Stimuli dan Motivasi Berwirausaha di Bidang Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

Stimuli dan Motivasi Berwirausaha di Bidang Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

Stimuli dan Motivasi Berwirausaha di Bidang Pengawetan – Indonesia memiliki keragaman hewan dan tumbuhan yang dapat menjadi
sumber pangan dengan jumlah yang berlimpah. Perhatikan lingkungan sekitar
tempat tinggalmu. Apabila kamu tinggal di wilayah pantai, amati dan pikirkan
keragaman sumber pangan yang berasal dari laut. Apabila kami tinggal di
pegunungan, amati dan pikirkan beragam sumber pangan yang hidup dan
tumbuh di sana. Apabila kamu tinggal di padang savana, pikirkan potensi
sumber pangan nabati dan hewani apa yang ada di sana. Kekayaan alam Indonesia
patut disyukuri dengan menjaga kelestarian dan memanfaatkannya
dengan bijak.
Kekayaan alam Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
pangan penduduk Indonesia yang hidup tersebar di seluruh negeri. Setiap
daerah memiliki sumber pangan yang khas, yang dapat dimanfaatkan selain
untuk kebutuhan sehari-hari juga dapat diolah menjadi produk pangan olahan
yang dapat dinikmati oleh orang lain. Bahan pangan nabati dan hewani yang
belum diolah memiliki daya tahan yang terbatas. Setelah diawetkan, bahan 8923944-Stimulus-Green-Road-Sign-with-Dramatic-Clouds-Sun-Rays-and-Sky--Stock-Photo
pangan akan memiliki memiliki daya tahan yang lebih lama sehingga memungkinkan
untuk didistribusikan ke luar daerah bahkan hingga ke luar negeri.
Selama manusia masih membutuhkan makan dan minum, kebutuhan akan
bahan pangan tidak pernah akan berhenti. Artinya peluang untuk wirausaha di
bidang pengawetan pangan pun selalu terbuka. Kreativitas dan inovasi untuk
wirausaha di bidang pangan sangat terbuka lebar, banyak hal bisa dilakukan,
sejalan dengan keinginan manusia yang tanpa batas dan selalu mengharapkan
pembaruan. Wirausaha juga tidak mengenal usia, jika ada yang bertanya kapan
seseorang sebaiknya memulai wirausaha, maka jawabnya adalah: sekarang.

Pengemasan dan Perawatan Produk Hasil Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

Pengemasan dan Perawatan Produk Hasil Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

Pengemasan dan Perawatan Produk Hasil Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

Hasil Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani – Pengemasan dan pelabelan merupakan tahap akhir dalam proses pengolahan pangan sebelum dipasarkan. Pengemasan seringkali menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan suatu produk olahan di pasar. Oleh karena itu, peran teknis, ekonomis, dan juga sosial dari pengemasan harus dipahami dengan baik.

Hasil Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

Hasil Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

Fungsi-fungsi ini tentu saja harus didukung oleh adanya pelabelan yang baik. Pelabelan yang baik dapat meningkatkan posisi produk di pasar dan dapat berkontribusi dalam mendukung kesuksesan produk. Satu hal penting yang harus diingat adalah pelabelan harus jujur dan informatif. Pelabelan harus mengikuti Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 2000 tentang Pelabelan dan Iklan Pangan. Kemasan yang baik tentunya harus dapat memenuhi keinginan konsumen.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk dapat memenuhi harapan konsumen adalah sebagai berikut :

1) Kemasan harus dapat melindungi isi dengan baik, mudah dibuka dan mudah ditutup serta mudah dibawa.
2) Bentuk dan ukuran menarik serta sesuai kebutuhan.
3) Labeling harus jelas dan komplit.
4) Bahan kemasan harus ramah lingkungan

Hasil Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

Terdapat tiga fungsi dasar yang harus dipenuhi oleh kemasan. :

a. Fungsi pertama adalah fungsi perlindungan.

Pada aspek ini, kemasan berfungsi untuk menjaga produk tetap bersih, pelindung dari kotoran dan kontaminasi; melindungi produk terhadap kerusakan fisik, perubahan kadar air, dan penyinaran.

b. Fungsi kedua adalah fungsi penanganan.

Beberapa hal yang termasuk dalam fungsi ini antara lain kemudahan dalam membuka atau menutup, mudah dalam tahap penanganan, pengangkutan, dan distribusi; mempunyai fungsi yang baik, efisien dan ekonomis; aman untuk lingkungan; mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada; mudah dibuang dan mudah dibentuk atau dicetak.

c. Fungsi ketiga adalah fungsi untuk pemasaran, kemasan menampakkan identifikasi, informasi, daya tarik, dan penampilan yang jelas sehingga dapat membantu promosi dan penjualan.

Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa paling tidak terdapat tujuh fungsi kemasan, yaitu faktor pengamanan (cuaca, sinar, jatuh, tumpukan, kuman, dan lain-lain); faktor ekonomi (biaya produksi); faktor distribusi (kemudahan penyimpanan dan pemajangan); faktor komunikasi (mudah dilihat, dipahami dan diingat); faktor ergonomi (mudah dibawa, dibuka, diambil, diminum); faktor estetika (warna, logo, ilustrasi, huruf, tata letak); dan faktor identitas (mudah dikenali, tampil beda).

a. Perlindungan dan Penanganan Produk

Pengemasan dapat memberikan perlindungan terhadap produk agar memiliki mutu yang baik dalam waktu yang lebih lama. Produk dalam kemasan dapat dilindungi dengan berbagai cara, antara lain dengan mengontrol keluar masuknya air (hidratasi), mengendalikan suhu, mengatur atmosfer pengemasan, mencegah migrasi komponen volatil, dan penyinaran UV.

Pengendalian suhu dilakukan dengan menyimpan produk pada suhu tertentu. Umumnya produk beku harus disimpan pada suhu rendah -18 – 5 °C. Kemasan yang cocok untuk produk ini adalah PVDC agar tidak mudah sobek pada waktu produk dicairkan.

b. Pengemasan untuk Pemasaran

Penampilan suatu kemasan haruslah dapat menarik perhatian (eye catching). Hal ini mencakup warna, bentuk, merek, ilustrasi, tata letak yang berhubungan dengan faktor emosi dan psikologis. Misalnya, tampilan visual kemasan jus buah haruslah dapat menimbulkan kesan menyehatkan, bentuk desain, dan gambar pada kemasannya dipilih yang tidak kaku dan berwarna cerah. Daya tarik praktis adalah efektivitas dan efisiensi kemasan dalam memudahkan penyimpanan dan pemajangan produk.

Faktor yang berhubungan dengan daya tarik praktis suatu kemasan adalah bahwa kemasan menjamin melindungi produk; mudah dibuka dan ditutup; porsi atau volume yang sesuai; dapat digunakan kembali; mudah dibawa, dijinjing, dipegang; mudah dihabiskan isinya dan dapat diisi ulang; ditampilkan dengan lucu; serta yang lain-lainnya sesuai pertimbangan kebutuhan dan sifat produk. Untuk memenuhi aspek ini, terdapat berbagai strategi untuk berkreasi. Strategi ini memanfaatkan unsur warna, ilustrasi, bentuk, merk/logo, tipografi, dan tata letak.

Jenis dan Bahan Kemasan

Cara Merancang Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

Cara Merancang Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

Cara Merancang Pengawetan
Cara Merancang Pengawetan

Cara Merancang Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

1. Mencari Ide

Ide tidak datang dengan begitu saja, kita mesti melakukan sejumlah riset atau penelitian terkait dengan ketersediaan alat dan bahan serta peluang pasar dari produk hasil pengawetan bahan nabati dan hewani. Ide perancangan pengawetan bahan nabati dan hewani yang dilakukan bisa berupa modifikasi atau penyempurnaan dari proses pengawetan yang telah dilakukan di daerah setempat, atau berupa proses pengawetan yang belum pernah dilakukan di daerah tersebut.

Rancangan modifikasi atau penyempurnaan dari proses pengawetan yang telah dilakukan di daerah setempat, bisa diawali dengan pengamatan terhadap pengolahan bahan pangan nabati dan hewani khas daerah. Lakukan pengolahan pengawetan bahan nabati atau hewani sesuai dengan pengamatan yang sudah kamu lakukan.

Perhatikan kelemahan atau peluang modifikasi dari proses pengawetan yang ada, sanpai muncul ide penyempurnaan dan modifikasi yang bisa dilakukan. Ide pembuatan produk pengawetan bisa juga diperoleh dengan mengamati potensi bahan baku yang ada di daerah setempat, ketersediaan alat dan peluang pasar.

2. Percobaan

Dalam pengolahan pengawetan, perencanaan produksi tidak bisa dilakukan sebelum mempunyai resep atau rumusan yang pas dan baku untuk teknik pengolahannya. Lakukan beberapa percobaan modifikasi terhadap proses pengolahan produk pengawetan yang telah ada atau percobaan untuk mendapatkan resep baru pengawetan. Catat dengan seksama tiap proses yang dilakukan. Lakukan percobaan sampai ditemukan proses dan teknik yang pas.

3. Perencanaan Produksi

Rancangan proses pengawetan yang akan dilakukan dimulai dengan
pengadaan dan persiapan bahan serta peralatan, langkah-langkah pada proses pengawetan sampai pengemasan. Buatlah perancangan secara mendetail meliputi waktu, sarana dan proses yang mesti dilakukan.

4. Pembuatan Produk Pengawetan dari Bahan Nabati dan Hewani

Pembuatan produk pengawetan dilakukan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat. Lakukan tiap tahapan proses dengan hati-hati dan seksama. Kesalahan pada salah satu tahapan saja akan mempengaruhi kualitas produk akhirnya. Lakukan juga evaluasi pada tiap produk yang dihasilkan buat memastikan kualitas produk. Hasil evaluasi bisa digunakan untuk perbaikan proses pengawetan berikutnya. Ingatlah selalu untuk memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan agar menghasilkan produk pengolahan yang higienis.

Pengemasan dan Perawatan Produk Hasil Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani