Pelajaran Tentang Konsep Dasar Wilayah

Pelajaran Tentang Konsep Dasar Wilayah

Pelajaran Tentang Konsep Dasar Wilayah

Konsep Dasar Wilayah
Konsep Dasar Wilayah

Konsep Dasar Wilayah – Apa yang dimaksud dengan wilayah? Apakah pengertian wilayah sama dengan daerah? Ternyata konsep tentang wilayah mempunyai sejarah dan perkembangan yang cukup panjang. Kajian secara sistematik terhadap wilayah, baru dimulai pada abad ke-19 ketika ahli geografi berpendapat bahwa unit politik merupakan dasar yang belum cukup untuk menggambarkan suatu wilayah. Hal ini karena ahli geografi lebih cenderung memandang unit wilayah berdasarkan pada unit-unit alamiah yang terkait dengan sumber daya alam. Hal ini karena sebelumnya, batas wilayah hanya dikaitkan pada kriteria unit politik yang dikuasai oleh suatu negara. Kecenderungan menggunakan kriteria politik ini biasanya dikaitkan dengan semangat nasionalisme yang sempit oleh suatu negara. Ketika perkembangan dunia menuju globalisasi dan penggolongan wilayah perlu mengutamakan unitunit alamiah yang terkait dengan potensi sumber daya alam, maka konsep wilayah telah “membubarkan” semangat nasionalisme tersebut. Jadi, dapat kita katakan bahwa wilayah adalah konsep yang bersifat universal dan tidak mengaitkan lokasi dengan pemerintahan sebuah negara.

Konsep Dasar Wilayah – Sebelum Perang Dunia I, penggolongan wilayah dikenal dengan istilah Natural Region dan Single Feature Region. Natural Region, yaitu wilayah alamiah yang didasarkan pada unsur-unsur alamiah secara fisik. Adapun istilah Single Feature Region adalah wilayah berdasarkan kenampakan tunggal. Sehingga setelah Perang Dunia I yaitu pada tahun 1918, penggolongan wilayah didasarkan pada sebagian kenampakan tunggal di bumi saja. Contohnya penggolongan wilayah iklim yang dikemukakan oleh Thornthwaite dan pengolongan wilayah fisiologi sebagaimana yang disusun oleh Fenneman. Klasifikasi wilayah pernah dikemukakan oleh Geographical Association pada tahun 1937, yaitu wilayah menurut jenis (generic region) dan wilayah menurut kekhususan (specific region). Wilayah menurut jenisnya menekankan kepada jenis suatu wilayah. Contohnya adalah wilayah iklim, wilayah pertanian, wilayah vegetasi dan wilayah fisiologi. Sedangkan wilayah menurut kekhususan mengacu pada satu daerah tunggal dengan ciri-ciri tertentu yang khusus terutama dari segi faktor lokasi. Contohnya ialah Wilayah Asean, Wilayah Amerika Selatan, dan sebagainya.

Konsep Dasar Wilayah – Sehingga dari sejarah tentang perwilayahan di atas, wilayah (region) didefinisikan sebagai ruang di permukaan bumi yang memiliki kriteria tertentu sebagai akibat dari adanya interaksi antara bentang lahan, air, udara, tumbuhan, binatang, dan manusia. Daerah adalah bagian dari permukaan bumi yang batasnya tidak memiliki persyaratan atau kriteria tertentu, tetapi ditentukan oleh kewenangan pemerintah. Contohnya provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa. Dari pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa dalam suatu wilayah terdapat gejala manusia (human phenomena), gejala-gejala alamiah (natural phenomena), dan gejala-gejala geografi (geographycal phenomena) yang mengaitkan faktor alamiah dengan faktor manusia. Berdasarkan konsep perwilayahan, ruang permukaan bumi sebenarnya dibatasi oleh keadaan fisik, sosial, dan batas administrasi pemerintahan. Jika satu kesatuan alam dan permukan bumi yang menunjukan ciri-ciri relatif sama, dinamakan ruang geografi (space). Ciri-ciri yang relatif sama tersebut seperti seragam dalam hal keadaan fisik permukaannya, kebudayaan masyarakatnya yang mempunyai ciri khas, dan ruang tersebut menunjukan suatu sistem kehidupan dalam keterikatan yang kentara.

Konsep Dasar Wilayah – Wilayah Formal Wilayah formal adalah wilayah yang mempunyai keseragaman (uniform) atau persamaan (homogen) dalam kriteria tertentu. Wilayah formal (formal region) sering disebut juga uniform region atau homogen region. Persamaan ini menjadi sifat yang dimiliki oleh elemen-elemen yang membentuk wilayah geografi yang seragam atau homogen menurut kriteria tertentu. Pada awalnya, kriteria yang digunakan hanyalah kriteria fisik seperti topografi, iklim, dan tumbuh-tumbuhan. Setelah munculnya Revolusi Industri di barat, kriteria ekonomi, industri, dan pertanian digunakan juga untuk penggolongan wilayah formal. Kriteria dalam wilayah formal bertambah juga kepada kriteria sosial dan politik, yaitu tahap kesetiaan kepada partai-partai politik. Wilayah formal dengan kriteria fisik cenderung statis, karena biasanya cenderung tetap, tidak berubah dan lebih stabil daripada kriteria sosial, ekonomi dan politik yang sifatnya dinamis. Misalnya wilayah beriklim tropis, hal ini karena wilayah tersebut berada di sekitar khatulistiwa serta mempunyai ciri-ciri seperti curah hujan, suhu udara dan kelembapan udara yang cukup tinggi. Wilayah formal ekonomi biasanya didasarkan kepada jenis industri dan pertanian. Sebagai contoh adalah wilayah pertanian, karena wilayah ini mempunyai persamaan antara petani dengan daerah pertanian. Ada juga wilayah formal ekonomi yang didasarkan pada kriteria, seperti tingkat pendapatan, tingkat pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.

Pelajaran Tentang Menganalisis Aglomerasi Industri

Pelajaran Tentang Menganalisis Aglomerasi Industri

Menganalisis Aglomerasi Industri

Aglomerasi Industri
Aglomerasi Industri

Aglomerasi Industr i- Kenampakan lokasi suatu industri pada peta dapat disimbolkan sebagai kenampakan titik. Kenampakan titik digunakan untuk menggambarkan kenampakan yang sempit dan dalam peta kenampakan tersebut terlalu kecil. Sehingga kenampakan suatu lokasi industri dapat dianalisis melalui peta. Pola persebaran kenampakan titik terdiri dari sebaran seragam (uniform), acak (random), dan mengelompok (clustered). Coba perhatikan gambar di bawah ini yang mengilustrasikan berbagai macam pola sebaran.

Menentukan suatu persebaran itu dikatakan seragam, random, atau mengelompok dapat menggunakan analisis tetangga terdekat (nearest neighbour analysis), yaitu dengan langkahlangkah sebagai berikut:

1. Tentukan batas wilayah yang akan diselidiki pola persebarannya.

2. Jika berupa luasan, ubahlah simbol tersebut dengan simbol titik.

3. Berilah nomor urut atau kode pada titik tersebut untuk memudahkan analisis.

4. Ukurlah jarak terdekat, yaitu jarak pada garis lurus antara suatu titik dan titik lain yang merupakan tetangga terdekat, dan catatlah ukuran jarak tersebut. 5. Hitunglah parameter tetangga terdekat dengan rumus: R = 2p r N ( ) ? di mana: r = jarak tiap titik tempat ke tetangganya yang ter dekat p = jumlah titik (N) dibagi luas areal N = jumlah titik .

Hubungan Keterikatan Sarana Transportasi dengan Aglomerasi Industri

Bagaimana perkembangan suatu industri jika tidak didukung oleh sarana dan prasarana transfortasi? Transportasi merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan ekonomi termasuk industri. Kegiatan dan pertumbuhan industri di negaranegara maju sangat cepat, hal ini karena didukung oleh sarana dan prasarana transportasi yang lengkap. Tetapi jika suatu wilayah hanya memiliki sedikit sarana dan prasarana transportasi, maka pertukaran barang akan terjadi dalam skala kecil dan kebanyakan merupakan produk lokal.

Dengan demikian, transportasi merupakan salah satu faktor penunjang industri yang penting, seperti transportasi dapat memudahkan dan mempercepat pergerakan orang, barang, dan jasa dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam kegiatan industri, transportasi untuk mengangkut bahan mentah atau bahan baku industri dan pemasaran produk ke tempat-tempat konsumen. Adanya transportasi memungkinkan hubungan antardaerah, hubungan antarhinterland, dan foreland. Selain itu, transportasi dapat menimbulkan dampak terhadap sosial ekonomi penduduk dan penggunaan lahan. Kalian dapat membayangkan bagaimana aktivitas penduduk jika tidak di tunjang oleh sarana dan prasarana transportas. Keberadaan transportasi juga tidak dapat dilepaskan dari keadaan jumlah penduduk. Semakin bertambahnya jumlah penduduk di suatu tempat, pergerakan (mobilitas) pun semakin kompleks di tempat tersebut. Berikut ini merupakan beberapa alasan munculnya sistem transportasi. 1. penyebaran sumber daya alam yang tidak merata. 2. penyebaran penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya tidak sama. 3. adanya perbedaan dalam perkembangan teknologi yang dimiliki. 4. perbedaan pendapatan penduduk pada suatu tempat .

Keberadaan jaringan transportasi, baik darat, laut maupun udara dapat dipengaruhi berbagai aspek. Secara garis besar aspekaspek yang mempengaruhi keberadaan transportasi ada 2, yaitu antara aspek alam (iklim, morfologi, keadaan tanah dan struktur geologi) dan aspek manusianya (aktivitas ekonomi, politik, dan teknologi).

Aspek Alam

a. Iklim dan Tanah Kondisi iklim akan mempengaruhi terhadap kelancaran transportasi baik langsung ataupun tidak langsung. Contoh secara langsung misalnya transportasi laut dan udara akan terhambat jika ada badai topan, kabut, hujan salju ataupun asap tebal. Secara tidak langsung, di Indonesia yang beriklim tropis memiliki curah hujan tinggi dan kelembaban yang tinggi, sehingga akan berpengaruh terhadap kestabilan tanah.

Contohnya adalah curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan jalan raya dan rel kereta api mudah longsor sehingga pemeliharaannya menjadi lebih mahal.

b. Relief Relief suatu wilayah sangat berpengaruh terhadap transportasi darat.

Misalnya di daerah pegunungan sering ditemui jalan-jalan yang selalu labil dan berkelok-kelok. Daerah tersebut biasanya juga sering dipisahkan oleh sungai-sungai sehingga perlu dibuat jembatan sehingga pembuatan dan pemeliharaan jalan lebih mahal. Selain itu, pada daerah pegungan sering diperlukan prasarana lain, seperti terowongan. Untuk transportasi laut, relief dasar laut akan mempengaruhi terhadap kecepatan kapal, besarnya daya muat kapal dan pembuatan dermaga atau pelabuhan.

c. Struktur geologi Struktur geologi suatu wilayah sangat berpengaruh terhadap kestabilan jalan. Contohnya jalan yang terdapat di daerah labil seperti pada zona patahan cenderung cepat rusak. Hal ini mengakibatkan tingginya biaya pembuatan maupun pemeliharaannya.