Menerapkan Perilaku Mulia

Menerapkan Perilaku Mulia

Menerapkan Perilaku Mulia

Kita harus menanamkan kesadaran pada diri kita untuk selalu berperilaku jujur, baik kepada Allah Swt., orang lain, maupun diri sendiri. Jika kita sudah bisa membiasakan menerapkan perilaku mulia dan berperilaku jujur, kita akan mendapatkan hikmah yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Menerapkan Perilaku Mulia
Menerapkan Perilaku Mulia

Kita harus menyadari dan mengetahui akibat dari kebohongan sehingga kita bisa menjauhi sifat buruk tersebut. Contoh akibat dari kebohongan adalah hilangnya kepercayaan orang lain terhadap kita, susah mendapatkan teman bahkan tidak memiliki teman, susah mendapat pekerjaan karena tidak dipercaya. Berperilaku jujur terkadang sangat pahit pada awalnya, tetapi percayalah, buah manis akan didapat di akhirnya.

Perilaku jujur bisa diterapkan dalam berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari; baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat di mana kita tinggal. Berikut ini cara menerapkan perilaku jujur :

1. Di sekolah, kita bisa meluruskan niat untuk menuntut ilmu, mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh ibu bapak guru, tidak menyontek pekerjaan teman, melaksanakan piket sesuai jadwal, menaati peraturan yang berlaku di sekolah, berbicara secara benar baik kepada guru, teman ataupun orangorang yang ada di lingkungan sekolah.

2. Di rumah, kita bisa meluruskan niat untuk berbakti kepada orang tua, memberitakan hal yang benar. Contohnya saat meminta uang untuk kebutuhan suatu hal, tidak menutup-nutupi suatu masalah pada orang tua, tidak melebih-lebihkan sesuatu hanya untuk membuat orang tua senang.

3. Di masyarakat, kita bisa melakukan kejujuran dengan niat untuk membangun lingkungan yang baik, tenang, dan tenteram; tidak mengarang cerita yang membuat suasana di lingkungan tidak kondusif, tidak membuat gosip. Ketika diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu yang diamanahkan, harus dipenuhi dengan sungguh-sungguh, dan lain sebagainya.

Hidup Nyaman dengan Perilaku Jujur

Menerapkan Perilaku Mulia

Menerapkan Perilaku Mulia

Perilaku mulia dari pemahaman terhadap al-Qur’?n, hadis, dan ijtih?d sebagai feature_sms_id_1
sumber hukum Islam tergambar dalam aktivitas sebagai berikut.
1. Gemar membaca dan mempelajari al-Qur’?n dan hadis baik ketika sedang sibuk
ataupun santai.
2. Berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan ajaran-ajaran al-Qur’?n dan hadis.
3. Selalu mengonfirmasi segala persoalan yang dihadapi dengan merujuk kepada
al-Qur’?n dan hadis, baik dengan mempelajari sendiri atau bertanya kepada yang
ahli di bidangnya.
4. Mencintai orang-orang yang senantiasa berusaha mempelajari dan mengamalkan
ajaran-ajaran al-Qur’?n dan Sunnah.
5. Kritis terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi dengan terus-menerus
berupaya agar tidak keluar dari ajaran-ajaran al-Qur’?n dan Sunnah.
6. Membiasakan diri berpikir secara rasional dengan tetap berpegang teguh kepada
al-Qur’?n dan hadis.
7. Aktif bertanya dan berdiskusi dengan orang-orang yang dianggap memiliki
keahlian agama dan berakhlak mulia.
8. Berhati-hati dalam bertindak dan melaksanakan sesuatu, apakah boleh dikerjakan
ataukah ditinggalkan.
9. Selalu berusaha keras untuk mengerjakan segala kewajiban serta meninggalkan
dan menjauhi segala larangan.
10. Membiasakan diri untuk mengerjakan ibadah-ibadah sunnah sebagai upaya
menyempurnakan ibadah wajib karena khawatir belum sempurna.

Menerapkan Perilaku Mulia

Menerapkan Perilaku Mulia

Mengenakan busana yang sesuai dengan syari’at Islam bertujuan agar manusia
terjaga kehormatannya. Ajaran Islam tidak bermaksud untuk membatasi atau
mempersulit gerak dan langkah umatnya. Justru dengan aturan dan syari’at tersebut,
manusia akan terhindar dari berbagai kemungkinan yang akan mendatangkan
bencana dan kemudaratan bagi dirinya.
Berikut ini beberapa perilaku mulia yang harus dilakukan sebagai pengamalan
berbusana sesuai syari’at Islam, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun
masyarakat. sopan-santun
1. Sopan-santun dan ramah-tamah
Sopan-santun dan ramah-tamah merupakan ciri mendasar orang yang
beriman. Mengapa demikian? Karena ia merupakan salah satu akhlak yang
dicontohkan oleh Rasulullah saw. sebagai teladan dan panutan. Rasulullah adalah
orang yang santun dan lembut perkataannya serta ramah-tamah perilakunya.
Hal itu ia tunjukan bukan saja kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya, tetapi
kepada orang lain bahkan kepada orang yang memusuhinya sekalipun.
2. Jujur dan amanah
Jujur dan amanah adah sifat orang-orang beriman dan saleh. Tidak akan
keluar perkataan dusta dan perilaku khianat jika seseorang benar-benar beriman
kepada Allah Swt. Orang yang membiasakan diri dengan hidup jujur dan amanah,
maka hidupnya akan diliputi dengan kebahagiaan. Betapa tidak, banyak orang
yang hidupnya gelisah dan menderita karena hidupnya penuh dengan dusta. Dusta adalah seburuk-buruk perkataan.
3. Gemar beribadah
Beribadah adalah kebutuhan ruhani bagi manusia sebagaimana olah raga,
makan, minum, dan istirahat sebagai kebutuhan jasmaninya. Karena ibadah
adalah kebutuhan, maka tidak ada alasan orang yang beriman untuk melalaikan
atau meninggalkannya. Malahan, ia akan dengan senang hati melakukannya
tanpa ada rasa keterpaksaan sedikitpun.
4. Gemar menolong sesama
Menolong orang lain pada hakikatnya menolong diri sendiri. Bagi orang
yang beriman, menolong dengan niat ikhlas karena Allah Swt. semata akan
mendatangkan rahmat dan karunia yang tiada tara. Berapa banyak orang yang
gemar membantu orang lain hidupnya mulia dan terhormat. Namun sebaliknya,
bagi orang-orang yang kikir dan enggan membantu orang lain, dapat dipastikan
ia akan mengalami kesulitan hidup di dunia ini. Tolonglah orang lain, niscaya
pertolongan akan datang kepadamu meskipun bukan berasal dari orang yang
kamu tolong!

5. Menjalankan amar makruf dan nahi munkar
Maksud amar makruf dan nahi munkar adalah mengajak dan menyeru orang
lain untuk berbuat kebaikan dan mencegah orang lain melakukan kemunkaran/
kemaksiatan. Hal ini dapat dilakukan dengan efektif jika ia telah memberikan
contoh yang baik bagi orang lain yang diserunya. Tugas mulia tersebut haruslah
dilakukan oleh setiap orang yang beriman. Ajaklah orang lain berbuat kebaikan
dan cegahlah ia dari kemunkaran!