Penentuan Harga Pasar dan Pengertian Pasar Menurut Waktu

Penentuan Harga Pasar dan Pengertian Pasar Menurut Waktu

Penentuan Harga Pasar dan Pengertian Pasar Menurut Waktu

Pasar Menurut Waktu
Pasar Menurut Waktu

Pasar Menurut Waktu

Penentuan harga dan jumlah barang pada pasar persaingan tidak sempurna

1. Harga pada pasar monopoli. Pada pasar monopoli kurva permintaan yang dihadapi juga merupakan kurva permintaan pasar. Hal ini terjadi karena perusahaan merupakan satu-satunya produsen di pasar.

Pasar Menurut Waktu

Kurva tersebut menunjukkan kurva permintaan (D) pada pasar monopoli, di mana kurva di bawahnya adalah kurva Marginal Revenue (MR) atau MR < AR. Hal ini terjadi karena produsen adalah penentu harga (price maker) karena konsumen tidak memiliki alternatif produsen lain. Walaupun demikian pada pasar monopoli harga harus lebih rendah untuk dapat menjual jumlah barang yang lebih banyak. Seperti pada pasar persaingan sempurna, keuntungan maksimum atau kerugian minimum dapat dicapai jika monopolis berproduksi pada tingkat di mana MC = MR. Perusahaan-perusahaan monopoli tidak selalu memperoleh keuntungan monopoli (keuntungan lebih). Ia juga dapat menderita rugi dalam jangka pendek. Jika dia rugi dalam jangka panjang, dia akan meninggalkan pasar.

Pasar Menurut Waktu

2. Harga pada pasar oligopoli. Pada pasar oligopoli harga ditentukan oleh produsen karena konsumen memiliki sedikit alternatif dalam memilih kemungkinan pada siapa dia melakukan pembelian. Karena hanya ada beberapa produsen, kemungkinan saling mengenal antara produsen besar sekali dan enggan untuk bersaing sehingga harga tidak mudah berubah.

Namun, apabila ada perusahaan menurunkan harga dengan maksud untuk memperluas pangsa pasarnya, perusahaan lain akan memberikan reaksi berupa penurunan harga pula agar konsumennya tidak berpindah ke perusahaan lain. Akibatnya, terjadi perang harga yang akan merugikan masing-masing oligopolis.

Keadaan demikian dapat terlihat dalam kurva di samping ini. Kurva permintaan yang dihadapi oleh sebuah perusahaan oligopoli berbentuk patah ke dalam (kinked demand curve), artinya apabila ada perusahaan yang menurunkan harga, perusahaan-perusahaan lain akan ikut menurunkan harga yang lebih rendah lagi untuk mempertahankan konsumennya sehingga kurva permintaannya akan sangat inlestis di bawah. Sebaliknya apabila ada perusahaan yang menaikkan harga perusahaan lain tidak akan mengikutinya kalaupun mengikuti akan menaikkan harga sedikit saja sehingga kurva permintaannya berbentuk elastis di bagian atas.

Pasar Menurut Waktu

2. Pasar Menurut Waktu. Menurut waktunya, pasar dapat digolongkan ke dalam beberapa bentuk seperti berikut.

a. Pasar harian. Pasar harian adalah tempat pasar di mana pertemuan antara pembeli dan penjual yang dapat dilakukan setiap hari. Pada pasar ini biasanya yang diperdagangkan barang-barang kebutuhan konsumsi, kebutuhan produksi, kebutuhan bahan-bahan mentah, dan kebutuhan jasa.

b. Pasar mingguan. Pasar mingguan adalah pasar dengan proses jual beli dilakukan setiap seminggu sekali. Biasanya pasar seperti ini terdapat di daerah yang masih jarang penduduk, seperti di pedesaan.

c. Pasar bulanan. Pasar bulanan adalah pasar yang diselenggarakan sebulan sekali, terdapat di daerah tertentu. Biasanya pembeli di pasar ini membeli barang tertentu yang kemudian akan dijual kembali, seperti pasar hewan.

d. Pasar tahunan. Pasar tahunan adalah pasar yang dilakukan setiap satu tahun sekali. Biasanya bersifat nasional dan diperuntukkan bagi promosi terhadap suatu produk/barang baru. Misalnya, Pekan Raya Jakarta, Pameran Pembangunan, Pasar malam menjelang Hari Raya Idulfitri, dan lain-lain. ‘

Pasar Menurut Waktu

3. Pasar Menurut Jenis. Menurut jenisnya pasar dibagi atas pasar konkret dan pasar abstrak.

a. Pasar konkret. Pasar konkret adalah suatu pasar tempat pembeli dan penjual bertemu secara langsung untuk mengadakan transaksi jual beli barang atau jasa.

b. Pasar abstrak. Dalam pasar abstrak penjual dan pembeli dapat bertemu secara langsung atau tidak langsung, dan barang yang ditawarkannya pun hanya berupa contoh. Transaksi jual beli dapat dilakukan melalui alat komunikasi seperti, telepon, teleks, dan surat. Contoh dari pasar abstrak, di antaranya, pasar (bursa) surat berharga, saham, bursa valuta asing, pasar uang, dan pasar modal.

Pasar Menurut Waktu

4. Pasar Menurut Wilayah Pemasarannya Menurut luas pemasarannya, pasar dibagi ke dalam empat jenis pasar, yaitu sebagai berikut.

a. Pasal lokal. Pasar lokal adalah pasar yang menjual barang-barang untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Misalnya, pasar sayuran, pasar bunga, dan pasar ikan.

b. Pasar daerah. Pasar daerah adalah pasar yang menjual hasil produksi pada daerah tertentu. Biasanya dalam pasar ini berkumpul para pedagang menengah yang melayani pedagang-pedagang kecil atau eceran. Misalnya, pasar sepatu di Cibaduyut.

c. Pasar nasional. Pasar nasional adalah pasar yang memperdagangkan barang-barang yang konsumennya meliputi seluruh wilayah negara. Misalnya, pasar modal, bursa efek, dan bursa tenaga kerja.

d. Pasar internasional. Pasar internasional adalah pasar yang yang memperdagangkan barang-barang yang konsumennya meliputi dunia internasional. Misalnya, pasar internasional karet di Singapura, pasar wol di Sidney, pasar kopi di Santos (Brazil), dan pasar gandum di Kanada.

Macam-macam Pasar Input (Pasar Faktor Produksi)

Dalam pasar faktor produksi yang bertindak sebagai penjual adalah pemilik faktor produksi atau biasanya dalam kegiatan ekonomi disebut rumah tangga, sedangkan pembelinya adalah perusahaan. Jadi, yang diperjualbelikan di sini adalah input bagi perusahaan untuk melakukan produksi. Oleh karena itu, pasar faktor produksi disebut pasar input. Seperti yang telah kita ketahui faktor produksi terdiri dari:

1. sumber daya alam (tanah).

2. sumber daya manusia.

3. modal.

4. skill.

1. Pasar Tanah. Semua perusahaan membutuhkan tanah minimal untuk kedudukan perusahaan tersebut. Sejalan dengan perkembangan dunia produksi dan jumlah penduduk, kebutuhan tanah semakin lama semakin meningkat, sedangkan penawaran tanah cenderung bersifat tetap. Oleh karena itu, kurva penawaran tanah akan berbentuk garis lurus vertikal (inelastis sempurna). Hubungan antara permintaan dan penawaran tanah dapat dilihat sebagai berikut.

Selain faktor permintaan dan penawaran, tinggi rendahnya harga tanah juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti berikut:

a. Tingkat kesuburan tanah Semakin subur tanah tersebut semakin tinggi harganya, begitu pula sebaliknya.

b. Letak atau tempat kedudukan tanah Letak tanah yang strategis baik untuk produksi maupun permukiman cenderung memiliki harga yang lebih tinggi, juga sebaliknya. Ini disebabkan tanah yang letaknya strategis cenderung memberikan harapan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

c. Status kepemilikan tanah berdasarkan sertifikasi Ada dua kemungkinan status kepemilikian tanah, yaitu hak milik atau hak guna bangun. Tanah yang berstatus hak milik cenderung memiliki harga lebih tinggi dibandingkan tanah berstatus hak guna bangun.

2. Pasar Tenaga Kerja. Seperti pasar lainnya, pasar tenaga kerja merupakan tempat bertemunya permintaan dan penawaran tenaga kerja. Permintaan tenaga kerja datang dari perusahaan yang memiliki lowongan kerja atau dari lapangan kerja, sedangkan penawaran tenaga kerja datang dari angkatan kerja. Pasar tenaga kerja berupa bursa tenaga kerja. Bursa tenaga kerja di Indonesia ditangani oleh Dinas Tenaga Kerja. Orang atau lembaga yang membutuhkan tenaga kerja menyampaikan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan beserta persyaratannya kepada Dinas Tenaga Kerja. Selanjutnya, tenaga kerja menyampaikan kepada masyarakat adanya permintaan tenaga kerja tersebut. Sementara itu, para pencari kerja mendaftarkan diri pada Dinas Tenaga Kerja dengan mengirimkan keterangan-keterangan tentang dirinya. Selain oleh dinas tenaga kerja, bursa tenaga kerja juga banyak yang ditangani oleh perusahaan swasta.

3. Pasar Modal Manfaat pasar modal adalah sebagai berikut :

a. Mempermudah pengusaha yang kekurangan modal untuk mendapatkan modal yang sehat dan tidak mengikat.

b. Memperlancar perluasan produksi yang dilakukan oleh perusahaan.

c. Membantu perusahaan atau masyarakat yang kelebihan dana untuk memanfaatkannya dalam kegiatan yang produktif sehingga tidak terjadi pengangguran dana (idle mone ).

d. Membantu pemerintah dalam menghimpun dan mengerahkan dana masyarakat untuk membiayai pembangunan nasional.

Untuk membina pelaksanaan pasar modal, dibentuk Badan Pembina Pasar Modal (BPPM) yang terdiri dari :

a. Menteri Keuangan sebagai ketua merangkap anggota;

b. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara/Wakil Ketua BAPPENAS sebagai wakil ketua merangkap anggota;

c. Menteri Perdagangan sebagai anggota;

d. Sekretaris Kabinet sebagai anggota;

e. Gubernur Bank Indonesia sebagai anggota;

f. Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal sebagai anggota.

Tugas BPPM adalah memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada Menteri Keuangan dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pasar modal. Untuk mengelola pasar modal dibentuk Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) yang bertanggung jawab langsung kepada Menteri Keuangan. Pengangkatan dan pemberhentian pejabat Bapepam dilakukan Menteri Keuangan.

Rangkuman 

1. Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Lebih rinci lagi menurut ilmu ekonomi, pasar adalah proses bertemunya permintaan dan penawaran untuk suatu barang atau jasa yang diperjualbelikan.

2. Pasar memiliki beberapa fungsi dan bentuk. Selain itu, pasar juga dapat digolongkan menurut waktu, jenis, dan wilayah pemasarannya.

3. Selain untuk output (barang atau jasa), terdapat pula pasar input untuk faktor-faktor produksi, seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal.

4. Pasar output adalah pasar yang memperjualbelikan produk (barang/ jasa) sebagai hasil produksi perusahaan.

5. Pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh jumlah produsen dan konsumen sangat banyak dan hampir tidak terbatas.

6. Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang jumlah penjual dan pembeli tidak sebanding atau tidak seimbang.

7. Monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai hanya ada satu penjual/produsen di pasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli/konsumen.

8. Tugas BPPM adalah memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada Menteri keuangan dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pasar modal.

Pengertian Pasar Faktor Produksi Modal dan Kewirausahaan

Pengertian Pasar Faktor Produksi Modal dan Kewirausahaan

Pengertian Pasar Faktor Produksi Modal dan Kewirausahaan

Faktor Produksi Modal
Faktor Produksi Modal

Faktor Produksi Modal

3. Pasar Faktor Produksi Modal

Faktor Produksi Modal – Dalam setiap perekonomian kegiatan memproduksi memerlukan barang modal. Dalam perekonomian yang sangat primitif sekalipun barang modal diperlukan, seperti jala, cangkul, bajak, dan lain-lain. Dalam perekonomian modern barang modal lebih diperlukan lagi. Modernisasi perekonomian tidak akan berlaku tanpa barang modal yang kompleks dan sangat tinggi produktivitasnya. Perusahaan-perusahaan harus terus berusaha memperbaiki teknik memproduksinya supaya tetap dapat mempertahankan daya persaingannya dan menjamin kelangsungan hidup usahanya.

Faktor Produksi Modal – Untuk menjamin agar teknik memproduksinya tetap mengalami kemajuan dan tetap dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain, investasi atau penanaman modal harus selalu dilakukan. Investasi atau penanaman modal adalah pengeluaran sektor perusahaan untuk membeli atau memperoleh barangbarang modal baru yang lebih modern atau untuk menggantikan barang-barang modal lama yang sudah tidak digunakan lagi atau yang sudah usang.

Untuk melakukan penanaman modal para pengusaha memerlukan dana. Adakalanya dana ini bersumber dari tabungan perusahaan yaitu dana yang diperoleh dari keuntungan yang tidak dibagikan. Selain itu banyak pula perusahaan yang memperoleh dana tersebut dengan meminjam dari pihak lain. Faktor apakah yang akan menentukan keputusan para pengusaha untuk meminjam dana dan melakukan investasi?

Faktor Produksi Modal

a. Permintaan Dana Modal Permintaan dana modal yang akan digunakan untuk investasi tergantung kepada produktivitas dari dana modal tersebut. Dengan demikian, faktor utama yang menentukan permintaan atas dana modal adalah produktivitasnya. Produktivitas dari modal dihitung dengan cara menentukan besarnya pendapatan rata-rata tahunan neto yaitu setelah dikurangi dengan penyusutan modal yang digunakan dan dinyatakan sebagai persentase dari modal yang ditanamkan.

Produktivitas modal tersebut dinamakan tingkat pengembalian modal atau rate of returns. Agar memahami tentang tingkat pengembalian modal (rate of returns), perhatikanlah contoh berikut ini. Seorang pemilik modal jasa transportasi angkot bus membeli sebuah bus angkutan kota dengan harga Rp100.000.000,00 dan dalam setahun biaya operasi yang dikeluarkan sebesar Rp25.000.000,00. Ia berniat menggunakan angkot tersebut selama setahun. Dan setelah akhir tahun angkot tersebut dijual dengan harga Rp75.000.000,00. Apabila dalam setahun tersebut ia memperoleh pendapatan sebesar Rp75.000.000,00 dari angkot bus tersebut, berapakah tingkat pengembalian modal yang diterima?

Faktor Produksi Modal – Apabila para pengusaha mengetahui sepenuhnya berbagai kemungkinan untuk melaksanakan investasi, mereka tentu akan mendahulukan investasi yang tingkat pengembalian modalnya tinggi. Setelah itu kemudian mengembangkan proyek yang tingkat pengembalian modalnya lebih rendah.

b. Suku Bunga

Faktor Produksi Modal – Dalam suatu perekonomian tidak semua pendapatan yang diterima masyarakat akan digunakan untuk pengeluaran konsumsi. Namun sebagian dari pendapatan tersebut akan disisihkan untuk ditabung. Tindakan ini dilakukan dengan tujuan :

1) untuk membiayai pengeluaran konsumsi saat mencapai usia pensiun,

2) untuk mengumpulkan biaya pendidikan anakanak pada saat menginjak dewasa, dan

3) untuk berjaga-jaga di dalam menghadapi kesulitankesulitan di masa yang akan datang. Berdasarkan kurva 6.6, dapat dijelaskan bahwa Kurva Sm adalah tabungan. Keadaan yang semakin naik tersebut menggambarkan semakin tinggi suku bunga, semakin banyak jumlah tabungan. Ini dapat dilihat bahwa pada waktu suku bunga 6%, jumlah tabungan adalah So, dan tabungan bertambah menjadi S1 pada waktu suku bunga mencapai 12%. Penentuan tingkat suku bunga dapat berbeda-beda menurut pandangan beberapa ahli berikut ini :

1) Pandangan klasik; menyatakan suku bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran tabungan.

2) Pandangan Keynes; menyatakan suku bunga ditentukan oleh jumlah uang yang beredar (penawaran uang) dan preferensi likuiditas (permintaan uang). Preferensi likuiditas adalah permintaan atas uang oleh seluruh masyarakat dalam perekonomian.

Keynes menyatakan bahwa permintaan uang oleh masyarakat mempunyai tiga motivasi (tujuan), yaitu :

a) untuk transaksi; masyarakat meminta uang untuk membayar konsumsi yang dilakukan,

b) untuk berjaga-jaga; untuk menghadapi masalah yang tidak terdugaduga seperti kehilangan pekerjaan.

c) untuk spekulasi; untuk ditanamkan ke saham-saham atau surat berharga lain. Permintaan uang untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga tergantung pada pendapatan masyarakat, yaitu makin tinggi pendapatan masyarakat maka semakin tinggi pula permintaan uang untuk kedua tujuan tersebut. Adapun permintaan uang untuk tujuan spekulasi tergantung pada suku bunga dan sifatnya adalah pada waktu suku bunga tinggi hanya sedikit uang yang akan ditahan masyarakat untuk spekulasi, tetapi kalau suku bunga rendah makin lebih banyak uang yang tidak dispekulasikan dipegang oleh pemiliknya.

Faktor Produksi Modal

Ada beberapa faktor penyebab perbedaan suku bunga.

1) Perbedaan Risiko Salah satu pertimbangan bank-bank dalam menentukan suku bunga yang akan dikenakannya adalah risiko dari memberikan pinjaman tersebut, pada usaha yang telah lama berkembang dan tidak banyak risikonya atau pada usaha yang sangat tinggi risikonya.

2) Jangka Waktu Pinjaman Semakin lama sejumlah modal dipinjamkan, semakin besar tingkat bunga yang harus dibayar. Salah satu sebab dari keadaan ini adalah karena risiko yang ditanggung peminjam bertambah panjang. Selain itu karena pemilik modal kehilangan kebebasan untuk menggunakan modalnya dalam jangka waktu yang lebih lama. Sebab lain adalah para peminjam bersedia membayar tingkat bunga yang lebih tinggi karena mereka mempunyai waktu yang lebih lapang untuk mengembalikan pinjamannya.

3) Biaya Administrasi Pinjaman Biaya administrasi untuk jumlah dana yang dipinjam tidak banyak berbeda. Berapapun besarnya dana pinjaman atau berapapun kecilnya dana yang dipinjam biaya administrasi adalah sama. Berdasarkan pertimbangan biaya administrasi pinjaman yang relatif lebih kecil jumlahnya akan membayar suku bunga yang lebih tinggi.

c. Suku Bunga Nominal dan Suku Bunga Riil

Pemilik modal dalam meminjamkan uang bukan saja harus memerhatikan suku bunga yang diterima tetapi juga tingkat inflasi (persentase tahunan kenaikan harga-harga) yang berlaku. Apabila tingkat inflasi lebih tinggi dari suku bunga, pemilik modal akan mengalami kerugian dalam meminjamkan uangnya karena modal ditambah bunganya, nilai riil adalah lebih rendah dari nilai riil modal sebelum dibungakan. Suku bunga nominal adalah suku bunga yang digunakan sebagai ukuran untuk menentukan besarnya bunga yang harus dibayar oleh pihak peminjam dana modal. Adapun suku bunga riil adalah persentase dari nilai riil modal sebelum dibungakan.

4. Pasar Faktor Produksi Kewirausahaan Dalam kegiatan produksi suatu perusahaan, keuntungan ditentukan dengan cara mengurangkan berbagai biaya yang dikeluarkan dari hasil penjualan yang diperoleh. Biaya yang dikeluarkan meliputi pengeluaran untuk bahan mentah, pembayaran bunga, sewa, tanah, dan penghapusan (depresiasi). Apabila hasil penjualan yang diperoleh dikurangi dengan biaya-biaya tersebut nilainya adalah positif maka diperoleh keuntungan.

Dalam ilmu ekonomi keuntungan mempunyai arti yang sedikit berbeda dengan pengertian keuntungan dari segi pembukuan. Ditinjau dari sudut pandang perusahaan (pembukuan perusahaan) seperti yang diuraikan di atas, keuntungan adalah perbedaan nilai uang dari hasil penjualan yang diperoleh dengan seluruh biaya yang dikeluarkan. Dalam ilmu ekonomi definisi itu dipandang terlalu luas karena tidak mempertimbangkan biaya tersembunyi, yaitu biaya produksi yang tidak dibayar dengan uang tetapi perlu dipandang sebagai bagian dari biaya produksi.

Pengeluaran tersebut (biaya yang tersembunyi) meliputi pendapatan yang seharusnya dibayarkan kepada para pengusaha yang menjalankan sendiri perusahaannya, tanah, dan modal sendiri yang digunakan, dan bangunan serta peralatan pabrik yang dimiliki sendiri. Keuntungan dari segi pembukuan, akan menghasilkan keuntungan ekonomi atau keuntungan murni (pure profit) yang dalam ilmu ekonomi dinyatakan sebagai keuntungan ekonomi.

Keuntungan Ekonomi Keahlian Kewirausahaan Keuntungan adalah pembayaran atas jasa yang diberikan oleh suatu faktor produksi yaitu keahlian kewirausahaan yang disediakan oleh para pengusaha. Keahlian kewirausahaan tersebut digunakan para pengusaha di dalam membuat keputusan-keputusan berikut ini :

a. Menentukan barang apa yang perlu diproduksi dan dijual di pasar dan berapa banyaknya.

b. Menentukan cara memproduksi yang terbaik dan kombinasi faktor-faktor produksi yang paling efisien dalam memproduksi barang tersebut. Jadi, dengan menggunakan keahlian kewirausahaan yang dimilikinya, fungsi para pengusaha dalam proses produksi adalah menentukan cara paling efisien di dalam menyediakan barang yang dibutuhkan masyarakat. Apabila usaha ini berhasil, para pengusaha akan memperoleh balas jasa dari jerih payahnya dalam bentuk keuntungan ekonomi atau keuntungan murni.

Para ahli ekonomi mengemukakan beberapa teori yang bertujuan untuk menerangkan sumber dari wujudnya keuntungan ekonomi. Pada umumnya teori-teori tersebut menjelaskan bahwa keuntungan adalah pendapatan yang diperoleh para pengusaha sebagai pembayaran dari melakukan kegiatan berikut ini :

a. Menghadapi Risiko Ketidakpastian di Masa yang Akan Datang Kegiatan perusahaan bukan saja untuk memenuhi permintaan pasar pada masa sekarang, tetapi juga permintaan pasar di masa yang akan datang. Tidaklah mudah untuk menentukan keadaan yang terjadi di masa yang akan datang.

Sehingga yang dapat dilakukan para pengusaha hanyalah membuat ramalan tentang keadaan yang terjadi di masa depan. Berdasarkan ramalan-ramalan tersebut, para pengusaha dapat menentukan strategi kegiatan usahanya, misalnya apakah produksinya harus ditambah atau dikurangi. Ramalan-ramalan ini belum tentu tepat. Ini berarti, para pengusaha menghadapi risiko ketidaktepatan ramalan. Salah satu akibat jika ramalan salah, para pengusaha dapat mengalami kerugian. Akan tetapi jika ramalannya tepat, ia akan mendapat keuntungan, sehingga ditinjau dari sudut risiko yang dihadapi oleh setiap jenis usaha, keuntungan dipandang sebagai pembayaran untuk menghadapi risiko.

b. Melakukan Inovasi (Pembaruan) di dalam Berbagai Kegiatan Ekonomi Kegiatan perusahaan untuk melakukan inovasi antara lain mengadakan pembaruan dalam manajemen, pemasaran dan teknik memproduksi, memegang peranan penting di dalam menjamin kesuksesan usaha tersebut. Dengan melakukan inovasi, teknik memproduksi yang baru dapat diperkenalkan, mutu produksi dapat diperbaiki, biaya produksi, dan barang baru diperkenalkan. Langkah-langkah ini seperti menaikkan hasil penjualan dan menurunkan biaya per unit produksi. Kedua perubahan ini akan menaikkan keuntungan perusahaan. Dengan demikian keuntungan dapat pula dipandang sebagai pembayaran atas kegiatan inovasi.

c. Mewujudkan Kekuasaan Monopoli di dalam Pasar Di dalam perekonomian terdapat perusahaan-perusahaan yang dapat menghalangi masuknya perusahaan-perusahaan baru dalam pasar. Akibatnya beberapa barang tertentu hanya terdapat beberapa perubahan atau satu perusahaan yang ada di pasar. Kemungkinan untuk membatasi persaingan ini, memungkinkan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dalam jangka panjang. Keadaan ini dicapai oleh perusahaan-perusahaan tersebut dengan membatasi produksi dan menjamin agar tingkat harga melebihi rata-rata. Kemungkinan untuk memperoleh keuntungan baru ini menyebabkan ahli-ahli ekonomi berpendapat bahwa keuntungan dipandang sebagai pendapatan dari kekuasaan monopoli yang dimiliki perusahaan