Tentang Materi Mobilitas Penduduk

Tentang Materi Mobilitas Penduduk

Tentang Materi Mobilitas Penduduk

Mobilitas Penduduk

1. Pengertian, Jenis, dan Faktor-Faktor Migrasi Tahukah kamu apa artinya migrasi? Mengapa orang melakukan migrasi? Bagaimana dampak dari migrasi itu sendiri? Mobilitas penduduk dapat diartikan sebagai perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Lengkapnya, migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain di lokasi geografis yang berbeda dengan tujuan menetap. Setiap terjadi migrasi mengakibatkan terjadinya perubahan tempat tinggal dari suatu lokasi geografis tertentu ke lokasi geografis lainnya. Migrasi tidak hanya bermakna perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain, tetapi perpindahan dalam suatu negara pun dimaknai migrasi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan berikut ini yang akan menguraikan tentang jenis-jenis migrasi.

Mobilitas Penduduk

Mobilitas Penduduk
Mobilitas Penduduk

Mobilitas Penduduk – Berdasarkan ruang gerak atau jangkauannya, migrasi dapat dibagi atas dua jenis, yaitu sebagai berikut. a) Migrasi internasional yaitu perpindahan penduduk antara satu negara dan negara lainnya. Migrasi internasional dapat dibedakan atas tiga macam yaitu sebagai berikut. 1) Imigrasi yaitu masuknya penduduk dari negara lain ke dalam suatu negara. Orang-orang yang melakukan imigrasi disebut imigran. Contohnya, orang-orang Thailand, Hong Kong, dan Malaysia yang datang ke Indonesia untuk bekerja. 2) Emigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari dalam satu negara ke negara lain.

Mobilitas Penduduk –  Contohnya, penduduk Indonesia yang pergi ke Timur Tengah untuk bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). 3) Remigrasi atau repatriasi yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara kembali ke negaranya sendiri. Remigrasi sering juga disebut kembali ke tanah air.

Mobilitas Penduduk – Contohnya, penduduk Indonesia yang bekerja di Timur Tengah, ataupun mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan di Mesir kembali ke tanah air. b) Migrasi Nasional yaitu perpindahan penduduk di dalam satu negara. Migrasi nasional terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut. 1) Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan menetap.

Mobilitas Penduduk – Terjadinya urbanisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya: (a) ingin mencari pekerjaan karena di kota lebih banyak lapangan kerja; (b) ingin melanjutkan pendidikan karena di kota banyak sekolah jenjang tinggi; (c) ingin mencari pengalaman baru di kota; (d) ingin mendapatkan lebih banyak hiburan, fasilitas untuk hiburan di kota relatif lebih banyak daripada di desa. 2) Transmigrasi yaitu perpidahan penduduk dari salah satu pulau untuk menetap di pulau lain dalam wilayah negara Republik Indonesia untuk kepentingan pembangunan negara atau alasan-alasan yang dipandang perlu oleh pemerintah.

Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda dari daerah Kedu ke daerah Lampung sebanyak 155 keluarga. Adanya program transmigrasi ditujukan untuk hal-hal sebagai berikut: (a) pemerataan persebaran penduduk; (b) peningkatan taraf hidup para transmigran di daerah transmigrasi; (c) pengolahan sumber daya alam yang selama ini belum tersentuh di daerah baru; (d) penyediaan lapangan kerja bagi transmigran di daerah transmigrasi; (e) pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia; (f) peningkatan kesatuan dan persatuan bangsa; (g) peningkatan pertahanan dan keamanan nasional. Berdasarkan pelaksanaannya, transmigrasi di Indonesia dapat dibedakan berikut ini.

(a) Transmigrasi umum yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah. (b) Transmigrasi khusus yaitu transmigrasi yang dilaksanakan oleh pemerintah yang sifatnya khusus dengan tujuan tertentu. Misalnya, transmigrasi yang dilakukan pada penduduk yang terkena bencana alam. (c) Transmigrasispontan atau swakarya yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh penduduk atas kemauan dan biaya sendiri dengan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah berupa lahan garapan seluas dua hektar dan lain-lain. (d) Transmigrasi swakarya yaitu transmigrasi yang sebagian biayanya ditanggung oleh pemerintah, sedangkan untuk pembukaan lahan ditanggung oleh transmigran. (e) Transmigrasi lokal yaitu transmigrasi yang terjadi dari satu daerah ke daerah lainnya di dalam satu provinsi. (f) Transmigrasi bedol desa yaitu perpindahan penduduk meliputi seluruh penduduk desa beserta kepala desa dan perangkat-perangkatnya ke daerah lain. (g) Transmigrasi sektoral yaitu perpindahan penduduk yang biayanya ditanggung bersama oleh pemerintah daerah tujuan transmigrasi.

3) Ruralisasi yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap. Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi. Hal tersebut dapat terjadi disebabkan: (a) adanya kerinduan untuk kembali ke desa asal; (b) pekerjaan di kota sudah selesai sehingga kembali ke desa; (c) merasa sudah bosan di kota dan ingin tenang hidup di desa; (d) ingin mengabdi pada desa dan sebagainya.

4) Migrasi musiman yaitu perpindahan penduduk yang terjadi pada musim-musim tertentu. Contohnya, pada musim panen di suatu daerah, banyak penduduk daerah lain yang datang untuk membantu dalam proses panen tersebut. 5) Migrasi sirkuler yaitu perpindahan penduduk sementara karena mendekati tempat pekerjaan. Contohnya, seorang penduduk Cianjur yang bekerja di Bandung dan tinggal sementara di Bandung. Akan tetapi, pada waktu-waktu tertentu secara teratur pulang ke tempat tinggalnya di Cianjur karena semua keluarganya tinggal di Cianjur. Adapun tentang alasan seseorang melakukan migrasi tentunya beragam dan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.

Secara umum, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi sebagai berikut.

a) Faktor ekonomi yaitu ingin memperoleh kesejahteraan yang lebih baik di tempat yang baru. b) Faktor pendidikan yaitu migrasi yang terjadi karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Lokasi perguruan tinggi biasanya terpusat di suatu wilayah tertentu, khususnya perkotaan. c) Faktor pekerjaan yaitu migrasi yang terjadi karena penugasan yang diberikan oleh pemimpin tempatnya bekerja. d) Faktor keselamatan yaitu daerah yang sering dilanda bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan bencana-bencana alam lainnya. Hal itu menyebabkan banyak penduduk di tempat tersebut yang bermigrasi ke tempat lain yang bebas dari gangguan bencana alam. e) Faktor keamanan yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan di tempat mereka sebelumnya. f) Faktor politik yaitu migrasi yang terjadi karena adanya perbedaan politik di antara warga masyarakat. g) Faktor agama yaitu migrasi yang terjadi karena perbedaan agama sehingga sebagian penduduk merasa kurang bebas menjalankan ajaran agamanya. h) Faktor sosial, yaitu migrasi yang terjadi karena adanya tekanan-tekanan sosial dari masyarakat terhadap seseorang sehingga ia berimigrasi. i) Faktor kepentingan pembangunan yaitu migrasi yang terjadi karena suatu daerah permukiman penduduk terkena proyek pembangunan seperti pembuatan jalan tol Cipularang.

Dampak Positif dan Dampak Negatif Migrasi dan Usaha Penanggulangannya

Melalui pembahasan sebelumnya, kamu sudah mengetahui bahwa migrasi terdiri atas migrasi internasional dan migrasi nasional. Masing-masing migrasi ini memiliki dampak yang berbeda sehingga pembahasan tentang dampak migrasi akan diuraikan berdasarkan dua jenis migrasi tersebut.

a. Dampak positif migrasi internasional 1) Dampak positif imigrasi adalah sebagai berikut. a) Migrasi mendorong terjadinya proses alih teknologi dari tenaga asing kepada tenaga kerja Indonesia. b) Kedatangan orang-orang asing ke Indonesia mempercepat proses pembangunan, dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. c) Imigrasi dari negara-negara asing, terutama dari negara maju yang bertujuan untuk bekerja di Indonesia. Biasanya, tenaga ahli yang mempunyai keterampilan (skill) yang baik. Hal ini dapat membantu kekurangan tenaga ahli di Indonesia. d) Dapat menambah rasa persahabatan dan kebersamaan antarbangsa. Adanya orang-orang asing yang tinggal di Indonesia akan memudahkan kita untuk bergaul dan mengenal mereka secara langsung sehingga timbul suatu rasa kebersamaan dengan mereka.

2) Dampak positif emigrasi adalah sebagai berikut. a) Meningkatkan persediaan devisa negara berupa mata uang asing yang diperoleh dari orang Indonesia yang kerja di luar negeri (TKI). b) Mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap tenaga-tenaga ahli dari luar negeri. Dengan banyaknya orang Indonesia yang belajar di luar negeri menjadikan investasi sumber daya manusia yang bermutu di kemudian hari. c) Dapat menjadi duta bangsa untuk memperkenalkan Indonesia di negara lain. b. Dampak positif migrasi nasional Terdapat beberapa dampak positif dari migrasi nasional, di antaranya sebagai berikut.

1) Dampak positif transmigrasi adalah sebagai berikut. a) Lahan-lahan yang kosong dapat dimanfaatkan. b) Penduduk yang ditransmigrasikan kehidupannya dapat lebih baik secara ekonomi. c) Meningkatnya produksi, terutama di bidang pertanian. d) Dapat mempercepat pemerataan penduduk. e) Mengurangi jumlah pengangguran, terutama bagi mereka yang ditransmigrasikan.

2) Dampak positif urbanisasi adalah sebagai berikut. a) Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota. b) Banyak di antara penduduk desa yang telah berurbanisasi ke kota tergolong orang yang berhasil. c) Membawa dampak positif bagi pembangunan desa. d) Meningkatkan taraf hidup keluarga yang ditinggalkan di desa. e) Dinamika kehidupan kota bertambah ramai seperti kegiatan perdagangan. f) Kesempatan membuka usaha-usaha baru semakin luas.

3) Dampak positif ruralisasi adalah sebagai berikut. a) Menjadi pendorong pembaruan di desa, terlebih jika yang pindah adalah penduduk yang berpendidikan. b) Membantu kekurangan tenaga terampil di desa. c) Mendorong kemajuan perekonomian di desa.

 

Tentang Materi Kepadatan Penduduk

Tentang Materi Kepadatan Penduduk

Tentang Materi Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk – Tahukah kamu apa artinya kepadatan penduduk? Bagaimana kepadatan penduduk di Indonesia? Mengapa orang berbondong-bondong pergi ke Jakarta sehingga penduduk Jakarta sangat padat, sedangkan daerah di Irian Jaya masih banyak yang kosong? Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu wilayah per satuan luas. Tingkat kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kepadatan penduduk aritmatik dan kepadatan penduduk agraris.

Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk
Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk

1. Kepadatan Penduduk Aritmatik Kepadatan penduduk aritmatik adalah jumlah penduduk rata-rata yang menempati wilayah seluas 1 km2 . Kepadatan penduduk aritmatik ini sering kali hanya disebut kepadatan penduduk. Rumus untuk menghitung kepadatan penduduk aritmatik adalah: Kepadatan penduduk = Jumlah penduduk (jiwa) Luas wilayah (km ) Contoh: Jika diketahui hasil survei penduduk Provinsi X tahun 2006 sebesar Rp12.457.777 jiwa dan luas wilayahnya sebesar 81.860 km2 2 .

Kepadatan Penduduk

Jadi, kepadatan penduduk provinsi tersebut adalah: Kepadatan penduduk = = 152.18 (dibulatkan menjadi 152) 12.457.777 81.860 Angka 152 menunjukkan bahwa setiap 1 km2 wilayah Provinsi X ditempati oleh 152 jiwa penduduk. 2. Kepadatan Penduduk Agraris Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah penduduk rata-rata yang menempati wilayah seluas 1 km2 , yang tanahnya dapat diolah untuk pertanian. Kepadatan penduduk ini biasa disebut juga dengan kepadatan penduduk netto.

Kepadatan Penduduk – Adapun rumus untuk menghitungnya adalah: Kepadatan penduduk agraris = Tingkat kepadatan penduduk di setiap daerah senantiasa tidak merata karena memang pada lahan-lahan tertentu seperti lahan curam puncak-puncak gunung yang tinggi, daerah rawa dan daerah gurun pasir kurang cocok untuk dijadikan tempat tinggal. Adapun daerah yang akses ke berbagai pusat perbelanjaan, industri, atau yang tanahnya subur biasanya tingkat kepadatan penduduknya relatif tinggi. Untuk mengetahui tingkat kepadatan penduduk di Indonesia.

Daerah di Indonesia yang tingkat kepadatan penduduknya tertinggi adalah Pulau Jawa. Adapun yang terendah adalah daerah Papua (Irian Jaya). Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kepadatan penduduk suatu daerah sebagai berikut: a) tingkat kesuburan tanah; b) bentuk lahan; c) iklim yang baik; d) pusat pemerintahan; e) pusat kegiatan ekonomi dan industri; f) ketersediaan prasarana jalan; g) ketersediaan pusat pendidikan. Kepadatan penduduk yang kurang merata menimbulkan beberapa dampak negatif bagi kehidupan, baik bagi daerah yang terlalu padat maupun yang kurang. Sebagai contoh bagi daerah yang kepadatan penduduknya tinggi seperti DKI Jakarta menimbulkan kemacetan di jalan raya setiap harinya sehingga menghambat produktivitas kerja penduduknya.

Berikut merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kepadatan penduduk. a) Menggalakan program transmigrasi penduduk dari daerah padat ke daerah yang masih kurang penduduknya. b) Penyebaran pendirian pusat-pusat industri dan perdagangan ke berbagai daerah sehingga penduduk tidak memusat hanya di suatu daerah. c) Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya seperti pembangunan jalan raya dan fasilitas pendidikan. d) Pemanfaatan Iptek untuk mengolah daerah-daerah yang tanahnya tidak subur dan gersang menjadi daerah yang subur dan nyaman untuk digunakan sebagai tempat tinggal. e) Membuat peraturan pemerintah yang mengatur tentang imigrasi dan emigrasi.

Piramida dan Komposisi Penduduk 

Piramida penduduk adalah diagram batang komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin dan umur yang disusun horizontal. Berdasarkan bentuknya, piramida penduduk dibedakan sebagai berikut. 1) Piramida penduduk bentuk kerucut atau limas. Bentuk piramida ini menggambarkan pertumbuhan penduduk yang cepat karena terjadi penurunan tingkat kelahiran bayi dan anak-anak, tetapi tingkat fertilitas masih tinggi. 2) Piramida penduduk bentuk pucuk granat. Bentuk piramida ini menggambarkan angka kelahiran dan tingkat kelahiran yang rendah.

3) Piramida penduduk bentuk kepala nisan. Bentuk piramida ini menggambarkan tingkat kelahiran mengalami penurunan yang tajam dan tingkat kematian yang sangat rendah. Piramida penduduk dapat dibedakan pula atas tiga macam, yaitu ekspansif, konstruktif, dan stasioner. Piramida ekspansif adalah piramida yang terjadi apabila sebagian besar penduduk berada pada kelompok usia muda. Adapun piramida konstruktif adalah piramida yang terjadi apabila kelompok usia muda jumlahnya sedikit, sedangkan piramida stasioner adalah piramida yang terjadi apabila banyaknya penduduk dalam setiap kelompok usia relatif sama. Adapun yang dimaksud dengan komposisi penduduk adalah susunan atau tata susun penduduk suatu negara atau suatu wilayah berdasarkan kriteria tertentu.

Komposisi penduduk dapat dikaji dengan tujuan sebagai berikut. 1) Setiap penduduk memiliki usia dan jenis kelamin yang berbeda sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda pula. 2) Menata sarana dan prasarana kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa sesuai dengan perkembangan penduduk. 3) Mengendalikan dan memantau pemanfaatan sumber daya alam agar dapat hidup berkelanjutan. Komposisi penduduk berdasarkan umur produktif dapat digunakan untuk menghitung angka ketergantungan ( Jumlah penduduk usia nonproduktif Jumlah penduduk usia produktif dependency ratio).

Cara untuk menghitung angka ketergantungan adalah: Dependency ratio = × 100% Contoh soal: Indonesia pada tahun 1990 memiliki jumlah penduduk 179.300.000 jiwa. Setelah dibuat tabel berdasarkan umur produktif yang tergolong umur antara 0 – 15 tahun sebesar 65.531.780 jiwa, sedangkan yang tergolong umur lebih dari 65 tahun sebesar 6.230.435 jiwa. Hitunglah berapa indeks dependency ratio-nya. Penyeleseian: Diketahui: Jumlah penduduk keseluruhan = 179.300.000 jiwa Jumlah penduduk nonproduktif = 65.531.780 jiwa + 6.230.435 jiwa = 71.762.215 jiwa Ditanya: Berapa indeks dependency ratio-nya?

Jawab: Jumlah penduduk produktif = 179.300.000 jiwa – 71.762.215 jiwa = 107.537.785 jiwa 71.762.215 107.537.785 Dependency ratio = × 100% = 66,73 Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin, dapat digunakan untuk menghitung sex ratio. Sex ratio, yaitu perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki dalam jumlah penduduk tertentu (setiap 100 perempuan). Sex Ratio = × 100% Contoh soal: Indonesia pada tahun 1990 memiliki jumlah penduduk 179.300.000 jiwa. Setelah dibuat tabel berdasarkan jenis kelamin, yang tergolong laki-laki sebesar 89.256.467 jiwa, sedangkan yang tergolong perempuan sebesar 90.043.528 jiwa. Hitunglah sex ratio-nya. Penyelesaian: Diketahui: Jumlah penduduk keseluruhan= 179.300.000 jiwa Jumlah penduduk laki-laki = 89.256.467 jiwa Jumlah penduduk perempuan = 90.043.528 jiwa Ditanyakan: Berapa sex ratio-nya? Jawab: Sex ratio = × 100% = 99,13 Berdasarkan perhitungan tersebut, berarti di Indonesia pada tahun 1990 setiap ada 100 perempuan terdapat 99 laki-laki.

Usia Harapan Hidup Penduduk 

Usia harapan hidup penduduk adalah rata-rata kesempatan atau waktu hidup yang tersisa. Usia harapan hidup dapat diartikan pula dengan banyaknya tahun yang ditempuh penduduk yang masih hidup sampai umur tertentu. Berdasarkan serangkaian Age Specific Rate atau rata-rata umur spesifik dari kematian, besar kecilnya usia harapan hidup suatu generasi sangat dipengaruhi oleh banyaknya penduduk yang mampu melewati umur tertentu, dan banyaknya penduduk yang dilahirkan hidup dari suatu generasi sampai mencapai umur tertentu. Harapan hidup berbeda dengan lama hidup.

Lama hidup atau panjang hidup, yaitu jumlah tahun maksimum penduduk untuk dapat hidup. Berbeda dengan harapan hidup, lama hidup antara penduduk suatu negara atau daerah dengan daerah lainnya tidak terlalu berbeda karena umur manusia ada batas maksimumnya. Usia harapan hidup ditentukan oleh besarnya angka jumlah kematian bayi. Jika kematian bayi jumlahnya besar, usia harapan hidup akan rendah. Oleh karenanya, biasanya di negara-negara maju harapan hidupnya tinggi karena pada umumnya tingkat kesehatan ibu dan bayinya tinggi. Sebaliknya, di negara berkembang biasanya relatif rendah karena buruknya tingkat kesehatan.

Cara untuk menentukan usia harapan hidup adalah dengan menunjukkan dan merataratakan semua umur dari seluruh kematian pada waktu tertentu. Contohnya jika di suatu daerah diketahui bahwa terdapat 50 orang yang meninggal, umur masing-masing yang meninggal berbeda-beda, ada yang 2 tahun, ada yang 40 tahun, bahkan ada yang 95 tahun. Umur masing-masing yang meninggal dijumlahkan semuanya dan kemudian dibagi dengan jumlah orang yang meninggal pada tahun itu, yaitu sebanyak 50 orang. Misalnya, ketika dijumlahkan semua umur orang yang meninggal diperoleh sebesar 2.500, maka usia harapan hidup dapat dihitung sebagai berikut: Usia harapan hidup = = 50 tahun 2.500 50

Informasi Kependudukan di Peta, Tabel, dan Grafik 

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi kependudukan dapat disajikan dalam bentuk peta, tabel dan grafik. Bahkan, bentuk-bentuk tersebut dapat disajikan dalam format digital sehingga tampak lebih menarik dan membantu memudahkan dalam memahaminya. Peta yang menyajikan informasi tentang kependudukan disebut peta tematik.

Tahukah kamu apa artinya migrasi? Mengapa orang melakukan migrasi? Bagaimana dampak dari migrasi itu sendiri? Mobilitas penduduk dapat diartikan sebagai perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Lengkapnya, migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain di lokasi geografis yang berbeda dengan tujuan menetap. Setiap terjadi migrasi mengakibatkan terjadinya perubahan tempat tinggal dari suatu lokasi geografis tertentu ke lokasi geografis lainnya.

Pertumbuhan Penduduk dan Faktor-faktornya

Pertumbuhan Penduduk dan Faktor-faktornya

Pertumbuhan Penduduk dan Faktor-faktornya

Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan Penduduk – Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu tempat (kampung, negeri, pulau, dan sebagainya) dan tercatat sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku di tempat itu. Adapun penduduk menurut UUD 1945 Bab X Pasal 26 adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Sampai dengan tahun 2007 penduduk Indonesia berjumlah 220.953.634 jiwa dan berada pada peringkat ke empat setelah

Pertumbuhan Penduduk

Cina, India, Amerika Serikat Untuk mengetahui jumlah penduduk, biasanya dilakukan sensus penduduk. Tahukah kamu apa itu sensus penduduk? Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan, pengolahan, dan publikasi data demografis di suatu negara untuk seluruh penduduk pada periode waktu tertentu. Jumlah penduduk suatu daerah selalu mengalami perubahan. Perubahan jumlah penduduk tersebut disebabkan adanya pertumbuhan penduduk, baik pertumbuhan penduduk positif maupun pertumbuhan negatif. Apabila terjadi pertumbuhan penduduk yang positif, jumlah penduduk akan bertambah, sebaliknya apabila pertumbuhan penduduk negatif, akan mengakibatkan jumlah penduduk mengalami penurunan. Perubahan jumlah penduduk di suatu daerah dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi.

Pertumbuhan Penduduk

1) Fertilitas (kelahiran) adalah tingkat kelahiran hidup dari seorang wanita selama masa reproduksinya, maksudnya masa seorang wanita siap untuk melahirkan keturunan. 2) Mortalitas (kematian) adalah meninggalnya seorang penduduk menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk. 3) Migrasi adalah berpindahnya seorang penduduk dari suatu tempat ke tempat lain yang menyebabkan berkurang atau bertambahnya jumlah penduduk.

Pertumbuhan Penduduk – Bentuk migrasi di antaranya, imigrasi (pindahnya penduduk ke negara lain), emigrasi (masuknya penduduk dari negara lain), transmigrasi (pindahnya penduduk ke pulau lain dalam suatu negara), dan urbanisasi (pindahnya penduduk dari desa ke kota). Adapun pertumbuhan penduduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Pertumbuhan Penduduk Alami Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan yang diperhitungkan dari selisih kelahiran dan kematian.

P = pertumbuhan penduduk yang dicari L = jumlah kelahiran M = jumlah kematian Kriteria yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya angka kelahiran dan kematian adalah sebagai berikut. a) Penggolongan angka kelahiran: 1) angka kelahiran rendah, jika angka kelahiran kurang dari 30; 2) angka kelahiran sedang, jika angka kelahiran antara 30-40; 3) angka kelahiran tinggi, jika angka kelahiran lebih dari 40. b) Penggolongan angka kematian: 1) angka kematian rendah, jika angka kematian kurang dari 10; 2) angka kematian sedang, jika angka kematian antara 10-20; 3) angka kematian tinggi, jika angka kematian lebih dari 20.

2. Pertumbuhan Penduduk Migrasi Pertumbuhan penduduk migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh perbedaan antara jumlah migrasi masuk (imigrasi) dan migrasi keluar (emigrasi). Jumlah imigrasi yang melebihi jumlah emigrasi akan menambah jumlah penduduk di negara yang bersangkutan. Sebaliknya, jika emigrasi lebih besar dari imigrasi, jumlah penduduknya akan mengalami penurunan. Adapun rumus pertumbuhan penduduk migrasi adalah: PM = I – E PM = jumlah penduduk migrasi I = jumlah imigrasi (penduduk yang masuk) E = jumlah emigrasi (penduduk yang keluar) Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik benang merahnya bahwa pertumbuhan penduduk di suatu negara ditentukan oleh pertumbuhan penduduk alami dan migrasi yang disebut dengan pertumbuhan penduduk total. Pertumbuhan penduduk total biasanya disingkat dengan pertumbuhan penduduk. Adapun rumus pertumbuhan penduduk adalah: P = ( L – M ) + ( I – E ) P = pertumbuhan penduduk yang dicari L = jumlah kelahiran M = jumlah kematian

I = jumlah penduduk yang masuk E = jumlah penduduk yang keluar Klasifikasi pertumbuhan penduduk yang digunakan adalah: a) Pertumbuhan penduduk rendah, jika berada pada kisaran 0 – 1 % b) Pertumbuhan penduduk sedang, jika berada pada kisaran 1 – 2 % c) Pertumbuhan penduduk tinggi, jika di atas 2 %

Sebagai pembanding, berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk pada tahun 2007: 1. Republik Rakyat Cina (1.306.313.812 jiwa) 2. India (1.103.600.000 jiwa) 3. Amerika Serikat (298.186.698 jiwa) 4. Indonesia (220.953.634 jiwa) 5. Brasil (186.112.794 jiwa) 6. Pakistan (162.419.946 jiwa) 7. Bangladesh (144.319.628 jiwa) 8. Rusia (143.420.309 jiwa) 9. Nigeria (128.771.988 jiwa) 10. Jepang (127.417.244 jiwa)

Angka Kelahiran dan Kematian Penduduk 

Kamu sudah mengetahuinya dari pembahasan di atas bahwa kelahiran atau yang biasa disebut dengan natalitas adalah tingkat kelahiran hidup dari seorang wanita selama masa reproduksinya. Maksudnya masa seorang wanita siap untuk melahirkan keturunan. Natalitas dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut.

1) Angka kelahiran kasar, yaitu banyaknya bayi yang lahir hidup setiap 1.000 penduduk selama 1 tahun. CBR = B P × 1.000 CBR (crude birth rate) = angka kelahiran kasar B (birth) = jumlah kelahiran P (population) = jumlah penduduk 2) Angka kelahiran khusus, yaitu banyaknya bayi yang lahir hidup setiap 1.000 penduduk wanita usia tertentu (usia subur) selama satu tahun. Usia subur atau usia melahirkan seorang wanita adalah umur antara 15 – 49 tahun. Setiap tahun angka kelahiran dapat bertambah ataupun berkurang. Adapun faktorfaktor yang dapat mendorong angka kelahiran di antaranya sebagai berikut:

1) kawin usia muda; 2) adanya beberapa anggapan di masyarakat, seperti: a) anak sebagai penentu status sosial; b) punya banyak anak merasa terpandang di mata masyarakat; c) anak sebagai penerus keturunan; d) banyak anak banyak rezeki. Selain faktor pendorong di atas, terdapat pula faktor-faktor penghambat angka kelahiran, di antaranya yaitu:

1) pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB);

2) alasan ekonomi atau pendidikan, orang menunda perkawinan;

3) wanita karier, merasa repot jika mempunyai anak banyak;

4) karena suatu penyakit tertentu yang diderita perempuan, seperti kangker rahim, atau keguguran ketika melahirkan; 5) adanya ketentuan Undang-Undang Pokok Perkawinan No.1 Tahun 1974 yang menentukan umur minimal kawin seorang laki-laki 19 tahun dan wanita 16 tahun. Selain kelahiran, hal yang berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan penduduk adalah kematian atau mortalitas.

Kematian adalah waktu ketika seseorang diambil nyawanya oleh sang Pencipta sehingga ia tidak dapat melangsungkan kehidupanya di dunia atau meninggalnya seorang penduduk menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk. Kematian dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.

1) Angka kelahiran kasar adalah banyaknya orang yang mati setiap 1.000 penduduk per tahun. CDR = × 1.000 D P CDR (crude death rate) = angka kematian kasar D (death) = jumlah kematian P (population) = jumlah penduduk 2) Angka kematian khusus adalah banyaknya orang yang mati setiap 1.000 penduduk usia tertentu per tahun. Sama halnya seperti angka kelahiran, angka kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut: 1) Faktor-faktor penunjang kematian: a) adanya bencana alam dan wabah penyakit; b) fasilitas kesehatan yang kurang; c) tingkat kesehatan masyarakat yang rendah; d) makanan kurang bergizi; e) kecelakaan lalu lintas; f) adanya peperangan. 2) Faktor-faktor penghambat kematian: a) fasilitas kesehatan yang lengkap; b) kemajuan pendidikan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan; c) larangan agama membunuh orang; d) makanan cukup bergizi; e) lingkungan yang bersih dan teratur .

Ledakan Penduduk dan Upaya Mengatasinya 

Tahukah kamu apa artinya ledakan penduduk? Bagaimana ledakan penduduk di perkotaan dengan di pedesaan? Ledakan penduduk dapat diartikan suatu keadaan kependudukan yang memperlihatkan pertumbuhan yang melonjak cepat dalam jangka waktu yang relatif pendek. Ledakan penduduk biasanya terjadi karena angka kelahiran sangat tinggi, sedangkan angka kematian mengalami penurunan yang drastis. Penurunan angka kematian yang drastis ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena membaiknya kondisi kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat. Pada umumnya, ledakan penduduk terjadi pada negara-negara yang sedang berkembang, termasuk di Indonesia. Pertambahan penduduk Indonesia dalam kurun waktu hanya 40 tahun meningkat lebih dari 100%. Pada tahun 1961, jumlah penduduk Indonesia hanya 97.985.000 jiwa, tetapi pada tahun 2000 telah meningkat menjadi 203.456.000 jiwa.

Ledakan penduduk sebagai akibat pertumbuhaan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Beberapa dampak negatif yang timbul sebagai akibat terjadinva ledakan penduduk di antaranya sebagai berikut.

1) Tingkat kemiskinan semakin meningkat karena pertumbuhan penduduk yang cepat biasanya tidak serta merta diikuti oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat. 2) Pertumbuhan penduduk yang cepat tidak seimbang dengan peningkatan produksi pangan dapat mendorong kekurangan pangan. 3) Timbulnya permukiman atau daerah kumuh di perkotaan sebagai akibat mahalnya harga tanah dan rumah. 4) Pemerintah mengalami kesulitan menyediakan sarana kebutuhan masyarakat seperti sarana pendidikan dan kesehatan, perumaham, dan lain-lain disebabkan memerlukan dana yang besar dan lokasinya padat oleh permukiman penduduk. Jika dampak dari ledakan penduduk tidak segera diatasi, dapat mengakibatkan suatu negara mengalami kesulitan dalam mempercepat proses pembangunannya.

Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak ledakan penduduk, di antaranya:

1) melaksanakan program Keluarga Berencana (KB), yaitu mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui cara pengendalian kelahiran; 2) menggalakan program transmigrasi; 3) meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga kemampuannya bekerja untuk membangun dirinya menjadi lebih baik; 4) memperluas lapangan kerja; 5) pengiriman tenaga kerja ke negara tetangga.