Materi Sistem Saluran Pencernaan Makanan

Materi Sistem Saluran Pencernaan Makanan

Materi Sistem Saluran Pencernaan Makanan

Sistem Saluran Pencernaan – Masih ingatkah kamu bahwa makanan diperlukan oleh tubuh untuk memasok energi? Makanan diproses dalam tubuh melalui empat tahap, yaitu: ingesti, digesti (pencernaan), absorbsi (penyerapan), dan defekasi (pengeluaran). Pada saat makanan masuk ke dalam mulut, proses pencernaan dimulai. Pencernaan merupakan proses memecah makanan menjadi molekul yang lebih kecil, sehingga dapat diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah. Selanjutnya, molekul makanan dari darah masuk ke dalam sel melintasi membran sel.

Sistem Saluran Pencernaan

Sistem Saluran Pencernaan
Sistem Saluran Pencernaan

Sistem Saluran Pencernaan – Molekul yang tidak digunakan dan tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan dari tubuh melalui sistem ekskresi seperti keringat dan urin. Makanan yang tidak tercerna akan dibuang melalui anus berupa feses, proses ini disebut defekasi. Pencernaan makanan terbagi atas dua macam, yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi.

Sistem Saluran Pencernaan – Pencernaan mekanik terjadi ketika makanan dikunyah, dicampur, dan diremas. Pencernaan mekanik contoh terjadi di dalam mulut, yaitu pada saat makanan dihancurkan oleh gigi. Pencernaan kimia terjadi ketika reaksi kimia yang menguraikan molekul besar makanan menjadi molekul yang lebih kecil. Pencernaan kimiawi pada proses pencernaan biasanya dilakukan dan dibantu oleh enzim-enzim pencernaan, seperti enzim amilase yang terdapat pada mulut.

Sistem Saluran Pencernaan

1. Organ Pencernaan Utama

Sistem Saluran Pencernaan – Sistem pencernaan manusia terdiri atas organ utama berupa saluran pencernaan dan organ aksesoris (tambahan). Saluran pencernaan merupakan saluran yang dilalui bahan makanan, dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan berakhir di anus. Lidah, gigi, kelenjar saliva, hati, kantung empedu, dan pankreas merupakan organ aksesoris yang membantu pencernaan mekanik dan kimia. Kelenjar pencernaan adalah organ aksesoris yang mengeluarkan enzim untuk membantu mencerna makanan. Untuk lebih jelasnya akan kamu pelajari sistem pencernaan yang meliputi saluran pencernaan dan organ aksesoris sebagai berikut. a. Mulut Masih ingatkah kamu bahwa pencernaan ingesti terjadi di mulut?

Di dalam rongga mulut, terdapat gigi, lidah, dan kelenjar air liur (saliva). Air liur mengandung mukosa (lendir), senyawa antibakteri dan enzim amilase.  menunjukkan rongga mulut dan bagian-bagiannya. Pencernaan makanan di rongga mulut terjadi secara mekanik dan kimiawi. Coba pikirkan, bagian mulut apakah yang berperan dalam pencernaan secara mekanik? Apakah di mulut terjadi pencernaan kimiawi? Jelaskan jawabanmu!

b. Kerongkongan (Esofagus) Setelah melalui rongga mulut, makanan yang berbentuk bolus akan masuk ke dalam tekak (faring). Faring adalah saluran yang memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan (esofagus). Pada pangkal faring terdapat katup pernapasan yang disebut epiglotis. Epiglotis berfungsi untuk menutup ujung saluran pernapasan (laring) agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan. Setelah melalui faring, bolus menuju ke esofagus (kerongkongan). Otot kerongkongan berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan meremas yang mendorong bolus ke dalam lambung. Gerakan otot kerongkongan ini disebut gerakan peristaltik.

c. Lambung Setelah dari esophagus, makanan masuk ke lambung. Di dalam lambung terjadi pencernaan mekanik dan kimia. Secara mekanik otot lambung berkontraksi mengaduk-aduk bolus. Secara kimiawi bolus tercampur dengan getah lambung yang mengandung HCl, enzim pepsin, dan renin. Setelah melalui proses pencernaan selama 2-4 jam bolus menjadi bahan berwarna kekuningan yang disebut kimus (bubur usus). Kimus akan masuk sedikit demi sedikit ke dalam usus halus.

d. Usus Halus Kimus telah sampai di usus halus. Usus halus memiliki panjang 4-7 meter. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus tengah (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada duodenum terdapat saluran yang terhubung dengan kantung empedu dan pankreas. Cairan pankreas mengandung enzim lipase, amilase, dan tripsin. Lipase akan bekerja mencerna lemak, amilase akan mencerna amilum, dan tripsin akan mengubah protein menjadi polipeptida. Cairan empedu juga bekerja mengemulsikan lemak pada kimus dengan cara mengubah lemak menjadi larut dengan air.

Pankreas juga menghasilkan hormon insulin yang berfungsi menurunkan kadar gula darah. Selanjutnya, pencernaan makanan dilanjutkan di jejunum. Pada bagian ini terjadi pencernaan terakhir sebelum zat-zat makanan diserap. Selanjutnya, penyerapan zat-zat makanan terjadi di ileum. Glukosa, vitamin yang larut dalam air, asam amino, dan mineral setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawa oleh pembuluh darah kemudian diedarkan ke seluruh tubuh, sedangkan asam lemak, gliserol, dan vitamin yang larut dalam lemak setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawa oleh pembuluh getah bening dan akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah.

e. Usus Besar Usus besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon (mendatar) ascendens, kolon (menurun) transversum, kolon decendens, dan berakhir pada anus. Di antara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu (sekum). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut umbai cacing (appendiks) yang berisi sejumlah sel darah putih yang berperan dalam imunitas. Bahan makanan yang sampai pada usus besar merupakan zat-zat sisa.

Zat-zat sisa berada dalam usus besar selama 1 sampai 4 hari. Zat sisa tersebut terdiri atas sejumlah besar air dan bahan makanan yang tidak dapat tercerna, misalnya selulosa. Usus besar berfungsi mengatur kadar air pada sisa makanan. Bila kadar air pada sisa makanan terlalu banyak, maka dinding usus besar akan menyerap kelebihan air tersebut. Sebaliknya, bila sisa makanan kekurangan air, maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan mengirimnya ke sisa makanan. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli yang membantu membusukkan sisa-sisa makanan tersebut. Bakteri Escherichia coli mampu membentuk vitamin K dan B12. Sisa makanan yang tidak terpakai oleh tubuh beserta gas-gas yang berbau disebut tinja (feses) akan dikeluarkan melalui anus.

2. Organ Pencernaan Tambahan

Sistem pencernaan manusia tidak hanya terdiri atas organ pencernaan utama saja, tetapi juga terdapat organ pencernaan tambahan berupa kelenjar-kelenjar pencernaan. Kelenjar ini berperan membantu dalam mencerna makanan. Kelenjar pencernaan berfungsi menghasilkan enzim-enzim yang digunakan dalam membantu pencernaan makanan secara kimiawi.

3. Enzim-Enzim Pencernaan

Proses pencernaan makanan pada manusia tidak dapat dilepaskan dari enzim. Enzim adalah sejenis protein yang mempercepat laju reaksi kimia dalam tubuh. Enzim-enzim pencernaan dihasilkan oleh kelenjar pencernaan. Pada Tabel 5.5 berikut ini merupakan nama-nama enzim yang berperan dalam sistem pencernaan makanan dan sumbernya.

Refleksi 

Apakah kamu merasa lapar dan lemas saat telat makan? Ternyata, rasa lapar merupakan salah satu peringatan alami atas tubuh yang menunjukkan bahwa tubuh kamu sedang membutuhkan energi. Kamu dapat menambah energi kembali dengan cara makan. Makan merupakan salah satu ciri makhluk hidup untuk dapat beraktivitas dan bertahan hidup. Apa yang terjadi di dalam sistem pencernaanmu sehingga kamu dapat merasa kenyang dan kembali berenergi setelah makan?

Banyak proses yang dilalui oleh makanan yang kamu makan, dari ukuran makanan yang besar sampai makanan tersebut diuraikan menjadi sekecil mungkin sampai dibawa oleh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Semua itu dilakukan oleh sistem pencernaan makanan dan sistem-sistem yang lain karena sistem dalam tubuh tidak dapat berdiri sendiri.

Oleh karena itu, bersyukurlah kepada Tuhan karena kamu diberi tubuh yang sehat sehingga semua sistem dalam tubuh bekerja dengan baik. Bersyukurlah atas nikmat Tuhan karena kamu dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan tubuh, karena tidak ada proses pencernaan yang lebih sempurna daripada proses perncernaan melalui sistem pencernaan ciptaan Tuhan. Bagaimana cara menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat? Apakah baik jika kamu makan dalam jumlah yang terlalu banyak dan tidak sesuai dengan aktivitas tubuh?

Info Ilmuwan 

Kamu pernah merasakan perut mulas? Semoga tidak pernah ya? Ahli yang membedakan antara mulas di usus kecil dengan gangguan usus besar adalah Ar-Razi (854-923 M), seorang guru besar dalam ilmu kedokteran. Ar-Razi juga berhasil menemukan benang jahit untuk operasi yang terbuat dari bahan selaput hewan. Ilmuwan lain terkait dengan sistem pencernaan makanan adalah Ivan Petrovich Pavlov (1849- 1936 M), ia adalah seorang fisiolog, psikolog, dan dokter dari Rusia.

Pavlov memulai risetnya dalam topik sistem pencernaan dan peredaran darah. Eksperimen dan karya yang membuat Pavlov memiliki reputasi di bidang psikologi bermula dari studi tentang pencernaan. Pavlov meneliti proses pencernaan pada anjing, khususnya hubungan timbal balik antara air ludah dan kerja perut. Dalam penelitian tersebut ia melihat bahwa seekor anjing akan mengeluarkan air liur sebagai respon atas munculnya makanan. Nampaknya kedua hal tersebut berkaitan erat dengan refleks dalam sistem saraf otonom. Tanpa air liur, perut tidak membawa pesan untuk memulai pencernaan.

 

Materi Sistem Pencernaan Makanan

Materi Sistem Pencernaan Makanan

Materi Sistem Pencernaan Makanan

Makanan adalah kebutuhan pokok makhluk hidup. Orang Indonesia memiliki ragam makanan yang sangat banyak. Banyak jenis masakan khas yang berbeda satu dengan lainnya, yang bahan penyusunnya juga berbedabeda.Namun bahan makanan pokok kamu hampir sama, yaitu jagung, nasi, singkong atau sagu. Bahan-bahan ini berfungsi sebagai sumber karbohidrat yang memasok energi utama tubuhmu.

Materi Sistem Pencernaan Makanan
Materi Sistem Pencernaan Makanan

Makanan

Mengapa kamu harus makan? Ketika kamu lapar, apa yang akan kamu lakukan? Mungkin kamu akan segera makan, kecuali sedang berpuasa. Apa yang kamu makan? Mungkin kamu akan memilih makanan berdasarkan seleramu, atau memilih makanan berdasarkan nilai gizinya. Banyak orang lebih mementingkan rasa daripada kandungan gizi makanan yang dimakan. Sepotong roti tawar akan mudah kamu santap, namun hanya memberikan beberapa nutrisi yang kamu butuhkan. Nutrisi dalam makanan memberikan energi serta bahan untuk perkembangan, pertumbuhan, dan perbaikan sel.

Ayo Kamu Pelajari 1. Kebutuhan energi 2. Enam jenis nutrisi 3. Fungsi setiap jenis nutrisi Istilah Penting 1. Nutrisi 2. Karbohidrat 3. Lemak 4. Protein 5. Vitamin 6. Mineral Mengapa Penting? Kamu dapat memilih makanan yang sehat jika kamu mengetahui nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh

Makanan memegang peran penting dalam kelangsungan hidup manusia. Ingatkah kamu gizi seimbang? Makanan sehat harus mencukupi komponen gizi seimbang. Tahukah kamu bahan apa sajakah yang termasuk komponen gizi seimbang itu?

Makanan memegang peran penting dalam kelangsungan hidup manusia. Ingatkah kamu gizi seimbang? Makanan sehat harus mencukupi komponen gizi seimbang. Tahukah kamu bahan apa sajakah yang termasuk komponen gizi seimbang itu?

1. Kebutuhan Energi

Apakah fungsi energi bagi tubuhmu? Tubuhmu membutuhkan energi untuk setiap kegiatan, seperti detak jantung, kedipan kelopak mata, dan mengangkat barang. Tubuhmu juga menggunakan energi untuk mempertahankan suhu tubuh normal sekitar 37°C. Energi ini berasal dari makanan yang kamu makan. Jumlah energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas diukur dalam satuan kalori. Sama halnya pada tubuh, jumlah energi yang tersedia dalam makanan juga diukur dalam satuan kalori. Satu kalori (Cal) menunjukkan jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan 1°C suhu dari 1 g air. Jumlah kalori pada sepotong roti berbeda dengan jumlah kalori pada sepiring nasi dan 1 buah pisang. Hal ini dapat terjadi karena jenis makanan yang berbeda akan mengandung jumlah kalori yang berbeda pula.

2. Enam Jenis Nutrisi

Makanan yang kamu konsumsi seharusnya tidak hanya sekedar mengenyangkan, tetapi harus mengandung nutrisi atau gizi. Nutrisi atau gizi adalah zat yang dibutuhkan makhluk hidup sebagai sumber energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan keberlangsungan fungsi pada setiap jaringan dan organ tubuh secara normal.Sebenarnya, makanan yang kamu konsumsi sehari-hari harus mengandung enam jenis nutrisi, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Karbohidrat, lemak, dan protein dibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang hanya sedikit.

Karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin merupakan nutrisi organik yang mengandung karbon. Sebaliknya, nutrisi anorganik seperti air dan mineral tidak mengandung karbon. Makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein perlu dicerna atau dipecah terlebih dahulu oleh tubuh, sedangkan air, vitamin, dan mineral dapat diserap langsung oleh sel-sel tubuh. Tahukah kamu kandungan nutrisi dalam menu makananmu seharihari? Kandungan nutrisi dalam bahan makanan dapat diketahui dengan menggunakan indikator uji makanan atau reagen. Tabel 5.2 menunjukkan jenis reagen untuk mengetahui nutrisi dalam bahan makanan.Tabel 5.2 tersebut dapat kamu jadikan patokan untuk menentukan kandungan bahan yang terkandung pada sampel makanan yang kamu uji. Misalnya, bahan makanan yang mengandung amilum jika diuji dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi biru tua.

3. Karbohidrat

Bacalah kandungan nutrisi pada label beberapa bungkus biskuit! Kamu akan melihat jumlah karbohidrat yang tertera pada bungkus biskuit lebih tinggi daripada jumlah nutrisi lainnya. Setiap molekul karbohidrat terbuat dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat adalah sumber utama energi bagi tubuhmu. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4,0 – 4,1 kilokalori (kkal). Tiga jenis karbohidrat adalah gula, pati, dan serat. Gula disebut karbohidrat sederhana. Contoh makanan yang mengandung gula antara lain buahbuahan, madu, dan susu. Dua jenis karbohidrat lainnya, yaitu pati dan serat disebut karbohidrat kompleks.

Pati ditemukan dalam kentang dan makanan yang terbuat dari biji-bijian. Serat, seperti selulosa ditemukan di dinding sel tumbuhan. Makanan seperti roti gandum atau sereal, kacang-kacangan, kacang polong, sayuran, dan buah-buahan lainnya merupakan sumber serat yang baik. Serat tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan makanan manusia, sehingga dikeluarkan sebagai feses. Dengan demikian, serat bukan merupakan sumber energi bagi tubuh manusia. Bicara tentang karbohidrat, pasti kamu teringat bahwa mengonsumsi karbohidrat terlalu berlebihan dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes.

Hati-hati dengan diabetes, menurut WHO 246 juta orang di dunia mengidap diabetes. Jumlah ini menunjukkan hampir 6% dari populasi orang dewasa di dunia. Karena besarnya jumlah penderita diabetes, maka diabetes disebut “The Silent Epidemi”. Penyebab utama peningkatan penderita diabetes adalah gaya hidup. Olahraga dan pengaturan pola makan dapat mengurangi atau menunda timbulnya diabetes lebih dari 50%. Gambar 5.4 merupakan alat pengecek kadar gula dalam darah.

4. Lemak

Lemak atau lipid diperlukan tubuh karena berfungsi menyediakan energi sebesar 9 kilokalori/gram; melarutkan vitamin A, D, E, K dan dapat menyediakan asam lemak esensial bagi tubuh manusia. Selama proses pencernaan, lemak dipecah menjadi molekul yang lebih kecil, yaitu asam lemak dan gliserol. Lemak merupakan unit penyimpanan yang baik untuk energi. Kelebihan energi dari makanan yang kamu makan diubah menjadi lemak dan disimpan untuk digunakan dilain waktu.

Berdasarkan struktur kimianya, lemak dibedakan menjadi lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh biasanya cair pada suhu kamar. Minyak nabati dan lemak yang ditemukan dalam biji merupakan contoh dari lemak tak jenuh. Lemak jenuh biasanya padat pada suhu kamar dan ditemukan dalam daging, susu, keju, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Mengidentifikasi Bahan Makanan yang Mengandung Lemak

Langkah Kegiatan 1. Kumpulkan jenis makanan nasi, singkong, roti, kue, keripik kentang, kacang, buah-buahan, sayuran, dan daging. 2. Secara terpisah, hancurkan bahan makanan dengan pistil dan mortar. 3.Tempatkan makanan pada sehelai kertas minyak (bahan layang-layang), kemudian lipat sehingga kertas membungkus makanan secara sempurna (hati-hati jangan sampai kertas tersebut robek). 4. Beri label kertas dengan nama masing-masing makanan (janganlah mencicipi makanan tersebut). 5. Biarkan selama 30 menit. 6. Ambil dua lembar kertas, satu lembar diberi tanda A dan yang lain diberi tanda B. Kertas A ditetesi dengan minyak, dan kertas B ditetesi air. 7. Bandingkan kertas A dan B tempat makanan. Analisis Gunakan tes ini untuk menentukan kandungan lemak pada makanan. Tanda berminyak berarti makanan mengandung lemak, sedangkan tanda basah berarti makanan mengandung air.

5. Protein

Protein dibutuhkan sebagai penghasil energi. Protein juga berfungsi untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak, pembuat enzim dan hormon, serta pembentuk antibodi. Protein merupakan molekul besar yang terdiri atas sejumlah asam amino. Asam amino terdiri atas karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan kadang-kadang ada belerang.

Protein yang kamu makan dapat berasal dari hewan (protein hewani) dan tumbuhan (protein nabati). Bahan makanan yang mengandung protein hewani antara lain daging, ikan, telur, susu, dan keju. Bahan makanan yang mengandung protein nabati adalah kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang-kacangan lainnya. Kacang kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu merupakan salah satu sumber protein terbaik. Pada Gambar 5.5 kamu dapat melihat beberapa sumber protein.

Uji Nutrisi pada Makanan Apa yang akan kamu teliti?

Menguji kandungan nutrisi dalam bahan makanan. Apa yang kamu duga? Apa yang kamu sediakan? • Tabung reaksi (satu tabung per sampel uji) • Penjepit tabung reaksi • Rak tabung reaksi • Termometer • Mortar dan pistil • Pipet tetes • Gelas kimia • Kertas label • Air panas • Kaki tiga • Pembakar spiritus • Larutan bahan makanan yang akan diuji (beberapa bahan makanan yang diduga mengandung pati, gula, dan protein) Apa tujuan kamu meneliti? I. Uji Bahan Makanan yang Mengandung Karbohidrat Reagen Kalium Iodida (KI) atau lugol dapat digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Reagen ini berwarna orange. Setelah sampel yang diuji ditetesi reagen KI, akan terjadi perubahan warna.

Apabila sampel berubah warna menjadi biru tua, berarti bahan makanan tersebut mengandung karbohidrat. Apa yang kamu lakukan? 1. Sediakan 10 gram bahan makanan yang akan diuji (nasi, ubi, telor, putih telur, susu, atau bahan makanan lain yang mudah ditemukan). 2. Hancurkan bahan makanan yang akan diuji dengan mortar dan pistil. 3. Tambahkan air untuk memudahkan penghancuran. 4. Masukkan masing-masing 2 mL ekstrak makanan ke dalam tabung reaksi. 5. Beri label masing-masing tabung reaksi sesuai dengan nama sampel larutan uji. 6. Tetesilah masing-masing bahan makanan tersebut dengan reagen KI. 7. Catat warna dasar atas bahan makanan dan warna dasar reagen KI. 8. Perhatikan perubahan warna yang terjadi! II. Uji Bahan Makanan yang Mengandung Gula Reagen Benedict digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung gula. Reagen ini berwarna biru jernih. Setelah sampel yang diuji ditetesi reagen Benedict, akan terjadi perubahan warna. Apabila sampel berubah warna menjadi biru kehijauan.

atau kuning atau merah bata berarti bahan makanan tersebut mengandung gula. Bergantung pada kadar gula dalam sampel. Apa yang kamu lakukan?

1. Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat! 2. Tambahkan 10 tetes larutan Benedict ke dalam masing-masing tabung reaksi! 3. Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagen Benedict! 4 Panaskan tabung reaksi ke dalam gelas kimia yang berisi air bersuhu 40°-50°C selama lima menit. Perhatikan, jangan arahkan mulut tabung reaksi kepada temanmu, dan gunakan penjepit tabung reaksi saat memindahkan tabung reaksi. Pastikan pula kamu meminta gurumu melihat rangkaian percobaanmu sebelum kamu menyalakan apinya. 5. Perhatikan perubahan warna yang terjadi! III. Uji Bahan Makanan yang Mengandung Protein Reagen biuret digunakan untuk mengetahui adanya kandungan protein pada bahan makanan.

Reagen biuret berwarna biru. Ketika bereaksi dengan protein akan berubah warna menjadi merah muda sampai ungu. Apa yang kamu lakukan? 1. Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat. 2. Tambahkan 10 tetes larutan biuret ke dalam masing-masing tabung reaksi. 3. Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagen biuret. 4. Dengan menggunakan pipet, secara hati-hati tambahkan 3 tetes reagen biuret untuk masing-masing tabung. Kocok perlahan-lahan untuk mencampur. 5. Jangan terlalu kuat dalam mengocok untuk mencegah campuran tumpah ke luar tabung, usahakan campuran bahan uji dan biuret jangan sampai terkena tangan secara langsung.

Apakah camilan yang kamu makan itu sehat? Kebanyakan dari kamu makan tiga kali setiap hari ditambah dengan camilan ringan. Kebutuhan energi dan nutrisi 20% berasal dari camilan. Pada umumnya, kamu lebih suka memilih camilan berupa keripik atau permen daripada buahbuahan dan sayuran. Meskipun camilan pada umumnya cepat untuk disantap dan rasanya lezat, namun kandungan lemaknya cukup tinggi.

6. Vitamin

Masih ingatkah kamu bahwa vitamin dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit? Walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun harus tetap ada, karena diperlukan untuk mengatur fungsi tubuh dan mencegah beberapa penyakit. Vitamin dikelompokkan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). Khusus vitamin D dapat terbentuk ketika kulit terkena sinar matahari, karena di dalam tubuh ada pro vitamin D. Tabel 5.4 menunjukkan bahan makanan yang mengandung vitamin.

7. Mineral

Tubuhmu memerlukan sekitar 14 jenis mineral, diantaranya kalsium, posfor, potasiun, sodium, besi, iodium, dan seng. Mineral merupakan nutrisi yang sedikit mengandung atom karbon. Satu jenis makanan yang kamu konsumsi ternyata dapat mengandung lebih dari satu jenis zat gizi, misalnya pada susu terkandung protein, lemak, dan mineral berupa kalsium.

8. Air

Apakah kamu pernah berolahraga pada siang hari yang panas tanpa membawa sebotol air? Apa yang kamu rasakan? Kamu mungkin merasa haus, selanjutnya kamu akan mencari air minum. Air penting bagi tubuh kamu untuk menjaga kelangsungan hidup. Kamu lebih dapat menahan lapar daripada menahan haus. Mengapa? Karena sel-sel tubuh kamu membutuhkan air untuk beraktivitas. Di samping itu, nutrisi yang masuk ke tubuh kamu tidak dapat digunakan oleh sel-sel tubuhmu bila tidak terlarut dalam air. Sekitar 60 – 80% komponen sel tubuh makhluk hidup adalah air.

Tubuh dapat kehilangan air ketika bernapas, berkeringat, buang air besar dan buang air kecil. Kehilangan air tersebut harus segera diganti dengan minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari. Namun, minum air bukan satu-satunya cara untuk memasok sel-sel dengan air, karena tanpa kamu sadari makanan yang kamu makan mengandung banyak air. Contoh, apel mengandung 80 persen air dan daging mengandung 66 persen air. Air dibutuhkan oleh tubuh sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan, pelumas dan bantalan, media transportasi, serta media pengeluaran sisa metabolisme. Perlu diingat bahwa air yang jernih belum tentu sehat. Mengapa?

Sistem Pencernaan pada Hewan Memamah Biak

Sistem Pencernaan pada Hewan Memamah Biak

Hewan pemamah biak disebut juga hewan ruminansia. C Alat-alat pencernaan hewan ruminansia terdiri atas mulut, esofagus, rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut kitab), abomasum (perut sebenarnya), usus halus, kolon, rektum, dan anus. Susunan gigi pada hewan berbeda dengan susunan gigi pada manusia. Hewan ruminansia hanya memiliki gigi seri dan geraham. Contoh hewan pemamah biak adalah sapi, kambing, dan kerbau.

Hewan ruminansia makan rumput terus sampai kenyang, makanan akan ditampung di dalam rumen. Di dalam rumen terjadi fermentasi selulosa oleh enzim selulase. Saat sapi istirahat, makanan akan dikeluarkan kembali ke mulut dan dikunyah kembali, kegiatan ini dibantu oleh saliva. Setelah halus makanan masuk lagi melewati retikulum dan omasum menuju abomasum. Di dalam abomasum makanan mengalami pencernaan secara kimiawi dengan bantuan enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri. Dari abomasum makanan masuk ke usus halus. Di dalam usus halus zat-zat makanan diabsorbsi. Setelah itu, sisa-sisa makanan masuk ke kolon dan mengalami proses penyerapan air dan elektrolit. Selanjutnya, feses melewati rektum dan keluar melalui anus.

Sistem Pencernaan mamah biak