Pengertian Menyimak Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda

Pengertian Menyimak Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda

Pengertian Menyimak Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda

Pengertian Menyimak Memahami
Pengertian Menyimak Memahami

A. Menyimak untuk Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda

Pengertian Menyimak Memahami – Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting dikuasai. Dengan menyimak, kita akan mampu memberikan respons menganggukkan kepala, menggelengkan kepala, tersenyum, sedih, marah, dan sebagainya. Sebagai contoh, ketika guru menerangkan materi pelajaran di depan kelas, tentu Anda akan menganggukkan kepala jika memahami penjelasan guru. Anda pun akan tersenyum jika penjelasan guru Anda itu lucu.

1. Menunjukkan reaksi kinetik terhadap lafal, jeda, intonasi, dan tekanan yang lazim atau baku dan tidak

Pengertian Menyimak Memahami – Anda tentu akan mudah memahami maksud atau isi kalimat bacaan yang dibaca. Akan tetapi, dalam bahasa lisan tidak semudah itu. Hal ini disebabkan bahasa lisan berkaitan dengan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda. Lafal yaitu cara mengucapkan bunyi bahasa. Pelafalan sebuah bunyi bahasa akan menentukan makna. Melafalkan kata yang tidak tepat dapat menyebabkan salah pengertian. Pelafalan kata tertentu yang salah akan menyebabkan kata tersebut menjadi kata tidak baku atau tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Perhatikan contoh kalimat-kalimat berikut. a. Walaupun kamu berusaha meyakinkan, saya tetap merasa sangsi. b. Kapal Livina tenggelam karena sarat penumpang. c. Pekerjaan kalian harus ditulis dengan menggunakan kertas folio. Apabila Anda salah melafalkan kata-kata bercetak miring dalam kalimat tersebut, akan menjadikan kata tersebut salah arti. Bandingkan kalimat-kalimat tersebut dengan kalimat-kalimat berikut. a. Dia mendapat sanksi dari wali kelas karena tidak disiplin. b. Semua peserta telah mengikuti syarat yang telah di tetap kan. c. Penyakit polio harus dicegah sejak dini. Selain itu, jika kita tidak tepat dalam melafalkan dan menuliskan kata-kata tersebut, akan berubah menjadi kata tidak baku. Perhatikan contoh kalimat berikut. a. Ia melamar menjadi sekertaris di perusahaan itu. b. Kakakku saat ini sedang giat mempelajari sastera. c. Hal ini Pak Roni mendapat jadual ronda.

Pengertian Menyimak Memahami – Ayo, cermati kata-kata bercetak miring dalam ketiga kalimat tersebut. Seperti diketahui, kata-kata bercetak miring dalam ketiga kalimat tersebut merupakan kata tidak baku. Kata baku dari kata sekertaris adalah sekretaris, kata baku sasetra adalah sastra, dan kata baku dari jadual adalah jadwal.

Pengertian Menyimak Memahami – Jeda mengandung makna perhentian sebentar dalam ujaran. Pada saat berbicara atau membaca, arus ujaran itu terhenti-henti oleh jeda. Jeda terbagi menjadi dua, yakni jeda sesaat yang me nunjukkan bahwa tutur masih akan dilanjutkan dan jeda panjang. Jeda sesaat dinyatakan dengan (,) atau titik koma (;), sedangkan jeda panjang dinyatakan dengan tanda seru (!), tanda tanya (?) atau tanda titik (.). Intonasi bermakna lagu kalimat. Intonasi merupakan ga bungan antara tekanan, nada, dan waktu yang menyertai suatu tutur dari awal sampai jeda akhir. Intonasi merupakan perpaduan tekanan nada, jeda, dan lafal. Tekanan bermakna memberi kekuatan yang lebih besar dalam artikulasi pada salah satu bagian ujaran sehingga lebih menonjol dari bagian ujaran lain. Tekanan berkenaan dengan tinggi-rendah, keras-lembut, panjang-pendek, dan kadang-kadang berhenti sebentar atau agak lama sebuah ujaran. Terdapat dua jenis tekanan, yaitu tekanan aksen dan tekanan kalimat. Tekanan aksen digunakan untuk melafalkan kata yang penting dengan cara diucapkan. Sementara tekanan kalimat digunakan untuk menyatakan kata penting dalam kalimat.

Pengertian Menyimak Memahami

2. Mengomentari lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tidak lazim Memberikan komentar berarti mengajukan pertim bangan atau pendapat terhadap sesuatu. Mengomentari dapat diajukan apabila kita menguasai atau memahami sesuatu yang akan dikomentari. Komentar dapat berupa pernyataan setuju, pernyataan tidak setuju, usulan, kritik, atau sanggahan yang bersifat tidak memaksa. Mengomentari lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tidak lazim atau baku dan yang tidak, dapat dilakukan terhadap tuturan atau informasi yang disampaikan secara lisan. Nah, sekarang cermatilah wacana berikut. Dalam wacana tersebut sudah diberi tanda lafal dan tanda intonasi. Sepakatilah dengan guru Anda untuk membacakan wacana berikut dengan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tepat. Ayo, bacakanlah wacana tersebut secara bergantian.

Pengertian Menyimak Memahami

B. Menulis dengan Memanfaatkan Kategori atau Kelas Kata 

Anda tentu gemar menulis, bukan? Tulisan yang Anda susun itu merupakan rangkaian kata-kata yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi indah dan enak untuk dibaca. Begitu juga ketika Anda membaca sebuah wacana. Wacana tersebut disusun atas rangkaian-rangkaian kata sedemikian rupa sehingga menjadi mudah dipahami maksud atau makna wacana tersebut. Sekarang, sebelum Anda belajar menulis dengan memanfaatkan kelas kata, bacalah wacana berikut dengan saksama.

Pemberdayaan Keluarga

Untuk mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga, aparat harus mampu membangun partisipasi masyarakat agar mau turut serta. Semua komponen harus bergerak bersama, jangan hanya bertumpu dan berharap kepada pemerintah. Ketua Yayasan Damandiri, Prof. Dr. Haryono Suyono, mengemukakan hal itu di hadapan sejumlah camat di Kota Serang, Banten, kemarin. “Mulai dari kepala desa, lurah, camat, bahkan sampai walikota atau bupati harus mampu membangkitkan partisipasi masyarakat,” katanya. Untuk itu, pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara terkoordinasi antara lembaga. Harus ada koordinasi yang baik antarlembaga yang terkait, antara lain Dinas PU, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta lembagalembaga yang terkait dengan perekonomian. Selain koordinasi antarlembaga, dituntut pula komitmen yang tinggi tiap lembaga yang terkait. Diawali dengan pendataan yang akurat, lalu dilakukan sweeping untuk menemukan keluargakeluarga miskin yang memang benar-benar me merlukan bantuan. Haryono menyebutkan bahwa keluarga muda harus mem peroleh prioritas untuk dientaskan kemiskin an nya. Me – ng entas kan kemiskinan, katanya, perlu pula melibatkan keluarga-keluarga mampu. “Mereka harus diajak untuk peduli terhadap keadaan lingkungannya sehingga bisa turut berpartisipasi terhadap program pengentasan kemis kinan,” tutur ketua Yayasan Damandiri itu. Seperti dikemukakan di berbagai daerah lainnya, di Serang, Banten pun, dia menyebutkan, upaya pengentasan kemiskinan lebih efektif dilakukan dengan cara pembentukan kelompok. Apapun namanya, menurut Haryono, pembentuk an kelompok itu mempermudah tiap anggota keluarga melakukan berbagai kegiatan ekonomi guna menunjang peningkatan per – ekonomian keluarga. Walau begitu, kelompok yang dibentuk tetap mengacu pada pemberdayaan keluarga (posdaya). Posdaya yang dibentuk harus mampu menjadi pusat berbagai informasi untuk menuju tujuan utama pembangunan milenium atau millenium development goals (MDGs). Misalnya, informasi mengenai pendidikan, kesehatan, dan peningkatan perekonomian keluarga. Pem bentukan posdaya itu bisa dari warga, kelompok koperasi, kelompok majelis taklim di mesjid-mesjid, atau lembaga sosial. “Tapi, yang jelas leading sector dari posdaya haruslah manusia,” katanya. Jadi, nantinya ukuran keberhasilannya bukan jumlah kekayaan yang dimiliki, tetapi berapa banyak warga masyarakat yang mampu dientaskan dari kemiskinan. Indi kasinya, banyaknya anak usia sekolah yang bisa bersekolah, makin banyaknya jumlah warga masyarakat yang sehat, serta makin berkurangnya balita penderita gizi buruk. Pemberdayaan Keluarga Sumber: Tempo, 15 November 2007 Guna mencapai hal tersebut, Haryono menge mukakan, tiap instansi yang ada harus berkomitmen. Di dunia pendidikan, diupayakan setiap anak usia sekolah tetap bisa bersekolah. “Nggak peduli dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, libatkan keluarga yang mampu, agar mau membantu,” katanya. Anak usia dini harus bisa masuk pendidikan anak usia dini (PAUD).

Usai menyampaikan paparannya di hadapan para camat di Serang, Ketua Yayasan Damandiri itu juga menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan di Cilegon, Banten. Nota kesepekatan kerja sama antara Rumah Sakit (RS) Puri Mandiri Kedoya, Jakarta Selatan, dan Krakatau Medika, Cilegon, itu dilakukan antara direktur utama masing-masing RS. Yakni, Loet Affandi dari RS Puri Mandiri dan Suhardianto dari RS Krakatau Medika. Di bagian lain, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Serang, Banten, Asmudji, mengungkapkan bahwa kalau semua elemen yang ada di Serang saling mendukung, program pemberdayaan keluarga guna menuju pengentasan kemiskinan bisa berjalan dengan baik. “Insya Allah, akan tercapai,” ucapnya. Selaku wali kota, dia telah mempersiapkan konsep pengentasan kemiskinan. Menurut dia, pengentasan kemiskinan yang akan dijalankan di Serang akan diawali dengan langkah penyadaran. Penyadaran dilakukan agar setiap warga masyarakat Serang menyadari akan arti pengentasan. “Dengan demikian, seluruh komponen mau berpartisipasi. Konsep pengkapasitasan juga termasuk dalam program yang dicanangkan, lalu pembentukan kelompokkelompok pemberdayaan,” ujarnya. Meski demikian, dia mengatakan bahwa dalam mengentaskan kemiskinan yang menjadi konsep utama adalah anggota masyarakat sebagai subjek. “Masyarakat bukanlah objek, dia harus menjadi subjek,” katanya. Dengan demikian, warga masyarakat bisa menjadi para pelaku ekonomi. Untuk mencapai pengentasan kemiskinan, Asmudji mencanangkan, pada akhir tahun ini target utamanya ialah menuntaskan wajib belajar sembilan tahun bagi anak-anak usia sekolah. Selain itu, di bidang kesehatan, dia menargetkan bisa menekan angka balita gizi buruk. Terakhir, tentu diupayakan menekan angka kemiskinan. Sumber: Suara Karya, 9 April 2008 dengan pengubahan

1. Tentukanlah setiap kata dalam wacana tersebut berdasarkan kelas atau kategori kata yang telah Anda pelajari. 2. Tentukan pula ketepatan penggunaan kata dari wacana tersebut berdasarkan kelas kata dan ka tegori kata yang telah Anda pelajari. 3. Bahaslah ketepatan pelajaran Anda itu bersama teman-teman Anda dalam diskusi kelas. 4. Perbaiki pekerjaan Anda jika masih terdapat kesalahan.

Menceritakan dan Menyimak Cerpen Pengalaman Lucu

Menceritakan dan Menyimak Cerpen Pengalaman Lucu

Menceritakan dan Menyimak Cerpen Pengalaman Lucu

Cerpen Pengalaman Lucu
Cerpen Pengalaman Lucu

Cerpen Pengalaman Lucu – Menceritakan pengalaman lucu di muka umum memang gampanggampang susah. Gampang, jika kita ingin sekali menyampaikan cerita itu spontan dan di hadapan orang-orang yang ingin mendengar cerita tersebut. Kegiatan itu menjadi terasa sulit ketika tidak ada dorongan dari dalam diri sendiri, suasananya tidak spontan, dan tidak yakin orang lain mau mendengar cerita itu. Agar dapat bercerita tentang pengalaman lucu kepada orang lain dengan maksud menghibur, diperlukan pengetahuan dan pelatihan. Menurut Jalaludin Rachmat, sebuah cerita akan terasa lucu dan menyenangkan orang lain yang mendengarnya jika memenuhi salah satu dari tiga teori berikut. 1. Teori pertama diberi nama teori superioritas degradasi, yaitu seseorang akan merasa senang dan lucu jika ia ditempatkan sebagai seseorang yang lebih tinggi kedudukannya (superior) dibanding sesuatu yang diceritakan (degradasi). Misalnya, cerita tentang orang-orang bodoh, dungu, bahkan cacat. 2. Teori kedua diberi nama teori bisosiasi, yaitu rasa lucu akan muncul ketika menyadari ketidaksesuaian antara konsep dengan realitas yang sebenarnya. Perhatikan kiat berhenti merokok yang diajarkan majalah Humor (22 Juli–11 Agustus 1992) berikut. ”1. Olahraga secara rutin. Pagi lari maraton, siang angkat besi, sore tinju, malam yoga, pagi-pagi lari lagi. Begitu seterusnya, dijamin tidak ada waktu untuk merokok. 2. Buang semua peralatan merokok seperti pipa, asbak, dan kios penjual rokok yang mangkal di depan rumah Anda.” Secara teoretis, konsep yang diajukan majalah itu tepat, tetapi secara realitas apakah hal itu dapat dilakukan? 3. Teori ketiga diberi nama teori inhibisi, pada intinya, teori ini menyatakan bahwa secara alamiah kita akan tertawa jika ketidakenakan kita terlampiaskan. Pelampiasan itu antara lain dengan cara melihat ’kekerasan’ yang masih dalam ambang batas wajar. Misalnya, kalian punya pengalaman kepala benjol terantuk daun pintu dan celana sobek terkena paku ketika lari menghindari razia rokok yang dilakukan guru. Benjolnya kepala dan sobeknya celana merupakan cerita lucu bagi orang lain karena itu menjadi sarana melampiaskan ketidakenakan yang terpendam. Bagi kalian yang mengalami, cerita itu tidak ada lucunya sama sekali.

Cerpen Pengalaman Lucu – Marilah kita menyimak cerita pengalaman Nasrudin Joha berikut! Meskipun hanya merupakan cerita fiksi, kisah tersebut dapat kalian jadikan pedoman untuk belajar bercerita.

Nasrudin Joha dan Kantong yang Haus 

Suatu hari aku menghadiri pesta perkawinan. Di antara tamu, ada satu orang yang tidak sekadar makan. Ia memasukkan makanan sebanyak-banyaknya ke dalam kantong yang cukup besar. Aku, yang melihat hal itu, segera mengambil teko berisi teh. Diam-diam, dari samping orang itu, aku menuangkan air teh ke dalam kantong yang penuh makanan itu.

Cerpen Pengalaman Lucu – Betapa terkejutnya orang itu mengetahui perbuatanku. Ia berdiri dan dengan marah berkata, ”Hei, apa yang sedang kaulakukan? Masa kantongku kautuang air teh?” ”Maaf, aku tidak bermaksud buruk,” kataku, ”karena tadi kulihat betapa banyak makanan yang ditelan oleh kantongmu maka aku khawatir kantongmu haus. Karena itu, kuberi minum secukupnya.

” Sumber: Nasrudin Joha dan Kantong yang Haus. Imam Musbikin. 2004. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Cerpen Pengalaman Lucu – Setelah mendengar penyampaian secara lisan cerita lucu, kalian dapat mengajukan pertanyaan tentang cerita itu. Perhatikan contoh pertanyaan berkaitan dengan cerita lucu di atas! • Apakah orang itu tidak marah? • Apakah orang itu tidak tahu ketika Nasrudin mau menuangkan teh ke kantongnya? Tentunya kalian juga mempunyai pengalaman. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman yang menyenangkan, mengharukan, menyedihkan, atau menggelikan. Apa pun pengalaman yang kamu alami, semua dapat dijadikan pelajaran untuk berbuat pada masa yang akan datang. Pengalaman apa yang pernah kalian alami? 1. Ceritakan pengalaman kalian tersebut di depan kelas! 2. Berceritalah dengan gaya yang menarik agar teman kalian menikmati cerita kalian! 3. Jawablah pertanyaan dari teman kalian! Bagaimana pendapat kalian tentang cerita yang disampaikan teman kalian? 1. Ketika teman kalian bercerita di depan kelas, catatlah hal-hal yang menurut kalian perlu kalian ketahui! 2. Tanyakan secara lisan setelah teman kalian selesai bercerita!

Membaca Cepat Teks Nonsastra

Pada Bab I, kalian telah belajar membaca cepat. Tahukah kalian cara membaca cepat yang efektif? Agar kalian dapat membaca dengan cepat, ikutilah petunjuk berikut! 1. Gerakkan pandangan mata kalian dari atas ke bawah, hindari menggerakkan pandangan ke samping. 2. Fokuskan pandangan pada beberapa kata sekaligus, jangan memfokuskan pandangan hanya pada satu kata. 3. Jangan biasakan membaca dengan menggerakkan mulut. 4. Hindari pula kebiasaan membaca dengan bersuara. Agar makin mahir membaca cepat sebuah teks, kalian perlu terus berlatih. Selain itu, kalian perlu meningkatkan kuantitas teks yang kalian baca. Makin lama, kalian perlu membaca teks yang makin panjang. Jika pada Bab I kalian membaca teks yang panjangnya ± 400 kata, kali ini kalian akan membaca teks yang panjangnya + 500 kata Marilah kita berlatih membaca cepat teks berikut!

Cerpen Pengalaman Lucu – Kerusakan Hutan dan Pelestariannya

Polres Lhoksumawe, Jumat kemarin berhasil menyita kayu sebanyak 200 ton yang diduga ilegal dan satu sawmill pada sebuah kilang kayu di Kecamatan Bandar Dua, Aceh Utara. Upaya polisi ini perlu kita hargai, meski ini hanya sebagian kecil dari puluhan ton kayu ilegal lainnya yang terjadi di daerah kita. Ilegal logging memang pernah marak terutama setelah tsunami, di mana kebutuhan kayu sangat besar dalam masa rekonstruksi sekarang. Bahkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada bulan Juni lalu sudah menandatangani Moratorium Logging dalam rangka untuk menekan pencurian kayu di hutan. Namun yang ditunggu masyarakat sampai sejauh mana sudah langkah-langkah yang dilakukan, karena masyarakat mengetahui banyak pihak yang bermain dalam kasus ilegal logging ini. Di sisi lain, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh mengatakan investasi modal dan eksploitasi sumber daya hutan merupa-kan ancaman besar bagi kelestarian hutan Aceh. Menurut Bambang Antariksa (direktur Walhi Aceh), pada tahun 2006 saja, terjadi 39 kali bencana banjir dan longsor. Kerugiannya mencapai puluhan miliar. Ke depan kerusakan hutan akan tetap terjadi dan bahkan terus meningkat apabila upaya yang dilakukan pemerintah sekadar semacam ”gertak sambal” ala Moratorium Logging. Kita memang prihatin dengan kerusakan hutan di daerah kita. Kehidupan mendatang akan sangat tergantung pada apa yang kita lakukan sekarang dalam menyelamatkan hutan dan lingkungannya. Perusahaan sumber daya hutan di tanah air kita menghadapi tantangan berat karena hutan tetap menjadi sasaran utama pihak-pihak tertentu ingin mencari keuntungan dalam jumlah besar dengan pekerjaan mudah. Menghadapi masalah kompleks tersebut, pemerintah tidak pernah berhenti berupaya agar sumber daya hutan dapat terjamin kelestariannya. Berbagai upaya telah dilakukan jauh sebelum fenomena perusakan hutan massal terjadi.

Cerpen Pengalaman Lucu – Sejak awal 1990 telah terjadi pergeseran nilai di kalangan masyarakat internasional terhadap produk-produk sumber daya hutan yang beredar di pasar dunia. Kelompok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kerusakan hutan menghendaki produk hutan yang dikeluarkan berasal dari sumber yang dikelola dengan menerapkan prinsip kelestarian ekonomi, sosial, lingkungan sebagai satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan. Pergeseran nilai tersebut tidak sekadar dalam bentuk perhatian dan kepedulian semata, tetapi telah mengarah pada tuntutan-tuntutan yang menjadi prasyarat beredarnya produk hutan. Di tengah upaya merehabilitasi sumber daya hutan dan mengimplementasikan sistem pengelolaan hutan bersama masyarakat akibat maraknya penebangan ilegal maupun pencurian yang dilakukan warga masyarakat dan pihak-pihak lain yang ingin mencari keuntungan mudah dan banyak. Kita ingin memberantas ilegal loging, melakukan revitalisasi sektor kehutanan, rehabilitasi/konservasi sumber daya hutan, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, dan pemantapan kawasan hutan agar tidak rusak. Untuk mengatasi penebangan ilegal, pemerintah Aceh memang telah mengambil langkah penegakan hukum maupun peningkatan koordinasi antardaerah dalam rangka pengamanan hutan dan peredaran hasil hutan. Pemerintah selama ini juga melakukan peningkatan kelestarian hutan untuk kepentingan keseimbangan tata air dan lingkungan hidup dengan melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Hanya upaya pelestarian tak sebanding dengan proses perusakan. Intensifikasi pengusahaan/perluasan areal hutan rakyat secara swadaya perlu terus digencarkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri, masyarakat, ekspor, dan peningkatan kesejahteraan petani hutan rakyat. Pengelolaan sumber daya hutan secara lestari bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka mewujudkan kemandirian daerah. Hal ini harus diutamakan dalam pengelolaan sumber daya alam. Mempertahankan keberadaan sumber daya hutan negara dan meningkatkan kawasan yang berfungsi hutan agar kelestarian hutan dapat terjaga dengan baik pelestarian sumber daya hutan harus melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak. Tanpa kerja sama yang baik keinginan untuk menjaga kelestarian alam tak akan tercapai. Sumber: Harian Aceh, September 23 rd, 2007.

Setelah membaca teks di atas, kalian tentu mengetahui ide pokok tiap paragraf dalam teks. Ide pokok paragraf dapat dikatakan sebagai gagasan inti paragraf. Ide pokok dapat berwujud kalimat yang disebut kalimat topik. Bagi pembaca, ide pokok menjadi kunci pemahaman seluruh isi bacaan. Adapun bagi penulis, ide pokok menjadi pengendali isi paragraf.