Lapisan-Lapisan Atmosfer

Lapisan-Lapisan Atmosfer

Lapisan-Lapisan Atmosfer
Lapisan-Lapisan Atmosfer

Kamu telah mempelajari atmosfer sewaktu belajar di SMP dulu. Saat itu, kamu dapat menunjukkan lapisan-lapisan atmosfer, tebal lapisan atmosfer, dan perubahan suhu pada masing-masing lapisan atmosfer. Adapun lapisan-lapisan atmosfer yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Troposfer (0–15 km)
Troposfer adanya di lapisan atmosfer paling bawah. Manusia dan makhluk hidup yang lain hidup di lapisan ini. Lapisan ini menjadi tempat akumulasi gas-gas oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida. Uap air dan karbon dioksida yang banyak terdapat pada lapisan ini berfungsi menjaga keseimbangan panas permukaan Bumi, terutama yang ditimbulkan oleh radiasi sinar inframerah dari Matahari.

Pada lapisan troposfer ini terjadi penurunan suhu beriringan dengan peningkatan ketinggian karena sangat sedikit terjadi penyerapan radiasi gelombang pendek dari Matahari. Permukaan tanah akan memberikan panas udara di atasnya melalui konduksi, konveksi, kondensasi, dan sublimasi sehingga lapisan troposfer bagian bawah lebih panas. Gejala-gejala cuaca seperti awan, hujan, petir, topan dan badai terjadi di lapisan troposfer. Di antara lapisan troposfer dan lapisan stratosfer terdapat lapisan peralihan yang disebut tropopause. Zona inilah yang menjadi zona untuk jalur lintasan pesawat terbang.

Stratosfer (15–50 km)
Stratosfer mempunyai dua lapisan molekul-molekul gas tipis yang tidak terdapat troposfer. Lapisan bawah mengandung bahan sulfat yang memengaruhi terjadinya hujan. Di stratosfer bagian atas terdapat lapisan ozon terbesar. Stratosfer adalah lapisan inversi, yaitu semakin tinggi dari permukaan Bumi, suhu udara akan meningkat. Kenaikan suhu ini disebabkan oleh lapisan ozon yang menyerap radiasi ultraviolet dari Matahari. Bagian lapisan stratosfer paling atas disebut stratopause, yaitu lapisan yang membatasi stratosfer dan mesosfer.

Mesosfer (50–85 km)
Suhu udara di lapisan mesosfer sangat dingin mencapai –100°C. Suhu yang sangat dingin ini menyebabkan meteor-meteor dari luar angkasa yang sangat panas pecah dan berubah menjadi batuan-batuan kecil yang tidak membahayakan kehidupan di Bumi. Di lapisan mesosfer terdapat lapisan ion atau udara bermuatan listrik yang disebut lapisan D. Lapisan D terbentuk karena sinar ultraviolet pada molekul-molekul udara bertemu dengan elektron bermuatan listrik negatif. Awan sinar malam yang berasal dari uap air atau debu meteorit muncul pada lapisan ini.

Termosfer (85–500 km)
Pada lapisan termosfer terjadi ionisasi gas-gas oleh radiasi matahari sehingga lapisan ini dikenal juga dengan ionosfer. Berkat adanya gas-gas yang mengalami ionisasi ini, sinyal-sinyal radio komunikasi dari permukaan Bumi dapat dipantulkan kembali ke Bumi, sehingga menyebabkan aktivitas komunikasi dapat terjadi. Pada lapisan termosfer ini terdapat juga sinar kutub (aurora) yang muncul di saat fajar atau petang.

Eksosfer (lebih dari 500 km)
Kandungan gas utama pada lapisan eksosfer adalah hidrogen. Kerapatan udaranya bertambah tipis sampai hampir habis di ambang luar angkasa. Cahaya redup yaitu cahaya zodiakal dan gegenschein muncul pada lapisan eksosfer ini. Cahaya ini sebetulnya merupakan suatu pantulan sinar matahari oleh partikel debu meteorit yang jumlahnya banyak dan melayang-layang di angkasa. Satelit-satelit buatan biasanya berada di lapisan ini.

 Dewasa ini para ahli lingkungan ramai membicarakan fenomena pemanasan global yang diakibatkan oleh efek rumah kaca. Fenomena ini terjadi karena pencemaran udara oleh gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), gas-gas senyawa nitrogen (NH3, NO, N2O), gas-gas senyawa sulfur (H2S dan SO2), serta Klorofluorokarbon/KFK (Chlorofluorocarbon/CFC).

Gas-gas rumah kaca mempunyai sifat mudah ditembus oleh radiasi sinar Matahari, tetapi tidak dapat melepaskan radiasi sinar Matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan Bumi. Radiasi sinar yang dipantulkan kembali ini tertahan oleh gas-gas rumah kaca dan dipantulkan lagi ke bawah. Keadaan ini menjadikan suhu udara di permukaan Bumi semakin lama bertambah panas.

Sebetulnya fenomena ini bermanfaat untuk menjaga keseimbangan suhu yang sesuai untuk makhluk hidup di Bumi. Namun, karena saat ini pencemaran sudah tidak terkendali, maka suhu udara terus meningkat. Peningkatan suhu udara secara global menyebabkan pencairan es di Kutub Utara dan Selatan, sehingga permukaan laut mengalami kenaikan.