Pengertian Ciri Umum Tumbuhan Kingdom Plantae

Pengertian Ciri Umum Tumbuhan Kingdom Plantae

Pengertian Ciri Umum Tumbuhan Kingdom Plantae

Ciri Umum Tumbuhan – Tumbuhan atau tanaman dapat kalian jumpai dengan mudah di sekitar rumah atau di lingkungan sekolah. Beraneka macam tanaman hias juga sering disusun dalam sebuah taman yang menghiasi halaman rumah atau perkantoran. Coba perhatikan taman di lingkungan tempat tinggal kalian, ada berapa jeniskah tanaman yang ditanam di sana? Bisakah kalian membedakan atau mengelompokkan berbagai jenis tanaman tersebut? Tentu, kalian akan bisa melakukannya dengan mudah bila memiliki pengetahuan yang cukup mengenai Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan). Kalian bisa mendapatkannya dengan membaca uraian berikut.

Ciri Umum Tumbuhan
Ciri Umum Tumbuhan

Ciri Umum Tumbuhan – Pada uraian berikut, kalian akan mempelajari Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan), meliputi ciri umum plantae dan klasifi kasinya ke dalam kelompok tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji. Selain itu, kalian juga akan mempelajari cara perkembangbiakan dan siklus hidup, serta peranan plantae dalam kehidupan. Setelah mempelajari bab ini, kalian akan mampu mendeskripsikan ciri-ciri divisi di dalam Dunia Tumbuhan, membedakan tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji, serta memberikan contoh spesiesnya. Selain itu, kalian juga diharapkan dapat menjelaskan cara perkembangbiakan tumbuhan dan berbagai manfaat tumbuhan bagi kehidupan manusia.

Ciri Umum Kingdom Plantae

Ciri Umum Tumbuhan – Kingdom Plantae disebut juga Dunia Tumbuhan karena beranggotakan berbagai jenis tumbuhan. Sebagai anggota sebuah kingdom, berbagai jenis tumbuhan memiliki ciri-ciri umum yang sama. Semua organisme yang disebut tumbuhan bersifat eukariotik multiseluler dan sel-selnya terspesialiasasi membentuk jaringan dan organ. Sel-sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Tumbuhan juga memiliki klorofi l, yaitu klorofi k a dan klorofi l b, sehingga mampu melakukan fotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya. Karena dapat memenuhi kebutuhan makanannya secara mandiri, maka tumbuhan disebut organisme autotrof. Tumbuhan menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk tepung atau pati.

Ciri Umum Tumbuhan – Alga hijau, alga cokelat, dan beberapa jenis alga lainnya memiliki sifat yang mirip dengan tumbuhan. Tapi apakah mereka termasuk anggota Kingdom Plantae? Jawabannya adalah bukan. Beberapa jenis alga memang memiliki klorofi l dan mampu melakukan fotosintesis. Namun, mereka tidak termasuk anggota Kingdom Plantae karena beberapa alasan, misalnya karena tubuh alga masih berupa talus (belum bisa dibedakan antara akar, batanng, dan daun). Karena sifat tersebut, maka alga tidak termasuk ke dalam Kingdom Plantae, akan tetapi termasuk Kingdom Protista. Walaupun demikian, alga dan tumbuhan memiliki kekerabatan yang dekat. Tumbuhan dan alga hijau memiliki klorofi l b sebagai suatu pigmen aksesoris fotosintetik. Disebut aksesoris tambahan karena klorofi l tersebut tidak dimiliki oleh organisme fotosintetik lainnya. Semua eukariotik fotosintetik menggunakan klorofi l a sebagai pigmen yang terlibat secara langsung dalam konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Hampir semua jenis tumbuhan adalah tumbuhan darat (teresterial). Namun, ada juga tumbuhan yang hidup di air (akuatik).

Ciri Umum Tumbuhan – Beberapa contoh tumbuhan akuatik adalah enceng gondok, teratai, dan kangkung air. Perbedaan karakter habitat darat dan air akan mendorong tibulnya perbedaan adaptasi struktural, kimiawi, dan reproduksi. Di habitat darat, sumber daya yang diperlukan organisme fotosintetik tersedia di dua tempat yang sangat berbeda. Cahaya dan karbon dioksida sebagian besar tersedia di atas permukaan tanah, sementara air dan nutrien mineral sebagian besar berada di dalam tanah. Dengan demikian, tubuh tumbuhan yang kompleks menunjukkan derajat spesialisasi struktural yang beraneka ragam pada organ-organ yang berada di bawah tanah, yaitu akar, dan yang di atas permukaan tanah yaitu tunas yang akan menjadi daun. Pada sebagian besar tumbuhan, pertukaran karbon dioksida dan oksigen antara atmosfer dan bagian dalam yang berfotosintetis terjadi melalui stomata (mulut daun), yaitu pori mikroskopik yang melalui permukaan daun.

Ciri Umum Tumbuhan – Keajaiban Benih Benih atau yang umum kita sebut sebagai biji adalah suatu bagian dari tumbuhan yang sangat istimewa. Sebutir benih dapat menentukan bagaimana bentuk perkembangannya nanti menjadi sebuah tumbuhan, meliputi semua bagianbagiannya yang detil seperti bagaimana perawakannya, seberapa tingginya, bagaimana bentuk dan lebar daunnya, bagaimana bentuk dan warna bunganya, bagaimana rasa buahnya, dan lain sebagainya. Benih adalah suatu maha karya ciptaan Tuhan yang mengilhamkan tumbuhan untuk berkembang biak dan memberikan manfaat bagi manusia dan kehidupan di bumi. Harun Yahya Series, 2003

Ciri Umum Tumbuhan – Reproduksi tumbuhan berlangsung secara generatif dan vegetatif. Tumbuhan mempunyai daur atau siklus hidup yang disebut pergiliran generasi atau metagenesis, meliputi generasi haploid (gametofi t) dan generasi diploid (sporofi t). Perhatikan Gambar 7.2. Kedua generasi tersebut saling bergiliran dan masing-masing saling menghasilkan. Gametofi t membentuk gamet dengan cara pembelahan mitosis dan sporofi t membentuk spora melalui pembelahan meiosis. Spora didefi nisikan sebagai suatu sel reproduktif yang berkembang secara langsung menjadi suatu organisme tanpa harus menyatu dengan sel-sel lainnya. Sedangkan gamet adalah sebaliknya, tidak dapat berkembang secara langsung menjadi organisme tetapi harus melalui penggabungan terlebih dahulu. Sel sperma (gamet jantan) membuahi sel telur (gamet betina) membentuk zigot dan zigot akan berkembang menjadi organisme, yaitu suatu sporofi t baru. Dalam siklus hidup semua tumbuhan sprorofi t dan gametofi t adalah heteromorfi k, artinya sporofi t dan gametofi t berbeda dalam hal morfologi atau bentuknya. Pada lumut dan kerabat dekatnya, gametofi t (generasi haploid) adalah tumbuhan yang lebih besar dan rumit dan merupakan suatu tahapan yang umumnya dapat kita lihat secara langsung misalnya hamparan lumut daun. Akan tetapi, pada kelompok tumbuhan selain lumut (paku-pakuan, konifer seperti Pinus, dan tumbuhan berbunga) sporofi t (generasi diploid) adalah tahapan dominan, yang dapat kita amati sebagai semak, rumput, herba, maupun pohon. Berdasarkan bentuk sporofi tnya (ada tidaknya biji), tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi kelompok tumbuhan tidak berbiji dan kelompok tumbuhan berbiji. Tumbuhan tidak berbiji terdiri dari lumut dan paku-pakuan. Kedua tumbuhan tersebut berkembang biak secara generatif dengan benih yang disebut spora sehingga disebut kelompok tumbuhan tingkat rendah. Sedangkan tumbuhan yang berkembang biak dengan dengan benih yang berupa biji disebut tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup. Tumbuhan berbiji terbuka memiliki struktur yang disebut strobilus dan tumbuhan berbiji tertutup memiliki struktur yang disebut bunga. Keduanya berperan dalam pembentukan biji sebagai alat perkembangbiakan.

Mengamati Perbedaan berbagai Kelompok Tumbuhan

A. Dasar teori Tumbuhan merupakan organisme eukariotik multiseluler dengan sel-sel yang terspesialiasasi membentuk jaringan dan organ. Sel-sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Tumbuhan juga memiliki klorofil, sehingga mampu melakukan fotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya. Karena dapat memenuhi kebutuhan makanannya secara mandiri, maka tumbuhan disebut organisme autotrof. Tumbuhan menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk tepung (pati). Berdasarkan struktur tubuhnya tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji. Ketiga kelompok tumbuhan tersebut memiliki sifat-sifat yang berbeda satu sama lain. Tumbuhan lumut memiliki struktur yang sangat sederhana, tubuhnya ada yang masih berupa talus (lembaran) tersusun oleh sel-sel yang sederhana dan ada yang sudah merupakan peralihan ke bentuk kormus (tumbuhan berpembuluh). Sedangkan tumbuhan paku merupakan kelompok yang lebih maju karena sudah dapat dibedakan menjadi akar, batang, dan daun (tumbuhan berkormus). Kelompok yang paling maju adalah tumbuhan berbiji, memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks dan berkembang biak dengan biji. B. Tujuan Mengetahui perbedaan struktur tubuh tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhan tingkat tinggi. C. Alat dan bahan 1. Berbagai jenis tumbuhan: a. tumbuhan lumut yang terdapat di tembok-tembok yang lembab b. suplir atau tumbuhan paku lainnya c. rumput teki dan bayam Semua jenis tumbuhan tersebut dicabut utuh beserta akar-akarnya, usahakan yang sudah membentuk bunga, spora, atau biji 2. lup atau kaca pembesar 3. Alat tulis (pensil, kertas, penggaris) D. Langkah percobaan 1. Buatlah kelompok kerja untuk melakukan percobaan ini. 2. Amati dengan seksama struktur tiap jenis tumbuhan tersebut, mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan spora atau buahnya. Perhatikan perbedaannya. 4. Tulislah perbedaan jenis-jenis tumbuhan tersebut dalam bentuk tabel. Contoh tabelnya adalah sebagai berikut. Perbedaan Tumbuhan Tingkat Rendah dan Tumbuhan Tingkat Tinggi No Bagian yang diamati Tumbuhan tingkat rendah Tumbuhan tingkat tinggi lumut paku rumput bayam 1 Akar 2 Batang 3 Daun 4 Spora 5 Bunga 6 Biji E. Pembahasan 1. Berdasarkan pengamatan kalian, bagaimana struktur tubuh berbagai tumbuhan tersebut? Jelaskan ciri khas masing-masing kelompoknya. 2. Bandingkan hasil pengamatan kelompok kalian dengan kelompok lain. 3. Presentasikan hasil pengamatan kelompok kalian di depan kelas untuk mendapat tanggapan dan masukan dari kelompok lain serta guru kalian. 4. Buatlah laporan dan kumpulkan pada guru kalian.

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur  Peranannya dalam Kehidupan

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur Peranannya dalam Kehidupan

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur Peranannya dalam Kehidupan

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur – Mungkin kalian pernah mengamati halaman rumah, kebun, atau tempat-tempat lain yang lembab dan teduh pada saat musim hujan. Di sana dapat kalian temukan suatu organisme seperti tumbuhan kecil, berwarna putih, dan berbentuk payung. Organisme tersebut adalah jamur atau cendawan, yang merupakan anggota Kingdom Fungi (Dunia Jamur). Lantas, apa sebenarnya jamur itu? Apa saja yang bisa disebut jamur dan bagaimana cara hidupnya? Termasuk tumbuhan atau bukan? Mari pelajari bersama.

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur
Kingdom Fungi dan Ciri Jamur

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur – Pada bab ini kalian akan mempelajari salah satu kelompok makhluk hidup, yaitu Kingdom Fungi atau Dunia Jamur. Kalian akan mendapat informasi tentang klasifi kasi fungi atas dasar tertentu, mengumpulkan data contoh peran jamur bagi kehidupan, dan membuat laporan tertulis hasil pengamatan (observasi) jenis-jenis jamur. Kalian juga akan membandingkan jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi dan melakukan uji coba fermentasi bahan makanan dengan jamur. Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat mendeskripsikan ciri-ciri anggota Kingdom Fungi dan menjelaskan cara reproduksinya. Selain itu, kalian juga diharapkan dapat menjelaskan peranan jamur dalam kehidupan, melakukan pengamatan atau percobaan tentang jamur, dan membuat laporannya secara tertulis.

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur

A. Ciri-Ciri Jamur

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur – Kata jamur atau fungi mungkin akan selalu kita maknai sebagai cendawan, yaitu organisme yang pendek, seperti serbuk atau spons, tubuhnya berwarna-warni, dan tumbuh di atas tanah seperti tumbuhan. Meskipun cendawan adalah organisme yang umum kita sebut sebagai jamur (jamur yang sebenarnya), dan sebagian besar jamur tersebut terlihat hidup di atas tanah, tetapi kata fungi memiliki makna yang lebih luas. Fungi atau jamur didefi nisikan sebagai kelompok organisme eukariotik, tidak berpindah tempat (nonmotile), bersifat uniselular atau multiselular, memiliki dinding sel dari glukan, mannan, dan kitin, tidak berklorofi l, memperoleh nutrien dengan menyerap senyawa organik, serta berkembang biak secara seksual dan aseksual.

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur – Di alam ada sekitar 100.000 jenis jamur yang sudah dikenal dan lebih dari 1.000 jenis baru yang berhasil dideskripsikan oleh para ahli setiap tahunnya. Bahkan mungkin masih ada sekitar 200.000 jenis lain yang sampai saat ini belum ditemukan atau dideskripsikan. Sementara itu, kegiatan manusia dalam mengeksploitasi alam berpeluang mengancam keberlangsungan hidup organisme tersebut. Perusakan hutan hujan tropis yang hampir terjadi setiap hari atau perusakan habitat jamur yang lain tidak diragukan lagi berpotensi membawa jenis- jenis organisme berspora tersebut kepada kepunahan, bahkan sebelum mereka sempat ditemukan dan dipelajari oleh para ahli. Jamur atau fungi memiliki beberapa sifat umum, yaitu hidup di tempat-tempat yang lembab, sedikit asam, dan tidak begitu memerlukan cahaya matahari. Jamur tidak berfotosintesis, sehingga hidupnya bersifat heterotrof. Jamur hidup dari senyawa-senyawa organik yang diabsorbsi dari organisme lain.

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur – Jamur yang prinsip nutrisinya adalah heterotrof menyebabkannya memiliki kemampuan hidup sebagai pemakan sampah (saprofi t) maupun sebagai penumpang yang mencuri makanan dari inangnya (parasit). Jamur saprofi t adalah jamur yang makanannya berupa senyawa organik yang telah diuraikan. Jamur ini memiliki enzim-enzim tertentu yang dapat merombak senyawa-senyawa organik. Biasanya jamur ini hidup dibagian organisme yang telah mati, misalnya pada serasah atau batang kayu yang telah lapuk. Contohnya dapat kalian lihat pada Gambar 5.1. Sedangkan jamur parasit adalah jamur yang menyerap makanan dari organisme yang ditumpanginya. Sifat parasit ini masih dapat dibedakan lagi menjadi parasit obligat dan parasit fakultatif. Jamur parasit obligat adalah jamur yang hanya bisa hidup sebagai parasit. Bila ia berada di luar inangnya, maka ia akan mati. Contohnya adalah Pneumonia carinii (parasit pada paru-paru penderita AIDS), Epidermophyton fl oocosum (penyebab penyakit kaki atlet), dan Ustilago maydis (jamur parasit pada tanaman jagung). Perhatikan Gambar 5.2. Sedangkan jamur parasit fakultatif adalah jamur yang di samping hidup parasit, ia juga bisa hidup sebagai saprofi t. Jamur tersebut akan bersifat parasit ketika mendapatkan hospes. Jamur memiliki kemampuan hidup yang sangat mengesankan. Jamur juga dapat hidup pada suhu sekitar 22o C – 30o C. Bahkan ada beberapa jenis jamur yang dapat tumbuh dengan subur pada temperatursekitar -5o C. Jamur juga dapat hidup pada tempat yang mengan dung gula atau garam. Dan sifat umum lainnya adalah jamur mampu memanfaatkan berbagai bahan makanan untuk memenuhi keperluan hidupnya, tetapi tidak dapat menggunakan senyawa karbon anorganik, seperti halnya bakteri. Pada rubrik Telisik berikut kalian akan mendapat tugas untuk menambah pengetahuan kalian tentang jamur.

Nah, setelah kalian memahami sifat-sifat umum jamur, sekarang kita akan mulai membahas sifat-sifat yang lebih khusus, yang disebut ciri-ciri jamur. Ciri-ciri jamur yang akan kita bahas meliputi struktur tubuh jamur, cara hidup dan habitatnya, cara mendapatkan makanan, dan cara reproduksinya. Untuk itu marilah kita pelajari uraian berikut.

1. Struktur Tubuh Jamur Dilihat dari struktur tubuhnya, jamur memiliki ciri-ciri yang berguna untuk mengenal apakah suatu organisme merupakan jamur atau bukan. Organisme yang termasuk jamur bisa terdiri atas satu sel maupun terdiri atas banyak sel. Jamur yang bersel tunggal (uniseluler), misal nya adalah ragi (Saccharomyces cerevisiae). Sedangkan jamur yang tubuhnya bersel banyak (multiseluler) bisa berupa jamur mikroskopis maupun jamur makroskopis. Jamur mikroskopis adalah jamur yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop, karena memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil. Contoh jamur mikroskopis multiseluler adalah Aspergillus sp. dan Penicillium sp. Jamur multiseluler juga ada yang bersifat makroskopis, mudah diamati dengan mata telanjang, yang berukuran besar. Contoh jamur makroskopis adalah jamur merang (Volvariella valvacea) dan jamur kuping (Auricularia polytricha). Jamur merupakan organisme eukariotik (eu: sejati dan cariyon: inti), yaitu organisme yang inti selnya memiliki selaput inti atau karioteka yang lengkap. Di dalam sel jamur terdapat sitoplasma dan nukleus  Jamur memiliki bentuk tubuh bervariasi, ada yang bulat, bulat telur, maupun memanjang. Pada jamur bersel banyak (multiseluler) banyak terdapat deretan sel yang membentuk benang, disebut hifa. Pada jamur yang sifat hidupnya parasit, hifa mengalami modifi kasi, disebut haustoria. Haustoria merupakan organ untuk menyerap makanan dari substrat tempat hidup jamur, dan organ ini memiliki kemampuan untuk menembus jaringan substrat. Beberapa jaringan hifa akan membentuk miselium. Miselium merupakan tempat pembentukan spora dan juga sebagai alat reproduksi serta alat untuk mendapatkan makanan. Hifa juga bisa membentuk struktur yang disebut badan buah. Badan buah merupakan kumpulan hifa yang muncul dari dalam tanah atau kayu yang lapuk. Badan buah dijumpai pada kelompok jamur tertentu. Berdasarkan ada tidaknya sekat atau septa dikenal adanya hifa aseptat, hifa septat uninukleus, dan hifa septat multinukleus. Beberapa jenis jamur memiliki hifa yang tidak bersekat. Didalam hifa tersebut terdapat banyak intisel (multinukleus) yang menyebar didalam sitoplasmanya. Bentuk hifa yang demikian disebut soenositik. Perhatikan Gambar 5.7. Hifa jamur bercabang-cabang membentuk miselium. Kita mengenal ada 2 macam miselium, yaitu miselium vegetatif (berfungsi sebagai alat penyerap makanan) dan miselium generatif (berfungsi sebagai alat reproduksi). a) Hifa aseptat atau hifa tidak bersepta yaitu hifa yang tidak mempunyai sekat atau septum. Istilah lain dari hifa tipe ini adalah soenositik. Hifa tersebut dapat dijumpai misalnya pada Rhizopus oryzae dan Mucor mucedo. b) Hifa septat uninukleus atau hifa bersepta berinti tunggal yaitu hifa yang disusun oleh sel-sel berinti tunggal dan memiliki sekat yang membagi hifa menjadi ruang-ruang, dan setiap ruang memiliki satu inti sel. Meskipun demikian, inti sel dan sitoplasma dari ruang yang satu dapat berpindah ke ruang lainnya. Hal ini dimungkinkan oleh adanya pori pada sekat-sekat tersebut. Hifa tipe ini dapat dijumpai misalnya pada Puccinia graminis. c) Hifa septat multinukleus atau hifa bersepta berinti banyak yaitu hifa yang disusun oleh sel-sel berinti banyak dan memiliki sekat yang membagi hifa menjadi ruang-ruang, dan setiap ruang memiliki inti sel lebih dari satu.

2. Cara Hidup dan Habitat jamur Cara hidup jamur bervariasi, ada yang hidup secara soliter dan ada yang hidup berkelompok (membentuk koloni). Pada umumnya jamur hidup secara berkelompok atau berkoloni, karena hifa dari jamur tersebut saling bersambungan atau berhubungan. Cara hidup ini dijumpaimisalnya pada jamur tempe (Rhizopus oryzae), jamur roti (Mucor mucedo), dan Aspergillus fl avus. Jadi, kalau kalian melihat jamurjamur tersebut yang nampak adalah koloninya, sedangkan individu yang menyusunnya berukuran sangat kecil. Perhatikan Gambar 5.8. Habitat jamur juga bermacam-macam. Berbagai jamur hidup di tempat-tempat yang basah, lembab, di sampah, pada sisa-sisa organisme, atau di dalam tubuh organisme lain. Bahkan banyak pula jenis-jenis jamur yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan asam, misalnya pada buah yang asam, atau pada pada lingkungan dengan konsentrasigula yang tinggi, misalnya pada selai. Bahkan, jamur yang hidup bersimbiosis dengan ganggang (lumut kerak), dapat hidup di habitat ekstrim dimana organisme lain sulit untuk bertahan hidup, seperti di daerah gurun, gunung salju, dan di kutub. Jenis jamur lainnya juga dijumpai hidup pada tubuh organisme lain, baik secara parasit maupun simbiosis.

3. Cara Memperoleh Makanan Jamur bersifat heterotrof, artinya tidak dapat menyusun atau mensintesis makanan sendiri. Jamur tidak memiliki klorofi l, sehingga tidak bisa berfotosintesis. Jamur hidup dengan memperoleh makanan dari organisme lain atau dari materi organik yang sudah mati. Untuk memenuhi kebutuhan makanannya, jamur dapat hidup secara saprofi t, parasit, dan simbiotik. Kebanyakan jamur adalah bersifat saprofi t. Jamur tersebut memperoleh makanannya dari materi organik yang sudah mati atau sampah. Untuk memperoleh makannya, hifa jamur mengeluarkan enzim pencernaan, yang dapat merombak materi organik, menjadi materi yang sederhana (anorganik) sehingga mudah diserap oleh jamur. Jamur payung (Gambar 5.9), jamur ragi (Saccharomyces cerevisiae), dan jamur tempe (Rhizopus oryzae) termasuk dalam kelompok jamur ini. Beberapa jenis jamur, ada yang mendapatkan makanannya langsung dari tubuh inangnya. Jamur tersebut hidup sebagai parasit yang menyerang tumbuhan, biasanya mempunyai hifa khusus, yang disebut haustoria. Bentuk hifa tersebut dapat menembus sel inang dan menyerap zat makanan yang dihasilkan inang. Jamur parasit tersebut sering menimbulkan penyakit pada tanaman, sehingga di bidang pertanian menyebabkan penurunan hasil panen. Pada manusia, jamur juga menyebabkan penyakit, misalnya penyakit kaki atlit (athlete’s foot) dan penyakit panu. Lihat Gambar 5.10. Beberapa jenis jamur ada yang membentuk hubungan simbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan. Dalam hal ini, jamur menyediakan materi organik bagi tumbuhan dan sebaliknya, jamur memperoleh materi organik dari tumbuhan. Selain itu beberapa jenis jamur ada juga yang bersimbiosis dengan ganggang hijau (Chlorophyta) atau ganggang hijau-biru (Cyanobacteria) membentuk lumut kerak atau Lichens.

4. Cara Reproduksi Jamur Cara reproduksi jamur sangat bervariasi. Meskipun demikian, reproduksi jamur umumnya terjadi dalam 2 cara, yaitu secara seksual (perkembangbiakan generatif) dan secara aseksual (perkembangbiakan vegetatif). Perkembangbiakan jamur secara generatif adalah perkembangbiakan yang diawali dengan peleburan gamet (sel-sel kelamin), yang didahului dengan penyatuan 2 hifa yang berbeda, yang disebut konjugasi. Berdasarkan gametnya, proses ini dapat dikelompokkan sebagai isogami, anisogami, oogami, gametangiogami, somatogami, dan spermatisasi.

Isogami yaitu peleburan 2 gamet yang sama bentuk dan ukuran nya, bila gamet-gamet tersebut tidak sama ukurannya disebut anisogami. Apabila peleburan 2 gamet tersebut yang berbeda adalah bentuk dan ukurannya, maka disebut oogami. Pada oogami, ovum yang dihasilkan dalam oogoium dibuahi oleh spermatozoid yang dibentuk dalam anteridium. Sedangkan yang disebut dengan gametangiogami adalah bila peleburan isi 2 gametangium yang berbeda jenisnya tersebut menghasilkan zigospora. Pada somatogami, yang terjadi yaitu peleburan 2 sel hifa. Dua sel hifa yang tidak berdeferensiasi inti selnya berpasangan, kemudian terbentuk hifa diploid yang selanjutnya akan dibentuk askospora. Sedangkan spermatisasi yaitu peleburan antara spermatium (gamet jantan) dengan gametangium betina (hifa) yang kemudian berkembang membentuk hifa baru (diploid) dan menghasilkan askospora. Seperti halnya reproduksi seksual, reproduksi aseksual juga dapat terjadi melalui beberapa cara. Cara reproduksi yang paling sederhana adalah dengan pembentukan tunas (budding) yang biasa terjadi pada jamur uniseluler, misalnya ragi (Saccharomyces cerevisiae). Perhatikan Gambar 5.13. Pada reproduksi dengan cara ini, jamur membentuk semacam sel berukuran kecil yang kemudian tumbuh menjadi sel ragi dengan ukuran sempurna yang akhirnya terlepas dari sel induknya menjadi individu baru. Selain dengan tunas, reproduksi aseksual juga dapat terjadi dengan fragmentasi dan spora aseksual. Fragmentasi adalah pemotongan bagian-bagian hifa dan setiap potongan tersebut dapat tumbuh menjadi hifa baru. Reproduksi jamur secara fragmentasi diawali dengan terjadinya pemisahan hifa dari sebuah miselium. Selanjutnya hifa tersebut akan tumbuh dengan sendirinya menjadi miselium baru.

Pada kondisi tertentu, hifa akan terdegeneralisasi menjadi sporangia (penghasil spora aseksual). Cara reproduksi aseksual yang lain adalah dengan spora yang disebut spora aseksual. Spora aseksual adalah spora yang dihasilkan dari pembelahan secara mitosis. Pembentukan spora aseksual pada jamur terjadi melalui spora yang dihasilkan oleh hifa tertentu. Spora tersebut merupakan sebuah sel reproduksi yang dapat tumbuh langsung menjadi jamur. Hal ini mirip dengan perkecambahan biji pada tumbuhan tingkat tinggi. Pada rubrik Percobaan berikut kalian akan melakukan pengamatan terhadap jamur.

Ciri-Ciri Morfologi Kingdom Animalia

Ciri-Ciri Morfologi Kingdom Animalia

Ciri-Ciri Morfologi Kingdom Animalia

Apa yang kamu bayangkan jika mendengar kata hewan atau animalia? Mungkin ada yang membayangkan harimau, gajah, semut, lalat, nyamuk atau hewan lain. Dibanding dengan kelompok-kelompok makhluk hidup yang kita bahas sebelumnya, kelompok ini lebih mudah kita ingat karena ukurannya yang jauh lebih besar sehingga dapat kita lihat tanpa bantuan mikroskop. Namun, apakah benar bahwa semua kelompok hewan dapat kita lihat tanpa bantuan mikroskop? Pertanyaan tersebut akan terjawab setelah kita membahas bab ini. Di samping itu, yang lebih penting pada bab ini kita akan membahas kriteria suatu makhluk hidup dikelompokkan dalam kelompok hewan, dan mengidentifikasi ciri-ciri morfologi filum anggota Kingdom Animalia, bagaimana membedakan ciri-ciri setiap filum dalam kingdom ini beserta contoh-contoh dari tiap filum dan peranannya bagi manusia.

Ciri-Ciri Morfologi Kingdom Animalia
Ciri-Ciri Morfologi Kingdom Animalia

Ciri-Ciri Morfologi Kingdom Animalia

Berbeda dengan organisme autotrof yang mampu mengubah molekul anorganik menjadi molekul organik, hewan heterotrof harus memasukkan molekul organik yang telah terbentuk. Hal tersebut karena hewan heterotrof tak dapat mengubah molekul anorganik menjadi organik. Ciri lain dari hewan adalah tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuh dengan kuat seperti yang dimiliki tumbuhan. Keunikan lain dari hewan adalah adanya dua jenis jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls dan pergerakan, yaitu jaringan saraf dan jaringan otot. Di samping itu, sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual. Kingdom Animalia memiliki anggota yang begitu banyak macamnya, mempunyai bentuk tubuh dan alat-alat tubuh yang bervariasi. Variasi bentuk tubuh dapat dikategorikan dengan melihat bentuk simetri tubuhnya. Berdasarkan simetri tubuhnya, ada yang berbentuk simetri radial, ada pula yang berbentuk simetri bilateral. Hewan dengan simetri radial artinya mempunyai bagian tubuh yang tersusun melingkar . Jika tubuhnya dipotong melalui mulutnya, akan dihasilkan potongan-potongan tubuh dengan bentuk yang sama. Hewan dengan simetri radial ini hanya mempunyai bagian puncak yang disebut sisi oral dan bagian dasar yang disebut sisi aboral. Hewan yang termasuk dalam kelompok ini meliputi Porifera, Coelenterata, dan Echinodermata. Hewan dengan simetri radial ini, sering disebut juga radiata. Hewan dengan simetri bilateral artinya bagian tubuhnya tersusun bersebelahan dengan bagian lainnya. Dengan demikian, jika hewan tersebut dipotong melalui mulut dan anusnya, kita akan mendapatkan bagian yang sama antara sisi kiri dan sisi kanan.

Hewan bersimetri bilateral ini mempunyai sisi atas (dorsal) dan sisi bawah (ventral), sisi kepala atau sisi depan yang disebut anterior dan sisi ekor atau sisi belakang yang disebut posterior. Berdasarkan lapisan tubuh yang menyusunnya, hewan dikelompokkan dalam hewan diploblastik, yaitu hewan yang dibangun oleh dua lapisan lembaga, yaitu ektoderm (epidermis) dan endoderm (gastrodermis), dan hewan triploblastik. Hewan triploblastik mempunyai 3 lapisan lembaga, yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm. Beberapa hewan triploblastik ada yang mempunyai rongga tubuh, tetapi ada juga yang belum mempunyai rongga tubuh. Berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh, hewan triploblastik dapat dibedakan menjadi Aselomata, yaitu hewan yang belum mempunyai rongga tubuh, artinya tubuhnya padat tanpa rongga antara usus dan tubuh terluar. Pada hewan semacam ini mesoderm membentuk struktur yang kompak sehingga selom (rongga tubuh) tidak terbentuk. Contoh Aselomata, yaitu Platyhelminthes atau cacing pipih. Kelompok berikutnya adalah Pseudoselomata. Hewan semacam ini mempunyai rongga tubuh semu, mesodermnya belum membentuk rongga yang sesungguhnya karena mesodermnya belum terbagi menjadi lapisan dalam dan lapisan luar. Rongga yang terbentuk berisi cairan yang memisahkan alat pencernaan dengan dinding tubuh bagian luar. Hewan yang termasuk Pseudoselomata adalah Rotifera dan Nemathelminthes (cacing gilig). Hewan triploblastik lainnya adalah yang sudah mempunyai rongga tubuh yaitu Selomata. Pada hewan semacam ini, mesoderm dipisahkan oleh rongga tubuh yang terbentuk menjadi dua lapisan, yaitu lapisan dalam dan lapisan luar. Kedua lapisan tersebut mengelilingi rongga dan menghubungkan antara dorsal dan ventral membentuk mesenterium. Mesentrium berfungsi sebagai penggantung organ dalam. Hewan Selomata meliputi Annelida sampai Chordata. Untuk lebih memahami penjelasan tentang lapisan-lapisan tubuh dan pembentukan rongga tubuh pada invertebrata.

Selanjutnya akan dibahas semua Fila dalam Kingdom Animalia mulai dari filum yang paling sederhana, seperti porifera sampai filum yang paling kompleks susunan tubuhnya, yaitu Chordata.

1. Porifera Porifera berasal dari kata phorus yang berarti lubang kecil atau pori, dan ferre yang berarti mempunyai. Jadi, Porifera dapat diartikan sebagai hewan yang mempunyai pori. Porifera mempunyai sistem kanal atau saluran air untuk mensirkulasikan air dalam tubuhnya. Porifera atau disebut juga hewan spons hampir semua hidup di laut, kecuali satu famili yang hidup di air tawar. Hewan ini merupakan hewan multiseluler atau bersel banyak dan masih primitif yang pada dasarnya adalah diploblastik.

Apa manfaat hewan ini? Hewan-hewan Porifera yang mempunyai rangka berupa spongin, dapat dikumpulkan dan digunakan untuk spons mandi, sedangkan yang lainnya belum diketahui manfaatnya secara ekonomi, tetapi dalam ekosistem tentu mempunyai peran tertentu. Bentuk tubuh Porifera cukup bervariasi, ada yang berbentuk seperti jambangan, piala, terompet, dan ada juga yang bercabang-cabang seperti tumbuhan. Pada bagian tengah tubuhnya terdapat ruangan yang disebut spongosel (paragaster) yang merupakan saluran air. Di bagian ujung atas tubuhnya terdapat lubang besar yang disebut oskulum. Untuk jelasnya kita pelajari Gambar 8.2. Lapisan terdalam tubuh Porifera dibangun oleh sel-sel leher (koanosit) yang mempunyai flagela. Sel-sel leher ini berfungsi untuk mencerna makanan. Porifera mempunyai suatu sistem sirkulasi air dengan tipe tertentu. Ada tiga tipe sistem saluran air, yaitu tipe ascon, sycon, dan leucon.

Reproduksi pada Porifera dapat berlangsung secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual terjadi dengan cara pembentukan tunas atau kuncup. Kuncup yang terbentuk dapat langsung dilepaskan, tetapi dapat pula tetap melekat membentuk suatu kelompok besar. Reproduksi aseksual lain dapat terjadi jika kondisi lingkungan kurang menguntungkan, misalnya dalam kondisi kekeringan atau dingin. Dalam kondisi tersebut, porifera dapat membentuk gemmulae atau butir benih. Jika Porifera mati, gemmulae ini akan keluar dan tumbuh menjadi individu baru. Reproduksi seksual terjadi dengan cara penyatuan sperma dan ovum. Pada Porifera, ovum dan sperma diproduksi oleh induk yang sama (hermaprodit). Sel telur tidak dibuahi oleh sperma dari induk yang sama, tetapi dibuahi oleh sperma dari induk yang berbeda. Pengelompokan atau klasifikasi Porifera dilakukan berdasarkan zat penyusun rangkanya. Porifera dapat dibagi menjadi 3 kelas, yaitu:

a. Calcarea, yaitu Porifera yang spikulanya dibangun dari zat kapur. Contoh dari kelas ini adalah Leucosolenia, Grantia, dan Scypha gelatinosa. b. Hexactinellida, yaitu Porifera yang spikulanya dibangun dari zat kersik atau silikat. Contohnya adalah Euplectella. c. Demospongiae, yaitu Porifera yang spikulanya dibangun oleh zat kersik dan protein (spongin), atau spongin saja. Jika kamu pergi ke pantai, jenisjenis dari kelompok inilah yang paling banyak ditemukan. Contohnya adalah Tethya sp, Xestospongea exigua, dan Ircicimia campanan.

Kegiatan yang harus di kerjakan !

Membuktikan Adanya Pori-Pori & Sistem Saluran pada Porifera Bagaimana jika kamu ingin membuktikan adanya pori-pori dan sistem saluran pada Porifera? Jika kamu berkarya wisata ke pantai, coba carilah hewan Porifera yang masih hidup! Kemudian, Porifera tersebut diletakkan pada gelas piala berisi air laut. Selanjutnya, di sekitar tubuh hewan tersebut ditetesi dengan cairan zat warna, misalnya eosin. Perhatikan arah aliran air yang masuk dan keluar dari tubuhnya! Mengapa bisa terjadi aliran air tersebut? Diskusikan dengan guru dan temanmu apa yang memungkinkan hal tersebut terjadi, berdasarkan keterangan yang telah diberikan dalam subbab ini!

2. Coelenterata Coelenterata berasal dari kata coelon yang berarti rongga dan enteron yang berarti usus. Jadi, Coelenterata berarti hewan berongga. Kelompok hewan ini merupakan contoh hewan diploblastik. Hewan ini kebanyakan hidup di air laut, kecuali beberapa Hydrozoa hidup di air tawar. Coelenterata dapat hidup soliter maupun berkoloni. Bentuk koloni yang mudah diamati adalah Medusa yang hidup di laut. Dalam bahasa Indonesia medusa dikenal dengan nama ubur-ubur. Di Jepang, ubur-ubur dimanfaatkan untuk bahan makanan dan bahan kosmetik. Oleh karena itu, di beberapa daerah di Indonesia terdapat pengolahan ubur-ubur yang dijadikan tepung untuk diekspor. Jenis-jenis dari kelas Anthozoa membentuk rumah dari kapur sehingga terbentuklah karang laut yang indah. Karang tersebut dapat membentuk karang pantai, karang penghalang, dan atol.