Cara Menanggapi Artikel Tentang Pembahasan Ini

Cara Menanggapi Artikel Tentang Pembahasan Ini

Cara Menanggapi Artikel Tentang Pembahasan Ini

Cara Menanggapi Artikel
Cara Menanggapi Artikel

Cara Menanggapi Artikel

Anda dapat memeroleh informasi dari berbagai media massa elektronik dan media cetak. Kalau Anda mendapat informasi dari radio atau televisi, cobalah perhatikan bagaimana informasi itu disampaikan! Tentu gaya penyampaian informasi oleh para penyiar berbeda antara satu dan yang lain.

Cara Menanggapi Artikel – Pada saat menyampaikan informasi kepada orang lain, Anda harus memerhatikan aspek-aspek bahasa seperti tanda baca, kelompok kata, dan kalimat. Sebagai bahan latihan, sampaikanlah informasi berikut ini kepada teman Anda dengan pembacaan yang baik!

Budi Pekerti, Apa Itu?

Cara Menanggapi Artikel – Pendidikan budi pekerti sesungguhnya memiliki pengertian yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan program pendidikan ini dapat digunakan pula pendekatan-pendekatan pendidikan moral yang berkembang. Sesuai dengan nilai-nilai budaya dan falsafah hidup bangsa, pendekatan yang paling sesuai digunakan di Indonesia adalah pendekatan penanaman nilai. Tujuan pendidikan budi pekerti adalah mewujudkan manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik: yang sadar dengan hakikat, martabat, dan kodratnya sebagai makhluk individu, makhluk sosial, dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, sadar dengan sifat dasar, potensi dasar, serta hak dan kewajiban asasi yang dimilikinya.

Cara Menanggapi Artikel – Untuk meraih pendidikan budi pekerti perlu disertai dengan upaya keteladanan, pembiasaan, pengamalan, pengondisian, serta berbagai upaya yang bersinergi dari berbagai pihak untuk mewujudkan lingkunganpendidikan yang kondusif. Sumber: (Dikutip dari Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Tahun ke-5, No.021, hal. 89)

Menulis Paragraf Persuasif

Setelah mempelajari tiga buah jenis paragraf tibalah kita pada pembelajaran jenis paragraf yang keempat, yaitu paragraf persuasif. Apa sebenarnya paragraf persuasif? Seperti apa ciri-cirinya? Mari kita pelajari bersama!

1. Ciri Paragraf Persuasif Paragraf persuasif adalah paragraf yang berisi ajakan atau bujukan agar pembaca mengikuti atau mengadopsi petunjuk-petunjuk yang ditulisnya dalam teks. Kalimat-kalimat persuasif dalam sebuah paragraf mendorong pembaca untuk mengikuti langkah atau petunjuk dalam kalimat tersebut. Sebagai tulisan yang bersifat ajakan, kalimat-kalimat dalam paragraf persuasif cenderung mempromosikan sesuatu yang diperlukan pembaca. Judul tulisan pun biasanya bersifat menunjukkan atau menginformasikan sesuatu kepada masyarakat. Dalam beberapa hal, karangan persuasif ini mirip sebuah iklan atau adventoria. Bacalah karangan berisi paragraf persuasif berikut ini! Perhatikanlah bagianbagian yang mengandung ajakan atau bujukan (persuasif).

Karier memang bukan segala-galanya dalam hidup ini, tetapi punya andil dalam memengaruhi kehidupan seseorang. Mempertahankan serta meningkatkan kualitas karier merupakan keinginan sebagian besar orang. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk menjaga kualitas karier. Salah satu yang paling efektif adalah dengan senantiasa menjaga gairah kerja. Gairah kerja ternyata ikut menentukan sukses tidaknya karier seseorang. Bahkan, harus usahakan agar gairah kerja selalu meningkat dari waktu ke waktu, jangan sampai menurun, atau malah hilang sama sekali.

Paragraf di atas berisi ajakan atau imbauan kepada pembaca dengan menjelaskan bahwa seseorang bisa mengembangkan kariernya dengan menjaga gairah kerja. Apabila dilanjutkan dengan paragraf berikutnya, menjaga gairah kerja tersebut akan dijelaskan dengan beberapa tips atau resep, seperti menjaga kondisi tubuh, mengawali pekerjaan dengan penuh senyum, mencintai dan menikmati pekerjaan, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, memberikan kado istimewa, dan memiliki semangat berkompetisi. Dengan demikian, tulisan tersebut mengajak pembaca untuk menjaga gairah kerja. Ajakan inilah yang menjadi ciri dan karakter paragraf persuasif.

2. Menentukan Topik Persuasif  Topik karangan (tulisan) persuasif dapat dikembangkan dari berbagai macam bidangh. Hampir setiap bidang bisa dijadikan topik karangan persuasif, dengan syarat topik itu mengandung ajakan atau persuasif kepada pembaca. Beberapa contoh topik yang bisa dikembangkan menjadi karangan persuasif adalah sebagai berikut.

Cara Menanggapi Artikel – Bidang Kesehatan Menghindari Diri dari Penyakit Demam Berdarah Hidup Sehat dengan Murah Olahraga untuk Kesehatan Tubuh Bidang Pendidikan Meraih Prestasi Dunia di Tengah Kompetisi yang Ketat Cara Belajar yang Efektif Buku Sebagai Sumber Ilmu

Contoh-contoh tema di atas menggambarkan bahwa pembaca diajak untuk ikut atau mengikuti saran-saran yang dituangkan dalam tulisan tersebut. Tema Hidup Sehat dengan Murah, misalnya akan memaparkan bagaimana menjaga kesehatan dengan tidak mengeluarkan dana yang banyak. Tulisan ini akan memberi contohcontoh olahraga atau upaya menjaga kesehatan dengan tidak mengeluarkan uang, misalnya, membiasakan diri untuk jalan-jalan (jogging). Semua kalimat dalam karangan ini akan disusun secara persuatif karena tujuannya mengajak pembaca untuk mengikuti saran-saran dalam tulisan tersebut.

3. Menulis Kerangka Paragraf Persuasif Kerangka paragraf dibuat sedemikian rupa sehingga terdapat koherensi antara satu kalimat dan kalimat lainnya. Di samping itu, kerangka juga akan memandu seorang penulis mengembangkan paragraf atau karangannya. Kerangka paragraf atau karangan dapat dibuat lebih terperinci atau secara garis besarnya saja. Kerangka karangan dibuat sesuai dengan kebutuhan seorang penulis. Memang, banyak juga penulis yang tidak menggunakan kerangka paragraf atau karangan. Namun, sebagai penulis pemula, Anda harus terlebih dahulu membuat kerangka paragraf atau karangan supaya tulisan Anda benar-benar baik. Berikut ini ditulis beberapa kerangka persuasif. Cermatilah kerangka paragraf tersebut dengan baik! Sebelum menulis karangan, Anda dapat membuat kerangka sesuai dengan kebutuhan Anda.

Topik paragraf : …………………………………………………………………………..

Gagasan utama : …………………………………………………………………………..

Gagasan pendukung : …………………………………………………………………………..

Contoh kerangka karangan berdasarkan ketentuan di atas. Topik paragraf : Belajar secara efektif Gagasan utama : Belajar secara efektif dibutuhkan oleh setiap pelajar Gagasan pendukung : Kompetisi di antara pelajar semakin tinggi Semakin banyak pelajar yang pintar Materi ajar yang banyak membutuhkan waktu belajar yang lebih lama.

4. Menyusun Paragraf Persuasif Contoh kerangka paragraf di atas dapat Anda kembangkan menjadi sebuah paragraf yang baik. Kerangka paragraf tersebut ditulis dalam empat kalimat, yaitu satu kalimat utama yang mengandung gagasan utama dan tiga kalimat pendukung yang mengandung gagasan pendukung (penjelas). Perhatikanlah contoh paragraf yang dikembangkan berdasarkan kerangka paragraf di atas. Setiap pelajar membutuhkan strategi belajar yang efektif pada masa mendatang. Strategi belajar yang efektif sangat diperlukan oleh pelajar mengingat semakin hari kompetisi di kalangan pelajar semakin tinggi. Para pelajar berlomba untuk mencapai prestasi sehingga semakin banyak pelajar yang pintar. Materi ajar yang banyak, harus disiasati dengan cara belajar efektif, tidak membuang-buang waktu aagar pelajar bisa belajar dalam waktu yang lebih singkat.

Buatlah kerangka paragraf sebagai landasan penulisan penulisan berdasarkan materi yang Anda pilih. Kerangka paragraf itu terdiri atas satu gagasan utama dan 3-4 gagasan pendukung. Mintalah guru memeriksa hasil kerja Anda agar Latihan 3 Anda merasa lebih yakin atas kebenaran hasil karya Anda itu! Susunlah sebuah paragraf persuasif berdasarkan kerangka paragraf yang Anda buat itu!

Cara Menanggapi Artikel – Rangkuman

1. Salah satu aspek yang harus diperhatikan pada saat menyampaikan informasi kepada orang lain adalah bahasa, seperti tanda baca, kelompok kata, dan kalimat. 2. Paragraf persuasif adalah paragraf yang berisi ajakan atau bujukan agar pembaca mengikuti atau mengadopsi petunjuk-petunjuk yang ditulisnya dalam teks.

Anda telah mempelajari beberapa kompetensi pada bab bertema “Budi Pekerti”. Salah satu materi yang dibahas dalam bab ini adalah membaca cerita rakyat. Dalam cerita rakyat Anda dapat menemukan hal-hal yang menarik tentang tokohnya. Selain itu, Anda juga dapat menemukan nilai-nilai dalam cerita rakyat tersebut. Nilai yang terkandung dalam cerita rakyat “Musnahnya Kezaliman” adalah kebenaran harus ditegakkan dan kezaliman harus segera dimusnahkan. Dengan budi pekerti dan kesaktian yang luhur, tokoh Ajisaka mampu menumpas kezaliman Prabu Dewatacengkar. Jika diterapkan dalam hidup masa kini, nilai dalam cerpen tersebut dapat diterapkan melalui sikap-sikap jujur, tidak semena-mena terhadap orang lain, berperilaku terpuji, dan masih banyak lagi. Apakah Anda telah memiliki sikapsikap tersebut?

 

Menanggapi Contoh Isi Berita dan Nonberita

Menanggapi Contoh Isi Berita dan Nonberita

Menanggapi Contoh Isi Berita dan Nonberita

Contoh Isi Berita
Contoh Isi Berita

Contoh Isi Berita – Anda sering mendengarkan siaran atau informasi dari media elektronik seperti radio, televisi, atau internet? Sebagai salah satu sumber informasi, siaran media elektronik memberikan multimanfaat bagi kehidupan. Tidak hanya siaran berita, siaran nonberita pun penting untuk didengarkan. Siaran nonberita dapat berbentuk sebuah perbincangan, wawancara dengan tokoh tertentu, tipstips menarik, dan masih banyak lagi. Untuk melatih kemampuan Anda dalam menyampaikan ringkasan siaran atau informasi dan memberikan tanggapan terhadap siaran atau informasi itu dalam forum diskusi, kerjakan latihan berikut. Pada pelajaran ini, Anda akan diajak menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita). Sebelum memberikan tanggapan Anda harus membuat ringkasan informasi tersebut untuk disampaikan pada temanteman lainnya.

Contoh Isi Berita – Untuk membuat ringkasan siaran atau informasi yang berupa berita, Anda harus menemukan pokok-pokok isi berita tersebut. Pokok-pokok isi berita dapat Anda temukan dengan menggunakan 6 pertanyaan pokok (rumus 5 W + 1 H), yakni who (siapa), where (di mana), why (mengapa), what (apa), when (kapan), dan how (bagaimana) sebagai acuan. Keenam pertanyaan tersebut biasanya ditempatkan di bagian awal teks berita. Bagian awal berita ini juga sering disebut lead. Lead memaparkan klimaks kejadian secara ringkas, lengkap, dan jelas. Bagaimana membuat ringkasan siaran berita atau informasi berupa teks nonberita? Jika Anda akan meringkas isi berita, Anda dapat menggunakan 6 pertanyaan pada lead berita, sedangkan untuk ringkasan nonberita Anda harus menemukan gagasan-gagasan utama dari teks nonberita tersebut. Berikut ini contoh membuat ringkasan teks berita.

Truk Padati Pelabuhan Merak

Contoh Isi Berita – Sepuluh hari menjalang Lebaran, Sabtu (15/11), Pelabuhan Penyeberangan Merak mulai dipadati truk-truk yang mengangkut barang nonsembilan bahan pokok. Tingginya arus truk dalam dua hari terakhir berkaitan dengan adanya larangan melintas bagi truk nonsembilan bahan pokok (sembako) pada 21-25 November. Larangan itu berlaku bagi truk bersumbu lebih dari dua, truk gandengan, truk tempelan, dan truk kontainer. Penumpukan truk di Pelabuhan Merak kemarin menyebabkan antrean truk sekitar 100 meter dari pintu masuk kapal. Antrean terjadi di dermaga satu hingga dermaga empat, tetapi masih dalam batas normal dan belum membeludak ke luar area parkir pelabuhan. Meskipun demikian, akibat penumpukan itu, beberapa sopir truk mengaku harus menunggu sekitar dua hingga empat hari untuk bisa masuk kapal. Sumber: Kompas, 16 November 2003 dengan perubahan

Contoh Isi Berita – Berdasarkan pokok-pokok berita tersebut, berita tersebut dapat diringkas sebagai berikut!

Terjadinya pemadatan oleh truk-truk pengangkut barang nonsembako di Pelabuhan Merak pada sepuluh hari menjelang Lebaran, Sabtu (15/11). Truktruk itu antre di pintu masuk kapal. Peristiwa itu terjadi karena adanya larangan bagi truk nonsembako pada 21-25 November.

Latihan 1

Contoh Isi Berita – Dengarkanlah berita yang akan dibacakan oleh guru Anda berikut ini!

Metrotvnews.com, Garut: Tiga ruangan kelas Sekolah Dasar Negeri Sindangsuka 3 di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (21/3) dini hari, roboh akibat terpaan angin dan hujan deras. Tidak terdapat korban jiwa, namun sekitar185 siswa dari hampir semua kelas terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar.

Menurut Kepala SD Sindangsuka 3, Ondi Suwandi, hujan disertai angin kencang terjadi dini hari tadi. Ondi meyakini, selain karena angin kencang, rubuhnya tiga kelas sekolahnya juga karena faktor usia. Sekolah tersebut sudah rusak sejak lima tahun lalu dan telah diusulkan untuk diperbaiki. Hingga kini pemerintah daerah setempat belum menanggapi robohnya ruangan sekolah tersebut. (DEN) Sumber: Disiarkan Metrotv: Rabu, 21 Maret 2007 22:11 WIB

1. Catat pokok-pokok isi siaran berita di atas! 3. Rumuskanlah pokok-pokok isi berita tersebut ke dalam beberapa kalimat (ringkaslah)! 4. Berilah tanggapan terhadap isi berita tersebut! 5. Sampaikan hasil ringkasan Anda secara jelas dalam forum diskusi kelas!

Latihan 2

1. Dengarkanlah siaran berita dan nonberita di radio atau televisi! 2. Catatlah isi/pesan yang terkandung dalam kedua siaran atau informasi yang Anda pilih! Tulis dalam bentuk ringkasan! 3. Kemukakanlah tanggapan Anda terhadap isi berita dan nonberita tersebut! 4. Kemukakan ringkasan beserta tanggapan Anda tersebut di depan kelas secara jelas!

Memperkenalkan Diri Sendiri dan Orang Lain dalam Forum Resmi

Ketika berbicara dalam forum resmi, seyogianya kita menggunakan bahasa yang komunikatif dengan memerhatikan intonasi sehingga tidak monoton. Pembicara yang monoton atau kurang variatif akan membuat pendengar cepat bosan. Reaksi pendengar terhadap pembicara yang membosankan biasanya mengantuk, bergerak atau melihat ke sana kemari, bahkan ngobrol bisik-bisik, sementara si pembicara terus berbicara.

Dalam forum resmi seseorang akan memperkenalkan diri kepada banyak orang yang turut berpartisipasi dalam forum tersebut. Pada kesempatan seperti ini setiap orang perlu memerhatikan tata cara memperkenalkan diri kepada orang lain atau memperkenalkan orang lain kepada pihak tertentu.

Contoh Isi Berita – Hal-hal yang perlu dicermati pada saat memperkenalkan diri antara lain adalah: 1. tidak merendahkan diri secara berlebihan, 2. menggunakan bahasa yang sopan dan resmi, 3. nada bicara atau suara tidak tinggi/keras, dan 4. memperkenalkan diri sendiri atau orang lain dengan menjelaskan identitas seperti nama lengkap, pekerjaan, pengalaman organisasi, dan lain sebagainya. Menyebut gelar akademik atau jabatan adakalanya tidak perlu karena mungkin ada kesan sombong/angkuh. Dengan sikap seperti itu, orang lain malah penasaran ingin tahu.

Contoh memperkenalkan diri sendiri dan orang lain.

Selamat siang. Dalam diskusi siang ini, kelompok kami akan mengetengahkan topik kiat-kiat menjaga lingkungan tetap sehat. Saya, Aya, bertindak sebagai moderator. Di sebelah saya, Diki, Rendra, dan Siska akan menjadi narasumber dalam diskusi ini. Kepada Diki, Rendra, dan Siska, saya persilakan untuk menjabarkan topik diskusi kita kali ini.

Latihan 3

1. Bagilah kelas Anda menjadi beberapa kelompok! 2. Tunjuklah seorang teman Anda untuk memimpin simulasi kegiatan rapat/ pertemuan! 3. Laksanakanlah simulasi pertemuan/rapat atau perayaan HUT RI yang dihadiri oleh pejabat setempat yang perlu diperkenalkan kepada hadirin! Misalnya, memperkenalkan kepala desa (lurah), camat, dan tokoh masyarakat. Hal yang diperkenalkan adalah nama, alamat, riwayat pendidikan, dan hasil-hasil yang telah dicapai selama menjalankan tugas. 4. Perhatikan ketepatan jeda dalam pengucapan kalimat! Kemudian, catatlah kekurangan yang terdapat pada pengucapan kalimat oleh teman Anda! 5. Perbaiki pengucapan kalimat yang kurang pas! Kemudian, kemukakanlah dalam forum diskusi!

Membaca Cepat

Pernahkah Anda mendengar istilah membaca cepat? Membaca cepat artinya membaca dengan mengutamakan kecepatan tanpa mengabaikan pemahamannya. Biasanya, kecepatan itu dikaitkan dengan tujuan membaca, keperluan (aspek bacaan yang digali), dan berat ringannya bahan bacaan. Artinya, seorang pembaca cepat yang baik tidak menerapkan kecepatan membacanya secara konstan dalam berbagai keadaan membaca. Untuk menjadi pembaca yang mahir diperlukan keuletan dan latihan yang berulang-ulang serta terus-menerus sehingga dapat mencapai hasil yang optimal.

Seorang pembaca cepat hendaklah melakukan lompatan-lompatan dalam membaca. Maksudnya, melompati bagian-bagian bacaan tertentu yang tidak penting sehingga panjang bacaan menjadi berkurang hingga 30-40 %. Bagianbagian yang boleh dilompati antara lain adalah bagian yang tidak informatif atau yang dianggap tidak perlu mendapat respons, termasuk bagian yang sudah diketahui dan bagian kalimat yang tidak berpengaruh jika dihilangkan.

Nah, sekarang latihlah kemampuan membaca cepat Anda. Bacalah wacana di bawah ini dengan cara membaca cepat!

Nata Dibuat, Lingkungan Sehat

Sejak dahulu, pabrik tahu terkenal sebagai sumber pencemaran sungai dan bau busuk. Limbahnya sering menimbulkan protes penduduk, sedangkan sungai yang dibuangi limbah turun mutu airnya. Pada tahun 1990, ditemukan cara pemanfaatan limbah tahu itu menjadi nata de soya yang kalau dilakukan beramai-ramai secara nasional, bisa mengurangi limbah yang mengganggu lingkungan sekitar pabrik. Kalau nata de coco (sari kelapa) sudah lama diusahakan orang untuk mengurangi limbah air kelapa, tetapi tentang nata de soya baru akhir-akhir ini tersiar berita pemanfaatannya. Nata de coco yang seperti agar-agar tetapi lebih kenyal itu setelah dipotong menjadi bentuk dadu kecilkecil banyak dipakai sebagai campuran koktail, es krim, atau es teler. Seperti itu pula bentuk nata de soya yang dibuat dari limbah cair pabrik tahu. Disebut soya karena bahan baku tahu itu kedelai yang dahulu pernah disebut Glycine Soya dan Glycine max, tetapi belakangan diaduk-aduk menjadi soya max.

Dirintis oleh Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor, pembuatan nata de soya ini sudah menyebar luas ke kalangan perajin bahan makanan seperti tahu dan tempe di Sukabumi, Bandung, Sumedang, dan Majalengka. Di kota lain yang ada pabrik tahunya belum! Padahal lumayan banyak, kota-kota ini! Kalau perajin tahu dan tempe sudah kehabisan waktu dalam industrinya sendiri masing-masing, untuk usaha nata ini diperlukan barisan perajin baru. Itu berarti akan tercipta lapangan kerja baru, untuk mengurangi pengangguran. Pengolahan limbah tahu menjadi nata itu melibatkan bakteri (hewan) Acetobacter xilinum, yang memakai protein dan karbohidrat dalam limbah itu sebagai sumber energi untuk hidup dan berbiak. Dalam proses itu dihasilkan nata berupa lapisan padat seperti agar-agar di dekat permukaan cairan pemeliharaan. Kalau nata de coco dari kelapa diedarkan sebagai sari kelapa, nata de soya barangkali boleh dipanggil sari tahu. Sayang tidak laku karena kurang keren. Bibit Acetobacter xilinum dapat diperoleh dari Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor. Dianjurkan oleh balai itu agar setiap membeli 10 botol, hendaknya menyisipkan 2 botol untuk membuat kultur bakteri sendiri, sebagai persediaan untuk usaha berikutnya. Jadi kalau nanti persediaan dari balai habis, pengusaha nata de soya masih mempunyai biang bakteri yang masih bagus, untuk meneruskan pembuatan nata. Mula-mula, limbah tahu cair yang sudah disaring dan terbebas dari limbah padat, dicampur dahulu dengan gula pasir, urea, dan aminium pospat, lalu direbus selama seperempat jam. Sesudah ditambah asam asetat (cuka) pekat, agar ph larutan turun sampai 4, larutan dibuang ke dalam bak fermentasi setinggi 2 cm, lalu didinginkan tetapi harus ditutup dengan kertas bersih dan diikat, supaya tidak tercemar kotoran dari luar.

Sesudah dingin larutan dituangi bibit bakteri dalam larutan, sebanyak 10 ? 20 % volume larutan sari tahu lalu dibiarkan menjalani fermentasi selama 8 ? 10 hari. Di dekat permukaan cairan akan terbentuk lapisan nata setebal ± 2 cm. Inilah yang dipanen yang setelah direndam dalam air bersih yang baru selama 3 hari, akan bersih dari sisa-sisa asam cuka dan kimia lainnya. Dengan mengolah limbah tahu menjadi nata de soya, pencemaran lingkungan dapat dikurangi. Pengurangan ini hanya kecil memang, tetapi kalau orang yang bertindak mengurangi ini banyak banyak sekali maka secara nasional pengurangan pencemaran itu sangat berarti. Sumber: Dikutip dengan perubahan seperlunya dari Intisari

 

Tentang Menanggapi Naskah Siaran Berita dalam Tayangan

Tentang Menanggapi Naskah Siaran Berita dalam Tayangan

Tentang Menanggapi Naskah Siaran Berita dalam Tayangan

Naskah Siaran Berita
Naskah Siaran Berita

Naskah Siaran Berita

Naskah Siaran Berita – Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik. Anda akan berlatih mengemukakan komentar terhadap informasi yang telah didapatkan. Sebelumnya, Anda akan memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan menyimak. Dengan demikian, kemampuan menyimak dan berpikir kritis Anda akan terlatih.

Naskah Siaran Berita- Informasi yang kita dapatkan dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus peningkatan diri kita dalam menyikapi situasi dan kondisi. Biasanya, informasi yang hadir ke tengah masyarakat akan menimbulkan beragam tanggapan. Tanggapan tersebut dapat berupa tanggapan mendukung, menolak, atau mengkritik. Hal ini sesuai dengan sudut pandang setiap penerima informasi. Informasi yang didapat dari sebuah berita televisi atau radio akan menimbulkan tanggapan beragam. Pola pikir dalam menyimak informasi tidak selamanya harus sejalan dengan kondisi penerima informasi. Anda pun mungkin memiliki pandangan tersendiri terhadap informasi yang Anda simak. Menyimak adalah suatu kegiatan yang merupakan suatu proses. Tentunya dalam proses ini terdapat tahap-tahap. Adapun tahapantahapan saat kita menyimak informasi adalah sebagai berikut.

Naskah Siaran Berita

1. Tahap Mendengar Dalam tahap ini, kita baru mendengar segala sesuatu yang dikemukakan oleh sang pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya. Jadi kita masih berada dalam tahap hearing. 2. Tahap Memahami Setelah kita mendengar, akan ada keinginan bagi kita untuk mengerti atau memahami dengan baik isi pembicaraan yang disampaikan oleh sang pembicara. Maka sampailah, kita dalam tahap pemahaman. 3. Tahap Menginterpretasi Dalam tahap ini, penyimak yang baik, yang cermat dan teliti, belum puas kalau hanya mendengar dan memahami isi ujaran sang pembicara; dia ingin menafsirkan atau rnenginterpretasikan isi, butirbutir pendapat yang terdapat dan tersirat dalam ujaran itu. Dengan demikian, sang penyimak telah tiba pada tahap interpreting. 4. Tahap Mengevaluasi Setelah memahami serta dapat menafsir atau menginterpretasikan isi pembicaraan, sang penyimak pun mulailah menilai atau mengevaluasi pendapat serta gagasan sang pembicara, di mana keunggulan dan kelemahan, di mana kebaikan dan kekurangan sang pembicara; maka dengan demikian sudah sampai pada tahap evaluating. 5. Tahap Menanggapi Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam kegiatan menyimak; sang penyimak menyambut, mencamkan, menyerap serta menerima gagasan atau ide yang dikemukakan oleh sang pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya; sang penyimak pun sampailah pada tahap menanggapi (responding). Tanggapan dapat berupa penolakan atau pendapat.

Bacalah informasi berikut oleh salah seorang di antara Anda. Bacalah seperti seorang pembaca berita membawakan isi teks berita yang dibacanya. Selama teman Anda membacakannya, tutuplah buku Anda. Simaklah dengan saksama hal-hal yang disampaikan dalam isi berita berikut.

Ratusan Warga Pesisir Selatan Butuh Bantuan

Pemirsa Headline News, Ratusan warga korban gempa di Kanagarian Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Selasa (18/9), masih bertahan di tenda-tenda darurat. Kini, mereka butuh bantuan. Sejak terjadi gempa, Rabu pekan lalu, setiap orang baru menerima bantuan beras empat kilogram dan dua bungkus mi instan. Warga setempat juga mengaku membutuhkan pelayanan kesehatan. Anak-anak mereka, mulai menderita berbagai penyakit akibat tidur di tenda terbuka. Hingga kini, warga Kanagarian Sungai Tunu hanya menyimpan 50 helai selimut. Jumlah ini tidak sesuai dengan jumlah warga yang tinggal di tenda darurat. Lain lagi dengan ratusan warga korban gempa di Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Mereka terpaksa kembali ke desa, karena kesal tak kunjung menerima bantuan. Kebanyakan pengungsi adalah transmigran asal Jawa di Desa Rawa Bangun Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko. Sejak terjadi gempa, warga Desa Rawa Bangun mengungsi ke Bukit Solang, wilayah paling utara Provinsi Bengkulu yang berbatasan dengan Sumatra Barat. Menurut Nurcahyo, salah seorang pengungsi, selama tiga hari mengungsi, mereka baru mendapat 10 karung beras dari masyarakat peduli gempa yang kebetulan melintas di pengungsian. Sumber: www.metrotvnews.com

Dari isi berita tersebut Anda dapat mengerucutkan permasalahan untuk ditanggapi dengan menjawab hal-hal berikut. 1. Apa yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat? 2. Bagaimana keadaan warga setempat di sana? 3. Mengapa mereka membutuhkan bantuan? 4. Siapakah yang berkewajiban membantu mereka? 5. Di manakah tempat pengungsian mereka?

Naskah Siaran Berita – Uji Materi

1. Buatlah kelompok dengan jumlah anggota lima orang. 2. Bacalah dengan baik teks berikut oleh salah seorang di antara Anda. 3. Tutuplah buku Anda selama teman Anda membacakan dan catatlah hal-hal yang kiranya penting.

Jalur Alternatif Pantura Rusak

Pemirsa Headline News, Menjelang arus mudik Lebaran 2007, sejumlah jalur alternatif di kawasan Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) di Pekalongan hingga Tegal, Jawa Tengah, rusak parah dan rawan longsor. Salah satunya jalur alternatif yang menghubungkan Pemalang-Tegal-Purwokerto sepanjang 100 kilometer yang menjadi jalan tembus jalur Pantura ke jalur Selatan. Jalan di eks Kerisedanan Pekalongan ini bergelombang, amblas dan terjadi penggelembungan serta aspal mengelupas. Kini, di permukaan jalan hanya tertinggal pecahan batu yang membahayakan apabila dilalui. Jalur ini selalu digunakan pemudik apabila terjadi kemacetan di jalur utama Pantura setiap musim arus mudik lebaran. Di jalur alternatif Kedung Jati, Pemalang-Tegal, misalnya. Jalur alternatif sepanjang 30 kilometer ini nyaris tidak bisa dilalui kendaraan akibat kondisi jalan yang cukup parah. Jalur yang menjadi satu-satunya alternatif kendaraan dari arah Pemalang menuju Purwokerto ini dipastikan tidak bisa dilalui pada arus mudik mendatang. Sumber: www.metrotvnews.com

4. Sampaikanlah tanggapan dan solusi Anda terhadap permasalahan yang terdapat dalam isi berita tersebut. 5. Berikan tanggapan terhadap solusi yang disampaikan oleh kelompok lain. Gunakanlah tabel penilaian

Rangkuman 1. Cerpen sebagai karya fiksi dibangun oleh unsur-unsur pembangun yang sama. Cerpen dibangun dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. 2. Dalam cerpen terdapat hal-hal menarik yang dapat dianalisis dan diidentifikasi. Hal-hal tersebut berkenaan dengan realitas sosial yang ada di masyarakat. Ini membuktikan bahwa cerpen merepresentasikan kehidupan masyarakat. 3. Tahapan dalam kegiatan menyimak berita, antara lain tahap mendengar, tahap memahami, tahap menginterpretasi, tahap mengevaluasi, dan tahap menanggapi.

Naskah Siaran Berita – Refleksi Pelajaran

Kegiatan mendiskusikan hal menarik sebuah cerpen akan membuat Anda kritis dan lebih mengetahui unsur-unsur yang terkandung cerpen tersebut. Selain itu, pengetahuan dan tingkat apresiasi Anda akan lebih terolah dengan mengetahui secara mendalam hal-hal yang menyangkut masalah kehidupan dalam karya sastra. Anda dapat mengambil hikmah atau pelajaran dari karya sastra yang dibaca. Adapun kegiatan menanggapi siaran berita akan meningkatkan daya simak Anda. Di samping itu, Anda akan terbiasa menyerap informasi-informasi aktual yang bermanfaat. Dengan banyak menyerap informasi, Anda akan mendapat banyak inspirasi yang dapat dituangkan ke dalam tulisan.

Naskah Siaran Berita – Mabuk Karya Raisal Kahf

“Ayo! Buruan dong jalannya! Lama banget sih? Please degh!” teriak Vicky sambil memegang-megang pentungan imitasi yang terbuat dari gagang pengki sodokan sampah. “Ayo, ayo! Matanya jangan belanja! Ini bukan pasar baru woi!” Rahmi tidak mau kalah. Sementara itu, di mulut tenda, Raisal malah asyik dengan handphone-nya. Di alam pegunungan seperti ini memang sering terjadi krisis sinyal. Siasia saja membawa handphone ke tempat ini. “Uh! tahu gini sih engga usah bawa-bawa handphone segala,” gerutu Raisal sambil mengayunayunkan handphone-nya. “Sal, Rani sama Yudi ke mana? Kok dari tadi nggak keliatan sih?” tanya Rahmi sambil mengolesi wajah adik-adik tingkatnya dengan arang. “Iya nih, udah acara kita padet banget, seniorsenior kita belum pada dateng, eh, si Rani sama Yudi malah ngilang gitu aja. Masa sih cuma kita yang kerepotan.” “Ya udah deh, aku nyari mereka dulu ya?” ujar Raisal. “O, tapi jangan lama-lama, udah sore nih!” ujar Vicky sambil terus mengerjai adik-adik tingkatnya. “Oks!” *** Semburat ungu menghias di langit jingga. Hari sudah senja. Tak lama lagi gemerlap bintang akan singgah di lanskap langit. Raisal masih sibuk mencari Yudi dan Rani, temannya sesama panitia penerimaan anggota baru ekstrakurikuler kabaret. Ya, ini adalah kali kedua bagi mereka singgah di bumi perkemahan Rancaupas Ciwidey. Tahun lalu mereka pun berada di sini. Hanya saja saat itu mereka masih jadi junior yang harus menikmati gemblengan dari seniorsenior mereka. Raisal belum juga berhasil menemukan Yudi dan Rani. Kemudian tanpa sengaja Raisal sampai di sebuah tempat yang membawa ingatannya ke masa lalu, tepatnya setahun lalu. Saat itu Raisal dan Rani mencuri-curi kesempatan untuk beristirahat. Mereka capek karena terus-terusan dibombardir oleh omelan para senior. “Sal, ngumpetnya di sini aja ya? Capek nih!” ujar Rani terengah-engah.

“O ya udah. Aku juga capek banget tau!” ujar Raisal sambil menyemprotkan parfum Aqua di Gio ke lehernya. “Lho? Hare gene sempet-sempetnya bawa parfum? Buseeet!” ujar Rani sambil menyikut lengan Raisal. “Kenapa? Mau? Niiih…..” Raisal menyemprotkan parfumnya pada Rani. “Iihhh…apaan sih…eh…kok wanginya enak ya? Wah, beli di mana, Sal?” “Ada deh…yah lumayanlah biar nggak bau, soalnya dari kemaren nggak mandi gitu loh!” Raisal memasukkan botol parfum mininya itu ke dalam saku. “Halah, itu kan kamu, kalo aku sih engga usah mandi dan pake parfum juga tetep aja wangi, emangnya kamu, hehehe…” ledek Rani. Tiba-tiba mata Rani tertuju pada sesuatu di atas kepalanya. “Ih, ya ampun! Bunga apaan tuh? Serem amat, mirip pocong!” ujar Rani asal. Raisal segera menengadahkan kepala. “Oh, itu bunga kecubung Ran, bagus yah? Eh, tapi jangan salah lho, bunga itu bisa bikin mabuk lho!” Rani beranjak dari duduknya. Dia mengamati bunga berwarna putih itu dengan saksama. “Ih, ternyata lucu juga ya? Tapi masa iya sih bunga cantik gitu bikin mabuk? Sal, mau dong. Tolong ambilin satu aja, pliz,” pinta Rani. Raisal pun segera memetik salah satu bunga itu. Dia lalu memberikan bunga itu pada Rani. Mendadak muncul euforia dalam hatinya. Dadanya berdegup kencang. Kelebat angin lalu-lalang di sekitar mereka. Rambut panjang Rani melayang ringan terbawa angin. Benar-benar mirip adegan romantis dalam sinetron! Sejak itulah muncul sebuah perasaan dalam diri Raisal. Perasaan yang entah datang dari mana dan entah apa namanya. Senja melatari munculnya benih-benih cinta Raisal pada Rani. Kemilau jingga berpadu dengan aroma Aqua di Gio yang bertebaran bersama angin sore itu. Semua seakan berpadu menyaksikan bangkitnya cinta dalam diri Raisal. Ternyata bunga kecubung memang memabukkan. Bunga itu telah membuat Raisal mabuk cinta. *** Setahun setelah kejadian itu, ternyata Raisal masih mabuk cinta pada Rani. Tetapi, dia belum mampu mengungkapkan perasaannya pada Rani. Sampai saat ini Raisal belum menemukan saat yang tepat untuk mengutarakan perasaannya. Bagi Raisal saat paling tepat adalah saat dirinya dan Rani berada di tempat yang sama di mana perasaan Raisal tumbuh untuk pertama kalinya setahun yang lalu. Mungkin hari ini. Sambil berjalan menyusuri jalan kenangannya dengan Rani, Raisal mengamati bunga kecubung yang merekah di mana-mana. Seperti juga perasaan cintanya pada Rani. Merekah dan siap untuk dipetik. Bungabunga itu semakin membuatnya mabuk! Tiba-tiba perhatian Raisal tertuju pada dua sosok orang di depannya yang terhalang deretan pohon.

“Lho? Itu kan Rani sama Yudi.” Raisal segera berlari mendekat ke arah mereka. Harapannya, dia bisa mengobrol dengan mereka. “Ra…” tiba-tiba mulutnya mendadak bungkam. Raisal melihat Yudi menyelipkan setangkai bunga kecubung kecil di telinga Rani. Dari wajah Rani terpancar kebahagiaan, begitu juga dengan Yudi. Mungkin bunga kecubung itu telah membuat mereka mabuk cinta. Ya, bunga kecubung memang memabukkan! Raisal segera pergi meninggalkan Rani dan Yudi dengan hati yang patah. Baginya, cinta telah berakhir di batas pematang jagat raya jiwanya. Semuanya mendadak bagai ruang hampa udara yang sunyi.

Naskah Siaran Berita – Sumber: www.kahfiez.blogspot.com