Teknik Teknik Membaca Cepat untuk Memahami Informasi

Teknik Teknik Membaca Cepat untuk Memahami Informasi

Teknik Teknik Membaca Cepat untuk Memahami Informasi

Teknik Membaca Cepat
Teknik Membaca Cepat

Teknik Membaca Cepat – Banyak manfaat yang Anda peroleh dari kegiatan membaca. Misalnya, menambah wawasan dan menambah informasi. Namun, pernahkah Anda mengukur berapa kecepatan membaca cepat Anda? Tahukah Anda, apakah yang dimaksud dengan membaca cepat? Pada pelajaran ini, Anda akan belajar membaca cepat. Dengan demikian, Anda akan tahu berapa kecepatan membaca Anda dengan waktu yang telah ditentukan. Pada pelajaran ini, Anda pun akan belajar membedakan peng gunaan pada tekanan kata dan kalimat. Sebaiknya, Anda mengikuti pelajaran ini dengan tepat. Anda pun akan semakin pandai.

Membaca Cepat untuk Memahami Informasi

1. Membaca cepat permulaan (120–150 kata) per menit

Teknik Membaca Cepat – Pernahkah Anda mengukur berapa kecepatan membaca Anda? Berapa kata yang dapat Anda baca dalam waktu satu menit? Kecepatan seseorang dalam membaca wacana berbedabeda. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor kurangnya berlatih membaca wacana dengan waktu yang ditentukan dan melakukan kesalahan-kesalahan ketika membaca. Misalnya, jari tangan ikut bergerak ketika membaca, bibir ikut berguman, dan menggerakgerakkan kepala mengikuti alur kalimat yang dibaca. Kecepatan membaca sebuah wacana tentu harus dibarengi oleh kecepatan dalam menyerap isinya. Dalam istilah membaca, cara membaca demikian dikenal dengan istilah membaca cepat. Cermatilah petunjuk membaca berikut. Petunjuk tersebut membantu Anda dalam membaca cepat.

Teknik Membaca Cepat

a. Pahamilah kata-kata kunci yang menjadi petunjuk. Misalnya, untuk mengetahui penduduk suatu daerah tertentu dengan kata kunci sensus, demografi, kependudukan, dan pem ukiman. b. Kenali organisasi tulisan dan strukturnya untuk mem – perkirakan letak jawaban. Lihat juga grafik, ilustrasi, dan tabel yang berhubungan dengan jawaban. c. Gerakkan mata secara sistematis dan cepat seperti anak panah langsung ke tengah meluncur ke bawah, dengan cara pola spiral atau zigzag. d. Lambatkan kecepatan membaca untuk meyakinkan kebenaran informasi yang dicari.

Teknik Membaca Cepat

2. Membaca cepat lanjutan dengan menerapkan teknik memindai (scanning) dan layap (skimming)

Membaca cepat merupakan suatu kegiatan membaca dengan tempo yang cepat untuk mendapatkan sesuatu yang dikendalikan dengan waktu yang cepat pula. Tujuan membaca cepat adalah untuk dapat memahami isi dan makna bacaan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Membaca cepat dapat dilakukan dengan cara membaca memindai (scanning) dan membaca layap (skimming).

a. Membaca memindai (scanning) Membaca memindai adalah teknik membaca cepat untuk mendapatkan informasi tanpa membaca yang lain dan langsung menuju fakta dan informasi. Teknik membaca memindai bisanya dilakukan untuk mencari fakta khusus, seperti mencari nomor telepon, mencari arti kata dalam kamus, melihat acara siaran televisi, dan melihat daftar penjelasan. Membaca memindai biasanya juga digunakan untuk mengumpulkan bahan-bahan mengenai topik tertentu. Pengumpulan topik tersebut tidak perlu dilakukan dengan cara membaca secara keseluruh an, tetapi cukup dengan membaca daftar isi. Misalnya saja, Anda akan mencari kata di dalam kamus dengan teknik scanning. Nah, jika kita ingin melihat kata dalam kamus, gunakanlah petunjuk berikut. 1. Perhatikan ejaan kata itu dengan saksama. 2. Perhatikan cara pengucapannya, panjang pendeknya, dan aksennya (tekanannya). 3. Jangan terlalu cepat memilih suatu pengertian. Bandingkan pengertian yang ada dan cocokan dengan konteks yang Anda baca. Pengertian itu biasanya dirinci dengan a, b, c, dst.

4. Perhatikan contoh kalimat. Hal ini akan memperjelas pengertian yang kita cari. 5. Agar segera menemukan kata yang dicari, perhatikan petunjuk halaman yang ada di setiap halaman.

b. Membaca layap (skimming) Membaca layap (skimming) adalah teknik membaca cepat yang bertujuan untuk mengambil intisari isi bacaan. Skimming bacaan berarti mencari hal-hal yang penting dari bacaan. Membaca skimming dilakukan untuk memperoleh kesan atau gambaran umum dari suatu bacaan. Banyak yang mengartikan skimming sebagai kegiatan sekedar menyapu halaman, tetapi sebenarnya skimming merupakan keterampilan membaca yang diatur untuk mendapatkan hasil yang efisien dan untuk berbagi tujuan. Teknik membaca ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui topik bacaan, mengetahui pendapat orang lain (opini), mendapatkan bagian penting yang diperlukannya tanpa membaca keseluruhan isi buku, mengetahui kerangka penulisan, dan mengingatkan apa yang telah dibaca.

3. Menentukan pokok-pokok isi wacana Setiap wacana mengandung ide pokok. Ide pokok tersebar dalam beberapa paragraf dari wacana tersebut. Seperti diketahui, dalam setiap paragraf terkandung gagasan utama dan gagasan penjelas. Gagasan utama merupakan pokok pikiran paragraf. Dengan demikian, apabila Anda ingin menemukan pokok-pokok isi wacana, dapat ditemukan pada gagasan utama setiap paragraf. Paragraf adalah seperangkat kalimat tersusun logis-sistematis yang merupakan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok tersirat dalam keseluruhan karangan dan merupakan bagian bab dalam karangan tersebut yang ditandai dengan garis baru. Untuk mengenali kalimat kunci dalam setiap paragraf dapat dilakukan dengan cara berikut: a. mencari kata benda atau kata ganti yang dominan; b. mencari pernyataan umum; dan c. membaca secara detail jika ide pokoknya sulit.

4. Menjelaskan bagian bacaan tertentu sesuai dengan pokok-pokok isi bacaan yang telah ditemukan dengan bahasa sendiri Pada pelajaran sebelumnya Anda telah berlatih membuat catatan berupa ringkasan. Ringkasan merupakan bentuk penyajian bacaan agar menjadi lebih singkat. Dalam meringkas Anda bisa menggunakan bahasa sendiri. Namun, perlu diingat bahwa meringkas dengan menggunakan bahasa sendiri membutuhkan daya tangkap dan ketelitian yang tinggi terha dap isi bacaan.

B. Mengucapkan Kalimat dengan Jelas, Lancar, Bernalar, dan Wajar 

1. Membedakan penggunaan pola tekanan kata dan kalimat Dalam berkomunikasi, jalinan kata dan kalimat perlu dikemas dalam harmonisasi yang utuh. Artinya, dalam menyampaikan informasi kita harus menggunakan pola tekanan kata dan kalimat. Hal ini dilakukan agar orang lain memahami isi informasi yang kita ungkapkan.

Mengucapkan kalimat merupakan wujud kegiatan berbicara. Pembicara yang satu dengan pembicara yang lain, dalam hal-hal tertentu kadang-kadang berbeda, meskipun vokal, konsonan, kata atau kalimat yang diucapkannya sama. Ketidaktepatan pengucapan bunyi bahasa dapat meng – alihkan mengganggu perhatian pendengar, bahkan mungkin dapat menimbulkan salah pentafsiran. Misalnya, dalam pengucapan kata gerakkan menjadi geraan, menyatakan menjadi menyataken, menaikkan menjadi menaian. Contoh lain, kita sering mendengar pembicara tidak sesuai atau salah ucap dalam menyampaikan informasi. Pengucpan konsonan s menjadi c pada kata sasak diucapkan cacak. Kata suka diucapkan cuka. Selain itu, pengucapan konsonan r menjadi l pada kata rusuh diucapkan lusuh, kata rima diucapkan lima. Penyebab terjadinya kesalahan pengucapan konsonan tertentu, seperti contoh ter sebut disebabkan faktor intern pembicara, mungkin karena bentuk atau ukuran alat ucapnya tidak normal.

Kita juga sering mendengar pengucapan e (pepet) menjadi e (taling) pada kata peka (e pepet) diucapkan peka (e taling), mendengar (e pepet) diucapkan mendengar (e taling), beli (e pepet) diucapkan beli (e-taling). Pengucapan f (ef) diucapkan p (pe) pada kata fakultas (pakultas), aktif diucapkan (aktip), fihak diucapkan (pihak), dan normatif diucapkan (normatip). Kita juga sering mendengar pengucapan kata-kata berikut. a. memfoto diucapkan atau ditulis memoto b. memfitnah diucapkan atau ditulis memitnah c. mencintai diucapkan atau ditulis menyintai d. membawakan diucapkan atau ditulis membawaan e. tujukan diucapkan atau ditulis tujuken Ketidaktepatan pengucapan fonem (vokal dan konsonan) seperti pada kata-kata tersebut tentu akan mengganggu pendengar ketika menyimak. Oleh karena itu, pengucapan vokal, konsonan, dan kata harus jelas. Tekanan kata atau kalimat akan berkenaan juga dengan jenis kalimat yang disampaikan. Oleh karena itu, sekarang kita akan belajar mengenali jenis-jenis kalimat.

a. Kalimat berita Kalimat berita adalah kalimat yang berisi berita untuk me nyampaikan informasi kepada orang lain. Tanggapan yang diharapkan dari kalimat berita hanyalah berupa perhatian sesuai dengan maksud penutur melalui intonasi (kata yang dipentingkan).

Contoh: 1) Ami sedang menyiram bunga. (bukan orang lain) 2) Ami sedang menyiram bunga. (bukan waktu yang lalu atau nanti) 3) Ami sedang menyiram bunga di kebun. (bukan memupuk atau kegiatan lain) 4) Ami sedang menyiram bunga. (bukan tumbuhan lain) Kata bercetak miring adalah kata yang dipentingkan dalam kalimat tersebut. Berdasarkan kata yang ditulis miring dalam ketiga kalimat tersebut, tentu mempunyai perbedaan arti atau perbedaan tujuan

b. Kalimat tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang meminta tanggapan berupa jawaban. Kalimat tanya mempunyai pola intonasi yang khusus. Kalimat tanya biasanya mempergunakan kata tanya apa, siapa, mengapa, di mana, dan partikel lah. Lagu dasar kalimat tanya adalah kata pertama dari kalimat tanya suaranya naik, kemudian diikuti dengan suara rendah dan pada akhir kalimat suara tinggi. Contoh: Itu …. rumah Anda? Jika menggunakan tanda tanya, tekanan agak tinggi jatuh pada kata tanya yang digunakannya, sedangkan kata-kata lainnya datar. Contoh: 1) Kapan kamu akan bermain ke rumah saya? 2) Harus pergikah saya pada malam ini?

c. Kalimat perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang maknanya memberikan perintah untuk melakukan sesuatu. Ciri umum kalimat perintah adalah intonasi keras mendatar, bernada tinggi, dan umumnya menggunakan partikel lah. Kalimat perintah biasanya bernada tinggi dan menggunakan tanda seru (!) Contoh: 1) Silakan kalian belajar dengan baik. 2) Jawablah soal-soal di bawah ini. 3) Awas ada pencopet!

2. Membaca lirik lagu, naskah pengumuman, atau pidato dengan menggunakan tekanan dan intonasi secara jelas dan tepat

a. Membaca lirik lagu Membaca lirik lagu tentu berbeda dengan ketika kita menyanyikannya. Membaca lirik lagu dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan isi lagu dengan nada atau intonasi suara. Isi lagu perjuangan harus dibaca dengan nada atau intonasi yang mengandung semangat patriotisme. Sebaliknya, lagu yang ber isi rintihan cinta seseorang dibaca dengan nada yang sedih atau mendayu-dayu.

b. Membaca teks pidato Anda tentu pernahkah mendengarkan pembacaan naskah pidato presiden di televisi atau radio? Bagaimana tanggapan Anda atas pembacaan pidato tersebut? Pertanyaan tersebut merupakan landasan kegiatan Anda yang berkenaan dengan membacakan teks pidato. Membacakan teks pidato tidaklah sama dengan kegiatan membaca wacana lain. Di samping menuntut adanya mimik, gerakan tubuh, dan tangan. Hal lain yang juga paling penting dalam membaca teks pidato adalah intonasi.

 

Membaca Ekstensif Teks Bacaan Nonsastra dan Cara Membaca

Membaca Ekstensif Teks Bacaan Nonsastra dan Cara Membaca

Membaca Ekstensif Teks Bacaan Nonsastra dan Cara Membaca

Teks Bacaan Nonsastra – Membaca dan membaca! Pada pembelajaran ini kita akan belajar membaca. Sebagai seorang terpelajar, Anda tentu gemar membaca. Bahkan, membaca pasti merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi Anda, bukan? Karena itu, Anda pasti senang mempelajari bagian modul ini. Selamat membaca!

Teks Bacaan Nonsastra
Teks Bacaan Nonsastra

Teks Bacaan Nonsastra – Membaca ekstensif berarti membaca luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah memahami isi yang penting-penting dengan cepat sehingga membaca secara efisien terlaksana. Nah, sekarang bacalah teks berjudul Sembilan Langkah Memulai Belajar di bawah ini dengan teknik membaca ekstensif!

Teks Bacaan Nonsastra

Sembilan Langkah Memulai Belajar Oleh DRS. SUKMANA

Teks Bacaan Nonsastra – Belajar merupakan usaha sadar yang dilakukan individu (manusia) untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan berdasarkan hasil pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan. Perubahan tingkah laku yang baru tersebut berkaitan dengan kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan). Perubahan tingkah laku yang baru yang tidak disadari dan negatif bukan termasuk kegiatan belajar. Misalnya, mabuk, pingsan, muntah-muntah, dan lain-lain. Belajar bukan kegiatan main-main, tetapi perlu dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh. Untuk itu, sebelum Anda memulai belajar, sebaiknya dilakukan persiapan. Karena persiapan yang matang akan menentukan kesuksesan belajar. Hal-hal yang perlu disiapkan sebelum belajar berkitan dengan fisik, material, dan mental-spiritual. Apalagi bagi siswa baru yang harus belajar di lingkungan sekolah baru. Di sini siswa perlu menyesuaikan diri dengam situasi sekolah yang baru. Karena, cara dan strategi belajar di SD berbeda dengan cara belajar di SMP dan SMA. Kalau Anda akan memulai belajar, ada sembilan langkah yang harus Anda ingat dan lakukan. Pertama, buat jadwal belajar. Untuk mengatur kegiatan sehari-hari sebaiknya diatur pembagian waktu yang tersedia. Pembagian waktu ini dilakukan secara garis besarnya saja. Pembagian waktu atau jadwal kegiatan (belajar) gunanya untuk dijadikan pedoman, panduan atau petunjuk, apa yang harus dilakukan dan apa yang mesti dihindari dalam kegiatan (belajar) sehari-hari. Dalam jadwal kegiatan (belajar) tersebut di dalamnya ada urutan atau nomor kegiatan, pembagian waktu, jenis kegiatan yang harus dilakukan, dan keterangan. Jadwal ini tidak bersifat mati sehingga kalau ada kegiatan khusus dan sifatnya temporer, dapat dilaksanakan. Supaya mudah terlihat, tempelkan jadwal kegiatan itu di tempat yang strategis. Kedua, segeralah melangkah. Setelah jadwal kegiatan tersebuat dibuat, segeralah direalisasikan dengan melakukan tindakan nyata. Keragu-raguan akan hilang oleh tindakan. Sesuatu dianggap sulit karena belum dicoba. Sesudah dicoba ternyata mudah dan menyenangkan. Tirulah seorang bayi yang sedang belajar berjalan. Jatuh bangun, tanpa menyerah. Selangkah demi selangkah, akhirnya terampil berjalan.

Teks Bacaan Nonsastra – Ketiga, dapatkan teman untuk belajar. Supaya belajar lebih bersemangat dan bergairah serta untuk menghindari kejenuhan, carilah teman untuk belajar. Bentuk kelompok belajar sebanyak 5-7 orang atau sesuai dengan kebutuhan. Usahakan dalam jumlah anggota kelompok itu ganjil. Hal ini untuk menghindari grup-grupan. Bina dan kembangkan teman atau kelompok belajar tersebut sehingga wawasan ilmu pengetahuan semakin bertambah luas. Keempat, lupakan kesempurnaan. Dalam memulai belajar tentu tidak akan langsung mencapai prestasi belajar yang memuaskan. Karena selama proses belajar tidak akan lepas dari berbagai hambatan, gangguan, dan kesulitan sehingga memengaruhi kelancaran dan keberhasilan belajar.

Teks Bacaan Nonsastra – Di sini Anda dituntut kesabaran dan kesungguhan dalam belajar sehingga semakin hari prestasi belajar dapat ditingkatkan. Pada akhirnya belajar dapat mencapai hasil yang optimal. Kelima, ciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Lingkungan belajar yang menyenangkan akan memengaruhi suasana belajar. Tempat belajar usahakan nyaman dan penerangan yang cukup serta tidak banyak gangguan dari luar. Lingkungan belajar yang menyenangkan akan menambah motivasi untuk belajar lebih bersemangat. Keenam, bahas soal-soal latihan. Untuk menambah pemahaman terhadap bahan atau materi pelajaran, perlu latihan yang rutin. Isi dan bahan soal-soal yang ada dalam buku paket atau soal-soal yang dibuat tersendiri sebagai bahan latihan. Apakah materi atau bahan pelajaran tersebut sudah dipahami atau belum? Apabila mengalami kesulitan bisa bertanya kepada guru atau teman yang sudah memahami soal-aoal tersebut. Ketujuh, cari pembimbing. Selama belajar sebaiknya mempunyai pembimbing yang bisa mengarahkan dan mengawasi kegiatan belajar sehari-hari. Langkah ini penting agar Anda selalu termotivasi atau terdorong untuk melakukan langkah-langkah serius yang bisa dipertanggungjawabkan. Pembimbing atau pendamping tersebut bisa orang tua, kakak, guru atau orang lain yang mempunyai kemampuan dalam belajar. Kedelapan, antisipasi perkembangan iptek. Pastikan Anda tidak ketinggalan zaman dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Di sini Anda harus peka terhadap perkembangan iptek. Oleh klarena itu, harus memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada dalam masyarakat. Sumber belajar tidak hanya dari guru dan buku paket , tetapi juga bisa memanfaatkan media massa, baik media elektronik (radio, televisi, internet) maupun media cetak (koran, majalah, tabloid). Dengan demikian,

Anda harus aktif dan kreatif dalam mencari berbagai informasi yang aktual berkaitan dengan iptek. Kesembilan, ingat cita-cita. Menyusun tujuan belajar dan menciptakan cita-cita baru bisa menyegarkan semangat seperti awal mula merintis belajar. Tujuan belajar dan cita-cita masa depan dapat dijadikan motivasi atau pendorong yang kuat untuk lebih menggairahkan belajar. Setiap ingat cita-cita masa depan, maka akan terpacu dan bergelora dalam dada untuk belajar lebih sungguh-sungguh. Akhirnya, setelah setiap langkah dilalui dan dilaksanakan, evaluasilah. Apakah kegiatan belajar yang telah dilaksanakan dapat mencapai hasil yang memuaskan atau belum? Apabila hasil belajar belum memuaskan, berarti ada langkah-langkah yang belum dilakukan secara sungguh-sungguh. Di sini perlu introspeksi diri, di sisi mana saja masih ada kekurangan dan kelemahan. Perbaikan diri harus terus-menerus dilakukan setiap saat. Prinsipnya, jangan putus asa apabila mengalami kesulitan selama proses belajar berlangsung. Belajar dan terus belajar sampai paham! (Penulis adalah guru pembimbing dan pembina mading SMAN 10 Bandung)** (Sumber: Galamedia, 10 Juli 2007; 4)

1. Apa pengertian belajar? 2. Mengapa perubahan tingkah laku yang baru yang tidak disadari dan negatif bukan termasuk kegiatan belajar? Jelaskan! 3. Apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum belajar? 4. Jelaskanlah kegunaan jadwal (belajar)? 5. Jelaskan pernyataan bahwa “jadwal ini tidak bersifat mati”! 6. Mengapa jumlah anggota kelompok sebaiknya ganjil? 7. Mengapa kita harus menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan? 8. Apakah menurut Anda pembimbing atau pendamping dalam belajar itu penting? Jelaskan! 9. Jelaskan manfaat dirumuskannya tujuan belajar dan cita-cita! 10. Sebutkanlah tujuan belajar dan cita-cita Anda!

1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 5-7 orang! 2. Carilah dua buah teks nonsastra dari koran, majalah, tabloid, dll.! 3. Tulislah ide pokok setiap paragraf pada teks-teks tersebut! Tulislah ke dalam format seperti seperti pada latihan! 2. Buatlah ringkasan isi teks-teks tersebut! 3. Bagaimana tanggapan Anda mengenai berbagai ide atau gagasan yang disampaikan penulis dalam teks-teks tersebut! 4. Sampaikanlah hasil kerja kelompok Anda pada kelompok lainnya dengan jelas! Mintalah tanggapan dari kelompok lain mengenai isi teks-teks tersebut!

 

Materi Tentang Membaca Memindai Teks

Materi Tentang Membaca Memindai Teks

Materi Tentang Membaca Memindai Teks

Membaca Memindai Teks
Membaca Memindai Teks

Membaca Memindai Teks – Membaca Memindai Teks Kalian telah tahu bahwa untuk memahami isi suatu teks atau buku, kalian harus membaca secara saksama. Setelah membaca, kalian juga dapat membuat rangkuman atas teks atau buku tersebut. Untuk dapat merangkum teks atau buku, kalian harus menemukan pokok-pokok isi teks atau buku tersebut. Sebelum merangkum isi sebuah buku, bacalah dan temukan pokok-pokok isi teks berikut.

Membaca Memindai Teks

Penyakit Demam Berdarah Perlu Penanganan

Korban penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Lampung Timur (Lamtim) terus meningkat. Dari catatan dinas kesehatan setempat, selama periode Januari ini jumlah warga yang terserang penyakit itu bertambah 9 orang sehingga menjadi 22 orang dari sebelumnya 13 orang. Sedangkan periode Desember 2007 lalu, 7 warga positif terserang penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegepty tersebut. Sehingga selama periode Desember 2007–Januari 2008, warga Lamtim yang terserang DBD mencapai 30 orang. Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Sartono menjelaskan, untuk mengantisipasi penyebaran wabah DBD, pihaknya telah melakukan fogging focus (pengasapan) di lingkungan sekitar warga yang terserang. Selain itu, pihaknya juga telah mendistribusikan bubuk abate kepada warga melalui kader kesehatan yang ada di setiap desa. Kemudian, Diskes Lamtim telah menyiagakan 200 liter molation (bahan aktif untuk fogging focus) dan 125 kg bubuk abate serta 10 unit alat fogging.

Membaca Memindai Teks – Persoalannya, terang Sartono, hingga kemarin dana penanggulangan DBD yang dianggarkan melalui APBD 2008 belum turun. Sehingga, seluruh biaya operasional pencegahan DBD masih menggunakan dana talangan dari Dinas Kesehatan. ”Kalau menunggu dana cair, kami khawatir wabah DBD semakin meluas,” terangnya. Dalam kesempatan yang sama, Sartono menjelaskan dari hasil evaluasi wilayah Lamtim yang termasuk daerah endemik DBD tersebar di Kecamatan Sekampung, Batanghari, Pekalongan, Bandarsribawono, Sekampungudik, dan Wayjepara. Karenanya kepada masyarakat yang tinggal di daerah endemik, Sartono mengimbau segera melakukan upaya pencegahan penyebaran DBD. Upaya yang paling efektif adalah melalui kegiatan 3 M (menutup, mengubur, dan menguras) tempat-tempat yang potensial untuk perkembangbiakan nyamuk aedes aegepty. Sumber: Radar Lampung, 23 Januari 2008

Membaca Memindai Teks

1. Temukan pokok-pokok isi teks tersebut! 2. Buatlah rangkuman isi teks tersebut!

Menulis Hasil Wawancara

Dalam dunia jurnalistik, dikenal dengan rumus 5W + 1H, yaitu what (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana). Sampai sekarang, rumus ini masih digunakan untuk menulis berita di koran, baik berupa berita yang masih hangat (hot news), berita kriminal (crime news), berita singkat (spotnews), dan karangan khas (feature). Misalnya, seorang wartawan yang sedang meliput kejadian pencurian di kompleks perumahan. Wartawan bertanya kepada Pak Agam, pemilik rumah yang dibobol pencuri. Wartawan : Pukul berapa, kejadiannya, Pak? Pak Agam : Kira-kira pukul 2 malam. Wartawan : Apa saja yang diambil pencuri, Pak? Pak Agam : Televisi, radio, VCD, dan laptop. Wartawan : Mengapa hanya barang elektronik yang diambil, tidak uang atau perhiasan? Pak Agam : Mungkin kalau pencuri itu masuk kamar, takut saya dan istri saya terbangun! Kan, repot kalau ketahuan! Wartawan : Oya, ini termasuk wilayah kepolisian mana, Pak? Pak Agam : Perumahan Cinta Damai ini termasuk Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Pantang Mundur, wilayah hukum Polres Pantang Mundur. Wartawan : Bapak sudah punya dugaan, siapa kira-kira pencurinya itu? Pak Agam : Lah, gak tahu, ya! Kalau sudah tahu, tentu saja sudah saya tangkap. Tapi melihat jendela yang rusak, seperti sudah tahu bahwa jendela dekat pojok sana engselnya rusak. Saya curiga, jangan-jangan orangnya tahu rumah saya. Itu hanya kecurigaan! Yang jelas saya tidak menuduh siapa-siapa, takut menjadi fitnah! Fitnah, itu kan, dosa. Nanti sama dosanya dengan yang mencuri barang-barang saya ini! Wartawan : Bagaimana setelah kejadian itu? Trauma atau ada harapan untuk segera dituntaskan tindak kriminal ini! Pak Agam : Ya, trauma, sih, tentu saja! Baru pertama kali, kok, rumah dibobol pencuri. Ya, saya berharap pihak yang berwajib segera bertindak. Paling tidak, keamanan masyarakat terjaga, jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini. Hasil wawancara di atas, dapat saja ditulis oleh wartawan dengan pola 5W + 1H seperti berikut ini.

Membaca Memindai Teks

Bandung, (PR): Pencurian semakin merajalela. Kali ini menimpa keluarga Agam (60), warga Perumahan Cinta Damai, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Pantang Mundur. Rumahnya dibobol pencuri pada Sabtu (23/5) pukul 2 dini hari. Rumah pensiunan sebuah BUMN itu dibobol pencuri ketika penghuni rumah terlelap tidur. Pencuri mencukil pintu serambi sebelah kiri, yang memang sudah longgar. Barang-barang yang dicuri, yaitu televisi, radio, VCD, dan laptop. Barang berharga lainnya selamat karena menurut Agam, pencuri ketakutan jika penghuni akan terbangun.

Bacalah teks wawancara berikut, kemudian kerjakan soal-soal di bawahnya!

Hati-Hati Terjebak Aliran Sesat

”Jika ingin tahu bagaimana mencari jalan terang di tengah kegelapan, bertanyalah kepada Nasaruddin Umar,” ujar sastrawan Danarto, ”Pria ini senantiasa berada di tengah jantung masyarakat dan bisa menjadi pencerah.” Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama ini memang tak segan-segan turun di ”daerah konflik” saat terjadi bebagai kegentingan. Pada saat pro-kontra ”aliran sesat”, misalnya, ia memilih berdialog dengan orang-orang yang dianggap sesat ketimbang menghajar mereka dengan pentung dan api marah. Apa komentar dia tentang 2007 yang kerap dianggap orang sebagai ”tahun kegelapan”? Berikut petingan perbicangan dengan dia di Jakarta, belum lama ini. Perjalanan bangsa Indonesia sepanjang tahun 2007 berada dalam kegelapan. Begitu banyak sendi kehidupan rusak, begitu kerap bencana alam tejadi. Apa yang salah pada bangsa ini? Ada tiga komponen yang dalam Islam terkait bencana. Ada musibah balak dan azab. Jangan dicampuradukkan ketiganya sehingga terjadi pemahaman yang salah. Azab itu siksaan Tuhan karena kezaliman umat seperti yang terjadi pada umat-umat sebelum Nabi Muhammad, saw. Seperti umat Nabi Nuh yang kapitalistik dan umat Nabi Luth yang melakukan penyimpangan dan kejahatan seksual. Akan tetapi, yang diazab itu orang-orang yang durhaka, bukan orang-orang yang saleh. Orang yang saleh walau ada di sekitarnya, seperti kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthalib, tidak terkena serangan burung terhadap pasukan Abrahah. Adapun musibah atau ujian itu tidak mengenal agama dan etnik. Begitu datang bisa mengenai semuanya. Nabi sudah minta kepada Allah agar umatnya tidak diberi azab sebagaimana umat-umat terdahulu. Allah mengabulkan permintaan itu sehingga pasca Muhammad tidak ada lagi azab yang ditimpakan.

Membaca Memindai Teks

Jadi, semuanya berbentuk musibah. Lalu ada balak yang bersifat lebih personal, seperti kita sembrono bawa mobil lalu kecelakaan, ya itu kita terkena balak. Kondisi yang menimpa bangsa Indonesia saat ini adalah musibah. Ada dua faktor yang memengaruhi. Pertama, karena siklus kealaman itu sendiri. Ada siklus sepuluh tahunan, duapuluh tahunan, dan lima puluh tahunan. Ilmu pengetahuan sudah menjawab dan terbukti ada siklus. Jadi, jangan langsung menghubung-hubungkan atau memistikkan suatu permasalahan pada era SBY–JK, dengan serangkaian musibah yang terjadi saat ini, itu syirik. Selain sabar dan optimis, apa yang perlu kita sebagai pribadi dan bangsa lakukan dalam menghadapi musibah ini? Dengan keikhlasan.

Membaca Memindai Teks – Tidak semua persoalan diselesaikan dengan uang. Banyak problem itu bisa diselesaikan dengan semangat dan keikhlasan. Kalau ikhlas, kita tidak mengenal lelah. Kalau kita ikhlas, dana itu nomor dua. Ikhlas juga tidak mengejar popularitas karena hakikatnya apa artinya terkenal di bumi tetapi tidak terkenal di akhirat. Mengenai keterpurukan di berbagai sendi kehidupan saat ini, saya mengibaratkan sebagai lentingan bola. Untuk menaikkan bola ke atas, itu perlu mengantam lantai terlebih dahulu. Yang perlu juga dipahami tidak pernah ada musibah itu tanpa hikmah. Di mana ada musibah di situ pula ada pembelajaran. Jadi, masih ada titik cerah. Coba lihat, bangsa-bangsa lain yang maju, pasti dalam tahapan sejarah mereka, ada sesuatu masalah yang krusial. Coba kita renungkan, apabila kita ada bencana tsunami, maka kita tidak pernah sedikit pun berpikir bagaimana merencanakan sebuah pembangunan yang berdimensi penanggulangan terhadap tsunami. Saya lama di Amerika dan beberapa negara Eropa. Begitu dapat musibah seperti badai atau listrik mati total, langsung timbul kepanikan dan kekacauan yang luar biasa. Coba lihat, peristiwa 9– 11 di Amerika bagaimana negara besar, negara adidaya yang sangat disegani di dunia merasakan kekalahan yang begitu besar, beitu telak di negeri mereka sendiri. Dengan banyak musibah di negeri ini janganlah membuat kita kecil hati. Harus kita ubah cara pandang kita dengan pola pikir karena musibah kita justru dibuat lebih matang dalam menghadapi tantangan alam dalam kehidupan ini. Sumber: Suara Merdeka, 30 Desember 2007

Membaca Memindai Teks

1. Catatlah pokok-pokok informasi dari hasil wawancara tersebut! 2. Tuliskan hasil wawancara itu dalam beberapa paragraf dengan ejaan dan tanda baca yang benar!