Penentuan Harga Pasar dan Pengertian Pasar Menurut Waktu

Penentuan Harga Pasar dan Pengertian Pasar Menurut Waktu

Penentuan Harga Pasar dan Pengertian Pasar Menurut Waktu

Pasar Menurut Waktu
Pasar Menurut Waktu

Pasar Menurut Waktu

Penentuan harga dan jumlah barang pada pasar persaingan tidak sempurna

1. Harga pada pasar monopoli. Pada pasar monopoli kurva permintaan yang dihadapi juga merupakan kurva permintaan pasar. Hal ini terjadi karena perusahaan merupakan satu-satunya produsen di pasar.

Pasar Menurut Waktu

Kurva tersebut menunjukkan kurva permintaan (D) pada pasar monopoli, di mana kurva di bawahnya adalah kurva Marginal Revenue (MR) atau MR < AR. Hal ini terjadi karena produsen adalah penentu harga (price maker) karena konsumen tidak memiliki alternatif produsen lain. Walaupun demikian pada pasar monopoli harga harus lebih rendah untuk dapat menjual jumlah barang yang lebih banyak. Seperti pada pasar persaingan sempurna, keuntungan maksimum atau kerugian minimum dapat dicapai jika monopolis berproduksi pada tingkat di mana MC = MR. Perusahaan-perusahaan monopoli tidak selalu memperoleh keuntungan monopoli (keuntungan lebih). Ia juga dapat menderita rugi dalam jangka pendek. Jika dia rugi dalam jangka panjang, dia akan meninggalkan pasar.

Pasar Menurut Waktu

2. Harga pada pasar oligopoli. Pada pasar oligopoli harga ditentukan oleh produsen karena konsumen memiliki sedikit alternatif dalam memilih kemungkinan pada siapa dia melakukan pembelian. Karena hanya ada beberapa produsen, kemungkinan saling mengenal antara produsen besar sekali dan enggan untuk bersaing sehingga harga tidak mudah berubah.

Namun, apabila ada perusahaan menurunkan harga dengan maksud untuk memperluas pangsa pasarnya, perusahaan lain akan memberikan reaksi berupa penurunan harga pula agar konsumennya tidak berpindah ke perusahaan lain. Akibatnya, terjadi perang harga yang akan merugikan masing-masing oligopolis.

Keadaan demikian dapat terlihat dalam kurva di samping ini. Kurva permintaan yang dihadapi oleh sebuah perusahaan oligopoli berbentuk patah ke dalam (kinked demand curve), artinya apabila ada perusahaan yang menurunkan harga, perusahaan-perusahaan lain akan ikut menurunkan harga yang lebih rendah lagi untuk mempertahankan konsumennya sehingga kurva permintaannya akan sangat inlestis di bawah. Sebaliknya apabila ada perusahaan yang menaikkan harga perusahaan lain tidak akan mengikutinya kalaupun mengikuti akan menaikkan harga sedikit saja sehingga kurva permintaannya berbentuk elastis di bagian atas.

Pasar Menurut Waktu

2. Pasar Menurut Waktu. Menurut waktunya, pasar dapat digolongkan ke dalam beberapa bentuk seperti berikut.

a. Pasar harian. Pasar harian adalah tempat pasar di mana pertemuan antara pembeli dan penjual yang dapat dilakukan setiap hari. Pada pasar ini biasanya yang diperdagangkan barang-barang kebutuhan konsumsi, kebutuhan produksi, kebutuhan bahan-bahan mentah, dan kebutuhan jasa.

b. Pasar mingguan. Pasar mingguan adalah pasar dengan proses jual beli dilakukan setiap seminggu sekali. Biasanya pasar seperti ini terdapat di daerah yang masih jarang penduduk, seperti di pedesaan.

c. Pasar bulanan. Pasar bulanan adalah pasar yang diselenggarakan sebulan sekali, terdapat di daerah tertentu. Biasanya pembeli di pasar ini membeli barang tertentu yang kemudian akan dijual kembali, seperti pasar hewan.

d. Pasar tahunan. Pasar tahunan adalah pasar yang dilakukan setiap satu tahun sekali. Biasanya bersifat nasional dan diperuntukkan bagi promosi terhadap suatu produk/barang baru. Misalnya, Pekan Raya Jakarta, Pameran Pembangunan, Pasar malam menjelang Hari Raya Idulfitri, dan lain-lain. ‘

Pasar Menurut Waktu

3. Pasar Menurut Jenis. Menurut jenisnya pasar dibagi atas pasar konkret dan pasar abstrak.

a. Pasar konkret. Pasar konkret adalah suatu pasar tempat pembeli dan penjual bertemu secara langsung untuk mengadakan transaksi jual beli barang atau jasa.

b. Pasar abstrak. Dalam pasar abstrak penjual dan pembeli dapat bertemu secara langsung atau tidak langsung, dan barang yang ditawarkannya pun hanya berupa contoh. Transaksi jual beli dapat dilakukan melalui alat komunikasi seperti, telepon, teleks, dan surat. Contoh dari pasar abstrak, di antaranya, pasar (bursa) surat berharga, saham, bursa valuta asing, pasar uang, dan pasar modal.

Pasar Menurut Waktu

4. Pasar Menurut Wilayah Pemasarannya Menurut luas pemasarannya, pasar dibagi ke dalam empat jenis pasar, yaitu sebagai berikut.

a. Pasal lokal. Pasar lokal adalah pasar yang menjual barang-barang untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Misalnya, pasar sayuran, pasar bunga, dan pasar ikan.

b. Pasar daerah. Pasar daerah adalah pasar yang menjual hasil produksi pada daerah tertentu. Biasanya dalam pasar ini berkumpul para pedagang menengah yang melayani pedagang-pedagang kecil atau eceran. Misalnya, pasar sepatu di Cibaduyut.

c. Pasar nasional. Pasar nasional adalah pasar yang memperdagangkan barang-barang yang konsumennya meliputi seluruh wilayah negara. Misalnya, pasar modal, bursa efek, dan bursa tenaga kerja.

d. Pasar internasional. Pasar internasional adalah pasar yang yang memperdagangkan barang-barang yang konsumennya meliputi dunia internasional. Misalnya, pasar internasional karet di Singapura, pasar wol di Sidney, pasar kopi di Santos (Brazil), dan pasar gandum di Kanada.

Macam-macam Pasar Input (Pasar Faktor Produksi)

Dalam pasar faktor produksi yang bertindak sebagai penjual adalah pemilik faktor produksi atau biasanya dalam kegiatan ekonomi disebut rumah tangga, sedangkan pembelinya adalah perusahaan. Jadi, yang diperjualbelikan di sini adalah input bagi perusahaan untuk melakukan produksi. Oleh karena itu, pasar faktor produksi disebut pasar input. Seperti yang telah kita ketahui faktor produksi terdiri dari:

1. sumber daya alam (tanah).

2. sumber daya manusia.

3. modal.

4. skill.

1. Pasar Tanah. Semua perusahaan membutuhkan tanah minimal untuk kedudukan perusahaan tersebut. Sejalan dengan perkembangan dunia produksi dan jumlah penduduk, kebutuhan tanah semakin lama semakin meningkat, sedangkan penawaran tanah cenderung bersifat tetap. Oleh karena itu, kurva penawaran tanah akan berbentuk garis lurus vertikal (inelastis sempurna). Hubungan antara permintaan dan penawaran tanah dapat dilihat sebagai berikut.

Selain faktor permintaan dan penawaran, tinggi rendahnya harga tanah juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti berikut:

a. Tingkat kesuburan tanah Semakin subur tanah tersebut semakin tinggi harganya, begitu pula sebaliknya.

b. Letak atau tempat kedudukan tanah Letak tanah yang strategis baik untuk produksi maupun permukiman cenderung memiliki harga yang lebih tinggi, juga sebaliknya. Ini disebabkan tanah yang letaknya strategis cenderung memberikan harapan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

c. Status kepemilikan tanah berdasarkan sertifikasi Ada dua kemungkinan status kepemilikian tanah, yaitu hak milik atau hak guna bangun. Tanah yang berstatus hak milik cenderung memiliki harga lebih tinggi dibandingkan tanah berstatus hak guna bangun.

2. Pasar Tenaga Kerja. Seperti pasar lainnya, pasar tenaga kerja merupakan tempat bertemunya permintaan dan penawaran tenaga kerja. Permintaan tenaga kerja datang dari perusahaan yang memiliki lowongan kerja atau dari lapangan kerja, sedangkan penawaran tenaga kerja datang dari angkatan kerja. Pasar tenaga kerja berupa bursa tenaga kerja. Bursa tenaga kerja di Indonesia ditangani oleh Dinas Tenaga Kerja. Orang atau lembaga yang membutuhkan tenaga kerja menyampaikan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan beserta persyaratannya kepada Dinas Tenaga Kerja. Selanjutnya, tenaga kerja menyampaikan kepada masyarakat adanya permintaan tenaga kerja tersebut. Sementara itu, para pencari kerja mendaftarkan diri pada Dinas Tenaga Kerja dengan mengirimkan keterangan-keterangan tentang dirinya. Selain oleh dinas tenaga kerja, bursa tenaga kerja juga banyak yang ditangani oleh perusahaan swasta.

3. Pasar Modal Manfaat pasar modal adalah sebagai berikut :

a. Mempermudah pengusaha yang kekurangan modal untuk mendapatkan modal yang sehat dan tidak mengikat.

b. Memperlancar perluasan produksi yang dilakukan oleh perusahaan.

c. Membantu perusahaan atau masyarakat yang kelebihan dana untuk memanfaatkannya dalam kegiatan yang produktif sehingga tidak terjadi pengangguran dana (idle mone ).

d. Membantu pemerintah dalam menghimpun dan mengerahkan dana masyarakat untuk membiayai pembangunan nasional.

Untuk membina pelaksanaan pasar modal, dibentuk Badan Pembina Pasar Modal (BPPM) yang terdiri dari :

a. Menteri Keuangan sebagai ketua merangkap anggota;

b. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara/Wakil Ketua BAPPENAS sebagai wakil ketua merangkap anggota;

c. Menteri Perdagangan sebagai anggota;

d. Sekretaris Kabinet sebagai anggota;

e. Gubernur Bank Indonesia sebagai anggota;

f. Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal sebagai anggota.

Tugas BPPM adalah memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada Menteri Keuangan dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pasar modal. Untuk mengelola pasar modal dibentuk Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) yang bertanggung jawab langsung kepada Menteri Keuangan. Pengangkatan dan pemberhentian pejabat Bapepam dilakukan Menteri Keuangan.

Rangkuman 

1. Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Lebih rinci lagi menurut ilmu ekonomi, pasar adalah proses bertemunya permintaan dan penawaran untuk suatu barang atau jasa yang diperjualbelikan.

2. Pasar memiliki beberapa fungsi dan bentuk. Selain itu, pasar juga dapat digolongkan menurut waktu, jenis, dan wilayah pemasarannya.

3. Selain untuk output (barang atau jasa), terdapat pula pasar input untuk faktor-faktor produksi, seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal.

4. Pasar output adalah pasar yang memperjualbelikan produk (barang/ jasa) sebagai hasil produksi perusahaan.

5. Pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh jumlah produsen dan konsumen sangat banyak dan hampir tidak terbatas.

6. Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang jumlah penjual dan pembeli tidak sebanding atau tidak seimbang.

7. Monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai hanya ada satu penjual/produsen di pasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli/konsumen.

8. Tugas BPPM adalah memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada Menteri keuangan dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pasar modal.

Macam Macam Pasar Input Beserta Pengertianya

Macam Macam Pasar Input Beserta Pengertianya

Macam Macam Pasar Input Beserta Pengertianya

Macam Pasar Input
Macam Pasar Input

Macam Pasar Input

Pasar Input

Macam Pasar Input – Pasar input disebut juga pasar faktor produksi, yaitu pasar yang menawarkan faktor-faktor produksi. Faktor-faktor produksi ini terkait dengan kegiatan memproduksi. Dalam kegiatan memproduksi, pengusaha-pengusaha terlebih dahulu harus memerhatikan keadaan di pasar barang. Langkah ini mempunyai dua tujuan berikut ini. 1. Untuk menentukan jenis barang yang diinginkan oleh para konsumen. Perizinan ini memberikan petunjuk kepada perusahaan-perusahaan tentang jenis barang yang sebaiknya mereka produksi. 2. Untuk menentukan besarnya tingkat produksi yang sebaiknya dicapai, yaitu tingkat produksi yang akan menghasilkan keuntungan maksimum kepada mereka.

Macam Pasar Input – Setiap faktor produksi yang terdapat dalam perekonomian dimiliki oleh anggota rumah tangga. Pemiliknya menyediakan faktor produksi tersebut untuk digunakan oleh para pengusaha, dan sebagai balas jasanya mereka akan memperoleh pendapatan. Tenaga kerja mendapat gaji dan upah, tanah memperoleh sewa, modal memperoleh bunga, dan keahlian kewirausahaan memperoleh keuntungan. Pendapatan yang diperoleh masingmasing jenis faktor produksi tersebut tergantung pada harga dan jumlah masing-masing faktor produksi yang digunakan. Mengapa para pengusaha membutuhkan modal, tenaga kerja, dan faktor produksi lainnya dalam kegiatan usahanya? Di mana dapat ditemukan semua itu? Jawabnya adalah di pasar modal, pasar tenaga kerja, atau pasar faktor produksi lainnya.

Macam Pasar Input

1. Pasar Faktor Produksi Alam (Tanah) Seperti yang kita ketahui faktor produksi alam terdiri atas beberapa macam, yaitu air, udara, sinar matahari, tanah, dan sebagainya. Tetapi yang akan dibicarakan dalam pasar faktor produksi alam ini adalah tanah. Mengapa? Mungkin pertanyaan itu timbul pada diri kalian. Tanah dalam kegiatan produksi merupakan sumber daya alam yang mempunyai peran yang penting. Tanah diperlukan untuk mendirikan pabrik atau kantor, kios, lahan pertanian atau menjadi tempat bagi usaha lain yang didirikan.

Macam Pasar Input

Dalam bahasan ini, penggunaan faktor produksi tanah terkait dengan sewa tanah. Tanah merupakan faktor produksi yang jumlahnya tidak dapat diubah, artinya jumlahnya tidak dapat ditambah atau dikurangi. Yang dapat dilakukan adalah memperbaiki mutu tanah ini, misalnya dengan cara menyediakan irigasi yang baik yang digunakan untuk lahan pertanian dan membuat proyek-proyek irigasi. Tindakan memperbaiki mutu tanah ini menyebabkan harga tanah tinggi.

Macam Pasar Input – Jika harga tanah semakin tinggi, sementara persediaan tanah tidak berubah membuat sifat penawaran tanah bersifat inelastis sempurna. Implikasi apakah yang dapat kita simpulkan dari hal ini? Penawaran tanah yang tidak dapat ditambah meskipun harganya naik (bersifat inelastis sempurna) dan tidak dapat dikurangi meskipun harganya turun, sementara permintaan terhadap tanah terus meningkat akibat pertambahan penduduk membuat tingginya sewa tanah. Sewa tanah merupakan penggantian (balas jasa) atas penggunaan tanah. Makin tinggi permintaan, makin tinggi pula sewa tanah yang harus dibayar.

Macam Pasar Input – Terkait dengan sewa tanah, ada pandangan yang menerangkan tentang penentuan sewa tanah. Pandangan tersebut adalah pandangan David Ricardo, yang didasari dari harga jagung. Harga jagung yang tinggi disebabkan oleh permintaan yang banyak, sedangkan penawarannya kurang mencukupi. Harga jagung yang tinggi tersebut menyebabkan para petani ingin menanam jagung lebih banyak dan menaikkan permintaan mereka atas tanah, sehingga sewa tanah bertambah tinggi. Dengan demikian bukan sewa tanah yang tinggi yang menyebabkan harga jagung tinggi, tetapi yang benar adalah harga jagung tinggi yang menyebabkan sewa tanah tinggi. Pandangan David Ricardo ini dapat diterangkan dan dibuktikan dengan mudah dengan menggunakan kurva 6.1. Kurva SS menggambarkan penawaran tanah, dan penawaran tersebut bersifat inelastis sempurna, karena penawaran tanah tidak dapat ditambah atau dikurangi.

Macam Pasar Input – Oleh karena sifat penawaran tanah yang seperti itu, besarnya sewa tanah tergantung sepenuhnya pada permintaan atas tanah tersebut. Adapun permintaan atas tanah tergantung sampai di mana besarnya permintaan barangbarang yang dapat dihasilkan di atas tanah tersebut. Harga sewa tanah tidak dapat melakukan peranan yang sama seperti harga faktor produksi lainnya. Maksudnya, perubahan-perubahan sewa tanah tidak akan menimbulkan pengaruh (efek) apapun kepada penawaran.

Macam Pasar Input – Perubahan sewa tidak akan mengubah penawaran tanah. Jadi berapa pun perubahan sewa tanah yang berlaku, penawaran tanah tidak akan mengalami perubahan. Apakah sewa tanah nol atau bernilai berjuta-juta rupiah, jumlah penawaran tanah tidak akan bertambah atau berkurang. Sifat penawaran tanah yang seperti ini menyebabkan ahli ekonomi menganggap sewa tanah sebagai suatu surplus. Maksudnya, sewa tanah bukanlah suatu pembayaran atau perangsang untuk menjamin agar tanah dapat disesuaikan jumlah dan penawarannya dengan yang diperlukan dalam berbagai kegiatan ekonomi. Apakah sewanya nol, sedikit atau sangat tinggi, jumlah tanah yang tersedia untuk digunakan dalam kegiatan ekonomi tetap sama banyaknya.

Macam Pasar Input

2. Pasar Tenaga Kerja Pasar tenaga kerja adalah tempat pertemuan antara pencari kerja dengan pemakai kerja.

a. Bentuk-Bentuk Pasar Tenaga Kerja Seperti halnya dengan pasar barang, pasar tenaga kerja dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut ini bentuk-bentuk pasar tenaga kerja. 1) Pasar Tenaga Kerja yang Bersifat Persaingan Sempurna Di dalam pasar ini terdapat banyak perusahaan yang memerlukan tenaga kerja, dan tenaga kerja yang ada dalam pasar tidak tergabung (tidak terikat dalam serikatserikat buruh) yang bertindak sebagai wakil mereka. Di dalam pasar ini, sifat persaingan sempurna sama dengan yang ada di pasar barang yang bersifat persaingan sempurna. Dengan demikian sifat-sifat permintaan dan penawaran tenaga kerja tidak berbeda dengan sifat-sifat permintaan dan penawaran di pasar barang. Kurva permintaan atas tenaga kerja sama seperti juga kurva permintaan atas suatu barang, yaitu dari kiri atas ke kanan bawah. Artinya, semakin tinggi atau rendah tingkat upah tenaga kerja semakin banyak atau sedikit permintaan tenaga kerja. Adapun kurva penawaran tenaga kerja juga sama seperti kurva penawaran barang, yaitu bergerak naik dari kiri bawah ke kanan atas. Artinya, semakin tinggi upah semakin banyak tenaga kerja yang bersedia menawarkan tenaganya.

2) Pasar Tenaga Kerja Monopsoni Monopsoni berarti hanya terdapat satu pembeli di pasar, sedangkan penjual jumlahnya banyak. Berarti pasar tenaga kerja seperti ini bersifat monopoli di pihak perusahaan. Dengan demikian pasar tenaga kerja monopsoni adalah pasar di mana terdapat satu perusahaan yang akan menggunakan tenaga kerja yang ditawarkan. Pasar tenaga kerja yang seperti ini terwujud apabila di suatu tempat/daerah tertentu terdapat suatu perusahaan yang sangat besar dan satusatunya perusahaan modern di tempat tersebut. Contoh penentuan upah dengan angka di pasar monopsoni.

3) Pasar Tenaga Kerja Monopoli di Pihak Tenaga Kerja Di pasar tenaga kerja ini, tenaga kerja terikat dalam sebuah serikat kerja atau persatuan pekerja. Pimpinan serikat biasanya menawarkan kepada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan syarat tertentu. Dengan demikian, tenaga kerja mempunyai kekuasaan monopoli. Sementara itu pihak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja datang ke pasar tenaga kerja tanpa mengadakan kesepakatan di antara mereka. Permintaan tenaga kerja tiap perusahaan didasarkan pada efisiensi mereka masing-masing dan kebutuhan mereka untuk memperoleh tenaga kerja. Adapun penentuan upah dalam pasar tenaga kerja yang bersifat monopoli pihak pekerja dibedakan pada tiga keadaan, yaitu:

a) menuntut upah yang lebih tinggi dari yang dicapai pada keseimbangan permintaan dan penawaran, b) membatasi penawaran tenaga kerja, dan c) menjalankan usaha-usaha yang bertujuan menaikkan permintaan tenaga kerja.

a) Menuntut upah yang lebih tinggi Apabila serikat buruh mewakili sebagian besar tenaga kerja di dalam suatu industri, kemampuannya untuk menentukan tingkat upah adalah sangat besar. Apabila tuntutan serikat buruh tersebut tidak dapat dipenuhi para pengusaha, serikat buruh tersebut dapat membuat ancaman (misalnya mogok bekerja) yang akan menimbulkan implikasi yang sangat buruk bagi perusahaanperusahaan. Perusahaan tidak akan mampu mencari pekerja lain karena sebagian besar tenaga kerja di pasar merupakan anggota serikat buruh dan akan memberikan sokongan atas tuntutan yang telah dibuat oleh pimpinan mereka. Perusahaan-perusahaan tidak mempunyai pilihan lain, dan terpaksa memenuhi keinginan serikat buruh. Makin tinggi upah yang dituntut oleh serikat buruh, makin banyak pengangguran yang terjadi. Keadaan ini dapat menyebabkan mereka meninggalkan serikat buruh dan bersedia menerima upah yang lebih rendah, sehingga menyebabkan serikat buruh harus berhatihati dalam menuntut upah yang lebih tinggi. b) Membatasi penawaran tenaga kerja Hal ini dapat dilakukan dengan cara menentukan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar mereka dapat diperkenankan untuk menjadi anggota. Pembatasan tersebut memungkinkan mereka menerima upah yang lebih tinggi.

c) Menambah permintaan tenaga kerja Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh serikat buruh untuk menaikkan permintaan tenaga kerja. Salah satu cara yang paling bermanfaat adalah dengan berusaha menaikkan produktivitas. Tujuan ini dapat dicapai dengan membuat seminarseminar mengenai masalah pekerjaan yang mereka hadapi dan memberikan kesadaran tentang tanggung jawab para pekerja dalam perusahaan dan mengadakan latihan dan kursus yang bertujuan mempertinggi keterampilan tenaga kerja. Apabila produktivitas bertambah maka memungkinkan pengusaha menambah keuntungannya dengan menggunakan lebih banyak pekerja.

4) Pasar Tenaga Kerja Monopoli Bilateral Pasar tenaga kerja monopoli bilateral yaitu pasar tenaga kerja di mana tenaga kerja bersatu dalam suatu serikat buruh, dan di dalam pasar tenaga kerja ini hanya terdapat satu perusahaan saja yang menggunakan tenaga kerja. Jadi, tenaga kerja dan perusahaan sama-sama mempunyai kekuasaan monopoli. Penentuan tingkat upah di pasar monopoli bilateral terletak di antara penentuan tingkat upah di pasar persaingan sempurna dan monopsoni. Di pasar tenaga kerja yang bersifat persaingan sempurna upah dicapai pada W dan jumlah tenaga kerja yang digunakan adalah L. Adapun di pasar tenaga kerja yang bersifat monopsoni, tenaga kerja yang akan digunakan berjumlah L1 dan tingkat upah hanya mencapai W1.

Keadaan ini akan menimbulkan ketidakpuasan pada serikat buruh, karena pada tingkat penggunaan tenaga kerja sebanyak L1, pekerja menginginkan memperoleh upah sebanyak W2. Dengan demikian di dalam pasar tenaga kerja monopoli bilateral terdapat perbedaan yang nyata antara upah yang dituntut serikat buruh dengan upah yang ditawarkan perusahaan. Tingkat upah manakah yang akan berlaku? Biasanya kedua pilihan tersebut bukan merupakan tingkat upah yang disetujui bersama. Tingkat upah yang berlaku biasanya adalah di antara W1 dan W2, dan yang di dalam perundingan penentuan upah. Jika serikat buruh merupakan pihak yang lebih kuat, tingkat upah yang berlaku mendekati W2. Tetapi apabila perusahaan adalah pihak yang lebih kuat, tingkat upah akan mendekati W1. Kurva penentuan upah dalam pasar monopoli bilateral.

b. Penentuan Tingkat Upah Tenaga Kerja Penentuan tingkat upah dalam setiap pasar berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut ini faktor-faktor penting yang menjadi sumber dari perbedaan upah di antara pekerja-pekerja di dalam suatu jenis pekerjaan tertentu dan di antara berbagai golongan pekerja.

1) Perbedaan Corak Permintaan dan Penawaran dalam Berbagai Jenis Pekerjaan Permintaan dan penawaran tenaga kerja dalam suatu jenis pekerjaan sangat besar peranannya dalam menentukan upah. Di dalam suatu pekerjaan yang terdapat penawaran tenaga kerja yang cukup besar tetapi tidak banyak permintaan, upah cenderung mencapai tingkat yang rendah, demikian seterusnya. Bila dalam suatu pekerjaan yang terdapat penawaran tenaga kerja yang terbatas tetapi permintaan sangat besar, upah cenderung mencapai tingkat tinggi.

2) Perbedaan Corak Pekerjaan Kegiatan ekonomi meliputi berbagai jenis pekerjaan. Ada di antara pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang ringan dan sangat mudah dikerjakan. Tetapi ada pula pekerjaan yang harus dikerjakan dengan mengeluarkan tenaga fisik yang besar, serta ada pula pekerjaan yang harus dilakukan dalam lingkungan yang kurang menyenangkan. Coba kalian perhatikan, pekerjaan seorang pesuruh yang bekerja di kantor yang ada ACnya dengan tukang, petani, atau pekerja-pekerja lapangan lainnya. Golongan pekerja seperti tukang, petani, atau pekerja-pekerja lapangan ini biasanya akan menuntut dan memperoleh upah yang lebih tinggi daripada pesuruh kantor, karena mereka melakukan kerja yang lebih memerlukan tenaga fisik dan bekerja dalam keadaaan yang kurang menyenangkan.

3) Perbedaan Kemampuan, Keahlian, dan Pendidikan Kemampuan, keterampilan, dan keahlian para pekerja dalam setiap pekerjaan adalah berbeda. Pekerja yang mempunyai kepandaian, ketekunan, dan ketelitian menyebabkan mereka mempunyai produktivitas yang tinggi. Hal ini membuat para pengusaha biasanya tidak segan-segan untuk memberikan upah yang lebih tinggi pada si pekerja. Dalam perekonomian yang semakin maju, kegiatankegiatan ekonomi semakin memerlukan tenaga terdidik. Manajer profesional, tenaga teknik, tenaga akuntan, dan berbagai tenaga profesional lainnya akan selalu diperlukan untuk memimpin perusahaan modern dan menjalankan kegiatan produksi secara modern. Makin rumit pekerjaan yang diperlukan makin lama masa pendidikan dari tenaga ahli yang diperlukan. Pendidikan yang panjang menyebabkan tidak banyak tenaga kerja yang dapat mencapai taraf pendidikan yang tinggi. Kekurangan penawaran seperti ini menyebabkan upah yang diperoleh tenaga terdidik adalah lebih tinggi daripada para pekerja yang lebih rendah pendidikannya. Selain itu tenaga kerja yang lebih tinggi pendidikannya memperoleh pendapatan yang lebih tinggi karena pendidikannya meningkatkan kemampuan kerja dan produktivitas.

4) Pertimbangan Bukan Uang Daya tarik suatu pekerjaan bukan saja pada besarnya upah yang ditawarkan. Ada tidaknya perumahan yang tersedia, jauh dekatnya rumah pekerja, di kota besar ataukah di tempat terpencil, jauh dekatnya dengan keluarga merupakan beberapa pertimbangan yang harus dipertimbangkan dalam menentukan tingkat pendapatan yang dituntut. Faktor-faktor bukan uang di atas mempunyai peranan yang cukup penting pada waktu seseorang memiliki pekerjaan. Seseorang seringkali bersedia menerima upah yang lebih rendah apabila beberapa pertimbangan bukan uang sesuai dengan keinginannya. Sebaliknya, bila faktor-faktor uang banyak yang tidak sesuai dengan keinginan seorang pekerja, ia akan menuntut upah yang lebih tinggi sebelum bersedia menerima pekerjaan yang ditawarkan.

5) Dalam Konteks Mobilitas Tenaga Kerja Dalam konteks mobilitas tenaga kerja berarti kalau dalam pasar tenaga kerja terjadi perbedaan upah, maka tenaga kerja akan mengalir ke pasar tenaga kerja yang upahnya lebih tinggi. Perpindahan ini akan terus berlangsung sehingga tidak terdapat lagi perbedaan upah. Namun dalam kenyataannya, tidaklah demikian. Upah dari suatu pekerjaan di berbagai wilayah dan bahkan dalam suatu wilayah tidaklah sama. Salah satu faktor yang menimbulkan perbedaan tersebut adalah ketidaksempurnaan dalam mobilitas tenaga kerja.