Penjelasan Materi Membaca Cerita Rakyat Nusantara Dan Cerita Dongeng

Penjelasan Materi Membaca Cerita Rakyat Nusantara Dan Cerita Dongeng

Penjelasan Materi Membaca Cerita Rakyat Nusantara Dan Cerita Dongeng

Cerita Rakyat Nusantara
Cerita Rakyat Nusantara

Cerita Rakyat Nusantara – Cerita rakyat atau disebut juga dongeng adalah sastra yang hidup ditengah masyarakat. Cerita rakyat dituturkan secara turun-temurun sehingga bentuk menjadi sastra lisan. Bacalah cerita rakyat dari daerah Jawa berikut ini!

Musnahnya Kezaliman

Prabu Dewatacengkar sangat terpesona, ketika melihat Ajisaka. Sungguh berbeda, pemuda yang satu ini. Ketampanan dan kepribadiannya, teramat menarik. Selain itu, tindak-tanduknya sangat tenang dan serba bersahaja. Ajisaka duduk bersimpuh di hadapan Prabu Dewatacengkar, menghaturkan sembah dengan takzim. Ketika menghaturkan salam, nada suaranya sangat merdu.

Cerita Rakyat Nusantara – Lama sekali, Prabu Dedewatacengkar memandang Ajisaka. “Jadi kaulah yang bernama Ajisaka?” Prabu Dewatacengkar menelan air liurnya, menahan rasa laparnya yang timbul ketika melihat Ajisaka. “Daulat, Tuanku,” Jawab Ajisaka. “Tahukah kau buat apa Patih Jugul membawamu kemari?” “Ampun Tuanku, yang hamba ketahui karena hamba mendapat kesempatan untuk berbakti kepada duli Tuanku.” “Hem, kau kira dengan cara bagaimana kau harus berbakti padaku?” “Hal itu hamba persembahkan kepada kerelaan Tuanku. Apa pun titah Tuanku, hamba akan melaksanakannya dengan ikhlas.” “Hm, Ajisaka! Sebenarnya kau dibawa kemari, karena akan dijadikan santapanku. Nah, bagaimana? Apakah kau akan menerimanya dengan ikhlas?” “Ampun Tuanku, hidup mati hamba ada di tangan yang Mahakuasa, yang menguasai jagad dan segala isinya. Seandainya olehnya hamba ditakdirkan untuk menjadi bahan santapan Tuanku, maka tentulah hamba tidak akan dapat memungkirinya.” “Hua ha ha ha! Sungguh aneh sikapmu! Hemmm, Untuk pertama kali Patih Jungul membawa calon santapanku, yang demikian pasrah seperti engkau! Hua ha ha ha! Senang sekali hatiku! Hu ha ha ha! Seandainya saja ada ganti dirimu, aku ingin sekali mengangkatmu menjadi abdi kerajaan. Mungkin kau akan mendapat pangkat yang cukup tinggi. Tetapi sayang, kukira tak ada lagi orang seperti kau. Maka tidak boleh tidak, kau harus menjadi santapanku!” “Hamba ikhlas, seikhlas-ikhlasnya, Tuanku. Namun sebelum hamba menjadi santapan Tuanku, perkenankanlah hamba memohon sesuatu yang tidak ada artinya bagi Tuanku.” “Oh, ya, apa maumu Ajisaka?” Ajisaka menghantarkan sembahnya. Tetap dengan takzim. “Hamba memohon sudilah Tuanku menyisakan tulang belulang tubuh hamba. Kemudian hamba mengharapkan pengiring hamba yang bernama sembada, menguburkan tulang belulang hamba pada setapak tanah yang letak dan luasnya hamba tentukan,” kata Ajisaka. “O, boleh saja. Ayo, tentukan, di mana letak tanah dan berapa luasnya yang engkau inginkan itu?” “Letaknya di sekitar bagian depan istana. Adapun luasnya hanya sebesar sorban yang hamba kenakan, Tuanku.” Sumber: Ilustrasi Agus Hua ha ha ha ha, boleh! Boleh saja. Jangankan sebesar serbanmu, sepuluh kali lipat pun akan kukabulkan. “Hamba berharap Tuanku berkenan menyaksikan hamba mengukur tanah itu, Tuanku!” “Oh, aku bersedia menyaksikan. Kapan kau akan mengukurnya?” “Lebih cepat adalah lebih baik, Tuanku. Bukankah diri hamba akan segera diserahkan kepada juru masak istana, untuk diolah menjadi masakan bagi santapan Tuanku?” “Oho, kalau begitu sekarang juga kau bisa melaksanakannya. Mari kita ke halaman istana, kau boleh mengukur dan menentukan letaknya! Ayo cepat!” Prabu Dewatacengkar yang tak sabar lagi ingin memakan daging Ajisaka, segera bangkit dari singgasananya. Berjalan menuju perkarangan istana. Patih Jugul dan para pembesar kerajaan serta prajurit mengiringnya di belakang, Ajisaka berjalan di depan Patih Jugul. Ketika telah tiba di pekarangan istana. Prabu Dewatacengkar mempersilakan Ajisaka melaksanakan maksudnya. “Cepatlah laksanakan, aku tidak punya banyak waktu! Dan kalian, hei para pembesar kerajaan, para prajurit boleh menyaksikannya!” katanya. Ajisaka memilih dataran kosong di pekarangan istana, kemudian membuka kain sorbannya. Direntangkan kain serbannya perlahan-lahan. Sementara semua mata terpusat kepadanya, menyaksikan dengan penuh penasaran, Mereka seolah-olah menahan napas ketika Ajisaka membungkuk dan menggelarkan rentangan kain serban di atas tanah. Dan terjadilah keajaiban yang di luar dugaan. Kain serban itu ketika digelarkan, ternyata melebar dan membesar. Semakin lama semakin lebar dan semakin besar. Prabu Dewatacengkar, Patih Jugul, para pembesar kerajaan, dan para prajurit merasa heran dan takjub. Namun segera mundur, menghindar dari bentangan kain serban Ajisaka itu. Akan tetapi, kain serban itu ternyata semakin melebar, semakin membesar, semakin mendesak dengan kuat. Hingga orang-orang terdesak. Kemana pun menghindar, ujung kain serban itu mendesaknya terus. Kain Ajisaka mendesak terus, melebar, dan meluas terus. Akhirnya menutupi pekarangan istana. Mendesak ke arah bagian luar istana ke arah terjal ke hamparan bukit dan tebing. Sambil keheranan Prabu Dewatacengkar dan abdi-abdinya mencoba bertahan, berusaha menahan rentangan kain serban itu. Namun aneh sekali. Tepian kain serban itu sulit sekali di tahan, bahkan mendesak dengan kuat dan cepat. Hingga siapa saja yang mencoba menahannya, langsung terdesak ke arah tebing yang tinggi. Maka bergemalah jeritan dan tangisan orang-orang yang terlempar ke arah dasar tebing. “Ajisaka, kesaktian apa yang kau miliki? Oh, hentikanlah perbuatanmu itu, aku berjanji tidak akan memakanmu! Kau boleh pulang ke asalmu, cepatlah! Bawalah barang-barang berharga sebanyak kau sukai, tetapi segeralah hentikan rentangan kain sorban ajaibmu itu!” Teriak Prabu Dewatacengkar yang terus terdesak ke arah pantai terjal, di mana di bawahnya terhampar lautan yang sedang bergelora. “Demi berakhirnya kezaliman yang telah menjadi sumber bencana bagi rakyat Medang Kamulan, Tuanku harus lenyap dari muka bumi ini. Musnahlah bersama para abdi Tuanku, sebelum merasuk sampai ke luar Medang Kamulan!” seru Ajisaka, seraya menyentak kain serbannya yang terus melebar dan meluas itu. Sentakan yang dikerahkan Ajisaka, membuat ujung kain sorbannya bagai gelombang topan yang dahsyat. Menghantam Prabu Dewatacengkar dengan keras, hingga tubuhnya terlempar sangat jauh. Melambung ke udara, kemudian menukik ke arah permukaan laut yang sedang bergelora. Langit mendadak mendung. Tiba-tiba menyambarlah halilintar yang sangat dahsyat. Menghantar tubuh Prabu Dewatacengkar yang sedang menukik itu. Aneh sekali. Akibat sambaran halilintar itu. Wujud Prabu Dewatacengkar menghilang. Berganti wujud menjadi seeekor buaya putih yang besar. Langsung jatuh ke permukaan laut, ditelan gelombang yang sangat besar. “Siapa yang telah menjadi penjilat Prabu Dewatacengkar, dia harus menjadi korban buaya putih itu!” teriak Ajisaka sambil menghentak kain serbannya.

Cerita Rakyat Nusantara – Akibatnya sungguh mencengangkan. Beberapa tubuh berlemparan ke laut, menyusul buaya putih jelmaan Prabu Dewatacengkar. Mereka adalah abdi-abdi setia yang biasa menjadi penjilat, demi keselamatan dan keuntungan pribadinya, kepada raja. Di antaranya Patih Jugul. Justru, Patih Jugullah yang terdahulu menyusul buaya putih, melayang dengan cepat ke arah gelombang air laut yang sedang mendidih. Sebelum ditelan gelombang, dari arah permukaan gelombang muncullah buaya putih tadi. Menerjang, menyambut tubuh Patih Jugul dengan mulut ternganga lebar-lebar.

Cerita Rakyat Nusantara – Sedetik kemudian, tubuh Jugul telah terjepit di antara gigi-gigi dan taring buaya putih jelmaan Prabu Dewatacengkar itu. Patih Jugul menjerit-jerit meminta ampun, tetapi akhirnya menemui ajalnya menjadi mangsa buaya putih. Setelah melahap tubuh Patih Jugul, buaya putih itu menyelam ke dalam laut. Ajisaka mengerahkan ilmunya, menyurutkan kain serbannya menjadi kecil kembali. Sampai berukuran biasa kembali. Langsung mengenakan pada kepalanya. Sementara itu terdengar sorak sorai kegirangan, hampir dari setiap arah. Ajisaka memandangi orang-orang yang bersorak sorai itu dengan senyum lega. Rakyat Medang Kamulan yang selama ini bersembunyi karena takut ditangkap Patih Jugul, bermunculan dengan wajah lega dan gembira. Mereka bermunculan dengan serentak, pada saat Prabu Dewatacengkar terdesak ke tepi tebing. Entah siapa yang memberitahu mereka, namun kemunculannya sangat tepat pada waktunya. Pada saat kezaliman yang menjadi sumber ancaman ketentraman mereka, musnah ditelan kehebatan ilmu Ajisaka. Rakyat Medang Kamulan mengelu-elukan Ajisaka. Mengaraknya mengelilingi istana, dengan kegembiraan dan rasa syukurnya yang meluapluap. Dari semua arah bermunculan kembali mereka yang tadinya sangat ketakutan, Menyambut arak-arakan yang membawa Ajisaka, kemudian bergabung turut mengarak. Ketika tiba di halaman istana, mereka menurunkan Ajisaka. Dengan persepakatan yang serentak, mereka sepakat mengangkat Ajisaka menjadi pemimpin mereka. Hal itu sebagai luapan terima kasihnya karena upaya Ajisakalah jiwa mereka terselamatkan. Para abdi Prabu Dewatacengkar yang berada di dalam istana pun bermunculan, mereka berikrar bahwa akan tunduk dan patuh pada pemimpin yang baru itu. Mereka mengakui bahwa ketika Prabu Dewatacengkar masih berkuasa, mereka sebenarnya tidak menyetujui kezaliman rajanya itu. Kalau mereka patuh dan taat semata-mata hanya karena keselamatan jiwanya. Dan mereka memohon maaf kepada rakyat. Ajisaka tidak dapat menolak hasrat segenap rakyat Medang Kamulan. Ia pun menjadi pemimpin di Medang Kamulan dengan arif dan bijaksana. Kemudian menganjurkan agar rakyat yang masih bersembunyi atau yang telah menyeberang ke kerajaan tetangga, segera kembali pulang. Bersatu kembali guna berkumpul dan bersepakat dengan kompak, membangun, dan membina Medang Kamulan. Sebagai pemimpin yang baru, meskipun usianya masih muda, tetapi Ajisaka tidak mengecewakan segenap rakyatnya. Bukan saja telah menjadi pembebas dan kemudian pelindung, tetapi kemudian menjadi pembimbing dan penuntun yang arif. Semua ilmunya diamalkan segenap rakyat dengan rata sehingga rakyat pun tidak ketinggalan dalam menghadapi Kejayaan Medang Kamulan. Kerajaan Medang Kamulan yang subur dan kaya raya, yang sejak Prabu Dewatacengkar berkuasa telah padam itu, kini bangkit kembali dengan menyala. Penuh gairah dan semangat. Rakyatnya dapat mengenyam ketentraman kembali, menikmati kesuburan dan kesentosaan dan hari yang lapang. Tidak lupa bersyukur kepada-Nya yang telah mengembalikan semuanya yang hilang.

Cerita Rakyat Nusantara

Membaca Ekstensif Teks Bacaan Nonsastra dan Cara Membaca

Membaca Ekstensif Teks Bacaan Nonsastra dan Cara Membaca

Membaca Ekstensif Teks Bacaan Nonsastra dan Cara Membaca

Teks Bacaan Nonsastra – Membaca dan membaca! Pada pembelajaran ini kita akan belajar membaca. Sebagai seorang terpelajar, Anda tentu gemar membaca. Bahkan, membaca pasti merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi Anda, bukan? Karena itu, Anda pasti senang mempelajari bagian modul ini. Selamat membaca!

Teks Bacaan Nonsastra
Teks Bacaan Nonsastra

Teks Bacaan Nonsastra – Membaca ekstensif berarti membaca luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah memahami isi yang penting-penting dengan cepat sehingga membaca secara efisien terlaksana. Nah, sekarang bacalah teks berjudul Sembilan Langkah Memulai Belajar di bawah ini dengan teknik membaca ekstensif!

Teks Bacaan Nonsastra

Sembilan Langkah Memulai Belajar Oleh DRS. SUKMANA

Teks Bacaan Nonsastra – Belajar merupakan usaha sadar yang dilakukan individu (manusia) untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan berdasarkan hasil pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan. Perubahan tingkah laku yang baru tersebut berkaitan dengan kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan). Perubahan tingkah laku yang baru yang tidak disadari dan negatif bukan termasuk kegiatan belajar. Misalnya, mabuk, pingsan, muntah-muntah, dan lain-lain. Belajar bukan kegiatan main-main, tetapi perlu dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh. Untuk itu, sebelum Anda memulai belajar, sebaiknya dilakukan persiapan. Karena persiapan yang matang akan menentukan kesuksesan belajar. Hal-hal yang perlu disiapkan sebelum belajar berkitan dengan fisik, material, dan mental-spiritual. Apalagi bagi siswa baru yang harus belajar di lingkungan sekolah baru. Di sini siswa perlu menyesuaikan diri dengam situasi sekolah yang baru. Karena, cara dan strategi belajar di SD berbeda dengan cara belajar di SMP dan SMA. Kalau Anda akan memulai belajar, ada sembilan langkah yang harus Anda ingat dan lakukan. Pertama, buat jadwal belajar. Untuk mengatur kegiatan sehari-hari sebaiknya diatur pembagian waktu yang tersedia. Pembagian waktu ini dilakukan secara garis besarnya saja. Pembagian waktu atau jadwal kegiatan (belajar) gunanya untuk dijadikan pedoman, panduan atau petunjuk, apa yang harus dilakukan dan apa yang mesti dihindari dalam kegiatan (belajar) sehari-hari. Dalam jadwal kegiatan (belajar) tersebut di dalamnya ada urutan atau nomor kegiatan, pembagian waktu, jenis kegiatan yang harus dilakukan, dan keterangan. Jadwal ini tidak bersifat mati sehingga kalau ada kegiatan khusus dan sifatnya temporer, dapat dilaksanakan. Supaya mudah terlihat, tempelkan jadwal kegiatan itu di tempat yang strategis. Kedua, segeralah melangkah. Setelah jadwal kegiatan tersebuat dibuat, segeralah direalisasikan dengan melakukan tindakan nyata. Keragu-raguan akan hilang oleh tindakan. Sesuatu dianggap sulit karena belum dicoba. Sesudah dicoba ternyata mudah dan menyenangkan. Tirulah seorang bayi yang sedang belajar berjalan. Jatuh bangun, tanpa menyerah. Selangkah demi selangkah, akhirnya terampil berjalan.

Teks Bacaan Nonsastra – Ketiga, dapatkan teman untuk belajar. Supaya belajar lebih bersemangat dan bergairah serta untuk menghindari kejenuhan, carilah teman untuk belajar. Bentuk kelompok belajar sebanyak 5-7 orang atau sesuai dengan kebutuhan. Usahakan dalam jumlah anggota kelompok itu ganjil. Hal ini untuk menghindari grup-grupan. Bina dan kembangkan teman atau kelompok belajar tersebut sehingga wawasan ilmu pengetahuan semakin bertambah luas. Keempat, lupakan kesempurnaan. Dalam memulai belajar tentu tidak akan langsung mencapai prestasi belajar yang memuaskan. Karena selama proses belajar tidak akan lepas dari berbagai hambatan, gangguan, dan kesulitan sehingga memengaruhi kelancaran dan keberhasilan belajar.

Teks Bacaan Nonsastra – Di sini Anda dituntut kesabaran dan kesungguhan dalam belajar sehingga semakin hari prestasi belajar dapat ditingkatkan. Pada akhirnya belajar dapat mencapai hasil yang optimal. Kelima, ciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Lingkungan belajar yang menyenangkan akan memengaruhi suasana belajar. Tempat belajar usahakan nyaman dan penerangan yang cukup serta tidak banyak gangguan dari luar. Lingkungan belajar yang menyenangkan akan menambah motivasi untuk belajar lebih bersemangat. Keenam, bahas soal-soal latihan. Untuk menambah pemahaman terhadap bahan atau materi pelajaran, perlu latihan yang rutin. Isi dan bahan soal-soal yang ada dalam buku paket atau soal-soal yang dibuat tersendiri sebagai bahan latihan. Apakah materi atau bahan pelajaran tersebut sudah dipahami atau belum? Apabila mengalami kesulitan bisa bertanya kepada guru atau teman yang sudah memahami soal-aoal tersebut. Ketujuh, cari pembimbing. Selama belajar sebaiknya mempunyai pembimbing yang bisa mengarahkan dan mengawasi kegiatan belajar sehari-hari. Langkah ini penting agar Anda selalu termotivasi atau terdorong untuk melakukan langkah-langkah serius yang bisa dipertanggungjawabkan. Pembimbing atau pendamping tersebut bisa orang tua, kakak, guru atau orang lain yang mempunyai kemampuan dalam belajar. Kedelapan, antisipasi perkembangan iptek. Pastikan Anda tidak ketinggalan zaman dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Di sini Anda harus peka terhadap perkembangan iptek. Oleh klarena itu, harus memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada dalam masyarakat. Sumber belajar tidak hanya dari guru dan buku paket , tetapi juga bisa memanfaatkan media massa, baik media elektronik (radio, televisi, internet) maupun media cetak (koran, majalah, tabloid). Dengan demikian,

Anda harus aktif dan kreatif dalam mencari berbagai informasi yang aktual berkaitan dengan iptek. Kesembilan, ingat cita-cita. Menyusun tujuan belajar dan menciptakan cita-cita baru bisa menyegarkan semangat seperti awal mula merintis belajar. Tujuan belajar dan cita-cita masa depan dapat dijadikan motivasi atau pendorong yang kuat untuk lebih menggairahkan belajar. Setiap ingat cita-cita masa depan, maka akan terpacu dan bergelora dalam dada untuk belajar lebih sungguh-sungguh. Akhirnya, setelah setiap langkah dilalui dan dilaksanakan, evaluasilah. Apakah kegiatan belajar yang telah dilaksanakan dapat mencapai hasil yang memuaskan atau belum? Apabila hasil belajar belum memuaskan, berarti ada langkah-langkah yang belum dilakukan secara sungguh-sungguh. Di sini perlu introspeksi diri, di sisi mana saja masih ada kekurangan dan kelemahan. Perbaikan diri harus terus-menerus dilakukan setiap saat. Prinsipnya, jangan putus asa apabila mengalami kesulitan selama proses belajar berlangsung. Belajar dan terus belajar sampai paham! (Penulis adalah guru pembimbing dan pembina mading SMAN 10 Bandung)** (Sumber: Galamedia, 10 Juli 2007; 4)

1. Apa pengertian belajar? 2. Mengapa perubahan tingkah laku yang baru yang tidak disadari dan negatif bukan termasuk kegiatan belajar? Jelaskan! 3. Apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum belajar? 4. Jelaskanlah kegunaan jadwal (belajar)? 5. Jelaskan pernyataan bahwa “jadwal ini tidak bersifat mati”! 6. Mengapa jumlah anggota kelompok sebaiknya ganjil? 7. Mengapa kita harus menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan? 8. Apakah menurut Anda pembimbing atau pendamping dalam belajar itu penting? Jelaskan! 9. Jelaskan manfaat dirumuskannya tujuan belajar dan cita-cita! 10. Sebutkanlah tujuan belajar dan cita-cita Anda!

1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 5-7 orang! 2. Carilah dua buah teks nonsastra dari koran, majalah, tabloid, dll.! 3. Tulislah ide pokok setiap paragraf pada teks-teks tersebut! Tulislah ke dalam format seperti seperti pada latihan! 2. Buatlah ringkasan isi teks-teks tersebut! 3. Bagaimana tanggapan Anda mengenai berbagai ide atau gagasan yang disampaikan penulis dalam teks-teks tersebut! 4. Sampaikanlah hasil kerja kelompok Anda pada kelompok lainnya dengan jelas! Mintalah tanggapan dari kelompok lain mengenai isi teks-teks tersebut!

 

Pengertian Tentang Belajar Membaca Ekstensif

Pengertian Tentang Belajar Membaca Ekstensif

Pengertian Tentang Belajar Membaca Ekstensif

Belajar Membaca Ekstensif
Belajar Membaca Ekstensif

Sastrawan dan Karyanya

Belajar Membaca Ekstensif – Taufiq Ismail, dilahirkan di Bukittinggi dan dibesarkan di Pekalongan. Ia tumbuh dalam keluarga guru dan wartawan yang suka membaca. Ia bercita-cita menjadi sastrawan sejak masih SMA. Dengan pilihan sendiri, ia menjadi dokter hewan dan ahli peternakan karena ingin memiliki bisnis peternakan guna menafkahi cita-cita kesusastraannya. Ia tamat FKHP-UI Bogor pada 1963, tetapi gagal memiliki usaha ternak yang dulu direncanakannya di sebuah pulau di Selat Malaka. Ia dikategorikan sebagai penyair Angkatan ’66 oleh H.B. Jassin. Ia menulis buku kumpulan puisi, seperti Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Tirani, Benteng, Buku Tamu Musim Perjuangan, Sajak Ladang Jagung, Kenalkan, Saya Hewan, Puisi-puisi Langit, Prahara Budaya:Kilas Balik Ofensif Lekra/PKI dkk, Ketika Kata Ketika Warna, Seulawah-Antologi Sastra Aceh, dan lain-lain. Banyak puisinya dinyanyikan grup Musik Bimbo, pimpinan Samsudin Hardjakusumah, atau sebaliknya ia menulis lirik buat mereka dalam kerja sama. Ia pun menulis lirik untuk Chrisye, Ian Antono (dinyanyikan Ahmad Albar), dan Ucok Harahap. Menurutnya, kerja sama semacam ini penting agar jangkauan publik puisi lebih luas. Ia mendapat Anugerah Seni dari Pemerintah (1970), Cultural Visit Award Pemerintah Australia (1977), South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand (1994), Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994). Dua kali ia menjadi penyair tamu di Universitas Iowa, AS (1971–1972 dan 1991–1992), lalu pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur (1993). Sumber: www.id.wikipedia.org

Belajar Membaca Ekstensif

Membaca Ekstensif

Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih membaca ekstensif. Anda akan membaca sebuah teks tanpa pengulangan, mengingat kembali isi bacaan, lalu merinci hal-hal pokok dalam bacaan tersebut. Dengan demikian, diharapkan kemampuan membaca Anda pun akan meningkat.

Tingkat pemikiran seseorang dapat diamati dari kebiasaan dia membaca. Kegiatan membaca akan menimbulkan cakrawala berpikir baik seseorang. Dalam membaca, ada tingkatan tertentu yang menentukan kemahiran seseorang dalam membaca. Salah satunya dengan membaca ekstensif. Kegiatan membaca ini dapat dilakukan dengan tidak mengeluarkan suara, tidak menunjuk bacaan, serta kepala tidak mengikuti arah bacaan. Kegiatan membaca ekstensif ini berhubungan dengan kemahiran Anda dalam memahami isi pokok-pokok bacaan. Dalam hal ini, Anda semaksimal mungkin memanfaatkan waktu baca dan mengingat kembali pokok-pokok dalam bacaan. Dalam membaca ekstensif, Anda dituntut untuk menyapu seluruh isi bacaan tanpa mengulang kalimat atau kata-kata yang pernah dibaca.

Belajar Membaca Ekstensif – Sekarang, coba Anda baca kedua bacaan ini secara ekstensif.

Mari Merawat Mata

Apakah mata Anda terasa lelah dan pedih setelah bekerja seharian? Gaya hidup modern menyebabkan stres pada tubuh dan mata kita di antara yang paling menderita. Namun, tentu tidak harus seperti ini. Pelajari cara-cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan mata dan mata Anda akan merasakan dan terlihat lebih baik hanya dalam beberapa hari. 1. Periksa mata setiap 12 bulan Masalah penglihatan yang tidak ditangani akan berkembang semakin parah. Memakai lensa kontak atau kacamata yang tidak lagi cocok untuk Anda dapat menyebabkan masalah penglihatan dan sakit kepala. 2. Di musim panas, pakailah kacamata Sinar UV dapat membuat kerusakan serius pada mata. Kacamata yang baik dapat mencegah hal ini. Ketika membeli kacamata, pastikan yang dapat memantulkan paling tidak 98% radiasi UV. 3. Makanlah nutrisi yang baik untuk Anda dan mata Anda Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa vitamin dan kelompok antioksidan dapat mencegah, atau paling tidak memperlambat degenerasi makular dan pertumbuhan katarak. Nutrisi yang baik bagi tubuh juga baik untuk mata. 4. Jika Anda membaca atau bekerja menggunakan komputer, pastikan cahayanya tepat Bekerja dengan cahaya minim dapat menyebabkan kelelahan mata, tapi cahaya yang terlalu terang juga tidak baik. Arah cahaya terbaik jika bekerja menggunakan komputer adalah dari lampu meja bercahaya lembut dari arah samping. Kurangi tingkat terang (brightness) monitor. Warnanya memang jadi tidak terlalu tajam, tapi mata akan jadi lebih nyaman. 5. Istirahatkan mata Anda Hampir semua orang merasakan mata mereka jadi tidak nyaman setelah duduk seharian di depan layar komputer. Hal ini disebabkan mata berkedip 25% lebih sedikit dari biasanya, yang menyebabkan mata jadi kering. Satu hal yang dapat Anda dilakukan adalah menutup mata Anda dan menghitung sampai 5 sebelum membukanya kembali. Hal lainnya adalah berpaling dari layar monitor dan fokus pada sebuah objek yang jauh sesering mungkin. 6. Cari lensa kontak dengan kualitas baik Tidak semua lensa kontak sama. Ada yang aman untuk mata, dan ada juga yang berisiko merusak mata. Tahu apa yang ditawarkan industri lensa kontak modern akan membantu untuk membuat pilihan yang bijak, Anda tidak begitu saja mengikuti apa kata dokter.

7. Jika memakai lensa kontak, rawatlah dengan baik Lensa kontak tidaklah begitu merepotkan, tetapi Anda juga tidak dapat mengabaikan kebersihannya. Setiap kali akan memakai atau melepaskan lensa kontak tersebut, bilaslah dengan cairan pencuci khusus. Anda juga harus mengganti cairan pencucinya. Hal ini dapat dilakukan ketika Anda menaruh lensa tersebut di tempatnya saat akan tidur di malam hari. 8. Pakailah lensa kontak sesuai jadwal yang disarankan Ada orang yang berniat menghemat dengan memakai lensa kontak lebih lama daripada yang dimaksudkan. Ini bukanlah hal yang baik. Meskipun kualitas lensanya tidak akan berkurang, tumpukan protein dapat mengaburkan penglihatan Anda. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah, semakin lama Anda memakai lensa kontak Anda, semakin tinggi risiko mata Anda terkena infeksi. Sumber: www.keluargasehat.com

Belajar Membaca Ekstensif – Tips Tidur Sehat

Kualitas tidur merupakan sumber kesegaran, tenaga, dan vitalitas yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan produktivitas keesokan harinya. Kualitas tidur adalah kebutuhan mutlak yang sama pentingnya dengan makanan bergizi dan olahraga. Jika setiap hari Anda mengalami insomnia (penyakit sulit tidur), apa Anda yakin keesokan harinya Anda bisa lebih fresh? Mulai sekarang mulailah pola tidur sehat. Berikut ini beberapa tips tidur lebih sehat. 1. Disiplin Selalu tidur pada waktunya. Agar jam biologis tubuh Anda stabil, bangunlah pada waktu yang sama. Tidak peduli apakah Anda merasa cukup tidur atau tidak. Usahakan untuk menjaga keteraturan tidur dan bangun pagi baik hari kerja maupun hari libur. 2. Olahraga teratur Olahraga teratur adalah obat mujarab untuk menetralisir ketegangan fisik dan pikiran Anda. Hal ini sedikit banyak membantu meningkatkan kualitas tidur Anda. Jangan terlambat berolahraga. Cukup lakukan sedikit olahraga ringan. Waktu paling ideal untuk berolahraga adalah pagi atau sore hari atau maksimum menjelang petang. 3. Suasana dan ritual Ciptakan suasana yang nyaman. Jaga kelembaban dan suhu udara kamar tidur Anda. Usahakan sedemikian rupa begitu pagi datang, matahari akan masuk ke kamar. Sebelum tidur, usahakan relaks. Tidak perlu terlalu banyak berpikir. Lakukan ritual tidur yang menyenangkan seperti mendengarkan musik lembut sambil membaca bacaan ringan. Sesuaikan juga penerangan ruang tidur.

Belajar Membaca Ekstensif

4. Kualitas, bukan kuantitas Hal yang penting adalah kualitas bukan kuantitas. Tidak masalah jika Anda hanya bisa tidur selama 5 jam saja tapi Anda merasa segar. Jika merasa sudah cukup tidur, lebih baik gunakan waktu Anda untuk melaksanakan kegiatan lain. 5. Jangan tidur dalam keadaan lapar atau kekenyangan Semaksimal mungkin Anda harus bisa menghindari tidur karena kelelahan dan bukan pada jam tidur Anda. Jangan tidur dalam keadaan lapar atau malah kekenyangan. Hindari kacang-kacangan atau buah-buahan yang mengandung gas, seperti durian. Hindari juga ngemil dengan kandungan lemak tinggi karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Jika Anda sedang diet, jangan pernah tidur dalam keadaan lapar. Lebih baik makanlah buahbuahan rendah kalori seperti pisang atau apel. Sumber: Majalah Intisari, November 2006

Berdasarkan kedua bacaan tersebut, Anda dapat mengidentifikasi isi bacaan. Hal utama yang menjadi perhatian adalah pemahaman Anda terhadap isi kedua bacaan tersebut. Hal ini berkaitan dengan dengan sejauh mana Anda mengetahui ide pokok yang ada di setiap bacaan tersebut. Perhatikan tabel berikut ini.

Belajar Membaca Ekstensif – Adapun hal yang menyangkut pengidentifikasian kedua bacaan tersebut adalah persamaan dan perbedaan ide pokok bacaan. Apakah Anda memiliki pendapat lain dalam mengidentifikasi kedua bacaan tersebut? Mungkin Anda ingin mengidentifikasi hal lain, misalnya pengaruh apa yang akan pembaca dapatkan setelah membaca kedua teks tersebut. Kekritisan Anda dalam mengidentifikasi kedua bacaan tersebut akan lebih baik jika di diskusikan dengan teman-teman. Dari kedua bacaan tersebut, Anda dapat membuat ringkasan sebagai berikut.

Hal-hal yang perlu dilakukan agar mata Anda sehat. 1. Periksa mata setiap 12 bulan. 2. Memakai kaca mata di musim panas. 3. Makanlah nutrisi yang baik untuk mata. 4. Pastikan cahaya tepat saat membaca. 5. Istirahatkan mata Anda. 6. Cari lensa kontak dengan kualitas baik. 7. Rawatlah lensa kontak dengan baik. 8. Pakailah lensa kontak sesuai dengan jadwal yang disarankan.