Doa untuk Seluruh Anggota Keluarga

Doa untuk Seluruh Anggota Keluarga

Doa untuk Seluruh Anggota Keluarga

Doa untuk Seluruh Anggota Keluarga
Doa untuk Seluruh Anggota Keluarga

Kita patut bersyukur untuk apa yang ada, yang terjadi, dan yang dialami dalam keluarga merupakan bukti penyertaan Tuhan bagi keluarga dan bagi dirimu. Oleh karena itu, buatlah doa syukur!

Refleksi dan Aksi

Anak-anakku, tentu kamu tidak asing dengan lagu Kasih Ibu. Sekarang, cobalah nyanyikan lagu itu dalam hati. Dengan tidak tergesa-gesa sambil merasakan makna kata-katanya. Kalau kalian terbiasa memanggil Ibu dengan panggilan lain, seperti Mama, Bunda, atau yang lain silakan mengganti kata ibu itu dengan panggilan tersebut. Sekarang, ulangi lagu tersebut dengan mengganti kata “ibu” dengan kata “bapak” atau pangilan yang biasa kamu ucapkan ayah, papi, atau yang lainnya.

Perlahan rasakan maknanya. Bayangkan saat ini mereka ada di hadapanmu, dan sedang memandangmu. Tataplah mereka baik-baik, perhatikan: apakah mereka tampak gembira melihat kamu? ataukah mereka tampak jengkel saat melihatmu? Ataukah mereka tampak menyesal mempunyai anak sepertimu? Kalau demikian, apa yang akan kamu katakan kepada mereka? katakan apa saja yang ingin kamu katakan. Katakan kepada mereka: aku akan mencintai kalian senantiasa. Ulangi kata-kata itu tiga kali. Sekarang peluklah kedua orang tuamu itu. Biarlah mereka tersenyum. Bukalah matamu, lakukankah dengan nyata setiba kamu di rumah. Salah satu tindakan sederhana untuk membuktikan perhatianmu pada keluarga adalah dengan mengingat dan merayakan peristiwa-peristiwa khusus dalam keluarga. Coba tuliskan !

Baca juga : Panggilan Allah untuk Mengembangkan Diri

Doa Untuk mengakhiri pelajaran ini, marilah kita menyampaikan doa syukur kita kepada Tuhan, Allah Bapa kita. (salah satu siswa diminta membacakan doa syukur yang telah dibuatnya )

Peran Sekolah bagi Perkembanganku

Ketika Allah menciptakan manusia, sesungguhnya Allah sudah membekali manusia dengan berbagai potensi. Potensi yang sudah dianugerahkan Allah itu, bagaikan benih yang disemai oleh para petani, yang akan dapat tumbuh, berkembang, dan berbuah bilamana dipupuk dan dipelihara dengan baik. Untuk itu, Allah tidak diam saja. Allah memanggil orang-orang pilihannya untuk membantu mengembangkan potensi yang kamu miliki, yakni melalui pelayanan yang diberikan Bapak dan Ibu Guru serta semua orang yang ada di lingkungan sekolahmu. Dengan demikian, tak dapat disangkal bahwa sekolah mempunyai peran yang cukup besar dalam menumbuh kembangkan berbagai kemampuan yang kita miliki.

Guru Bak Pelita Kamu jadi pintar, menulis dan membaca Karna siapa Kamu jadi tahu, berbagai macam ilmu Karna siapa Reff. Guru bak pelita, penerang dalam gulita Jasamu tiada tara Kamu jadi pintar menulis dan membaca dibimbing pak guru Kamu jadi tahu berbagai macam ilmu Dibimbing bu guru Apa yang hendak diungkapkan dalam lagu tersebut ?

1. Pengalaman Belajar di Sekolah Doa Allah, sumber segala pengetahuan dan kebenaran, kami bersyukur kepadaMu, karena kami Kau beri kesempatan belajar di sekolah ini Bimbinglah kami agar kami dapat belajar dengan baik terutama agar melalui pengetahuan yang kami peroleh kami dapat memperkembangkan diri secara benar sehingga hidup kami dapat berguna bagi semua orang yang membutuhkan kami Amin Sekolah mempunyai peranan yang cukup besar dalam perkembangan diri seseorang. Sekolah meliputi orang-orang yang berada di lingkungan sekolah dari karyawan sekolah hingga Kepala Sekolah, dan semua peseta didik lainnya, juga perangkat pelajaran yang meliputi mata pelajaran, peralatan, dan perlengkapan belajar.

Sikap dalam Belajar Untuk mencapai keberhasilan dalam belajar di sekolah, dibutuhkan pandangan serta sikap yang tepat.

Coba menilai pandangan dan sikapmu selama ini di sekolah, dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

a. Sikap terhadap mata pelajaran

1. Mata pelajaran apa yang paling kamu sukai? Apa alasannya?

2. Menurut pendapatmu, mata pelajaran apa yang tidak berguna bagi perkembangan dirimu? Mengapa ?

b. Sikap terhadap Guru/ Kepala Sekolah/ Pekarya/ Tata Usaha.

1. Seorang Guru Bahasa Indonesia marah kepada Renata, karena pada saat ia sedang menjelaskan Renata tidak memperhatikan, malahan ia main lempar-lemparan kertas kepada temannya. Walaupun sudah diperingatkan satu kali, Renata tetap saja melakukan perbuatannya itu. Guru tersebut akhirnya menyuruh Renata keluar dari ruang kelas dan meminta supaya menghadap pada jam istirahat. Bagaimana pendapatmu tentang tindakan Guru terhadap Renata?

2. Suhadi sering tidak melaksanakan piket kelas. Kepada teman-temannya ia selalu mengatakan bahwa tugas membersihkan kelas itu tugas karyawan, bukan tugas siswa. Di rumahnya ia tidak pernah bersih-bersih, karena baginya itu pekerjaan orang tua atau pembantu rumah tangga. Bagaimana pendapatmu tentang sikap Suhadi ?

c. Sikap terhadap teman Stefanus anak yang pandai, nilai-nilai ulangannya selalu baik. Sayang, ia kurang disenangi oleh teman-temannya, ia lebih banyak menyendiri dan tidak mau bergaul dengan teman lain, apalagi yang kemampuannya lebih rendah dari dia. Bila ada temanmu seperti itu, bagaimana pendapatmu ?

d. Sikap dalam belajar “Bagi saya prestasi belajar sangat penting. Oleh karena itu saya akan belajar dengan baik, di sekolah maupun di rumah. Jangan sampai saya melakukan tindakan tidak terpuji, (misalnya mencontek) demi meraih prestasi tersebut. Sebab, bila masih kecil saja sudah terbiasa tidak jujur, apa jadinya kelak kalau sudah dewasa?” Bagaimana pendapatmu bila ada teman yang mempunyai pandangan atau sikap semacam ini?

Pandangan Gereja tentang Peran Sekolah

Gereja memandang pendidikan atau sekolah sebagai sarana yang penting untuk mengembangkan diri, sebagaimana diungkapkan Konsili Vatikan II dalam Dokumen Pernyataan Tentang Pendidikan Kristen (Gravissimum Educationis)

Artikel 1

Semua orang dari suku, kondisi atau usia manapun juga, berdasarkan martabat mereka selaku pribadi mempunyai hak yang tak dapat diganggu gugat atas pendidikan, yang cocok dengan tujuan maupun sifat-perangai mereka, mengindahkan perbedaan jenis, serasi dengan tradisi-tradisi kebudayaan serta para leluhur, sekaligus juga terbuka bagi persekutuan persaudaraan dengan bangsa-bangsa lain, untuk menumbuhkan kesatuan dan damai yang sejati di dunia. Tujuan pendidikan dalam arti sesungguhnya ialah: mencapai pembinaan pribadi manusia dalam perspektif tujuan terakhirnya demi kesejahteraan kelompok-kelompok masyarakat, mengingat bahwa manusia termasuk anggotanya, dan bila sudah dewasa ikut berperan menunaikan tugas kewajibannya

Artikel 5

Diantara segala upaya pendidikan sekolah mempunyai makna yang istimewa. Sementara terus-menerus mengembangkan daya kemampuan akal budi, berdasarkan misinya sekolah menumbuhkan kemampuan memberi penilaian yang cermat, memperkenalkan harta warisan budaya yang telah dihimpun oleh generasi-gerasi masa silam, meningkatkan kesadaran akan tata nilai, menyiapkan siswa untuk mengelola kejuruan tertentu, memupuk rukun persahabatan antara para siswa yang beraneka watak-perangai maupun kondisi hidupnya, dan mengembangkan sikap saling memahami. Kecuali itu, sekolah merupakan suatu pusat kegiatan kemajuan, yang serentak harus melibatkan keluarga-keluarga, para guru, bermacam-macam perserikatan yang memajukan hidup berbudaya, kemasyarakatan dan keagamaan, masyarakat sipil dan segenap keluarga manusia.

a. Bacalah kembali kutipan di atas dengan teliti dan tanyakanlah hal-hal yang belum dapat kamu pahami ! b. Lalu masuklah dalam kelompok kemudian rumuskan gagasan penting apa yang terdapat pada masing-masing artikel ! c. Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasilnya, dan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar.

Tugas

Susun doa yang mengungkapkan syukur atas peranan orang-orang di sekolahmu, permohonan penyertaan Tuhan dalam menyiapkan masa depan dengan belajar! Ucapkanlah doa tersebut setiap kali akan belajar di rumah!

Refleksi dan Aksi Anak-anak terkasih, Kenyataan yang kalian hadapi sekarang adalah bahwa kalian saat ini bersekolah di sekolah ini. Sekolah ini akan menjadi tempat yang menyenangkan, bilamana setiap orang yang ada di sekolah ini dapat menjalankan hak dan kewajiban serta peraturan yang berlaku di sekolah ini. Cobalah mengingat kembali hak dan kewajibanmu di sekolah ini! Sejauhmana kalian sudah menjalankan dan memenuhi hak dan kewajiban itu? Sekolah juga mempunyai sejumlah peraturan! Sejauhmana peraturan itu sudah dijalankan dengan kesadaran dan ketulusan ?

Tulislah hasil refleksi mu dalam buku catatanmu ! Salah satu kebiasaan baik yang perlu dipelihara adalah jangan pernah melupakan orang-orang yang pernah berjasa saat di sekolah. Maka ada baiknya kalian masih menjalin hubungan dengan guru-guru saat kamu SD. Tugasmu adalah sempatkanlah bersama teman yang lain, untuk mengunjungi guru-guru SD tempatmu belajar ! Doa Untuk mengakhiri pelajaran ini marilah kita memanjatkan doa syukur atas peran orang-orang di sekolah terhadap perkembangan hidup kita. ( salah seorang siswa membacakan doa yang telah dibuatnya dalam tugas sebelumnya)

 

Pembagian – pembagian dalam keluarga

Pembagian – pembagian dalam keluarga

Pembagian – pembagian dalam keluarga

Pembagian - pembagian dalam keluarga
Pembagian – pembagian dalam keluarga

Pembagian Warisan Dalam Keluarga 

Warisan adalah soal apakah dan bagaimanakah pelbagai hak-hak dan kewajiban-kewajiban tentang kekayaan seseorang pada waktu ia meninggal dunia akan beralih kepada orang lain yang masih hidup. Berdasarkan pengertian warisan tersebut, terdapat tiga unsur pokok sebagai berikut.

a. Seseorang pada saat wafat meninggalkan warisan.

b. Seorang atau beberapa orang ahli waris menerima kekayaan yang ditinggalkan.

c. Harta warisan ialah wujud kekayaan yang ditinggalkan dan akan beralih kepada ahli waris itu. Karena tiap-tiap masyarakat mempunyai bermacam-macam sifat kekeluargaan, warisan dalam suatu masyarakat berhubungan erat dengan sifat kekeluargaan serta pengaruhnya pada kekayaan dalam masyarakat itu.

Soerjono Soekanto berpendapat, di Indonesia tidak terdapat satu sifat kekeluargaan antara orang-orang Indonesia asli, namun di pelbagai daerah ada pelbagai sifat kekeluargaan yang dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: a. sifat kebapakan (patriarchaat, vaderrechtelijk), b. sifat keibuan (matriarchaat, moederrechtelijk), dan c. sifat kebapakan-keibuan (parental, ourderrecgtelijk).

Perubahan Organisasi keluarga

Proses perubahan masyarakat agraris tradisional menjadi masyarakat industri modern telah mempengaruhi perubahan organisasi keluarga dan extended family menjadi nuclear family. Industrialisasi merupakan sebab pokok perubahan dari bentuk lama extended family ke bentuk baru nuclear family. Faktor yang menyebabkan perubahan sebagai berikut.

a. Industrialisasi menyebabkan nuclear family menjadi lebih bersifat mobile, mudah berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Keluarga tidak lagi terikat oleh sebidang tanah untuk penghidupannya, tetapi berpindah ke tempat lain yang ada pekerjaan. Mobilitas kekeluargaan ini akan memperlemah ikatan kekerabatan dalam extended family. b. Industrialisasi telah menimbulkan corak kehidupan ekonomi baru dalam masyarakat. Dalam masyarakat agraris, seorang yang sudah tua dapat turut dalam proses produksi pertanian. Dalam masyarakat industri anak-anak, orang yang sudah tua, dan orang cacat tidak dapat turut dalam proses produksi di pabrik. Mereka menjadi beban kepala keluarga. c. Industrialisasi dapat mempercepat emansipasi wanita sebab memungkinkan wanita untuk mendapatkan pekerjaan di luar rumah tangga. Emansipasi ini menyebabkan lemahnya fungsi-fungsi extended family dan memperkuat fungsi nuclear family.

Perubahan dari extended family menjadi nuclear family mempunyai akibat positif maupun negatif bagi anggota keluarga.

a. Di satu pihak perubahan tersebut memberikan kebebasan yang lebih luas bagi individu. Dalam nuclear family individu bebas dari ikatan kewajiban dan tanggung jawab hubungan sosial yang lebih besar. b. Di pihak lain nuclear family menyebabkan timbulnya isolasi sosial, kurangnya afeksi, dan beban psikologis menjadi lebih berat sebab individu kurang mempunyai keleluasaan untuk melepaskan tekanan psikisnya. Akibat negatif nuclear family tampak pada naiknya angka perceraian dan gejala-gejala disorganisasi keluarga. Nuclear family menurut C.H. Coaly merupakan kelompok primer. Artinya, kelompok kecil yang memilki ciri, antara lain hubungan antarkeluarga intim, kooperatif, dan biasanya face to face. Tiap-tiap anggota memperlakukan anggota lain sebagai tujuan, bukan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Nuclear family merupakan kelompok kecil yang sangat kompak, hubungan antaranggota sangat intim dan face to face, bersifat tetap, hubungan antara anggota tersusun dalam hierarki status tertentu.

Jaringan Interaksi Antarpribadi

Dalam Keluarga Keluarga berperan menciptakan persahabatan, kecintaan, rasa aman, dan hubungan antarpribadi yang bersifat kontinu. Semuanya itu merupakan dasar bagi perkembangan kepribadian anak.

Sebagai kelompok primer, keluarga berpengaruh besar terhadap anggota-anggotanya karena hal-hal berikut.

a. Keluarga memberikan kesempatan yang baik kepada anggotanya untuk menyadari dan memperkuat nilai kepribadiannya. Dalam keluarga individu memperoleh kebebasan yang luas untuk menampakkan kepribadiannya. Kesempatan ini berguna bagi sosialisasinya sebab dengan cara demikian individu membangun harga diri.

b. Keluarga mengatur dan menjadi perantara corak keluarga. 1) Keluarga terbuka adalah keluarga yang mendorong para anggotanya untuk bergaul dengan masyarakat luas. Anak bergaul bebas dengan teman-temannya. Ayah dan ibu mempunyai banyak kenalan. 2) Keluarga tertutup adalah keluarga yang menutup diri terhadap hubungan dengan dunia luar. Keluarga yang tertutup menghadapi orang luar dengan kecurigaan. Hubungan sosial yang intim, kecintaan dan afeksi terbatas dalam lingkungan keluarga sendiri.

Sosialisasi Dalam Keluarga

Faktor yang menyebabkan peran keluarga sangat penting dalam proses sosialisasi anak adalah sebagai berikut. a. Keluarga merupakan kelompok kecil yang anggotanya berinteraksi face to face secara tertutup. Dalam kelompok tersebut perkembangan anak dapat diikuti dengan saksama oleh orang tuanya dan penyesuaian secara pribadi dalam hubungan sosial lebih mudah terjadi. b. Orang tua mempunyai motivasi kuat untuk mendidik anak karena anak merupakan buah cinta kasih hubungan suami istri. Anak merupakan perluasan biologis dan sosial orang tuanya. Motivasi yang kuat ini melahirkan hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Peran dan Fungsi Lembaga Keluarga

Peran dan Fungsi Lembaga Keluarga

Peran dan Fungsi Lembaga Keluarga

Peran dan Fungsi Lembaga Keluarga
Peran dan Fungsi Lembaga Keluarga

Pengertian Keluarga

Para ahli merumuskan pengertian atau definisi mengenai keluarga sebagai berikut.

a. A.M. Rose Keluarga adalah kelompok sosial terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah, perkawinan, atau adopsi.

b. Francis F. Merrill Keluarga adalah kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan, atau adopsi. Keluarga merupakan kesatuan kelompok terkecil di dalam masyarakat. Pranata keluarga bertujuan mengatur manusia dalam hal melanjutkan keturunan (reproduksi). Dalam kaitan dengan tujuan itu, pranata keluarga mempunyai beberapa fungsi nyata sebagai berikut.

a. Mengatur masalah tanggung jawab untuk merawat dan mendidik atau mensosialisasikan anak.

b. Mengatur masalah hubungan kekerabatan, yaitu ikatan-ikatan persaudaraan yang didasarkan adanya hubungan darah.

c. Mengatur masalah hubungan seksual untuk melanjutkan keturunan yang perlu melalui ikatan perkawinan. Dengan adanya aturan-aturan mengenai hubungan seksual dalam pranata keluarga, kelangsungan hidup manusia dapat dipertahankan.

d. Pranata keluarga juga memiliki fungsi afeksi. Setiap anggota dapat mencurahkan perasaan kasih sayangnya kepada anggota keluarga yang lain. Ayah menyayangi ibu, demikian sebaliknya.

Ayah atau ibu menyayangi anak-anak demikian juga anak-anak menyayangi ayah dan ibunya. Adik menyayangi kakak, demikian sebaliknya. Dalam pranata keluarga terdapat pula fungsi tersembunyi sebagai berikut.

a. Melaksanakan pengendalian sosial terhadap anggota keluarga agar tidak melakukan penyimpangan sosial.

b. Mengatur masalah ekonomi keluarga. Setiap keluarga mengatur ekonominya sendiri supaya setiap anggota keluarga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

c. Mewariskan gelar kebangsawanan. Pada orang tua yang berstatus bangsawan, gelar kebangsawanan akan menurun kepada anaknya.

d. Melindungi anggota keluarga. Orang tua melindungi anaknya sampai dewasa, sebaliknya anak melindungi orang tuanya ketika orang tua sudah berusia lanjut atau jompo.

2. Pembentukan Keluarga

Hubungan antaranggota keluarga dijiwai suasana afeksi atau kasih sayang dan rasa tanggung jawab. Menurut Koentjaraningrat suatu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak disebut keluarga inti (nuclear family), namun ada juga suatu keluarga yang selain ayah, ibu, dan anak terdapat nenek, bibi, paman, kemenakan, dan saudara lainnya. Keluarga inti yang diperluas tersebut disebut extended family.  Suatu keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan multifungsional. Fungsi pengawasan sosial, keagamaan, pendidikan, perlindungan, dan rekreasi dilakukan oleh keluarga terhadap para anggotanya. Akibat proses industrialisasi, urbanisasi, dan sekularisasi, keluarga dalam masyarakat modern kehilangan sebagian dari fungsi tersebut. Akan tetapi, dalam perubahan masyarakat, fungsi utama keluarga tetap melekat, yaitu melindungi, memelihara, sosialisasi, dan memberikan suasana kemesraan bagi keluarganya. Dalam sosiologi dijumpai istilah poligami, yaitu seorang suami mempunyai istri lebih dari seorang atau sebaliknya seorang istri mempunyai suami lebih dari seorang. Koentjaraningrat berpendapat bahwa kerabat ialah kesatuan sosial yang terdiri atas orang-orang yang ada hubungan darah secara vertikal atau horizontal, serta kelompok-kelompok sosial yang terjalin oleh hubungan kekeluargaan karena perkawinan. a. Secara vertikal dalam masyarakat Jawa dikenal hubungan kekerabatan sampai tujuh generasi, yaitu anak, cucu, buyut, canggah, wareng, udhegudheg, dan gantung siwur. b. Secara horizontal, misalnya hubungan saudara ayah, saudara ibu, saudara kakek, saudara nenek, saudara kandung, anak kakak, anak adik sesaudara kandung, dan lain-lain.

Arti dan Tujuan Perkawinan Menurut Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974

Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. a. Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaannya. b. Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Perkawinan harus berdasarkan persetujuan kedua calon mempelai. Sebaliknya, keduanya sudah berusia 19 tahun ke atas. Perkawinan itu dilakukan dengan tujuan sebagai berikut. a. Membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal. b. Memenuhi kebutuhan biologis secara sah dan sehat. c. Mendapatkan keturunan yang sah. d. Hidup bermasyarakat. e. Wahana utama dan pertama guna mewariskan kebudayaan kepada generasi berikutnya. f. Memperjelas garis keturunan sehingga memudahkan dalam menyelesaikan atas harta warisan. g. Memenuhi kebutuhan rohaniah, perasaan kasih sayang, damai, aman, tenteram, cinta, dan bahagia.

Macam-macam Perkawinan

a. Berdasarkan Banyaknya Suami dan Istri

Perkawinan dapat dibedakan sebagai berikut.

1) Perkawinan monogami ialah perkawinan seorang suami hanya memiliki seorang istri dalam satu perkawinannya. Bentuk ini adalah bentuk yang paling umum di berbagai masyarakat seluruh dunia.

2) Perkawinan poligami ialah perkawinan seorang suami memiliki seorang istri lebih dari satu. Bentuk ini dilakukan oleh keluarga tertentu saja. Contoh: Raja-raja zaman dulu, keluarga bangsawan, orang-orang kaya, atau orang biasa karena alasan-alasan tertentu.

3) Perkawinan poliandri ialah perkawinan seorang istri memiliki suami lebih dari satu. Bentuk ini tidak lazim terjadi dan memang tidak dibenarkan oleh hukum negara, hukum agama, ataupun hukum adat.

b. Bentuk Perkawinan Khusus

Perkawinan dapat dibedakan sebagai berikut.

1) Perkawinan sororat (lanjutan) terjadi bila si istri meninggal maka suami itu mengawini saudara perempuan istrinya atas dasar izin atau mandat dari mendiang istri. Menurut adat, perkawinan dilangsungkan tanpa membayar bingkisan perkawinan karena dianggap perkawinan lanjutan dari yang sebelumnya. Perkawinan ini di Jawa disebut ngarangwulu. Di Minangkabau disebut baganti laplak dan di Pasemah disebut tungkat.

2) Perkawinan mengabdi (jasa) apabila seorang laki-laki tidak mampu membayar bingkisan perkawinan kepada istrinya sehingga laki-laki itu harus bekerja dahulu di tempat keluarga si istri tanpa dibayar sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Bentuk perkawinan ini di Lampung disebut mandiding dan di Bali disebut munggonin.

3) Perkawinan levirat (pengganti) ialah perkawinan yang terjadi bila seorang suami meninggal kemudian si janda dikawini oleh saudara laki-laki yang meninggal tersebut. Perkawinan ini di Palembang disebut ganti tikar, di Bengkulu disebut kawin anggon, dan di Batak disebut pare akhon.

4) Perkawinan menculik ialah yang dilakukan dengan menculik wanita yang akan dikawini kemudian diajak pergi (lari) dan menikahinya di tempat yang jauh. Kalau dalam penculikan itu dengan persetujuan si wanita, hal ini disebut perkawinan merangkat, apabila tanpa pengetahuan si wanita disebut melagandang. Tujuan dari perkawinan ini adalah untuk menghindari pembayaran bingkisan perkawinan yang terlalu tinggi (berat) dari pihak laki-laki. Dulu perkawinan menculik banyak terjadi di Lampung, Kalimantan, dan Bali.

5) Perkawinan pungut ialah perkawinan yang terjadi karena seorang ayah pada masyarakat patrilineal tidak mempunyai anak laki-laki sehingga anak perempuannya dikawinkan secara matrilokal di mana menantu laki-laki itu diminta tetap tinggal di rumah keluarga istri dengan perjanjian bahwa anak laki-laki yang lahir dari perkawinannya itu dipungut dan dimasukkan ke dalam klan ayah. Bentuk perkawinan ini di Lampung disebut kawin ambil anak atau kawin tegak tegi (bila suami dimasukkan di dalam klan istrinya).

Jika anak-anaknya saja yang dimasukkan, disebut kawin minjam jago. Ada pula sang suami itu langsung dimasukkan ke dalam klan ayah (menantunya). Jadi, tujuan perkawinan pungut ini ialah untuk menjaga kelangsungan hidup klan tersebut.

cBerdasarkan Daerah Asal Jodoh Perkawinan dapat dibedakan sebagai berikut. 1) Perkawinan endogami ialah perkawinan yang dilakukan dengan seseorang yang berasal dari lingkungan sendiri. Lingkungan ini dapat berupa satu desa, satu marga, atau satu lingkungan keluarga dekat, tetapi sudah bukan muhrimnya. Bentuk endogami dijumpai di dalam masyarakat desa tradisional atau di kalangan orang-orang kaya yang bertujuan agar harta warisannya tidak jatuh kepada orang lain. 2) Perkawinan eksogami ialah perkawinan yang dilakukan dengan seseorang yang berasal dari luar lingkungan, luar desa, luar marga, atau luar ras. Bentuk ini dapat dijumpai pada masyarakat yang unilateral, misalnya masyarakat Batak.