Jurnal Khusus Perusahaan Dagang 2

Jurnal Khusus Perusahaan Dagang 2

Jurnal Khusus Perusahaan Dagang 2

Perusahaan Dagang

3. Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

Perusahaan Dagang  – Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat semua transaksi pembelian secara kredit. Transaksi pembelian yang sering dilakukan oleh perusahaan adalah pembelian barang dagangan, pembelian perlengkapan, pembelian peralatan, inventaris, dan sebagainya. Jadi, jurnal pembelian adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi pembelian secara kredit, baik pembelian barang dagangan maupun bukan barang dagangan. Transaksi yang dicatat dalam jurnal pembelian antara lain sebagai berikut. a. Pembelian barang dagangan secara kredit b. Pembelian perlengkapan, peralatan, dan aktiva lain secara kredit. Bentuk jurnal pembelian adalah:

Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang

Perusahaan Dagang  – Contoh: Selama bulan Juni 2006, PD Asih Jaya Bandung mempuyai transaksi sebagai berikut. Juni 2 Dibeli barang dagangan secara kredit dengan syarat pembayaran 2/10, n/30 dari PT Husen Solo seharga Rp10.000.000,00. (FB nomor 808) 6 Dibeli perlengkapan toko dan peralatan toko dari UD Kutilang Bandung masing-masing seharga Rp1.200.000,00 dan Rp3.000.000,00. (FB nomor 900) 10 Dibeli barang dagangan dari Fa. Parkit Boyolali seharga Rp8.000.000,00 dengan syarat pembayaran 3/15, n/45. (FB nomor 1000) 16 Dibeli kendaraan untuk angkutan perusahaan seharga Rp50.000.000,00 secara kredit dari PT Cahaya Motor. (FB nomor 1001) 23 Dibeli barang dagangan secara kredit dari CV Rajawali Bogor seharga Rp3.500.000,00 secara kredit. Diminta: Catatlah transaksi di atas dalam jurnal pembelian

Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang

4. Jurnal Penjualan (Sales Journal)

Perusahaan Dagang  – Suatu perusahaan dagang sering melakukan transaksi penjualan barang dagangan, terutama penjualan barang dagangan secara kredit. Untuk itulah diperlukan pencatatan khusus atas transaksi tersebut dalam jurnal penjualan. Jurnal penjualan adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan barang dagangan secara kredit. Bentuk jurnal penjualan adalah:

Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang

Contoh: Selama bulan Juni 2006, PD Asih Jaya Bandung mempunyai transaksi sebagai berikut. Juni 4 Dijual barang dagangan kepada Fa.

Perusahaan Dagang  – Huges Jakarta seharga Rp 7.000.000,00 dengan syarat EOM. (FJ no. 001) 10 Dijual barang dagangan kepada Purwanto Semarang seharga Rp 5.000.000,00 syarat EOM (FJ no. 002) 17 Dijual barang dagangan secara kredit kepada Tuan Widayat Solo seharga Rp 3.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 (FJ no. 003) 25 Dijual barang dagangan kepada PT Ambarsari Surabaya seharga Rp 9.000.000,00 dengan syarat 3/15, n/45. (FJ no. 004) Jawab: Juni 2 808 PT Husen Solo 10.000.000 – 10.000.000 6 UD Kutilang Bnd – Perlengk. Toko 1.200.000 4.200.000 – Peralatan took 3.000.000 – 10 1000 Fa. Parkit Boyolali 8.000.000 – 8.000.000 16 1001

PT Cahaya Motor – Kendaraan 50.000.000 50.000.000 23 – CV Rajawali Bogor 7.000.000 – 7.000.000 25.000.000 54.200.000 79.200.000 2006 Jurnal Pembelian Tgl Ref No Faktur Perkiraan yang Dikredit Debit Utang Dagang Kredit Pembelian Serba-Serbi Perkiraan Jumlah Ref (Rp) (Rp) (Rp) Hal 1 Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang 19 Juni 30 Dijual barang dagangan kepada Fa. Huges Jakarta seharga Rp 7.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 (FJ no. 005) Diminta: Catatlah transaksi di atas dalam jurnal penjualan! Jawab:

Jurnal Khusus Perusahaan Dagang 2
Jurnal Khusus Perusahaan Dagang 2

5. Jurnal Umum (General Journal)

Suatu transaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian dan jurnal penjualan, akan dicatat dalam jurnal umum. Jurnal umum (jurnal memorial) adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak dapat dicatat dalam keempat jurnal khusus di atas, Transaksi yang dicatat dalam jurnal umum antara lain sebagai berikut. a. Transaksi lain yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus, misalnya: retur pembelian kredit, retur penjualan kredit, perubahan utang atau piutang menjadi wesel, dan lain-lain. b. Ayat jurnal penyesuaian (adjustment entry) c. Ayat jurnal koreksi (correcting entry) d. Ayat jurnal penutup (closing entry) e. Ayat jurnal pembalikan (reversing entry) Bentuk jurnal umum atau jurnal memorial .

Contoh: Selama bulan Juni 2006 PD Asih Jaya Bandung mempunyai transaksi sebagai berikut. Juni 15 Dikirim kembali sebagai barang dagangan karena rusak seharga Rp500.000,00. Juni 20 Diterima kembali sebagian barang dagangan yang telah dijual secara kredit karena cacat seharga Rp800.000,00 Juni 25 Penerimaan pelunasan piutang dagang sebesar Rp6.000.000,00 dicatat sebagai penjualan tunai. Juni 30 Penyusutan atas peralatan toko sebesar Rp600.000,00 Juli 30 Diadakan penutupan buku untuk perkiraan penjualan sebesar Rp10.000.000,00 dipindahkan ke perkiraan atau ikhtisar R/L. Diminta: Catatlah transaksi di atas dalam jurnal umum/ memorial

 

Jurnal Khusus Perusahaan dagang

Jurnal Khusus Perusahaan dagang

Jurnal Khusus Perusahaan dagang

Dalam proses pencatatan traksaksi untuk perusahaan kecil, jurnal yang dibuat adalah jurnal umum. Akan tetapi bagi perusahaan besar dengan transaksi keuangan yang banyak dan sering terjadi, maka proses pencatatan tidak mungkin menggunakan jurnal biasa/umum yang biasa dikerjakan oleh satu orang saja.

Oleh sebab itu, untuk menghemat waktu dan memudahkan pembagian pekerjaan, maka perlu dirancang suatu sistem pencatatan transaksi yang khusus untuk itu, yaitu jurnal khusus. Jadi, jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang secara khusus untuk mencatat transaksi yang bersifat sama dan sering terjadi atau berulang-ulang, dengan tujuan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien. Jurnal khusus (special journal) yang biasa digunakan dalam akuntansi perusahaan dagang terdiri atas empat macam:

1. jurnal penerimaan kas, untuk mencatat transaksi penerimaan kas,

2. jurnal pengeluaran kas, untuk mencatat transaksi pengeluaran kas,

3. jurnal pembelian, untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit,

4. jurnal penjualan, untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan secara kredit

. Di samping keempat jurnal khusus tersebut, perusahaan dagang harus tetap mempunyai jurnal umum untuk mencatat transaksi yang tidak dapat ditampung dalam jurnal khusus yang tersedia. Perbedaan antara jurnal khusus dan jurnal umum antara lain:

1. jurnal umum biasanya terdiri atas dua kolom, sedangkan jurnal khusus terdiri atas banyak kolom,

2. jurnal umum untuk mencatat transaksi yang bersifat insidental, sedangkan jurnal khusus untuk mencatat transaksi yang bersifat sama atau sering terjadi.

1. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)

Suatu transaksi keuangan yang sering terjadi berkaitan dengan penerimaan uang tunai yang berasal dari berbagai sumber perusahaan, perlu dibuatkan kolom khusus untuk akun Kas (debit), sehingga pencatatannya dilakukan pada jurnal penerimaan kas. Jurnal penerimaan kas adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang atau uang tunai.

Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas antara lain sebagai berikut. a. Penjualan tunai. b. Penerimaan pelunasan piutang. c. Penerimaan pendapatan (Pendapatan bunga, dividen, sewa, dan lain-lain). d. Retur pembelian secara tunai

Bentuk Jurnal penerimaan kas adalah:

Jurnal Khusus Perusahaan dagang
Jurnal Khusus Perusahaan dagang

Contoh: Buatlah jurnal penerimaan kas PD Asih Jaya Bandung, yang selama bulan Juni 2006 mempunyai transaksi sebagai berikut. Juni 1 Pemilik perusahaan (Tuan Asih Nuryanto) menginvestasikan sebagai modal pertama berupa uang tunai sebesar Rp10.000.000,00 (BKM no. 002) 3 Dijual barang dagangan secara tunai kepada Tuan Mugiyono Salatiga seharga Rp5.000.000,00. (BKM no. 003) 6 Diterima pelunasan piutang-piutang dari Fa. Gurun Bandung sebesar Rp6.000.000,00 dikurangi potongan 2%. (BKM no. 004) 10 Diterima dividen tunai dari PT FARUH sebesar Rp3.000.000,00 (BKM no. 005) 15 Dijual barang dagangan secara tunai kepada Tuan Arman Surya, Semarang seharga Rp 3.500.000,00 (BKM no. 006) 20 Diterima pembayaran dari Tuan Yoga Asmara Salatiga atas hutangnya yang jatuh tempo hari ini sebesar Rp 5.000.000,00 dikurangi potongan 2%. (BKM no. 007)

Jurnal Khusus Perusahaan dagang
Jurnal Khusus Perusahaan dagang

2. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)

Suatu transaksi keuangan yang sering terjadi berkaitan dengan pengeluaran uang tunai untuk berbagai kegiatan perusahaan, perlu dibuatkan kolom khusus untuk akun Kas (kredit), sehingga pencatatannya dilakukan pada jurnal pengeluaran kas. Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi pengeluaran uang kas/pembayaran uang tunai.

Transaksi yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas antara lain sebagai berikut. a. Pembelian secara tunai. b. Pembayaran atau pelunasan utang dagang. c. Pembayaran beban-beban. d. Retur penjualan secara tunai. e. Pengambilan uang tunai untuk pribadi. Bentuk jurnal pengeluaran kas adalah:

Jurnal Khusus Perusahaan dagang
Jurnal Khusus Perusahaan dagang

Contoh: Selama bulan Juni 2006 PD Asih Jaya Bandung mempunyai transaksi sebagai berikut. Juni 2 Dibayar sewa atas ruangan usaha untuk 1 tahun sebesar Rp1.800.000,00. (BKK no. 005) 4 Dibeli barang dagangan secara tunai seharga Rp4.000.000,00 dari PT Uranium Semarang. (BKK no. 006) 6 Dibeli barang dagangan seharga Rp5.500.000,00 dan perlengkapan toko seharga Rp1.000.000,00 secara tunai dari Toko BARU Klaten (BKK no. 007) 9 Dibayar utang atas pembelian barang dagangan dari Toko Harum, Semarang sebesar Rp8.000.000,00 dikurangi potongan sebesar Rp160.000,00 (BKK no. 008) 10 Pemilik pengambilan uang tunai untuk keperluan pribadinya sebesar Rp2.000.000,00 (BKK no. 009) 14 Dibayar gaji karyawan sebesar Rp700.000,00 (BKK no. 010) 19 Diterima kembali barang dagangan dari Tuan Gunadi seharga Rp1.000.000,00 secara tunai. (BKK no. 011) 25 Dibayar utang atas pembelian barang dagangan sebesar Rp7.000.000,00, dikurangi potongan 3% kepada PT Gerbang Bekasi (BKK no. 012) Diminta: Catatlah transaksi di atas dalam jurnal pengeluaran kas .

Jurnal Khusus Perusahaan dagang
Jurnal Khusus Perusahaan dagang
Akun dan Metode Khusus Perusahaan Dagang

Akun dan Metode Khusus Perusahaan Dagang

Akun dan Metode Khusus Perusahaan Dagang

Metode Khusus Perusahaan Dagang
Metode Khusus Perusahaan Dagang

Metode Khusus Perusahaan Dagang – Dalam perusahaan dagang terdapat akun-akun khusus yang tidak dijumpai pada perusahaan jasa. Akun-akun khusus yang biasanya terjadi pada perusahaan dagang antara lain sebagai berikut.

1. Akun pembelian barang adalah akun yang digunakan untuk membeli barang dagangan baik secara tunai maupun secara kredit, jika pembeliannya secara kredit akan menimbulkan utang dagang.

2. Akun penjualan barang adalah akun yang digunakan untuk menjual barang dagangan, baik secara tunai maupun secara kredit. Jika penjualannya dilakukan secara kredit, maka akan menimbulkan piutang dagang.

3. Akun retur pembelian dan pengurangan harga adalah akun yang timbul karena mengembalikan sebagian barang yang telah dibeli kepada penjual karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.

4. Akun retur penjualan dan pengurangan harga adalah akun yang timbul karena menerima kembali sebagian barang yang telah dijual dari pembeli karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.

5. Akun utang dagang adalah akun yang terjadi karena membeli barang dagangan atau aktiva lain secara kredit dan melunasi kewajiban atas pembelian secara kredit.

6. Akun piutang dagang adalah akun yang digunakan untuk menjual barang dagangan secara kredit dan menerima pelunasan piutang atas penjualan secara kredit.

7. Akun potongan pembelian adalah akun yang digunakan untuk mencatat potongan yang diterima pembeli karena melunasi utang dalam masa potongan.

8. Akun potongan penjualan adalah akun yang digunakan untuk mencatat potongan yang diberikan oleh penjual karena menerima pelunasan piutang dalam masa potongan.

9. Akun beban angkut pembelian adalah akun yang timbul karena pebayaran beban angkut barang dagangan yang ditanggung pembeli.

10. Akun beban angkut penjualan adalah akun yang timbul karena pembayaran beban angkut untuk mengirim barang yang ditanggung oleh penjual.

Metode Khusus Perusahaan Dagang

Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagangan

Pencatatan persediaan barang dagangan dapat dilakukan dengan dua metode yakni metode fisik dan metode perpetual.

1. Metode fisik atau periodik (Physical Inventory Method) Metode fisik artinya pencatatan yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan yang tidak dilakukan secara kontinu, sehingga persediaan barang dagangan akhir dihitung secara fisik yang ada di gudang.

2. Metode perpetual atau terus-menerus (Perpetual Inventory Method) Metode perpetual artinya pencatatan yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan yang dilakukan secara kontinu, sehingga bila terjadi pembelian akan menambah persediaan barang dagangan dan bila terjadi penjualan akan mengurangi persediaan barang dagangan.

Pencatatan Transaksi ke Dalam Jurnal

Umum Seluruh transaksi keuangan yang timbul akibat kegiatan perdagangan dapat dicatat pada jurnal umum dan jurnal khusus. Nah, pada materi kali ini akan dibahas mengenai pencatatan transaksi keuangan ke dalam jurnal umum. Ada dua metode pencatatan transaksi keuangan dalam perusahaan dagang, yaitu metode fisik/periodik dan metode perpetual.

1. Metode Fisik/Periodik Metode fisik atau periodik pada umumnya digunakan perusahaan yang menjual barang dagangan dengan harga relatif murah, tetapi sering terjadi. Menurut metode ini, akun Persediaan barang dagangan tidak boleh didebit untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan, dan tidak boleh dikredit untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan. Dalam metode ini, transaksi pembelian barang dagangan akan dicatat dengan mendebit akun Pembelian, sedangkan jika terjadi penjualan akan dicatat dengan mengkredit akun Penjualan.

2. Metode Perpetual Metode perpetual atau terus-menerus pada umumnya digunakan perusahaan yang menjual barang dagangan dengan harga relatif mahal, dan tidak sering terjadi. Dalam metode ini, transaksi pembelian barang dagangan akan dicatat dengan mendebit akun persediaan barang dagangan sebesar harga beli (harga perolehan), sedangkan jika terjadi penjualan akan dicatat dengan mengkredit akun persediaan barang dagangan sebesar harga pokoknya.