Membuat Karya Tulis Musik Kreasi

Membuat Karya Tulis Musik Kreasi

Membuat Karya Tulis Musik Kreasi

Apa yang kamu persiapkan untuk menulis karya tulis musik kreasi? Untuk membuat suatu tulisan kita tidak luput dari pemahaman musik itu sendiri. Kata musik sering kali diucapkan orang, di setiap daerah orang mengenal musik, disaat apapun musik dapat terdengar dalam kehidupan seharihari.

Hal tersebut dikarenakan musik selalu menjadi bagian dari kebutuhan hidup manusia, musik dapat menjadi sebuah media untuk berkreasi, sebab hidup tanpa musik terasa hampa dan sunyi. Di berbagai wilayah di muka bumi ini, terdapat jenis dan ragam karya seni yang berbeda, baik musik tradisional yang dikenal dengan sebutan musik daerah, maupun seni mancanegara.

Sesuai dengan peran dan fungsinya, musik dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan estetis. Musik juga media dalam berkomunikasi mulai dari kegiatan yang bersipat sakral untuk upacara ritual, hiburan, sampai pada pergelaran dan pertunjukan, dan yang lebih utama musik dapat dipergunakan untuk media pendidikan.

Menurut sifat dan keragamannya, musik daerah yang merupakan kekayaan budaya bangsa memiliki karakteristik identitas daerah masing-masing yang berbeda dari setiap daerah. Seni musik selain sebagai identitas daerah juga dapat menjadi identitas bangsa yang mampu menarik perhatian para wisatawan mancanegara, dan akan lebih indah manakala ragam musik daerah tersebut dapat didokumentasikan dalam bentuk karya tulis.

Bagaimanakah gagasan-gagasan kamu terhadap munculnya karya seni musik, dan seni musik apa yang akan kamu tulis? Ada hal penting lainnya yang dapat mempengaruhi hal tersebut, yaitu sistematika dan tata tulis, penulisan tanda baca, tata kalimat, tata letak dalam unsur grafika, estetis, dinamis, dan menarik, serta tipografi untuk pemahaman tingkat keterbacaan.

Pergelaran Karya Musik Kreasi

Apa yang Anda bayangkan untuk membuat pergelaran karya musik kreasi di sekolahmu? Jika kita ingin menyelenggarakan pergelaran seni musik berhasil dengan baik, seharusnya kita memperhatikan beberapa aspek dalam skema diagram berikut

Membuat Karya Tulis Musik Kreasi
Membuat Karya Tulis Musik Kreasi

1. Perencanaan Pergelaran 

Pada dasarnya setiap kegiatan yang akan dilakukan, tentu saja harus dilandasi oleh perencanaan yang matang, sehingga sasaran yang dituju dapat tercapai secara efektif dan efisien. Perencanaan adalah merupakan kegiatan pertama yang harus dilakukan dalam suatu kegiatan, selain merupakan langkah awal bagi suatu kegiatan, juga merupakan bentuk pedoman dalam melaksanakan suatu kegiatan yang dijadikan sebagai acuan juga sebagai titik tolak dalam pelaksanaannya.

Karya Tulis Musik Kreasi

Perencanaan adalah merupakan program kerja sama antara pimpinan dengan rekan kerja dalam suatu kelompok. Perencanaan harus menggambarkan keberhasilan, dan mempertimbangkan perubahan yang mungkin dihadapi, serta mempunyai tujuan yang pasti.

a. Menentukan Tema Pergelaran

Sebelum tema ditentukan, terlebih dahulu harus menentukan tujuan pergelaran, dimana isi dari pergelaran itu akan menampilkan hasil karya kamu atau hanya dalam rangka kegiatan lain. Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah, yang terpenting sesuai dengan program kegiatan sekolah, pemeritah juga masyarakat. Ada beberapa contoh dari tema pergelaran musik di sekolah seperti berikut.

• Perlombaan, Festival, Kontes. • Konser musik ansamble, Festival Gamelan, Orkes shymphony, Big Band

• Paduan Suara, Vokal grup, Layeutan Suara, Koor, Rampak Sekar, Mamaos, Tembang, Anggana sekar

• Kontes musik (Dangdut, Pop)

b. Menentukan Rencana Kegiatan

Seperti telah diungkapkan bahwa suatu kegiatan harus betul-betul di rencanakan dengan baik. Perlu kita perhatikan hal-hal penting sebelum kegiatan berjalan, yaitu mulai dari persiapan pergelaran, tema pergelaran, jenis pergelaran, juga tempat dan waktu pergelaran.

• Tema harus diolah dengan baik, agar pergelaran tersebut dapat diterima dan menarik simpatik penonton.

• Jenis kegiatan harus sesuai, bukan saja sesuai dengan bidangnya, namun juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekitarnya.

• Tempat pergelaran, dapat dilakukan di sekolah atau di luar sekolah, ini bisa dilihat dari tema dan jenis pergelaran.

• Waktu pergelaran, dapat disesuaikan dengan program pendidikan.

Sebelum melangkah pada penyusunan program pergelaran, terlebih dahulu harus dapat menyelesaikan tahapan kegiatan berikut.

(1) Tahapan-tahapan yang dipersiapkan, seperti: – Mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk pergelaran – Penganalisaan terhadap data yang telah dikumpulkan – Menyeleksi data-data yang telah disiapkan.

(2) Tahapan-tahapan penyusunan – Perumusan dari tujuan yang telah disepakati – Alat atau media serta metode yang akan digunakan.

c. Menyusun Program Pergelaran.

Dalam penyusunan program pergelaran diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk merumuskan kegiatan yang akan di tampilkan. Buatlah kelompok khusus untuk ditugasi menyusun program pergelaran ini, kemudian setelah selesai lalu disampaikan kepada semua komponen yang terlibat dalam kegiatan ini.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pada waktu pentas berjalan, hendaknya pada waktu proses penyusunan program kegiatan semua perencanaan yang akan dipergelarkan disinggung kembali mulai dari tema sampai keamanan.

d. Menentukan Tempat Pergelaran.

Dalam menentukan tempat pergelaran dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu pergelaran didalam kelas, pergelaran di Sekolah, dan pergelaran di luar sekolah atau umum, perlu di iketahui bahwa untuk pergelaran tikat Sekolah Dasar mungkin hanya bisa dilakukan di lingkungan sekolah saja.

Dalam pergelaran di luar sekolah atau umum pelaksanaannya dapat dibagi menjadi dua macam pertunjukan, yaitu (1) Pergelaran terbuka dan (2) Pergelaran tertutup 1) Pergelaran terbuka Pergelaran ini dilakukan ditempat yang lebih luas dengan jumlah penonton tidak terbatas, seperti lapangan olah raga, alun-alun. Di tempat seperti ini penataan panggung lebih leluasa namun penjagaan harus sangat ketat, karena keributan sangat mungkin terjadi. 2) Pergelaran tertutup Pergelaran ditempat tertutup adalah kebalikan dari pergelaran di tempat terbuka, seperti penataan panggung sangat terbatas, penontonnya terbatas, namun juga dalam segi keamanan tidak perlu terlalu ketat. Ada beberapa contoh panggung yang bisa dipergunakan untuk pergelaran musik, sebagai berikut:

a) Panggung prosenium: ialah suatu bentuk tempat pentas yang hanya dapat dilihat oleh penonton dari satu arah ( satu sisi ), bentuk ini dibatasi oleh penyekat yang memisahkan tempat untuk penonton dan menempatkan lantai panggung lebih tinggi dari tempat penonton. Ada beberapa keuntungan lain dari bentuk panggung prosenium, yaitu :

• Pengaturan tempat duduk bagi penonton mudah kita atur

• Mudah keluar masuk bagi penonton

• Konsentrasi penonton akan tertuju pada satu arah. Sedangkan kekurangan bentuk panggung prosenium adalah sebagai berikut:

• Komunikasi antara penonton dan yang ditonton akan terasa sulit, karena adanya jarak antara tempat pentas dan tempat penonton.

• Penonton yang ada dibagian belakang kurang jelas melihat kearah yang ditonton.

b) Bentuk Pergelaran Setengah Arena, adalah bentuk panggung dimana penonton dapat melihat totonannya dari tiga arah. Keuntungan dari tempat pergelaran setengah arena adalah :

• Terjadinya komunikasi antara penonton dan yang ditonton

• Panggung akan kelihatan, sehingga liku-liku dari dekorasi tempat pentas akan terlihat jelas.

• Bloking dapat terlihat oleh penonton.

• Kerugiannya dari tempat pergelaran setengah lingkaran antaralain

• Biasanya kadang-kadang konsentrasi dari pemain terganggu, karena jarak yang terlalu dekat dengan penonton.

• Pengaturan dekorasi sedikit sulit.

c). Tempat pergelaran bentuk Arena, bentuk ini memerlukan tempat yang luas, penonton dapat melihat tontonannya dari empat penjuru. sedangkan keuntungan dan kerugiannya sama dengan pergelaran setengah arena.

e. Membentuk Organisasi

Jika kita melaksanakan suatu kegiatan tentunya memerlukan suatu wadah, demikian juga pada pergelaran musik, tentu saja yang dibutuhkan adalah suatu organisasi.

Karya Tulis Musik Kreasi

Tentang  Peranan Musik Daerah

Tentang Peranan Musik Daerah

Tentang  Peranan Musik Daerah

Peranan Musik Daerah – Keragaman musik telah tumbuh dan berkembang di wilayah Indonesia, mulai dari jenis musik tradisional hingga musik modern dan kontemporer, dari musik lokal hingga musik mancanegara. Berdasarkan beberapa referensi yang ditemukan musik tradisional merupakan musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan bukan sebagai sarana hiburan saja, melainkan ada dipakai untuk pengobatan dan ada yang menjadi suatu sarana komunikasi antara manusia dengan penciptanya. Hal ini adalah menurut kepercayaan masing-masing orang saja. Musik ini pun merupakan perbendaharaan seni lokal masyarakat dan berkembang secara tradisional di kalangan suku-suku tertentu.

Peranan Musik Daerah
Peranan Musik Daerah

Perkembangan musik tradisional yang cenderung mengarah kepada penyesuaian keperluan apresiasi masyarakat masa kini yang dinamis dan perilaku yang serba cepat, maka pertimbangan pengembangan musik tradisional mengarah pula kepada penempatan dinamika musikal sebagai dasar disain dramatik penggarapan itu sendiri.

Menggarap konsep pengembangan musik tradisional yang disesuaikan dengan keperluan seni pergelaran. Adanya pengembangan berarti dinamika sebuah garapan musik yang berdasarkan kepada pengembangan musik tradisional telah membuka peluang terhadap beberapa jenis musik trasdisional yang mempunyai pola melodi ataupun ritme dinamis yang mendapat tempat mengisi bagian-bagian dalam komposisi musik baru.

Peranan Musik Daerah

Istilah musik tradisional ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dunia, seperti negara-negara di Eropa musik tradisinya ialah musik klasik, musik jazz, musik blues, musik country, musik ska, dan musik reggae. Musik tradisional mancanegara adalah musik yang dipengaruhi oleh adat, tradisi, budaya masyarakat setempat dalam suatu negara. Sebuah musik tradisional mancanegara menggambarkan kebudayaan yang dianut.

Musik tradisional mancanegara umumnya berperan dalam acara keagamaan, acara pesta panen, atau acara perhelatan perkawinan. Berikut diinformasikan oleh Domas dkk. selaku tim penyunting buku ajar seni budaya bahwa terdapat beberapa negara di dunia memiliki musik tradisional dengan jenis dan macamnya yang beraneka ragam dan berbeda:

1. Perancis, permainan musik accordion berfungsi sebagai pengiring dansa. 2. Irlandia dan Eropa Timur, masyarakat tradisional dengan bersemangat memainkan alat musik biola sebagai hiburan dan acara pesta. 3. Scotlandia dengan alat musik bagpipe (pipa berkantung) digunakan untuk bersenandung dan sebagai kelompok musik militer Scotlandia dengan kelengkapan genderang. 4. Afrika Selatan dikenal alat musik terompet tradisional yang menghasilkan suara yang cukup keras yang berfungsi untuk memberikan semangat .

Alat musik Khong wong yai yaitu sejenis alat musik berbentuk seperangkat gong, disusun melingkar berasal dari Thailand. Dimainkan dengan cara dipukul, alat musik yang berbentuk gong kecil ini biasanya dipertunjukan dalam sajian ensambel piphat di Thailand, atau pinpeat di Kamboja, atau sep nyai di Laos.

Adapun Sitar yaitu sejenis alat musik dawai petik dari India Utara. termasuk pada rumpun alat musik dawai yang dimainkan dengan cara dipetik, alat musik senada di Iran disebut sehtar dan di Uzbekistan alat sejenis disebut dutar.

Penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa musik tradisional mancanegara memiliki beberapa peranan dalam kehidupan di antaranya sebagai: 1. Media hiburan bagi para pendengarnya 2. Media pendidikan dan pembelajarn seni 3. Media informasi budaya serta komunikasi 4. Media pengiring upacara keagamaan, upacara militer 5. Media motivator atau memberikan semangat dan lain-lain.

Pengalaman Musik Tradisional

Bagaimanakah pengalaman musik kamu?

Peranan Musik Daerah – Menurut beberapa pakar pendidik dan aktor pendidik, kegiatan bermusik harus diberikan sedemikian rupa pada anak didiknya, sehingga anak dapat merasakan bahwa musik itu adalah sumber rasa keindahan dan pangkal kecerdasan bagi yang menikmatinya pembelajaran seni musik merupakan pengalaman yang menyenangkan karena langsung memberikan sentuhan pribadi yang memuaskan. Selain itu, melalui pengalaman bermusik seseorang dapat mengekspresikan perasaan dan mengasah rasa sensitivitasnya.

Pengalaman musik adalah penghayatan terhadap suatu musik baik lagu maupun instrumen melalui kegiatan mendengarkan, bernyanyi, bermain musik, bergerak mengikuti musik, membaca musik, dan mempresentasikan komposisi musik, sehingga anak didik mendapat gambaran menyeluruh tentang ungkapan musik, itulah pernyataan Busroh (1992:7).

Kegiatan pendidikan seni budaya khususnya dalam berolah musik, anak dituntut untuk aktif dan kreatif. Menggiatkan kreativitas dalam bermusik itu sendiri dapat dibagi menjadi dua macam kegiatan, yakni: kegiatan improvisasi dan kegiatan komposisi. Pemusik yang aktif dan kreatif akan menghasilkan sebuah karya seni, dan karya seni akan baik manakala ada kegiatan yang inovatif dari seorang kritikus seni.

Melihat demikian timbul pertanyaan. Apakah kritikus seni harus juga seorang seniman yang ulung?

Idealnya demikian, tetapi tidaklah merupakan syarat utama. HB Yasin adalah kritikus seni sastra yang ulung. Namun belum pernah ia membuat sebuah puisi atau prosa karena ia memang bukan seniman sastra. Kritik an memberikan kesan dan pengaruh yang sangat besar, jika dilakukan oleh ahli yang kompeten yang menguasai masalah dan norma-norma.

Berikut silahkan kamu simak dengan cermat beberapa contoh gambaran pengalaman musikal dari tokoh-tokoh seni musik yang banyak menginspirasi kreativitas seseorang, tokoh-tokoh seni musik menanamkan rasa ingin tahu yang memunculkan beragam gaya musik dan nilai-nilai estetis musikal sesuai periodesasinya. Gaya dalam musik merupakan suatu sifat tersendiri dalam perwujudan musik yang terlepas dari dari penilaian keindahan (estetis). Gaya musik dapat terlihat dari penampilan menyanyilan lagu atau memainkan instrumen musik.

Peranan Musik Daerah

a. Gaya Musik

Musik adalah suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian. Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki, dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik pula adalah sejenis hiburan.

Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bias dihasilkan oleh beberapa alat musik Salah satu unsur musikal yang dapat kamu cermati yaitu gaya musik. Gaya dalam musik merupakan suatu sifat tersendiri dalam perwujudan musik yang terlepas dari penilaian keindahan (estesis). Gaya musik dapat dilihat dari teknik vokal atau instrumen untuk menghasilkan gaya musik.

Ada tiga macam gaya musik, yaitu gaya dalam kurun waktu, nasional, dan perseorangan.

1) Gaya dalam Kurun Waktu Gaya kurun waktu (tempo) memiliki sifat musik yang menunjukkan perbedaan pada kurun waktu tertentu dalam sejarahnya. Misalnya musik di Eropa memiliki musik dalam kurun waktu yang berbeda yaitu musik renaisans, barok dan rokoko, klasik, dan romantik.

2) Gaya Nasional Dalam gaya nasional ini, sifat atau watak musik menunjukkan kebangsaan tertentu, misalnya musik Italia dan musik Inggris.

3) Gaya Perseorangan Dalam gaya perseorangan ini, sifat atau watak musik tersebut menunjukkan karakter musik komponis tertentu, yang terlepas dari tanda-tanda gaya dalam kurun waktu dan gaya nasional. Misalnya musik karya J.S. Bach, W.A. Mozart, dan L. Van Beethoven.

b. Musik Tradisional Mancanegara

1) Musik Country Istilah musik country mulai dipakai sekitar tahun 1940-an untuk menggantikan istilah musik hillbilly yang berkesan merendahkan. Pada tahun 1970-an, istilah musik country telah menjadi populer di kalangan masyarakat mancanegara. Istilah lain untuk genre musik ini adalah country and western. Jenis musik modern ini bersumber dari musik rakyat (folk song) atau musik tradisional yang berasal dari Appalachia di kawasan pegunungan selatan Amerika Serikat.

Cikal bakal musik ini adalah dari lagu-lagu rakyat yang dibawa nenek moyang mereka para imigran dari kepulauan Ingris. Jauh sebelum ada industri musik maupun media elektronika, para imigran tersebut telah terbiasa menghibur diri dengan menyanyikan lagu-lagu tersebut lengkap dengan iringan musik dan tariannya. Musik ini identik dengan fiddle, gitar, dan banjo sebagai instrumennya.

2) Musik Jazz. Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa. Musik Jazz merupakan jenis musik yang dikembangkan pertama kali oleh orang-orang Afrika-Amerika. Musik ini berakar dari New Orleans, Amerika Serikat, pada akhir abad ke-19. Musik jazz merupakan pembauran berbagai jenis musik, antara lain blues, ragtime, brass-band, musik tradisional Eropa, dan irama-irama asli Afrika. Musik jazz banyak menggunakan gitar, piano, trompet, dan saksofon. Elemen penting dalam jazz adalah blue notes, improvissasi, polyrhythms, sinkopasi dan shuffle note.

Pada awalnya, jazz merupakan musik dansa perkotaan. Ketika mulai digunakan dalam jazz, gitar pada mulanya berfungsi sebagai pemberi akor dan ritme, dalam arti sebagai pengiring belaka. Baru pada tahun 1930-an gitaris seperti Eddi Lang dan Lonnie Johnson mulai memainkan meoldi. Ciri-ciri dari musik Jazz adalah sebagai berikut:

(1) Permainan improvisasi yang menonjol.

Untuk itu, para pemain jazz harus memiliki kemampuan improvisasi yang baik. Para musisi jazz memiliki kemampuan memainkan tangga nada dan progresi akor pada semua nada dasar. (2) Penggunaan sinkopasi serta tangga nada yang sering bukan dari akor yang sedang dimainkan.

c. Nilai-nilai Musik Tradisional Mancanegara

Nilai-nilai musikal suatu musik adalah nilai-nilai tertentu yang terkandung dalam musik yang biasanya hanya dapat dikaji dengan teori musik. Nilai-nilai musikal dari musik country dan musik jazz adalah sebagai berikut:

1) Musik Country Identik dengan fiddle, gitar, dan banjo sebagai instrumennya. Penyanyi country harus mempunyai suara lurus, dan tidak menggunakan menggunakan ‘vibra’ tenggorokan.

2) Musik Jazz Vokal dan lirik merupakan bagian dari instrumen.

3) Ritme dan melodi cenderung improvisatif. Harmoni rumit.

4. Mengembangkan Gagasan Kreatif Musik

Setelah mengapresiasi musik jazz dan musik country, selanjutnya kamu dapat menciptakan kreasi musik. Kamu dapat mengembangkan gagasan kreasi kamu dan mengaransir sebuah lagu tertentu dengan memanfaatkan proses, teknik, prosedur, media, dan materi musik jazz dan musik country. Sebelum melakukan kegiatan ini, kamu perlu memahami apa yang dimaksud dengan mengaransir.

Mengaransir adalah proses menyusun ulang dan memperindah suatu lagu tanpa mengubah isi lagu tersebut. Kegiatan yang dapat kamu lakukan misalnya memilih sebuah lagu kemudian menyusun ulang sehingga menjadi lagu dengan irama jazz atau country. Kamu dapat berlatih dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Memilih sebuah lagu 2) Mengaransir lagu tersebut 3) Membawakan lagu tersebut dengan instrumen musik jazz atau country.

Peranan Musik Daerah

Cara Apresiasi Karya Musik

Cara Apresiasi Karya Musik

Cara Apresiasi Karya Musik

Musik mempunyai banyak kegunaan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari janin di dalam perut sampai kita menjadi dewasa dan tua bisa memanfaatkan musik tersebut. Sehingga tidak heran bila dunia musik selalu berkembang seiring dengan kebutuhan umat manusia.

Cara Apresiasi Karya musik
Cara Apresiasi Karya musik

Apa yang Anda ketahui tentang perkembangan karya musik kreasi?

1. Perkembangan Musik 

Cara Apresiasi Karya Musik – Musik tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan hidup manusia. Jika ditinjau dari bentuk kekaryaannya, musik dapat dibedakan berdasarkan waktu atau zamannya. Sebagaimana diketahui ada beberapa contoh perkembangan musik yang berkembang di dunia pendidikan sebagai berikut:

a. Era Kuno (Zaman Kuno) Musik Barat awal terbentuk oleh tiga komponen budaya meliputi;

1) Timur Tengah dan Mesir Kuno Timur Tengah dan Mesir Kuno (daerah Mesopotamia di sekitar sungai Tigris dan Euphrate yang didiami suku-suku bangsa Sumeria, Babylonia, dan Assyria) meninggalkan artefak gambar-gambar instsrumen musik yang sudah lengkap (idifon, aerofon, kordofon, dan membranofon) untuk meminkan himne yang diukir pada batu tahun 800 SM.

Lima ratus tahun kemudian Bangsa Mesir melakukan hal yang sama, sedangkan bangsa Yahudi tercatat sejak tahun 2000 SM dan didokumentasikan dalam Kitab Pejanjian Lama yang lebih berkembang karena kemudian diadobsi dan diadaptasikan dalam liturgi agama Kristen. Tradisi peribadatan Yahudi di Synagogue (kuil) berupa gaya menyanyi silabis dan melismatis hingga kini tetap digunakan di seluruh dunia.

2) Yunani Kuno Yunani Kuno, merupakan budaya yang paling berpengaruh pada perkembangan musik di Barat melalui bangsa Romawi yang menaklukkan mereka tetapi sekaligus banyak mengadobsi budayanya. Sejarah Yunani baru mulai sekitar tahun 1000 SM tetapi segera mempengaruhi bangsa-bangsa sekitarnya. Dua dewa yang paling dipuja bangsa Yunani Kuno adalah Apolli dan Dionysus. Pemuja Apollo, memainkan instrumen musik berdawai kithara sejenis lyre adalah kaum yang berwatak objektif terhadap ekspresi, sederhana dan jernih. Sebaliknya pengikut Dionysus suka meminkan instrumen tiup seperti aulos yang bersifat subjektif dan emosional.

3) Romawi Kuno Bangsa Romawi Kuno memperoleh musik dari Yunani. Selama lebih dari lima abad, Roma memerintah wilayah Eropa (kecuali Jerman), Inggris, Afrika Utara dan daerah Turki.

Oleh karena itu, kebudayaan Romawi Kuno banyak dipengaruhi oleh daerah Yunani, begitu juga dalam hal musik. b. Era Abad Pertengahan (Medieval Era) 600-1450 Pada masa ini kehidupan dan seni ditujukan untuk pelayanan gereja. Musik hanya untuk keperluan ibadat. Mewarisi modus-modus Yunani, bangsa Romawi yang Kristen mengembangkan modus-modus gereja sebagai sistem tangga nada yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai peribadatan Kristen. Standarisasi dalam berbagai lapangan pengetahuan juga terjadi dalam musik, biarawan dan teoretikus musik Guido.

Cara Apresiasi Karya Musik

c. Era Renaissance (1450-1600)

Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga komposer lebih memperhatikan syair atau lirik untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Ciri khas musik renaissance :

(1) Acappella, bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus.

(2) Berwatak klasik, pengekangan, menahan diri, dan kalem.

(3) Melodi dan tekstur musik masih menggunakan modus-modus sebelumnya, tetapi akord-akord mulai disusun dengan cara menghubungkan melodi-melodi yang menghasilkan konsonan atau disonan.

(4) Komposisi solo dengan iringan ansambel instrumental.

(5) Menggunakan teknik-teknik permainan instrumen yang idiomatis seperti ritme-ritme beraksen kuat, nada-nada yang diulang-ulang, wilayah nada semakin luas dan panjang, nada-nada yang ditahan dan frase-frase, dan banyak ornamentasi melodi. Komponis-komponis pada zaman renaissance antara lain Josquin des Pres, Orlandus Lassus, William Byrd, Giovanni Pierluigi, dan Palestrina.

d. Era Barok dan Rakoko Bukti adanya kemajuan pada zaman pertengahan, yakni ditandai dengan lahirnya beberapa jenis aliran musik seperti Barok dan Rakoko. Kedua musik ini hampir sama sifarnya yakni adanya pemakaian ornamentik. Perbedaan-perbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rakoko yakni : (1) Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas, tekstur polifonik berangsur-angsur menjadi homofonik, yakni (melodi dan iringan akor dalam satu komposisi)

(2) Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi. (3) Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens, dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frasefrase sepanjang 6 birama daengan banyak kadens. (4) Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa. Komponis-komponis dari musik zaman Barok dan Rakoko antara lain Johan Sebastian Bach, Antonio Vivaldi, dan George Frideric Handel.

e. Era Klasik (1750-1820) Sejarah musik klasik dimulai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rakoko. Adapun ciri-ciri musik pada zaman klasik antara lain: (1) Penggunaan dinamika dari keras menjadi lembut, crescendo dan decrescendo (2) Perubahan tempo dengan accelerando dan ritartdando (3) Pemakaian arnamentik dibatasi (4) Penggunaan akor 3 nada Komponis pada zaman klasik antara lain W.A.Mozart, Beethoven dan J. Haydn.

f. Era Romantik (1820-1900) Musik pada zaman ini menggambarkan nasionalisme, lebih universal, pada komposisi orkestra terdapat tambahan pemakaian cymbal, triangle dan harpa. Ciri dari musik Romantik antara lain: (1) Musik emosional, subjektif, nasionalis, individual, eksotis, melarikan diri dan bahkan tidak rasional. (2) Gaya romantik sangat ditentukan oleh komposer yang memperkaya sumber-sumber inspirasi dan sumber-sumber material bagi komposisi mereka. (3) Orkestra, musik piano, solo vokal dengan iringan piano. (4) Opera dijadikan sebagai jenis musik utama. Komponis pada zaman Romantik antara lain J. Brahms Corbis, F. Chopin, dan F. Mendelssohn.

g. Era Kontemporer 1900-Sekarang Periode ini dalam sejarah musik sering disebut sebagai periode Modern sejak tahun 1900 sebagai titik awalnya. Era kontemporer musik dipicu oleh peran komposer-komposer Romantik yang mengembangkan gaya nasionalistik terutama yang berkembang di negara-negara Eropa Timur. Adapun ciri-ciri dari musik kontemporer sampai sekarang antara lain sebagai berikut: (1) Nasionalisme (2) Tema tentang alam, kepahlawanan, cinta, tragedi, mistik, kelucuan dan sesuatu yang eksotis (3) Claude Debussy dan Maurice Ravel mereka adalah komposer Perancis yang mengawali periode kontemporer dengan gaya impresionisme (4) Pola ritme yang tak terbentuk, tangga nada whole-tone, konsep tentang hubungan bebas pada harmoni-harmoni berdekatan, dan tekstur-tekstur kalaedokopik dari impresionisme musikal. Komponis yang terkenal pada era kontemporer sampai sekarang antara lain: Bella Bartok, G. Gerswhin, C. Debussy.

Cara Apresiasi Karya Musik