Mengembangkan Ide dg Menulis Puisi Lama dan  Contoh Puisi Lama

Mengembangkan Ide dg Menulis Puisi Lama dan Contoh Puisi Lama

Mengembangkan Ide dg Menulis Puisi Lama dan Contoh Puisi Lama

Menulis Puisi Lama
Menulis Puisi Lama

Menulis Puisi Lama

Menulis Puisi Lama  – Pasti, Anda pernah membaca puisi! Senang, bukan? Bagaimana kalau kita mencoba lagi? Selain itu, kita juga berlatih menulis puisi. Pernahkah Anda menulis puisi? Mari kita mulai belajar menulis puisi! Secara etimologi, istilah puisi berasal dari bahasa Yunani, poeima, “membuat’, atau poeisis, “pembuatan”. Dalam bahasa Inggris disebut poem atau poetry (Aminuddin, 1995: 134). Menurut Pradopo (2002: 7), puisi merupakan ekspresi pemikiran yang membangkitkan perasaan dan merangsang imajinasi pancaindra dalam susunan yang berirama. Tambahnya lagi, puisi merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan. Esensi puisi merupakan perwujudan pikiran, perasaan, dan pengalaman intelektual seorang penyair yang bersifat imajinatif, yang diungkapkan melalui bahasa yang memikat secara jujur dan sungguh-sungguh. Menurut Richard (dalam Situmorang, 1983: 12) terdapat dua unsur penting yang membangun puisi, yakni metode puisi dan hakikat puisi. Metode puisi disebut juga struktur fisik puisi yang terdiri atas diksi. Metode puisi disebut juga struktur fisik puisi yang terdiri atas diksi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif, serta ritma dan rima. Adapun hakikat puisi disebut juga struktur batin puisi yang terdiri atas tema, perasaan, nada, dan amanat. Puisi lama merupakan puisi yang terikat oleh syarat-syarat, seperti jumlah larik dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap larik, pola rima dan irama, serta muatan setiap bait. Yang termasuk puisi lama adalah bidal, gazal, gurindam, mantra, masnawi, nazam, kith’ah, rubai, pantun, seloka, syair, talibun, dan teromba.

Menulis Puisi Lama  – Meskipun bentuk puisi lama cukup banyak, kita akan menekuninya sebagian saja, terutama yang masih memengaruhi penulisan puisi modern, yaitu pantun, syair, dan mantra.

1. Pantun Pantun merupakan ragam puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empat larik dengan rima akhir a-b-a-b. Setiap larik biasanya terdiri atas empat kata atau delapan sampai dengan 12 suku kata dan dengan ketentuan bahwa dua larik pertama selalu merupakan kiasan atau sampiran, sementara isi atau maksud sesungguhnya terdapat pada larik ketiga dan keempat. Berdasarkan struktur dan persyaratannya, pantun dapat terbagi ke dalam pantun biasa, pantun kilat atau karmina, dan pantun berkait.

Pantun biasa adalah pantun seperti kita kenal lazimnya dan rincian persyaratannya telah kita singgung di atas, namun dengan tambahan, isinya curahan perasaan, sindiran, nasihat, dan peribahasa. Pantun biasa pun dapat selesai hanya dengan satu bait. Perhatikanlah pantun yang cukup populer berikut ini! Pantun kilat atau karmina memiliki syarat-syarat serupa dengan pantun biasa. Perbedaan terjadi karena karmina sangat singkat, yaitu baitnya hanya terdiri atas dua larik, sehingga sampiran dan isi terletak pada larik pertama dan kedua. Perhatikanlah beberapa karmina berikut!

Pantun berkait kadang-kadang juga disebut dengan pantun berantai, merupakan pantun yang bersambung antara bait satu dan bait berikutnya. Dengan catatan, larik kedua dan keempat setiap bait pantun akan muncul kembali pada larik pertama dan ketiga pada bait berikutnya. Perhatikanlah pantun berkait berikut ini!

2. Syair Syair bersumber dari kesusastraan Arab dan tumbuh memasyarakat sekitar abad ke-13, seiring dengan masuknya agama Islam ke Nusantara. Seperti halnya pantun, syair memiliki empat larik dalam setiap baitnya; setiap larik terdiri atas empat kata atau antara delapan sampai dengan dua belas suku kata. Akan tetapi, syair tidak pernah menggunakan sampiran. Dengan kata lain, larik-larik yang terdapat dalam syair memuat isi syair tersebut. Perbedaan pantun dan syair terletak juga pada pola rima. Apabila pantun berpola a-b-a-b, maka syair berpola a-a-a-a. Karena bait syair terdiri atas isi semata, antara bait yang satu dengan bait lainnya biasanya terangkai sebuah cerita. Jadi, apabila orang akan bercerita, syair adalah pilihan yang tepat. Cerita yang dikemas dalam bentuk syair biasanya bersumber dari mitologi, religi, sejarah, atau dapat juga rekaan semata dari pengarangnya. Syair yang cukup terkenal yang merupakan khazanah sastra Nusantara, misalnya Syair Perahu karya Hamzah Fansuri, Syair Singapura Dimakan Api karya Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, Syair Bidasari, Syair Abdul Muluk, Syair Ken Tambunan, Syair Burung Pungguk, dan Syair Yatim Nestapa. Marilah kita sejenak memerhatikan beberapa bait pengantar Syair Burung Pungguk:

3. Mantra Mantra adalah rangkaian kata yang mengandung rima dan irama yang dianggap mengandung kekuatan gaib. Mantra biasanya diucapkan oleh seorang dukun atau pawang untuk melawan atau menandingi kekuatan gaib lainnya. Namun, hakikat mantra itu sendiri adalah doa yang diucapkan oleh seorang pawang dalam keadaan trance ‘kerasukan’. Di dalam mantra yang penting bukan makna kata demi kata, melainkan kekuatan bunyi yang bersifat sugestif. Karakteristik mantra sangat unik. Menurut Umar Junus (1983: 135), ciri-ciri mantra adalah sebagai berikut. 1. Di dalam mantra terdapat rayuan dan perintah. 2. Mantra mementingkan keindahan bunyi atau permainan bunyi. 3. Mantra menggunakan kesatuan pengucapan. 4. Mantra merupakan sesuatu yang utuh, yang tidak dapat dipahami melalui bagian-bagiannya. 5. Mantra sesuatu yang tidak dipahami oleh manusia karena merupakan sesuatu yang serius. 6. Dalam mantra terdapat kecenderungan esoteris (khusus) dari kata-katanya.

Menulis Puisi Lama  – Sebagai contoh marilah kita perhatikan mantra berikut ini, yang biasa diucapkan pawang ketika mengusir anjing galak

Pulanglah engkau kepada rimba sekampung, Pulanglah engkau kepada rimba yang besar, Pulanglah engkau kepada gunung guntung, Pulanglah engkau kepada sungai yang tiada berhulu, Pulanglah engkau kepada kolam yang tiada berorang, Pulanglah engkau kepada mata air yang tiada kering, Jikalau kau tiada mau kembali, matilah engkau.

Kita memahami dan belajar membuat mantra bukan karena kemanjuran daya gaibnya sebab anggapan seperti itu terdapat dalam keyakinan dan kepercayaan nenek moyang kita dahulu. Kini kita mempelajarinya sebagai kegiatan kreatif dalam penulisan puisi. Terlebih-lebih, puisi modern yang akan kita bicarakan pada pelajaran berikutnya.

Menulis Puisi Lama  – Latihan

1. Carilah informasi mengenai karakteristik puisi-puisi lama selain pantun, syair, dan mantra untuk memperkaya wawasan Anda! Pelajarilah sebaik-baiknya agar Anda dapat membandingkan dan memahami berbagai jenis puisi lama tersebut! 2. Buatlah beberapa jenis puisi lama! (minimal tiga buah)

Rangkuman

1. Pokok-pokok isi berita dapat ditemukan dengan menggunakan 6 pertanyaan pokok (rumus 5W + 1H), yaitu who (siapa), where (di mana), why (mengapa), when (kapan), dan how (bagaimana). 2. Berbicara di depan forum resmi sebaiknya menggunakan bahasa yang komunikatif, dengan intonasi yang jelas dan tidak monoton. 3. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memperkenalkan diri, yaitu: (1) tidak merendahkan diri secara berlebihan, (2) menggunakan bahasa yang sopan dan resmi, (3) nada bicara tidak tinggi/keras, (4) menjelaskan identitas diri secukupnya. 4. Membaca cepat artinya membaca dengan mengutamakan kecepatan tanpa mengabaikan pemahamannya. 5. Puisi merupakan perwujudan pikiran, perasaan, dan pengalaman intelektual seorang penyair yang bersifat imajinatif, yang diungkapkan dengan bahasa yang memikat, jujur, dan bersungguh-sungguh.

Menulis Puisi Lama – Anda telah mempelajari beberapa kompetensi pada bab bertema “Lingkungan Sehat”. Kemampuan Anda dalam memberikan tanggapan isi berita atau nonberita dapat Anda praktikkan dalam keseharian untuk mengomentari hal-hal yang sedang terjadi. Tetapi tentu saja komentar Anda itu harus relevan dengan topik yang dibicarakan. Kompetensi lain yang Anda pelajari adalah teknik membaca cepat. Kompetensi ini juga dapat Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan informasi secara tepat dan cepat.

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Sekitar 300 dari 400-an kios dan jongko (los) di Pasar Inpres Sayati, Kota Bandung, Sabtu (26/8) dini hari, musnah terbahar. Dalam peristiwa itu seirang perempuan pedagang ayam potong, Fatimah bin Yusuf (50-an), tewas terbakar karena terkurung api dalam kiosnya. Keterangan yang dihimpun Sabtu siang menyebutkan, api mulai berkobar sekitar pukul 02.30 ketika para pedagang masih tertidur lelap. Karena kencangnya tiupan angin kemarau dan terbakarnya tenda-tenda plastik, api dengan cepat menjalar ke hampir semua bagian pasar yang terletak di Jalan Kopo itu. Api baru berhasil diatasi sekitar pukul 07.30, setelah sekitar sepuluh mobil pemadam kebakaran dari kota dan Kabupaten Bandung dikerahkan ke lokasi kejadian. Namun, akibat luapan massa, Jalan Poros Kopo Soreang sempat macet total selama beberapa jam.

Menulis Puisi Lama – Pertanyaan yang sesuai dengan isi teks berita tersebut adalah … a. Berapa rupiah kerugian atas kebakaran Pasar Inpres Sayati? b. Di manakah Fatimah, korban kebakaran tersebut dimakamkan? c. Siapa yang menjadi korban kebakaran Pasar Inpres? d. Dari mana datangnya tiupan angin kencang ke lokasi kebakaran? e. Mengapa para pedagang terlelap tidur ketika terjadi kebakaran?

Cara Pengertian Menulis Contoh Puisi Lama dan Isi Puisi Lama

Cara Pengertian Menulis Contoh Puisi Lama dan Isi Puisi Lama

Cara Pengertian Menulis Contoh Puisi Lama dan Isi Puisi Lama

Contoh Puisi Lama
Contoh Puisi Lama

Contoh Puisi Lama – Menulis puisi bagian dari ekspresi sastra, yaitu mengekspresikan ide-ide, gagasan, dan imajinasi ke dalam kata-kata. Menulis puisi memang memerlukan latihan dan imajinasi. Coba kalian berlatih menulis puisi. Caranya, petik setangkai bunga dan simpanlah di atas meja. Kembangkan imajinasi kalian, misalnya benda itu disebut bunga? Kenapa bunga itu dikatakan indah? Kenapa bisa harum? Kenapa orang menikah mesti dihiasi bunga? Mengapa wanita diibaratkan sebagai bunga? Nah, bermainlah dengan kata-kata dalam imajinasi kalian. Tuangkan ke dalam rentetan kata-kata yang mengarah pada makna keindahan bunga dan makna bunga dalam kehidupan. Ketika kalian belajar membacakan puisi, kalian telah mengetahui bahwa di dalam puisi sering terdapat permainan bunyi. Permainan bunyi dalam puisi berfungsi menimbulkan kepuitisan. Permainan bunyi itu, misalnya tampak pada penggunaan rima atau persajakan. Pantun juga termasuk puisi, yaitu puisi lama. Sama seperti menulis puisi modern/kontemporer, menulis pantun dan syair juga perlu daya khayal/imajinasi. Perhatikan contoh pantun ini!

Kata-Kata dan Teladan 1. Anak udang di dalam lobang Ketakutan dimakan lawan Kata-kata walau segudang Contoh baik jadi teladan 2. Tulis kata jadi kalimat Ambil tulisan buat cerita Putik mati dari nasihat Buat pegangan dalam tabiat. Sumber: Kebijakan dalam 1001 Pantun. John Gawa. 2004. Jakarta: Kompas

Contoh Puisi Lama

Pada pantun di atas, kalian dapat menemukan permainan bunyi berupa rima (persajakan) akhir ab-ab. Rima itulah yang menjadi ciri pantun. Selain bersajak silang (ab-ab), pantun juga terikat jumlah baris dan bait. Setiap bait terdiri atas empat baris, dan setiap baris terdiri atas 8–12 suku kata. Isi pantun dapat dilihat pada baris ketiga dan keempat.

Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Apakah tema pantun di atas? 2. Kata-kata walau segudang/contoh baik jadi teladan/ Apa maksud baris pantun itu? 3. Apa isi Pantun 2 di atas? 4. Apa pesan yang dapat diambil dari dua pantun di atas? 5. Pernahkah kalian melihat udang? Bagaimana gerak-gerik udang saat di dalam lubang? Coba tirukan gerak-gerik udang itu!

1. Buatlah sebuah pantun yang isinya nasihat untuk rajin belajar. Perhatikan bait, irama, dan rimanya. 2. Bacakan pantunmu di depan kelas untuk ditanggapi temanmu! 3. Apakah perbedaan pantun dengan puisi bebas? 4. Apakah yang dimaksud sampiran dalam pantun? 5. Sebutkan macam-macam jenis pantun?

Contoh Puisi Lama – Rangkuman 1. Menanggapi siaran dan informasi membutuhkan keahlian dan konsentrasi sebab dalam siaran dan informasi terdapat pokok-pokok informasi penting, fakta dan pendapat, dan hal-hal yang menarik lainnya. Oleh karena itu kalian harus mampu menanggapi informasi tersebut dan menyampaikan kembali kepada orang lain dengan bahasa sendiri. 2. Kalian harus mampu menemukan nilai-nilai dalam cerita pendek dari kegiatan berdiskusi. Sebab cerpen merupakan karya sastra yang penuh dengan nilai-nilai kehidupan. Maka kalian harus mampu mengaitkan nilai-nilai kehidupan dalam cerpen ke dalam kehidupan sehari-hari. 3. Memperoleh ilmu pengetahuan, salah satunya dengan membaca ekstensif. Membaca ekstensif yang kalian lakukan pada pembelajaran ini untuk mengidentifikasi ide-ide, memahami informasi, dan menemukan informasi yang berada dalam teks tersebut. 4. Kalian pun dituntut untuk terampil menulis puisi lama, yang terikat oleh aturan bait, irama, dan rima. Tetapi untuk membuat puisi lama harus memahami dahulu ciri-ciri puisi lama, dan mampu mengetahui macam-macam puisi lama.

Refleksi Otak dan hati perlu dilatih kepekaannya. Melatih kepekaan otak salah satunya dengan mengkritisi bahan bacaan dan menanggapi siaran berita dari media elektronik. Dalam teks terdapat informasi yang penting, hal-hal yang akan menjadi penggugah, serta menambah pengetahuan. Siara berita dari media elektronik, sesuatu yang penting dikritisi sebab menyimpan beberapa informasi penting. Melatih kepekaan hati, di antaranya belajar menulis puisi. Puisi mengandung bahasa kias, mengandung nilai seni, dan mengandung amanat yang dalam. Kepekaan seni kalian dilatih dalam menciptakan puisi. Kalian pun dituntut untuk mengapresiasi sebuah cerita pendek, menemukan nilai-nilai di dalam cerpen tersebut. Nilai-nilai itu harus kalian sikapi, dan diselaraskan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Puisi Lama

Soal-Soal Pengembangan Kompetensi

1. Bacalah teks berikut ini agar kalian mengetahui informasi secara lengkap! Mobil Pribadi Melintas Jateng, Penyumbang Kemacetan Selama Lebaran lalu, volume mobil pribadi yang melintas di Jawa Tengah mencapai 817.289 kendaraan atau 49,9 persen dari total 1.634.663 kendaraan yang melintas mulai H-7 hingga

H+7 Lebaran sehingga mobil pribadi penyumbang kemacetan tertinggi di jalan raya.

Demikian data yang diperoleh Kompas dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) Jateng, Jumat (26/11). Menurut Kepala DLLAJR Jateng, Suharto, didampingi Kepala Subdinas Angkutan Darat, Somantri, Jumat, jumlah ini naik sekitar 20% dibanding tahun lalu, bahkan untuk kendaraan bermotor, kenaikan diperkirakan 25%. ”Data ini kami peroleh dari pamantauan di empat lokasi pos arus lalu lintas yang merupakan pintu masuk wilayah Jateng, yaitu Tanjung (Brebes), Sarang (Rembang) Wanareja (Cilacap), dan Toyogo (Sragen). Hitungannya 7–22 November 2004 atau H–7 sampai H+7,” jelas Suharto. Volume kendaraan mobil pribadi paling besar terjadi pada perhitungan arah ke luar Jateng saat H+1 sampai H+7 Lebaran

Dijelaskan, makin tingginya persentase kendaraan pribadi dibandingkan angkutan umum menyebabkan tingkat kemacetan makin parah, yaitu 20%, terutama di jalur pantai Utara (pantura) pada Lebaran kali ini dibandingkan Lebaran tahun lalu. Sumber: Kompas, 17 November 2004

Contoh Puisi Lama

a. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan diagram di atas! 1) Jenis kendaraan apa yang paling banyak masuk ke wilayah Jateng selama arus mudik Lebaran 2004? 2) Jenis kendaraan apa yang paling sedikit keluar wilayah Jateng selama arus mudik Lebaran tersebut? 3) Mana yang lebih banyak jenis kendaraan bus besar yang masuk wilayah Jateng ataukah yang keluar wilayah Jateng? 4) Mana yang lebih sedikit jenis kendaraan mobil pribadi yang masuk wilayah Jateng antara arus mudik atau arus balik? 5) Mana yang lebih banyak jumlah sepeda motor yang keluar wilayah Jateng antara saat arus mudik dibandingkan pada saat arus balik? b. Silakan kamu buat pertanyaan lain tentang diagram ”Volume Kendaraan Bermotor Arus Mudik dan Arus Balik pada Lebaran 2004” tersebut! c. Jelaskan informasi yang digambarkan pada diagram di atas dalam bentuk uraian singkat! d. Simpulkan isi teks tersebut dalam satu paragraf! e. Sampaikan kesimpulan itu di depan kelas secara lisan! f. Umpamakan, kalian adalah seorang ketua karang taruna di kampung kalian. Dalam menghadapi krisis ekonomi, kalian hendak mengumpulkan anggota karang taruna untuk membuat rencana pendirian industri rumah tangga di daerah kalian. Tulislah surat undangan tersebut!

2. Tulislah sebuah pantun berisi nasihat untuk saling menjaga kerukunan antarumat beragama!

Kata Berhikmah

Rezeki elang takkan dapat oleh musang. Rezeki seseorang tidak akan direbut orang lain.

Ekonomi

Buku dan informasi merupakan salah satu jendela wawasan kita. Kalian harus rajin mendengarkan informasi dari radio dan televisi sebab dalam siaran itu mengandung hal-hal penting. Misalnya, tentang kewirausahaan, keadaan ekonomi bangsa, atau masalah pendidikan. Kalian pun harus bisa menanggapi masalah yang berada dalam siaran di media elektronik tersebut. Masalah yang dirangkum dari bahan bacaan, siaran berita, baiknya didiskusikan dengan teman. Untuk melatih mencari hal-hal terpenting dari teks, tentu kalian harus berlatih membaca cepat. Kecepatan membaca bisa dihitung dengan KEM. Tetapi harus dibedakan antara KEM untuk teks yang biasa dengan membaca karya sastra. Membaca cerpen Melayu klasik harus dilakukan intensif. Selain berlatih membaca, kalian dituntut berlatih menulis, salah satunya menulis paragraf. Pada pembelajaran kali ini kalian akan diajak belajar menulis paragraf ekspositif.

Mendengarkan Informasi dari Media Elektronik

Pada Bab VI, kalian telah belajar mendengarkan berita untuk mencatat pokok-pokok informasi dan menentukan butir-butir yang merupakan fakta dan pendapat. Pada bab ini, kalian akan kembali belajar mendengarkan berita untuk menyampaikan tanggapan. Pada bab sebelumnya, kalian mendengarkan berita tentang para nelayan di Banten yang tidak lagi melaut karena tidak mampu membeli solar. Pada pelajaran kali ini, kalian akan kembali diajak berdiskusi tentang upaya untuk mengatasi kelangkaan BBM. Untuk menambah informasi kalian, cobalah kalian mendengarkan berita yang akan dibacakan salah seorang temanmu berikut!

Contoh Puisi Lama

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI WEB KAMI, DAN KAMI HANYA BISA MENYEDIAKAN MATERI INI DENGAN SEMAKSIMAL MUNGKIN, BILA ANDA KURANG PUAS DENGAN MATERI YANG KAMI SAJIKAN BISA MENCARI INFOMASI KEMBALI DI LAMAN ATAU PAGE YANG LAIN, SEMOGA BERMANFAAT