Tentang Konsep Dasar dan Metode Sosiologi

Tentang Konsep Dasar dan Metode Sosiologi

Tentang Konsep Dasar dan Metode Sosiologi

Tentang Konsep Dasar dan Metode Sosiologi
Tentang Konsep Dasar dan Metode Sosiologi

Sebagai ilmu, sosiologi memiliki teori-teori yang telah dibangun dari konsep-konsep dasar dan metode ilmiah tentang manusia dalam kehidupan masyarakat. Pembahasan ini akan dimulai dengan uraian mengenai konsep-konsep dasar sosiologi.

1. Konsep Dasar dalam Sosiologi. Setiap bidang ilmu pengetahuan memerlukan konsepkonsepnya tersendiri agar dapat menciptakan dan membentuk suatu referensi atau acuan yang dijadikan sebagai alat penelitian, analisis, dan perbandingan hasil-hasil penelitiannya. Kesalahan dalam penggunaan konsep dapat menimbulkan kerancuan dan salah pengertian. Konsep ialah kata, atau istilah ilmiah yang menyatakan suatu ide atau pikiran umum tentang sifat-sifat suatu benda, peristiwa, gejala, atau istilah yang mengemukakan tentang hubungan antara satu gejala dan gejala lainnya.

Dari beberapa definisi sosiologi yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat beberapa istilah ilmiah atau konsep dasar yang sering digunakan dalam sosiologi, yaitu sebagai berikut :

a. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial (norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok serta lapisan sosial.

b. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dan segi kehidupan politik, antara segi kehidupan hukum dan segi kehidupan agama, antara segi kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi, serta yang lainnya. Salah satu proses sosial yang bersifat tersendiri ialah dalam hal terjadinya perubahan-perubahan dalam struktur sosial.

c. Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup seluruh lapisan dalam struktur sosial dan jalinan hubungan dalam masyarakat.

d. Organisasi sosial adalah aspek kerja sama yang mendasar, yang menggerakkan tingkah laku para individu pada tujuan sosial dan ekonomi tertentu.

e. Institusi sosial adalah suatu sistem yang menunjukkan bahwa peranan sosial dan norma-norma saling berkaitan dan telah disusun guna memuaskan suatu kehendak atau fungsi sosial.

Berikut ini beberapa pengertian dasar yang dianggap berguna untuk memahami sosiologi yang disajikan dalam buku ini.

Beberapa pengertian tersebut adalah sebagai berikut :

a. Individu. Individu berhubungan dengan orang-perorangan atau pribadi, yang berarti individu bertindak sebagai subjek yang melakukan sesuatu hal; subjek yang memiliki pikiran; subjek yang memiliki keinginan; subjek yang memiliki kebebasan; subjek yang memberi arti (meaning) pada sesuatu; subjek yang mampu menilai tindakannya sendiri dan tindakan orang lain.

b. Masyarakat. Masyarakat dalam bahasa Inggris disebut society, dan dalam bahasa latin yaitu socius, yang berarti kawan, sedangkan istilah masyarakat dalam bahasa Arab, yaitu syakara yang artinya turut serta. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul atau saling berinteraksi secara tetap dan memiliki kepentingan yang sama.

c. Hubungan Individu dan Masyarakat. Hubungan antar-individu dapat terjadi antara dua orang yang bersahabat. Mereka secara rutin bertemu, baik dalam permainan maupun di sekolah. Kebiasaan yang mereka lakukan akan mengikat dua orang tersebut menjadi bersamaan. Begitu pula halnya jika hubungan tersebut melibatkan lebih banyak individu, sehingga akan terjadi hubungan yang lebih luas lagi. Seperti antar tetangga, antar individu di berbagai tempat, dan lain-lain. Di antara mereka biasanya terdapat suatu aturan tertentu yang disebut norma.

d. Kelompok Kelompok merupakan himpunan dari beberapa orang individu yang satu sama lain saling berhubungan secara teratur, saling mem perhatikan dan menyadari akan adanya manfaat kebersamaan. Ciri yang mendasar dari kelompok yaitu dengan adanya sesuatu hal yang dianggap milik bersama.

e. Komunitas (Community). Kesatuan hidup manusia yang menempati wilayah tertentu, lazimnya disebut community, misalnya desa petani di wilayah “X”, tempat warga petani memiliki hubungan dan ikatan yang kuat. Mereka berada di suatu tempat dengan batas wilayah yang jelas. Interaksi sosial yang sering mereka lakukan biasanya dengan rekan-rekan tetangga.

Semua konsep-konsep tersebut dijadikan dasar untuk mempelajari keluarga, kampung, dan komunitas-komunitas. Demikian juga dalam mempelajari wilayah-wilayah tertentu, manusia dari zaman tradisional sampai peradaban masa kini. Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antarmanusia yang memengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri. Adapun objek formalnya lebih ditekankan pada hubungan antarmanusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

2. Metode-Metode Sosiologi. Setelah mendapatkan gambaran dari pokok-pokok tentang ruang lingkup yang menjadi kajian objek sosiologi, perlu dijelaskan tentang cara atau metode sosiologi dalam mempelajari objek-objeknya. Untuk mempelajari objek yang menjadi kajiannya, sosiologi memiliki cara kerja atau metode yang terbagi atas dua jenis, yaitu :

a. Metode Kualitatif. Metode kualitatif mengutamakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar diukur dengan angka atau ukuran yang matematis meskipun kejadian itu nyata dalam masyarakat. Beberapa metode yang termasuk dalam metode kualitatif adalah sebagai berikut :

1) Metode historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa masa silam untuk merumuskan prinsipprinsip umum.

2) Metode komparatif, yaitu metode pengamatan dengan membandingkan bermacam-macam masyarakat serta bidangbidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku suatu masyarakat pada masa lalu dan masa mendatang.

3) Metode studi kasus, yaitu suatu metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, ataupun individu-individu. Alat-alat yang digunakan dalam studi kasus adalah wawancara (interview), pertanyaan-pertanyaan atau kuesioner (questionaire), daftar pertanyaan, dan teknik keterlibatan si peneliti dalam kehidupan sehari-hari dari kelompok sosial yang sedang diamati (participant observer technique).

b. Metode Kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode statistik yang bertujuan untuk menggambarkan dan meneliti hubungan antarmanusia dalam masyarakat secara kuantitatif. Pengolahan data secara statistik banyak dilakukan para ahli ilmu sosial untuk data yang bersifat angka (data kuantitatif). Pengolahan data dengan menggunakan statistik tidak berarti menuntut seseorang menjadi ahli statistik. Penggunaan statistik dalam sosiologi tidak harus menggunakan teknik statistik tinggi. Pengolahan data statistik dapat dilakukan secara sederhana. Kemampuan untuk mencari nilai rata-rata (mean, mode, median) atau dengan menggunakan tabel Distribusi Frekuensi, telah dapat dan biasa Anda lakukan.

Di sekolah, Anda juga telah belajar keterampilan matematis yang berguna untuk membantunya dalam mengolah data secara statistik. Di samping metode-metode tersebut, masih ada beberapa metode lain, yaitu sebagai berikut :

1) Metode deduktif, yaitu metode yang dimulai dari kaidah-kaidah yang berlaku umum untuk kemudian dipelajari dalam keadaan yang khusus.

2) Metode induktif, yaitu metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih luas atau bersifat umum.

3) Metode empiris, yaitu suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan nyata di dalam masyarakat.

4) Metode rasional, yaitu suatu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.

5) Metode fungsional, yaitu metode yang digunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial masyarakat.

3. Hakikat Sosiologi. Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, antara lain sebagai berikut :

a. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan.

b. Dalam sosiologi, objek yang dipelajari adalah apa yang terjadi sekarang dan bukan apa yang seharusnya terjadi pada saat ini. Karena itu, sosiologi disebut pula ilmu pengetahuan normatif.

c. Dilihat dari segi penerapannya, sosiologi dapat digolongkan ke dalam ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat pula menjadi ilmu terapan (applied science).

d. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Berarti yang menjadi perhatiannya adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.

e. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukumhukum umum dari interaksi manusia serta sifat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat.

f. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum, bukan khusus, artinya mempelajari gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antarmanusia.

4. Manfaat Sosiologi. Pada hakikatnya ilmu pengetahuan timbul karena adanya hasrat ingin tahu dalam diri manusia. Hasrat ingin tahu tadi timbul karena banyak sekali aspek-aspek kehidupan yang masih gelap bagi manusia, dan manusia ingin mengetahui kebenaran dari kegelapan tersebut. Sama halnya dengan ilmu-ilmu lain, teori-teori yang ada dalam sosiologi memiliki tujuan untuk mencari kebenaran dari berbagai fenomena, gejala, dan masalah sosial.

Ditinjau dari aspek aksiologi, sosiologi memiliki nilai guna dalam menganalisis fenomena-fenomena sosial yang ada di masyarakat. Keragaman budaya seharusnya menyadarkan kita bahwa sangat penting memahami latar belakang sosial budaya yang berasal dari masyarakat lain. Kajian tentang fenomena sosial budaya tidak bermaksud untuk memberikan penilaian suatu budaya baik atau buruk, cocok atau tidak cocok bagi suatu masyarakat. Sosiologi tidak bertujuan untuk memberikan penilaian bahwa suatu kebudayaan lebih tinggi atau lebih rendah dari kebudayaan masyarakat lain. Namun, kita diajak untuk memahami keragaman budaya sebagai sesuatu yang dapat memperkaya kebudayaan dalam suatu masyarakat. Dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia yang multietnis, multikultural, sosiologi berperan untuk mewujudkan integrasi atau persatuan nasional. Pemanfaatan kedua ilmu itu yang lebih praktis sifatnya bisa dilihat pada penggunaannya untuk memperlancar proyek pembangunan, penyuluhan terhadap masyarakat seperti program keluarga berencana, bahaya narkoba, dan penegakan hukum.

 

Pengertian Konsep Keanekaragaman Hayati

Pengertian Konsep Keanekaragaman Hayati

Pengertian Konsep Keanekaragaman Hayati

Ada beraneka ragam makhluk hidup di sekitar kita. Kalian mengenal berbagai kelompok makhluk hidup (mikroorganisme, protista, jamur, tumbuhan, dan hewan) yang masing-masing memiliki jenis dengan sifat yang beraneka ragam. Tapi apakah kalian tahu, bahwa dalam satu jenis makhluk hidup kalian masih menemukan adanya keanekaragaman? Pohon mangga misalnya, ada beragam jenis pohon mangga yang kita kenal, misalnya mangga arum manis, manalagi, dan sebagainya. Bagaimana keane karagaman tersebut terjadi? Bagaimana cara mengenal organisme yang ber aneka ragam tersebut? Kalian akan mengetahui jawabannya dalam uraian bab ini. Keanekaragaman Hayati Dok. PIM VI Bab 118 Biologi Kelas X Dalam uraian berikut kalian akan mempelajari konsep dan manfaat keanekaragaman hayati. Kalian akan mempelajari keunikan, persebaran, dan keanekaragaman hayati di Indonesia. Kalian juga akan mempelajari kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati dan upaya pelestariannya. Selain itu, kalian akan mempelajari prinsip-prinsip pengelompokan dan identifi kasi makhluk hidup. Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan dapat mendeskripsikan konsep keanekaragaman hayati dan memberikan contoh keanekaragaman hayati di Indonesia dan berbagai permasalahannya. Selain itu, kalian juga diharapkan dapat memahami konsep taksonomi dan identifi kasi makhluk hidup.

Pengertian Konsep Keanekaragaman Hayati
Pengertian Konsep Keanekaragaman Hayati

A. Konsep Keanekaragaman Hayati

Semua makhluk hidup memiliki beberapa sifat yang sama sehingga mereka dikatakan hidup. Kesamaan sifat makhluk hidup tersebut adalah bernapas, memerlukan makanan, mengeluarkan zat sisa, berge rak, tumbuh, berkembang biak, beradaptasi, dan memiliki bahan genetik.Selain kesamaan (keberagaman) tersebut, berbagai makhluk hidup juga memiliki perbedaan (beraneka ragam). Ketika kalian mengamati berbagai jenis makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan, protista, fungi, virus, maupun organisme prokariotik), kalian akan menemukan adanya sifat-sifat yang beraneka ragam. Keanekaragaman tersebut tidak hanya terdapat antarkelompok atau antarjenis, tetapi juga antarindividu dalam satu spesies. Pada ayam, misalnya, kita mengenal berbagai jenis ayam, yaitu ayam kampung, ayam kate, dan ayam hutan. Ketiga jenis ayam tersebut memiliki perbedaan tertentu. Selain itu, di antara individu dari jenis ayam yang sama, ayam kampung misalnya, juga memiliki beberapa sifat yang tidak sama, mungkin bulunya ada yang berwarna polos dan ada pula yang berbintik-bintik (blorok). Ini menunjukkan bahwa tidak ada makhluk hidup yang sama persis, bahkan anak kembar pun antara satu dengan yang lain memiliki ciri tertentu yang membedakannya. Sifat-sifat tersebut menunjukkan adanya keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman pada makhluk hidup yang menunjukkan adanya variasi bentuk, penampilan, ukuran, serta ciri-ciri lainnya. Keanekaragaman hayati disebut juga biodiversitas (biodiversity), meliputi keseluruhan berbagai variasi yang terdapat pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem di suatu daerah. Keanekaragaman ini terjadi karena adanya pengaruh faktor genetik dan faktor lingkungan yang memengaruhi fenotip (ekspresi gen).

1. Keanekaragaman Gen Setiap makhluk hidup tersusun atas sel, dan di dalam sel tersebut terdapat gen. Gen merupakan substansi yang berfungsi membawa sifat. Sifat yang dimiliki oleh induk jantan dan betina dibawa oleh gen untuk diwariskan kepada keturunannya. Gen terdapat dalam kromosom yang berada dalam inti sel. Wujud gen berupa potongan atau segmen dari rantai terpilin (ADN). Setiap individu memiliki susunan gen yang khas, meskipun jumlah gennya sama. Keanekaragaman gen menunjukkan adanya variasi susunan gen pada individu-individu sejenis. Gen-gen tersebut mengekspresikan berbagai variasi dari satu jenis makhluk hidup, seperti tampilan pada warna mahkota bunga, ukuran daun, tinggi pohon, dan sebagainya. Contohnya kita amati pada tanaman padi dan rambutan. Tanam an rambutan memiliki empat varietas yang berbeda, yaitu varietas aceh, varietas rafi a, varietas jakarta, dan varietas lampung. Demikian juga pada tanaman padi yang terdiri dari varietas IR, PB, rojolele, sedani, delanggu, dan bumiayu. Contoh lain adalah variasi warna pada bunga tembelekan (Gambar 6.1). Meskipun jenisnya sama-sama bunga tembelekan, tetapi warna bunganya bermacam-macam. Ada yang putih, ungu, maupun kuning. Munculnya variasi warna tersebut di kendalikan oleh gen.

2. Keanekaragaman Jenis Keanekaragaman hayati tingkat jenis menunjukkan keanekaragaman atau variasi yang terdapat pada berbagai jenis atau spesies makhluk hidup dalam genus yang sama. Pada berbagai spesies tersebut terdapat perbedaan-perbedaan sifat. Contohnya adalah tumbuhan ketela rambat (Ipomoea batatas) dan tumbuhan krangkungan (Ipomoea crassicaulis). Meskipun berada dalam genus yang sama, yaitu Ipomoea, kedua tumbuhan tersebut memiliki sifat-sifat yang berbeda. Ketela rambat tumbuh merambat atau menjalar sedangkan krangkungan tumbuh tegak. Contoh lain adalah pada genus Ficus, misalnya antara pohon beringin (Ficus benjamina) dan pohon preh (Ficus ribes). Perhatikan Gambar 6.2. Keanekaragaman sifat-sifat tersebut digunakan untuk menentukan kedudukan tumbuhan-tumbuhan tersebut dalam takson atau kategori taksonomi.

3. Keanekaragaman Ekosistem Dalam aktivitas kehidupannya makhluk hidup selalu berinteraksi dan bergantung pada lingkungan sekitarnya. Ketergantungan ini berkaitan dengan kebutuhan akan oksigen, cahaya matahari, air, tanah, cuaca, dan faktor abiotik lainnya. Komponen abiotik yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan cara adaptasi berbagai jenis makhluk hidup (komponen biotik). Hal ini menunjukkan adanya keaneka ragaman ekosistem. Keanekaragaman ekosistem merupakan keanekaragaman suatu komunitas yang terdiri dari hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme di suatu habitat. Misalnya, hutan hujan, hutan gugur, hutan tropis, padang rumput, padang lumut, ladang, danau, dan sebagainya.

Pada lingkungan lain, kita dapat mengamati bahwa ikan yang hidup di sungai yang mengalir deras berbeda dengan ikan yang hidup di air yang tenang. Demikian juga ganggang yang berada di perairan deras berbeda dengan ganggang yang hidup di perairan tenang. Hal ini menggambarkan bahwa sungai aliran deras membentuk ekosistem yang berbeda dengan sungai tergenang.

Mengamati Keanekaragaman Hayati di Lingkungan Sekitar

A. Dasar teori Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman pada makhluk hidup yang menunjukkan adanya variasi bentuk, penampilan, ukuran, serta ciri-ciri lainnya. Keanekaragaman hayati meliputi berbagai variasi yang terdapat pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem. Ekosistem merupakan penyusun lingkungan hidup di sekitar tempat tinggal kita. Di dalam setiap ekosistem tersebut terdapat komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik merupakan berbagai jenis makhluk hidup. Di dalam suatu ekosistem ditemukan berbagai jenis makhluk hidup dari berbagai takson. Di dalamnya bisa ditemukan adanya keanekaragaman jenis dan keanekaragaman gen. B. Tujuan Mengamati keanekaragaman ekosistem, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman gen di berbagai ekosistem C. Alat dan bahan 1. alat tulis 2. buku referensi D. Langkah percobaan 1. Buatlah kelompok kerja untuk melakukan percobaan ini. 2. Lakukanlah survei lingkungan sekitar tempat tinggal atau sekolah kalian. Tentukan berbagai jenis ekosistem yang ada, misalnya ekosistem sawah, ekosistem sungai, ekosistem kolam, dan lain-lain (minimal 2 ekosistem). 3. Amati keadaan setiap ekosistem tersebut. Hal yang harus kalian amati meliputi berbagai jenis makhluk hidup yang ada dan interaksi yang terjadi antarmakhluk hidup tersebut dan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. 4. Amati pula keanekaragaman gen dari setiap spesies yang kalian temui. 5. Susunlah hasil pengamatan kalian dalam sebuah tabel. Berikut contoh tabel dan cara mengisinya.

Jawablah soal-soal berikut ini dengan tepat. 1. Apa yang dimaksud dengan keseragaman dan apa yang dimaksud dengan keanekaragaman? Jelaskan dengan beberapa contoh. 2. Jelaskan pengertian keanekaragaman hayati. 3. Jelaskan pengertian keanekaragaman gen. Berikan contohnya. 4. Jelaskan pengertian keanekaragaman jenis. Berikan contohnya. 5. Jelaskan pengertian keanekaragaman ekosistem. Berikan contohnya.

telisik

Lakukan pengamatan pada beberapa jenis hewan di lingkungan sekitar sekolah kalian. Coba temukan keanekaragaman hayati tingkat jenis pada hewan-hewan tersebut. Untuk mendukung analisis kalian, carilah data pendukung buku-buku di perpustakaan atau dari internet. Diskusikan hasilnya di dalam kelas.

Diskusi

Pergilah ke perpustakaan sekolah atau akseslah internet, lalu carilah informasi mengenai keanekaragaman gen pada manusia. Pada sifat-sifat manakah variasi itu terjadi dan apakah sifat-sifat tersebut bisa berubah? Diskusikan dengan teman sebangku kalian dan tuliskan hasilnya pada 2 lembar kertas HVS. Kumpulkan hasil diskusi kalian kepada guru.

Indonesia memiliki kurang lebih 47 ekosistem alami yang berbeda, mulai dari ekosistem salju abadi di Puncak Pegunungan Jaya Wijaya sampai berbagai macam ekosistem hutan dataran rendah di Kalimantan dan padang rumput di Sumbawa. Ada juga ekosistem danau yang dalam hingga rawa-rawa yang dangkal. Di daerah pesisir juga dijumpai ekosistem terumbu karang dan hutan bakau (mangrove). Keanekaragaman ekosistem ini melahirkan keanekaragaman jenis. Sumber: Moeljopawiro, 2001,

Terima Kasih Telah Berkunjung.

 

Konsep Kreatif Tentang Musik

Konsep Kreatif Tentang Musik

Konsep Kreatif Tentang Musik

Konsep Kreatif Tentang Musik – Kreatif adalah sifat yang dimiliki seseorang. Seorang yang kreatif mempunyai kemampuan untuk mencipta atau berkreasi. Kreasi adalah ciptaan, penciptaan, dan atau hasil daya cipta. Kreativitas merupakan kemampuan berpikir untuk berkreasi atau daya mencipta, dan kreativitas adalah keterampilan seseorang dalam menghasilkan sesuatu yang asli, unik, dan bermanfaat. Pengertian kreativitas seni musik yaitu kemampuan berpikir untuk berkreasi atau daya cipta di bidang seni musik.

Dalam tulisan Supriadi (1998:129) diungkapkan bahwa prestasi kreatif di bidang keilmuan menuntut tiga prasyarat yang harus dipenuhi, yaitu kemampuan intelektual yang memadai, motivasi dan komitmen untuk mencapai keunggulan, dan penguasaan terhadap bidang ilmu yang ditekuni.

 Konsep Kreatif Tentang Musik
Konsep Kreatif Tentang Musik

Dalam bidang ilmu seni dan budaya ketiga aspek tersebut secara interaktif membentuk perilaku kreatif yang kemudian menghasilkan intelektual, komitmen, penguasaan, intuisi dan faktor eksternal, yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang secara simultan membentuk prestasi kreatif di bidang keilmuan. Bagaimanakah gagasan-gagasan kreatif ilmuwan lahir? Tiga hal penting yang dapat mempengaruhi gagasan kreatif, yaitu : 1. kecakapan, 2. keterampilan, dan 3. motivasi.

Kecakapan adalah kemampuan intelektual yang ditunjukkan oleh prestasi akademiknya yang menonjol, motivasi yang kuat merupakan faktor untuk meraih prestasi, dan memililki komitmen yang kuat untuk mencapai keunggulan, serta kompetensi keterampilan adalah faktor yang dimiliki untuk penguasaan skill yang memadai terhadap bidang seni yang ditekuninya.

Lebih jauh Supriadi (1998:130) mengatakan ketiga aspek yang dapat membentuk prestasi kreatif, yaitu kecakapan, keterampilan, dan motivasi itu adalah sebagai faktor yang mendasari perilaku kreatif yang dapat berkembang subur di tengah lingkungan sosial budaya yang menunjang, yang antara lain ditandai oleh adanya peluang dan kebebasan untuk mewujudkan gagasangagasan kreatif, tersedianya akses terhadap sumber-sumber informasi yang memadai dan tumbuh budaya penghargaan bagi orang-orang yang berprestasi.

Konsep Kreatif Tentang Musik

Adakah tahapan yang dapat dilakukan dalam proses kreatif?

Lahirnya teori-teori dari para ilmuwan besar seperti Eistein, Newton, Comte, Clark, terkait dengan proses kreatif, sampai lahirnya gagasan-gagasan kreatif seseorang dalam praktek penelitian di sekolahnya adalah hasil dari proses kreatif yang mereka tempuh. Keterkaitan pernyataan mengenai teori dengan tahapan-tahapan proses kreatif adalah adanya beberapa aspek kegiatan yang meliputi: persiapan, inkubasi, iluminasi, dan evaluasi. Intuisi berada pada tahap iluminasi, artinya sebelum intuisi datang, sesungguhnya seseorang telah memikirkan masalah keilmuan yang dihadapinya.

Intuisi bukan hanya menyangkut proses pemecahan masalah, melainkan prosesidentifikasi masalah. Intuisi merupakan salah satu faktor penting dalam kreativitas keilmuan, sehingga pandangan Clark (1983) yang dikembangkan Kohler dalam Supriadi (1998) mengatakan intuisi merupakan suatu perwujudan dari kesadaran tingkat tinggi, dan intuisi tidak datang tanpa sebab. Ia didahului oleh proses berpikir dan didasari oleh perilaku dalam penguasaan yang cukup terhadap bidang ilmu yang ditekuni oleh individu.

Perilaku kreatif dalam bidang ilmu seni musik terlihat dalam cara: berpikir, bersikap, dan berkreasi atau berbuat kreatif ketika menghadapi masalahmasalah keilmuan. Berpikir kreatif secara operasional dirumuskan sebagai suatu proses yang tercermin dari kelancaran, fleksibelitas, dan orsinalitas dalam berpikir.

Donald Jack Davis dalam Pekerti (2007) merangkum beberapa perilaku kreatif yang relevan dengan pendidikan seni musik, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Perseptual, yaitu mencakup sikap dalam melihat, mengamati dan mengenali lingkungannya; melihat, mengamati, dan mengenali karya seni musik; mengembangkan kepekaan-pemahaman.

2. Pemahaman, yaitu mencakup sikap dalam memahami bahasa tentang ungkapan seni musik, memahami seniman dan dunia seninya.

3. Responsif, yaitu mencakup sikap belajar mengalami dan belajar menghayati.

4. Analitik, yaitu mencakup sikap mengklasifikasikan, mendeskripsikan, menjelaskan dan menginterprestasikan seni musik.

5. Mengevaluasi, yakni meliputi sikap mengkritisi, mengungkapkan, dan memprediksi karya musik.

6. Eksekusi, yakni meliputi sikap mengembangkan kreativitas, mensintesiskan, belajar menggunakan alat dan media ungkap dalam berolah musik, serta membuat dan menyajikan karya seni musik.

7. Menilai, yaitu mencakup berbagai jenis sikap penilaian sebuah karya musik.

Konsep Kreatif Tentang Musik

Pembentukan pribadi yang harmonis dapat dilakukan dengan cara memperhatikan kebutuhan perkembangan kemampuan dasar melalui pendekatan belajar dengan seni, belajar melalui seni dan belajar tentang seni. Mengapa kamu perlu mengenal dan menampilkan musik kreasi? Mengapa pula Kamu dituntut untuk menerapkan tahapan proses kreatif dalam berkarya musik?

Pada dasarnya setiap orang yang lahir ke dunia ini dibekali sifat kreatif, inovatif, dan unik. Jika kamu sedang menjalankan proses belajar dan mampu mendesain kehidupannya yang lebih baik dan menyenangkan, maka kreativitas adalah sebuah piranti dalam mengubah dan membuat jurus-jurus praktis yang tepat dan mengenai sasaran yang siap pakai untuk siapa saja yang mendambakan kehidupan lebih sukses dan estetis. Kesuksesan berakar dari ide dan gagasan yang cemerlang.

Hal tersebut dibebabkan bahwa konsep kreatif untuk mewujudkan kreativitas seseorang akan menunjukkan kepada cara cemerlangnya ide yang akan membawa ke tempat tujuan. Kehidupan kreatif dapat meningkatkan pengertian dan apresiasi akan berbagai gagasan baru, sesama manusia, dan dunia secara umum. Kreativitas pada akhirnya harus tumbuh dari perpaduan unik antara ciri kepribadian dan kecerdasan pribadi yang menjadikannya berbeda.

Untuk mempelajari cara mengembangkan dan meningkatkan kreativitas, kamu harus mulai memupuk dan mengembangkan jiwa kreatif. Ada empat unsur dasar sebagai pembentuk jiwa kreatif yakni sebagai berikut. CORE merupakan inti bagi kegiatan kreativitas. Memetakan zona kenyamanan yakni bagaimana cara menilai jiwa kreatif dan CORE?

Cari tahu: seberapa besarkah rasa ingin tahu kamu tentang jiwa kreatif? Seberapa besarkah rasa ingin tahu kamu dalam mengendalikan dorongan mencipta, bereksperimen dan membangun jiwa kreatif?

Olah Keterbukaan: seberapa terbukakah kamu dalam kehidupan kreatif?

Risiko: seberapa beranikah kamu menanggung risiko ketika akan menncoba sesuatu yang kreatif?

Energi: seberapa besarkah/seberapa tinggikah semangat kamu dalam melakukan hal kreatif? Jiwa kreatif akan tumbuh dan berkembang jika dalam menyikapi masalah hidup kamu melakukannya dengan dilambari rasa ingin tahu dengan kekuatan bertanya, berolah keterbukaan dalam bersikap fleksibel dan hormat dalam menghadap hal baru, keberanian dalam menanggung risiko untuk meninggalkan zona kenyamanan, dan penuh dengan energi sebagai pendorong kerja dan pemercik hasrat.

Jordan Ayan seorang pelopor kreativitas dan kreator yang ulung dan unggul, dalam bukunya yang berjudul Bengkel Kreativitas (2002:13) dikatakan kreativitas membuka pikiran dan menjadikan semangat dan merasa hidup. Kamu dapat menyalurkan kreativitas melalui kegiatan berolah seni atau berkreasi musik. Musik adalah sebuah media kreativitas untuk menghasilkan kreasi-kreasi yang khas dan unik.

Dalam menampilkan musik kreasi, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah aspek-aspek yang bermuara pada kemampuan dasar seni. Untuk mengingatkan aspek utama dalam mencapai tampilan musik kreasi yang baik, perlu ditanamkan kemampuan dasar yang optimal dalam kancah pembelajaran musik kreasi.

Pekisef adalah kemampuan dasar seni musik yang harus dikuasai oleh seorang pengajar seni musik, yaitu penjelasannya meliputi:

1. Perseptual: kemampuan menanggapi hasil pengamatan dalam kegiatan bermusik, dan mengembangkan aspek kreativitas.

2. Emosional: kemampuan pengendalian emosi mengenai ketekunan, kesabaran, rasa aman dalam kegiatan bermusik.

3. Kreativitas: merupakan kemampuan tubuh terutama dalam pengendalian berkreasi atau mencipta, berkreasi musik.

4. Intelektual dan Inovatif : kemampuan berfikir dan pemahaman kognisi dalam kegiatan musik serta mampu merubahnya dalam melakukan kreatvitas musik.

5. Sosial: berkaitan dengan kemampuan dalam berhubungan dengan orang lain dan lingkungannya dalam kegiatan musik.

6. Estetik: kemampuan rasa keindahan dalam berolah dan pergelaran musik,

7. Fisikal: kemampuan tubuh terutama dalam pengendalian berolah/berkreasi musik.