Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks Berita

Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks Berita

Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks Berita

Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks Berita
Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks Berita

Pelajaran ini merupakan proses pembelajaran bahasa Indonesia yang berbasis teks berita. Teks berita merupakan teks yang berisi berita tentang segala yang terjadi di dunia yang ditulis di media cetak, disiarkan di radio, ditayangkan di televisi, atau diunggah di situs. Berita berisi fakta, tetapi tidak semua fakta diangkat menjadi berita. Pembelajaran teks berita membantu peserta didik memeroleh wawasan pengetahuan yang lebih luas agar terampil berpikir kritis dan kreatif serta bertindak efektif menyelesaikan permasalahan kehidupan nyata yang tidak terlepas dari kehadiran teks. Beberapa berita dibahas untuk diambil hikmahnya dan digunakan sebagai motivasi dalam meraih citacita dan mencipta citra pribadi peserta didik.

Permasalahan ini dibahas untuk menguatkan kapasitas peserta didik guna memanfaatkan keberadaan bahasa Indonesia dalam menempatkan diri sebagai cerminan sikap bangsa Indonesia di lingkungan pergaulan dunia global. Untuk itu, pelajaran ini dikemas dengan menggunakan tema menyikapi berita dunia dari semua sudut pandang. Tema pelajaran ini dibahas dalam tiga tahap kegiatan pembelajaran berbasis teks: pembangunan konteks dan pemodelan teks berita, kerja bersama membangun teks berita, serta kerja mandiri membangun teks berita.

Tahapan kegiatan pembelajaran teks tersebut dilakukan untuk membangun teks yang menerapkan pembelajaran saintifik dengan model pembelajaran teks berbasis masalah (problem based learning), pembelajaran teks berbasis proyek (project based learning), dan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning), serta penilaian autentik. Untuk memproses pembelajaran teks berita ini, telah tersedia tugas-tugas belajar yang beragam guna mencapai kompetensi yang diharapkan dan membangkitkan kegembiraan serta kegemaran belajar.

Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks Berita

Segala hal yang terjadi di dunia ini bisa dijadikan berita. Mulai dari berita kelahiran, tumbuh kembang bayi, sekolah anak, kejadian di masa remaja, proses masuk perguruan tinggi, kelulusan, pernikahan, hingga kematian. Semua berita tersebut bisa dinarasikan dalam berbagai sudut pandang. Kepiawaian seorang jurnalis dalam menyajikan berita yang menarik akan terlihat dari respon pembaca dan penyimak berita tersebut. Namun demikian, tidak semua kejadian layak diangkat menjadi topik berita.

Hanya kejadian yang baru, penting, dan bermakna yang berpengaruh pada para pendengar atau pembacanya serta relevan dan layak dinikmati oleh mereka yang biasanya dijadikan berita. Berita telah menjadi kebutuhan dasar manusia modern di seluruh penjuru dunia. Berita merupakan suatu narasi, artinya berita mengikuti syarat-syarat sebagai suatu narasi. Di dalam berita terdapat rangkaian peristiwa. Rangkaian peristiwa tersebut mengikuti jalan cerita atau logika tertentu. Karena berita bukan bentuk salin tempel (copy paste) dari kenyataan, maka tidak semua peristiwa dimasukkan dalam berita. Ada beberapa bagian yang dihilangkan karena tidak sesuai dengan jalan cerita yang hendak disampaikan. Agar pembaca dapat mengikuti peristiwa yang disajikan oleh jurnalis, peristiwaperistiwa dirangkai menjadi sebuah cerita. Peristiwa satu dirangkai dengan peristiwa lain membentuk suatu struktur cerita. Pada kegiatan ini kalian diajak mencermati teks berita dengan topik yang berkaitan dengan berita dunia. Beberapa teks disajikan serta dianalisis menurut struktur teks dan ciri kebahasaannya.

Memahami Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks

“’Kencan’ Diplomatik 505 Kilometer per Jam” Pada tugas ini kalian diajak untuk memahami struktur teks berita dengan menguak konteks peristiwa yang terjadi yang dijadikan berita. Jawablah pertanyaan berikut sebelum kalian membaca teks “’Kencan’ Diplomatik 505 Kilometer per Jam”! 1) Kalian pernah membaca koran, bukan? Tulisan di koran tidak semuanya berisi berita, ada pula yang berisi informasi dan hiburan. Coba kalian jelaskan mengapa bisa demikian? 2) Pemilihan presiden di suatu negara merupakan sebuah berita, coba kalian sebutkan peristiwa dunia lain yang bisa dijadikan berita! 3) Dalam melakukan suatu pertemuan antara dua negara terdapat beberapa cara yang dilakukan oleh negara yang bersangkutan. Salah satunya adalah melakukan pertemuan untuk membahas suatu penawaran tertentu yang akan menguntungkan kedua belah pihak. Demikian halnya yang dilakukan oleh dua negara dalam teks berikut. Bacalah dengan cermat! Berikut ini disajikan teks berita “’Kencan’ Diplomatik 505 Kilometer per Jam” yang menjadi model dalam pembelajaran ini. Bacalah dan pahami teks tersebut dengan teliti!

“Kencan” Diplomatik 505 Kilometer per Jam 1 Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang Caroline Kennedy menjalani “kencan” istimewa dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Sabtu (12/4). 2Di tengah hawa sejuk awal musim semi dan keindahan pemandangan bunga sakura di lereng Gunung Fuji, Abe mengajak Kennedy berjalanjalan dengan kecepatan tinggi. “Saya berharap Duta Besar Kennedy akan menikmati paket lengkap Jepang: keindahan bunga sakura, Gunung Fuji, dan teknologi tercanggih,” ujar Abe santai sebelum memulai perjalanan. 3 Hari itu, Abe mengajak Kennedy menjajal kereta api (KA) magnetik supercepat yang akan ditawarkan kepada AS. KA canggih ini menggunakan teknologi magnetic levitation (maglev) yang menerapkan daya angkat magnetis sebagai sumber tenaga penggerak utama. Bahasa Indonesia 85 4 Dengan menerapkan teori dasar magnetisme bahwa kutub magnet yang sama akan saling menolak, keret tanpa roda ini akan terangkat 10 sentimeter dari relnya saat diaktifkan. Tanpa gesekan antara roda dan rel, KA ini pun dapat melaju lebih cepat, lebih mulus, dan lebih tak bersuara dibandingkan KA konvensional. 5 Abe dan Kennedy memulai perjalanan mereka dari Stasiun Yamanashi Maglev Test Line di dekat Gunung Fuji. Sambil tersenyum, Abe pun menunjukkan keunggulan teknologi Jepang kepada duta besar negara sekutu utamanya itu. 6 Di tengah perjalanan, KA yang mereka tumpangi sempat menyentuh kecepatan 505 kilometer per jam atau setara dengan kecepatan jelajah pesawat penumpang bermesin turboprop ATR 72. 7 Menurut operator KA spesial ini, Central Japan Railway, pada saat uji coba tahun 2003 silam, kecepatan maksimum KA tersebut mencapai 581 km per jam. 8 KA maglev inilah yang akan ditawarkan Jepang kepada AS, satusatunya negara adidaya yang belum memiliki jaringan KA supercepat. Pemerintahan Presiden Barack Obama saat ini berinisiatif memulai pembangunan jaringan KA supercepat nasional di AS, yang akan dimulai dengan jalur dari Washington DC ke Baltimore, Maryland, sepanjang 60 km. Insentif khusus 9 Menurut harian bisnis Nikkei, pihak Central Japan Railway telah memberi penawaran insentif khusus dengan membebaskan biaya lisensi jika AS jadi memilih teknologi maglev Jepang untuk ruas pertama ini. 10 Nikkei menambahkan, Pemerintah Jepang berencana membayar separuh dari biaya lisensi sebesar 1 triliun yen (Rp112,7 triliun) melalui Japan Bank for International Cooperation. 11 Meski demikian, Jepang masih harus bersaing dengan negaranegara pemilik teknologi KA supercepat lain, seperti Kanada, Prancis, dan Jerman. 12 Usai “kencan” diplomatik tersebut, Abe mengatakan, “Setelah saya bisa berbagi pengalaman ini dengan Duta Besar Kennedy hari ini, saya harap dia pun akan berbagi cerita ini dengan Gedung Putih.” 13 Kennedy, satu-satunya anak mantan Presiden John F. Kennedy yang masih hidup, menimpali, teknologi maglev tersebut adalah sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat besar bagi Jepang. “Dan semoga bagi AS juga,” ujar dia. 14 Jepang sendiri sedang berencana membangun jalur komersial KA maglev yang akan menghubungkan Tokyo dengan Nagoya di Jepang tengah pada 2027. 15 Pada 2045, jalur KA maglev tersebut akan menghubungkan Tokyo dengan Osaka di Jepang Barat dan mempersingkat waktu perjalanan dari sekitar tiga jam saat ini dengan KA peluru Shinkansen menjadi hanya sekitar 67 menit. (Sumber: Kompas, Senin, 14 April 2014, halaman 10)

Setelah membaca teks berita “’Kencan’ Diplomatik 505 Kilometer per Jam” itu, coba kalian jawab pertanyaan berikut!

1) Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dalam pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang Caroline Kennedy pada Sabtu, 12 April 2014 mengatakan: “Saya berharap Duta Besar Kennedy akan menikmati paket lengkap Jepang: keindahan bunga sakura, Gunung Fuji, dan teknologi tercanggih”. Teknologi tercanggih apakah yang dimaksud oleh Perdana Menteri tersebut? 2) Dalam pertemuan tersebut, apa yang ingin ditawarkan pemerintah Jepang kepada Amerika Serikat? 3) Mengapa kereta api itu disebut sebagai kereta api canggih? Sebutkan alasannya!

Mari kita uraikan teks berita yang berjudul “’Kencan’ Diplomatik 505 Kilometer per Jam” tersebut menurut struktur teksnya. Struktur teks merupakan gambaran cara teks tersebut dibangun. Kalian dapat mengamati bahwa teks berita disusun dengan struktur teks orientasi berita diikuti peristiwa lalu sumber berita. Sumber berita tidak selalu berada di akhir berita. Ia bisa berada di dalam berita itu sendiri.

 

Kesadaran Bela Negara dalam Konteks Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara

Kesadaran Bela Negara dalam Konteks Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara

Pasal 27 ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan
bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan
negara. Ikut serta dalam kegiatan bela negara diwujudkan dengan berpartisipasi
dalam kegiatan penyelenggaraan pertahanan dan kemanan negara, sebagaimana mqdefault
di atur dalam Pasal 30 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang
menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam
usaha pertahanan dan keamanan negara. Kedua ketentuan tersebut menegaskan
bahwa setiap warga negara harus memiliki kesadaran bela negara. Apa sebenarnya
kesadaran bela negara itu?
Kesadaran bela negara pada hakikatnya merupakan kesediaan berbakti pada
negara dan berkorban demi membela negara. Upaya bela negara selain sebagai
kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh
kesadaran, tanggung jawab dan
rela berkorban dalam pengabdian
kepada negara dan bangsa.
Sebagai warga negara sudah
sepantasnya ikut serta dalam bela
negara sebagai bentuk kecintaan
kita kepada pada negara dan
bangsa.
Saat ini masih ada
kecenderungan masyarakat yang
menafsirkan bahwa bela negara
itu merupakan tanggung jawab
TNI dan POLRI. Bela negara
bukanlah tanggung jawab TNI
dan POLRI saja, tetapi merupakan
tanggung jawab semua warga
negara sebagai komponen bangsa.
Kesadaran bela negara
banyak sekali cara untuk untuk
mewujudkannya Membela
negara tidak harus dalam wujud
perang atau angkat senjata, tetapi
dapat juga dilakukan dengan
cara lain seperti ikut dalam
mengamankan lingkungan sekitar,
membantu korban bencana,
menjaga kebersihan, mencegah
bahaya narkoba, mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok,
meningkatkan hasil pertanian, cinta produksi dalam negeri, melestarikan budaya
Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi baik pada tingkat
nasional maupun internasional, termasuk belajar dengan tekun dan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler seperti pramuka dan lain sebagainya.

Desentralisasi atau Otonomi Daerah dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (2)

Desentralisasi atau Otonomi Daerah dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (2)

2. Otonomi Daerah
Banyak definisi yang dapat menggambarkan tentang makna otonomi daerah. Berikut adalah beberapa definisi tentang otonomi daerah yang dikemukakan para ahli dalam buku Menyikap Tabir Otonomi Daerah di Indonesia karangan H.M. Agus Santoso, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. C. J. Franseen, mendefinisikan otonomi daerah adalah hak untuk mengatur urusan-urusan daerah dan menyesuaikan peraturan-peraturan yag sudah dibuat dengannya.
2. J. Wajong, mendefinisikan otonomi daerah sebagai kebebasan untuk memelihara dan memajukan kepentingan khusus daerah dengan keuangan sendiri, menentukan hukum sendiri dan pemerintahan sendiri.
3. Ateng Syarifuddin, mendefinisikan otonomi daerah sebagai kebebasan atau kemandirian tetapi bukan kemerdekaan. Namun kebebasan itu terbatas karena merupakan perwujudan dari pemberian kesempatan yang harus dipertanggungjawabkan.

  1. Menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
    Otonomi daerah adalah kewajiban yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut aspirasi masyarakat untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Adapun yang dimaksud dengan kewajiban adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat. teori otonomi daerah

3. Otonomi Daerah dalam Konteks Negara Kesatuan
Negara Republik Indonesia sebagai negara kesatuan menganut asas
desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, dengan memberikan
kesempatan dan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi
daerah.
Pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia diselenggarakan dalam rangka
memperbaiki kesejahteraan rakyat. Pengembangan suatu daerah dapat disesuaikan
oleh pemerintah daerah dengan memperhatikan potensi dan kekhasan daerah
masing-masing. Hal ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi pemerintah
daerah untuk membuktikan kemampuannya dalam melaksanakan kewenangan
yang menjadi hak daerah.
Pelaksanaan otonomi daerah selain berlandaskan pada acuan hukum, juga
sebagai implementasi tuntutan globalisasi yang diberdayakan dengan cara
memberikan daerah kewenangan yang lebih luas, lebih nyata, dan bertanggung
jawab terutama dalam mengatur, memanfaatkan dan menggali sumber-sumber
potensi yang ada di daerahnya masing-masing. Maju atau tidaknya suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuan dan kemauan untuk melaksanakan
pemerintahan daerah. Pemerintah daerah bebas berkreasi dan berekspresi dalam
rangka membangun daerahnya.