Tentang Pengertian Kemagnetan dan Sifat Sifat Magnet

Tentang Pengertian Kemagnetan dan Sifat Sifat Magnet

Tentang Pengertian Kemagnetan dan Sifat Sifat Magnet

Sifat Sifat Magnet
Sifat Sifat Magnet

Sifat Sifat Magnet – Kemagnetan

Sifat Sifat Magnet – Kemagnetan membahas Dinamo sepeda merupakan salah satu alat yang dapat menghasilkan arus listrik. Di dalam dinamo terdapat kumparan (lilitan kawat) dan magnet. Arus listrik yang dihasilkan merupakan hasil kerja dari kumparan dan magnet tersebut. Mengapa magnet dan kumparan dapat menghasilkan arus listrik? Bagaimanakah sifat-sifat magnet sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan arus listrik? Bagaimanakah caranya? Ayo pelajari bab ini dan coba temukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kamu dapat mendeskripsikan pengertian magnet, sifat-sifat magnet, bahan pembuat magnet, cara membuat magnet, dan medan megnat, menjelaskan sifat kemagnetan bumi, mendeskripsikan proses elektromagnet dan induksi elektromagnetik beserta contoh penerapannya dalam kehidupan.

Sifat Sifat Magnet – Seorang pemulung besi menggunakan suatu alat yang mengandung magnet untuk memisahkan paku dan bendabenda lainnya yang mengandung besi. Dengan alat tersebut, pemulung besi dapat dengan mudah memisahkan benda-benda yang mengandung besi dan kemudian mengumpulkannya. Hal di atas merupakan contoh penerapan magnet dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih memahami tentang konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan, mari cermati uraian berikut ini.

Sifat Sifat Magnet

A. Magnet Magnet pertama kali ditemukan di suatu daerah bernama Magnesia. Magnet adalah batu bermuatan yang memiliki sifat dapat menarik benda yang mengandung partikel besi (Fe2 O4 ).

Sifat Sifat Magnet

1. Kutub-Kutub Magnet Kutub-kutub magnet adalah bagian ujung magnet yang memiliki kekuatan paling besar untuk menarik partikel besi dibandingkan bagian magnet yang lain. Setiap magnet memiliki dua buah kutub, yaitu kutub selatan dan kutub utara. Garis lurus yang menghubungkan kedua kutub ini disebut sumbu magnet. Jika kita menggantungkan sebuah magnet dan mendiamkannya, arah memanjang magnet selalu mengarah ke arah utara-selatan. Sementara itu, jika sebuah magnet dipotong, maka setiap potongan tersebut akan tetap memiliki dua kutub dan menjadi sebuah magnet yang baru.

Sifat Sifat Magnet – Jika kamu mendekatkan kutub-kutub magnet yang sejenis langsung dengan tanganmu, maka kamu dapat melihat bahwa kedua kutub tersebut akan sangat sulit disatukan. Makin kuat usaha yang kamu berikan, makin kuat magnet tersebut melawan usahamu. Jika kamu mencoba mendekatkan dua kutub magnet yang sejenis di atas meja dengan sedikit menyentuhnya, maka makin dekat kamu mengarahkan kedua kutub magnet itu, sehingga salah awanan jenis untuk menyatu dengan kutub yang lain. Dapatkah kamu menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi? Ya, hal itu dapat terjadi karena kutub-kutub magnet memiliki sifat tertentu, yaitu:

Sifat Sifat Magnet

a) Dua kutub magnet yang sejenis bila didekatkan akan saling tolak menolak.

b) Dua kutub magnet yang berlawanan jenis bila didekatkan akan saling tarik-menarik.

Sifat Sifat Magnet

2. Bahan Magnetik dan Nonmagnetik Bahan magnetik adalah benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet. Berdasarkan pengertian magnet, bahan magnetik mengandung partikel besi. Benda yang tergolong benda magnetik di antaranya adalah besi, nikel, dan kobalt. Bahan magnetik pada umumnya merupakan bahan yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet sehingga disebut juga bahan feromagnetik. Bahan nonmagnetik adalah bahan yang tidak ditarik secara kuat oleh magnet. Berdasarkan daya tarik magnetnya, bahan nonmagnetik terbagi dua, yaitu bahan paramagnetik dan diamagnetik. Bahan paramagnetik adalah bahan yang dapat ditarik oleh magnet, tetapi tarikannya sangat lemah. Bahan yang tergolong paramagnetik adalah aluminium, tembaga, kaca, dan kayu. Sementara itu, bahan diamagnetik adalah bahan yang apabila didekatkan dengan magnet, maka magnet akan menolaknya (menjauhinya). Logam mineral yang tergolong bahan diamagnetik di antaranya emas dan timah hitam.

3. Pembuatan Magnet Pada dasarnya, sebuah bahan magnet tersusun dari sejumlah besar magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer. Pada bahan magnet, magnet-magnet elementer membentuk pola susunan yang tidak teratur. Bahan magnet dapat dibuat magnet dengan cara membuat susunan magnet elementer ini membentuk pola yang beraturan.

Berdasarkan cepat lambatnya bahan magnet ini menjadi magnet, maka bahan ini dapat digolongkan menjadi: a) Bahan magnet lunak, yaitu bahan magnet yang magnet elementernya mudah diatur sehingga bahan itu mudah dan relatif cepat dijadikan magnet. b) Bahan magnet keras, yaitu bahan magnet yang magnet elementernya sukar diatur sehingga relatif sulit dan akan membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi magnet. Berdasarkan kekuatan mempertahankan sifat magnetnya, suatu magnet dapat dikelompokkan menjadi: a) Magnet sementara, yaitu magnet yang susunan magnet elementernya mudah kembali tidak teratur setelah bahan magnetnya dijadikan magnet. b) Magnet permanen, yaitu magnet yang susunan magnet elementernya sukar untuk tidak teratur lagi sehingga memiliki daya tahan yang relatif lama untuk menjadi magnet. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bahan yang termasuk magnet lunak juga merupakan magnet sementara, contohnya besi. Sementara itu, bahan yang merupakan magnet keras juga magnet permanen, contohnya baja. Terdapat tiga cara untuk membuat bahan magnet menjadi magnet, yaitu menggosok, induksi, dan arus listrik.

Sifat kemagnetan dapat dihilangkan dengan cara pemanasan atau pemukulan. Dengan melakukan hal ini, berarti kamu telah mengganggu susunan magnet elementer sehingga susunannya kembali tidak teratur dan sifat magnetnya hilang.

4. Medan Magnet Medan magnet adalah daerah sekitar magnet yang pada daerah itu magnet lain masih dipengaruhi oleh gaya magnetik jika diletakkan di atasnya. Jika di daerah tersebut ditaburkan serbuk besi, maka serbuk besi akan ditarik oleh kutub magnet dan membentuk pola garis, disebut garis gaya magnet. Sifat-sifat dari garis gaya magnet adalah: a) garis gaya magnet keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan, b) garis gaya magnet tidak pernah berpotongan, c) tempat yang mempunyai garis gaya magnet rapat menunjukkan medan magnet yang kuat. Sebaliknya, tempat yang mempunyai garis gaya magnet renggang menunjukkan medan magnet yang lemah.

Sifat Kemagnetan Bumi Kamu pasti sudah mengetahui bahwa di planet bumi ini terdapat daerah yang disebut kutub selatan dan kutub utara. Menurutmu, adakah hubungan antara penamaan daerah ini dengan kutub-kutub magnet? Ya, tentunya ada karena Tuhan telah menjadikan bumi memiliki sifat magnetik. Bumi dapat kita pandang sebagai magnet batang yang sangat besar sehingga memiliki kutub utara dan kutub selatan. Sesuai namanya, kutub utara bumi yang selama ini kita kenal merupakan kutub utara dari magnet bumi. Begitupun dengan kutub selatan. Kutub selatan yang selama ini kita lihat di peta merupakan kutub selatan magnet bumi. Namun demikian, kutub magnet bumi tidak berimpit dengan kutub bumi secara geografis.

Di antara keduanya terdapat sudut yang menyebabkan garis-garis gaya magnet bumi tidak tepat berada di kutub utara dan selatan bumi secara geografis, tetapi sedikit menyimpang. Garis gaya magnet bumi ini tidak selalu sejajar dengan permukaan bumi. Ketidaksejajaran ini membentuk sudut yang disebut sudut inklinasi. Dengan kata lain, sudut inklinasi dapat diartikan sebagai sudut yang dibentuk oleh medan magnet bumi dengan garis horizontal. Besarnya sudut inklinasi di setiap permukaan bumi memiliki besar yang berbeda-beda. Dan sudut inklinasi terbesar berada di daerah kutub utara dan kutub selatan bumi. Pernahkah kamu memperhatikan arah jarum pada kompas (alat penunjuk arah)? Jika kita perhatikan dengan teliti, dapat kita lihat bahwa arah yang ditunjukkan jarum kompas bukanlah arah kutub utara dan selatan geografis bumi yang sebenarnya, melainkan arah utara dan selatan kutub-kutub magnet bumi. Jarum kompas itu akan membentuk sudut yang dinamakan sudut deklinasi, yaitu sudut antara jarum kompas dengan arah utara-selatan geografis bumi yang sebenarnya.

C. Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik

Di sekitar kawat yang dialiri arus listrik terdapat medan magnet. Hal ini ditemukan oleh Hans Cristian Oersted berdasarkan hasil percobaannya.

1. Percobaan Oersted

Berdasarkan namanya, percobaan ini dilakukan oleh seorang fisikawan bernama Hans Cristian Oersted (1777- 1851). Percobaan yang dilakukan pada 1819 ini berhasil menunjukkan bahwa terdapat medan magnet di sekitar kawat yang berarus listrik. Pada percobaannya, Oersted membuat kesimpulan sebagai berikut: a) Di sekitar kawat (penghantar) yang dialiri arus listrik terdapat atau timbul medan magnet.

Hans Cristian Oersted (1777 – 1851) adalah ahli fisika dan kimia dari Denmark. Ia dilahirkan di Rudköbing, dan menempuh pendidikan di University of Copenhagen. Ia ditetapkan sebagai profesor ilmu fisika di University of Copenhagen pada 1806. Kemudian, pada 1819 ia menemukan bahwa suatu jarum magnet dibelokkan dengan sudut 90o ke arah kawat yang membawa arus listrik. Ia menyimpulkan bahwa di sekitar kawat yang berarus listrik terdapat medan magnet. Hal ini menjadi dasar untuk mempelajari keelektromagnetan

 

Perubahan Sifat Bahan dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan

Perubahan Sifat Bahan dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan

Sifat Sifat Bahan dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan

Sifat Sifat Bahan – Pernahkah kamu berpikir, mengapa alat-alat bengkel terbuat dari besi, piring dan mangkok di rumah terbuat dari kaca, serta pakaian seragammu dari kain? Bahan-bahan di sekitar kita memiliki sifat dan karakteristik yang khusus dan unik, sehingga kita dapat memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan kita. Dalam bab ini akan dibahas sifat bahan-bahan di sekitar kita dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sifat Sifat Bahan

Sifat Sifat Bahan
Sifat Sifat Bahan

Sifat Bahan dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan

Sifat Sifat Bahan

Sifat Sifat Bahan – Coba perhatikan bendabenda yang ada di sekitarmu! Terbuat dari bahan apakah baju yang kamu pakai, pensil dan tempat pensilmu, serta cangkir yang kamu gunakan untuk minum? Tahukah kamu, bahwa benda yang kamu gunakan sehari-hari terbuat dari berbagai macam bahan? Adakah bendabenda sekelilingmu yang terbuat dari logam? Nah, kalau kamu perhatikan berbagai benda yang kamu gunakan sehari-hari, ada yang terbuat dari bahan logam dan nonlogam.

Sifat Sifat Bahan – Bahan logam, dapat dibedakan lagi menjadi bahan logam besi dan nonbesi. Logam besi merupakan logam yang mengandung besi (Fe) sebagai unsur utamanya. Contohnya, mesin kendaraan bermotor dan mesin pabrik. Logam nonbesi merupakan bahan yang mengandung sedikit atau tanpa besi. Contohnya, alumunium untuk peralatan masak, tembaga untuk alat-alat listrik, dan nikel untuk bahan campuran uang logam.

Baju dan pensil terbuat dari bahan nonlogam. Bahan nonlogam dibedakan menjadi: polimer, keramik, gelas, bahan biologi atau biomaterial, dan lain sebagainya. Polimer tersusun dari gabungan beberapa monomer. Monomer adalah kelompok kecil molekul yang dapat dirangkaikan menjadi polimer. Salah satu contoh monomer adalah molekul glukosa. Ketika monomermonomer glukosa bersatu, akan dapat terbentuk selulosa. Dengan demikian, selulosa adalah polimer.

Pernahkah kamu membandingkan kain katun dengan plastik? Kedua bahan tersebut adalah polimer. Kain katun terbuat dari kapas sehingga digolongkan ke dalam polimer alami. Plastik dihasilkan melalui sintesis kimia sehingga digolongkan ke dalam polimer sintetis. Barang yang ada di sekitar kita juga ada yang terbuat dari keramik. Keramik adalah barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin dan sebagainya. Selain berbagai benda yang telah disebutkan tadi, kamu akan menemukan benda-benda yang terbuat dari gelas maupun kayu. Pada bab ini kamu akan belajar sifat bahan dan kegunaan beberapa bahan seperti serat, karet, kayu, keramik, dan gelas. Bahan lain seperti plastik (polimer sintetis) dan logam akan kamu pelajari pada kelas IX

Bahan Serat

Pernahkah kamu mendengar istilah serat? Istilah serat sering dikaitkan dengan sayur-sayuran, buah-buahan, dan tekstil. Sayuran dan buah-buahan merupakan makanan berserat tinggi yang sangat baik bagi sistem pencernaan makanan. Serat juga digunakan sebagai bahan baku tekstil (bahan pembuat pakaian). Pernahkah kamu menyobeknyobek kain perca (sisa bahan pembuat pakaian)? Bila kain perca disobek-sobek, maka ‘anyaman’ kain jadi rusak dan kamu akan mendapatkan bentukan seperti benang yang disebut serat. Secara kimiawi serat adalah suatu polimer. Berdasarkan asal bahan penyusunnya serat dikelompokkan menjadi serat alami (polimer alami) dan serat sintetis (polimer sintetis).

Bahan serat alami diperoleh dari tumbuhan, hewan, dan mineral. Serat tumbuhan diperoleh dari selulosa tumbuhan, misalnya dari kapas, kapuk, dan rami. Contoh tekstil dari selulosa adalah katun dan linen. Serat hewan berupa serat protein dapat diperoleh dari rambut domba, benang jala yang dihasilkan oleh labalaba, dan kepompong ulat sutera. Contoh tekstil dari serat protein yaitu wol dan sutera. Serat mineral, umumnya dibuat dari mineral asbetos.

Serat sintetis merupakan serat yang dibuat oleh manusia, bahan dasarnya tidak tersedia secara langsung dari alam. Contoh kain yang terbuat dari serat sintetis adalah rayon, polyester,dakron dan nilon. Pemanfaatan tekstil dari berbagai macam serat didasarkan pada ciri-ciri seratnya antara lain kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas. Salah satu cara untuk menentukan ciri dari bahan serat dapat dilakukan dengan analisis pembakaran. Namun, analisis pembakaran ini harus dilakukan dengan hati-hati. Kamu tidak dianjurkan melakukan sendiri analisis dengan cara membakar bahan tekstil, mungkin gurumu yang akan mendemonstrasikannya.

Tahukah kamu mengapa orang Indonesia lebih suka memakai baju dari katun, linen, dan sutera; sedangkan penduduk di negara subtropis lebih suka memakai baju dari wol? Pertanyaan tersebut dapat kamu jawab dengan mempelajari ciri-ciri serat berikut. Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki karakteristik: bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur. Serat kapas mudah terbakar, kalau terbakar nyalanya berjalan terus, berbau seperti kertas, dan meninggalkan abu berwarna kelabu. Serat linen dibandingkan dengan katun mempunyai ciri lebih halus, lebih kuat, berkilau lembut, kurang elastis, mudah kusut, tidak tahan seterika panas. Serat linen mudah terbakar, bila terbakar nyalanya berjalan terus, berbau seperti kertas terbakar, dan meninggalkan abu berwarna kelabu. Serat sutera mempunyai ciri-ciri berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, dan kurang tahan terhadap sinar matahari.

Mempunyai daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, sukar terbakar, cepat padam, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, dan mudah dihancurkan. Serat wool, mempunyai ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri. Pada pembakaran terbentuk gumpalan hitam dan berbau rambut terbakar. Serat asbes umumnya mempunyai kekuatan tarik yang tinggi, daya mulurnya sangat rendah, hanya sedikit menyerap air, sangat tahan panas dan api, dan tahan cuaca.

Serat asbes merupakan penghantar listrik dan panas yang jelek, sehingga mineral asbes banyak dimanfaatkan untuk pelapis kabel listrik, sarung tangan, dan tirai. Serat nilon mempunyai ciri sangat kuat, ringan dan berkilau, elastisitas sangat kuat, tidak mudah kusut, tahan terhadap serangan jamur dan bakteri. Nylon tidak tahan panas, mudah terbakar, meleleh bila dibakar, berbau khas, serta meninggalkan bentuk pinggiran keras yang berwarna cokelat. Serat polyester mempunyai ciri elastisitasnya tinggi sehingga tidak mudah kusut, tahan terhadap sinar matahari, tahan suhu tinggi, daya serap air yang rendah, tahan terhadap jamur, bakteri, dan serangga. Apabila dibakar polyester mudah terbakar, tetapi apinya cepat padam, meninggalkan tepi yang keras dan berwarna cokelat muda. Penggunaan bahan-bahan alami dan sintetis dapat dicampurkan untuk memperbaiki kualitas bahan.

Contoh tekstil dari bahan serat campuran adalah TC (Tetoron Cotton) campuran dari polyester dan katun, dan TR (Tetoron Rayon) campuran dari polyester dan rayon. Ciri dari tekstil ini kurang dapat menyerap keringat dan agak panas di badan, tidak susut dan mengembang, apabila dibakar akan menghasilkan abu dan arang. Cobalah buat tabel ciri-ciri serat yang sudah kamu pelajari tersebut, agar kamu lebih mudah membandingkannya. Bisakah kamu membuat tabel yang praktis untuk belajar tentang serat?

Serat alami, contohnya sutera, kapas, dan wol merupakan bahan baku pembuatan kain. Serat alami wol dan sutera apabila dibakar menimbulkan bau seperti rambut, sedangkan kapas apabila dibakar berbau seperti kayu terbakar dan abu sisa pembakaran berupa serbuk berwarna abu-abu. Serat sintetis, contohnya rayon, dakron, nilon, dan akrilik merupakan bahan baku pembuatan sarung tangan yang tebal, kaus kaki, baju, kain parasut, tali tambang, benang jahit, karpet, jok mobil, terpal hujan, dan baju tahan air. Serat sintetis bila dibakar menimbulkan bau seperti plastik terbakar dan sisa pembakaran berupa gumpalan warna hitam.

Mengidentifikasi Ciri-ciri Serat

Apa yang kamu lakukan? 1. Bekerjalah dengan kelompokmu! 2. Kumpulkan 5 macam potongan-potongan kain perca yang terbuat dari bahan serat yang berbeda-beda berukuran lebih kurang 2 X 5 cm. 3. Beri nomor pada potongan bahan serat tersebut. 4. Teliti dan identifikasi sifat fisik bahan tersebut satu per-satu dengan cara berikut. a. Rabalah potongan-potongan bahan tersebut untuk melihat kehalusan/ kelembutan bahan. b. Perhatikan permukaan potongan-potongan bahan untuk mengidentifikasi kemengkilapannya. c. Remas-remaslah dengan tanganmu potongan-potongan bahan tersebut untuk melihat kekusutannya. d. Tarik-tariklah potongan bahan itu untuk melihat elastisitasnya. e. Celupkan secara pelan-pelan ke dalam gelas berisi air, mulailah dari ujung potongan bahan. Untuk melihat daya serap terhadap air, hitunglah waktu yang diperlukan untuk membasahi potongan kain sepanjang 2 cm. f. Tarik-tariklah potongan bahan yang basah untuk melihat kekuatannya. 5. Catat data yang kamu peroleh ke dalam Tabel dengan memberi tanda (?) pada kolom yang sesuai dengan sifat fisiknya.