Media Pelajaran Informasi dari Media Elektronik

Media Pelajaran Informasi dari Media Elektronik

Media Pelajaran Informasi dari Media Elektronik

Media Pelajaran Informasi
Media Pelajaran Informasi

Media Pelajaran Informasi

Media Pelajaran Informasi – Kalian akan diajak untuk mendengarkan informasi dari media elektronik, kemudian mencatat pokokpokok informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung. Menemukan butir-butir yang merupakan fakta dan yang merupakan pendapat. Penemuan tersebut ditanggapi atau dipertanyakan jika tidak memahaminya. Kalian akan diajak membahas ceritacerita lucu, yaitu bagaimana menceritakan dan menyimak pengalaman lucu dengan pendekatan superioritas degradasi, bisosiasi, dan inhibisi. Kalian akan belajar membaca cepat teks nonsastra, yang bertujuan menemukan ide pokok. Caranya, kalian membaca dengan kecepatan 250 kata per menit. Kalian juga akan belajar menulis paragraf ekspositif, yaitu menulis paragraf dengan menuangkan gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf ekspositif.

Pada pelajaran sebelumnya, kalian telah belajar mendengarkan berita dari media elektronik. Ada beberapa jenis produk berita. Salah satunya adalah talk show atau wawancara. Dalam keadaan mendesak, narasumber dapat dihadirkan secara langsung ke studio untuk diwawancarai oleh pembawa acara atau reporter. Kadang penonton/pendengar dapat juga terlibat dalam wawancara dengan menggunakan telepon. Marilah kita mendengarkan wawancara antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan presenter berita SCTV, Rosianna Silalahi berikut! 1. Wawancara ini akan diperankan oleh dua orang teman kalian! 2. Sambil mendengarkan wawancara tersebut, catatlah pokokpokok penting isi wawancara tersebut!

Media Pelajaran Informasi – Wawancara Presiden dengan Reporter SCTV Rosianna : Bapak Presiden, terima kasih sudah meluangkan waktu bersama SCTV di NAD. Bapak Presiden besuk juga akan ke Meulaboh, sebagai hari pertama di tahun 2005. Ada pesan yang ingin Bapak sampaikan dalam kunjungan besuk? Susilo Bambang : Assalamualaikum wr. wb. Untuk saudarasaudaraku yang di Aceh, saya berada di Masjid Istiqlal bersama saudara-saudara yang ada di Jakarta, berdzikir dan berdoa untuk mendoakan saudara-saudara yang ada di Aceh dan mendoakan bangsa Indonesia memasuki Tahun Baru ini. Insya Allah, besuk saya akan kembali ke Banda Aceh dan melanjutkan perjalanan ke Meulaboh. Rosianna : Apa pesan yang ingin Bapak sampaikan mengingat pada hari pertama di tahun 2005 langsung mengunjungi ke Aceh? Susilo Bambang : Justru Tahun Baru ini, saya akan kembali berkunjung ke Aceh untuk memastikan bahwa langkah-langkah kita untuk menangani Aceh pascabencana itu berjalan dengan baik. Saya kemarin baru ke Lhokseumawe dan Banda Aceh dan belum sempat melihat Meulaboh, Insya Allah besuk saya akan ke sana. Sekali lagi, untuk memastikan bahwa evakuasi, perawatan saudarasaudara kita yang menjadi korban, pendistribusian bahan makanan, obat-obatan, kemudian juga penanganan pengungsi berjalan dengan baik. Jadi, justru saya gunakan acara Tahun Baru tu bersama-sama dengan saudara-saudara kita di Aceh merasakan duka mereka. Akan tetapi, kita juga ingin berdoa bersama besuk untuk bersama-sama melangkah ke depan terutama memohon ridha dari Yang Maha Kuasa. Rosianna : Bapak, salah satu problem yang mengemuka beberapa hari terakhir ini adalah tidak lagi soal pasokan, tapi koordinasi. Pasokan ada, tenaga ada, tanpa koordinasi yang efektif maka itu akan sia-sia.

Media Pelajaran Informasi – Bagaimana Bapak menangani? Susilo Bambang : Ya. Sebenarnya masalahnya kompleks. Karena Yudhoyono saya hari kedua dan ketiga di Aceh, dengan minimnya angkutan darat waktu itu, dengan menumpuknya bantuan, termasuk sukarelawan di bandar udara Medan maupun di Banda Aceh maka ada masalah-masalah untuk kelancaran kerja sama distribusi logistik yang ada. Mulai sekarang kita tertibkan dan tadi malam saya sudah memutuskan bahwa Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat akan berada di Banda Aceh untuk mengoordinasikan semua kegiatan. Menteri Sosial akan berada di Meulaboh, melakukan hal yang sama. Gubernur Sumatra Utara berada di Medan memberikan bantuan. Untuk pengerahan TNI/Polri serta aksi-aksi kemanusiaan yang lain, saya menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat dibantu oleh pejabat senior dari kepolisian memastikan bahwa langkah-langkah penanganan di lapangan berjalan dengan baik. Harapan saya dengan struktur organisasi ini, dengan pejabatpejabat langsung berada di lapangan dan 24 jam mereka bekerja maka koor-dinasi diharapkan lebih baik. Dengan demikian, semua bisa bekerja dengan baik pula. Rosianna : Bapak, apa sudah memiliki target jangka pendek dan indikator keberhasilan dalam hal penanggulangan bencana ini, terutama bagi mereka yang selamat? Susilo Bambang : Ya. Yang menjadi prioritas kita, meskipun semuanya serba darurat untuk minggu-minggu mendatang ini adalah kita harus menyelamatkan sebanyak mungkin saudara-saudara kita yang bisa kita selamatkan. Yang luka, yang sakit, kita rawat dengan baik. Baik perawatan di rumah sakit yang di belakang atau di depan. Yang penting mereka mendapatkan perawatan dan obat-obatan yang cukup. Kita juga masih harus mencari karena kebesaran Allah SWT. selalu datang. Ada saja yang kita temukan dalam keadaan selamat. Meski dalam kondisi yang lemah, kita akan terus cari mereka itu. Itu prioritas pertama. Prioritas kedua, karena terus terang keadaan sulit maka kita pastikan mereka akan mendapatkan persediaan makanan, obatobatan, pakaian, tenda dan sebagaimana seterusnya dorong ke depan. Tak kalah penting adalah pengungsi banyak sekali harus kita tata. Kita tempatkan mereka di tempat yang baik sehingga mereka tak terkena wabah penyakit, sambil juga kita akan segera mengelola anakanak yatim piatu, keluarga-keluarga yang tinggal beberapa orang karena ditinggal oleh yang lain. Rosianna : Bapak, saya berada di salah satu kampung pengungsi. Malam ini kita bersama menikmati pergantian, paling tidak merefleksikan apa yang telah terjadi sepanjang tahun ini dan berdoa semoga ada peristiwa-peristiwa membahagiakan yang terjadi tahun depan. Ada yang ingin Bapak sampaikan untuk masyarakat Aceh? Susilo Bambang : Kepada saudara-saudara kita yang ada di Aceh, baik di tempat pengungsian, di tempat penampungan sementara, di rumah sakit, kita semua prihatin, kita semua berduka. Akan tetapi, justru malam hari inilah saatnya kita bertafakur, kita berzikir, kita berdoa dengan harapan semoga Allah SWT.

Media Pelajaran Informasi – Memberikan jalan yang terang ke depan. Semoga kita bisa segera mengatasi keadaan di Aceh, memulihkannya kembali menuju kehidupan yang normal dan lebih baik. Bangsa Indonesia seluruhnya, kami semua sangat menyayangi dan mencintai saudara-saudara kita yang di Aceh. Marilah kita sambut tahun depan dengan doa seraya meminta ridha Tuhan Yang Maha Kuasa. Saudara-saudaraku, Tuhan beserta kita. Assalammualaikum wr. wb. Rosianna : Waalaikumsalam, Bapak Presiden, terima kasih atas waktu untuk masyarakat Aceh bersama SCTV. Sumber: Liputan6.com, 13 Januari 2005

Kalian telah mendengarkan pembacaan teks wawancara. Tentunya kalian telah mempunyai catatan tentang pokok-pokok informasi yang ada. Perhatikan sebuah contoh catatan pokok informasi berikut!

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama masyarakat Jakarta mengikuti acara zikir dan doa untuk mendoakan korban bencana tsunami dan bangsa Indonesia.

Catatlah seluruh pokok informasi dari wawancara yang telah kalian dengar tersebut!

Media Pelajaran Informasi – Wawancara merupakan suatu ajang untuk bertukar pandangan antara pewawancara dan narasumber. Oleh karena itu, di dalam suatu wawancara, tentulah ada butir-butir yang merupakan opini (pendapat) dan fakta (kenyataan). Di bawah ini disampaikan beberapa pernyataan yang diambil dari wawancara antara Rosianna Silalahi dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Cobalah kalian beri tanda O jika pernyataan tersebut merupakan opini dan F jika pernyataan itu merupakan fakta. Tulislah di buku tulismu! 1. Langkah-langkah penanganan Aceh pascabencana berjalan dengan baik. ( … ) 2. Presiden sudah mengunjungi Lhokseumawe dan Banda Aceh dan belum sempat melihat Meulaboh. ( … ) 3. Salah satu problem yang mengemuka beberapa hari terakhir ini adalah tidak lagi soal pasokan. ( … ) 4. Dengan minimnya angkutan darat waktu itu, dengan menumpuknya bantuan, termasuk sukarelawan di bandar udara Medan maupun di Banda Aceh maka ada masalah-masalah untuk kelancaran kerja sama distribusi logistik yang ada. ( … ) 5. Dengan struktur organisasi, dengan pejabat-pejabat langsung berada di lapangan dan 24 jam mereka bekerja maka koordinasi diharapkan lebih baik. ( … ) Adakah opini dan fakta lain yang kalian temukan pada wawancara di atas? Coba kalian sebutkan!

Dalam wawancara tersebut, Presiden menyatakan bahwa hal yang menjadi prioritas pertama dalam menangani bencana di Aceh adalah menyelamatkan sebanyak mungkin para korban karena kebesaran Allah swt. selalu datang. Bagaimana pendapat kalian tentang pernyataan Presiden tersebut?

Simaklah acara wawancara di radio atau di televisi. Laporkan hasilnya yang meliputi 1. pokok-pokok isi wawancara; 2. butir-butir yang merupakan fakta dan pendapat; 3. tanggapan terhadap isi wawancara

 

Pengertian Media Belajar dan Sumber Belajar

Pengertian Media Belajar dan Sumber Belajar

Pengertian Media Belajar dan Sumber Belajar

Media Belajar
Media Belajar

Media Belajar

A. Media Pembelajaran Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat, secara umum dapat membantu : 1. Memperjelas penyajian bahan ajar agar tidak verbalistik 2. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu serta daya indra siswa 3. Mengatasi sikap pasif siswa dalam belajar 4. Mengatasi dan mengakomodasi perbedaan individual siswa.

Media Belajar

B. Sumber Belajar Sumber belajar yang paling kongkrit yang tersedia di sekolah untuk difungsikan daolam proses pembelajaran adalah koleksi perpustakaan tujuan, fungsi dan peran perpustakaan di sekolah adalah membantu, memperkaya dan sekaligus sebagai tempat belajar-mengajar. Perpustakaan sebagai unit layanan pendidikan yang berisi jumlah khasanah informasi terpilih, berfungsi sebagai pusat informasi dan sumber belajar-mengajar.

Media Belajar –  Secara finansial memang untuk memiliki koleksi perpustakaan yang baik dan memadai memrlukan biaya yang cukup besar. Namun demikian berfungsi atau tidaknya perpustakaan dalam proses pembalajaran yang lebih utama adalah sejauh mana sumber infiormasi ini disertakan secara integratif dengan proses pembelajaran di kelas. Tidak ada artinya perpustakaan yang memiliki koleksi yang cukup banyak dan lengkap apabila tidak dimanfaatkan dengan baik.

Media Belajar – Adapun jenis-jenis sumber balajar yang perlu diketahui dan dimanfaatakan dalam proses pembelajaran adalah : buku-buku pelajaran, kamus ensiklopedia, majalah, surat kabar, buku-buku bacaan, media pandang dengar, dan sebagainya. Agar sumber belajar di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara maksimal, guru-guru dituntut untuk memahami esensi tentang rentangan, karakteristik dan kegunaan masing-masing bahwa setiap jenis dan format sumber belajar mempunyai karakteristik dan kegunaan masing-masing yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Konsultasi dan kerjasama dengan pustakawan sekolah akan sangat membantu implementasi pendayagunaan sumber belajar.

Media Belajar – Membiasakan siswa untuk senantiasa berhubungan langsung dengan sumber belajar selain dapat membantu meningkatkan kulitas pembelajaran, juga akan melatih kebiasaan belajar siswa yang positif dengan gaya dan kecepatan belajar siswa yang sangat beragam melalui penggunaan sumber belajar secara tepat akan sangat membantu mendalami materi pembelajaran, yang akhirnya berpengaruh terhadap prestasi belajar. Namun demikian sumber belajar tidak hanya terdiri dari sumbersumber informasi yang tersedia di perpustakaan sebagaimana halnya dengan media pembelajaran, sumber belajar pun banyak teresdia di sekeliling kita. Orang, benda, hewan, realita kehidupan, organisasi kemasyarakatan, merupakan contoh-contoh sumber belajar yang dapat dimanfaatkan.

Media Belajar

C. Penggunaan Media Pembelajaran dan Sumber Belajar Secara strategis, proses pemberdayaan media pembelajaran dan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran di kelas dapat diimplementasikan ke dalam beberapa kategori / pendekatan sebagai berikut :

A. Di awal proses pembelajaran, dengan maksud untuk meningkatkan minat, intensitas perhatian dan motivasi belajar para siswa. Pendekatan seperti ini dapat membantu dan mempermudah upaya guru untuk memusatkan perhatian para siswa terhadap materi pelajaran yang akan disajikan. B. Di dalam proses pembalajaran yang sedang berlangsung yang dikombinasikan secara fungsional, proporsional dengan penjelasan yang sedang disampaikan oleh guru.

Media Belajar – Di dalam fase kegiata ini, penyajiam media pembelajaran dapat merangsang para siswa untuk lebih mendalami materi pelajaran yang disajikan dan mendorong siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menarik makna dari bahan ajar, dan memunculkan ide dan proses kreatif para siswa. C. Di akhir proses pembelajaran dengan maksud untuk memberi kesempatan dan peluang kepada para siswa untuk mengkaji dan menelaah kembali serta memperdalam secara lebih leluasa materi pelajaran yang baru disajikan di kelas. D. Di luar proses pembalajaran yang berbentuk tatap muka di dalam kelas. Kegiatan ini lebih dikenal dengan proses “Independent Studi”. Para siswa baik secara perorangan dan ataupun kelompok (kecil) melalui tugas berstruktur dan mandiri yang ditugaskan olah guru perlu diberi kelaluasaan yang sebesar-besarnya untuk “Bermain” dan berkomunikasi, baik dengan media pembelajaran maupun dengan berbagai format sumber belajar. E. Berbagai kegiatan atas dasar inisiatif siswa sendiri baik perorangan maupun dalam bentuk kelompok. Kegiatan seperti ini tidak harus terkait langsung dengan program pembelajaran di kelas. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong kebiasaan siswa dalam membaca dan belajar.

Untuk bisa memberdayakan media pembelajaran dan sumber belajar secara efektif dan efisien, guru tidak mungkin untuk melaksanakannya secara sendiri-sendiri. Kerjasama fungsiuonal dengan tenaga kependidikan lainnya, seperti : Pustakawan, terkhnisi. Laboratorium (laboran), pembimbing pramuka, guru bimbingan dan konseling, sangat diperlukan. Untuk terealisirnya kerjasama ini perlu dikoordinasikan dan diprogramkan secara kelembagaan sebagai suatu kebijakan sekolah. Beberapa hal yang perlu ditekankan dalam program kerjasama antar tenaga kependidikan melalui koordinasi kelembagaan di bawah pimpinan kepala sekolah adalah : 1. Kepala sekolah senantiasa mengagendakan rapat akademis secara periodik yang melibatkan seluruh tenaga kependidikan di sekolah yang bersangkutan. 2. Guru menginformasikan kebutuhan kerjasama dan bantuan dari tenaga kependidikan lain dalam memperkuat, memlihara dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang sedang/akan dijalankan. 3. Program kerjasama yang telah disepakati yang harus dilakukan dan menjadi tanggung jawab fungsional masing-masing tenaga kependidikan. Kerjasama ini harus diikuti oleh proses monitoring, pengawasan dan evaluasi bersama secara proporsional. 4. Menginformasikan kesepakatan kerjasama tersebut kepada para siswa sehingga mampum mendorong mereka untuk melakukan kegiatan belajar lebih produktif dengan memanfaatkan layanan pendidikan yang tersedia di sekolah. 5. Koordinasi dan monitoring yang periodik dilakukan oleh kepala sekolah dalam konteks efisiensi dan efektifitas kerja untuk dapat ditemukan dan diatasi berbagai permasalahan yang menghambat program peningkatan kualitas pendidikan yang ditetapkan.

D. Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. 1. Pengertian a. Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang ada pada lembaga pendidikan sekolah, yang merupakan bagian integral dari sekolah yang bersangkutan yang merupakan sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan (Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, Perputakaan Nasional tahun 2007). b. Pusat sumber belajar adalah : pengorgansasian kegiatan meliputi pendayagunaan tenaga dan peralatan, khusunya pasilitas untuk memproduksi bahan-bahan media, perlengkapan dan persentasi instruksional dan pengembang yang berkaitan dengan kurikulum dan pengajaran. (Merill dan Drob) 2. Tujuan Mendukung proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. 3. Fungsi a. Fungsi pendidikan b. Fungsi informasi c. Fungsi pembentukan watak dan rekreasi d. Fungsi penelitian sederhana 4. Komponen Perpustakaan sekolah.

2. Sarana gedung / ruang perpustakaan, meliputi : a) Tempat penyimpanan bahan pustaka b) Tempat aksitifitas layanan c) Tempat bekerja petugas perpustakaan dengan tata ruang, dekorasi penerangan yang memadai, dengan ukuran minmal 12 m2 . perabotan dan perlengkapan seperti meja sirkulasi/peminjaman, rak penitipan /loker, rak buku, rak majalah, rak surat kabar, meja baca dan kursi, meja belajar (studi carrel), lemari katalog, rak atlas, rak kamus, display, papan pengumuman dan meubeleir lainnya. 3. Koleksi a) Buku pelajaran pokok sekolah yang bersangkutan semua mata pelajaran. b) Buku pelajaran pelengkap yang digunakan di sekolah. c) Buku bacaan yang mendukung semua mata pelajaran dan bacaan yang dapat memberikan hiburan sehat d) Buku sumber/referensi/rujukan e) Buku pegangan guru f) Buku untuk pengembangan guru g) Buku penunjang administrasi perkantoran minimal 1000 jumlah 2500 eksmplar dengan komposisi 70 % pengetahuan/non fiksi, 30% fiksi. 4. Tenaga Tenaga pengelola perpustakaan sekolah diharapkan memliki kompetensi dalam mengelola perpustakaan dan memiliki minat di bidang perpustakaan, kepedulian yang tinggi. Pribadi yang baik, berpengetahuan luas, kemampuan berkomunikasi, inisiatif dan kreatif, peka terhadap perkembangan IPTEK. 5. Pengguna Perpustakaan Pengguna perpustakaan sekolah terdiri dari guru, siswa, karyawan sekolah, alumni, orang tua siswa, masyarakat lingkunga sekitarnya dan pihak lain yang terkait. 6. Layanan Perpustakaan a) Jenis Layanan : – Layanan Sirkulasi (peminjaman) Merupakan layanan peminjaman dan pengembalian koleksi yang dibaca di tempat ataupun dibawa pulang, seingga pemakai lebih leluasa dalam membaca sesuai kesempatan yang ada. – Layanan Membaca di Perpustakaan Layanan mem baca ini adalah layanan perpustakaan kepada pengguna perpustakaan dengan menyediakan ruang khusus untuk membaca/belajar yang dilengkapi dengan meja dan kursi baca. – Layanan Rujukan/Referensi Merupakan layanan kepada pengguna perpustakaan untuk menemukan informasi secara tepat, bersumber pada koleksi rujukan. – Layanan Internet Merupakan layanan kepada pengguna perpustakaan untuk menemukan informasi secara cepat, tepat, dan akurat melalui internet. – Layanan Fotocopy Merupakan layanan kepada pengguna perpustakaan untuk memfotocopy bahan-bahan dari koleksi perpustakaan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. b) Waktu Layanan Waktu layanan diusahakan agar dapat memenuhi kebutuhan siswa. Keperluan siswa di perpustakaan, tidak cukup hanya pada jam istirahat karena yang bersangkutan pada waktu istirahat banyak keperluan lain (makan, minum, sembahyang, dan lain-lain), perlu ada kesempatan lain di luar jam istirahat. – Sekolah yang jam belajarnya dari pagi sampai sore, siswa dapat ke perpustakaan sebelum atau sesudah masuk kelas. – Sekolah yang jam belajarnya dari pagi sampai siang, perlu ada jam khusus sesudah jam belajar (1 jam – 2 jam). – Ada jadwal khusus siswa berkunjung ke perpustakaan (1 jam – 2 jam dalam 1 minggu). 7. Anggaran Anggaran perpustakaan sekolah seharusnya dimasukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belajna Sekolah (RAPBS), sehingga mempunyai anggaran tetap untuk biaya opersional  perpustakaan, bisa juga dialokasikan dari APBN, APBD maupun swadaya. 5. Peran perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar. 1. Perpustakaan sebagai jantung suatu lembaga pendidikan yang memiliki kekuatan dan kemampuan yang langsung mempengaruhi hasil pendidikan serta menentukan masa depan pendidikan itu sendiri. 2. Perpustakaan serta pusat kegiatan belajar mengajar, sehingga mutu perpustakaan menentukan mutu pendidikan di suatu lembaga pendidikan. 3. Perpustakaan dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk memperluas dan menghidupkan pembelajaran. 4. Mendorong pengguna cara-cara belajar akademis dan kewajibankewajiban institusional lainnya. 5. Memberikan pelayanan-pelayanan dalam perencanaaan produksi, operasional, dan tindakan lanjutan untuk pengembangan sistem intruksional. 6. Hal-hal Yang Mendukung Terhadap Peningkatan dan Pengembangan Perpustakaan Sekolah. 1. Faktor Internal a. Adanya kebijakan yang jelas dari kepala sekolah. b. Adanya pengelola perpustakaan sekolah secara khusus (bisa guru bidang studi yang telah mengikuti pelatihan perpustakaan) c. Adanya koleksi (di luar buku paket ) penunjang/suplemen, buku wajib. d. Adanya comitmen bersama antara guru-guru untuk sama-sama melakukan/melibatkan pemberdayaan perpustakaan sekolah dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. e. Adanya pembinaan secara insentif terutama terhadap siswa tentang pentingnya perpustakaan sekolah, antara lain bisa dilakukan melalui Organisasi Intra Sekolah (OSIS) yang diprakarsai oleh urusan kesiswaan. f. Pada saat orientasi sekolah bagi siswa baru, alokasikan waktu untuk study tour/berkunjung ke Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota atau jenis-jenis perpustakaan lain yang dianggap representatif untuk pengenalan dunia perpustakaan terhadap siswa.

g. Adanya apresiasi terhadap siswa yang aktif ke perpustakaan. h. Adanya gerakan peningkatan minat baca, misalnya melalui lomba-lomba, pemeran, dan lain sebagainya. 2. Faktor Eksternal a. Adanya dukungan dari Dinas Pendidikan Propinsi/Kabupaten/Kota terhadap eksistensi perpustakaan sekolah, seperti : alokasi dana khusus untuk perpustakaan sekolah (meliputi sarana dan prasarana). b. Adanya dukungan serta partisipasi aktif dari dewan sekolah maupun masyarakat. c. Dapat melakukan terobosan-terobosan dengan pihak terkait pemerintah maupun swasta yang konsen terhadap perpustakaan sekolah. 7. Kendala-kendala Yang Dihadapi 1. Faktor Internal a. Pada umunya masih ditemui para kepala sekolah yang belum memprioritaskan terhadap perpustakaan sekolah, bahkan ada di beberapa sekolah yang sudah memiliki perpustakaan digunkan untuk ruang belajar atau ada perpustakaan sekolah menjadi gudang buku yang tidak digunakan. b. Belum diangkatnya fungsional pustakawan sekolah/lulusan jurusan perpustakaan. c. Belum adanya penghargaan terhadap jam perpustakaan yang dilakukan guru bidang studi/merangkap guru pustakawan sebagaimana layaknya guru kelas/guru piket/guru BK. d. Belum teralokasinya jam kunjung perpustakaan secara memadai. e. Guru perpustakaan cenderung guru yanmg “kurang dipakai” atau bila siswa dihukum dikarantina diperpustakaan. f. Penataan perpustakaan yang kaku “kurang enjoy” untuk dikunjungi. g. Belum terciptanya kerjasama yang baik antara kepala sekolah, guru bidang studi, guru pustakawan dan siswa. h. Belum terselenggaranya pemasyarakatan perpustakaan sekolah di lingkungan sekolah.

2. Fakor Eksternal a. Tingkat kepedulian pihak-pihak terkait dalam pembinaan minat baca masih terbatas. b. Jaringan kerjasama antar perpustakaan sekolah masih terbatas bahkan cenderung tidak ada. c. Penulisan dan penerbitan belum banyak berpartisipasi dalam pembinaan minat baca di sekolah. d. Apresiasi masyarakat terhadap perpustakaan masih rendah

 

Pembahasan Tentang Manfaat Media Pembelajaran

Pembahasan Tentang Manfaat Media Pembelajaran

Pembahasan Tentang Manfaat Media Pembelajaran

Manfaat Media Pembelajaran
Manfaat Media Pembelajaran

Manfaat Media Pembelajaran – Secara umum media mempunyai kegunaan: Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, tenaga dan daya indera Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama Kontribusi media pembelajaran menurut Kemp & Dayton: Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar Pembelajaran dapat lebih menarik Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek.

Manfaat Media Pembelajaran –  Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan Proses pembelajaran dapat berlangsung kapan pun dan dimana pun diperlukan Sikap positif peserta didik terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan Peran guru berubah kearah positif Media pembelajaran memiliki nilai dan manfaat lain sebagai berikut: Membuat konkrit konsep-konsep yang absrak. Konsep yang dirasa masih bersifat absrak dan sulit dijelaskan secara langsung kepada peserta didik dapat dikonkretkan atau disederhanakan melalui pemanfaatan media pembelajaran.

Manfaat Media Pembelajaran – Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat kedalam lingkungan belajar. Misal guru menjelaskan dengan menggunakan gambar atau yang lainnya tentang binatang buas seperti dinosaurus, macan dsb. Menampilkan objek yang terlalu besar atau kecil. Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat atau lambat. Dengan menggunakan teknik gerakan lambat dalam media film atau persemtasi dapat memperlihatkan tentang suatu materi pelajaran. Para ahli telah sepakat bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:

Manfaat Media Pembelajaran

1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka) 2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, seperti misalnya: a. Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film, atau model; b. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar; c. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar dan lain-lain.

Manfaat Media Pembelajaran

1. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. 2. Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk semua siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latarbelakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini bisa diatasi dengan media pembelajaran.

Manfaat Media Pembelajaran

PERENCANAAN dan DASAR PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

A. Merencanakan Media Pembelajaran Sebelum kita memilih media pembelajaran yang akan kita gunakan, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian perencanaan media pembelajaran, kriteriakriteria pemillihan media dan pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam memilih media pembelajaran. Perencanaan media pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu proses memikirkan dan menetapkan program pengadaan media pembelajaran, baik yang berbentuk sarana maupun prasarana pendidikan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu.

Manfaat Media Pembelajaran

B. Dasar-Dasar Pemilihan Media Pendidikan Untuk memudahkan dalam memilih media, tentunya harus diingat bahwa media pembelajaran adalah sebuah sistem instruksional, artinya bahwa keberadaan media tersebut tidak terlepas dari konteksnya sebagai komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Berdasarkan sistem instruksional inilah kriteria pemilihan media dibuat. Kriteria yang menjadi fokus di sini antara lain karekteristik siswa, tujuan pembelajaran bahan ajar, karakteristik media sendiri, dan sifat pemanfaatan media. 1. Karakteristik siswa Merupakan keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dan pengalamannya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya. Setidaknya dalam karekteristik siswa ada tiga hal yang berkaitan, yaitu: a) Karakteristik atau keadaan yang berkenaan dengan kemampuan awal atauprerequisite skiils, yakni kemampuan yang diperluakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kemampuan ini merupakan hasil dari berbagai pengalaman masing-masing siswa. b) Karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang, lingkungan hidup dan status sosial (socioculture) c) Karakteristik yang berhubungan dengan perbedaan-perbedaan pribadi.

2. Tujuan belajarSemuanya dimaksudkan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Relevan dengan hal ini, hasil belajar tersebut meliputi: a) Hal-ihwal keilmuan dan pengetahuan, konsep atau fakta (kognitif) b) Hal-ihwal personal. Kepribadian atau sikap (afektif) c) Hal-ihwal kelakuan, ketrampilan atau penampilan (psikomotorik)

3. Sifat bahan ajar Banyak jenis aktifitas yang biasa dilakukan siswa disekolah. Isi bahan ajar tidak cukup hanya menuntut aktivitas siswa seperti mendengarkan, dan mencatat. Terdapat 8 kelompok aktivitas siswa dalam belajar di Sekolah: a) Visual activities: membaca, memperhatikan gambar, memperhatikan demonstrasi, pekerjaan dan pekerjaan orang lain. b) Oral activitie: menyatakan, bertanya, memberi saran, berpendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi. c) Listening Activitie: mendengarkan uraian, percakapan, diskusi, musik pidato, dll. d) Writing Activitie: mencatat poin-poin penting yang didengarnya, menulis karangan, menyalin. e) Drawing Activitie: menggambar, membuat grafik, peta, diagram. f) Motor Activitie: melakukan percobaan, membuat konstruksi, mereparasi, bermain, berkebun, beternak. g) Mental Activitie: menanggapi mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, mengambil keputusan. h) Emotional activitie: menaruh minat, merasa bosan, gembira, berani, gugup, tegang. Aktivitas disekolah kompleks dan bervariasai, karena itu seorang pendidik perlu memilih media yang tepat agar lingkungan belajar lebih dinamis, bervariasi dan tidak membosankan.

4. Pengadaan media Dari segi pengadaan, media dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu: a) Media jadi (by utilization), media yang umumnya sudah menjadi komoditi perdagangan. Meskipun hemat waktu tenaga, dan biaya, namun kecil kemungkinan dapat sesuai tujuan dengan pembelajaran. Hal ini disebabkan tujuan pembuatan media tersebut (oleh produser / perusahaan) tidak khusus untuk mencapai tujuan pembelajaran yang spesifik seperti seperti yang baias terjadi di kelas. Oleh karena itu, agar media tersebut lebih efektif dan efisien, guru terlebih dahulu harus mempelajari dan memahami setiap bagian-bagiannya kemudian mengintegrasikan bahan media jadi tersebut dengan rencana pelaksanaan pembelajaran. b) Media rancangan (by design), yaitu media yang dirancang secara khusus untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, media ini lebih besar kemungkinan dapat sesuai tujuan pembelajaran. Aspek lain yang memerlukan pertimbangan agar dalam pemilihan dan pengembangan media dapat maksimal adalah kemampuan biaya, ketersediaan waktu, tenaga, fasilitas dan peralatan pendukung.

5. Sifat pemanfaatan media Dilihat dari sifat pemanfaatannya, media pembelajaran terdapat dua macam, yaitu: a) Media primer, yaitu media yang diperlukan atau harus digunakan oleh guru untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran. b) Media sekunder, media ini bertujuan untuk memberikan pengayaan materi. Seorang guru harus mengetahui potensi media, karakteristik masing-masing jenis media, agar setiap media dapat tepat guna dan tidak kehilangan perannya dalam proses pembelajaran.

Sedangkan kriteria-kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih media pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Tujuan Tujuan pengajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk menggunakan media. Manakala diabaikan, maka media bukan lagi sebagai alat bantu pengajaran, tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. 2. Keterpaduan (validitas) Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari. Sesuai atau tidaknya antara bahan/materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa. 3. Keadaan peserta didik Sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami siswa.

4. Ketersediaan Pemilihan perlu memperhatikan ada/tidak media tersedia diperpustakaan atau di sekolah serta mudah sulitnya diperoleh. Karena, seringkali suatu media dianggap tepat untuk digunakan di kelas akan tetapi di sekolah tersebut tidak tersedia peralatan yang diperlukan, sedangkan untuk mendesain atau merancang suatu media yang dikehendaki tersebut tidak mungkin dilakukan oleh guru dengan waktu yang cepat. 5. Mutu teknis Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik. 6. Biaya Hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan apakah seimbang dengan hasil yang dicapai serta ada kesesuaian atau tidak. Terkadang sejenis media yang biaya produksinya mahal, namun bila dilihat kestabilan materi dan penggunaan yang berulang-ulang untuk jangka waktu yang panjang akan jauh lebih murah dari media yang biaya produksinya murah tetapi hanya satu kali pakai saja. Selain kriteria-kriteria pemilihan, Menurut Prof. Drs. Hartono Kasmadi M.Sc. bahwa dalam memilih media embelajaran juga perlu dipertimbangkan adanya 4 hal yaitu: produksi, peserta didik, isi, dan guru. 1. Pertimbangan produksi: 1. Availability: tersedianya bahan. Media akan efektif dalam mencapai tujuan, bila tersedia bahan dan berada pada sistem yang tepat. 2. Cost (harga) yang tinggi tidak menjamin penyusunan menjadi tepat, demikian sebaliknya tanpa biasanya juga tidak akan berhasil, artinya tujuan belum tentu dapat dicapai 3. Physical condition (kondisi fisik). Misalkan dengan warna yang buram, akan mengganggu kelancaran belajar mengajar 4. Accessibility to student (mudah dicapai) maksudnya: pembelian bahan (peralatan) hendaknya yang dwi fungsi, yaitu guru dapat menggunakannya dan peserta didik juga akan semakin mudah 5. Emotional impact. Sejauh mana yang dapat dicapai oleh pendidikan, maka pelaksanaan pengajaran dengan menggunakan media harus mampu bernilai estetika sebab akan lebih menarik untuk menumbuhkan motivasi 6. Pertimbangan peserta didik

1. Student characteristics (watak peserta didik). Guru harus mampu memahami tingkat kematangan latar belakang peserta didik. Dengan demikian guru dapat menentukan pilihan-pilihan media yang sesuai dengan karakter peserta didik, meliputi masalah tingkah kematangan peserta didik secara komprehensif (kesatuan menyeluruh). 2. Student relevance (sesuai dengan peserta didik) Bahan yang relevan akan memberi nilai positif dalam mencapai tujuan belajar, pengaruhnya akan meningkatkan pengalaman peserta didik, pengembangan pola pikir, analisis pelajaran, hingga dapat menceritakan kembali (pelajaran yang diajarkan) dengan baik. 3. Student involment (keterlibatan peserta didik) Bahan yang disajikan akan memberikan kemampuan peserta didik dan keterlibatan peserta didik secara fisik dan mental (peran aktif peserta didik) untuk meningkatkan potensi belajar. 1. Pertimbangan Isi a. Curriculair-relevance Yaitu penggunaan media harus sesuai dengan isi kurikulum, tujuannya harus jelas. b. Content-soundness Banyak bahan media yang sudah diprogram (software) siap pakai/bahan jadi seperti: film slide, sound slide, video cassete dan sebagainya, tapi kemungkinan bahan jadi tersebut belum tentu cocok dan mungkin sudah tidak up to dateatau sudah out of print, sudah ketinggalan zaman, sehingga tidk sesuai lagi. Maka perlu kejelian dalam memilih media, antara lain: 1) Pembelian yang efektif, disesuaikan dengan kebutuhan. 2) Pembelian hanya untuk referensi, bukan untuk demonstrasi. 3) Jika memungkinkan guru harus mampu membuat sendiri media yang cocok dengan kebutuhan, up to date. c. Presentation Jika isi sudah tepat dan sesuai dengan kebutuhan, perlu juga cara menyajikan yang harus benar.

2. Pertimbangan Guru 1. Teacher-utilization Guru harus mempertimbangkan dari segi pemanfaatan media yang akan digunakan, sebagai bahan pertimbangan: 1) Apakah digunakan untuk kepentingan individu atau kelompok. 2) Apakah yang digunakan media tunggal atau multimedia. 3) Yang lebih penting berorientasi terhadap tujuan pendidikan. 2. Teacher peace of mind Media yang digunakan mampu memecahkan problem jangan malah menimbulkan masalah, maka perlu observasi dan review bahan-bahan tersebut belum disajikan.[8] Setelah kita mengetahui kriteria dan pertimbangan-pertimbangan dalam memilih media pembelajaran, maka tahap selanjutnya adalah memutuskan atau memilih media yang tepat dalam proses belajar mengajar yang akan kita lakukan. Dalam pemilihan media pembelajaran biasanya menggunakan dua pendekatan, yaitu sebagai berikut: 1. Memilih media yang telah tersedia di pasaran yang dapat dibeli guru dan langsung dapat digunakan dalam proses pengajaran (media jadi). Pendekatan ini hemat dalam waktu, tenaga dan biaya. Akan tetapi kecil kemungkinannya untuk mendapatkan media jadi yang dapat sepenuhnya sesuai dengan tujuan atau kebutuhan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. 2. Memilih berdasarkan kebutuhan nyata yang telah direncanakan, khususnya yang berkenaan dengan tujuan yang telah dirumuskan secara khusus dan bahan pelajaran yang hendak disampaikan. Menurut Arif Sadiman, ada tiga model dalam memilih media pembelajaran, yaitu: 1. Model Flowchart Model ini dapat digunakan baik untuk menggambarkan proses pemilihan media jadi atau media rancangan. Prosedur pemilihannya dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan apakah pesan yang akan disampaikan bersifat informasi/hiburan atau pesan instruksional. Bila pesan instruksional yang ingin ditampilkan, apakah akan berfungsi sebagai sarana belajar (media) atau sarana mengajar (peraga).

Prosedur selanjutnya ialah menentukan strategi instruksionalnya, yaitu apakah ingin memberikan pengalaman belajar sikap, keterampilan fisik atau kognitif. Pemilihan strategi belajar ini mengikuti prosedur diagram pemilihan media seperti pada lampiran. Selanjutnya kita memilih media yang sesuai untuk menentukan pilihan akhir dengan memperhatikan kriteria dan pertimbangan-pertimbangan pemilihan media seperti yang telah dijelaskan diatas. 2. Model Matriks Model ini lebih serasi untuk digunakan dalam memilih media rancangan. Contoh yang mempergunakan pendekatanmatriks yaitu model yang dikembangkan oleh Allen dengan melihat bahwa media tertentu mempunyai kelebihan-kelebihan terhadap yang lain untuk tujuan belajar tertentu. 3. Model Checklist Model ini lebih sesuai untuk membakukan prosedur pemilihan media jadi. Model checklist ini kadang-kadang disebut dengan nama format evaluasi media.