Menganalisis Perjuangan Organisasi Pergerakan Kebangsaan

Menganalisis Perjuangan Organisasi Pergerakan Kebangsaan

Menganalisis Perjuangan Organisasi Pergerakan Kebangsaan | “Pada 31 Oktober 1920 anggota dari dua perhimpunan pelajar terbesar di Hindia

Belanda, Jong Java dan Jong Sumatranen Bond berkumpul di sebuah ruangan di

Batavia untuk mendengarkan pidato P. Fournier, seorang pimpinan gerakan teosofi

Hindia. Itu adalah pertemuan pertama Studiegroep Politiek Wetenshappen (Kelompok Studi Ilmu Politik)…” Kepala yang dingin dan hati yang gembira”.

Begitulah Fournier menyimpulkan kualitas-kualitas terpenting yang harus dipunyai seorang pemimpin politik. Hati yang gembira maksudnya adalah cinta yang

menggelora terhadap tanah air, hasrat yang menyala-nyala untuk bekerja demi

kemajuan bangsa.” Begitulah jiwa politik yang diharapkan oleh Fournier kepada para pelajar. Bagi Fournier, dalam sosok seorang politikus diperlukan kepala yang dingin,

jangan sampai terbawa oleh situasi dan kondisi yang ada oleh pergolakan politik yang ada pada jamannya

( Kamu dapat membaca lebih lanjut Hans van Miert,  2003).

Menganalisis Perjuangan Organisasi Pergerakan  Kebangsaan
Menganalisis Perjuangan Organisasi Pergerakan Kebangsaan

Organisasi Awal Pergerakan

 Pada awal abad ke-20, di Nusantara muncul berbagai kelompok dan organisasi yang memiliki konsep nasionalisme, seperti Sarekat Dagang Islam (kemudian menjadi Sarekat Islam), Budi Utomo (BU), Jong Java, Jong Celebes, Jong Minahasan, Jong Sumatranen Bond, dan lainnya.  Munculnya organisasiorganisasi itu mendanai fase perubahan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda. Kalau sebelumnya berupa perlawanan fisik kedaerahan menjadi  pergerakan nasional yang bersifat modern. Organisasi-organisasi itu mengusung tujuan yang sama, yakni untuk lepas dari penjajahan.

  1. Budi Utomo

Boedi Oetomo (BO) atau Budi Utomo (BU) merupakan pergerakan nasional yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908, di Jakarta. Organisasi ini dirintis oleh dr. Wahidin Sudirohusodo. BU didirikan dengan tujuan untuk menggalang dana untuk membantu anak-anak bumiputra yang kekurangan dana. Namun ide itu kurang mendapat dukungan dari Kaum Tua. Ide dr. Wahidin itu kemudian diterima dan kembangkan oleh Sutomo. Seorang mahasiswa School tot Opleiding voor Inlandsche Arsten (STOVIA). Sutomo kemudian dipilih sebagai ketua organisasi itu. Sebagian besar pendiri BU adalah pelajar STOVIA, seperti Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, Cipto Mangunkusumo, dan RT Ario Tirtokusumo. Pada tanggal 29 Agustus 1908, dr. Wahidin Sudirohusodo mendirikan BU di Yogyakarta.

Sarekat Islam

Pada mulanya SI lahir karena adanya dorongan dari R.M. Tirtoadisuryo seorang bangsawan, wartawan, dan pedagang dari

Solo. Tahun 1909, ia mendirikan perkumpulan dagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Perkumpulan itu bertujuan untuk memberikan bantuan pada para pedagang pribumi agar dapat bersaing dengan pedagang Cina. Saat itu perdagangan batik mulai dari bahan baku dikuasai oleh pedagang Cina, sehingga pedagang batik pribumi semakin terdesak. Kegelisahan Tirtoadisuryo itu diutarakan pada H. Samanhudi. Atas dorongan itu H. Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam di Solo (1911).  Pada mulanya SI bertujuan untuk kesejahteraan sosial dan persamaan sosial. Mula-mula SI merupakan gerakan sosial ekonomi tanpa menghiraukan masalah kolonialisme.

Pada kongres SI yang pertama, tanggal 26 Januari 1913, dalam pidatonya di Kebun Bintang Surabaya, ia menegaskan bahwa tujuan SI adalah menghidupkan jiwa dagang bangsa Indonesia, memperkuat ekonomi pribumi agar mampu bersaing dengan bangsa asing. Usaha di bidang ekonomi itu nampak sekali dengan didirikannya koperasi di Kota Surabaya. Di Surabaya pula berdiri PT. Setia Usaha, yang bergerak tidak saja menerbitkan surat kabar “Utusan Hindia”, juga bergerak di bidang penggilingan padi dan perbankan. Usaha itu dimaksudkan untuk membebaskan kehidupan ekonomi dari ketergantungan bangsa asing.

Indische Partij (IP) 

Indische Partij merupakan organisasi politik yang anggota-anggotanya berasal dari keturunan campuran Belanda-pribumi (Indo-Belanda) dan orang asli pribumi. Munculnya organisasi ini karena adanya sejumlah golongan orang Indo-Belanda yang dianggap lebih rendah kedudukannya dari pada orang Belanda asli

Organisasi Keagamaan

Pada abad ke-19, muncul gerakan pembaruan di negara-negara Islam, di Asia Barat. Pemikiran itu merupakan reaksi atas tantangan  barat.

Muhammadiyah

Keberadaan organisasi   BU telah memberikan inspirasi kepada KH Ahmad Dahlan untuk mendirikan sebuah orgaisasi yang bersifat modern bernama Muhammadiyah. Organisasi yang didirikan Ahmad Dahlan pada 18 November 1912, bercirikan organisasi sosial, pendidikan, dan keagamaan.

Nahdlatul Ulama (NU)
Pembaruan Islam yang dilakukan di kota-kota mendorong kaum tua yang ingin mempertahankan tradisi mereka untuk mendirikan organisasi. Reaksi positif dari golongan tradisionalisme adalah lahirnya organisasi di kalangan mereka. Saat itu kebetulan bertepatan dengan akan dilakukannya Kongres Islam sedunia (1926), di Hijaz.

Organisasi Islam lainnya

Gerakan Islam modern juga dilakukan oleh keturunan Arab di Indonesia. Pada tahun 1914 didirikan perkumpulan Al-Irsyad oleh  Syekh Ahmad Surkati. Ia berkeinginan agar pendidikan agama Islam dilakukan sejak dini dan diajarkan terus menerus. Juga dikembangkannya ukhuwwah Islamijah di antara pemeluk agama Islam. Banyaknya keturunan Arab yang berdomisili di Indonesia, mendorong A.R. Baswedan untuk mendirikan Partai Arab Indonesia pada tahun 1934. Mereka berpendapat bahwa Indonesia sebagai tanah airnya, karena mereka dilahirkan dari seorang perempuan Indonesia.

Majelis Islam Ala Indonesia (MIAI)

MIAI merupakan gabungan dari organisasi politik dan beberapa organisasi massa yang bersifat moderat terhadap Belanda. Golongan Muslim yang tergabung dalam organisasi memilih sikap nonkooperasi terhadap pemerintahan kolonial. Saat Jepang berkuasa, organisasi ini mendapat kelonggaran menjalankan aktivitasnya, sementara aktivitas organisasi yang lain dilarang. Karena MIAI dipandang sebagai organisasi yang anti barat.

Organisasi pemuda

Di samping organisasi keagamaan juga berkembang organisasi dan partai politik.  Organisasi itu masih bersifat kedaerahan dan menentang kolonialisme. Organisasi itu mempunyai tujuan untuk kebangsaan dan cinta tanah air.

Organisasi Wanita

Organisasi wanita yang berkembang sebelum tahun 1920, lebih menekankan pada perbaikan status sosial di dalam keluarga. Organisasi itu juga menekankan pada pentingnya pendidikan dan masih bersifat kedaerahan. Pada tahun 1912, berdiri organisasi Putri Mardika di Jakarta.

Partai Komunis Indonesia

Dalam kongres nasional SI yang pertama penggabungan prinsip Islam dan sosialisme dibicarakan. Sosialisme dipandang sebagai simbol modern yang berlawanan dengan imperialisme.

Perhimpunan Indonesia: Manifesto Politik

Pada awal abad ke-20, para pelajar Hindia yang berada di Belanda mendirikan organisasi yang bernama Indische Vereniging (1908), yaitu perkumpulan Hindia, yang beranggotakan orang-orang Hindia, Cina dan Belanda.

Taman Siswa

Azas Taman Siswa adalah “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa,                Tut         Wuri      Hkamuyani”. Artinya, “guru di depan harus memberi                 contoh atau       teladan, di tengah harus bisa menjalin kerjasama, dan di belakang harus memberi motivasi atau dorongan kepada para siswanya.”  Azas ini masih relevan dan penting dalam dunia pendidikan

Organisasi Buruh

Perkumpulan Adhi Dharma yang didirikan oleh Suryopranoto (kakak Ki Hajar Dewantara) pada tahun 1915 berperan sebagai organisasi yang membela kepentingan kaum buruh.

Menganalisis Pengertian Karakteristik Puisi dan Menulis Paragraf

Menganalisis Pengertian Karakteristik Puisi dan Menulis Paragraf

Menganalisis Pengertian Karakteristik Puisi dan Menulis Paragraf

Pengertian Karakteristik Puisi – Puisi sudah tak aneh lagi, bukan? Meskipun begitu, mungkin Anda sependapat bahwa puisi itu tidak membosankan. Apalagi jika menganalisis unsur-unsur bentuk puisi karena akan banyak manfaat atau hikmah yang dapat kita ambil dari puisi itu. Tentu Anda sudah tidak sabar untuk menganalisis puisi dalam uraian ini. Baiklah kita mulai belajar, sekarang! Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya makna. Puisi dibentuk oleh struktur fisik (tipografi, diksi, majas, rima, dan irama) serta struktur batin (tema, amanat, perasaan, nada, dan suasana fisik).

Pengertian Karakteristik Puisi
Pengertian Karakteristik Puisi

Pengertian Karakteristik Puisi

Ciri-ciri puisi adalah sebagai berikut. a. Dalam puisi terdapat pemadatan semua unsur kekuatan bahasa. b. Dalam penyusunannya, unsur-unsur bahasa itu dirapikan, diperindah, dan diatur sebaik-baiknya dengan memerhatikan irama dan bunyi. c. Puisi mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair berdasarkan pengalamannya dan bersifat imajinatif. d. Bahasa yang dipergunakan bersifat konotatif.

Menceritakan Pengalaman Lucu dan Mengharukan

Gara-gara Papan Nama

Pengertian Karakteristik Puisi – apan nama sering kurang diperhatikan. Meski di depan rumah terpampang papan nama dokter hewan, ada saja “pasien manusia” yang “nyasar” minta diobati ibu saya, yang buka praktik di rumah. Suatu malam, kira-kira pukul 22.00 datang seorang pria bermobil. Ia terlihat panik, dan mengaku sedang membawa pasien dalam keadaan gawat dan perlu pertolongan segera. Saat itu, kakak perempuan saya yang menerimanya. Kepada pria itu, kakak saya bilang, “Dokter sedang keluar kota, baru besok  sore pulang. Sebaiknya, pasien dibawa ke klinik terdekat.” Tanpa berpikir panjang, pria itu menuruti saran kakak saya.

Selang beberapa hari, terdorong rasa ingin tahu, saat bertemu si empunya klinik hewan yang berpraktik di kompleks sebelah, ibu saya bertanya, “Apa sih yang diderita pasien gawat malam itu?” Jawabnya, “Kumaha (bagaimana) ibu teh. Saya mah cuma mengobati hewan, kok disuruh mengobati orang mencret-mencret! Yang tempo hari itu orang sakit diare, Bu!” Sampai sekarang ibu masih praktik, tapi papan nama dokter hewan sudah dicopot. Anehnya, justru setelah itu tak pernah ada lagi “pasien manusia” yang nyasar. (Intisari/No.409/Agustus 1997)

Menceritakan Pengalaman yang Mengharukan

Rasanya Amang Masih Dinas, Belum Meninggal

Pengertian Karakteristik Puisi – Tiba-tiba rakyat Indonesia tersentak, ketika H. Sory Ersa Siregar, wartawan RCTI, meninggal tertembak oleh GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Begitu banyak karya dan kenangan yang dia tinggalkan. “Amang jangan pergi dong!” “Emang kenapa?” “ Amang kan baru aja pergi sebulan ke Aceh, masa baru dua minggu di rumah, udah mau pergi lagi ke sana,” ajuk Sarah dengan wajah memelas setengah marah. “Nggak apa-apalah, Cuma dua minggu kok di sananya. Nanti habis itu, kita liburan ke Solo, nengokin Bang Iwan,” ujar Sory Ersa Siregar. Tapi takdir Ilahi berkehendak lain, Sarah tak pernah menyangka kalau itu adalah pertemuan terakhirnya dengan sang ayah. Sarah tidak ingat kapan hari di bulan Juli itu pihak RCTI menghubungi rumahnya mengatakan bahwa Amang tercintanya hilang di Aceh Timur bersama kameramen dan sopir RCTI, juga dua orang perempuan yang menumpang di mobil RCTI.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tak terasa sudah enam bulan. Rindu Sarah pada Amang terobati ketika menerima kabar dari telepon bahwa Amang baik-baik saja, cukup makan dan tidur. Sarah ingat betul di penghujung 2003, Senin, 29 Desember, waktu beduk magrib baru berlalu, ibunya menerima telepon ucapan belasungkawa. Sejak itu, telepon rumah tidak pernah berhenti berdering dari sahabat dan kerabat yang mengucapkan dukacita atas meninggalnya Ersa. Tanpa Sarah sadari, rumahnya sudah dikerumuni banyak orang. Sarah termangu, kebingungan, antara percaya dan tidak dengan kabar tentang Amangnya yang gugur dalam tugas, tertembak tentara ketika terjadi baku tembak antara TNI dan GAM. Namun, itulah kenyataannya, amangnya telah meninggal dan pulang hanya tinggal jasad dalam peti mati. Air mata Sarah membanjir ketika melihat peti mati yang membawa jenazah Amangnya diturunkan dari bandara. Kenapa Amang harus pulang seperti ini?

Kalimat-kalimat manakah yang menunjukkan rasa haru? 2. Ceritakan kembali cerita mengharukan di atas dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat! 3. Tulislah satu cerita pengalaman mengharukan yagn pernah Anda alami! 4. Ceritakan pengalaman mengharukan yang Anda tulis itu di depan kelas!

Menulis Paragraf Deskriptif

Paragraf 1

Pengertian Karakteristik Puisi – Liburan panjang kemarin kamu pergi ke Tanjung Lesung Resort. Air laut yang tenang memberi keindahan tersendiri saat memandangnya dari beranda Krakatau Bar, Tanjung Lesung Resort. Sebuah pemandangan yang menakjubkan, serasa berada persis di bibir pantai karena pantulan warna air dari kolam renang di depan bar seakan menyatu dengan air laut. Tak berlebihan jika banyak yang melukiskan keindahan pantai ini laksana surga.

Paragraf 2

Gadis yang berambut ikal dan berkulit sawo matang itu bernama Santi. Ia dilahirkan di Kota Medan, 7 Juli 1996. Umurnya 10 tahun. Kedua orang tuanya menjulukinya si kancil yang pintar, karena selain pintar ia pun sangat lincah dan periang. Hobinya membaca, menulis surat, dan bermain sepatu roda. Ia juga suka bermain lompat tali dan congklak dengan teman-temannya. Kemudian, hal yang paling berkesan dalam hidupnya adalah ketika ia menjadi juara menyanyi. Adapun pandangan hidupnya, kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana-mana.

Setelah membaca kedua contoh paragraf di atas, tunjukkanlah persamaan dan perbedaan karakteristik antara kedua paragraf tersebut. Tulis dalam buku kerja Anda!

Pengertian Karakteristik Puisi – Dari kedua contoh di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa paragraf deskripsi adalah jenis paragraf yang menggambarkan sesuatu berdasarkan pengindraan dengan jelas dan terperinci. Deskripsi bertujuan melukiskan, membeberkan, atau menggambarkan sesuatu yang menjadi objek. Dengan kata lain, deskripsi adalah suatu tulisan atau karangan yang bertujuan menggambarkan atau melukiskan pengalaman, pendengaran, perabaan, penciuman, perasaan, dan situasi atau masalah. Pengindraan terhadap suatu situasi, keadaan, atau masalah akan melahirkan gambaran atau lukisan yang bertumpu pada penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan perasaan.

1. Pilihlah seorang teman Anda sebagai objek, kemudian cermati dan telitilah teman Anda itu secara saksama! 2. Tulislah namanya, lalu selidiki apakah nama tersebut mengandung riwayat tertentu! 3. Cermatilah sosok atau postur tubuhnya, warna mata, warna kulit, warna dan bentuk/model rambut! 4. Telitilah bahan dan model pakaiannya! 5. Tanyakan tempat dan tanggal lahir, nama kedua orang tua, daerah asal, riwayat pendidikan, Latihan 5 hobi, makanan kesukaan, pengalaman yang paling berkesan, dan pandangannya terhadap kehidupan masa kini dan masa depan! 6. Setelah data terkumpul, susunlah kerangka paragraf deskripsi yang menggambarkan teman Anda itu dan tentukanlah judulnya, lalu kembangkanlah menjadi karangan deskripsi. 7. Periksalah karangan teman-teman Anda, terutama dari segi isi karangan, kalimat utama, kalimat penjelas, struktur kalimat, diksi, dan ejaan!

1. Puisi dibentuk oleh struktur fisik (tipografi), diksi, majas, rima, dan irama) serta struktur batin (tema, amanat, perasaan, nada, dan suasana fisik). 2. Paragraf deskripsi adalah jenis paragraf yang menggambarkan sesuatu berdasarkan pengindraan dengan jelas dan terperinci.

Pengertian Karakteristik Puisi – Anda telah mempelajari beberapa kompetensi pada bab bertema “Pengalaman”. Bagi Anda yang senang berpuisi, menulis atau membaca puisi tentu sangat menyenangi kompetensi pertama bab ini. Anda tentu akan semakin paham karakteristik sebuah puisi. Pada kompetensi kedua Anda mempelajari materi pengalaman lucu dan mengharukan. Dalam kehidupan sehari-hari kadang Anda menemukan pengalaman lucu atau mengharukan yang tak terlupakan, tetapi Anda bingung bagaimana cara menceritakannya pada orang lain. Nah, pada bab ini Anda telah mempelajari caranya menceritakan pengalaman lucu. Tentunya Anda sekarang sudah mampu menceritakan pengalaman lucu atau mengharukan pada teman atau sahabat Anda.

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Habis kikis Segala cintaku hilang terbang Pulang kembali aku padamu Seperti dahulu Kaulah kandil kemerlap Pelita jendela di malam gelap. Melambai pulang perlahan Sabar, setia selalu Tema penggalan puisi “Padamu Jua” karya Amir Hamzah di atas adalah…. a. cinta b. sosial c. ketuhanan d. kesunyian e. alam Bacalah penggalan puisi “Mongonsidi” karya Subagyo Sastrowardoyo berikut ini untuk menjawab soal 2 – 4! Aku adalah dia yang memimpin pasukan gerilya membebaskan kota Aku adalah dia yang disanjung kawan sebagai pahlawan bangsa Aku adalah dia yang digiring sebagai hewan di muka regu eksekusi Aku adalah dia yang berteriak merdeka sebelum ditembak mati Aku adalah dia, ingat, aku adalah dia. 2. Nilai-nilai yang terkandung dalam penggalan puisi di atas adalah … . a. perjuangan b. kehidupan c. sosial d. kemanusiaan e. ketuhanan

Pengertian Karakteristik Puisi

Menulis Macam Macam Puisi Langkah – langkah Menganalisis Isi Puisi

Menulis Macam Macam Puisi Langkah – langkah Menganalisis Isi Puisi

Menulis Macam Macam Puisi Langkah – langkah Menganalisis Isi Puisi

Macam Macam Puisi
Macam Macam Puisi

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk menganalisis isi puisi tersebut.

Macam Macam Puisi

a. Mendapatkan gambaran makna Anda tentunya telah membaca puisi tersebut secara berulang-ulang untuk mencoba memahami judul “Salju” serta berusaha mendapatkan gambaran maknanya secara keseluruhan untuk menangkap makna. Untuk memahami kata “salju” sebagai judul puisi tersebut, kita harus berusaha mendapatkan gambaran tentang ciri-ciri dan berbagai macam kemungkinan makna yang dikandungnya.

b. Gambaran makna yang diperoleh Dari proyeksi berbagai macam kemungkinan makna kata “salju” misalnya, kita temukan gambaran makna berikut. – Suatu musim atau keadaan ketika salah satu bagian bumi ini hanya ditebari oleh serpih es yang dingin; – Sebagai akibat dari keadaan tersebut, bagian bumi yang terkena musun salju itu seolah-olah mati, tumbuh-tumbuhan gundul, aktivitas kerja di luar terhenti, orang jarang keluar rumah, dan bagian bumi itu sendiri seakan-akan tidak punya arti, bahkan menjadi suatu kenyataan atau bagian yang tidak disenangi. Dari proyeksi makna tersebut, sekarang dapat ditentukan bahwa kata atau judul “salju”mengandung makna sesuatu yang tidak berarti.

c. Menganalisis unsur sense (makna) Dalam hal sense, secara sederhana dapat ditetapkan bahwa lewat puisi “Salju” itu penyair menggambarkan seseorang yang sedang kebingungan. Ia tidak tahu ke mana harus pergi. Saat itu, sesuatu yang tidak berarti sedang menimpa dirinya. la tidak tahu jalan untuk mencari perlindungan ketika tubuhnya basah kuyup. Dia ingin berusaha mencari api untuk menghidupkan bara hatinya yang mati, tetapi tidak tahu ke mana harus lari. Akhirnya sampailah dia pada satu keputusan “mencuci diri”.

d. Kategori kata Untuk membuktikan kebenaran gambaran makna judul maupun gambaran makna secara umum tersebut, kita sekarang perlu menelaah lebih mendalam. Jalan pertama yang kita tempuh adalah mengategorikan kata-kata yang termasuk kategori lambang dan kata-kata yang termasuk kategori simbol. Dalam hal ini ditetapkan bahwa kata-kata dalam puisi tersebut yang termasuk lambang adalah kata-kata “ke manakah”, “pergi”, “mencari”, dan “ketika”. Adapun kata-kata yang bersifat simbolik adalah “matahari”, “salju turun”, “pohon”, dan “kehilangan daun”.

Macam Macam Puisi

e. Memahami makna simbolik Tugas Anda sekarang adalah berusaha memahami makna kata yang bersifat simbolik tersebut. Pertama, kata matahari”. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa kata “matahari” berhubungan dengan makna “kehidupan”, kata “salju” berhubungan dengan makna “sesuatu yang tidak berarti”

Masalahnya sekarang, apakah yang dimaksud dengan “pohon” dan “kehilangan daun”? Siapa pun akan memaklumi bahwa daun adalah ciptaan Tuhan. Dengan kata lain, daun adalah makhluk ciptaan Khalik. Pertanyaannya sekarang: Makhluk apakah yang mampu menyadari ketidakberartian hidupnya? Makhluk apakah yang dengan sadar berusaha mencari kehidupan? Jawabnya tentu, manusia. Pohon yang kehilangan daun, tentu hidupnya tidak berarti. Selain itu, jika pohon itu merupakan simbol dari manusia, berarti manusia yang kehilangan daun itu hidupnya tiada berarti. Setelah memahami makna kata-kata simbolik pada bait pertama, tugas kita sekarang adalah berusaha memahami makna kata simbolik pada bait berikutnya. Sering kali pemahaman makna kata-kata simbolik menjadi semacam kunci untuk memahami makna kata-kata simbolik berikutnya. Dengan berangkat dari anggapan demikian, dapatkah Anda memahami makna kata “tubuh”, “basah kuyup”, “pintu tertutup”, dan kata “api”?

f. Membahas makna setiap larik Setelah Anda mencoba sendiri berusaha memahami katakata simbolik tersebut, baik sendirian atau lewat diskusi, silakan Anda coba membahas makna setiap lariknya. Larik pertama yang berbunyi “ke manakah pergi” mudah untuk dimengerti. Larik kedua yang berbunyi ketika “salju turun”-lah yang perlu diperhatikan baikbaik. Jika dihubungkan dengan proyeksi makna kata “salju” turun tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa baris ketika salju turun” mengandung makna ketika hidupku sepi tidak berarti. Adapun larik keempat yang berbunyi pohon kehilangan daun” dapat diartikan sebagai ketika diriku hampa tidak bermakna.

g. Memahami hubungan antarbaris Dari telaah tersebut, semakin jelas bagaimana hubungan antara baris yang satu dengan baris lainnya. Sebagai penutur atau pemakai bahasa Indonesia, Anda tentunya tidak akan mengalami kesulitan seandainya diminta untuk mempertalikan baris-baris di atas ke dalam satuan-satuan kalimat.

h. Simpulan pokok pikiran makna puisi Sudahkah Anda mencoba menyusun paragraf berdasarkan satuan-satuan bait tersebut? Jika sudah, tugas Anda sekarang adalah melihat satuan-satuan pokok pikiran dalam paragraf-paragraf yang telah Anda buat sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam puisi tersebut terdapat empat pokok pikiran yang saling berkaitan. Keempat pokok pikiran itu adalah sebagai berikut. 1) Ke mana aku harus pergi di saat hidupku hampa tidak berarti? 2) Kepada siapa aku meminta perlindungan di saat diriku menderita dan tidak seorang pun mau menerima diri saya? 3) Ke mana harus pergi mencari petunjuk dan semangat kehidupan saat semangat hidupku padam tidak berarti? 4) Dalam situasi demikian, tidak ada jalan lain selain bersujud di hadapan Tuhan untuk menyucikan diri.

Macam Macam Puisi

i. Memahami sikap penyair terhadap puisi Sekarang, bagaimana halnya dengan sikap penyair terhadap pokok-pokok pikiran puisi tersebut? Ada bermacam-macam sikap seseorang sewaktu menghadapi situasi demikian. Mungkin mereka akan termenung sendirian, bertindak masa bodoh, menyalahkan orang lain, dan berbagai kemungkinan sikap lainnya. Akan tetapi, lain halnya dengan sikap penyair. Ia mengungkapkan bahwa dalam situasi demikiaan tidak ada jalan lain kecuali mencuci diri. Dari pernyataan tersebut, dapat diketahui bahwa dalam menampilkan pokok-pokok pikirannya, penyair memiliki satu sikap, yakni berserah diri kepada Tuhan.

j. Sikap penyair terhadap pembaca puisi Sikap penyair terhadap pembaca akan menunjukkan adanya sikap yang bermacam-macam. Dalam hal ini mungkin sikap masa bodoh, mengajak, menggurui, keramahtamahan, kebencian, persahabatan, dan lain-lainnya. Adanya sikap-sikap tertentu dalam suatu puisi umumnya ditandai oleh bentuk-bentuk pernyataan tertentu. Dalam hal ini, jangan tutup mata Anda. Seandainya tanda-tanda tertentu yang dapat menyiratkan sikap penyair terhadap pembaca tidak ada, dapat dipastikam bahwa penyair menyikapi pembaca dengan sikap masa bodoh.

k. Rangkuman penafsiran puisi Tugas Anda sekarang adalah merangkum keseluruhan hasil penafsiran tersebut, baik penafsiran terhadap satuan-satuan pokok pikiran, sikap penyair terhadap pokok pikiran, maupun sikap penyair terhadap pembaca sewaktu menampilkan pokok-pokok pikiran tertentu ke dalam satu kesatuan yang utuh. Dengan cara demikian, pada dasarnya Anda sedang berupaya menemukan totalitas makna puisi yang Anda baca. Cobalah kerjakan sendiri upaya pencarian totalitas makna tersebut dengan jalan merangkum satuan-satuan paragraf yang telah Anda susun serta Anda telah memasukkan unsur feeling dan tone ke dalamnya.

l. Menentukan tema puisi Pembahasan tema pada dasarnya merupakan pembahasan yang cukup rumit karena dalam hal ini penganalisis harus mampu berpikir secara mendasar. Hal itu dapat saja dimaklumi karena tema berhubungan dengan lapis dunia yang metafisis (gaib). Untuk mencapainya, pembaca harus membaca hasil rangkuman totalitas makna yang telah dibuat secara berulang-ulang untuk membuat satu simpulan yang menjadi inti keseluruhan totalitas maknanya.

Macam Macam Puisi – Dari keseluruhan totalitas makna yang terdapat dalam puisi berjudul “Salju”, misalnya, dapat dikatakan bahwa tema dalam puisi tersebut adalah hanya dengan menyucikan diri manusia dapat menikmati kehidupan yang berarti.

Uji Materi

1. Bacakanlah puisi berikut dengan baik oleh salah seorang di antara Anda. 2. Selama puisi ini dibacakan, tutuplah buku Anda dan cermatilah isi puisi dengan saksama. Jika perlu, bacakanlah beberapa kali secara bergiliran.

Tuhan, Kita Begitu Dekat Karya Abdul Hadi W.M.

Tuhan Kita begitu dekat Seperti api dengan panas Aku panas dalam apimu Tuhan Kita begitu dekat Seperti kain dengan kapas Aku kapas dalam kainmu Tuhan Kita begitu dekat Seperti angin dengan arahnya Kita begitu dekat Dalam gelap Kini nyala Pada lampu padammu Sumber: Majalah Horison, Edisi Khusus Puisi Internasional Indonesia, 2002

3. Kemukakanlah hasil penghayatan Anda terhadap puisi tersebut. 4. Diskusikanlah dengan teman-teman Anda.

Sastrawan dan Karyanya 

Macam Macam Puisi – Wing Kardjo dilahirkan tanggal 23 April 1937 di Garut (Jawa Barat). Ia menyelesaikan pendidikan B-l Prancis di Jakarta (1959); Diploma de Literatur Francis dari Universitas Sorbonne, Paris (1965), tamat Jurusan Prancis Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran (1973) dan meraih gelar Doktor dari Universite Paris VII dengan disertasi Sitor Situmorang: La vie et I’oeuvre d’un poete Indonesia (1981). Ia pernah mengajar di SMA, SESKOAD, Institut Kesenian Jakarta, Fakultas Sastra UNPAD, dan sejak 1984 mengajar di Universitas Tokyo, Jepang. Selain itu, ia juga pernah menjadi redaktur kebudayaan Indonesia Express dan redaktur Khatulistiwa/ Indonesia Raya. Tahun 1977, ia mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda. Kumpulan sajaknya: Selembar Daun, Perumahan, Pohon Hayati: Sejemput Haiku (2002), dan Fragmen Malam (1997). Ia meninggal di Jepang pada 19 Maret 2002. Sumber: Ensiklopedi Sastra Indonesia , 2004

Macam Macam Puisi