Pembahasan Tentang Manfaat Media Pembelajaran

Pembahasan Tentang Manfaat Media Pembelajaran

Pembahasan Tentang Manfaat Media Pembelajaran

Manfaat Media Pembelajaran
Manfaat Media Pembelajaran

Manfaat Media Pembelajaran – Secara umum media mempunyai kegunaan: Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, tenaga dan daya indera Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama Kontribusi media pembelajaran menurut Kemp & Dayton: Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar Pembelajaran dapat lebih menarik Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek.

Manfaat Media Pembelajaran –  Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan Proses pembelajaran dapat berlangsung kapan pun dan dimana pun diperlukan Sikap positif peserta didik terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan Peran guru berubah kearah positif Media pembelajaran memiliki nilai dan manfaat lain sebagai berikut: Membuat konkrit konsep-konsep yang absrak. Konsep yang dirasa masih bersifat absrak dan sulit dijelaskan secara langsung kepada peserta didik dapat dikonkretkan atau disederhanakan melalui pemanfaatan media pembelajaran.

Manfaat Media Pembelajaran – Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat kedalam lingkungan belajar. Misal guru menjelaskan dengan menggunakan gambar atau yang lainnya tentang binatang buas seperti dinosaurus, macan dsb. Menampilkan objek yang terlalu besar atau kecil. Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat atau lambat. Dengan menggunakan teknik gerakan lambat dalam media film atau persemtasi dapat memperlihatkan tentang suatu materi pelajaran. Para ahli telah sepakat bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:

Manfaat Media Pembelajaran

1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka) 2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, seperti misalnya: a. Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film, atau model; b. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar; c. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar dan lain-lain.

Manfaat Media Pembelajaran

1. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. 2. Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk semua siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latarbelakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini bisa diatasi dengan media pembelajaran.

Manfaat Media Pembelajaran

PERENCANAAN dan DASAR PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

A. Merencanakan Media Pembelajaran Sebelum kita memilih media pembelajaran yang akan kita gunakan, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian perencanaan media pembelajaran, kriteriakriteria pemillihan media dan pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam memilih media pembelajaran. Perencanaan media pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu proses memikirkan dan menetapkan program pengadaan media pembelajaran, baik yang berbentuk sarana maupun prasarana pendidikan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu.

Manfaat Media Pembelajaran

B. Dasar-Dasar Pemilihan Media Pendidikan Untuk memudahkan dalam memilih media, tentunya harus diingat bahwa media pembelajaran adalah sebuah sistem instruksional, artinya bahwa keberadaan media tersebut tidak terlepas dari konteksnya sebagai komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Berdasarkan sistem instruksional inilah kriteria pemilihan media dibuat. Kriteria yang menjadi fokus di sini antara lain karekteristik siswa, tujuan pembelajaran bahan ajar, karakteristik media sendiri, dan sifat pemanfaatan media. 1. Karakteristik siswa Merupakan keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dan pengalamannya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya. Setidaknya dalam karekteristik siswa ada tiga hal yang berkaitan, yaitu: a) Karakteristik atau keadaan yang berkenaan dengan kemampuan awal atauprerequisite skiils, yakni kemampuan yang diperluakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kemampuan ini merupakan hasil dari berbagai pengalaman masing-masing siswa. b) Karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang, lingkungan hidup dan status sosial (socioculture) c) Karakteristik yang berhubungan dengan perbedaan-perbedaan pribadi.

2. Tujuan belajarSemuanya dimaksudkan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Relevan dengan hal ini, hasil belajar tersebut meliputi: a) Hal-ihwal keilmuan dan pengetahuan, konsep atau fakta (kognitif) b) Hal-ihwal personal. Kepribadian atau sikap (afektif) c) Hal-ihwal kelakuan, ketrampilan atau penampilan (psikomotorik)

3. Sifat bahan ajar Banyak jenis aktifitas yang biasa dilakukan siswa disekolah. Isi bahan ajar tidak cukup hanya menuntut aktivitas siswa seperti mendengarkan, dan mencatat. Terdapat 8 kelompok aktivitas siswa dalam belajar di Sekolah: a) Visual activities: membaca, memperhatikan gambar, memperhatikan demonstrasi, pekerjaan dan pekerjaan orang lain. b) Oral activitie: menyatakan, bertanya, memberi saran, berpendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi. c) Listening Activitie: mendengarkan uraian, percakapan, diskusi, musik pidato, dll. d) Writing Activitie: mencatat poin-poin penting yang didengarnya, menulis karangan, menyalin. e) Drawing Activitie: menggambar, membuat grafik, peta, diagram. f) Motor Activitie: melakukan percobaan, membuat konstruksi, mereparasi, bermain, berkebun, beternak. g) Mental Activitie: menanggapi mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, mengambil keputusan. h) Emotional activitie: menaruh minat, merasa bosan, gembira, berani, gugup, tegang. Aktivitas disekolah kompleks dan bervariasai, karena itu seorang pendidik perlu memilih media yang tepat agar lingkungan belajar lebih dinamis, bervariasi dan tidak membosankan.

4. Pengadaan media Dari segi pengadaan, media dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu: a) Media jadi (by utilization), media yang umumnya sudah menjadi komoditi perdagangan. Meskipun hemat waktu tenaga, dan biaya, namun kecil kemungkinan dapat sesuai tujuan dengan pembelajaran. Hal ini disebabkan tujuan pembuatan media tersebut (oleh produser / perusahaan) tidak khusus untuk mencapai tujuan pembelajaran yang spesifik seperti seperti yang baias terjadi di kelas. Oleh karena itu, agar media tersebut lebih efektif dan efisien, guru terlebih dahulu harus mempelajari dan memahami setiap bagian-bagiannya kemudian mengintegrasikan bahan media jadi tersebut dengan rencana pelaksanaan pembelajaran. b) Media rancangan (by design), yaitu media yang dirancang secara khusus untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, media ini lebih besar kemungkinan dapat sesuai tujuan pembelajaran. Aspek lain yang memerlukan pertimbangan agar dalam pemilihan dan pengembangan media dapat maksimal adalah kemampuan biaya, ketersediaan waktu, tenaga, fasilitas dan peralatan pendukung.

5. Sifat pemanfaatan media Dilihat dari sifat pemanfaatannya, media pembelajaran terdapat dua macam, yaitu: a) Media primer, yaitu media yang diperlukan atau harus digunakan oleh guru untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran. b) Media sekunder, media ini bertujuan untuk memberikan pengayaan materi. Seorang guru harus mengetahui potensi media, karakteristik masing-masing jenis media, agar setiap media dapat tepat guna dan tidak kehilangan perannya dalam proses pembelajaran.

Sedangkan kriteria-kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih media pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Tujuan Tujuan pengajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk menggunakan media. Manakala diabaikan, maka media bukan lagi sebagai alat bantu pengajaran, tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. 2. Keterpaduan (validitas) Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari. Sesuai atau tidaknya antara bahan/materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa. 3. Keadaan peserta didik Sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami siswa.

4. Ketersediaan Pemilihan perlu memperhatikan ada/tidak media tersedia diperpustakaan atau di sekolah serta mudah sulitnya diperoleh. Karena, seringkali suatu media dianggap tepat untuk digunakan di kelas akan tetapi di sekolah tersebut tidak tersedia peralatan yang diperlukan, sedangkan untuk mendesain atau merancang suatu media yang dikehendaki tersebut tidak mungkin dilakukan oleh guru dengan waktu yang cepat. 5. Mutu teknis Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik. 6. Biaya Hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan apakah seimbang dengan hasil yang dicapai serta ada kesesuaian atau tidak. Terkadang sejenis media yang biaya produksinya mahal, namun bila dilihat kestabilan materi dan penggunaan yang berulang-ulang untuk jangka waktu yang panjang akan jauh lebih murah dari media yang biaya produksinya murah tetapi hanya satu kali pakai saja. Selain kriteria-kriteria pemilihan, Menurut Prof. Drs. Hartono Kasmadi M.Sc. bahwa dalam memilih media embelajaran juga perlu dipertimbangkan adanya 4 hal yaitu: produksi, peserta didik, isi, dan guru. 1. Pertimbangan produksi: 1. Availability: tersedianya bahan. Media akan efektif dalam mencapai tujuan, bila tersedia bahan dan berada pada sistem yang tepat. 2. Cost (harga) yang tinggi tidak menjamin penyusunan menjadi tepat, demikian sebaliknya tanpa biasanya juga tidak akan berhasil, artinya tujuan belum tentu dapat dicapai 3. Physical condition (kondisi fisik). Misalkan dengan warna yang buram, akan mengganggu kelancaran belajar mengajar 4. Accessibility to student (mudah dicapai) maksudnya: pembelian bahan (peralatan) hendaknya yang dwi fungsi, yaitu guru dapat menggunakannya dan peserta didik juga akan semakin mudah 5. Emotional impact. Sejauh mana yang dapat dicapai oleh pendidikan, maka pelaksanaan pengajaran dengan menggunakan media harus mampu bernilai estetika sebab akan lebih menarik untuk menumbuhkan motivasi 6. Pertimbangan peserta didik

1. Student characteristics (watak peserta didik). Guru harus mampu memahami tingkat kematangan latar belakang peserta didik. Dengan demikian guru dapat menentukan pilihan-pilihan media yang sesuai dengan karakter peserta didik, meliputi masalah tingkah kematangan peserta didik secara komprehensif (kesatuan menyeluruh). 2. Student relevance (sesuai dengan peserta didik) Bahan yang relevan akan memberi nilai positif dalam mencapai tujuan belajar, pengaruhnya akan meningkatkan pengalaman peserta didik, pengembangan pola pikir, analisis pelajaran, hingga dapat menceritakan kembali (pelajaran yang diajarkan) dengan baik. 3. Student involment (keterlibatan peserta didik) Bahan yang disajikan akan memberikan kemampuan peserta didik dan keterlibatan peserta didik secara fisik dan mental (peran aktif peserta didik) untuk meningkatkan potensi belajar. 1. Pertimbangan Isi a. Curriculair-relevance Yaitu penggunaan media harus sesuai dengan isi kurikulum, tujuannya harus jelas. b. Content-soundness Banyak bahan media yang sudah diprogram (software) siap pakai/bahan jadi seperti: film slide, sound slide, video cassete dan sebagainya, tapi kemungkinan bahan jadi tersebut belum tentu cocok dan mungkin sudah tidak up to dateatau sudah out of print, sudah ketinggalan zaman, sehingga tidk sesuai lagi. Maka perlu kejelian dalam memilih media, antara lain: 1) Pembelian yang efektif, disesuaikan dengan kebutuhan. 2) Pembelian hanya untuk referensi, bukan untuk demonstrasi. 3) Jika memungkinkan guru harus mampu membuat sendiri media yang cocok dengan kebutuhan, up to date. c. Presentation Jika isi sudah tepat dan sesuai dengan kebutuhan, perlu juga cara menyajikan yang harus benar.

2. Pertimbangan Guru 1. Teacher-utilization Guru harus mempertimbangkan dari segi pemanfaatan media yang akan digunakan, sebagai bahan pertimbangan: 1) Apakah digunakan untuk kepentingan individu atau kelompok. 2) Apakah yang digunakan media tunggal atau multimedia. 3) Yang lebih penting berorientasi terhadap tujuan pendidikan. 2. Teacher peace of mind Media yang digunakan mampu memecahkan problem jangan malah menimbulkan masalah, maka perlu observasi dan review bahan-bahan tersebut belum disajikan.[8] Setelah kita mengetahui kriteria dan pertimbangan-pertimbangan dalam memilih media pembelajaran, maka tahap selanjutnya adalah memutuskan atau memilih media yang tepat dalam proses belajar mengajar yang akan kita lakukan. Dalam pemilihan media pembelajaran biasanya menggunakan dua pendekatan, yaitu sebagai berikut: 1. Memilih media yang telah tersedia di pasaran yang dapat dibeli guru dan langsung dapat digunakan dalam proses pengajaran (media jadi). Pendekatan ini hemat dalam waktu, tenaga dan biaya. Akan tetapi kecil kemungkinannya untuk mendapatkan media jadi yang dapat sepenuhnya sesuai dengan tujuan atau kebutuhan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. 2. Memilih berdasarkan kebutuhan nyata yang telah direncanakan, khususnya yang berkenaan dengan tujuan yang telah dirumuskan secara khusus dan bahan pelajaran yang hendak disampaikan. Menurut Arif Sadiman, ada tiga model dalam memilih media pembelajaran, yaitu: 1. Model Flowchart Model ini dapat digunakan baik untuk menggambarkan proses pemilihan media jadi atau media rancangan. Prosedur pemilihannya dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan apakah pesan yang akan disampaikan bersifat informasi/hiburan atau pesan instruksional. Bila pesan instruksional yang ingin ditampilkan, apakah akan berfungsi sebagai sarana belajar (media) atau sarana mengajar (peraga).

Prosedur selanjutnya ialah menentukan strategi instruksionalnya, yaitu apakah ingin memberikan pengalaman belajar sikap, keterampilan fisik atau kognitif. Pemilihan strategi belajar ini mengikuti prosedur diagram pemilihan media seperti pada lampiran. Selanjutnya kita memilih media yang sesuai untuk menentukan pilihan akhir dengan memperhatikan kriteria dan pertimbangan-pertimbangan pemilihan media seperti yang telah dijelaskan diatas. 2. Model Matriks Model ini lebih serasi untuk digunakan dalam memilih media rancangan. Contoh yang mempergunakan pendekatanmatriks yaitu model yang dikembangkan oleh Allen dengan melihat bahwa media tertentu mempunyai kelebihan-kelebihan terhadap yang lain untuk tujuan belajar tertentu. 3. Model Checklist Model ini lebih sesuai untuk membakukan prosedur pemilihan media jadi. Model checklist ini kadang-kadang disebut dengan nama format evaluasi media.

Pengertian Fungsi Media Pembelajaran

Pengertian Fungsi Media Pembelajaran

Pengertian Fungsi Media Pembelajaran

Fungsi Media Pembelajaran
Fungsi Media Pembelajaran

Fungsi Media Pembelajaran, Fungsi media dalam kegiatan pembelajaran merupakan bagian yang sangat menentukan efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran. Secara keseluruhan menurut, McKnow ( Sihkabuden, 2005:19 ) media terdiri dari fungsi yaitu Mengubah titik berat pendidikan formal, yang artinya dengan media pembelajaran yang sebelumnya abstrak menjadi kongkret, pembelajaran yang sebelumnya teoritis menjadi fungsional praktis. Membangkitkan motivasi belajar memperjelas penyajian pesan dan informasi. Memberikan stimulasi belajar atau keinginan untuk mencari tahu.

Fungsi Media Pembelajaran – Fungsi media, khususnya media visual juga dikemukakan oleh Levie dan Lentz, seperti yang dikutip oleh Arsyad (2002) bahwa media tersebut memiliki empat fungsi yaitu: 1. fungsi atensi, 2. fungsi afektif, 3. fungsi kognitif, dan 4. fungsi kompensatoris. Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

Fungsi Media Pembelajaran – Media gambar atau animasi yang diproyeksikan melalui LCD (Liquid Crystal Display) dapat memfokuskan dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima. Hal ini berpengaruh terhadap penguasaan materi pelajaran yang lebih baik oleh siswa. Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat keterlibatan emosi dan sikap siswa pada saat menyimak tayangan materi pelajaran yang disertai dengan visualisasi. Misalnya, tayangan video gambar simulasi kegiatan pengelolaan arsip, video penggunaan mesin-mesin kantor, dan sejenisnya.

Fungsi Media Pembelajaran – Fungsi kognitif media visual terlihat dari kajian-kajian ilmiah yang mengemukakan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Sedangkan fungsi kompensatoris dari media pembelajaran dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa media visual membantu pemahaman dan ingatan isi materi bagi siswa yang lemah dalam membaca. Secara lebih khusus ada delapan manfaat media dalam pembelajaran, yaitu: (1) penyampaian perkuliahan menjadi lebih baku, (2) pembelajaran cenderung menjadi lebih menarik,

Fungsi Media Pembelajaran

(3) pembelajaran menjadi lebih interaktif, (4) lama waktu pembelajaran dapat dikurangi, (5) kualitas hasil belajar siswa lebih meningkat, (6) pembelajaran dapat berlangsung di mana dan kapan saja, (7) sikap positif siswa terhadap materi belajar dan proses belajar dapat ditingkatkan, (8) peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.” Oleh karena banyaknya manfaat yang diperoleh dari pemanfaatan media pembelajaran, maka guru sebagai sumber pembawa informasi bagi peserta didik hendaknya menyadari akan pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran. Media pembelajaran dalam proses belajar bermanfaat agar:

Fungsi Media Pembelajaran

1) Pembelajaran lebih menarik perhatian sehingga menumbuhkan motivasi belajar siswa. 2) Materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami oleh siswa. 3) Metode mengajar menjadi lebih variatif sehingga dapat mengurangi kebosanan belajar. 4) Siswa lebih aktif melakukan kegiatan belajar. Kegunaan media pembelajaran sebagai berikut: 1) Memperjelas penyajian pesan. 2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera. 3) Mengatasi sikap pasif, sehingga peserta didik menjadi lebih semangat dan lebih mandiri. 4) Memberikan rangsangan, pengalaman, dan persepsi yang sama terhadap materi belajar. Berdasarkan berbagai pendapat di atas, media pembelajaran sangat dirasakan manfaatnya dalam proses belajar mengajar Beberapa fungsi media pembelajaran adalah : (1) Pemusat perhatian siswa; (2) Menggugah emosi siswa; (3) Membantu siswa memahami materi pembelajaran; (4) Membantu siswa mengorganisasikan informasi; (5) Membangkitkan motivasi belajar siswa; (6) Membuat pembelajaran menjadi lebih konkret; (7) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra; (8) Mengaktifkan pembelajaran;

(9) Mengurangi kemungkinan pembelajaran yang melulu berpusat pada guru; dan Fungsi kompensatoris media pembelajaran adalah memberikan konteks kepada siswa yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi dalam teks. Dengan kata lain bahwa media pembelajaran ini berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dalam bentuk teks (disampaikan secara verbal). Rowntree ( Sihkabuden, 2005: 19) mengemukakan enam fungsi media, yaitu: 1. Membangkitkan motivasi belajar 2. Mengulang apa yang telah dipelajari 3. Menyediakan stimulus belajar 4. Mengaktifkan respon murid 5. Memberikan umpan balik dengan segera 6. Menggalakkan latihan yang serasi Dalam Sadiman ( 2005:17) secara umum media pendidikan mempunyai fungsi sebagai berkut : Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.

Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semua itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar brlakang lingkungan guru dengan siswa berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam : · Memberikan perangasangan yang sama · Mempersamakan pengalaman · Menimbulkan persepsi yang sama Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan fungsi media dalam pembelajaran secara rinci adalah sebagai berikut: Memperjelas penyajian materi (pesan) dalam bentuk visualisasi yang jelas sehingga pesan tidak terlalu bersifat verbalistis. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. Menjadikan pengalaman manusia dari abstrak menjadi kongkret Memberikan stimulus dan rangsangan kepada siswa untuk belajar secara aktif Dapat meningkatkan motivasi siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.

Dengan memanfaatkan keempat fungsi di atas diharapkan kita dapat mengoptimalkan fungsi dari media dan mendapatkan efektivitas pemanfaatan media pada proses pembelajaran.

Pemusat perhatian siswa Media pembelajaran dapat berfungsi dengan baik sebagai pemusat perhatian siswa. Apalagi jika media pembelajaran itu bersifat menarik. Guru IPS dapat menarik perhatian siswa misal dengan hanya menempel peta di papan tulis saat akan memulai pembelajaran. Siswa akan selalu terpusat perhatiannya kepada hal-hal baru yang ditunjukkan atau dibawa oleh guru ke dalam ruang kelas. Jadi jangan ragu untuk selalu menggunakan media pembelajaran. Menggugah emosi siswa Emosi siswa terhadap suatu hal (dalam hal ini materi pembelajaran) dapat dengan mudah digugah dengan menggunakan media pembelajaran. Misalnya saja, mereka dapat dengan cepat bersimpati dengan orang yang memiliki kekurangan fisik dengan hanya menonton video singkat tentang seorang cacat yang harus dapat melakukan beragam kegiatan sehar-hari secara mandiri. Dengan media pembelajaran serupa kita dapat membuat siswa mencintai lingkungan dan peduli dengan kelestarian alam sekitar.

Membantu siswa memahami materi pembelajaran Jika guru ingin menggunakan media pembelajaran dan berhasil efektif, maka guru harus memilih media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran. Media pembelajaran yang sesuai akan membantu siswa memahami materi pembelajaran yang sedang dibelajarkan. Membantu siswamengorganisasikan informasi Berbagai media pembelajaran seperti tampilan power point yang dirancang dengan sungguh-sungguh, menyajikan grafik atau bagan-bagan, atau diagram, dapat membantu siswa mengorganisasikan materi pembelajaran dengan lebih mudah. Guru dapat menyajikannya dengan menambahkan pula simbol-simbol khusus sehingga memperkuat retensi (daya ingat) siswa. Membangkitkan motivasi belajar siswa Guru yang menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dapat membuat suasana kelas lebih hidup. Salah satu penyebabnya adalah karena media pembelajaran mempunyai fungsi penting yaitu sebagai pembangkit motivasi belajar.

Siswa akan termotivasi untuk belajar bila guru mengajar di kelas mereka dengan menggunakan beragam media pembelajaran yang sesuai. Membuat pembelajaran menjadi lebih kongkret Banyak konsep-konsep abstrak yang harus dipelajari oleh siswa kita di kelas. Cara termudah untuk menyajikan sesuatu yang abstrak adalah dengan membantu mereka mengkongkretkannya melalui media pembelajaran. Pembelajaran yang abstrak sukar untuk ditangkap, berbalikan dengan pembelajaran yang lebih kongkret. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra Banyak peristiwa, konsep, atau objek yang harus dipelajari oleh siswa tetapi untuk menyajikannya secara langsung tidaklah mudah (bisa). Misalnya saja, jika guru ingin membawa siswa kepada masa-masa perang dunia ke-2 berkecamuk, maka guru dapat menyajikannya dengan media pembelajaran. Banyak video-video dokumentasi tentang perang dunia ke-2 ini tersedia di internet.

Dengan menampilkannya di kelas pada saat pembelajaran, keterbatasan ruang dan waktu dapat diatasi. Pun jika misalnya guru ingin menyampaikan bagaimana bentuk seekor amuba yang sedang mengambil makanan, tentu hanya dengan menggunakan media pembelajaranlah tujuan ini dapat dicapai. Mengaktifkan pembelajaran Dijamin, penggunaan media pembelajaran akan mengaktifkan pembelajaran di kelas. Apalagi media pembelajaran yang dipilih dapat mengaakomodasi banyak siswa dan memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengannya. Pembelajaran yang aktif terbentuk ketika siswa-siswa dapat berinteraksi tidak hanya dengan guru atau dengan siswa lainnya, tetapi juga dengan media pembelajaran. Mengurangi kemungkinan pembelajaran yang melulu berpusat pada guru Banyak guru seringkali terbawa suasana mengajar yang berpusat pada guru.Ini bukan berarti pembelajaran berpusat pada guru tidak baik.

Akan tetapi pembelajaran, apabila melulu dilaksanakan dalam setting berpusat pada guru akan mengakibatkan kebosanan pada diri siswa. Media pembelajaran yang digunakan guru pada saat mengajar dapat mencegah guru untuk selalu terbawa pada kemungkinan ini, apalagi guru dengan cermat memilih media pembelajaran yang memungkinkan orientasi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Mengaktifkan respon siswa Banyak siswa malas merespon pembelajaran yang diberikan oleh guru karena guru monoton dan pembelajaran selalu begitu-begitu saja. Pembelajaran yang memanfaatkan media pembelajaran yang bervariasi dan sesuai tujuan pembelajaran dapat mengatasi hal ini. Siswa akan memberikan respon positif terhadap / selama proses belajar mengajar berlangsung.