Wawasan Tentang Muka Bumi dan Penduduk

Wawasan Tentang Muka Bumi dan Penduduk

Wawasan Tentang Muka Bumi dan Penduduk

Muka Bumi  – Jika daerahmu termasuk daerah rawan bencana, agar tidak menjadi korban bencana gempa, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut.

a. Pada saat sebelum terjadi gempa

• Kaitkan rak, lemari, dan perabotan lainnya ke dinding agar tidak menimpa kita pada saat gempa.

• Tempatkan barang-barang lebih berat di bagian bawah lemari atau rak agar lemari atau rak tidak mudah jatuh.

• Simpan barang pecah belah pada tempat yang lebih rendah dan tertutup.

• Gantungkan barang-barang yang agak berat seperti lukisan dan cermin jauh dari tempat tidur dan tempat duduk.

• Pastikan lampu hias yang digantung menggunakan bahan atau tali yang kuat dan tidak mudah lepas.

• Perbaiki kabel dan sambungan gas yang rusak karena berpotensi menimbulkan kebakaran.

• Perbaiki retakan-retakan pada dinding dan fondasi rumah.

• Simpan bahan-bahan berbahaya seperti pestisida dan produkproduk yang mudah terbakar pada tempat yang aman, misalnya pada kotak khusus dan simpan di bawah.

• Kenali tempat yang aman baik di dalam rumah maupun di luar rumah seperti berlindung di bawah perabotan yang kokoh (meja yang berat dan kuat).

• Sediakanlah barang-barang yang diperlukan jika terjadi bencana, lampu senter dan batere cadangan, kotak P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan), makanan dan air untuk keadaan darurat, sepatu yang kuat, alat-alat pemecah dan pemotong seperti palu, gergaji, dan lain-lain.

Wawasan Tentang Muka Bumi dan Penduduk
Wawasan Tentang Muka Bumi dan Penduduk

b. Pada saat terjadi gempa

• Cari perlindungan di bawah meja atau perabotan lainnya yang kokoh, berpeganganlah sampai gempa berhenti. Jika tidak ada meja di dekat kamu, lindungilah kepala dan muka dengan tangan dan bungkukkan atau meringkuk di sudut bagian dalam bangunan.

• Jika bangunan diperkirakan cukup kuat, tetap bertahan di dalam ruangan sampai gempa berhenti dan aman untuk pergi keluar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan luka terjadi saat korban berupaya pindah lokasi dalam ruangan atau berusaha pergi keluar. Pada saat berpindah lokasi, korban umumnya tertimpa runtuhan puing-puing bangunan.

• Menjauhlah dari tempat barang-barang yang terbuat dari kaca atau gelas seperti jendela kaca, cermin, gambar atau barang-barang yang dapat menimpa kita.

• Bertahanlah di tempat tidur jika kamu di sana saat gempa terjadi. Berpeganganlah dan lindungi kepala dengan bantal. Jika di atas kita ada lampu yang tergantung, pindahlah ke tempat yang aman.

• Jika kondisi bangunan diketahui rawan untuk ambruk, misalnya bangunan tua yang rapuh, segeralah keluar secepatnya.

• Jangan gunakan elevator jika kamu sedang berada dalam sebuah gedung. Jika kamu sedang ada di luar, lakukan hal-hal berikut.

• Bertahanlah dan jauhi bangunan, pohon, lampu-lampu jalan, jalur telepon dan listrik serta jalan layang.

• Tetaplah berada di luar sampai gempa berhenti. Bahaya terbesar terjadi saat orang berlarian keluar dan terkena runtuhan gedung. Bertahanlah di tempat tidur jika kamu di sana saat gempa terjadi. Berpeganganlah dan lindungi kepala dengan bantal. Jika di atas kita ada lampu yang tergantung, pindahlah ke tempat yang aman.

• Jika bangunan diperkirakan cukup kuat, tetap bertahan di dalam ruangan sampai gempa berhenti dan aman untuk pergi keluar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan luka terjadi saat korban berupaya pindah lokasi dalam ruangan atau berusaha pergi keluar. Pada saat berpindah lokasi, korban umumnya tertimpa runtuhan puing-puing bangunan.

• Jika kondisi bangunan diketahui rawan untuk ambruk, misalnya bangunan tua yang rapuh, segeralah keluar secepatnya.

• Jangan gunakan elevator jika kamu sedang berada dalam sebuah gedung.

Rangkuman Tentang Muka Bumi dan Penduduk

Selain kaya akan sumber daya alam, Indonesia juga sering mengalami bencana alam, baik berupa tsunami, gempa bumi, longsor, banjir, letusan gunung berapi, dan lain-lain. Berbagai bencana alam tersebut seringkali menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian harta benda, terputusnya jalur transportasi dan komunikasi, dan lain-lain. Kemampuan pemerintah sangat terbatas untuk membantu mereka yang terkena bencana alam. Oleh karena itu, kepedulian dari masyarakat terhadap sesama manusia yang sedang terkena bencana alam sangat diperlukan untuk mengurangi penderitaan mereka. Sudahkah kamu ikut membantu korban bencana alam? Jika ya, dalam bentuk apakah bantuan tersebut diberikan?

Bentuk Muka Bumi dan Aktivitas Penduduk Indonesia

Bentuk Muka Bumi dan Aktivitas Penduduk Indonesia

Bentuk Muka Bumi dan Aktivitas Penduduk Indonesia

Bentuk Muka Bumi – Indonesia terdiri atas belasan ribu pulau, baik yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil. Jumlah pulau seluruhnya mencapai 13.466 buah. Luas wilayah Indonesia mencapai 5.180.053 km2 , terdiri atas daratan seluas 1.922.570 km2 dan lautan seluas 3.257.483 km2 . Ini berarti wilayah lautannya lebih luas daripada wilayah daratannya. Jika kamu perhatikan keadaan pulau-pulau di Indonesia, tampak adanya keragaman bentuk muka bumi.

Bentuk muka bumi Indonesia dapat dibedakan menjadi dataran rendah, dataran tinggi, bukit, gunung, dan pegunungan. Sebaran dari bentuk muka bumi Indonesia tersebut dapat dilihat pada peta sebaran bentuk muka bumi atau peta fisiografi Indonesia .Pada peta fisiografi, tampak sebaran bentuk muka bumi Indonesia mulai dataran rendah sampai pegunungan. Untuk membaca peta tersebut, perhatikanlah legenda atau keterangan peta. Simbol berwarna kuning menunjukkan dataran rendah, warna hijau menunjukkan daerah perbukitan, warna cokelat menunjukkan pegunungan.

Bentuk Muka Bumi
Bentuk Muka Bumi

Peta Fisiografis sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi bentukbentuk muka bumi suatu wilayah. Bersama teman-teman, perhatikan peta Fisiografi Indonesia pada Gambar 1.9. Setelah mencermati peta tersebut, deskripsikan kondisi fisiografis di daerah tempat tinggalmu. Catatan: Jika sekolahmu memiliki fasilitas internet, silakan kamu gunakan fasilitas tersebut untuk memahami peta Fisiografis Indonesia secara lebih jelas, khususnya wilayah tempat tinggalmu.

Setelah kamu berdiskusi secara berkelompok, apakah kamu menemukan pengaruh keragaman bentuk muka bumi Indonesia terhadap keragaman aktivitas penduduknya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perhatikanlah lingkungan sekitar tempat tinggal kamu masing-masing! Seperti apakah bentuk muka bumi tempat kamu tinggal saat ini? Aktivitas apakah yang dominan berlangsung di sekitar tempat tinggalmu, apakah permukiman, industri, pertanian, atau yang lainnya? Bandingkanlah dengan keadaan bentuk muka bumi di daerah lainnya yang berbeda dengan keadaan bentuk muka bumi di sekitar tempat tinggalmu!

Apakah terdapat perbedaan aktivitas penduduknya? Secara umum, setiap bentuk muka bumi menunjukkan pola aktivitas penduduk yang berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Adapun gambaran tentang keadaan muka bumi Indonesia dan aktivitas penduduknya adalah sebagai berikut. a. Dataran Rendah Dataran rendah adalah bagian dari permukaan bumi dengan letak ketinggian 0-200 m di atas permukaan air laut (dpal). Di daerah dataran rendah, aktivitas yang dominan adalah aktivitas permukiman dan pertanian. Di daerah ini biasanya terjadi aktivitas pertanian dalam skala luas dan pemusatan penduduk yang besar. Di Pulau Jawa, penduduk memanfaatkan lahan dataran rendah untuk menanam padi, sehingga pulau Jawa menjadi sentra penghasil padi terbesar di Indonesia. Ada beberapa alasan terjadinya aktivitas pertanian dan permukiman di daerah dataran rendah, yaitu seperti berikut.

1) Di daerah dataran rendah, penduduk mudah melakukan pergerakan atau mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya. 2) Di daerah dataran rendah, banyak dijumpai lahan subur karena biasanya berupa tanah hasil endapan yang subur atau disebut tanah alluvial. 3) Dataran rendah dekat dengan pantai, sehingga banyak penduduk yang bekerja sebagai nelayan. 4) Daerah dataran rendah memudahkan penduduk untuk berhubungan dengan dunia luar melalui jalur laut. Dengan berbagai keuntungan tersebut, banyak penduduk bermukim di dataran rendah. Pemusatan penduduk di dataran rendah kemudian berkembang menjadi daerah perkotaan. Sebagian besar daerah perkotaan di Indonesia, bahkan dunia, terdapat di dataran rendah. Aktivitas pertanian di dataran rendah umumnya adalah aktivitas pertanian lahan basah. Aktivitas pertanian lahan basah dilakukan di daerah yang sumber airnya cukup tersedia untuk mengairi lahan pertanian. Lahan basah umumnya dimanfaatkan untuk tanaman padi yang dikenal dengan pertanian sawah.

Selain memiliki aktivitas penduduk tertentu yang dominan berkembang, dataran rendah juga memiliki potensi bencana alam. Bencana alam yang berpotensi terjadi di dataran rendah adalah banjir, tsunami, dan gempa. Banjir di dataran rendah terjadi karena aliran air sungai yang tidak mampu lagi ditampung oleh alur sungai. Tidak mampunya sungai menampung aliran air dapat terjadi karena aliran air dari daerah hulu yang terlalu besar, pendangkalan sungai, penyempitan alur sungai, atau banyaknya sampah di sungai yang menghambat aliran sungai. Bencana banjir memiliki beberapa tanda yang dapat kita lihat. Secara umum, tanda-tanda tersebut antara lain sebagai berikut : 1) Terjadinya hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi tanpa disertai dengan proses infiltrasi/penyerapan yang baik. 2) Air melebihi batas sempadan sungai sehingga meluap dan menggenangi daerah sekitarnya. 3) Air yang jatuh ke permukaan tidak dapat mengalir dengan baik karena saluran drainase yang ada tidak berfungsi dengan baik sehingga air tersumbat dan tidak dapat mengalir dengan baik. 4) Air tidak menyerap ke dalam tanah karena berkurangnya vegetasi sebagai penyerap atau penyimpan air.

Pantai merupakan bagian dari dataran rendah yang berbatasan dengan laut. Di daerah pantai, ancaman bencana yang mengancam penduduk adalah tsunami. Apa yang sebaiknya dilakukan u n t u k m e n g h i n d a r i bahaya tsunami? Kamu sebaiknya menyiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya tsunami dengan memperhatikan hal-hal berikut ini. • Jika kamu tinggal di daerah pantai dan merasakan adanya gempa kuat yang disertai dengan suara ledakan di laut, sebaiknya kamu bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan terjadinya tsunami. Segera tinggalkan daratan pantai tempat kamu tinggal jika gempa kuat terjadi. • Jika kamu melihat air pantai mendadak surut sehingga dasar laut tampak jelas, segera jauhi pantai karena hal itu merupakan peringatan alam bahwa akan terjadi tsunami. • Tanda-tanda alam lainnya kadang terjadi seperti banyaknya ikan di pantai dan tiba-tiba banyak terdapat burung. • Seringkali gelombang tsunami yang kecil disusul oleh gelombang raksasa di belakangnya. Oleh karena itu, kamu harus waspada. • Lembaga pemerintah yang berwenang biasanya selalu memantau kemungkinan terjadinya tsunami. Oleh karena itu, jika belum ada pernyataan “keadaan aman”, kamu sebaiknya tetap menjauhi pantai.

Potensi bencana yang juga mengancam daerah pantai adalah gempa. Sebenarnya tidak semua wilayah pantai di Indonesia berpotensi gempa. Pantai barat Sumatra, pantai selatan Jawa sampai Nusa Tenggara berpotensi gempa. Pantai di Pulau Kalimantan relatif aman dari gempa karena jauh dari pusat gempa. Wilayah lainnya adalah Sulawesi, Maluku, Papua, dan sejumlah pulau lainnya. Ancaman gempa juga dapat terjadi di daerah perbukitan dan pegunungan.

 

Persebaran Tumbuhan (Flora) di Muka Bumi

Persebaran Tumbuhan (Flora) di Muka Bumi

Lapisan kehidupan di darat dapat diketahui berdasarkan ketampakan yang
disebut biom (biome) atau formasi biota. Sebuah biom adalah sekelompok
ekosistem daratan pada sebuah benua (pulau) yang mempunyai struktur dan
ketampakan vegetasi yang sama, sifat-sifat lingkungan yang sama, dan
mempunyai karakteristik komunitas yang sama pula.

Faktor utama pembentuk biom adalah pola-pola (tipe) iklim di bumi yang
tidak sama, yang disebabkan oleh bentuk bumi yang bulat, sehingga
menyebabkan intensitas penyinaran matahari dan curah hujan yang diterima
tidak sama. Setiap tipe iklim dengan karakteristik komunitas tumbuhan dan
hewan yang mampu beradaptasi dengan faktor-faktor lingkungannya akan
membentuk sebuah biom. Berikut ini diuraikan tipe-tipe biom yang dikenal di
bumi.
a. Hutan Hujan Tropika (Tropical Rains Forests)
Hutan jenis ini terdapat di daerah tropika yang basah dengan curah hujan
yang tinggi dan tersebar merata sepanjang tahun. Biom ini terdapat di Amerika
Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Asia Tenggara (termasuk Indonesia), dan Australia
Timur Laut. Ciri yang dapat dilihat
pada hutan jenis ini di antaranya pohon-
pohonnya tinggi, berdaun lebar dan
selalu hijau, serta jenis pohon yang bermacam-
macam (heterogen). Sering
terdapat tanaman merambat berkayu
yang dapat mencapai puncak-puncak
pohon yang tinggi (rotan), dan epifit
yang menempel pada batang pohon
(paku-pakuan, anggrek). Hutan ini kaya
akan jenis-jenis hewan vertebrata dan
invertebrata.
b. Hutan Musim Tropika (Tropical Seasonal Forest)
Hutan jenis ini terdapat di daerah tropika yang beriklim basah tetapi mempunyai
musim kemarau yang panjang. Selama musim kemarau umumnya pohon-
pohon merontokkan daunnya (meranggas) untuk mengurangi penguapan.
Hutan musim tropika tersebar di India, Asia Tenggara dan daerah tropika lainnya.
c. Hutan Hujan Iklim Sedang
(Temperate Rainforests)  Hutan jenis ini tersebar di sepanjang
Pantai Pasifik di Amerika Utara,
yang terbentang dari negara bagian
California sampai ke negara bagian
Washington. Di negara bagian California
dan Oregon disebut dengan redwood
forests, sedangkan di negara bagian
Washingotn berupa hutan campuran
(mixed coneferous rainforests), di
Australia disebut dengan hutan eucalyptus.
Hutan hujan iklim sedang merupakan hutan dengan pepohonan yang tertinggi
di dunia, tetapi jenisnya lebih sedikit dibandingkan hutan hujan tropika.  7020302-nature-flora

d. Hutan Gugur (Temperate Deciduous Forests)
Hutan gugur terdapat di daerah yang beriklim kontinen sedang tetapi agak
basah. Pohon-pohon yang dominan adalah pohon-pohon berdaun lebar dan
tingginya mencapai 30-40 meter. Terdapat hewan-hewan yang beragam,
namun dengan aktivitas musiman, terutama rusa yang merupakan herbivora
utama. Hutan ini tersebar luas di Amerika Serikat, Eropa, Asia Timur, dan
Cile, serta di Pegunungan Amerika Tengah.
e. Taiga (Leaved Forests)
Taiga adalah hutan pohon pinus dengan daun-daun seperti jarum. Pohonpohon
yang terdapat di hutan taiga antara lain konifer (pohon spruce, alder,
dan birch) yang tumbuh di tempat-tempat dingin. Taiga tersebar di belahan
bumi utara (Kanada utara dan tengah, Rusia, dan Siberia Utara).
f. Stepa
Stepa adalah padang rumput
yang kering dan tidak ditumbuhi
semak-semak.
g. Sabana
Sabana, yaitu padang rumput
yang kering dan ditumbuhi semaksemak
belukar dan juga ditumbuhi
pepohonan. Sabana banyak terdapat
di Afrika yang menjadi habitat
hewan yang merumput (grazing
animal). Sabana terdapat pula di Australia, Amerika Selatan, dan Asia Selatan.
Di Indonesia, sabana terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Papua bagian
tenggara. Sabana biasanya merupakan daerah peralihan antara hutan dan padang
rumput. Sabana terjadi karena keadaan tanah, kebakaran yang berulang, dan h. Tundra
Tundra adalah daerah beku dan
tandus di wilayah kutub utara. Di
wilayah ini tumbuhan jarang atau
bahkan tidak dapat hidup. Biasanya
vegetasi yang ada hanya padang lumut.
i. Gurun (Desert)
Gurun adalah hamparan padang
pasir yang terdapat di semua
benua dan mencakup bermacam macam komunitas. Pada umumnya
tumbuhan yang hidup di gurun berdaun
kecil atau tidak berdaun, serta
dapat beradaptasi terhadap penguapan
yang cepat dan air yang sedikit,
misal tumbuhan kaktus, perdu kreosot,
dan semak-semak gurun. Contoh
gurun antara lain Gurun Sahara
dan Kalahari di Afrika, dan Gurun
Gobi di Asia.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pola persebaran flora di dunia
antara lain:
a. pola iklim, yang berkaitan dengan letak lintang dan curah hujan,
b. tipe-tipe tanah,
c. keadaan geologi masa lampau dan evolusi, dan
d. relief atau topografi.