Penerapan Sosiologi dalam Kelompok Kelompok

Penerapan Sosiologi dalam Kelompok Kelompok

Penerapan Sosiologi dalam Kelompok Kelompok

Penerapan Sosiologi dalam Kelompok Bermain

Penerapan Sosiologi dalam Kelompok Kelompok
Penerapan Sosiologi dalam Kelompok Kelompok

Kelompok sepermainan dan peranannya belum begitu tampak pengaruhnya pada masa kanak-kanak walaupun pada masa itu seorang anak sudah mempunyai sahabat-sahabat yang terasa dekat sekali dengannya. Sahabat itu mungkin anak tetangga, teman satu kelas, anak kerabat, dan seterusnya, yang mungkin diteruskan hingga usia remaja. Sahabat-sahabat itu memang diperlukan sebagai penyaluran berbagai aspirasi yang memperkuat unsurunsur kepribadian yang diperoleh dari rumah. Sudah tentu bahwa sahabat itu cenderung memberikan pengaruh yang baik dan benar. Walaupun tidak mustahil ada sahabat yang memberikan pengaruh kurang baik. Sahabat yang baik dan benar dapat menunjang motivasi dan keberhasilan studi Anda karena dengan melalui teman-teman yang terdekat biasanya akan terjalin sosialisasi dengan baik dan adanya proses saling mengisi. Bahkan, walaupun ada persaingan, persaingan tersebut dilakukan secara sehat dan saling pengertian. Selanjutnya, mungkin kelompok sahabat tersebut berkembang dengan lebih luas karena bersatu dengan kelompok-kelompok sahabat lainnya. Perkembangan lebih luas itu antara lain disebabkan karena remaja bertambah luas ruang lingkup pergaulannya, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kelompok-kelompok yang lebih besar dan lazim disebut klik (clique) tersebut secara ideal mempunyai peranan yang positif dalam membangkitkan motivasi belajar dan keberhasilan studi ataupun dalam pengembangan kepribadian. Menurut Soerjono Soekanto peranan positif klik terhadap remaja antara lain sebagai berikut. 1. Rasa aman dianggap penting dari keanggotaan suatu klik tertentu, dan penting bagi perkembangan jiwa yang sehat. 2. Di dalam klik tersebut, seorang remaja dapat menyalurkan rasa kecewanya, rasa takut, rasa khawatir, rasa gembira, dan lain sebagainya, dengan mendapatkan tanggapan yang wajar dari rekan-rekannya seklik. 3. Klik memungkinkan remaja mengembangkan kemampuan dalam keterampilan-keterampilan sosial sehingga dia lebih mudah menyesuai kan diri dengan keadaan. 4. Lazimnya, suatu klik mempunyai pola perilaku dan kaidahkaidah tertentu yang mendorong remaja untuk bersikap dan berperilaku secara dewasa. 5. Rasa aman yang ditimbulkan karena remaja diterima oleh kliknya akan menimbulkan dorongan untuk hidup secara mandiri (artinya tidak bergantung pada siapapun). Namun, di balik peranan yang positif itu harus diper timbangkan pula bahwa kemungkinan timbulnya peranan yang negatif tetap akan ada. Kemungkinan terjadinya peranan-peranan yang negatif itulah yang senantiasa harus dicegah, baik oleh orangtua, para guru, maupun pihak lain yang merasa bertanggung jawab terhadap masa depan yang benar dan baik dari para remaja. Hal-hal yang negatif itu antara lain sebagai berikut. 1. Klik mendorong anggotanya untuk bersikap diskriminatif terhadap yang bukan anggota klik (hal ini mungkin menim bulkan sikap dan perilaku yang kurang adil). 2. Klik mendorong terjadinya individualisme karena rasa kepatuhan hanya dikembangkan secara pribadi (individual). 3. Kadang-kadang timbul rasa iri hati dari anggota-anggota klik yang berasal dari keluarga kurang mampu terhadap mereka yang berasal dari keluarga yang berada. 4. Kesetiaan terhadap klik kadang-kadang mengakibatkan terjadinya pertentangan dengan orangtua, saudara, atau kerabatnya. 5. Klik merupakan suatu kelompok tertutup yang sulit sekali ditembus sehingga penilaian terhadap sikap perilaku anggotanya sukar dilakukan oleh pihak luar. 6. Suatu klik mendorong anggota-anggotanya untuk menyerasikan diri dengan pola kehidupan yang sama latar belakangnya sehingga sulit untuk mengadakan penyesuaian dengan pihakpihak yang berbeda latar belakangnya. Kalau seorang remaja menjadi anggota klik tertentu, orangtua sebaiknya mempertimbangkan secara mantap terlebih dahulu sebelum memberikan suatu keputusan. Kalau klik tersebut memang cenderung kurang baik sehingga mungkin akan berkembang menjadi “gang”, remaja harus diberikan pengertian yang mendalam bahwa sebaiknya dia tidak menjadi anggota klik tersebut dan lebih baik mencari teman-teman lain. Namun, jika ternyata klik tersebut lebih banyak menghasilkan hal-hal positif bagi motivasi dan perkembangan kepribadian anak, hendaknya si remaja dibiarkan menjadi anggota klik tersebut. Misalnya, menjadi anggota suatu kelompok belajar atau remaja masjid. Hal itu bukan berarti bahwa klik akan dapat menggantikan peranan orangtua terhadap anak remajanya; kontak dan komunikasi dengan anak masih tetap harus dipelihara dan dikembangkan. Peranan orangtua terhadap anak (baik yang masih anak-anak maupun remaja) tidak dapat digantikan secara utuh oleh pihak-pihak lain. Oleh karena itu, jika salah seorang dari orangtua menikah lagi (karena pihak lain meninggal dunia atau karena perceraian), diperlukan suatu proses penyesuaian yang sangat mendalam. Sikap toleransi dan hidup berkelompok merupakan sikap yang mampu menerapkan nilai-nilai sosiologi dalam pergaulan, seperti kemampuan melakukan interaksi, menghargai adanya perbedaanperbedaan pada manusia, dan melakukan sosialisasi dengan teman sebaya yang dapat memengaruhi kepribadiannya.

Penerapan Sosiologi dalam Kelompok Pendidik

Lingkungan pendidik sebenarnya bukan hanya mencakup sekolah saja karena sekolah hanya menyelenggarakan pendidikan formal. Kelompok pendidik di sini akan dibatasi pada guru yang mengajar di sekolah, yang diharapkan menciptakan suatu suasana yang sangat mendorong motivasi dan keberhasilan studi anak didiknya. Pada sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pen didikan awal, seperti taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah lanjutan tingkat pertama, peranan guru sangat besar dan bahkan dominan. Dengan demikian, hasil kegiatan guru tersebut akan tampak nyata pada pergaulan siswanya atau bahkan dapat dilihat dari kadar motivasi dan keberhasilan studi pada taraf tersebut, yang mempunyai pengaruh sangat besar pada tahap-tahap pendidikan selanjutnya. Keadaan berubah setelah anak (yang sudah menjadi remaja) memasuki sekolah lanjutan tingkat atas (SMA). Peranan guru di dalam membentuk dan mengubah perilaku anak didik dibatasi dengan peranan anak didik itu sendiri di dalam membentuk dan mengubah perilakunya. Sudah tentu bahwa guru masih tetap berperan di dalam hal mendidik anak didiknya agar mempunyai motivasi yang besar untuk menyelesaikan studinya dengan benar dan baik. Setidak-tidaknya itulah yang menjadi peranan yang sangat diharapkan dari guru di tingkat SMA. Pada tahap ini, kepribadian para siswa yang terdiri atas para remaja yang sudah mempunyai sikap tertentu terhadap gurunya mulai terbentuk menuju kemandirian. Oleh karena itu, para remaja mulai mengkritik keadaan sekolah yang kadang-kadang tidak memuaskan baginya. Lazimnya kritik tersebut dilancarkan terhadap hal-hal sebagai berikut. 1. Guru-guru yang terlampau tua (konservatif) masih mengembangkan favoritisme terhadap murid-murid dan hanya melakukan tugas mengajar sebagai pekerjaan rutin yang tidak berkembang. Kesenjangan pada usia yang terlalu jauh mengakibatkan sosialisasi kurang terjalin dengan baik karena antara siswa dan gurunya memiliki banyak perbedaan pandangan.

2. Kebanyakan guru tidak mau mencari penyerasian nilai dengan anak didik, tetapi cenderung senantiasa membenarkan nilainilai yang dianut golongan tua. Dengan kata lain, adanya internalisasi nilai-nilai yang dilakukan guru terhadap siswanya. 3. Mata pelajaran yang diajarkan kebanyakan merupakan mata pelajaran wajib sehingga tidak ada peluang untuk mengembangkan bakat. Sekolah bukanlah penjara yang membatasi kebebasan anak, tetapi merupakan lembaga sosial tempat anak melakukan sosialisasi dari nilai-nilai dan hal-hal yang tidak didapatkannya di rumah (dalam keluarga). Berikan pelajaran tambahan yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya agar siswa memperoleh keterampilan-keterampilan yang berguna bagi bekalnya dalam kehidupan bermasyarakat. 4. Di dalam proses belajar mengajar, lebih banyak digunakan metode ceramah sehingga kemungkinan mengadakan diskusi dengan guru sedikit sekali. Hal ini berarti membatasi interaksi siswa dengan gurunya karena aksi yang diberikan guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meresponsnya, siswa hanya melakukan interaksi pasif. Kurangnya interaksi dapat menghambat perkembangan kepribadiannya. 5. Kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk ikut serta mengelola sekolah hampir-hampir tidak diberikan. Padahal kesempatan ini sangat baik dalam rangka melatih siswa menghargai nilai kebendaan (fungsi sekolah) yang diserasikan dengan nilai konservatif dalam memelihara sekolahnya. Selain itu, juga dapat melatih siswa dalam kehidupan berorganisasi serta mengembangkan perannya pada lembaga-lembaga sosial seperti sekolah. 6. Jarak antara guru dan siswa dipelihara sedemikian rupa sehingga yang lazim adalah hubungan yang dilakukan secara formal. Adanya pemisahan jarak ini dapat mengurangi relasirelasi sosial antara superordinat dengan subordinat yang dapat menyebabkan jarak sosial semakin tinggi dan menggambarkan adanya kekurangpentingan bersama.

Melalui berbagai kritikan tersebut diharapkan adanya perbaikan pada lembaga sekolah dalam rangka mengembangkan wawasan para siswa dalam menerapkan pengetahuan sosiologinya. Terlebih lagi, sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi lebih dari itu sebagai tempat pewarisan nilai-nilai yang dapat membekali siswanya untuk mempersiapkan diri terjun ke lingkungan yang lebih kompleks, yaitu masyarakat.

Materi Tentang Penerapan Bioteknologi

Materi Tentang Penerapan Bioteknologi

Materi Tentang Penerapan Bioteknologi

Penerapan Bioteknologi
Penerapan Bioteknologi

Penerapan Bioteknologi

Bioteknologi sangat bermanfaat bagi perkembangan kehidupan manusia. Berikut ini adalah penerapan bioteknolgi dalam bidang peternakan, pertanian, dan kedokteran.

Penerapan Bioteknologi

1. Bidang Peternakan Bioteknologi dapat digunakan untuk mengembangkan produk-produk peternakan, seperti vaksin dan antibodi. Selain itu, untuk mengobati penyakit hewan serta hormon pertumbuhan yang merangsang pertumbuhan hewan ternak melalui rekombinasi DNA. Rekayasa genetika merupakan suatu upaya memanipulasi sifat makhluk hidup untuk menghasilkan makhluk hidup dengan sifat yang diinginkan. Manipulasi sifat genetik ini dilakukan dengan menambah atau mengurangi DNA. DNA rekombinan merupakan proses menggabungkan dua DNA dari sumber yang berbeda.

Penerapan Bioteknologi

Selain itu, dikembangkan organisme transgenetik, yaitu organisme yang mengandung gen dari spesies lain. Organisme transgenetik dilakukan dengan menyuntikkan DNA asing pada sel-sel telur atau sel-sel embrio awal sehingga diperoleh organisme yang berkualitas sesuai dengan keinginan. Teknologi ini mempunyai prospek untuk mengembangkan hewan-hewan yang bernilai ekonomis, misalnya ikan, sapi, kambing, domba, dan lain-lain.

Penerapan Bioteknologi

2. Bidang Pertanian Saat ini, pengembangan bioteknologi banyak diterapkan di bidang pertanian, seperti kultur jaringan untuk menghasilkan tanaman tahan hama dan pengembangan tanaman dengan media selain tanah yang dikenal dengan nama hidroponik.

Penerapan Bioteknologi

a. Kultur Jaringan Saat ini, kultur jaringan dikembangkan untuk memperoleh individu baru dalam jumlah yang banyak. Media kultur merupakan tempat tumbuhnya sel tumbuhan. Media tumbuh sel tumbuhan dapat di dalam tabung yang steril, artinya tabung yang bebas dari hama. Medium itu biasanya dibuat dari agar-agar yang diberi berbagai nutrisi yang diperlukan tumbuhan. Kultur jaringan tumbuhan dapat dilakukan hanya dengan mengambil beberapa milimeter pucuk tumbuhan yang mengandung jaringan muda atau jaringan lain yang bersifat meristematik. Bagian tumbuhan yang dikultur disebut sebagai eksplan.

Penerapan Bioteknologi

Keuntungan dari pengembangan kultur jaringan tumbuhan, antara lain: 1) Berlangsung cepat dalam memperoleh tumbuhan baru. 2) Hemat tempat dan waktu. 3) Bibit terhindar dari hama dan penyakit. 4) Memiliki sifat identik. 5) Jumlah tidak terbatas.

b. Pembentukan Tumbuhan yang Tahan Hama

Teknik untuk memperoleh tanaman yang berkualitas adalah melalui rekayasa genetika, yaitu dengan rekombinasi gen dan kultur sel. Tanaman yang dapat dikultur dengan cepat adalah tanaman dari satu sel somatik, seperti wortel, jeruk, tomat, kentang, dan tembakau. Sebagai contoh, untuk mendapatkan tanaman kentang yang tahan terhadap penyakit, perlu ada gen yang mengekspresikan sifat kebal terhadap penyakit, lalu gen ini disisipkan pada sel tanaman kentang yang kemudian ditumbuhkan menjadi tanaman kentang yang kebal penyakit. Selanjutnya, tanaman baru ini dapat diperbanyak dan disebarluaskan. Dalam menyisipkan gen ke sel tanaman dibutuhkan vektor, seperti plasmid dari bakteri Agrobacterium tumenfaciens. Secara alami, bakteri ini dapat menginfeksi tanaman dan menyebabkan tumor sehingga plasmid bakteri ini disebut plasmid Ti (Tumor inducing = penyebab tumor).

c. Hidroponik dan Aeroponik

Penerapan bioteknologi dalam bidang pertanian juga dapat dilakukan dengan cara menanam tanaman dalam media selain tanah, yang disebut hidroponik. Hidroponik dapat dilakukan dengan menggunakan media air dan pasir. 1) Hidroponik dengan media air. Tumbuhan ditanam di dalam air dan ditambah unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut. 2) Hidroponik dengan media pasir. Media yang digunakan dapat juga dengan arang, sabut kelapa, atau batubatuan. Dalam teknik ini, sebaiknya ditambahkan unsur-unsur hara. Dalam teknik hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kelembapan udara dan intensitas cahaya agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman cukup baik.

Keuntungan teknik hidroponik, antara lain:

1) Masih dapat bercocok tanam di lahan yang sempit. 2) Dapat menggunakan pupuk dengan efisien. 3) Hama dan penyakit tanaman dapat dihindari. Selain hidroponik, penanaman dapat dilakukan dengan cara aeroponik. Aeroponik adalah teknik penanaman sayuran dengan menggunakan styrofoam yang berlubang-lubang sehingga akar tanaman menjuntai ke bawah. Kemudian, air yang telah dicampur dengan unsur-unsur hara disemprotkan sehingga akar-akar bisa menyerapnya. Biasanya, penanaman sayur-sayuran menggunakan teknik ini.

Coba kamu tanam tanaman kesukaanmu dengan cara hidroponik. Diskusikan dengan teman sekelompokmu, bila perlu mintalah bimbingan gurumu.

3. Bidang Kedokteran

Bioteknologi di bidang kedokteran dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, di antaranya adalah sebagai berikut:

a. Pembuatan Antibodi Monoklonal

Antibodi berupa protein yang dihasilkan oleh sel limfosit B atau sel T untuk melawan antigen (benda asing) yang masuk ke dalam tubuh. Secara alami, tubuh memiliki kemampuan untuk memproduksi antibodi. Fusi atau penggabungan antara sel limfosit B dan sel mieloma menghasilkan sel hibridoma. Sel ini berfungsi untuk mengatasi penyakit kanker.

b. Terapi Gen Manusia

Rekayasa genetik mempunyai potensi untuk memperbaiki kelainan genetik secara individual. Terapi gen merupakan perbaikan kelainan genetik dengan memperbaiki gen. Untuk kelainan genetik yang diakibatkan oleh tidak berfungsinya satu alela, secara teoritis dapat diperbaiki dengan mengganti gen yang tidak normal dengan gen normal dengan menggunakan teknik rekombinasi DNA. Alela yang baru dapat disisipkan ke dalam sel-sel somatis pada anak-anak dan dewasa, sel-sel germ (sel-sel yang memproduksi gamet), atau sel-sel embrio.

c. Pembuatan Obat dan Vaksin

Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak dapat diobati sehingga perlu dilakukan pencegahan dengan menggunakan vaksin. Ada dua jenis vaksin tradisional untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, antara lain:

1) Partikel virus yang virulen yang dikurangi keganasannya secara kimiawi maupun fisik. 2) Virus aktif, tapi tidak patogen. Kedua virus tersebut merangsang tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan penyakit. Sekarang telah dilakukan modifikasi vaksin melalui bioteknologi, antara lain:

1) DNA rekombinan dapat menggerakkan pembuatan suatu protein khusus dalam jumlah besar dari selubung protein virus, bakteri, dan mikroba lain. Protein ini dapat memicu terbentuknya respon kekebalan untuk melawan penyakit. 2) Rekayasa genetika dapat digunakan untuk memodifikasi genom patogen sehingga menjadi lemah. Vaksinasi dengan makhluk hidup yang lemah lebih efektif dari protein vaksin karena hanya dengan memasukkan sedikit saja akan menghasilkan respon kekebalan yang besar.

1. Jelaskan perbedaan antara bioteknologi modern dengan bioteknologi konvensional! 2. Jelaskan peranan mikroorganisme dalam bioteknologi! 3. Jelaskan penerapan bioteknologi dalam bidang peternakan dan bidang pertanian! Berikan contohnya yang ada di sekitar tempat tinggalmu!

• Bioteknologi adalah ilmu terapan yang mempelajari prinsip-prinsip biologi yang digunakan oleh manusia untuk tujuan tertentu. • Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang menggunakan organisme atau mikroba untuk menghasilkan suatu senyawa kimia atau produk dengan aktivitas-aktivitas mikroba dan belum menggunakan enzim. • Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang memanfaatkan biologi molekuler dan sel untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia dengan menggunakan prinsip rekayasa genetika dan rekayasa biokimia. • Rekayasa genetika adalah teknik pengambilan gen tertentu untuk menghasilkan organisme yang memiliki keunggulan secara genetik. • Contoh penerapan rekayasa biokimia adalah penggunaan tangki reaktor untuk pertumbuhan mikroorganisme untuk proses biologis tertentu supaya tidak terkontaminasi mikroorganisme lain. • Peranan mikroorganisme dalam pengembangan bioteknologi di berbagai bidang kehidupan adalah penghasil makanan atau minuman, penghasil PST (protein sel tunggal), penghasil zat-zat organik, penghasil obat, pemisah logam dari bijihnya, penghasil energi, dan pengurai limbah. • Bioteknologi dapat digunakan untuk mengembangkan produk-produk peternakan, seperti vaksin dan antibodi. • Kultur jaringan dikembangkan untuk memperoleh individu baru dalam jumlah yang banyak. • Teknik rekombinasi gen dan kultur sel dikembangkan untuk memperoleh tanaman yang berkualitas. • Hidroponik adalah cara menanam tanaman dalam media selain tanah. • Aeroponik adalah teknik penanaman sayuran dengan menggunakan styrofoam yang berlubang-lubang sehingga akar tanaman menjuntai ke bawah. • Bioteknologi di bidang kedokteran dimanfaatkan untuk membuat antibodi monoklonal, terapi gen manusia, dan pembuatan obat dan vaksin.

Setelah kamu mempelajari tentang bioteknologi, coba kamu sebutkan dan jelaskan kembali tentang penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari! Manfaat apa yang kamu peroleh setelah mempelajarinya?

1. Ilmu terapan yang mempelajari prinsipprinsip biologi yang digunakan oleh manusia untuk tujuan tertentu disebut …. a. teknologi kimia b. biogenetika c. biokimia d. bioteknologi 2. Tokoh yang menemukan vaksin cacar adalah …. a. Louis Pasteur b. Alexander Fleming c. Robert Koch d. Edward Jenner 3. Tokoh yang menemukan penisilin adalah …. a. Louis Pasteur b. Alexander Fleming c. Robert Koch d. Edward Jenner 4. Tokoh yang menemukan bahwa mikroorganisme dapat dimatikan adalah …. a. Gregor Mendel b. Alexander Fleming c. Robert Koch d. Louis Pasteur 5. Ilmuwan yang menciptakan teknik mengkultur bakteri adalah …. a. Gregor Mendel b. Alexander Fleming c. Robert Koch d. Louis Pasteur 6. Protein sel tunggal adalah …. a. makanan kaya protein berasal dari mikroorganisme b. senyawa kimia yang dihasilkan mikroorganisme c. makanan kaya senyawa kimia berasal dari mikroorganisme d. m a k a n a n b e r a s a l d a r i mikroorganisme 7. Kloning batang tumbuhan merupakan contoh bioteknologi konvensional dalam bidang …. a. pertanian b. pangan c. genetika d. kultur tanaman 8. Antibiotik penisilin diperoleh dari isolasi …. a. bakteri c. khamir b. virus d. jamur 9. Dalam penerapan bioteknologi diperoleh varietas-varietas unggul yang menunjuk pada …. a. meningkatkan keanekaragaman genetik b. menurunkan kualitas lingkungan c. meningkatkan jenis hama tanaman d. menurunkan kualitas produk pertanian 10. Penanaman tanaman dalam media air dan arang disebut …. a. kultur jaringan b. kultur pasir c. hidroponik d. kultur sel

 

Penerapan Pewarisan Sifat pada Tumbuhan dan Hewan

Penerapan Pewarisan Sifat pada Tumbuhan dan Hewan

Penerapan Pewarisan Sifat pada Tumbuhan dan Hewan

Pewarisan Sifat
Pewarisan Sifat

Pewarisan Sifat

Pewarisan sifat pada tumbuhan dan hewan dimanfaatkan oleh manusia untuk mendapatkan bibit unggul. Sifat unggul adalah sifat-sifat yang baik yang ada pada organisme, dipandang dari sudut kebutuhan manusia. Sifat-sifat unggul tersebut umumnya dilihat dari fenotip organisme tersebut.

Pewarisan Sifat

1. Sifat-Sifat Unggul pada Hewan Sifat-sifat unggul yang terdapat pada hewan adalah: a) Tidak mudah terserang penyakit. b) Pemeliharaannya mudah. c) Pada jenis hewan pedaging menghasilkan daging dengan mutu baik. d) Pada unggas petelur dihasilkan telur yang banyak dengan mutu baik. e) Umur pendek, tapi cepat diperoleh hasil sehingga mengurangi biaya pemeliharaan. f) Mudah dan cepat dikembangbiakkan. g) Dapat menyesuaikan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan.

Pewarisan Sifat

2. Sifat-Sifat Unggul pada Tanaman Sifat-sifat unggul yang terdapat pada tanaman adalah: a) Tidak mudah terserang hama dan penyakit tanaman. b) Pemeliharaannya mudah. c) Mudah tumbuh di kondisi yang tidak menguntungkan. d) Mempunyai umur pendek dan cepat dipanen. e) Batang, ranting dapat tumbuh dengan kokoh. f) Dapat menghasilkan buah yang bermutu tinggi (rasa manis, besar, banyak, tidak berbiji). g) Mudah untuk dikembangbiakkan. Persilangan antarindividu yang memiliki sifat unggul mempunyai harapan dihasilkan keturunan yang dapat mewarisi sifat unggul dari induk.

Pewarisan Sifat

Namun, ada kelemahan dari persilangan antara individu dengan melihat sifat unggul dari sudut fenotipnya, yaitu adanya kemungkinan muncul sifat yang tidak baik yang dibawa oleh gen resesif. Biasanya, gen resesif muncul bila gen resesif dari induk bertemu.

Pewarisan Sifat

Pewarisan Sifat pada Manusia

Sifat manusia diturunkan kepada keturunannya dengan mengikuti pola pewarisan tertentu. Pola pewarisan ini dapat dipelajari dengan menggunakan peta silsilah keluarga.

1. Cacat dan Penyakit Menurun Penyakit-penyakit menurun yang terdapat pada manusia, yaitu hemofili, kebotakan, dan buta warna. Penyakit tersebut tidak menular dan menurun. Dalam keadaan homozigot, penyakit menurun baru muncul karena penyakit menurun bersifat resesif.

a. Albino Orang albino adalah orang dengan ciri-ciri memiliki mata, bulu mata, dan kulit berwarna putih. Hal ini terjadi karena penderita albino tidak memiliki pigmen warna melanin. Pigmen melanin dihasilkan oleh enzim pembentuk melanin. Sedangkan, orang albino tidak dapat menghasilkan enzim melanin. Enzim melanin diproduksi berdasarkan perintah gen melanin. Jadi, penderita albino, gen melaninnya tidak dapat memerintah untuk memproduksi enzim. Gen albino tidak terletak pada kromosom kelamin, melainkan pada autosom. Oleh karena itu, penderita albino dapat berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.

b. Buta Warna Penderita buta warna tidak dapat melihat warna tertentu karena tidak dapat menangkap panjang gelombang cahaya tertentu. Buta warna terdiri dari bermacam-macam tipe, yaitu: 1) buta warna biru – hijau 2) buta warna biru – merah 3) buta warna merah – hijau (paling umum) Penyakit ini diturunkan secara resesif pada kromosom X nonhomolog (kromosom X yang tidak memiliki pasangan gen di kromosom Y). Penyakit ini jarang diderita oleh wanita. Wanita pembawa mewariskan cacat tersebut kepada anak laki-lakinya.

c. Gangguan Mental Gangguan mental disebabkan karena gangguan saraf. Penyakit ini disebabkan kadar asam fenil piruvat dalam darah terlalu tinggi. Kelainan mental ini dikendalikan oleh gen yang mengatur pembentukan protein enzim. Penderita memiliki pasangan alel gen-gen relatif homozigot yang diwariskan oleh kedua orang tua heterozigot yang penampakannya normal.

Pewarisan Golongan Darah pada Manusia

Ada tiga tipe golongan darah pada manusia, yaitu ABO, MN, dan rhesus. a. Golongan Darah ABO Golongan darah manusia dalam sistem ABO ditentukan oleh ada tidaknya antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin) dalam sel darah.

Gen penentu golongan darah terletak pada kromosom autosom dan diberi simbol I (Isohemaglutinogen) sehingga alel-alelnya disimbolkan IA menghasilkan antigen A, IB menghasilkan antigen B, dan IO yang tidak menghasilkan antigen.

b. Golongan Darah MN Penggolongan darah

MN didasarkan pada ada tidaknya antigen dalam sel darah merah seseorang. Apabila seseorang bergolongan darah M, sedangkan orang yang di dalam sel darah merahnya mengandung antigen N, maka orang tersebut bergolongan darah N. Jadi, orang yang bergolongan darah MN dalam sel darah merahnya mengandung antigen M dan N sehingga orang tersebut bergolongan darah MN. Menurut para ahli, golongan darah MN ditentukan oleh gen yang mengandung dua alel. Satu alel menentukan faktor M dan yang lainnya menentukan faktor N. Jadi, orang yang bergenotip MM akan bergolongan darah M. Golongan darah

N mempunyai genotip NN, sedangkan golongan darah MN mempunyai genotip MN.

c. Golongan Darah Rhesus

Golongan darah ini dipengaruhi oleh ada tidaknya faktor rhesus (antigen Rh) pada sel darah seseorang. Seseorang yang mengandung antigen Rh pada eritrositnya disebut Rh+ (rhesus positif). Sedangkan, yang tidak mempunyai antigen rhesus disebut Rh– (rhesus negatif). Seseorang yang mengandung antigen rhesus pada darah merahnya (Rh+) tidak dapat membentuk antibodi yang melawan antigen Rh– . Antibodi terhadap rhesus akan terbentuk pada orang yang bergolongan darah Rh– . Jadi, jika orang bergolongan darah Rh– diberi transfusi darah dari orang bergolongan darah Rh+, maka pada darah penerima tersebut akan membentuk antibodi yang melawan antigen rhesus.

Bentuklah kelompok terdiri atas 4 – 5 orang. Catatlah golongan darah teman-teman dalam kelompokmu. Kemudian, diskusikanlah mengenai aglutinogen dan aglutininnya. Lalu, presentasikan di depan kelas. Berilah kesempatan kepada kelompok lain untuk mengomentari hasil presentasi kelompokmu. Manfaat apa yang dapat kamu peroleh dari kegiatan tadi?

1. Jelaskan bentuk-bentuk kromosom berdasarkan letak sentromernya! 2. Jelaskan pengertian sifat resesif, dominan, dan intermediet! 3. Sebutkan jenis-jenis penyakit menurun pada manusia! Sebutkan juga ciri-ciri penderitanya! Jelaskan cara pewarisan penyakit tersebut!

• Genetika adalah cabang biologi yang mempelajari sifat keturunan dari induk kepada keturunannya. • Dalam kromosom terdapat gen yang membawa sifat-sifat keturunan atau disebut juga faktor keturunan. • Kromosom pada manusia dibedakan menjadi kromosom autosom dan kromosom seks (gonosom). • Gen pada makhluk hidup dibentuk oleh suatu susunan kimia yang terdiri atas nukleoprotein yang merupakan senyawa dari asam nukleat dan protein. • Sifat dominan adalah sifat yang muncul pada keturunannya dengan mengalahkan sifat pasangannya. • Sifat resesif adalah sifat yang tidak muncul karena ditutupi oleh pasangannya. • Homozigot adalah sifat suatu individu yang genotipnya terdiri atas gen-gen yang sama dari tiap jenis gen. • Heterozigot adalah sifat suatu individu yang genotipnya terdiri atas gen-gen yang berlainan dari tiap jenis gen. • Galur murni adalah tanaman yang memiliki sifat tidak berubah dari generasi ke generasi. • Monohibrid adalah persilangan dua individu dengan satu sifat beda. • Suatu persilangan disebut dominan penuh, bila pada keturunannya sifat dominan menguasai sifat resesif. • Dominan tidak penuh terjadi jika kedua gen induknya saling mempengaruhi dan menghasilkan sifat antara. • Persilangan dihibrida adalah persilangan antara dua individu dengan dua sifat beda ini. • Sifat unggul adalah sifat-sifat yang baik yang ada pada organisme dipandang dari sudut kebutuhan manusia. • Golongan darah pada manusia dibedakan menjadi golongan darah ABO, MN, dan rhesus.

Setelah kamu mempelajari tentang pewarisan sifat pada makhluk hidup, coba kamu jelaskan kembali tentang cara-cara pewarisan sifat pada makhluk hidup! Manfaat apa yang kamu peroleh sehingga dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari?

1. Benda-benda seperti benang yang halus dan mudah mengikat zat warna terdekat dalam nukleus disebut …. a. gen b. spindel c. sentromer d. kromosom 2. Bagian kromosom yang merupakan faktor keturunan adalah …. a. kromatin b. kromosom c. spindel d. gen 3. Orang yang pertama kali melakukan berbagai macam persilangan dengan menggunakan tanaman kacang ercis sebagai contohnya adalah …. a. James Dewey Watson b. Francis Crick c. Gregor Johann Mendel d. Charles Darwin 4. Bagian yang membagi kromosom menjadi dua lengan disebut …. a. sentromer b. kromonema c. kromatin d. benang spindle 5. Kromosom yang terdapat pada sel gamet berjumlah sepasang disebut …. a. anploidi b. haploid c. diploid d. triploid 6. Satu sel kromosom autosom disebut …. a. haploid b. hiploid c. diploid d. tetraploid 7. Letak sentromer di tengah kromosom disebut …. a. akrosentris b. telosentris c. metasentris d. ubmetasentris 8. Yang dimaksud dengan submetasentris adalah …. a. sentromer terletak di tengah kromosom, membagi kromosom menjadi dua bagian yang sama b. sentromer terletak ke arah salah satu ujung kromosom, membagi kro-mosom menjadi dua bagian yang tidak sama c. sentromer terletak di dekat ujung kromosom, satu lengan sangat pendek, lengan lain panjang d. sentromer di ujung kromosom, sehingga kromosom terdiri dari satu lengan 9. Dalam 46 kromosom manusia terdapat …. a. 22A + XX, 22A + XY b. 23A + XX, 23A + XY c. 21A + XX, 21A + XY d. 24X + XX, 24A + XY 10. Jika disilangkan antara tanaman kacang berwarna merah homozigot dominan dengan kacang berwarna putih homozigot resesif, menghasilkan F1 kacang berwarna merah. Jika F1 disilangkan dengan F1, diperoleh …. a. — merah, — putih b. — merah, — putih c. — merah, — putih d. — merah, — putih