Cara dan Teknik Untuk Membaca Puisi Yang Baik dan Benar

Cara dan Teknik Untuk Membaca Puisi Yang Baik dan Benar

Cara dan Teknik Untuk Membaca Puisi Yang Baik dan Benar

Membaca Puisi Yang Baik
Membaca Puisi Yang Baik

Membaca Puisi Yang Baik

1. Menuliskan isi siaran radio atau televisi Berita atau kabar adalah laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat (aktual) yang dipilih oleh redaksi media massa untuk disiarkan kepada pembaca atau pendengar. Hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam memahami dan mendengarkan berita, antara lain a. pemusatan perhatian (konsentrasi); b. jangan menyelingi dengan pembicaraan; c. catat hal-hal penting sekiranya perlu, terutama yang menyangkut 5W + 1H; d. susunlah atau rangkumlah hal-hal pokok tadi dalam beberapa kalimat yang baik atau efektif. Rangkuman Anda telah siap memberitakan kembali berita yang Anda dengar kepada orang lain.

Membaca Puisi Yang Baik

2. Menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas Jika Anda mendengarkan berita, maka harus disertai kesadaran bahwa suatu saat Anda harus menyampaikan berita itu kepada orang lain yang mungkin karena sesuatu hal belum sempat mendengar sendiri. Oleh karena itu, menyimak berita harus dengan konsentrasi dan harus saksama agar tidak salah dalam memahami isinya. Dalam menyampaikan kembali isi berita cukup dalam bentuk rangkumannya agar singkat, tetapi tepat. Unsur 5 W + 1 H harus tetap diperhatikan. Perhatikan contoh di bawah ini!

Membaca Puisi Yang Baik

membaca-puisi-yang-baik – Warga Negara Miskin Pesimistis Peroleh Pendidikan Sejumlah warga negara kurang mampu menyatakan pesimistis bisa memberikan bekal pendidikan kepada anak-anak mereka, minimal hingga jenjang SMA. Umumnya, kendala yang mereka hadapi adalah belitan kemiskinan sehingga prioritas pendidikan tergeser oleh kebutuhan hidup sehari-hari. Dari perbincangan Kompas dengan sejumlah warga miskin di Jakarta, Senin (12/3), umumnya warga menyadari arti penting pendidikan untuk bisa memperbaiki hidup keluarga yang sampai saat ini dibelit kemiskinan. Siti (44), warga Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan hanya sanggup membiayai anaknya hingga tamat SMA. Ibu empat anak yang mengandalkan pendapatan suaminya sebagai sopir angkutan umum ini bisa membiayai anaknya sekolah berkat bantuan seorang dermawan. Bagi Siti, meski keluarganya miskin, mereka berharap anak-anak bisa sekolah sampai SMA. Namun, dalam perjalanan waktu, menyekolahkan anak di kota besar dengan pendapatan cuma Rp30.000–Rp50.000 per hari sungguh sulit. Dari hasil kajian data survei sosial ekonomi nasional (Susenas) tahun 1993–2004 di enam provinsi secara acak terlihat kesenjangan taraf pendidikan antara kelompok masyarakat miskin dan kaya masih tinggi. Kompas, 13 Maret 2007 

Membaca Puisi Yang Baik

Berita tersebut dapat diringkas sebagai berikut. Kendala yang dihadapi warga negara miskin dalam memberikan bekal pendidikan kepada anak-anak mereka adalah belitan kemiskinan. Berdasarkan hasil kajian survei sosial ekonomi nasional (Susenas) tahun 1993–2004, secara acak di enam provinsi terlihat kesenjangan taraf pendidikan antara kelompok masyarakat miskin dan kaya masih tinggi.

3. Mengajukan pertanyaan atau tanggapan Terhadap sebuah berita kita harus dapat menangkap unsur faktual. Dengan cara itulah kita dapat menanggapinya dengan rasio dan akal sehat. Tanggapan yang dimaksud dapat berupa persetujuan, penolakan, atau penambahan pendapat. Perhatikan contoh berikut! Pernyataan : ”Sebaiknya untuk memperlancar transportasi antarkedua kampung, yaitu Musambi dan Pageran, di atas sungai kecil yang memisahkan kedua kampung itu perlu dibangun jembatan. Dana untuk hal tersebut, diperoleh dari swadaya masyarakat kedua kampung yang berkompeten.”

Tanggapan Persetujuan : ”Saya sangat setuju dengan gagasan perlunya jembatan yang menghubungkan kampung Musambi dengan Pageran. Dengan jembatan maka transportasi lancar, baik pada musim hujan maupun kemarau, hasil panen petani dapat dengan mudah dan cepat diangkut kendaraan ke tempat lain.” Penolakan : ”Saya kurang sependapat jika dana untuk membangun jembatan itu diperoleh dari swadaya masyarakat setempat. Kita tahu bahwa masyarakat kedua kampung tergolong berpenghasilan rendah. Sebaiknya, dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah tingkat dua (APBD Tk II), sedangkan konsumsi dan tenaga dari swadaya masyarakat kedua kampung itu.” Menambahkan pendapat: ”Pendapat pertama dan kedua memiliki kelebihan tersendiri; mungkin lebih baik jika jembatan perlu dibangun dengan anggaran APBD Tingkat II, sedangkan tenaga dari kedua kampung tersebut. Dana material yang sudah ada di kampung tersebut perlu dimanfaatkan. Dengan demikian, untuk pembangunan jembatan tersebut mampu memanfaatkan potensi masyarakat kedua kampung itu.”

Menyampaikan ringkasan dan topik yang aktual dalam forum diskusi

Membaca Puisi Yang Baik – Diskusi merupakan media untuk bertukar pikiran sekelompok orang, baik kelompok kecil maupun besar. Dalam diskusi, minimal diskusi kelas, terdapat beberapa peran, antara lain, ketua/pemandu, notulis, penyaji, dan peserta. Ada beberapa macam diskusi, antara lain, seminar, panel, dan simposium. Diskusi dalam rangka menemukan pemecahan terhadap sebuah masalah biasanya dalam bentuk panel. Di dalamnya melibatkan 3 – 4 panelis dan beberapa orang peserta. Berikut adalah contoh diskusi (di dalam) kelas yang membahas sebuah masalah yang ditemukan dalam media massa.

Membaca Puisi Yang Baik – Pemandu : ”Assalamualaikum wr. wb. Selamat pagi, salam sejahtera. Teman-teman, sebagaimana telah kita rencanakan, pada kesempatan ini, kita akan mengadakan diskusi kelas. Diskusi ini dalam rangka menemukan permasalahan yang sebelumnya telah kita tetapkan yang kita peroleh dari media massa. Masalah tersebut adalah semakin mahalnya pendidikan di Indonesia. Dalam diskusi ini kita menghadirkan penyaji Saudara Irvan Dika, ketua kelas kita sendiri. Sebagai moderator saya, Angseno, didampingi penulis/notulis Sri Haryanti. Langsung saja, mari kita simak pendapat penyaji mengenai masalah ini. Saudara Penyaji dipersilakan.” Penyaji : ”Terima kasih kepada Pemandu. Assalamualaikum wr. wb. Selamat pagi, salam sejahtera. Teman-teman, kita tahu bahwa dalam masyarakat semakin sering terjadi keluhan terhadap mahalnya biaya pendidikan. Pada dasarnya, kita memaklumi bahwa pendidikan memang mahal. Namun demikian, kita tidak habis mengerti, mengapa pemerintah yang merupakan pihak yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pendidikan nasional tidak pernah mencari langkah-langkah penanganan agar biaya pendidikan tidak terlalu mencekik leher.” (… dan seterusnya) Pemandu : ”Teman-teman, demikian tadi gagasan Penyaji tentang mahalnya pendidikan kita. Untuk membahas lebih lanjut, marilah kita buka forum tanya jawab. Untuk mengatur jalannya tanya jawab, saya bagi dalam tiga termin. Satu termin maksimal tiga orang penanya atau penanggap. Saya buka termin pertama, silakan. … tiga penanya telah kita data. Kita mulai dari penanya pertama. Saudara Aminah dipersilakan.” Penanya/peserta I (Aminah): ”Saudara Penyaji, pendidikan itu di mana-mana mahal. Masalahnya adalah apakah kemahalan tersebut relevan dengan kualitas yang ada atau tidak. Kalau memang kualitasnya tinggi, mahal tidak masalah bagi saya. Mohon tanggapan.” Pemandu : ”Penanya kedua, Supriyanto, dipersilakan.” Penanya II (Supriyanto) : (… dan seterusnya) Pemandu : ”Teman-teman, diskusi telah selesai. Banyak informasi yang dapat kita peroleh dari diskusi kali ini. Sebelum menutup diskusi, perkenankan saya menyampaikan simpulan diskusi ini, pertama: …, kedua: …, ketiga: ….” (dan seterusnya)

Mengidentifikasi isi paragraf

1. Mengidentifikasi ide pokok tiap paragraf Membaca cepat dilakukan seseorang jika ia ingin mengetahui gagasan pokok bacaan atau isi bacaan secara garis besar. Dengan mengetahui gagasan pokok bacaan, maka pembaca boleh dikatakan telah menyerap informasi yang terdapat di dalamnya. Contoh membaca cepat adalah ketika seseorang membaca koran dan majalah. Untuk dapat menangkap gagasan pokok bacaan, Anda dapat memulai dari menemukan gagasan utama dalam setiap paragraf. Gagasan utama (disebut juga gagasan pokok, pikiran utama, atau ide pokok) paragraf adalah ide paling penting atau sentral yang terdapat dalam paragraf/alinea. Gagasan utama sebuah paragraf biasanya ditempatkan dalam sebuah kalimat yang disebut kalimat utama (disebut juga kalimat topik atau kalimat pokok). Letak kalimat utama dalam paragraf ada pada: a. awal paragraf (paragraf deduktif), b. akhir paragraf (paragraf induktif),

c. awal dan diulang pada akhir paragraf (paragraf deduktif – induktif), atau d. tersebar dalam keseluruhan kalimat/semua kalimat secara bersama-sama membentuk satu gagasan (paragraf deskriptif atau naratif).

2. Menulis kembali isi bacaan secara ringkas dalam beberapa kalimat Bacalah teks berikut ini dengan cepat, tetapi saksama! Setelah itu, tutuplah kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawahnya! Siap-Siap Menyambut Kehadiran Perguruan Tinggi Asing Ki Supriyoko Ada kemungkinan tidak lama lagi akan berdiri perguruan tinggi asing di negara kita. Kini sedang dilakukan bargaining antara tim Indonesia dengan pihak-pihak asing dari enam negara yang ingin mendirikan dan menjalankan perguruan tinggi di Indonesia. Keenam negara itu adalah Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Republik Korea, Cina, dan Jepang. Informasi ini didapat dari suatu diskusi pendidikan yang berlangsung di Jakarta belum lama ini. Mengenai kehadiran perguruan tinggi asing (PTA) di negara kita sebenarnya bukan hal baru. Beberapa tahun lalu, saat menjadi Menteri Pendidikan, Prof. Dr. Wardiman pernah mengingatkan, cepat atau lambat kehadiran PTA di Indonesia pasti akan terjadi. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan diri sejak dini agar tidak kalah bersaing. Meski wacana mengenai PTA sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, tetapi dalam realitasnya hingga kini kita belum punya pengalaman mengenai hal itu. Padahal, negaranegara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand telah lebih dulu memilikinya. Malaysia misalnya, pemerintah mengizinkan RMIT University Melbourne-Australia untuk mendirikan PTA di negaranya. Tentu saja pendirian PTA di negeri jiran ini disertai syaratsyarat tertentu yang bersifat win-win collaboration. Kehadiran PTA di Indonesia memang menjadi suatu dilema. Di satu sisi bila kehadirannya diizinkan, perguruan tinggi kita, PTN dan PTS, belum siap bersaing. Di sisi lain, bila kehadirannya ditolak maka tanpa adanya kompetitor eksternal, mutu perguruan tinggi kita sulit ditingkatkan.

3. Mengidentifikasi fakta dan pendapat Setiap teks ilmiah selalu memuat dua bagian, yaitu fakta dan pendapat. Fakta merupakan pernyataan atau ungkapan yang berisi hal-hal yang benar-benar terjadi. Sementara itu, pendapat adalah pernyataan yang berisi analisis akal manusia terhadap kemungkinan yang akan terjadi.

Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi tulisan berciri deskriptif Pada pelajaran 2 telah dijelaskan apa dan bagaimana paragraf deskriptif itu. Bagaimana memilih topik yang tepat untuk dikembangkan menjadi karangan deskripsi?

Mengidentifikasi puisi 1. Membaca pusi Membaca puisi merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengapresiasi atau menghargai, menghayati, dan menikmatinya. Dalam pembacaan puisi perlu diperhatikan lafal, tekanan/stres, intonasi, volume suara, dan penampilan/performa yang mencakup gaya dan sikap (untuk pembacaan yang disaksikan langsung atau di atas panggung). Lafal adalah cara seseorang mengucapkan atau menuturkan bunyi bahasa. Jika lafal seseorang baik, maka bunyi bahasa yang diucapkannya akan mudah dan jelas ditangkap oleh pendengar.

Tekanan/stres/aksen adalah keras lembutnya pengucapan kata, kalimat, atau baris dalam puisi. Maksud adanya aksentuasi adalah untuk menegaskan bagian-bagian yang dirasa lebih penting daripada bagian lain. Intonasi atau lagu kalimat adalah ketepatan tinggi rendah nada dalam pembacaan puisi sehingga suara pembaca tidak monoton tetapi berirama. Intonasi sebenarnya merupakan gabungan dari berbagai unsur, di antaranya nada, tempo, irama/ritme, tekanan, dan volume suara.

2. Membahas pembacaan puisi Pembahasan pembacaan puisi yang dilakukan teman perlu kiranya dilakukan secara kelompok. Tiap kelompok terdiri atas lima orang. Salah satu wakil dari kelompok membacakan puisi, sedangkan kelompok yang lain membuat catatan tentang kelebihan sebagai bahan bahasan kelompoknya.

3. Memberikan saran perbaikan puisi Agar dapat menghayati dan dapat membaca puisi dengan lafal, tekanan, dan intonasi yang tepat sesuai dengan isi puisi, diperlukan pelatihan secara berulang. Salah satu cara untuk hal itu adalah membuat catatan-catatan khusus pembacaan puisi yang dilakukan teman.

 

Mendengarkan Berita di Televisi dan Membacakan Puisi

Mendengarkan Berita di Televisi dan Membacakan Puisi

Mendengarkan Berita di Televisi dan Membacakan Puisi

Membacakan Puisi
Membacakan Puisi

Membacakan Puisi  – Tahukah Anda bahwa informasi aktual yang Anda dapatkan akan menambah wawasan Anda? Sudahkah Anda mendapatkan info terbaru hari ini? Dalam pelajaran ini, Anda akan belajar menyimpulkan isi informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung. Selain itu, Anda pun akan belajar menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk paragraf eksposisi, menemukan nilai-nilai yang dikandung cerpen dan membacakan puisi dengan lapal, nada, tekanan, dan intonasi yang tepat akan dipelajari pada pelajaran ini.

Mendengarkan Berita di Televisi

Membacakan Puisi  – melalui radio atau televisi setiap hari. Berbagai berita disuguhkan dari waktu ke waktu, baik tentang peristiwa yang terjadi di sekitar Anda mau pun di wilayah lain di luar negeri. Banyak informasi yang disajikan melalui siaran berita menuntut Anda untuk bersikap kritis. Kegiatan mendengarkan atau menyimak kritis perlu Anda lakukan agar mampu meneliti letak kekurangan atau kekeliruan informasi yang disampai – kan. Anda perlu berlatih menyimak kritis atas segala ucapan atau informasi lisan untuk memperoleh kebenaran.

Membacakan Puisi  – Beberapa kegiatan yang tercakup dalam menyimak kritis adalah: 1. menentukan mana informasi baru dan informasi tambahan bagi suatu topik; 2. menafsirkan, menginterpretasikan ungkapan, idiom, dan bahasa yang belum umum, belum lazim dipakai; 3. bertindak objektif dan evaluatif untuk menentukan keaslian, kebenaran, atau adanya prasangka atau kecerobohan, kekurangtelitian serta kekeliruan. Sekarang, dengarkanlah teks berita berikut ini dengan cermat.

Sanggar Musik Septime, Lahirkan Pemusik Profesional

Membacakan Puisi  – Pesatnya kemajuan industri hiburan dalam masyarakat membuat banyak orang terutama mereka yang memiliki bakat dalam dunia musik memilih untuk tekun belajar musik. Alasannya, bisnis dunia hiburan merupakan lapangan yang menjanjikan, baik dari sudut finansial maupun ketenaran sebagai artis atau musisi. Jalur belajar yang dipilih pun berbeda. Ada yang belajar secara otodidak,ada yang belajar melalui lembaga formal di sekolah-sekolah musik, ada yang belajar di lembaga-lembaga kursus musik yang tersebar di berbagai daerah. Salah satu sanggar musik yang banyak melahirkan banyak musisi di Denpasar adalah Sanggar Musik Septime. Sanggar yang berdiri sejak 2 Agustus 2002 ini telah melatih dan mendidik lebih dari empat ratus murid. Latar  belakang berdirinya Sanggar Septime berawal dari lesunya perkembangan musik di Denpasar yang terjadi sejak tahun 1990-an sampai 2002.

Membacakan Puisi  – Banyak kader-kader muda yang berbakat, namun wadah untuk mengasah bakat-bakat musik tidak cukup terakomodasi. Kenyataan ini mendorong terbentuknya Sanggar Musik Septime yang beralamat di Jln. Durian 4 Denpasar tersebut dengan mempekerjakan sembilan orang tenaga pengajar. Materi yang ditawarkan terdiri dari keterampil an keyboard, piano, guitar, drum, dan vokal yang dimulai dari tingkat dasar sampai tingkat mahir.

Membacakan Puisi  – Peserta kursus terdiri dari beragam usia mulai usia kanak-kanak sampai usia dewasa. “Di sini kita membedakan sistem penyajian materi antara peserta kelas dan peserta yang privat”, jelas Gideon Dwi Prasetia Ludji, salah seorang staf pengajar Sanggar Septime. Peserta kelas biasanya pertemuannya rutin, dengan jadwal yang ditetap kan sebelumnya, sedangkan untuk peserta privat waktunya disepakati antara peserta dengan pengajar. Pemberian nama Septime bukanlah tanpa arti. “Dalam urutan nada, Septime sama dengan nada ketujuh sebagai angka sempurna,” jelas Dion guru keyboard itu. Tujuh adalah jurus pamungkas sebagai tanda kemenangan. Konkret nya, orang yang sudah belajar di Septime pasti memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Satu paket yang diberikan harus selesai dalam kurun waktu enam bulan. Sumber: Bali Televisi, September 2004

Dapatkah Anda tunjukkan pokok isi berita dari teks berita tersebut? Adakah hal-hal yang belum Anda pahami dari teks berita tersebut? Jika ada, ayo buatlah pertanyaan dan diskusikanlah dengan teman Anda untuk menjawabnya. Berdasarkan teks berita tersebut, Anda dapat mengetahui pokok-pokok isi berita. Berikut ini beberapa pokok-pokok isi berita tersebut.

1. Bisnis dunia hiburan merupakan lapangan yang men janjikan, baik dari sudut finansial maupun ketenaran sebagai artis atau musisi. 2. Salah satu sanggar musik yang banyak melahirkan banyak musisi di Denpasar adalah Sanggar Musik Septime.

Selanjutnya, Anda pun dapat mengungkapkan kembali isi berita tersebut dengan kalimat yang runtut dan jelas. Selain itu, Anda pun dapat mengajukan beberapa pertanyaan tentang isi berita. Berikut ini contoh pertanyaan dan jawabannya.

Menulis Paragraf Eksposisi

Masih ingatkah Anda pada pembelajaran menulis paragraf atau karangan narasi dan deskripsi? Selain kedua jenis paragraf tersebut, ada jenis paragraf lain yang dapat Anda pelajari, yakni paragraf eksposisi. Eksposisi itu adalah menyingkapakan. Dan sesuatu yang disingkapakan itu adalah sesuatu yang selama ini tertutup, terlindung, atau tersembunyi. Dalam hal wacana eksposisi, yang disingkapkan itu adalah buah pikiran atau ide, perasaan atau pendapat penulisnya, untuk diketahui orang lain. Oleh karena itu, terlebih dahulu haruslah ada suatu hal, suatu buah pikiran, atau suatu isi hati, atau suatu pendapat, yang akan diungkapkan. Di dalam eksposisi, sesuatu yang akan diungkapkan ini disebut tesis (ini kira-kira sama dengan apa yang kita sebut dengan tema ketika kita membicarakan narasi). (Ismail Marahimin, 2005: 193) Sekarang, apakah yang dimaksud eksposisi dan bagai mana karakteristik nya? Untuk memperoleh penjelasan tersebut.

Paragraf eksposisi yakni paragraf yang berusaha me nerangkan atau menjelaskan pokok pikiran yang dapat mem perluas pengetahu an pembaca. Paragraf ini bertujuan me nyampai kan fakta-fakta secara teratur, logis, dan saling bertautan dengan maksud untuk menjelaskan suatu ide, istilah, masalah, proses, unsur-unsur sesuatu, atau hubung an sebab-akibat agar di ketahui oleh orang lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa paragraf eksposisi mempunyai ciri:

1. memberikan penjelasan terhadap bagaimana sesuatu itu terjadi atau bekerja; 2. disusun berdasarkan urutan yang sistematis dan saling bertautan; 3. adanya hubungan sebab-akibat; 4. memperluas pengetahuan pembaca. Agar pemaparan proses ini disampaikan secara sistematis, Anda diharapkan melakukan hal berikut. 1. Menganalisis suatu hal atau persoalan bagian per bagian. 2. Bagian-bagian tersebut diuraikan tahap demi tahap sehingga pada akhirnya pembaca mempunyai pengetahuan tentang proses tersebut secara keseluruhan. Dalam pemaparannya, Anda dapat menggunakan pola pengembang an paragraf umum-khusus (deduktif) atau khusus-umum (induktif). Paragraf umum-khusus (deduktif) adalah paragraf yang dimulai dengan pernyataan umum, kemudian dilanjutkan dengan uraian atau kalimat penjelas yang bersifat khusus.

Contoh

Sekarang telah lahir Virtual Laser Keyboard, keyboard canggih yang telah lama ditunggu-tunggu. Dengan menggunakan teknologi sinar laser dan infra merah, keyboard ini sangat berguna bagi setiap pengguna PDA. Selain itu, keyboard ini dapat juga digunakan untuk desktop PC (personal computer) atau laptop.

Paragraf khusus-umum (induktif) adalah paragraf yang diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Dengan demikian, letak kalimat utamanya berada di akhir paragraf.

Untuk membuat karangan eksposisi, Anda dapat mencari topik-topik yang dapat dikembangkan. Jika Anda ingin memapar kan suatu proses atau cara, topik-topik yang diambil harus lah membutuhkan pemaparan itu. Misalnya, Anda akan menjelaskan cara membuat layang-layang. Layang-layang merupakan mainan yang memiliki teknologi sederhana. Setelah menentukan topik karangan, Anda dapat me rinci gagasan berdasarkan topik tersebut. Gagasan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk kerangka karangan.

Contoh: 1. Layang-layang dan asal muasalnya 2. Bahan-bahan yang harus disediakan 3. Langkah-langkah membuatnya 4. Hiasan layang-layang Jika kerangka karangan sudah terbentuk, Anda dapat dengan mudah mengembangkannya menjadi karangan eksposisi. Tuangkanlah semua gagasan yang ada dalam pikiran Anda. Setelah selesai, Anda dapat membaca ulang tulisan Anda sambil melakukan koreksi: menghilangkan bagian yang tidak padu, membetulkan ejaan dan tanda baca, serta menambahkan bagianbagian yang kurang.

Contoh: Angin adalah gerakan udara dari daerah bertekanan yang tinggi ke daerah bertekanan yang rendah. Gerakan udara ini dikendalikan panas lebih ringan dari pada udara dingin. Udara panas naik jika dipanasi matahari lalu tempatnya digantikan oleh udara dingin.

Perbaikannya: Angin adalah gerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Gerakan udara ini dikendali kan panas matahari. Udara panas lebih ringan daripada udara dingin. Udara panas naik jika dipanasi matahari, lalu tempatnya digantikan oleh udara dingin.

Menemukan Nilai-Nilai Cerpen 

Menurut bentuk fisiknya, cerita pendek ( atau disingkat cerpen) adalah cerita yang pendek. Ukuran pendek di sini diartikan sebagai: dapat selesai dibaca sekali duduk dalam waktu kurang dari satu jam. Di samping itu, cerpen bersifat rekaan(fiction). Namun, meskipun hanya bersifat rekaan, cerpen ditulis berdasarkan kenyataan kehidupan. Apa yang diceritakan di dalam cerpen memang tidak pernah terjadi, tetapi dapat terjadi semacam itu. Ciri hakiki cerpen adalah bertujuan untuk memberikan gambaran yang tajam dan jelas, dalam bentuk yang tunggal, utuh, dan mencapai efek yang tunggal pula pada pembacanya(Jacob Sumardjo, 1988:36).

Efek tunggal yang dimaksud di sini adalah pemahaman pembaca terhadap penceritaan cerpen. Oleh karena itu, penceritaan dalam sebuah cerpen haruslah dilakukan secara hemat dan ekonomis agar hanya ada satu kesan yang ditangkap pembaca, biasanya tentang moral. Dalam sebuah karya sastra, moral merupakan makna terdalam yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Pesan moral yang pembaca dapatkan dari sebuah karya sastra biasanya tidak akan sama karena hal ini berhubungan dengan cara pembaca mengapresiasi isi cerita. Pesan moral yang pembaca dapat bisa berupa cinta kasih, persahabatan, kesetiakawanan sosial, ketuhanan, dan masih banyak lagi(Jan Van Luxemburg, 1991:21).

Membacakan Puisi 

Membaca puisi merupakan sebuah seni, yakni seni memahami sesuatu nilai keindahan bahasa sebuah karya, baik untuk diapresiasi maupun ditampilkan. Oleh karena itu, tidak setiap orang dapat membaca puisi sekaligus mampu menafsirkan dan memahami isinya. Setiap orang dapat berbeda dalam memahami sebuah puisi. Hal ini bergantung, pada seberapa jauh pembaca dapat mengerti puisi tersebut. Selain itu, pemahaman ini pun bergantung pada seberapa kritisnya pembaca menilai dan meresapi penggambaran sesuatu dalam puisi.