Membentuk Masyarakat yang Berlandaskan Ajaran Islam

Membentuk Masyarakat yang Berlandaskan Ajaran Islam

Kebebasan Beragama
Tujuan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw. adalah memberikan
ketenangan kepada penganutnya dan memberikan jaminan kebebasan
kepada kaum Muslimin, Yahudi, dan Nasrani dalam menganut kepercayaan
agama masing-masing. Dengan demikian, Nabi Muhammad saw
memberikan jaminan kebebasan beragama kepada Yahudi dan Nasrani
yang meliputi kebebasan berpendapat, kebebasan beribadah sesuai
dengan agamanya, dan kebebasan mendakwahkan agamanya. Hanya
kebebasan yang memberikan jaminan dalam mencapai kebenaran dan
kemajuan menuju kesatuan yang integral dan terhormat.
Menentang kebebasan berarti memperkuat kebatilan dan menyebarkan
kegelapan yang pada akhirnya akan mengikis habis cahaya kebenaran yang
ada dalam hati nurani manusia. Cahaya kebenaran yang menghubungkan
manusia dengan alam semesta (sampai akhir zaman), yaitu hubungan rasa
kasih sayang dan persatuan, bukan rasa kebencian dan kehancuran. Membentuk Masyarakat yang Berlandaskan Ajaran Islam

A§an, ?alat, Zakat, dan Puasa
Ketika Nabi Muhammad saw tiba di Madinah, bila waktu ?alat tiba,
orang-orang berkumpul bersama tanpa dipanggil. Lalu terpikir untuk
menggunakan terompet, seperti Yahudi, tetapi Nabi tidak menyukainya;
lalu ada yang mengusulkan menabuh genta, seperti Nasrani. Menurut satu
sumber atas usul Umar bin Kha¯¯ab dan kaum muslimin serta menurut
sumber lain berdasarkan perintah Allah Swt. melalui wahyu, panggilan
?alat dilakukan dengan a§an. Selanjutnya Nabi saw. memerintahkan
kepada Abdullah bin Zaid bin Sa’labah untuk membacakan lapa§ a©an
kepada Bilal dan menyerukannya manakala waktu ?alat tiba karena Bilal
memiliki suara yang merdu.
Bila waktu ?alat tiba, Bilal naik ke atas rumah seorang perempuan Bani
Najjar yang berada di dekat masjid dan lebih tinggi daripada masjid untuk
menyerukan a§an dengan lafal:

Kewajiban ?alat yang diterima pada saat mi’raj, menjelang berakhirnya
periode Mekah terus dimantapkan kepada para pengikut Nabi Muhammad
saw. Sementara itu, puasa yang telah dilakukan berdasarkan syariat
sebelumnya, kini telah pula diwajibkan setiap bulan Rama«an. Demikian
pula halnya dengan zakat. Bahkan, setelah kekuasaan Islam berkembang
ke seluruh jazirah Arab, Nabi mengutus pasukannya ke negeri di luar
Madinah untuk memungut zakat.

Teknik Membentuk Kerajinan Tekstil

Teknik Membentuk Kerajinan Tekstil

Produk kerajinan tekstil sangat beragam. Namun, secara umum, pembentukan Teknik Membentuk Kerajinan Tekstil
kerajinan tekstil dilakukan dengan memotong dan menyambung bahan. Pemotongan
diawali dengan penggambaran pola sesuai dengan bentuk dan ukuran
produk kerajinan tekstil yang dirancang. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan
gunting khusus kain, untuk kemudahan pemotongan dan menghasilkan
potongan yang rapi. Ingatlah selalu untuk memotong bahan sedikit lebih
besar daripada pola, untuk memberikan ruang penyambungan. Penyambungan
bahan dapat dilakukan dengan teknik jahit, manual, teknik jahit dengan
menggunakan mesin jahit, dan penggunaan lem. Teknik penempelan dengan
lem hanya digunakan untuk kebutuhan tertentu saja, misalnya penempelan
aksesori dengan syarat kain atau bahan tekstil cukup tebal atau rapat dan lem
cukup kental sehingga lem tidak menembus kain.