Cara Menghayati Watak Tokoh

Cara Menghayati Watak Tokoh

Ketika Anda akan mementaskan naskah drama, pemilihan pemain harus dipertimbangkan dengan tepat. Pemain dalam drama harus benar-benar menghayati watak tokoh yang dimainkan. Supaya dapat menghayati watak tokoh dengan benar, pemain harus membaca dan mempelajari naskah drama dengan cermat. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan pemain drama adalah: a. kemampuan calon pemain, b. kesesuaian postur tubuh, tipe gerak, dan suara yang dimiliki calon pemain dengan tokoh yang akan dimainkan, c. kesanggupan calon pemain untuk memerankan tokoh dalam drama. Jika ketiga hal di atas dapat dipenuhi oleh calon pemain, akan mempermudah dalam penghayatan watak tokoh dalam drama yang akan dipentaskan. Hal lain yang harus diperhatikan, saat Anda akan menghayati watak tokoh dalam drama yang akan diperankan adalah sebagai berikut: ? Pahamilah ciri-ciri fisik tokoh yang diperankan, seperti jenis kelamin, umur, penampilan fisik, dan kondisi kesehatan tokoh. ? Pahamilah ciri-ciri sosial tokoh yang diperankan, seperti pekerjaan, kelas sosial, latar belakang keluarga, dan status tokoh yang akan diperankan. ? Pahamilah ciri-ciri nonfisik tokoh, seperti pandangan hidup dan keadaan batin. ? Pahamilah ciri-ciri perilaku tokoh dalam menghadapi dan menyelesaikan sebuah konflik. mdd90kt

Pementasan Drama

Hal-hal yang dipersiapkan dalam pementasan drama adalah: ? Sutradara (pemimpin pementasan), ? Penulis naskah (penulis cerita), ? Penata artistik (pengatur setting, lighting, dan properti), ? Penata musik (pengatur musik, pengiring, dan efek-efek suara), ? Penata kostum (perancang pakaian sesuai dengan peran), ? Penata rias (perancang rias sesuai dengan peran), ? Penata tari/koreografer (penata gerak dalam pementasan), ? Pemain (orang yang memerankan tokoh),

Ayo menghayati dan mengamalkan Pancasila!

Gambar 1.1. menunjukkan Lambang Negara Garuda Pancasila dan Gedung Pancasila. Apa yang kalian ketahui tentang Lambang Negara Garuda Pancasila ? Semoga kalian masih ingat karena materi ini sudah kalian pelajari di sekolah dasar. Bagaimana dengan Gedung Pancasila ? Gedung Pancasila merupakan salah satu gedung bersejarah bagi perjuangan bangsa dan negara Indonesia. Bertempat di gedung yang terletak di Jalan Pejambon Nomor 6, Jakarta Pusat, terjadi proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara. Oleh karena itu sudah sepantasnya gedung ini bernama Gedung Pancasila. Coba kalian cari informasi lebih lanjut tentang gedung ini dari berbagai sumber belajar.

Coba kalian menyanyikan lagu “Garuda Pancasila” secara bersama-sama, dipimpin salah seorang kalian. Nyanyikanlah lagu tersebut dengan khidmat. Bagaimana perasaanmu setelah menyanyikan lagu tersebut? Jika lagu “Garuda Pancasila” kalian nyanyikan dengan khidmat, akan timbul semangatmu untuk mencintai Pancasila sebagai dasar negara. Coba kalian baca secara cermat lirik lagu tersebut. Apa nilai dan semangat yang termuat dalam lagu tersebut ?
Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil perjuangan para pendiri negara Pendiri negara merupakan orang-orang yang telah berjuang untuk mendirikan bangsa dan negara. Jasa-jasa mereka seharusnya tidak kita lupakan. Seperti dikatakan Proklamator Ir. Soekarno, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah” atau yang lebih dikenal dengan singkatan “Jasmerah”. Tidak melupakan sejarah merupakan kewajiban warga negara sebagai bangsa Indonesia. Melupakan sejarah sama saja dengan menanggalkan identitas bangsa Indonesia itu sendiri. Kita semua memiliki masa lalu, memiliki sejarah masing-masing. Peristiwa yang terjadi hari ini dan masa depan yang akan dibangun merupakan proses dan hasil sepanjang sejarah tersebut.
Para pendiri negara pada masa lalu telah merumuskan dan menetapkan dasar negara dalam menggapai cita-cita sebagai negara yang merdeka dan berjaya. Dasar negara Pancasila berguna untuk mengantarkan kemerdekaan dan kejayaan bangsa Indonesia. Pada bab ini, kalian akan mempelajari sejarah dan nilai yang terdapat dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara dan bagaimana Pancasila tersebut dihayati oleh bangsa Indonesia sehingga kehidupan bangsa Indonesia yang besar dan beragam dapat tercipta dengan indah.

Menghayati Pesan Puisi “Seonggok Jagung”

Menghayati Pesan Puisi “Seonggok Jagung”

Menghayati Pesan Puisi “Seonggok Jagung”

SEONGGOK JAGUNG
Karya W.S. Rendra
Seonggok jagung di kamar,
takkan menolong seorang pemuda
yang pandangan hidupnya hanya berasal dari buku,
dan tidak dari kehidupan…
Yang tidak terlatih dalam metode,
dan hanya penuh hafalan kesimpulan,
yang hanya terlatih sebagai pemakai,
tetapi kurang latihan bebas berkarya,
Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupannya!

Aku bertanya
Apakah gunanya pendidikan,
bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
di tengah kenyataan persoalannya?
Apakah gunanya pendidikan bila hanya mendorong seseorang
menjadi layang-layang di ibu kota,
menjadi sekrup-sekrup di Schlumberger, Freeport, dan sebagainya,
kikuk pulang ke daerahnya?
Apakah gunanya seseorang
belajar teknik, kedokteran, filsafat, sastra,
atau apa saja,
ketika ia pulang ke rumahnya, lalu berkata:
“Di sini aku merasa asing dan sepi!!”

Menghayati Pesan Puisi
Menghayati Pesan Puisi

Menghayati Pesan Puisi

(1) Puisi karya W.S. Rendra di atas menggambarkan seorang pemuda yang hanya
tinggal berdiam; terkungkung di dalam rumah sehingga ia tidak hidup bebas
bergerak dan berekspresi di luar rumah. Setelah membaca puisi tersebut,
bandingkan isinya dengan kesempatan kalian untuk berpendapat dalam
kehidupan sehari-hari!
(2) Bagaimanakah kesempatan kalian untuk berpendapat di rumah?
(3) Bagaimanakah kesempatan kalian untuk berpendapat di masyarakat?
(4) Setujukah kalian bahwa pendidikan sekolah yang sekarang diselenggarakan dinegara tercinta ini secara terus-menerus sedang mengembangkan kesempatan untuk berpendapat bagi siswa?