. Barang Berdasarkan Tujuan Penggunaannya Dilihat berdasarkan tujuan penggunaannya, barang dapat digolongkan menjadi barang konsumsi dan barang produksi.

a) Barang konsumsi adalah barang yang dapat langsung digunakan untuk keperluan konsumsi. Contohnya, nasi, pakaian jadi, dan buah-buahan. b) Barang produksi merupakan barang yang memerlukan proses produksi sebelum dapat digunakan. Contohnya, kayu dan benang.

4. Barang Berdasarkan Kegunaannya untuk Jaminan Kredit Dilihat berdasarkan kegunaannya untuk jaminan kredit, barang digolongkan menjadi barang bergerak dan barang tidak bergerak. a) Barang bergerak merupakan barang yang dapat digunakan untuk mendapatkan kredit dalam jangka pendek. Contohnya, Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), perhiasan dan sebagainya. b) Barang tidak bergerak merupakan barang yang dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit dalam jangka panjang. Contohnya rumah, tanah, dan gedung.

5. Barang Berdasarkan Tingkat Kesiapannya dalam Proses Produksi Berdasarkan tingkat kesiapannya dalam proses produksi, barang dapat digolongkan menjadi barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi. a) Barang mentah adalah barang yang perlu diolah terlebih dahulu agar dapat digunakan. Contohnya, tebu untuk membuat gula, kapas untuk membuat kain, dan sebagainya. b) Barang setengah jadi merupakan barang yang sudah melalui proses produksi, namun untuk menggunakannya diperlukan proses produksi lebih lanjut. Contohnya, kain untuk pakaian, tepung untuk membuat kue, dan sebagainya. c) Barang jadi merupakan barang yang siap pakai, contohnya baju, sepatu, dan sebagainya.

 

Penjelasan tentang kebutuhan ekonomi bagi manusia

Penjelasan tentang kebutuhan ekonomi bagi manusia

• Kebutuhan adalah keinginan manusia atas barang dan jasa yang beraneka ragam untuk dapat dipenuhi sehingga tercapai kemakmuran. • Kebutuhan manusia dapat digolongkan sebagai berikut. 1. Menurut intensitas, terdiri atas: kebutuhan primer, sekunder, dan tersier 2. Menurut sifatnya, terdiri atas: kebutuhan jasmani dan rohani. 3. Menurut waktunya, terdiri atas: kebutuhan sekarang dan mendatang. 4. Menurut subjeknya, terdiri atas: kebutuhan individu dan sosial. • Barang atau jasa adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau pemuas kebutuhan manusia. • Barang dan jasa dapat digolongkan sebagai berikut. 1. Menurut sifatnya, terdiri atas: barang bebas dan barang ekonomis. 2. Menurut fungsinya, terdiri atas: barang konsumsi dan barang produksi. 3. Menurut wujudnya, terdiri atas: barang konkret dan barang abstrak. 4. Menurut cara penggunaannya, terdiri atas: barang substitusi dan barang komplementer. 5. Menurut cara pengerjaannya, terdiri atas: barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi. • Kegunaan barang meliputi faedah elemen (element utility), faedah waktu (time utility), faedah tempat (place utility), faedah bentuk (form utility), dan faedah hak milik (ownership utility). • Sumber daya berupa SDA, SDM, sumber daya modal, dan sumber daya pengusaha yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapat bersifat langka. • Tiga masalah pokok menurut teori klasik adalah masalah produksi, distribusi, dan konsumsi. Sementara itu, tiga masalah pokok menurut teori modern adalah masalah what, how, dan for whom. • Biaya peluang adalah sejumlah barang atau pendapatan yang harus dikorbankan agar sejumlah barang yang lain dapat diproduksikan. • Sistem ekonomi terdiri atas: sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi sosialis, sistem ekonomi liberal, dan sistem ekonomi campuran. • Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia adalah sistem ekonomi berdasar demokrasi ekonomi Pancasila, yang memiliki ciri-ciri positif dan ciri-ciri negatif (yang harus dihindarkan).

63kurs_dollar_hari_ini