Khalifah Islam Umar bin Khattab Tegas dan Pemberani

Khalifah Islam Umar bin Khattab Tegas dan Pemberani

Khalifah Islam Umar bin Khattab Tegas dan Pemberani

Khalifah Islam – Umar bin Kha¯¯±b bin Nufail bin Abdul Uzza atau lebih dikenal dengan Umar bin Kha¯¯±b adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw. yang juga adalah Khalifah kedua setelah Abu Bakar Sidd³q. Umar dilahirkan di kota Mekah dari suku Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekah saat itu.

Khalifah Islam – Ayahnya bernama Kha¯¯±b bin Nufail AlShimh Al-Quraisy dan ibunya Hantamah binti Hasyim. Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi, yaitu al-Faruk yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Umar bin Kha¯¯±b adalah orang yang sangat berani sehingga ia dijuluki singa padang pasir. Sebelum masuk Islam, ia sangat ditakuti oleh orang-orang Islam karena kebengisannya. Begitu juga ketika sudah masuk Islam, ia sangat ditakuti oleh musuhnya, yaitu orang-orang kafir.

Khalifah Islam
Khalifah Islam

Khalifah Islam – Meskipun keras kepala, tetapi hati beliau lembut. Ia keras terhadap orang-orang yang mengingkari ajaran Islam atau orang-orang kafir, tetapi ia sangat lembut terhadap orang-orang yang baik. Ketika menjadi pemimpin, ia selalu mendahulukan kepentingan orang banyak.

Khalifah Islam – Ia tidak pernah mendahulukan kepentingan sendiri. Prinsipnya, lebih baik tidak makan dan tidur di lantai dari pada makan enak dan tidur di istana sementara rakyatnya menderita. Pada suatu malam, hartawan Abdurrahman bin Auf dipanggil oleh Khalifah Umar bin Kha¯¯±b untuk diajak pergi ke pinggir kota Madinah. “Malam ini akan ada serombongan kafilah yang hendak bemalam di pinggir kota, dalam perjalanan pulang,” kata Khalifah Umar kepada Abdurrahman bin Auf.

Khalifah Islam

“Lalu maksud Anda bagaimana?’’ tanya Abdurrahman. “Oleh karena kafilah itu membawa barang dagangan yang banyak, maka kita ikut bertanggung jawab atas keselamatan barang dari gangguan tangan-tangan usil. Jadi, nanti malam kita bersama-sama harus mengawal mereka,’’ sahut Khalifah. Ajakan itu disambut gembira oleh Abdurrahman. Bahkan, dia sudah mempersiapkan jiwa-raganya untuk berjaga semalam suntuk. Namun, apa yang terjadi di sana? Ternyata lain dengan yang diduganya semula. Ketika malam telah mulai sepi, Khalifah Umar bin Kha¯¯±b berkata padanya, ”Abdurrahman… kau boleh tidur! Biarlah saya saja yang berjaga-jaga. Nanti kalau ada apa-apa kau saya bangunkan”.

Khalifah Islam – Suatu malam, Auza’iy pernah memergoki Khalifah Umar masuk ke rumah seseorang. Ketika keesokan harinya dia datang ke rumah itu, ternyata penghuninya seorang janda tua yang buta dan sedang menderita sakit. Janda itu mengatakan bahwa tiap malam ada orang yang datang ke rumahnya untuk mengirim makanan dan obat-obatan. Siapa nama orang itu, janda tua itu sama sekali tidak tahu.

Padahal orang yang tiap malam datang ke rumahnya adalah Khalifah yang mereka kagumi. Suatu malam, Khalifah Umar berjalan-jalan di pinggir kota. Tiba-tiba, didengarnya rintihan seorang wanita dari dalam sebuah kemah yang kumal. Ternyata yang merintih itu seorang wanita yang akan melahirkan. Di sampingnya, suaminya kebingungan. Pulanglah Khalifah ke rumahnya untuk membawa istrinya, Ummu Kulsum, untuk menolong wanita yang akan melahirkan itu.Wanita yang ditolongnya itu pun tidak tahu bahwa orang yang menolongnya adalah Khalifah Umar, Amirul Mu’min³n yang mereka cintai.

Aktivitas Siswa : 1.Coba amati sifat apa saja yang dimiliki oleh khalifah Umar bin Kha¯¯±b? 2.Coba cari penjelasan tentang: (1) tahun masa pemerintahan; (2) status atau hubungan kekeluargaannya dengan Rasulullah saw.; (3) prestasi yang dicapai; dan (4) kisah wafatnya. 3.Bagaimana cara meneladani sifat-sifatnya?

Terima kasih telah berkunjung ! Semoga bermanfaat .

Kisah Umar Bin Khattab Masuk Islam

Kisah Umar Bin Khattab Masuk Islam

Kisah Umar Bin Khattab Masuk Islam

Umar Bin Khattab – Umar bin Kha¯¯±b Bersaksi Pada suatu hari, Umar marah mendengar adiknya, Fatimah dan iparnya masuk Islam. Lalu ia menganiaya keduanya. Dengan nada marah Fatimah berkata, “Hai, Umar! Jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah.” Melihat adiknya berdarah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Ia pun meminta lembaran al-Qur’±n tersebut.

Umar Bin Khattab – Namun, Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis,dan al-Qur’±n tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh mushaf tersebut dan Umar pun menurutinya. Setelah membaca lembar demi lembar, Umar berkomentar “Ini adalah namanama yang indah nan suci. Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad.” Umar bergegas menemui Nabi Muhammad saw. Seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu.

Umar Bin Khattab

Umar Bin Khattab
Umar Bin Khattab

Umar Bin Khattab – Seseorang yang berada di dalamnya berupaya mengintipnya lewat celah pintu. Dilihatnya Umar bin Kha¯¯±b datang dengan garang bersama pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah saw. Mereka pun berkumpul. Berkatalah Umar, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah dan Engkau adalah Rasulullah.” Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu hingga suaranya terdengar ke Masjidil Har±m. Umar bin Kha¯¯±b r.a. terkenal dengan orang yang berwatak keras dan bertubuh tegap. Sebelum masuk Islam, ia sangat ditakuti oleh orang Islam. Sebaliknya, sesudah masuk Islam, ia sangat ditakuti oleh musuh-musuhnya.

Umar Bin Khattab

(Sumber: Cerita-cerita Al-Qur’an Menakjubkan untuk Buah Hati, Adrian R. Nugraha & Deny Riana)

Umar Bin Khattab

Rangkuman

1. Nabi Muhammad saw. lahir hari Senin, 12 Rabiul Awwal atau bertepatan dengan 20 April 571 Masehi. Tahun kelahiran Nabi Muhammad saw. disebut Tahun Gajah. 2. Sifat-sifat Nabi Muhammad saw., antara lain tidak mudah putus asa, semangat kerja yang tinggi, selalu jujur, amanah, tabah, optimis, dan percaya diri. 3. Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun dengan menerima wahyu pertama Q.S. al-Alaq/96:1-5 melalui perantara Malaikat Jibril di Gua Hira. 4. Dakwah Nabi secara sembunyi-sembunyi dimulai setelah turun wahyu kedua, Q.S. al-Mudda£ir/74: 1-7, masih sebatas keluarga dekat. 5. Dakwah Nabi secara terang-terangan dimulai setelah turun wahyu Q.S. al-Hijr/15: 94-95. 6. Dalam berdakwah beliau mendapatkan berbagai rintangan, baik dari keluarga maupun kaum Quraisy dan pihak luar. Namun, semua dihadapi oleh Nabi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. 7. As-S±biqµn al-Awwalµn adalah orang-orang yang pertama kali memeluk Islam. Mereka adalah Siti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi T±lib, Zaid bin Harisah, dan Ummu Aiman. 8. Cara meneladani perjuangan Nabi Muhammad saw. di Mekah : a. tugas dan tanggung jawab tidak bisa dipikul seorang diri, tetapi harus ada kebersamaan dan persatuan dari berbagai kalangan masyarakat. b. Dalam bergaul harus bisa memilih teman yang dapat mengajak kepada hal-hal yang positif dan baik. c. Dalam mengajak teman untuk berbuat baik tidak boleh dengan cara-cara kekerasan,tetapi perlu dengan keteladanan, sabar, lemah lembut dan kasih sayang.

Jawablah soal-soal berikut ini sesuai dengan pernyataan! 1. Mengapa Nabi Muhammad saw. sangat dipercaya? 2. Siapakah yang selalu bersalawat kepada Nabi Muhammad saw.? 3. Mengapa Nabi Muhammad saw. melakukan uzlah? 4. Mengapa Nabi Muhmmad saw. berdakwah secara sembunyi? 5. Mengapa Nabi Muhammad saw. melakukan dakwah secara terangterangan? Jelaskan! 6. Bagaimana tanggapan kafir Quraisy tentang dakwah Nabi Muhammad saw.? 7. Jelaskan tawaran kafir Quraisy kepada Nabi Muhammad saw. agar tidak berdakwah lagi! 8. Sebutkan isi boikot kafir Quraisy kepada umat Islam! 9. Apa yang dimaksud As-Sabiqµn al-Awwalµn? Sebutkan siapa saja! 10. Sebutkan rintangan-rintangan yang dihadapi Nabi Muhammad saw. saat berdakwah!