Cara Memberikan Kritik Kalimat dan Contoh Yang Baik dan Benar

Cara Memberikan Kritik Kalimat dan Contoh Yang Baik dan Benar

Cara Memberikan Kritik Kalimat dan Contoh Yang Baik dan Benar

Cara Memberikan Kritik – Dalam bagian ini, Anda akan berlatih memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak atau elektronik. Sebelum itu, pahamilah terlebih dahulu materi mengenai kritik. Dengan demikian, daya kritis Anda akan meningkat. Kemampuan mengemukakan gagasan Anda pun akan bertambah.

Cara Memberikan Kritik – Sebelumnya, Anda telah mendengarkan informasi. Mungkin informasi-informasi tersebut tidak sesuai dengan pendapat Anda. Anda ingin memberikan kritik tentang informasi tersebut. Anda dapat memberikan kritik terhadap informasi yang Anda dapat. Namun, Anda tidak boleh sembarangan memberikan kritik. Ada etika dan cara mengkritik yang baik. Dengan kritik yang baik, kita dapat berperan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian masalah, suksesnya suatu pekerjaan, dan lain-lain. Oleh karena itu, kali ini Anda akan mempelajarinya. Jika Anda amati, informasi yang Anda dengar tentang monorail pada pembelajaran sebelumnya merupakan sebuah kritik terhadap persoalan monorail.

 Kritik tersebut tersusun berdasarkan pokok persoalan yang menjadi perdebatan umum di kalangan masyarakat, di antaranya: Apa isunya? Pembangunan monorail di Jakarta. Kapan dimunculkan? Pertengahan tahun 2003. Apa yang menjadi latar belakangnya? Terutama tentang persoalan ketidaksiapan pihak konsorsium pelaksananya. Sejak rencana proyek ini mulai digagas dan diungkapkan, sebenarnya sudah banyak pihak yang mempertanyakan kesiapan Pemprov Jakarta dalam pembangunan proyek besar di bidang transportasi ini. Pertanyaan tersebut bukan berkaitan dengan bermanfaat atau tidak monorail, melainkan lebih tentang pihak swasta atau investor yang akan menjadi partner Pemprov Jakarta dalam merealisasikan proyek prestisius tersebut.

Cara Memberikan Kritik – Misalnya saja mempertanyakan garansi atau jaminan yang dapat diberikan Pemprov Jakarta bahwa investor yang akan digaet benar-benar profesional dan memiliki kapasitas. Sayangnya, semua pertanyaan publik itu tidak pernah mendapat jawaban jelas dan tegas dari pihak Pemprov Jakarta dan pelaksanaan proyek ini semakin memburuk hingga kini. Kritik tersebut juga tersusun dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar serta runtut. Kritik tersebut dapat dipahami karena disertai alasan berdasarkan analisis yang dilakukan sebelumnya. Jadi, kritik tersebut tidak asal ucap, tetapi berdasarkan pemahaman dan pemikiran yang mendalam. Oleh karena itu, kritik seperti itu dapat menjadi bahan masukan yang bermanfaat untuk memecahkan suatu masalah. Berikut ini terdapat sebuah informasi yang menjadi perdebatan umum di masyarakat.

Cara Memberikan Kritik
Cara Memberikan Kritik –

Kenaikan Harga BBM dan Kemiskinan: Tanggapan atas Tanggapan 

Cara Memberikan Kritik – Sebagai peneliti yang melakukan kajian tentang kenaikan harga BBM termasuk kemiskinan, saya sebetulnya sangat gembira melihat begitu banyaknya tanggapan terhadap studi ini. Tetapi saya ikut sedih melihat kebanyakan tanggapan tidak diikuti dengan analisis yang menggunakan metodologi yang memadai. Umumnya tanggapan ini lebih disebabkan oleh sangkaan yang tidak mendasar sehingga seolaholah riset ini dilakukan secara parsial tanpa melihat kelompok yang lain dan kurang jelas. Mari sedikit saya jelaskan bagaimana sejarah penelitian ini. Penelitian ini dimulai sejak tahun 2000 pada saat LPEM diminta baik oleh Kantor Menko Perekonomian (Pak Kwik Kian Gie masih menjadi Menko) dan Departemen ESDM (Pak Presiden SBY waktu itu menjadi menterinya) menyiapkan kajian tentang dampak makro BBM. Kajian dimulai dari sekedar analisis sangat sederhana dengan melihat perbedaan harga domestik dan luar negeri dan distribusi penerima subsidi BBM. Kebetulan saya pribadi sejak tahun 1992 melakukan riset individual melihat dampak regresif dari harga BBM. Karena BBM dinaikkan setiap tahun (2001 dan 2002) maka LPEM diminta melanjutkan proses ini termasuk melakukan sosialisasi di beberapa daerah di Indonesia tentang dampak BBM. Metodologi penelitian pun disempurnakan setelah mendapatkan feedback dari pertanyaan di daerah saat kami melakukan sosialisasi termasuk dalam melihat dampaknya terhadap rumah tangga khususnya rumah tangga miskin.

Cara Memberikan Kritik – Bagaimana Dampak terhadap Kemiskinan dihitung? Dalam melakukan analisis ini kami menggunakan baik pendekatan Computable General Equlibrium (CGE) maupun pendekatan sistem permintaan yang dikembangkan oleh Prof. Angus Deaton dari Princeton University yang hingga kini dianggap merupakan pendekatan empirikal terbaik. Sumber data yang digunakan sepenuhnya berasal dari Susenas yang diterbitkan oleh BPS yang menjadi dasar perhitungan tingkat kemiskinan di Indonesia. Dalam menghitung dampak harga baik secara langsung, maupun tidak langsung kami menggunakan hasil dari model CGE sehingga sudah memperhitungkan dampak tambahan (multiplier) dari kenaikan BBM. Dengan menggunakan elastisitas permintaan yang diestimasi secara terpisah, hasil perhitungan dampak harga ini kemudian dimasukkan dalam persamaan yang merupakan hasil optimasi konsumen dalam memaksimumkan tingkat kesejahteraan dengan kendala anggaran. Kenaikan harga tentu akan mengakibatkan penurunan daya beli (pendapatan riil). Dampak ini sangat bervariasi tergantung pada pola konsumsi dan sensitivitas dari harga setiap komoditi terhadap kenaikan harga BBM. Rumah tangga miskin umumnya relatif terproteksi mengingat tiga hal. Pertama, pangsa konsumsi langsung BBM relatif kecil. Untuk BBM non minyak tanah, pangsa kelompok 40% terbawah kurang dari 1 % dari total pendapatan. Hanya minyak tanah yang lumayan besar yaitu sekitar 2,6% dari total pengeluaran.

Cara Memberikan Kritik – Kedua, konsumsi komoditi yang sensitif terhadap kenaikan BBM pun relatif kecil seperti pengeluaran untuk transportasi. Ketiga, Komoditi yang dominan dalam pola konsumsi rumah tangga 40% terbawah yaitu beras sebetulnya juga tidak bergerak banyak karena harga komoditi ini dijaga oleh pemerintah dan kenaikan harga BBM dilakukan pada saat siklus harga beras mengalami penurunan. Walhasil kalau kita lihat beban kenaikan harga BBM hingga tingkat pendapatan menengah atas cenderung meningkat lebih dari proposional dan menurun lagi – walaupun masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok 40% terbawah. Hasil perhitungan dampak pendapatan riil ini kemudian ditranslasikan dalam perhitungan indeks kemiskinan dengan menggunakan nilai pengeluaran RT yang baru setelah kenaikan harga BBM. Secara logis kemudian, tingkat kemiskinan meningkat. Simulasi kami menunjukkan peningkatan indeks kemiskinan yang terjadi untuk tahun 2005 lebih kecil daripada tahun 2002 atau 2003 (pada saat kenaikan dibatalkan) karena kenaikan harga kali ini tidak diikuti dengan kenaikan harga listrik. Tingkat kemiskinan kemudian mengalami penurunan tatkala kelompok termiskin mendapatkan kompensasi yang jumlahnya lebih besar dari kebutuhan untuk mempertahankan tingkat kesejahteraan yang sama seperti sebelum kenaikan harga BBM. Pendekatan ini dalam teori ekonomi mikro dikenalkan dengan pendekatan Compensating Variation – yang seharusnya dipahami oleh seluruh mahasiswa dan lulusan Fakultas Ekonomi. Jelas disini perhitungan yang kami lakukan mencakup seluruh rumah tangga yang ada dalam Susenas. Saya ingin menjelaskan secara gamblang dengan menggunakan contoh konkret tanpa menggunakan sistem persamaan permintaan di atas. Saya dalam menjelaskan ini secara sadar membiarkan terjadi double counting dalam perhitungan kenaikan biaya untuk memberikan semacam shockbreaker atau pengaman jika kebocoran benar-benar terjadi. Kita ambil rumah tangga yang pengeluarannya sama dengan garis kemiskinan. Berdasarkan Susenas 2002, garis kemiskinan rata-rata sekitar Rp114.000 per kapita per bulan. Untuk mendapatkan nilai garis kemiskinan tahun 2005, kita hitung dengan akumulasi inflasi selama tiga tahun yaitu 6% per tahun . Perhitungan ini menghasilkan garis kemiskinan baru sebesar Rp135 ribu per kapita per bulan. Supaya aman dengan memperhitungkan dampak inflasi tambahan dan mudah menghitungnya, kita mark-up saja menjadi Rp150 per kapita per bulan atau kira-kira Rp650 ribu per keluarga perbulan. Kenaikan BBM nonminyak tanah sebetulnya hanya meningkatkan biaya per rumah tangga hanya Rp6500 per bulan dan kalau biaya transportasi diperhitungkan lagi, total pengeluaran meningkat sekitar Rp12.000 per bulan per keluarga. Lalu, karena keluarga ini mendapatkan raskin 20 kg dan membayar hanya Rp1000 per kg, keluarga ini secara implisit mendapat transfer sebesar 20 x (Rp 2.800 – Rp1.000) = Rp.36.000 per bulan. Kalaupun beras yang diterima hanya 10 kg saja, transfer yang diterima adalah Rp18.000 per bulan dan jumlahnya masih lebih besar dari kenaikan biaya tersebut.Dengan menggunakan raskin saja, keluarga ini telah overcompensated. Apalagi kalau ditambahkan dengan pengeluaran pendidikan yang berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp160 ribu per bulan dan tabungan pengeluaran kesehatan karena berdasarkan Susenas 2002 dan di-markup untuk tahun 2005 kira-kira sekitar Rp20 ribu per bulan per keluarga. Harap dicatat pula simulasi di atas hanya memperhitungkan kompensasi beras plus SPP (hanya kira-kira sepertiga dari subsidi pendidikan yang direncanakan). Tanpa menggunakan perhitungan yang rumit tadi secara jelas, akibat transfer yang diperoleh kenaikan harga BBM tadi, pendapatan keluarga miskin mengalami kenaikan dan mendorong mereka keluar dari garis kemiskinan. Mengingat jarak ratarata pendapatan penduduk miskin dengan garis kemiskinan (poverty gap) di Indonesia tidak terlalu besar–karena mayoritas pendapatan mereka berada di sekitar garis kemiskinan, akan banyak keluarga miskin yang bisa terangkat. Tetapi bukan tidak ada keluarga yang mengalami turun status menjadi miskin akibat kenaikan BBM ini akibat RT ini tidak mendapatkan eligible mendapatkan kompensasi– ingat simulasi menunjukkan indeks kemiskinan meningkat hampir 0,5% atau 1 juta RT yang berubah menjadi miskin. Tetapi secara netto, jumlah yang terangkat lebih besar dibandingkan yang mengalami penurunan pendapatan. Siapa yang Dimenangkan dan Dikalahkan Akibat Kebijakan Ini? Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial yang mengambil pelajaran ekonomi pembangunan tentu paham tentang koefisien ketimpangan seperti Indeks Gini atau Indeks Theil. Menggunakan indeks Gini, kita tahu kalau mendekati nilai 1 maka distribusinya sangat timpang. Artinya, semua pendapatan suatu perekonomian dimonopoli oleh 1 keluarga. Kalau kita memakai indeks Gini ini untuk menghitung distribusi subsidi, hampir semua komponen BBM, indeksnya nyaris mendekati 1. Hanya minyak tanah yang nilai sekitar 0,6 – itu pun sudah timpang. Apa artinya hal ini?

Berita selangkapnya di Sumber: Pasific Link, 23 Agustus 2007

Pengertian Tentang Cara Menyampaikan Kritik

Pengertian Tentang Cara Menyampaikan Kritik

Pengertian Tentang Cara Menyampaikan Kritik

Cara Menyampaikan Kritik
Cara Menyampaikan Kritik

Cara Menyampaikan Kritik – Perbedaan pendapat adalah sesuatu yang dapat terjadi. Ketika kita berbicara dengan orang tua, saudara, teman, atau tetangga, mungkin saja satu cara yang dapat ditempuh untuk mencari jalan keluar terhadap perbedaan pendapat-pendapat tersebut. Dengan membiasakan berdiskusi, kalian telah belajar menerima perbedaan. Marilah kita kembali berdiskusi untuk membahas masalah perdagangan satwa yang dilindungi! Di bawah ini disajikan sebuah teks tentang upaya untuk memberantas perdagangan satwa yang dilindungi. Bacalah teks berikut dan temukan persoalan yang akan kalian jadikan bahan diskusi!

Banjir sebagai Penyadaran Kearifan Ekologi

Cara Menyampaikan Kritik

Jakarta kembali terendam ibarat menjawab sendiri suratan takdirnya untuk tidak lepas dari banjir. Sebelum Jakarta, daerahdaerah seperti di Pulau Jawa juga tenggelam akibat curah hujan yang tinggi disertai meluapnya Bengawan Solo. Ibu kota yang dibanggakan sebagai lambang kehidupan nasional pun lumpuh. Air mengalir tanpa arah, jalan beralih fungsi sebagai sungai. Fasilitas umum banyak yang tidak berfungsi. Sementara itu, Bandara Sukarno–Hatta sebagai muara lalu lintas udara nasaional dan internasional juga mati suri. Padahal, tahun ini didengungkan sebagai Visit Indonesia Year. Suatu program nasional yang dicanangkan dengan basis argumentasi sangat nasionalis yakni dalam rangka menyongsong 100 tahun Kebangkitan Nasional. Hal itu dihitung sejak 20 Mei 1908, yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo yang tergolong gerakan pertama kesadaran sebagai bangsa. Namun, yang tampak justru ibu kota yang sakit (Media Indonesia, 2/2). Jakarta hanya sebagian Indonesia. Parahnya, daerah lain juga tidak terlepas dari bencana banjir ini.

Cara Menyampaikan Kritik

Musim hujan yang sering dinantikan sebagai pola pergantian musim kemarau yang telah memanasi bumi datang dengan wajah menakutnya. Air sebagai bagian dari kosmologi kehidupan akhir-akhir ini berubah dalam bentuknya yang radikal berupa bencana. Dalam bentuknya seperti ini air tidak lagi mewujudkan sebagai keberkahan hidup melainkan balak. Perubahan indentitas itu tentu tidak terjadi dengan sendirinya sebab masing-masing komponen, entitasalam, pada mulanya berperan pada peran yang menyeimbangkan. Unsur kimiawi organik, seperti tanah, air, api, dan udara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tata kosmos kehidupan. Demikian halnya dengan lingkungan semesta dan manusia tentunya. Pada akhirnya, antara berbagai unsur tersebut melahirkan sebuah tatanan dialektis yakni sistem kehidupan yang satu dengan lain secara aktif saling memberikan pengaruh kepada yang lain. Pada dasarnya jalinan kekerabatan di antara berbagai unsur itu berjalan harmonis. Lewat sistem yang akrab, bukan saja terjadi saling kontak dan menjalin komunikasi, juga memiliki kekuatan saling memengaruhi. Suatu perubahan di salah satu unsur semesta alam ini akan berdampak kepada unsur yang lain. Di antara entitas semesta manusia adalah makhluk yang eksistensinya memiliki naluri perubahan yang tinggi. Dilengkapi dengan akal, pikiran, serta nafsu, manusia merupakan makhluk yang berkecenderungan menguasai alam secara berlebihan.

Cara Menyampaikan Kritik

Kelengkapan kodrati yang nyaris sempurna itulah yang kita tidak disertai kesadaran akan pentingnya memandang alam sebagai satu kesatuan utuh dari kehidupan akan membawa efek perubahan radikal atau guncangan dari jalan keseimbangan ekologi. Banjir yang datang berkali-kali tidaklah arif jika hanya disikapi secara apologi dengan mengatakan bahwa curah hujan yang tinggi sebagai penyebab. Penyikapan yang berbeda dalam memandang suatu masalah berbuntut dengan akibat yang lain pula. Karena itu, banjir sudah semestinya dijadikan momentum penyadaran internal akan pentingnya kearifan ekologi. Dalam arti, manusia sebagai makhluk yang paling signifikan dalam hal ini menginsyafi akan kekurangan dan kelemahan akan perilakunya selama ini terhadap alam. Menyadari kekurangan secara mendalam akan melahirkan pesan kearifan bahwa perilaku yang salah, merusak alam, dengan demikian berarti merusak sistem keseimbangan ekologi yang pada gilirannya merugikan manusia itu sendiri. Dalam konteks seperti ini dapat dipahami seperti dalam literatur Islam mengapa Nabi Muhammad perlu mengingatkan agar dalam keadaan peperangan pun pasukan dilarang-selain mengganggu orang tua, perempuan, dan anak-anakmenginjak apalagi merusak tanaman. Ajaran itu selain mengungkapkan penghargaan Islam terhadap lingkungan hidup pada umumnya sekaligus menunjukkan pentingnya tanaman atau flora dalam pandangan dunianya. Pentingnya tanaman itu juga ditunjukkan dominasi tumbuhtanaman dalam panorama surga seperti diajarkan dalam kitab suci dan tradisi. Bukan saja digambarkan sebagai dipenuhi dengan kehijauan tanaman, tetapi kata surga sendiri dalam bahasa Arab, yakni jannah, berarti taman (Bagir dalam Persaudaraan Manusia dan Makhluk-Makhluk Selebihnya, 2006).

Pola relasi yang seimbang antara manusia dan semesta lingkungan diajarkan oleh setiap agama. Sebagaimana bangsa yang beragama, nilai dan tradisi keagamaan membimbing cara padang manusia akan pentingnya pelestarian dan upaya-upaya revitalitas lingkungan. Semua agama berbicara tentang ajaran dan nilai bagaimana cara manusia hidup yang ideal. Beragama berarti memanifestasikan ajaran suci pada sikap hidup yang bijak. Beragama dalam hal itu juga harus tercermin dan terpantul dalam pola hidup, teladan laku keseharian yang tidak jauh dari kesucian ajaran, baik pada hubungan yang bersifat vertikal maupun horizontal. Dengan bentuk praktis, realisasi dari buah kesadaran akan nilai dan kearifan ekologis ini harus menyentuh aspek riil. Memelihara keseimbangan alam berarti menjaga kualitas hidup terbaik bagi manusia. Bentuk dalam setiap pembangunan dan peningkatan produksi ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak berarti pula harus disertai pertimbangan ekologi yang matang. Secara tidak sadar pengabaian akan aspek ekologi berdampak besar bagi terjadinya krisis yang sifatnya multidimensi. Penjarahan dan penebangan hutan yang kronis, pembukaan lahan yang membutakan kesadaran akan sampah yang lemah, perlahan ikut menampilkan krisis dalam kehidupan manusia. Fisikawan Fritjof Capra memfrasakan keadaan itu dengan ”state of profound and wolrdwide crisis”. Krisis multidimensi ini, menurut dia, sudah mengelilingi setiap aspek dalam kehidupan kita; kesehatan, lingkungan hubungan sosial, ekonomi, teknologi, dan politik. Manusia sebagai subjek krisis, mengalami alienasi dan reduksi, serta dekadensi dan degradasi sehingga pada ujungya terbiasa dengan tragedi dan bencana. Banjir pada akhirnya harus menjadi letupan untuk berbenah sekaligus kampanye keinsyafan kolektif akan pentingnya kearifan dalam memperlakukan lingkungan. Sumber: Sindo, Februari 2008.

Cara Menyampaikan Kritik

Upaya mengambil inti sari suatu bacaan disebut dengan istilah meringkas atau membuat ikhtisar. Ringkasan berbeda dengan ikhtisar. Akan tetapi, kadang kala, orang sering salah bahkan menyamakan cara dan maknanya. Untuk menulis ringkasan, diperlukan tahapan sebagai berikut: 1. memahami teks atau naskah; 2. menandai kalimat-kalimat yang penting; 3. membagi teks menjadi beberapa paragraf terpisah; 4. mencari dan menemukan pikiran utama dalam setiap paragraf; 5. menulis kata-kata kunci yang penting untuk bahan ringkasan; 6. menuangkan dalam bentuk karangan yang ringkas/pendek. Berikut contoh ringkasan suatu paragraf yang awalnya berjumlah sekitar 70 kata menjadi paragraf pendek sekitar 40 kata.

Cara Menyampaikan Kritik

Paragraf awal 

Poster menduduki tempat tinggi sebagai sarana reklame. Poster berukuran besar dan mudah dilihat karena warnanya yang memikat. Oleh karena itu, poster meninggalkan kesan yang sangat kuat pada pikiran orang. Iklan-iklan dapat dipertontonkan di hadapan lebih banyak orang untuk waktu yang lebih lama dengan menggunakan poster daripada dengan memasang iklan di media massa, sama-sama pengeluaran biayanya. Oleh karena itu, poster kerap kali dipandang lebih baik sebagai sarana untuk melestarikan iklan-iklan di mata khalayak.

Pikiran utama paragraf di atas adalah poster sebagai sarana iklan. Pikiran utama tersebut tersirat pada awal paragraf. Untuk menuliskan ringkasan paragraf tersebut, kalian juga perlu menemukan kata-kata kunci paragraf. Kata-kata kunci tersebut adalah poster, iklan, besar, warna, banyak orang, dan lebih lama. Berdasarkan katakata kunci itu, kalian dapat menuliskan ringkasan paragraf.

Paragraf ringkasan Poster adalah iklan yang efektif.

Berkat ukuran dan warnanya yang memikat, poster dapat dilihat lebih banyak orang dan untuk waktu yang lebih lama daripada iklan di media massa.

Oleh karena itu, poster lebih disenangi oleh pemasang iklan. Setelah mengetahui inti sari suatu bacaan, kalian dapat memberikan tanggapan berupa kritik. Perhatikan contoh kritik berikut. Poster memang dapat menarik perhatian pandangan orang, tetapi poster belum memberikan gambaran secara rinci suatu produk yang ditawarkan. (kritik).

Rangkuman

Informasi yang disampaikan orang harus dipahami isinya dan maknanya agar kalian tidak salah paham. Jadi, kalian harus belajar memahami informasi, terutama hal-hal yang terpenting dari informasi tersebut. Kalian belajar menulis karangan argumentasi untuk mengungkapkan pendapat, baik sikap setuju atau menolak terhadap pendapat orang. Dengan teknik membaca memindai kalian akan belajar membaca tabel dan grafik. Grafik atau tabel merupakan sarana informasi, jadi kalian harus mampu menafsirkan informasi di dalamnya. Pengalaman orang lain yang didengar bisa saja mengilhami kalian dalam menulis cerpen. Sebelum menulis cerpen, kalian harus tahu unsur-unsur yang membentuk cerpen. Informasi yang dimuat di media massa cetak atau di media elektronik tentu memiliki kekuarangan dan kelebihan maka informasi tersebut harus dikritik. Mengkritik informasi pada akurat tidaknya informasi, etis atau tidaknya isi teks, dan benar atau tidaknya informasi tersebut.

Tokoh dan Cara Menulis Kritik Seni Rupa

Tokoh dan Cara Menulis Kritik Seni Rupa

Tokoh dan Cara Menulis Kritik Seni Rupa

Tokoh dan Cara Menulis Kritik Seni Rupa
Tokoh dan Cara Menulis Kritik Seni Rupa

Tokoh Seni Rupa 

Karya seni rupa dibuat atau diciptakan oleh seorang seniman atau perupa. Dalam dunia seni rupa, seorang seniman atau perupa dianggap sebagai tokoh terutama karena kepeloporan, keunikan bentuk atau gagasan karyanya yang dikenal luas menginspirasi perupa yang lainnya.

Tokoh seni rupa umumnya dijumpai pada penciptaan karya-karya seni rupa murni seperti karya seni lukis dan seni patung atau pada penciptaan karya-karya seni rupa modern dimana sebuah karya selalu disertai dengan inisial pembuat atau penciptanya. Bandingkan dengan karya-karya seni rupa tradisi yang umumnya bersifat kolektif dan komunal.

Ketokohan seseorang dalam dunia seni rupa tidak terlepas dari peran para kritikus karya seni rupa. Bahkan dapat dikatakan para kritikus inilah yang membuat seseorang seniman atau perupa menjadi tokoh dan mendapat pengakuan dari masyarakat luas melalui ulasan kritiknya. Kamu mungkin pernah mendengar atau membaca informasi tentang tokoh-tokoh seni rupa di Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basuki Abdullah, Sudjojono, GM Sidharta, Popo Iskkamur, Barli dan Sasmitawinata. Kamu juga mungkin sudah pernah mendengar tokoh-tokoh seni rupa mancanegara seperti Rembrant, Vincent Van Gogh, Andy Warhol, Kandinsky, dan sebagainya. Ketokohan seorang perupa ini ada yang bersifat internasional, regional, nasional bahkan lokal.

Kumpulkanlah informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber tentang tokoh-tokoh seni rupa baik nasional, mancanegara maupun tokohtokoh seni rupa lokal yang ada di wilayah kamu. Cermati karya-karya yang dihasilkan para tokoh ini agar kamu dapat mengapresiasi mengapa para seniman ini dapat dianggap sebagai tokoh dalam dunia seni rupa.

Cobalah untuk mengidentifikasi medium, bahan, teknik, tema gaya pengungkapan, dan lain sebagainya pada masing-masing karya para tokoh tersebut sehingga kamu dapat memahami kepeloporan dan atau keunikan karyanya. Dengan mengetahui dan mempelajari tokoh-tokoh dalam dunia seni rupa ini diharapkan wawasan serta pengetahuan kamu dalam apresiasi, kritik dan berkarya seni akan semakin luas. Wawasan dan pengetahuan yang luas ini akan sangat membantu kamu dalam mengapresiasi dan mengkritisi (memberikan tanggapan) karya seni rupa dengan lebih baik sekaligus memperkaya gagasan kamu dalam proses berkarya seni.

Tokoh dan Cara Menulis Kritik Seni Rupa

Cara Menulis Kritik Seni Rupa

Kamu mungkin pernah melakukan apresiasi dan kritik secara lisan. Ketika kamu diminta untuk memberikan tanggapan terhadap suatu benda, disadari atau tidak kamu telah melakukan sebagian kegiatan kritik dan apresiasi. Beberapa tahapan berikut ini dapat kamu gunakan dalam mengkritisi sebuah karya seni rupa.

1. Mendeskripsi

Deskripsi adalah tahapan dalam kritik untuk menemukan, mencatat dan mendeskripsikan segala sesuatu yang dilihat apa adanya dan tidak berusaha melakukan analisis atau mengambil kesimpulan. Agar dapat mendeskripsikan dengan baik, kamu harus mengetahui istilah-istilah teknis yang umum digunakan dalam dunia seni rupa. Tanpa pengetahuan tersebut, maka kamu akan kesulitan untuk mendeskripsikan fenomena karya yang dilihatnya.

2. Menganalisis

Analisis formal adalah tahapan dalam kritik karya seni untuk menelusuri sebuah karya seni berdasarkan struktur formal atau unsur-unsur pembentuknya. Pada tahap ini kamu harus memahami unsur seni dan prinsip-prinsip penataan atau penempatannya dalam sebuah karya seni. Perhatikan karya berikut ini, telusuri unsur-unsur seni dan prinsip-prinsip penataan atau penempatannya dalam karya tersebut.

3. Menafsirkan

Menafsirkan atau menginterpretasi adalah tahapan penafsiran makna sebuah karya seni meliputi tema yang digarap, simbol yang dihadirkan dan masalah-masalah yang dikedepankan. Penafsiran ini sangat terbuka sifatnya, dipengaruhi sudut pkamung dan wawasan kamu. Semakin luas wawasan kamu semakin kaya interpretasi karya yang dikritisinya. Agar wawasan kamu semakin kaya maka kamu harus banyak mencari informasi dan membaca khususnya yang berkaitan dengan karya seni rupa.

4. Menilai

Apabila tahap mendeskripsikan sampai menafsirkan merupakan tahapan yang juga umum digunakan dalam apresiasi karya seni. Tahap menilai atau evaluasi merupakan tahapan yang menjadi ciri dari kritik karya seni. Evaluasi atau penilaian adalah tahapan dalam kritik untuk menentukan kualitas suatu karya seni bila dibandingkan dengan karya lain yang sejenis. Perbandingan dilakukan terhadap berbagai aspek yang terkait dengan karya tersebut, baik aspek formal maupun aspek konteks.

Mengevalusi atau menilai secara kritis dapat dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut:

(1) Membandingkan sebanyak-banyaknya karya yang dinilai dengan karya yang sejenis.

(2) Menetapkan tujuan atau fungsi karya yang dikritisi.

(3) Menetapkan sejauh mana karya yang ditetapkan “berbeda” dari yang telah ada sebelumnya.

(4) Menelaah karya yang dimaksud dari segi kebutuhan khusus dan segi pkamung tertentu yang melatarbelakanginya.

Tokoh dan Cara Menulis Kritik Seni Rupa