Materi Ciri Umum dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Materi Ciri Umum dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Materi Ciri Umum dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup – Sejak dulu kala, manusia telah sangat erat berinteraksi dengan hewan. Manusia memanfaatkan hewan dalam banyak sekali bidang kehidupan. Mulai bidang transportasi, militer, pertanian, hiburan, hingga untuk memenuhi kebutuhan naluriah yang paling mendasar: makan. Maka, kita pun mengenal kuda kereta, gajah perang, sapi penarik bajak, lumba-lumba sirkus, hingga ayam potong. Namun, semua yang disebut tadi barulah bagian sangat kecil dari dunia hewan. Masih ada ribuan spesies lagi, yang mungkin untuk melihat semuanya, umur manusia sungguh terlalu singkat. Maka, pelajari saja di bab ini, di bahasan mengenai Kingdom Animalia (Dunia Hewan).

Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup – Pada bab ini kalian akan mempelajari berbagai jenis makhluk hidup anggota Kingdom Animalia. Kalian akan mengenal ciri-ciri morfologi berbagai filum di dalam Kingdom Animalia dan mempelajari dasar klasifikasinya. Kalian juga akan melakukan berbagai pengamatan, percobaan, dan studi literatur, serta koleksi berbagai jenis hewan. Kemudian kalian juga bisa mempelajari berbagai peranan hewan-hewan tersebut dalam kehidupan. Setelah mempelajari materi pada bab ini, kalian diharapkan mampu mendeskripsikan ciri-ciri umum, klasifi kasi serta contoh spesies dari Kingdom Animalia. Selain itu kalian diharapkan mampu menjelaskan peranan Kingdom Animalia dalam kehidupan

A. Ciri Umum dan Klasifikasi Hewan Manusia memiliki sifat-sifat biologis yang dekat dengan hewan sehingga dalam klasifi kasi makhluk hidup manusia termasuk satu kelompokdengan hewan. Karena kedekatan ini, kita cenderung mudah membedakan antara hewan dengan tumbuhan. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga mengembangbiakkan berbagai jenis hewan untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga ada hewan-hewan yang bernilai ekonomis tinggi.

Hewan memiliki berbagai macam ciri yang khas antara satu jenis dengan jenis lainnya. Ciri-ciri umum hewan juga sangat berkaitan dengan klasifikasi hewan-hewan tersebut ke dalam berbagai takson. Dengan mengetahui ciri-ciri umumnya, kita bisa menentukan dengan mudah apakah suatu organisme yang kita temui temasuk hewan atau termasuk organisme lain. Sekarang kalian cermati uraian berikut.

Klasifikasi Makhluk Hidup

1. Ciri Umum Hewan merupakan organisme atau makhluk hidup yang dapat kita jumpai pada berbagai tempat. Ada berbagai jenis hewan yang hidupdi darat, di dalam air, di daerah tropis maupun subtropis, dan bahkan di daerah gurun yang sangat kering maupun daerah kutub yang sangat dingin. Hewan juga memiliki cara hidup bermacam-macam, ada yang hidup sebagai individu yang mandiri dan ada pula yang hidup menumpang pada organisme lain sebagai parasit, ada soliter dan ada yang berkelompok.

Ada hewan yang memakan tumbuhan, memangsa hewan-hewan lain, dan ada yang memakan keduanya. Umumnya hewan dapat bergerak aktif sehingga bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Beberapa kelompok hewan juga melakukan migrasi pada waktu-waktu tertentu. Hewan bergerak untuk mencari makanan dan bertahan hidup. Hewan-hewan tersebut berbeda antar kelompok satu dengan yang lainnya, ada yang kecil ada yang besar, ada yang bisa berlari, ada yang bisa terbang, dan ada pula yang bergerak sangat lambat. Hewan juga memiliki tubuh yang beraneka ragam warna dan bentuknya.

Namun demikian, hewan-hewan tersebut memiliki ciri-ciri umum yang sama sehingga mereka dikelompokkan ke dalam satu kelompok yang disebut Kingdom Animalia atau Dunia Hewan. Ciri-ciri hewan adalah

1) organisme eukariotik dan multiselular.

2) bersifat heterotrof, yaitu mendapatkan energi dengan memakan organisme lain (tumbuhan atau hewan lain). Inilah sifat umum yang membedakan tumbuhan dan hewan.

3) Sel hewan tidak memiliki dinding sel.

4) Tidak memiliki klorofi l sehingga tidak mampu berfotosintesis.

5) Bereproduksi dengan cara yang khas, yaitu secara kawin (seksual). Hanya beberapa jenis yang dapat bereproduksi secara aseksual.

6) Sebagian besar hewan memiliki otak dan sistem syaraf.

7) Hewan merupakan organisme yang aktif bergerak (motile).

Klasifikasi Makhluk Hidup

2. Klasifikasi Hewan. Kingdom Animalia atau Dunia hewan oleh para ahli zoologi dikelompokkan menjadi hewan invertebrata dan vertebrata. Pengelompokan ini didasarkan pada ada dan tidaknya tulang belakang (vertebrae). Hewan juga bisa dikelompokkan berdasarkan habitatnya, ada yang hidup di darat atau terestrial dan ada yang hidup di air (laut, payau, tawar) atau akuatik. Namun demikian, kelompok-kelompok tersebut bukan merupakan klasifi kasi ilmiah.

Klasifikasi dan pemberian nama ilmiah hewan, secara international diatur dalam International Code of Zoological Nommenclature atau Kode Internasional Tatanama Hewan. Di bawah kategori kingdom, Dunia Hewan dibagi ke dalam beberapa fi lum. Dalam pembahasan berikut, untuk mempermudah pembelajaran kalian, kita akan membedakan Kingdom Animalia ke dalam dua kelompok besar, yaitu Invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) dan Vertebrata (hewan bertulang belakang).

Klasifikasi Makhluk Hidup – Invertebrata Invertebarta merupakan nama yang digunakan untuk menyebut kelompok hewan yang tidak bertulang belakang. Kata ini berasal dari bahasa Latin in (tanpa) dan vertebrae (tulang belakang). Invertebrata merupakan kelompok hewan yang jumlahnya sangat besar, terdiri dari berbagai fi lum, yaitu Porifera, Cnidaria (Coelenterata), Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata. Pada uraian berikut kalian bisa mempelajari ciri masing-masing fi lum dan contoh jenis-jenis hewan yang menjadi anggota filum tersebut.

1. Filum Porifera Kata porifera berasal dari bahasa Latin porus (lubang kecil) dan ferre (membawa). Jadi Porifera berarti hewan yang mempunyai tubuh berpori, dikenal juga sebagai hewan sponge atau spons. Porifera ini hidup menetap (sessil) pada dasar perairan. Sebagian besar hewan ini hidup di laut dan sebagian kecil yang hidup di air tawar. Bentuk tubuhnya beraneka ragam, menyerupai tumbuhan, warnanya juga sangat bervariasi dan dapat berubah-ubah.

Porifera memiliki beberapa karakteristik. Tubuhnya bersel banyak, simetri radial, atau asimetris. Sel-sel tersebut menyusun tubuh Porifera dalam dalam 2 lapis (dipoblastik), membentuk jaringan yang belum sempurna dan di antaranya terdapat gelatin yang disebut mesenkim. Tubuhnya mempunyai banyak pori, saluran-saluran, dan rongga sebagai tempat air mengalir. Sebagian atau seluruh permukaan dalam tubuhnya tersusun dari sel-sel yang berleher yang berfl agelum, disebut koanosit. Porifera melakukan pencernaan makanan di dalam sel atau secara intrasel. Umumnya Porifera mempunyai rangka dalam. Hewan ini berkembangbiak secara kawin dan tak kawin. Secara kawin dilakukan dengan sel telur dan sel spermatozoid. Larvanya berbulu getar dan dapat berenang. Sedangkan secara tidak kawin dengan bertunas.

Berdasarkan tingkat kompleksitasnya, sistem saluran air pada Porifera dibedakan menjadi tiga, yaitu tipe askon, tipe sikon, dan tipe leukon (rhagon).

a. Tipe askon merupakan tipe saluran air paling sederhana. Saluran air dimulai dari ostia yang dihubungkan langsung oleh saluran ke spongocoel. Dari spongocoel air keluar melalui oskulum.

b. Tipe sikon merupakan tipe saluran air yang terdiri atas dua saluran yaitu inkruen dan radial. Air masuk melalui ostia menuju ke saluran inkruen. Melalui porosit, air dari saluran in kruen menuju ke saluran radial, terus ke spongocoel dan akhirnya keluar melalui oskulum.

c .tipe leucon (rhagon), merupakan tipe saluran air yang paling kompleks. Air dari ostium masuk melalui saluran menuju ke rongga-rongga yang dibatasi oleh koanosit. Dari rongga ini air melalui saluran-saluran lagi menuju ke spongocoel dan akhirnya keluar melalui oskulum. Porifera banyak menghasilkan spikula yang dihasilkan oleh scleroblast (bagian dari gelatin mesenkim).

Hasil sekresi yang berupa silika (zat kersik) atau karbonat (zat kapur) ini memiliki bentuk yang bermacam-macam. Ada yang berbentuk monakson, tetrakson, poliakson, heksakson, atau benang-benang spongin. Spikula merupakanstruktur tubuh yang berperan penting untuk membedakan jenis-jenis Porifera. Bentuk dan kandungan spikula ini digunakan sebagai dasar klasifi kasi Porifera. Berdasarkan sifat spikulanya, Filum Porifera dibagi menjadi 3 kelas, yaitu Kelas Calcarea, Hexatinellida, dan Demospongia.

a. Kelas Calcarea Anggota kelas ini mempunyai rangka yang tersusun dari zat kapur (kalsium karbonat) dengan tipe monoakson, triakson, atau tetrakson. Koanositnya besar dan biasa hidup di lautan dangkal. Tipe saluran airnya bermacam-macam. Hidup soliter atau berkoloni. Contoh jenis yang menjadi anggota kelas ini adalah Leucosolenia sp., Scypha sp., Cerantia sp., dan Sycon gelatinosum.

b. Kelas Hexatinellida Pada anggota Kelas Hexatinellida, spikula tubuh yang tersusun dari zat kersik dengan 6 cabang. Kelas ini sering disebut sponge gelas atau porifera kaca (Hyalospongiae), karena bentuknya yang seperti tabung atau gelas piala. Tubuh berbentuk silinder atau corong, tidak memiliki permukaan epitel. Contoh anggota kelas ini adalah Hyalonema sp., Pheronema sp., dan Euplectella suberea. Perhatikan Gambar 8.3.

c. Kelas Demospongia Kelas ini memiliki tubuh yang terdiri atas serabut atau benangbenang spongin tanpa skeleton. Kadang-kadang dengan spikula dari bahan zat kersik. Tipe aliran airnya adalah leukon. Demospongia merupakan kelas dari Porifera yang memiliki jumlah anggota terbesar. Sebagian besar anggota Desmospongia berwarna cerah, karena mengandung banyak pigmen granula dibagian sel amoebositnya. Contoh kelas ini antara lain Suberit sp., Cliona sp., Microciona sp., Spongilla lacustris, Chondrilla sp., dan Callyspongia sp.

 

Materi Tata Nama dan Nama Ilmiah Makhluk Hidup

Materi Tata Nama dan Nama Ilmiah Makhluk Hidup

Materi Tata Nama dan Nama Ilmiah Makhluk Hidup

Nama Ilmiah Makhluk Hidup
Nama Ilmiah Makhluk Hidup

Nama Ilmiah Makhluk Hidup – Berbagai jenis makhluk hidup memiliki sebutan atau nama yang bermacam-macam sesuai dengan daerah tempat organisme tersebut ditemukan (nama lokal). Sehingga satu jenis tumbuhan, pisang misalnya, bisa memiliki nama lokal yang berbeda-beda. Oleh orang Jawa tanaman pisang disebut gedang. Di Madura disebut kisang dan di Sunda disebut cau. Orang Belanda menyebutnya banaan dan dalam bahasa Inggris disebut banana. Akibat bermacam-macam nama tersebut bisa membingungkan meskipun pada dasarnya tumbuhan yang dimaksud adalah sama. Ini menunjukkan bahwa nama daerah di manapun di dunia ini tidak dapat dipakai untuk menunjuk dengan tepat suatu spesies.

Nama Ilmiah Makhluk Hidup – Oleh karena itu disusunlah tata nama yang mengatur pemberian nama ilmiah suatu spesies dan tata nama tersebut berlaku secara internasional. Jadi, ketika kita menyebut pisang dengan nama ilmiahnya, yaitu Musa paradisiaca L., maka para biolog di seluruh dunia akan memahami bahwa spesies yang kita maksud adalah pisang. Nama ilmiah adalah nama latin atau nama yang dilatinkan untuk menyebut suatu spesies. Nama ini berlaku secara internasional dan pemakaiannya diatur oleh suatu ketentuan atau kode internasional. Tata nama tumbuhan diatur oleh Kode Internasional Tata Nama Tumbuhan (International Code of Botanical Nommenclature) dan tata nama hewan diatur oleh Kode Internasional Tata Nama Hewan (International Code of Zoological Nomenclature). Sedangkan untuk organisme lain, bakteri dan akhea misalnya, selain mengacu pada kedua kode tersebut juga harus mengacu pada International Code of Bacterial Nommenclature.

Nama Ilmiah Makhluk Hidup – Pemberian nama ilmiah harus dilakukan sesuai tata nama. Nama ilmiah yang baku adalah yang sesuai dengan sistem binomial nomenclature. Ilmuwan yang mengenalkan tata nama ini adalah Carolus Linnaeus. Penamaan ini menggunakan dua kata. Kata pertamamenunjukkan genus, sedangkan kata kedua menunjukkan penunjuk spesies (epitethon specifi cum). Nama genus (marga) harus ditulis dengan awalan huruf besar atau huruf kapital, sedangkan kata kedua dimulai de ngan huruf kecil. Kata kedua biasanya berasal dari nama penemunya, nama tempat spesimen tersebut ditemukan, atau ciri khas yang dimiliki spesies tersebut dan harus dilatinkan. Kedua kata dalam nama ilmiah tersebut harus dituliskan dengan cetakan yang berbeda dengan kalimat di sekitarnya. Biasanya ditulis dengan huruf miring (italic). Di belakang nama ilmiah tersebut bisa juga dituliskan singkatan nama orang (author), yaitu orang yang pertama kali memberikan nama ilmiah tersebut dan mempublikasikannya secara sah dan valid. Jadi, nama ilmiah untuk pisang, Musa paradisiaca L.

Nama Ilmiah Makhluk Hidup – Apabila nama spesies terdiri dari 3 kata, maka kata kedua dan ketiga harus ditulis menyatu dengan tanda hubung. Misalnya, Hibiscus rosa-sinensis atau Hibiscus rosasinensis. Nama familia (suku) diambil dari nama spesimen acuan ditambah dengan akhiran aceae bila itu tumbuhan, dan idae bila makhluk itu hewan. Contoh nama familia pada tumbuhan, yaitu familia Solanaceae dari kata Solanum + aceae. Sedangkan contoh nama familia pada hewan, yaitu familia Canidae dari Canis + idae. Nama kelas diakhiri dengan nae, misalnya nama kelas tumbuhan Melinjo terdiri dari nama kelas Gnetinae dari kata Gnetum + nae. Sedangkan nama ordo dikhiri dengan kata ales, misalnya nama ordo tumbuhan jahe adalah Zingiberales, berasal dari kata Zingiber + ales.

Nama Ilmiah Makhluk Hidup

d. Identifi kasi Makhluk Hidup Dengan menyebutkan nama ayam, kucing, dan tikus, atau padi, rumput, dan belalang berarti kalian telah melakukan identifi kasi terha dap makhluk hidup. Apabila kalian melakukan identifi kasi makhluk hidup, maka kalian dapat mengenal makhluk hidup secara mendetail atau mendalam. Pada prinsipnya identifi kasi makhluk hidup adalah upayamencocokkan suatu jenis makhluk hidup dengan kategori tertentu yang telah diklasifi kasikan dan diberi nama secara ilmiah oleh para ahli. Identifi kasi tumbuhan berarti mencocokan jenis tumbuhan yang belum diketahui ke dalam takson tertentu. tertentu. Oleh karena itu, dibutuhkan sarana identifi kasi berupa kunci identifi kasi (kunci dikotomis), pertelaan, atau buku-buku identifi kasi. Identifi kasi dimulai dengan pengumpulan spesimen, pengamatan sifat-sifat tertentu (determinasi) dan pencocokan.

Nama Ilmiah Makhluk Hidup – Sehingga, apabila kalian akan melakukan identifi kasi suatu jenis, kalian harus memperhatikan ciri-ciri tubuh hewan, meliputi susunan kulit, susunan alat gerak, susunan bagian tubuh (kepala, badan, dan ekor), susunan gigi, dan lubang hidung. Sedangkan pada identifi kasi tumbuhan, ciri-ciri yang harus diperhatikan meliputi bunga (bagian-bagian bunga dan susunan bunga), daun (bentuk daun, tepi daun, pangkal dan ujung daun, pertulangan daun dan sifat-sifat permukaan daun) dan buah. Sampel atau spesimen tumbuhan dan hewan dapat diambil dalam bentuk awetan berupa awetan basah atau kering. Contoh awetan kering pada tumbuhan adalah herbarium dan pada hewan adalah insektarium. Sampel-sampel tersebut kemudian diamati ciri-cirinya dengan seksama dan diidentifi kasi dengan sarana identifi kasi yang sesuai. Begitu pula untuk virus, organisme prokariotik, dan fungi juga diperlukan sampel dan sarana identifi kasi tertentu. Untuk menambah pengetahuan kalian tentang identifi kasi, lakukan kegiatan berikut.

Cara mengidentifikasi tumbuhan menggunakan kunci determinasi diawali dengan mencermati setiap kata yang terdapat pada kunci determinasi mulai dari baris paling atas. Ambillah satu persatu tumbuhan yang ada, kemudian cocokkan ciri yang terdapat pada kunci determinasi dengan ciri pada tumbuhan. Bila ciri yang ada pada kunci determinasi sesuai dengan ciri pada tumbuhan, catatlah nomornya dan lanjutkan sesuai dengan perintah yang ada pada kunci (biasanya nomornya berada di penghujung pernyataan). Bila ciri yang ada pada kunci determinasi tidak sesuai dengan ciri pada tumbuhan, beralihlah pada nomor yang sesuai dengan petunjuk yang ada pada kunci determinasi. Lakukan identifikasi dengan memberikan nama familia pada tumbuhan yang kalian identifikasi. Sebagai contoh bila kalian mengidentifikasi dengan benar, maka hasil identifikasi untuk tumbuhan kambija adalah sebagai berikut: 84b-88b-89b-91b-105. Apocynaceae. Jadi, famili tumbuhan tersebut adalah Apocynaceae. Salinlah hasil identifikasi kalian pada buku tugas, lalu kumpulkan kepada guru kalian.

Untuk membuat kunci identifi kasi seperti yang kita gunakan dalam rubrik Telisik tersebut, diperlukan pengetahuan awal tentang ciri-ciri setiap spesies tumbuhan yang akan dibuat kuncinya. Kunci identifi kasi.

sederhana hanya memuat ciri-ciri yang tampak oleh mata. Namun demikian, seharusnya dalam membuat kunci tidak hanya berdasarkan ciri-ciri yang tampak, tetapi juga ciri-ciri mikroskopis. Sebagai contoh apabila kita ingin membuat kunci untuk tumbuhan monokotil dan dikotil maka kita harus mengenal ciri-ciri anggota kedua kelas tersebut dengan baik. Tumbuhan dengan biji berkeping satu atau anggota kelas monocotyledonae memiliki akar serabut, batang yang beruas-ruas, daun berbentuk pita dengan urat-urat yang tersusun sejajar atau melengkung. Bagian bunganya seperti mahkota dan kelopak berjumlah 3 atau kelipatan 3. Bila biji berkecambah, kotiledonnya atau kepingnya tetap utuh. Batang dan akarnya tidak dapat tumbuh membesar, kecuali beberapa jenis monocotyledonae. Contoh tumbuhan dikotil adalah nanas seberang dan palem raja. Sedangan Kelas Dicotyledoneae (tumbuhan berkeping dua atau berbiji belah) akarnya berupa akar tunggang. Batangnya mempunyai ruas-ruas yang tidak jelas. Umumnya mempunyai banyak cabang. Bentuk daunnya bervariasi, ada yang berbentuk jantung, ginjal, dan bulat telur (pada umumnya urat daun menyirip atau menjari). Bagian bunga seperti kelopak bunga dan mahkota bunga berjumlah dua, empat, lima, atau kelipatannya. Bila biji berkecambah, kepingnya membelah menjadi dua. Akar maupun batang dapat tumbuh membesar karena memiliki kambium.

Sebelum kalian mencoba membuat kunci identifikasi (kunci determinasi sederhana), sediakan beberapa tanaman berikut. a. Kemangi (Ocimum basillicum) g. Kamboja (Plumeria acuminata) b. Bakung (Crinum asiaticum) h. Petai cina (Leucaena glauca) c. Lidah buaya (Aloe vera) i. Kangkung (Ipomoea aquatica) d. Bawang merah (Allium cepa) j. Ketela pohon (Manihot utlissima) e. Tebu (Saccharum oficinarum) k. Orok-orok (Crotalaria striata) f. Nanas (Ananas comosus) Sebagai langkah awal, buatlah kunci dikotomi dengan langkah kerja sebagai berikut. Bagilah tanaman-tanaman tersebut menjadi 2 kelompok berdasarkan pembeda yang jelas, misalnya berdasarkan susunanakar serabut dan tunggang. Tiap kelompok yang dihasilkan kemudian dipilih lagi menjadi subkelompok atas dasar pembeda yang jelas pula, misalnya untuk kelompok tanaman yang berakar serabut dipilah menjadi dua atas dasar bentuk daun, “yang seperti kipas” dan bukan seperti kipas”. Pada pemilahan ini sudah dapat ditentukan satu jenis tanaman yang terpisah. Langkah selanjutnya adalah membagi jenis tanaman yang tersisa menjadi dua kelompok lagi, misalnya dengan melihat daun berdaging tebal dan tidak berda ging tebal, sehingga diperoleh satu jenis tanaman lagi yang terpisah. Demikian seterusnya. Setelah dikotomi bertahap selesai (semua tanaman sudah dikelompokkan), tulislah urutan kerja kalian dalam bentuk kunci identifikasi. Contohnya adalah sebagai berikut.

Pembahasan Materi Klasifikasi Ciri Makhluk Hidup

Pembahasan Materi Klasifikasi Ciri Makhluk Hidup

Klasifikasi Ciri Makhluk Hidup

Klasifikasi Ciri Makhluk Hidup – Dalam kehidupan sehari-hari, kalian sering melakukan pengelompokan terhadap benda-benda tertentu, bukan? Misalnya, kalian mengelompokkan sendok, piring, dan gelas dalam kelompok alat-alat makan. Selain itu, kalian juga mengelompokkan bus, motor, dan mobil dalam kelompok alat-alat transportasi. Pengelompokan alat-alat makan dan transportasi tersebut adalah berdasarkan fungsinya masing-masing.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa setiap pengelompokan pasti didasarkan pada dasar pengelompokan. Begitu pula halnya dengan klasifikasi makhluk hidup. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa alam semesta dihuni oleh beragam makhluk hidup. Agar lebih mudah mengenali beragam makhlukhidup, kita perlu melakukan klasifikasi makhluk hidup. Bagaimana cara klasifikasi makhluk hidup? Perhatikan uraian berikut.

Klasifikasi Ciri Makhluk Hidup

Klasifikasi Ciri Makhluk Hidup
Klasifikasi Ciri Makhluk Hidup

1. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup

Jumlah tumbuhan dan hewan sangat banyak, sehingga tidak mungkin menghafalkannya satu per-satu. Oleh karena itu, kita perlu melakukan klasifikasi. Dengan klasifikasi, kita dapat me ngenal sifat suatu spesies dengan melihat spesies lain yang merupakan anggota kelompok yang sama atau dengan melihat nama kelompoknya.

Contohnya kita dapat mengelompokkan seluruh jenis hewan menjadi dua kelompok besar, yaitu hewan bertulang belakang (vertebrata) dan hewan tidak bertulang belakang (invertebrata). Kemudian, kelompok hewan vertebrata dikelompokkan menjadi kelompok yang lebih kecil lagi, yaitu kelompok ikan (Pisces), kelompok hewan dua alam (Amfibi), kelompok hewan melata (Reptil), kelompok hewan menyusui (Mammalia),dan kelompok hewan bersayap (Aves). Kelompok- kelompok tersebut dikumpulkan berdasarkan persamaan sifat.

Klasifikasi Ciri Makhluk Hidup – Kelompok ikan, misalnya, merupakan kumpulan dari berbagai jenis hewan yang hidup di air dan memiliki kesamaan sifat-sifat tertentu sehingga disebut seba gai ikan. Misalnya mempunyai sisi, bernapas dengan insang, dan berenang dengan sirip. Kegiatan mengklasifikasikan makhluk hidup sangat bermanfaat bagi manusia.

Dengan klasifikasi tersebut akan mempermudah kita dalam mempelajari berbagai jenis makhluk hidup yang ada di dunia ini. Manfaat lainnya adalah memudahkan langkah-langkah pelestarian keanekaragaman hayati. Dengan klasifikasi juga bisa di ke tahui hubungan kekerabatan spesies satu dengan yang lain. Nah sekarang, cobalah kerjakan kegiatan berikut.

Klasifikasi Ciri Makhluk Hidup

2. Proses dan Hasil Klasifikasi Makhluk Hidup Para ilmuwan melakukan pengelompokan makhluk hidup dengan cara mencari persamaan ciri-ciri yang dimiliki. Makhluk hidup yang memiliki kesamaan ciri (sifat) dikelompokkan dalam satu kelompok atau takson. Misalnya, ayam dan burung dimasukkan dalam satu kelompok karena memiliki ciri yang sama, yaitu berbulu, memiliki paru, dan berkembang biak dengan bertelur. Sementara itu, hewan yang memiliki perbedaan sifat akan dimasukkan dalam kelompok yang berbeda pula. Misalnya, kita akan mengelompokkan beberapa hewan, yaitu sapi, kerbau, kambing, kucing,itik, ayam, angsa, merpati, dan jalak. Hewan-hewan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berdasarkan kesamaan ciri tubuhnya yang berambut. Kelompok ini terdiri dari sapi, kerbau, kambing, dan kucing.

Klasifikasi Ciri Makhluk Hidup – Sedangkan kelompok kedua berdasarkan kesamaan ciri tubuhnya yang berbulu. Kelompok ini terdiri dari itik, ayam, angsa, merpati, dan jalak. Berdasarkan cara pengelompokannya, sistem klasifikasi makhluk hidup dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sistem artifisial, sistem alamiah, dan sistem filogeni. Masing-masing sistem klasifikasi tersebut memiliki dasar pengelompokkan tertentu. Pada sistem artifisial (buatan), klasifikasikan dilakukan berdasarkan struktur morfologis, anatomi, dan fisiologi (terutama pada alat perkembangbiakan dan habitat makhluk hidup). Contoh sistem klasifikasi ini adalah yang dilakukan oleh Th eopratus dalam bukunya Historia Plantarum. Ia membagi tumbuhan menjadi empat kelompok berdasarkan penampakannya, yaitu pepohonan, perdu, semak, dan gulma. Sistem yang lain dikemukakan oleh Aristoteles dalam bukunya Historia Animalum. Ia mengelompokkan hewan menjadi dua kelompok, yaitu hewan berdarah dan hewan tak berdarah.

Klasifikasi Ciri Makhluk Hidup – Tokoh lain yang mengembangkan sistem ini adalah Carolus linneaus. Pada sistem alamiah, hasil klasifikasi (takson) terbentuk secara alami, sesuai kehendak alam. Dasar klasifikasi yang digunakan yaitu banyak sedikitnya persamaan, terutama morfologi. Pelopornya adalah Michael Adanson dan Jean Baptise de Lamarck. Mereka mengelompokkan hewan menjadi empat kelompok, yaitu hewan berkaki empat, hewan berkaki dua, hewan bersirip, dan hewan tidak berkaki. Selanjutnya, hewan berkaki empat dibagi lagi menjadi kelompok hewan berkuku genap dan berkuku gasal. Sedangkan sistem filogeni merupakan klasifikasi yang mengacu pada teori evolusi. Teori tersebut menyatakan bahwa spesies yang ada di muka bumi akan mengalami perubahan terus menerus sejalan dengan perubahan lingkungan, sehingga menghasilkan spesies yang berbeda. Organisme baru dilahirkan oleh organisme pendahulunya yang mengalami perubahan (meliputi perubahan susunan gen) yang mengakibatkan perubahan pada sifat organisme tersebut. Proses ini berlangsung lambat dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Dengan menggunakan sistem ini, jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar antar takson dapat terlihat dengan jelas. Semakin dekat hubungan perkerabatan, semakin banyak persamaannya. Dalam sejarah perkembangannya, berbagai sistem klasifikasi pernah dikemukakan oleh para ahli, mulai dari sistem dua kingdom sampai sistem yang sekarang umum dipakai. Perhatikan Gambar 6.27. Pada tahun 1758, Carolus Linnaeus mengusulkan sistem dua kingdom. Ia mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kingdom (dunia), yaitu Dunia Hewan (Animalia) dan Dunia Tumbuhan (Plantae). Semua organisme yang tidak memiliki dinding sel dan mempunyai kemampuan berpindah tempat dimasukkan dalam kelompok hewan. Sedangkan organisme yang memiliki dinding sel, mampu melakukan fotosintesis, dan tidak dapat berpindah tempat dimasukkan dalam kelompok tumbuhan. Menyempurnakan sistem dua kingdom, pada tahun 1866, Ernest Haeckel mengusulkan sistem tiga kingdom. Di dalam sistem ini, makhluk hidup dibagi Dunia Hewan (Animalia), Dunia Tumbuh an (Plantae), dan Dunia Protista.

Dunia Protista mencakup bacteria, Protozoa, dan Porifera. Selain Haeckel, sistem tiga kingdom juga diusulkan oleh Antoni Van Leuwenhoek, tetapi kingdom yang ketiga bukan Protista, melainkan Fungi (Dunia Jamur). Leuwenhoek menggunakan dasar pengelompokan berupa cara memperoleh nutrisi. Fungi merupakan kelompok organisme yang memperoleh makanannya de ngan menguraikan dan menyerap media, Plantae merupakan kelompok organisme yang mendapatkan makanan dengan melakukan fotosintesis, dan Animalia merupakan kelompok organisme yang memakan organisme lain, baik fungi, tumbuhan, maupun hewan lain. Sistem empat kingdom muncul menyusul sistem tiga kingdom, diusulkan oleh Copeland pada tahun 1956. Copeland mengelompokkan makhluk hidup menjadi empat kingdom, yaitu Monera (termasuk bacteria), Protoctista (pengganti nama Protista), Plantae (tumbuhan, termasuk fungi), dan Animalia. Sistem serupa juga dikemukakan oleh Eduard Chatton (1939) yang menggunakan dasar klasifikasi berupa ada tidaknya membran yang membungkus inti sel (eukariotik dan prokariotik). Dalam perkembangan selanjutnya, Sistem lima kingdom kemudian muncul mengikuti perkembangan sistem-sistem sebelumnya. Pada tahun 1969, R. H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi Monera (memiliki tipe sel prokariotik, meliputi Bakteri dan Cyanobacteria), Protista (organisme eukariotik bersel tunggal, meliputi Protozoa dan Algae), Fungi (eukariotik, multiseluler, mengurai medium dan menyerap makanan), Plantae (eukariotik, multiseluler, dan autotrof karena mampu berfotosintesis, Meliputi Bryophyta, Pteridophyta, dan Spermatophyta), dan Animalia (eukariotik, multiseluler, heterotrof). Ke depan sistem klasifikasi akan semakin berkembang sehubungan dengan adanya kemajuan teknologi di bidang biologi, terutama biologi molekuler. Bahkan saat ini juga sudah diajukan sistem klasifikasi enam kingdom dan sistem tiga domain. Di dalam berbagai sistem klasifikasi tersebut, tingkatan tertinggi kelompok atau makhluk hidup adalah kingdom (dunia). Kingdom atau dunia merupakan sebuah golongan (kelompok), disebut takson. Sebagai takson yang tertinggi, Kingdom masih dapat dibagi lagi menjadi unit-unit takson di bawahnya. Urutan unit takson pada hewan adalah Kingdom (Dunia), Phylum (Filum), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Familia (Suku), Genus (Marga), dan Species (Spesies, Jenis). Untuk tumbuhan urutan tersebut sama tetapi takson di bawah Kingdom bukan Phylum, melainkan Divisio (Divisi). Takson atau kelompok makhluk hidup dapat memiliki peringkat atau kategori dan takson-takson tertentu yang diberi nama secara ilmiah. Jadi setiap takson (kelompok) makhluk hidup di dalam sistem kalsifikasi memiliki nama ilmiah tertentu yang sifatnya khas dan tidak dipakai untuk nama takson yang lain.

Kingdom atau dunia merupakan tingkatan takson tertinggi. Kingdom dibagi lagi menjadi filum (pada hewan) dan divisi (pada tumbuhan). Pembagian ini biasanya berdasarkan pada ciri yang umum. Pada tumbuhan, misalnya, tumbuhan yang memiliki, akar, batang, dan daun yang sejati dimasukkan pada Divisi Spermatophyta.Sedangkan tumbuhan yang tidak memiliki akar dan batang yang sejati dimasukkan ke dalam divisi lain, seperti Divisi Bryophyta, Psilophyta, Lycophyta, dan Filicophyta. Divisi dibagi menjadi beberapa subdivisi dan kelas. Divisi Spermatophyta (tumbuhan berbiji) dibagi menjadi Subdivisi Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup) dan Subdivisi Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Angiospermae dibagi lagi menjadi Kelas Monocotyledoneae (tumbuhan berbiji tertutup dan berkeping satu) dan Kelas Dicotyledoneae (tumbuhan berbiji tertutup dan berkeping dua). Di bawah kategori kelas, terdapat kategori bangsa. Kelas Monocotyledoneae memiliki beberapa bangsa, contohnya adalah bangsa Poales, Liliales, dan Bromeliales. Bangsa Poales dibagi lagi menjadi beberapa suku, contohnya Suku Poaceae dan Suku Cyperaceae. Suku Poaceae (suku rumput-rumputan) memiliki bebe rapa marga, misalnya, Marga Oryza. Marga merupakan takson yang mencakup sejumlah spesies yang memiliki persamaan struktur alat reproduksi (jenis kelamin). Di bawah marga adalah kategori spesies atau jenis. Spesies merupakan populasi yang setiap individu yang menjadi anggotanya memiliki kesamaan pada sifat morfologi, anatomi, fisiologi, dan jumlah kromosom serta susunan kromosomnya. Marga Oryza memiliki jenis Oryza sativa (padi). Apabila antarindividu satu jenis melakukanperkawinan, maka akan dihasilkan keturunan yang fertil (subur). Tetapi khusus untuk organisme prokariotik konsep spesies tersebut tidak berlaku. Ketujuh tingkatan takson tersebut adalah tingkatan yang umum disebut. Selain itu, masih terdapat kategori (peringkat) yang lain yang letaknya berada di antara takson-takson tersebut. Yang berada di bawahnya diawali dengan kata sub, yaitu subkingdom, subphylum, subordo, dan subspesies. Sedangkan apabila kategorinya lebih tinggi, diawali dengan kata super, yaitu superclassis, superordo, dan superfamilia. Nah, uraian tersebut telah memberikan pelajaran kepada kalian tentang sistem klasifikasi pada tumbuhan.