Materi Mendengarkan Cerita Rakyat dan Ringkas Cerita Rakyat

Materi Mendengarkan Cerita Rakyat dan Ringkas Cerita Rakyat

Materi Mendengarkan Cerita Rakyat dan Ringkas Cerita Rakyat

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat

Cerita Rakyat – Ringkasan cerita rakyat yang akan diperdengarkan kali ini berasal dari Irian Jaya. Judulnya adalah “Kapak Ajaib”. Pilihlah seorang teman Anda untuk membacakannya di depan kelas. Tutuplah buku Anda. Dengarkanlah cerita yang dibacakan teman Anda itu dengan penuh perhatian!

Cerita Rakyat Kapak Ajaib

Cerita Rakyat – Di Kampung Bomou, hiduplah seorang pemuda bernama Gokeiyawi Ikomou. Pada suatu hari ia pergi ke kebunnya di Geida, kira-kira jauhnya satu kilometer dari Danau Tigi. Sesampainya di kebun, ia bermaksud menebang sebatang pohon mai yang kering di tepi kebunnya. Ikomou melangkah ke dekat pohon tersebut. Ia mengambil kapak, lalu mulai menebang batang pohon mai. Apa yang terjadi? Tiba-tiba kapak itu terlepas lalu terlempar jauh. Ikomoru berjalan mengambil kapaknya yang terlempar tadi. Ketika ia akan memegang kapak itu, kapak tersebut melompat beberapa meter ke arah danau Tigi, Ikomou merasa heran karena hal seperti itu terasa ajaib. Ikomou mendekati kapak itu lagi, lalu menunduk untuk memegangnya. Tetapi, kapak itu melompat beberapa meter ke arah danau. Ikomou langsung lari menahan kapak itu, tetapi kapak itu berlari lebih cepat. Akhirnya, kapak itu melompat masuk ke dalam perahu yang ada di tepi danau. Ikomou pun bergerak melompat masuk ke dalam perahu. Selanjutnya, perahu itu sendiri berlayar ke arah Danau Tigi. Sesampai di tengah-tengah danau, perahu itu tenggelam dan tiba-tiba Ikomou sudah berada di dasar danau. Kapak itu lalu berlari ke arah sebuah rumah yang ada di tengah-tengah sebuah kebun serta taman yang luas. Kapak itu kemudian berlari masuk ke dalam rumah. Maka, Ikomou pun lari masuk ke dalam rumah itu. Ternyata di dalam rumah itu ada seorang lakilaki setengah baya sedang duduk. Di hidungnya terdapat hiasan gigi babi putih mengkilat bagai salju sehingga tampak seperti bulan sabit pada malam hari. Wajahnya dihiasi dinai (zat pewarna) merah sehingga wajah bagai sinar matahari di senja hari. Ia menerima Ikomou dengan ramah. Ikomou diajak jalan-jalan ke taman yang luas itu. Di taman itu tumbuh segala jenis tanaman atau tumbuhan, baik yang besar ataupun yang kecil. Tanaman itu berwarna-warni. Ikomou meminta segala jenis tanaman itu, tetapi dilarangnya. Selanjutnya, mereka masuk kembali ke dalam rumah. Sementara mereka sedang duduk di dalam rumah, dari sudut rumah itu muncullah seorang Kapak Ajaib laki-laki yang Ikomou pernah lihat, tetapi tidak tahu siapa namanya. Orang yang baru datang itu menghadap tuan rumah tersebut, lalu mereka memperbincangkan sesuatu, kemudian menghilang dari tempat itu. Tidak lama kemudian, datang juga seorang perempuan. Konon, Ikomou tahu persis siapa perempuan tersebut. Kemudian, perempuan itu menghilang. Setelah beberapa lama tinggal di situ, tuan rumah itu mempersilakan Ikomou pulang kembali ke rumah. Sebelum pulang, Ikomou dihadiahi beberapa benda, seperti anak panah dan busur serta kain timur (merah). Kapaknya juga dikembalikan kepada Ikomou. Selanjutnya, Ikomou diantar ke perahu. Perahu itu dengan sendirinya bergerak sampai di permukaan Danau Tigi. Dari permukaan Danau Tigi, perahu itu bergerak sendiri sehingga sampai di tempat semula. Sesudah itu, Ikomou langsung pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, semua orang heran karena selama empat hari mencari-cari dia. Semua orang yang tinggal bersama dia itu menceritakan bahwa seorang lakilaki dan seorang perempuan telah tenggelam di Danau Tigi. Kini, Ikomou mengetahui bahwa setiap orang yang tenggelam dalam danau itu arwahnya selalu melaporkan diri kepada orang tua yang wajahnya seperti bulan sabit yang berdiam diri dalam danau itu. Akan tetapi, semua yang pernah ia lihat di dalam danau itu dirahasiakannya. Selanjutnya, apabila ingin makan daging, Ikomou memanahkan busurnya ke arah tertentu sehingga tidak lama kemudian orang akan datang membawakan daging dari arah tersebut. Begitu ganti-berganti setiap saat. Akhirnya, Ikomou hidup bahagia hingga maut datang kepadanya. Sumber: (Dikutip dengan perubahan dari Sastra Lisan Ekagi, Dharmodjo, 1998; 107-108)

Cerita Rakyat – Lakukanlah kegiatan berikut! 1. Jelaskan isi atau amanat cerita rakyat “Kapak Ajaib” yang baru saja Anda dengar! 2. Ceritakan kembali cerita rakyat tersebut dalam ringkasan di depan kelas! 3. Ungkapkanlah hal-hal yang menarik/ mengesankan dari cerita itu bagi Anda! 4. Diskusikanlah nilai-nilai yang dikandung cerita tersebut dalam kelompok diskusi Anda, kemudian memaparkan hasilnya di depan kelas dengan memerhatikan pelafalan kata dan kalimat yang tepat! 5. Bandingkanlah nilai-nilai dalam cerita rakyat dengan nilai-nilai cerita masa kini!

Lakukanlah kegiatan berikut bersama-sama anggota kelompok Anda! 1. Membaca sebuah cerita rakyat secara bergantian. 2. Mendiskusikan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita tersebut. 3. Mengungkapkan nilai-nilai tersebut secara lisan dengan pelafalan kata dan susunan kalimat yang benar. 4. Membuat ringkasan cerita rakyat tersebut dalam beberapa paragraf, lalu memaparkannya di depan kelas.

Mendiskusikan Masalah yang Ditemukan dari Artikel

Cerita Rakyat – Pada subbab ini, Anda akan mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai berita, artikel, atau buku). Setelah mempelajari subbab ini, Anda diharapkan dapat (1) memahami ringkasan isi berita, artikel, atau isi buku yang disampaikan oleh peserta diskusi, (2) menyampaikan ringkasan berita, artikel, atau isi buku dalam forum diskusi, (3) menanggapi ringkasan isi berita, artikel, atau buku yang disampaikan peserta diskusi, (4) menyampaikan sikap setuju dan tidak setuju dalam beberapa kalimat, (4) memberikan bukti pendukung untuk memperkuat tanggapan, dan (5) mengajukan saran atau pemecahan masalah terhadap ringkasan isi yang disampaikan.

Anda bisa memperoleh beragam informasi dari bermacam-macam media, baik elektronik maupun cetak. Apabila Anda mendengar informasi atau berita melalui siaran televisi atau radio, ataupun membaca artikel buku cobalah cermati isi pengetahuan, informasi, atau berita itu. Anda mungkin saja ingin mengomentari atau menanggapi pengetahuan, informasi, atau berita itu dalam hal-hal tertentu.

Nah, sebagai bahan latihan Anda, bacalah artikel berikut secara saksama!

Tindakan Kekerasan di Lingkungan Sekolah Oleh HELMI GUNAWAN, S.T, M.Si

Cerita Rakyat – Kejadian kekerasan dalam satu institusi pendidikan kerap terjadi. STPDN contohnya, yang akhirnya berganti nama menjadi IPDN merupakan gambaran institusi pencetak pamong praja yang memiliki kurikulum yang terprogram dan disesuaikan dengan cita-cita luhur menjadi pemimpin rakyat (sipil). Namun, dalam perjalanannya terjadi missmanagement sistem pendidikan dengan berbagai peristiwa-peristiwa buruk yang terjadi tragisnya berujung dengan kematian dan pelibatan orang dalam menutupi kesalahan-kesalahan tersebut. Akhirnya, keburukan itu sekarang terbongkar dan menjadi sorotan semua pihak bahkan ditangani langsung oleh Presiden SBY Perpeloncoan sebagai salah satu bentuk tindak kekerasan sering terjadi pada institusi pendidikan mulai dari tingkat dasar dan menengah hingga perguruan tinggi. Telah berapa banyak korban yang berjatuhan hingga menyebabkan kematian akibat dari proses pendidikan yang tidak terkontrol dengan baik. Kematian akibat dari dampak penayangan acara olahraga hiburan sarat kekerasan seperti smackdown pernah menghiasi media di Indonesia yang terjadi hampir di setiap daerah. Kejadian ini ironisnya terjadi di lingkungan sekolah di mana para orang tua menitipkan putra-putrinya untuk belajar. Pernah pula terjadi kasus kematian dan cedera yang dihadapi oleh mahasiswa-mahasiswa baru pada beberapa perguruan tinggi akibat acara orientasi penerimaan mahasiswa. Semua kasus-kasus yang ada mengindikasikan berbagai tindakan kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan kita. Tindakan kekerasan ataupun pelecehan-pelecehan yang menyertainya dalam istilah luar dikenal dengan sebutan bullying. Menurut Olweus (1993) “Bullying can consists of any action that is used to hurt another child repeatedly and without cause”. Tindakan yang dilakukan dapat berupa fisik, verbal ataupun kejadian siksaan mental ataupun emosi seseorang. Sesuatu yang sering terlihat oleh mata kita seperti permainan ataupun pelecehan-pelecehan dapat saja digolongkan sebagai kegiatan ritual dari bullying. Bullying dapat ditemukan di setiap sekolah pada tiap negara. Hal ini merupakan suatu cara anakanak muda berinteraksi dengan lingkungannya. Setiap institusi pendidikan harus mengetahui keberadaan dan dampak dari bullying tersebut dan berusaha mencegah hal tersebut terjadi. Bila kejadian bullying didiamkan atau masih terjadi, murid akan mengalami pelecehan-pelecehan atau tindakan kekerasan dan aklibatnya secara psikologis mengalami stress dan korban dapat menderita seumur hidupnya. Sebagai contoh pada kasus penyiksaan di IPDN, seperti yang diberitakan oleh berbagai media televisi walaupun korban secara fisik dalam keadaan normal atau tidak cacat, namun sampai mereka lulus dari sekolah tersebut dan bekerja ataupun berkeluarga selama hampur lebih dari 5 – 10 tahun tetap mengalami beberapa trauma akibat bullying yang terjadi pada masa lampau. Pada beberapa negara di dunia kejadian ini dapat dicegah dan dikurangi dengan campur tangan pihak sekolah yang tidak mendiamkan ataupun menutup mata atas peristiwa yang terjadi. Tragisnya yang terjadi adalah campur tangan pihak penyelenggara pendidikan agar kasus ini tidak terungkap. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa bullying merupakan masalah internasional yang terjadi di hampir semua sekolah. Terjadi kesamaan permasalahan di tiap-tiap negara dan tidak ada batasan-batasan internasional, status sosial-ekonomi ataupun etnis. Di Amerika berdasarkan studi NEA (National Education Agency) kejadian ini sudah bukan lagi permainan anak-anak, tapi merupakan pengalaman menakutkan yang dialami oleh hampir seluruh siswa dan terjadi tiap hari. Selama dekade akhir, bullying telah mengalami perubahan menjadi lebih mematikan dan semakin rutin terjadi pada dua dekade sebelumnya. Kejadian bullying tidak hanya ditujukan bagi siswa sekolah dasar. Kejadian ini malah banyak terjadi pada segmen pendidikan menengah dan mahasiswa karena dapat mengalami penderitaan terbesar. Hal tersebut diakibatkan penggunaan kondisi fisiknya yang matang (kekuatan fisiknya). Adapun ciri-ciri bullying, di antaranya sebagai berikut.

Selengkapnya Sumber: Penulis, bekerja pada bidang pendidikan. (Dikutip dengan perubahan dari Pikiran Rakyat, 5 Juli 2007; 12)

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Rakyat  – Begitu perlunya kita mempelajari cerita rakyat, sebab cerita rakyat merupakan peninggalan masa lalu. Orang bijak adalah orang yang tidak melupakan masa lalu. Pada Bab ini kalian akan melanjutkan pembelajaran mendengarkan cerita rakyat. Kalian pun harus mengulang lagi pembelajaran mendengarkan informasi dari media cetak atau elektronik. Pembelajaran tentang memahami karya sastra Melayu klasik pun harus kalian perdalam. Di dalamnya mengandung petuah, unsur moral, dan pendidikan. Pembelajaran baru dalam bagian ini adalah kalian belajar menyusun teks pidato dan menghubungkan isi puisi dengan realita.

Dongeng Cerita Rakyat
Dongeng Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Rakyat

Mendengarkan Cerita Rakyat

Pada Bab X, kalian telah membahas cerita rakyat. Kalian telah dapat menemukan hal-hal menarik tentang tokoh cerita rakyat. Pada pertemuan ini, kalian akan melanjutkan membahas cerita rakyat. Hal yang akan kalian pelajari adalah hal-hal menarik tentang latar cerita rakyat. Agar lebih jelas, dengarkan cerita rakyat yang akan dibacakan temanmu berikut!

Dongeng Cerita Rakyat  – Sandubaya dan Lala Seruni

Suatu malam di bulan purnama, Raja Lombok pergi bersembahyang ke Pura Kayangan. Pada waktu itu, Raja Lombok masih beragama Hindu, begitu pula rakyatnya. Raja Lombok, Prabu Kertajagat, pergi bersama istri dan keluarga kerajaan. Malam diterangi bulan. Di sekitar pura dipasang lampu minyak kelapa sehingga pelataran pura itu semakin terang. Para patih dan punggawa ikut bersembahyang dengan khidmat. Di pura itu hadir pula sepasang pengantin baru bernama Demung Sandubaya dan istrinya, Lala Seruni. Sandubaya adalah adik Demung Brangbantun, sedangkan Lala Seruni anak Rangga Bumbang. Baru sebulan mereka menikah. Kehadiran Lala Seruni dilihat oleh raja. Raja sangat takjub melihat kecantikan Lala Seruni. Kecantikannya tidak ada bandingnya di tempat itu. Cahaya wajah Seruni bagaikan bulan purnama yang sedang bersinar di langit. Raja langsung tergila-gila kepada Lala Seruni dan ingin memperistrinya. Pendeta istana dan para patih menjadi gelisah. Kemudian, para pembesar negeri berunding. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengambil Lala Seruni sebagai istri raja. Lalu, mereka mencari cara untuk memisahkan Sandubaya dengan istrinya. Sandubaya sengaja diajak pergi berburu ke Gamba 11.1 hutan Gebong.

Dongeng Cerita Rakyat

Pada malam harinya, sebelum berangkat ke hutan Gebong, Lala Seruni memperingatkan suaminya akan niat busuk raja. Ia melarang suaminya pergi berburu bersama raja. Sandubaya menolak bujukan istrinya karena tidak mau ingkar kepada raja untuk ikut berburu. ”Adikku, Lala Seruni, relakanlah Kakak pergi ke hutan Gebong. Bila Kakak menemui ajal di situ, akan kunantikan arwahmu di Menanga Baris,” kata Sandubaya kepada istrinya. Lanjutnya, ”Adikku, bila nanti kudaku, si Gagar Mayang, pulang sendiri, itu tandanya Kakak sudah mati. Segeralah engkau mencariku ke hutan Gebong!” Lala Seruni menangis sedih mendengar pesan suaminya itu.

Pagi-pagi sekali, berangkatlah Sandubaya bersama rombongan raja ke hutan Gebong. Sewaktu Sandubaya sedang asyik mengejar rusa, tiba-tiba beberapa orang prajurit raja menombaknya dari belakang. Sandubaya pun terjatuh dari kudanya dengan berlumuran darah. Kuda Gagar Mayang segera berlari pulang. Anjing pemburu Sandubaya yang bernama si Getah menyerang para prajurit. Akan tetapi, si Getah ditombak dan mati bersama tuannya. Lala Seruni yang gelisah menunggu kedatangan suaminya. Melihat Gagar Mayang pulang sendirian, tahulah ia bahwa suaminya telah dibunuh. Ia pun melompat ke punggung Gagar Mayang dan secepat kilat menuju hutan Gebong. Sesampai di tempat suaminya terbunuh, Lala Seruni melompat turun dari kuda. Ia memeluk mayat suaminya sambil menangis. Lukaluka suaminya diusap dengan rambutnya yang panjang lebat. Air matanya dipakai untuk memandikan mayat Sandubaya.

Dongeng Cerita Rakyat

Gagar Mayang menyepak-nyepak tanah untuk membuat kubur. Ketika matahari akan terbenam, Sandubaya dikuburkan di bawah sebatang pohon maja. Keluarga dan kerabat hadir pula di situ dalam keadaan sedih. Keesokan harinya, datanglah rombongan raja ke rumah Lala Seruni. Mereka ingin membawa Lala Seruni ke istana. Lala Seruni memberontak, tetapi tidak berdaya melawan para prajurit. Patih Lombok juga ingin mengambil Gagar Mayang, tetapi kuda itu marah. Dia menggigit dan menyepak sang patih sampai luka parah. Lalu, para prajurit menombak si Gagar Mayang sampai mati. Lala Seruni dibawa ke istana dengan tandu dalam keadaan pingsan. Sesampai di istana, ia mengamuk seperti orang gila. Berharihari ia tidak mau makan dan minum. Raja sempat sedih dan berusaha membujuk Lala Seruni setiap hari. Suatu hari, tiba-tiba Lala Seruni berubah menjadi tenang. Ketika raja mendekatinya, ia minta agar sebelum dinikahi, hendaknya ia diberi kesempatan untuk mandi di Menanga Baris. Raja sangat bersuka cita mendengar permintaan Lala Seruni. Lalu, dipanggilnya patih untuk mempersiapkan para pengiring. Tidak lama kemudian, berangkatlah Lala Seruni bersama raja dan rakyat menuju Menanga Baris. Lala Seruni meminta untuk dipetikkan bunga teratai merah itu. Raja memerintahkan para prajurit untuk memetik bunga teratai itu. Begitu prajurit berjalan ke tengah air, mereka diserang sekelompok ikan laut dan kerang. Mereka menjerit kesakitan. Banyak prajurit terluka parah. Akan tetapi, Lala Seruni tetap meminta raja agar memetik teratai itu. Akhirnya, Prabu Kertajagat sendiri berenang ke tengah laut. Ketika raja berenang, datang beratus-ratus ikan menyerangnya. Raja berteriak minta tolong. Cepat-cepat, patih menyelamatkan rajanya yang sudah pingsan diserang ikan dan kerang.

Teratai merah semakin menepi ke arah Lala Seruni. Setelah dekat, ia melompat ke atas bunga teratai merah itu. Kemudian, teratai merah itu lenyap membawa Lala Seruni ke tempat penantian suaminya di alam barzah. Demung Brangbantun, kakak Sandubaya, sangat marah mendengar berita kematian adiknya. ”Hai, Raja Jahil, tunggu pembalasanku!” teriaknya di depan para pengikutnya. Ia mempersiapkan pasukan untuk memberontak kepada Raja Lombok. Pasukan Brangbantun sangat gesit dan sakti. Mereka mengendarai kuda-kuda yang sangat kencang larinya. Dalam waktu satu bulan berperang, kalahlah pasukan Raja Lombok di medan pertempuran. Raja Lombok sangat kecewa mendengar berita kekalahan pasukannya. Lalu, Prabu Kertajagat mengakhiri hidupnya. Matilah raja zalim itu. Mayatnya dibakar di Pura Kayangan dan abunya dibuang di Selat Alas.

Dongeng Cerita Rakyat

Sumber: Cerita Rakyat dari Lombok, G. Parman dan Slamet Riyadi Ali

1. Apakah amanat yang dapat kalian tangkap dari cerita rakyat ”Sandubaya dan Lala Seruni”? 2. Jelaskan hal yang menarik tentang latar dalam cerita rakyat tersebut!

Mengomentari Informasi 

Pada Bab X, kalian telah belajar menyampaikan tanggapan berupa dukungan terhadap informasi. Pada pertemuan ini, kalian akan kembali menanggapi informasi dengan kritikan. Tentu saja ketika mengkritik sebuah informasi dari media cetak ataupun elektronik, hendaknya kritik tersebut bersifat membangun. Maksudnya, selain mencari kekurangan, juga harus memberikan solusi pemecahan. Dengan demikian, sebuah informasi akan lebih lengkap, baik, dan benar serta bermanfaat. Perhatikan informasi dari media cetak berikut dengan saksama!

Cara Mudah Belajar

Fisika Pelajaran ilmu pasti seperti fisika sering kali dianggap momok yang menakutkan bagi sebagian besar siswa sekolah. Tak heran jika nilai yang diperoleh sering kali jauh dari eskpektasi yang diharapkan. Padahal, hal ini mungkin tidak akan terjadi jika cara belajar siswa diubah. Siapa tahu dengan metode baru ini, fisika bisa menjadi salah satu mata pelajaran favorit yang diminati para siswa. Alih-alih belajar menggunakan teks book, siswa bisa memanfaatkan komputer untuk memahami fisika. Caranya dengan menggunakan software edutainment Hallo Physics. Peranti lunak ini memadukan antara pendidikan dan entertainment. Peranti lunak yang dikembangkan oleh PT Equinox Sains Media ditujukan untuk menghadirkan metode belajar fisika secara interaktif, mudah, dan menyenangkan. Pembuatannya melibatkan Prof. Yohanes Surya yang sukses menelurkan juara-juara olimpiade, sebagai narasumber. Menurut Roy Adimulyo, Direktur PT Equinox Sains Media, Hallo Physics adalah software pendidikan yang khusus ditujukan bagi para pengguna komputer, terutama pelajar sekolah menengah yang ingin mengeksplorasi penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran ilmu sains secara efektif dan interaktif. Software ini mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih komunikatif, yaitu dengan menggunakan sisten interaktif yang didukung oleh tampilan grafis dan animasi yang menarik. Penggunaan visualisasi sebagai pengganti kata-kata membuat materi pengajaran menjadi lebih mudah dipahami siswa. Dengan adanya gambar dan suara, diharapkan siswa dapat memahami fisika dengan lebih mudah. Proses belajar pun menjadi lebih aktif dan efektif. Seluruh materi yang dikaji langsung oleh para ahli sains membuat akurasi data menjadi bagian penting dari media alternatif ini. Penggunaan animasi grafis menjadi sangat efektif untuk menggambarkan proses atau mekanisme suatu fenomena sains kepada siswa. Ini merupakan salah satu hal yang cukup sulit disampaikan dalam proses mengajar secara konvensional di sekolah. Software yang akan tersedia mulai Maret 2007 ini dikemas bersama produk PC desktop terbaru Hewlett Packard (HP), yaitu HP Pavilion a5000 Series. Sumber: Republika, 5 Maret 2006

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat
Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat – Kalian tahu bahwa sastra lisan atau cerita rakyat memiliki nilai budaya, moral, dan pendidikan. Oleh karena itu, kalian harus mampu memahami isi cerita rakyat, terutama mengenai hal-hal yang menarik, pesan moral, dan pendidikan. Melanjutkan pembelajaran terdahulu, pada pembelajaran kali ini kalian akan memperdalam pembelajaran menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik. Isi berita yang berada di dalam teks, bisa dipahami dengan cara memindai. Kalian akan diajak belajar berwawancara dan menuliskan hasil wawancara ke dalam bentuk karya jurnalistik. Kalian belajar menulis karya jurnalistik dengan rumus 5W+1H, what-who-where-when-why dan how. Kalian akan belajar bahasa tentang kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Mendengarkan Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Banyak cerita yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Ceritacerita tersebut kadang masih dipercayai kebenarannya oleh masyarakat. Ada berbagai macam cerita rakyat, baik yang berupa legenda, mite, maupun dongeng. Cerita rakyat apa saja yang kalian ketahui? Untuk menambah wawasanmu tentang cerita rakyat, dengarkan cerita rakyat yang akan dibacakan temanmu berikut!

Asal Usul Gunung Penanggungan

Dahulu kala, Pulau Jawa masih dalam keadaan terapung-apung di lautan luas. Tempatnya pun berpindah-pindah. Arus lautlah yang membuat Pulau Jawa berpindah-pindah. Hal itu karena Pulau Jawa saat itu masih sangat ringan. Belum banyak pegunungan yang menjadi pemberatnya. Keadaan Pulau Jawa saat itu membuat Batara Guru prihatin. Batara Guru adalah raja para dewa. Dia dengan dibantu para dewa bertugas menjaga seluruh dunia ciptaan Tuhan. Batara Guru mencari akal untuk membuat Pulau Jawa menjadi berat agar tidak selalu berpindah-pindah tempat. Kegundahan hati Batara Guru diketahui oleh Batara Narada. Batara Narada adalah dewa tertua yang menjadi penasihat Batara Guru. Batara Narada segera menemui Batara Guru. Batara Guru berterus terang kepada Batara Narada. Batara Narada menganggukangguk setelah mengetahui persoalan yang membuat hati Batara Guru gundah.

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

”Sebaiknya, kita potong saja puncak Gunung Mahameru di India. Potongan puncaknya kita bawa ke Pulau Jawa. Dengan begitu, Pulau Jawa akan menjadi berat,” kata Batara Narada. ”Benar juga pendapat Kanda Narada. Baiklah, sekarang kumpulkan para dewa. Suruh mereka memotong puncak Gunung Mahameru. Taruh potongan puncak gunung itu di Pulau Jawa!” kata Batara Guru. Batara Narada segera melaksanakan perintah Batara Guru. Dikumpulkannya seluruh dewa. Diajaknya mereka terbang ke India untuk memotong puncak Gunung Mahameru. Potongan puncak Gunung Mahameru itu digotong beramai-ramai oleh para dewa. Mereka menggotongnya sambil terbang. Saat sampai di sebelah barat Pulau Jawa, para dewa kelelahan. Potongan puncak gunung itu pun meluncur jatuh. Akibatnya, Pulau Jawa menjadi miring ke barat. ”Apa yang kalian lakukan? Lihat! Akibat perbuatan kalian, Pulau Jawa menjadi miring ke barat. Cepat ambil potongan puncak gunung itu!” teriak Batara Narada. Para dewa cepat mengambil potongan puncak gunung itu. Mereka terbang kembali sambil membawa potongan puncak gunung menuju ke timur. Saat dibawa menuju ke timur itulah, ada serpihanserpihan tanah yang tercecer. Serpihan-serpihan itu jatuh dan menjadi beberapa gunung. Di atas Pulau Jawa sebelah timur, para dewa kembali kelelahan. Potongan puncak gunung yang mereka bawa pun jatuh lagi. Kini, Pulau Jawa menjadi miring ke timur. Namun, kemiringannya tidaklah banyak. Batara Narada terbang berkeliling untuk melakukan pengamatan dengan jeli. Sambil terbang berkeliling, pikirannya sibuk mencari akal agar Pulau Jawa dapat seimbang. Akhirnya, ditemukan juga jalan keluarnya.

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Batara Narada segera menyuruh para dewa membawa terbang kembali potongan puncak gunung yang jatuh itu. ”Ayo, ikut aku!” ajak Batara Narada pada para dewa yang membawa terbang potongan puncak gunung. ”Kalau aku bilang jatuhkan, segera jatuhkan potongan puncak gunung itu!” Di atas sebuah tempat, Batara Narada berhenti. Ia mengamati ke bawah. Sesekali, ia juga memandang ke barat dan timur. Batara Narada pun mengangguk-angguk puas. ”Ya, sekarang jatuhkan!” ujar Batara Narada. Para dewa segera menjatuhkan potongan puncak gunung itu. Potongan puncak gunung itu kemudian menjadi sebuah gunung. Gunung itulah yang menanggung keseimbangan Pulau Jawa. Batara Narada menamakan gunung itu Gunung Penanggungan. Para dewa bisa bernapas lega. Batara Narada juga tersenyum puas. Batara Narada kemudian terbang untuk melaporkan kepada Batara Guru. ”Tugas yang Dinda bebankan kepada Kanda sudah selesai. Pulau Jawa tak akan hanyut lagi terbawa arus lautan. Potongan puncak Gunung Mahameru sudah kuletakkan di tempat yang tepat. Potongan puncak Gunung Mahameru itu telah menjadi sebuah gunung yang kuberi nama Gunung Penanggungan,” kata Batara Narada. ”Terima kasih, Kanda Narada. Sekarang, antarkan aku melihat potongan puncak Gunung Mahameru itu kauletakkan!” ”Baik, Dinda Guru!” Batara Narada dan Batara Guru terbang bersama. Dari atas awan, Batara Guru melihat keadaan Pulau Jawa yang sekarang telah banyak gunungnya. Pulau Jawa pun sudah seimbang. Tidak lagi terombangambing oleh ombak lautan. Batara Guru lalu memerhatikan sebuah gunung. Gamba 10.1 ”Ya, sekarang jatuhkan!” ujar Batara Narada.

”Itukah Gunung Penanggungan itu, Kanda Narada?” tanya Batara Guru. ”Benar, Dinda Guru!” ”Aku ingin turun ke Gunung Penanggungan itu. Ayo, Kanda Narada juga turun menemaniku!” Batara Guru dan Batara Narada turun ke Gunung Penanggungan. Mereka berdua melihat-lihat keadaan Gunung Penanggungan dari dekat. Sewaktu melihat-lihat itulah, Batara Guru mandi sampai enam kali. Akibatnya, seluruh air di Gunung Penanggungan menjadi habis. ”Seluruh air Gunung Penanggungan sudah habis kupakai mandi. Padahal, aku masih ingin mandi lagi,” kata Batara Guru. ”Di sebelah Gunung Penanggungan masih ada gunung lagi, Dinda Guru. Kelihatannya, airnya juga masih banyak. Mandilah ke sana!” Benar juga. Ternyata, gunung di sebelah Gunung Penanggungan masih banyak airnya. Hanya saja, air gunung itu berbau welirang (belerang). Oleh Batara Guru, gunung itu dinamakan Gunung Welirang. Sumber: Cerita Rakyat dari Mojokerto, Edy Sutanto

Dongeng Cerita Cerita Rakyat – Buka Wawasan

Legenda merupakan cerita yang mengisahkan terjadinya suatu tempat. Misalnya, terjadinya hutan, sungai, danau, dan lain-lain

1. Termasuk jenis apakah cerita rakyat tersebut? Jelaskan alasanmu! 2. Siapa tokoh dalam cerita tersebut? 3. Tuliskan hal menarik tentang tokoh dalam cerita tersebut! Dengarkan sebuah cerita rakyat yang disiarkan di radio atau di televisi dan tuliskan hal menarik tentang tokoh cerita tersebut!

Menanggapi Siaran atau Informasi dari Media Elektronik 

Kalian tentu sering mendengarkan siaran radio. Mungkin ada acara-acara tertentu yang kalian sukai. Misalnya, dunia kesehatan, pendidikan, atau siaran tentang dunia remaja. Jika kalian suka, berarti kalian dapat menyebutkan atau mengungkapkan dukungan terhadap acara tersebut.

Bacalah wacana di bawah ini dengan nada menyerupai penyiar radio! Selamat malam pendengar Super FM, terutama sobat muda yang selalu menemani saya di acara ”Koridor Sekolah”. Acara ini tidak saja diperuntukkan bagi kaum pelajar, tetapi untuk para guru dan orang tua. Acara ini merupakan ajang komunikasi dan interaksi antara siswa, guru, dan orang tua sebab mungkin saja antara anak-anak dengan gurunya atau dengan orang tua tidak nyambung. Mereka mengalami kemacetan sehingga penghuni ”Koridor Sekolah”, yaitu siswa-siswa malas belajar atau malas pulang ke rumah karena ada hubungan yang terputus dengan orang tuanya.

O, ya, topik kita kali ini tentang siswa bernama Handayani, siswa SMA kelas 3, dia mengeluh malas belajar. Padahal, sebentar lagi Handayani ini akan mengikuti UN. Handayani ini bukan siswa pemalas, tapi kenapa sekarang jadi malas, jadi ogah-ogahan sekolah. Handayani merasa prestasinya menurun, nilai-nilai ulangannya jeblok. Padahal, ia tidak pernah mendapat nilai 5 untuk Fisika, nilai 6 untuk Matematika, tapi kenyataannya sekarang begitu. Katanya, sih, jangankan untuk membaca buku, membukanya saja sudah malas. Alasannya, Handayani itu dipaksa oleh orang tuanya masuk ke fakultas kedokteran karena memang kedua orang tuanya dokter, begitu juga kakaknya. Orang tuanya bercita-cita ingin membuka klinik. Makanya, Handayani dipaksa masuk fakultas kedokteran. Namun, Handayani ngotot ingin masuk fakultas teknik karena merasa cita-citanya, dorongan hatinya, dan bakatnya ada di dunia teknik, bukan di kedokteran. Handayani lantas curhat ke gurunya. Kata Handayani, gurunya mengatakan, orang tua begitu karena sayang, karena sudah merencanakan masa depannya. Handayani berpikir, apakah masa depan harus ada di tangan orang tua? Apakah seorang anak tidak berhak menentukan nasibnya sendiri? Kalau memberontak terus, Handayani takut berdosa, takut menjadi anak durhaka! Nah, sekarang Handayani minta saran, baik dari orang tua, guru-guru, atau dari sobat-sobat mudanya. Untuk saran atau usulan dapat langsung telepon ke nomor radio kesayangan kalian ini, ya!

Teks tersebut dibacakan oleh salah seorang teman kalian, usahakan mirip dengan seorang penyiar yang tengah berbicara di radio. Silakan kalian menyimaknya, kemudian kerjakan soal-soal berikut! 1. Pokok-pokok informasi apa saja yang dikemukakan oleh penyiar tersebut? 2. Apa yang kalian ketahui tentang kasus Handayani? 3. Coba beri tanggapan terhadap acara radio tersebut berupa dukungan .

Dongeng Cerita Cerita Rakyat