Membuat Teks Anekdot tentang Layanan Sekolah

Membuat Teks Anekdot tentang Layanan Sekolah

Membuat Teks Anekdot tentang Layanan Sekolah

Membuat Teks Anekdot tentang Layanan Sekolah
Kerjakan sesuai dengan petunjuk!
(1) Bayangkan kalian mendapati pelayanan di rumah sakit, kantor pemerintah,
atau penyedia jasa yang kurang sesuai dengan harapan. Buatlah anekdot yang
menggambarkan situasi lucu, konyol, frustasi, dan tidak nyaman di salah satu
tempat tersebut.
(2) Buatlah teks anekdot yang menggambarkan situasi lucu, konyol, frustasi, dan
tidak nyaman di lingkungan sekolah kalian.
(3) Agar teks-teks yang kalian buat pada nomor (1) dan (2) di atas betul-betul
memenuhi kriteria yang dituntut, kalian tentu harus meneliti dan menata ulang
pekerjaan kalian itu berkali-kali.

Contoh Kritik dan Humor dalam Layanan Publik Teks Anekdot

Contoh Kritik dan Humor dalam Layanan Publik Teks Anekdot

Contoh Kritik dan Humor dalam Layanan Publik Teks Anekdot

Kritik Dan Humor

Kritik dan Humor РUntuk mendapatkan pemahaman tentang pelayanan publik, marilah kita cermati terlebih dahulu beberapa pengertian berikut ini. Perhatikan bagian yang dicetak tebal. Kata-kata itu merupakan kata-kata kunci dalam pembicaraan tentang layanan publik.

Contoh Kritik dan Humor

(1) Pelayanan publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
(2) Penyelenggara pelayanan publik atau Penyelenggara merupakan setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik dan badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik.
(3) Pelaksana pelayanan publik atau Pelaksana merupakan pejabat, pegawai, petugas, dan setiap orang yang bekerja di dalam organisasi penyelenggara yang bertugas melaksanakan tindakan atau serangkaian tindakan pelayanan publik.
(4) Masyarakat merupakan seluruh pihak, baik warga negara atau penduduk sebagai orang-perseorangan, kelompok maupun badan hukum yang berkedudukan sebagai penerima manfaat pelayanan publik, baik secara langsung maupun tidak langsung.