Hewan Invertebrata Filum Cnidaria dan Platyhelminthes

Hewan Invertebrata Filum Cnidaria dan Platyhelminthes

Hewan Invertebrata Penjelasan Filum Cnidaria dan Platyhelminthes

Hewan Invertebrata

2. Filum Cnidaria (Coelenterata)

Hewan Invertebrata
Hewan Invertebrata

Hewan Invertebrata – Filum ini disebut Cnidaria karena memiliki knidosit atau sel-sel penyengat yang terdapat pada epidermisnya. Cnidaria juga disebut Coelenterata karena mempunyai rongga besar di tengah-tengah tubuh. Coelenterata berasal dari kata coilos (berongga) dan enteron (usus). Jadi, semua hewan yang termasuk fi lum ini mempunyai rongga usus (gastrovaskuler) yang berfungsi untuk pencernaan. Cnidaria memiliki tubuh bersel banyak, simetri radial atau biradial,tidak mempunyai kepala atau ruas-ruas tubuh. Dalam pergiliran keturunan, Cnidaria mempunyai dua tipe hidup atau bentuk tubuh. Kedua bentuk tubuh tersebut adalah bentuk polip dan bentuk medusa. Cnidaria disebut sebagai fase polip ketika hidup melekat pada suatu substrat dan tidak dapat berpindah tempat (sessil). Sedangkan Cnidaria disebut sebagai fase medusa ketika hidup bebas berenang atau terapung di dalam air, hidup bebas berpindah tempat karena terbawa air (planktonik).

Hewan Invertebrata – Satu jenis Cnidaria selama hidupnya dapat berbentuk polip, medusa, atau polip dan medusa, dijumpai pada anggota kelas tertentu. Tubuh Cnidaria terdiri atas 2 lapisan sel (jaringan), yang luar disebut epidermis dan yang dalam disebut gastrodermis (endodermis). Kedua jaringan tersebut dipisahkan oleh lapisan mesoglea yang berisi gelatin dan sel-sel syaraf. Pada epidermis terdapat sel knidosit yang mengandung racun penyengat (nematosit). Nematosit pada permukaan knidoblas ini lebih berfungsi untuk membela diri (menyengat mangsa atau musuhnya) dan juga untuk membantu menangkap makanan, untuk bergerak dan melekat pada substrat. Alat pencernaan pada Cnidaria masih sangat sederhana, yaitu berupa saluran seperti kantung yang disebut enteron. Mulut dikelilingi oleh tentakel, dan langsung berhubungan dengan rongga gastrovaskuler. Karena rongga tersebut hanya memiliki satu lubang, maka berfungsi sekaligus sebagai mulut dan anus. Belum mempu nyai alat ekskresi dan respirasi serta darah.

Hewan Invertebrata – Sistem saraf berupa sitem syaraf yang menyebar. Cnidaria berreproduksi secara generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual). Secara aseksual yaitu dengan membentuk tunas, dan secara seksual berarti dengan membentuk gamet. Berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya, Filum Cnidaria dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa. Kelas Hydrozoa memiliki bentuk polip dan medusa, pada Kelas Scyphozoa tipe medusa lebih dominan, sedangkan pada Kelas Anthozoa hanya memiliki tipe polip saja. Berikut uraian masing- masing kelas tersebut.

Hewan Invertebrata

a. Kelas Hydrozoa Kelas Hydrozoa memiliki anggota yang kebanyakan hidup di laut dan berkoloni, kadang-kadang ada yang soliter, dan ada juga yang hidup di air tawar. Ukuran tubuhnya sangat kecil dan mirip tumbuhan. Bila hidup berkoloni mempunyai bentuk tubuh polip dan medusa, sedangkan yang soliter hanya berbentuk polip. Hal tersebut menentukan tipe hidupnya, apakah sessil atau planktonik. Contoh anggota kelas ini adalah Hydra sp., Obelia sp., dan Physalia sp. Simaklah uraian berikut ini. 1) Hydra sp. Hydra sp. merupakan jenis anggota Cnidaria yang hidup di air tawar dan soliter (Gambar 8.6). Tubuhnya berukuran antara 1-3 mm, berbentuk polip, tidak mempunyai bentuk medusa, sehingga hidupnya sessil. Tubuh berbentuk silindris, pada ujung yang bebas terdapat mulut yang dikelilingi hipostome yang berfungsi menangkap mangsa. Hewan ini bereproduksi secara vegetatif dan secara generatif. Secara vegetatif Hydra sp. bereproduksi dengan membentuk tunas.

Hewan Invertebrata

2) Obelia sp. Obelia merupakan anggota Kelas Hydrozoa yang hidup di laut dan berkoloni (Gambar 8.7). Di dalam siklus hidupnya dijumpai stadium polip dan medusa, tetapi bentuk polip lebih dominan. Polip mampu membentuk tunas (reproduksi aseksual) dan tunas-tunas tersebut tetap melekat pada induknya sehingga membentuk koloni. Polip-polip yang membentuk koloni ini ada yang bertentakel dan ada yang tidak. Polip tidak bertentakel berfungsi untuk makan, sedangkan yang bertentakel berfungsi untuk reproduksi. Polip reproduksi mampu menghasilkan medusa secara pertunasan. Medusa tersebut kemudian lepas dan hidup bebas secara planktonik. Pada perkembangannya, medusa tersebut mampu menghasilkan gamet sehingga fase hidup medusa dikenal dengan fase seksual. Gamet-gamet tersebut akhirnya melakukan fertilisasi dan membentuk zigot yang kemudian berkembang menjadi larva bersilia (planula) dan planula tersebut menempel di dasar laut dan tumbuh menjadi Obelia (polip).

Hewan Invertebrata

3) Physalia sp. Hewan ini hidup di laut. Tubuhnya unik, mempunyai bentuk yang panjang membentuk polip dan terdapat bagian tudung yang digunakan untuk mengapung (seperti medusa). Polip mempunyai tiga bagian yaitu gastrozoid (pencernaan), gonozoid (reproduksi), daktilozoid (menangkap mangsa). Physalia sp. merupakan Coelenterata yang berbahaya bagi manusia.

b. Kelas Scyphozoa Kelas Scyphozoa dikenal sebagai the true medusae (medusa sejati) atau jelly fi sh (ubur-ubur). Fase medusa sangat dominan dan fase polip tidak ada atau mereduksi. Bentuk tubuhnya seperti parasut atau payung yang melayang-layang di laut. Perhatikan Gambar 8.10 dan 8.11. Hewan ini memiliki lapisan mesoglea yang tebal dan dapat digunakan sebagai sumber nutrien. Contoh kelas ini antara lain Aurelia sp., Pelagia sp., Stomolopus sp., dan Chrysauna quinquecirrha.

c. Kelas Anthozoa Kata anthozoa berarti hewan yang menyerupai bunga, berasal dari Bahasa Yunani antho (bunga) dan zoon (hewan). Kelas ini merupakan kelas dalam fi lum Cnidaria dengan anggota terbanyak, meliputi koral, bunga karang (mawar laut), dan anemon laut. Ukuran tubuhnya bervariasi. Semua anggotanya hidup di laut, baik soliter atau berkoloni, dan hidupnya melekat pada substrat. Mereka menghasilkan zat kapur atau kalsium karbonat (CaCO3) yang membentuk terumbu karang. Tubuh anthozoa berbentuk silinder pendek dan pada salah satu ujungnya terdapat mulut yang dikelilingi tentakel. Hewan ini hanya memiliki bentuk polip, dengan mulut yang terbuka secara tidak langsung, tetapi melalui faring yang menghubungkannya ke dalam rongga gastrovaskuler. Rongga tersebut memiliki sekat-sekat yang disebut me sentris. Di dalamnya juga terdapat nematosis yang berfungsi mengeluarkan racun untuk melumpuhkan mangsa. Contoh anggota kelas ini adalah Tubifora musica, Acropora sp., Meandrina sp., dan Anthipates sp.

3. Filum Platyhelminthes

Platyhelminthes merupakan kelompok cacing yang struktur tubuhnya paling sederhana. Kata Platyhelminthes berasal dari bahasa Latin, platy (pipih) dan helminthes (cacing atau vermes), sehingga kelompok ini disebut cacing pipih. Dibandingkan denga Filum Porifera dan Cnidaria, organisasi tubuh cacing pipih ini sudah sedikit lebih maju. Platyhelminthes memiliki tubuh pipih, lunak, simetri bilateral dan bersifat hermaprodit. Tubuh dapat dibedakan dengan tegas antara posterior dan anterior, dorsal dan ventral. Bersifat tripoblastik, dinding tubuh terdiri atas 3 lapisan, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Sistem pencernaan makanan gastrovaskuler, tidak memiliki rongga tubuh. Alat ekskresi berupa sel-sel api dan belum punya alat peredaran darah maupun alat respirasi. Sistem syarafnya disebut sistem syaraf tangga tali, terdiri atas sepasang ganglion (simpul syaraf) anterior yang dihubungkan oleh satu sampai tiga pasang tali saraf memanjang. Berdasarkan bentuk tubuh dan sifat hidupnya, Platyhelminthes dibagi menjadi tiga kelas yaitu, Kelas Turbellaria, Kelas Trematoda, dan Kelas Cestoda. Berikut penjelasan untuk masing-masing kelas tersebut.

a. Kelas Turbellaria Sebagian besar anggota Turbellaria hidup bebas, hanya beberapa yang parasit. Bisa ditemui di ekosistem air tawar, air laut, maupun terestrial. Tubuhnya berbentuk seperti daun, tidak bersegmen, pada epidermis terdapat bulu-bulu getar, dan intestinumnya bercabang. Panjang tubuhnya berkisar 6-15 mm dan tidak memiliki darah.Tubuh berwarna gelap, coklat dan abu-abu bernapas secara difusi pada permukaan seluruh tubuh. Contoh anggota kelas ini adalah Dugesia trigina, yang lebih dikenal dengan nama Planaria (Gambar 8.13). Cacing planaria hi – dup bebas di air tawar yang jernih dan mengalir sepanjang tahun, menempel pada batu atau dedaunan yang jatuh.

b. Kelas Trematoda Trematoda merupakan cacing parasit pada vertebrata. Tubuhnya tertutup lapisan-lapisan kutikula. Kelompok ini disebut juga sebagai cacing penghisap, karena mempunyai alat penghisap atau sucker. Contoh anggota kelas ini adalah cacing hati (Fasciola hepatica) dan Clonorchis sinensis. Untuk lebih memahami kedua spesies tersebut cermati uraian berikut.

1) Fasciola hepatica Cacing ini hidup sebagai parasit di dalam hati manusia dan hewan ternak seperti sapi, babi, dan kerbau. Tubuhnya mencapai panjang 2-5 cm, dilengkapi alat penghisap yang letaknya mengelilingi mulut dan di dekat perut (Gambar 8.14). Cacing hati berkembangbiak secara seksual dengan pembuahan silang atau pembuahan sendiri (hermaprodit).

Fasciola hepatica memiliki siklus hidup mulai dari dalam tubuh inangnya, ketika keluar dari tubuh inang, sampai kemudian masuk kembali sebagai parasit di tubuh inang yang baru. Perhatikan Gambar 8.15. Di dalam tubuh inangnya, cacing dewasa memproduksi sperma dan ovum kemudian melakukan pembuahan. Telur yang telah dibuahi kemudian keluar dari tubuh inang bersama feses (kotoran). Bila jatuh di tempat yang sesuai, telur ini akan menetas dan menjadi mirasidium (larva bersilia). Mirasidium kemudian berenang di perairan selama 8-20 jam. Bila menemukan siput air (Lymnaea javanica), mirasidium akan masuk ke tubuh siput tersebut, tetapi bila tidak bertemu siput.

air mirasidum akan mati. Di dalam tubuh siput, mirasidium kemudian tumbuh menjadi sporoskista. Sporokista kemudian berpartenogenesis menjadi redia dan kemudian menjadi serkaria. Serkaria membentuk ekor dan keluar menembus tubuh siput, kemudian berenang beberapa lama sehingga melepaskan ekornya di rumput dan tumbuhan air untuk menjadi metaserkaria. Metaserkaria kemudian membungkus diri dengan kista (cyste) sehingga dapat bertahan pada rumput atau tumbuhan lain, menunggu termakan oleh hewan. Ketika kista ikut termakan bersama tumbuhan, kista akan menembus dinding usus lalu masuk ke hati, kemudian berkembang hingga dewasa dan bertelur kembali mengulang siklus yang sama.

2) Clonorchis sinensis Cacing ini hidup di dalam hati dan saluran empedu manusia, anjing, atau kucing. Siklus hidupnya mirip dengan cacing hati. Inang perantaranya adalah siput, ikan, atau udang. c. Kelas Cestoda Cacing ini mempunyai bentuk tubuh pipih panjang menyerupai pita sehingga disebut juga sebagai cacing pita. Tubuhnya dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu skoleks (kepala) dan strobilus. Setiap strobilus terdiri atas rangkaian segmen-segmen yang disebut proglotid. Proglotid dibentuk melalui pembelahan tranversal di daerah leher, dan masing-masing berisi kelengkapan kelamin jantan dan betina, sehingga setiap proglotid dapat dipandang sebagai satu individu. Cacing ini hidup sebagai parasit pada babi atau sapi. Contoh anggota kelas ini adalah Taenia solium dan Taenia saginata. Berikut uraian kedua jenis cacing tersebut.

1) Cacing pita babi (Taenia solium) Cacing pita ini hidup pada saluran pencernaan babi dan bisa menular ke manusia. Panjang tubuhnya mencapai 3 m. Pada bagian kepala atau skoleks terdapat empat buah sucker dan kumpulan alat kait atau rostelum. Di sebelah belakang skoleks terdapat leher atau daerah perpanjangan (strobillus). Dari daerah inilah proglotid terbentuk melalui pembelahan transversal. Dalam kondisi yang optimal panjang tubuh cacing pita babi dapat mencapai 2,5-3 m dengan jumlah proglotid mencapai 1.000 buah.

2) Cacing pita sapi (Taenia saginata) Taenia saginata tidak mempunyai rostelum (kait) pada skoleknya, dan secara umum tubuhnya mirip dengan T. solium. Cacing dewasa hidup sebagai parasit dalam usus manusia, masuk ke dalam tubuh manusia melalui sapi sebagai hospes intermediet. Cacing ini tidak begitu berbahaya dibandingkan T. solium. Namun demikian cacing ini tetap merugikan, karena meng hambat penyerapan makanan dalam tubuh manusia. Siklus hidup cacing ini dimulai dari terlepasnya proglotid tua bersama feses manusia (Gambar 8.18). Di dalam setiap proglotid terdapat ribuan telur yang telah dibuahi (zigot). Zigot tersebut kemudian berkembang menjadi larva onkosfer di dalam kulit telur. Jika telur tersebut termakan sapi, larva onkosfer akan menembus usus masuk ke dalam pembuluh darah atau pembuluh limfa dan akhirnya sampai di otot lurik. Di dalam otot sapi, larva onkosfer berubah menjadi kista dan berkembang menjadi cacing gelembung atau sisteserkus yang membentuk skoleks pada dindingnya. Ketika daging sapi tersebut dimakan manusia (kemungkinan sisteserkus masih hidup), di dalam usus manusia skoleks tersebut akan keluar lantas menempel pada dinding usus, kemudian tumbuh dewasa dan membentuk proglotidproglotid baru. Kemudian siklus hidupnya terulang kembali.

Pengertian Thaharah dan Penjelasannya

Pengertian Thaharah dan Penjelasannya

Pengertian Thaharah dan Penjelasannya

Pengertian Thaharah 

“Kebersihan itu sebagian dari iman.” (H.R. Muslim). Hadis tersebut menegaskan betapa pentingnya kebersihan bagi orang yang beriman. Orang akan disebut beriman kalau ia peduli dengan kebersihan. Kebersihan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Thaharah – Tidak akan terwujud kenyamanan tanpa adanya kebersihan. Kebersihan di sini meliputi: diri sendiri, pakaian, lingkungan dan yang lainnya. Islam menaruh perhatian sangat tinggi pada masalah kebersihan atau kesucian, baik kebersihan dari najis maupun kebersihan dari hadas. Pada bagian ini kalian akan mempelajari tentang ketentuan-ketentuan dari kebersihan itu. Sebelum belajar tentang ¯ah±rah, coba amati perilaku hidup bersih yang kalian alami sehari-hari. Kemudian presentasikan hasil pengamatan kalian di depan kelasmu!

Pengertian Thaharah

Pengertian Thaharah
Pengertian Thaharah

Pengertian Thaharah – Tahukah kalian apa itu ¯ah±rah? Apakah kalian sudah terbiasa melakukan ¯ah±rah? ¯ah±rah artinya bersuci dari najis dan hadas. Najis adalah kotoran yg menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah Swt. sedangkan hadas adalah keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh £alat , tawaf, dan lain sebagainya. Apa saja yang harus dibersihkan?. Semua harus dibersihkan, termasuk badan, pakaian, tempat dan lingkungan yang menjadi tempat segala aktivitas kita.

Pengertian Thaharah – Lebih-lebih tempat yang kita gunakan untuk melaksanakan ibadah £alat . Lokasi ibadah ini harus suci dari najis dan bersih dari segala kotoran pasti akan menjadi lebih sempurna dan bermakna. °ah±rah meliputi 2 hal yaitu: ¯ah±rah dari najis dan ¯ah±rah dari hadas. °ah±rah dari najis maksudnya adalah membersihkan sesuatu dari najis. Ada tiga macam najis, yaitu najis mukh±ffafah, najis Mut±wassi¯ah, dan najis mugala«ah. Najis mukh±ffafah adalah najis yang ringan, seperti air seni bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan apapun kecuali air susu ibu. Cara menyucikannya sangat mudah, cukup dengan memercikkan atau mengusapkan air yang suci pada permukaan yang terkena najis.

Pengertian Thaharah – Najis mutawassi¯ah adalah najis pertengahan. Contoh najis jenis ini adalah darah, nanah, air seni, tinja, bangkai binatang, dan sebagainya. Najis jenis ini ada dua macam, yaitu najis hukmiyyah dan najis ‘ainiyyah. Najis hukmiyyah diyakini adanya tetapi tidak nyata wujudnya (©atnya), bau dan rasanya. Cara menyucikannya adalah cukup dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis. Sedangkan najis ‘ainiyyah adalah najis yang tampak wujudnya (©at-nya) dan bisa diketahui melalui bau maupun rasanya. Cara menyucikannya adalah dengan menghilangkan zat, rasa, warna, dan baunya dengan menggunakan air yang suci. Najis mugala«ah adalah najis yang berat. Najis ini bersumber dari anjing dan babi. cara menyucikkannya melalui beberapa tahap, yaitu dengan membasuh sebanyak tujuh kali. Satu kali diantaranya menggunakan air yang dicampur dengan tanah. Nah, kalian sudah mengetahui cara bersuci dari najis. Selanjutnya, bagaimana cara bersuci dari hadas? Hadas ada dua macam, yaitu hadas kecil dan hadas besar.

Kita terkena hadas kecil apabila mengalami/melakukan salah satu dari 4 hal, yaitu: 1. Keluar sesuatu dari qubul (kemaluan) dan dubur, 2. Hilang akal (contoh tidur), 3. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mukhrim, dan 4. Menyentuh qubul (kemaluan) dan dubur dengan telapak tangan. Cara menyucikan hadas kecil dengan ber-wu«u. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum. Bagaimana dengan hadas besar? Kita terkena hadas besar apabila mengalami/ melakukan salah satu dari enam perkara, yaitu: 1. Berhubungan suami istri (setubuh), 2. Keluar mani, 3. Haid (menstruasi), 4. Melahirkan, 5. Nifas, dan 6. Meninggal dunia.

Cara menyucikannya adalah dengan mandi wajib, yaitu membasahi seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum. Masalah hadas besar bagi perempuan menjadi sangat penting dan menarik untuk dipelajari. Perempuan mengalami peristiwa khusus yang tidak dialami oleh seorang laki-laki. Seorang perempuan mengalami peristiwa haid, nifas, dan terkadang isti¥±«ah. Semakin penasaran, bukan? Jawabannya dapat kalian temukan pada penjelasan berikut ini. Darah yang keluar dari rahim perempuan ada beberapa macam. Ada yang dinamakan haid, nifas, dan isti¥±«ah. Pertama darah haid, yaitu darah yang keluar pada perempuan saat kondisi sehat.

Adapun ciri-ciri secara umum adalah kental, hangat, baunya kurang sedap, hitam, merah tua, kemudian berangsur-angsur menjadi semakin bening. Kalau kamu sudah mengalami haid, maka bersyukurlah. Itu artinya organ-organ kewanitaanmu sudah berfungsi secara normal. Kapan perempuan mengalami haid? Sebagian perempuan ada yang sudah mengalami haid saat mulai berumur 9 tahun. Namun, rata-rata mereka mengalaminya pada usia belasan tahun. Berapa lama masanya haid? Masa haid minimal adalah sehari semalam, biasanya 6 atau 7 hari, dan paling lama adalah 15 hari. Kalau setelah 15 hari darah masih terus keluar, maka darah itu merupakan darah isti¥±«ah (penyakit). Apabila kalian ada yang mengalami kondisi ini, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Perlu diingat bahwa perempuan yang sedang haid tidak boleh melaksanakan £alat , puasa, membaca dan menyentuh/memegang al-Qur’±n, ¯aw±f, berdiam diri di masjid, berhubungan suami istri, dan cerai dari suami. Kedua darah nifas, yaitu darah yang keluar sesudah melahirkan, setelah kosongnya rahim dari kehamilan, meskipun hanya segumpal darah. Sedikit atau banyaknya darah nifas juga bervariasi. Ada yang hanya satu tetes, keluar sehari, atau dua hari. Rata-rata perempuan mengeluarkan darah nifas selama 40-an hari, dan paling lama 60 hari. Adapun cara mandi wajib untuk perempuan yang nifas sama sebagaimana mandinya haid.

Ketiga darah isti¥±«ah, yaitu darah yang keluar tidak pada hari-hari haid dan nifas karena suatu penyakit. Darah isti¥±«ah ada empat macam yaitu: 1. Keluar kurang dari masa hai«; 2. Keluar lebih dari masa hai«; 3. Keluar sebelum usia hai« atau setelah masa menopause; 4. Keluar lebih lama dari maksimal masa nifas. Seorang perempuan yang mengeluarkan darah is¯i¥±«ah tetap harus melaksanakan kewajiban £alat dan puasa. Apabila hendak £alat maka bersihkan darah itu, pakailah pembalut, kemudian ambillah air wu«u.

Contoh dan Pengertian Negara Maju

Contoh dan Pengertian Negara Maju

Contoh dan Pengertian Negara Maju

Pengertian Negara Maju
Pengertian Negara Maju

Jerman

Pengertian Negara Maju – Jerman termasuk tiga negara industri terbesar setelah Amerika Selatan dan Jepang. Sebagian besar penduduk Jerman tinggal di perkotaan. Jumlah penduduk Jerman pada tahun 2003 mencapai 82,5 juta dengan kepadatan penduduk mencapai 231/km² dan tingkat pertumbuhannya 0,1%. Mata pencaharian utama penduduk Jerman antara lain di bidang pertanian, perdagangan, dan perindustrian. Daerah yang sangat terkenal di Jerman adalah daerah Ruhr yang terletak di lembah Sungai Rhein. Ruhr merupakan kawasan pertambangan batubara terbesar di negara ini. Kawasan ini memiliki tingkat perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dicirikan dengan berkembangnya kota-kota besar berskala metropolitan di sepanjang Sungai Rhein, seperti Kota Dortmund, Essen, Dusseldorf, Colongne, Bonn, Koln, dan Frankfurt. Sungai Rhein menjadi prasarana transportasi penting yang berfungsi sebagai jalur pelayaran untuk mengangkut hasil-hasil industri dari beberapa kota di Jerman. Sebagai negara maju, sektor industri merupakan tulang punggung perekonomian negara ini yang mampu menyumbang 98% pendapatan negaranya. Dalam perkembangan ekonominya, pendapatan per kapita Jerman tahun 2003 mencapai 26.570 dolar Amerika Serikat.

Pengertian Negara Maju – Selain di bidang perindustrian, perekonomian Jerman juga bergerak di bidang pertanian, pertambangan, dan pariwisata. Daerah yang paling subur di Jerman untuk pertanian terdapat di sekitar lembah Sungai Rhein. Tanaman pertanian utama yang diusahakan di Jerman antara lain adalah gandum, dan kentang. Hasil pertambangan utama yang diperoleh di wilayah Jerman antara lain batubara dan bijih besi. Selain itu, dihasilkan minyak bumi dan mangan. Batubara diperoleh di daerah Ruhr, Saksen, Aken, dan Saar. Adapun bijih besi diperoleh di daerah Ruhr, sehingga hasil tambang bijih besi ini menjadi pendukung kegiatan perindustrian terutaman industri baja di didaerah Ruhr dan sepanjang lembah Sungai Rhein. Hal ini dimaksudkan untuk menekan biaya produksi. Kegiatan pariwisata di Jerman memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomiannya. Objek wisata terkenal di Jerman yaitu Tembok Berlin.

Jepang

Pengertian Negara Maju – Jepang merupakan negara di kawasan Asia Timur. Jepang sering dijuluki Negara Matahari Terbit, seperti terlihat pada logo bendera kebangsaannya. Jepang disebut juga Negara Sakura karena di negeri ini banyak tumbuh bunga sakura. Jepang merupakan Negara maju di Benua Asia sehingga sering dikenal dengan julukan Macan Asia. Pada tahun 1998, pendapatan per kapita negara Jepang sebesar 32.350 dollar AS. Selain tingginya nilai GNP, Jepang juga termasuk negara yang memiliki teknologi yang tinggi. Pada tahun 2004, jumlah penduduk Jepang lebih kurang 127,3 juta jiwa. Kepadatan rata-rata mencapai 335 jiwa/km2 , sedangkan tingkat pertumbuhan penduduk mencapai 0,26% per tahun (1990 – 2000). Jumlah penduduk Jepang termasuk kedalam urutan ke-10 di dunia.

Pengertian Negara Maju – Berdasarkan peta negara Jepang pada gambar 6…., keadaan alam perairan laut di Jepang ditandai dengan garis pantai yang panjang dan berteluk, sehingga sangat baik dimanfaatkan untuk pelabuhan. Pantai yang berupa teluk dapat melindungi pelabuhan dari gelombang laut yang besar. Kota-kota pelabuhan besar yang tersebar di negara ini antara lain Kobe, Yokohama, Tokyo, dan Osaka. Perekonomian rakyat Jepang pada umumnya bergerak di sektor industri, perikanan, pertambangan, komunikasi, transportasi, dan jasa. Berdasarkan perindustriannya, Jepang menempati urutan pertama dalam industri perkapalan dan tanker raksasa. Urutan ketiga dalam industri baja mentah, serta penghasil kendaraan bermotor yang menguasai pasaran dunia dan dapat bersaing dengan negara industri yang lain. Jepang merupakan negara yang memiliki potensi sumber daya manusia yang rajin dan ulet. Walaupun tidak banyak memiliki bahan mentah yang diperlukan industri sebagai bahan baku, Jepang mampu merintis sektor perindustrian. Daerah-daerah industri penting di Jepang antara lain sebagai berikut. a) Daerah industri Keihin terletak di sekitar Teluk Tokyo.

Pengertian Negara Maju – Industri yang terdapat di daerah Keihin antara lain galangan kapal, mobil, besi baja, elektronik, tekstil, percetakan, dan penyulingan minyak. b) Daerah industri Hanshin, terletak antara Kota KyotoKobe-Osaka. Industri yang terdapat di daerah ini, antara lain galangan kapal, mesin mobil, penyulingan minyak, dan besi baja. Kota Osaka merupakan penghasil tekstil terbesar di Jepang. c) Daerah industri Kitakyushu, terletak di Pulau Kyushu bagian utara. Di daerah ini berkembang industri besi baja, galangan kapal, penyulingan minyak, kimia, dan industri semen. Industri besi baja terutama terdapat di Jawata, sedangkan galangan kapal di Nagasaki. d) Daerah industri Chukyo, terletak di sekitar Teluk Ise. Industri yang berkembang di daerah ini, antara lain pesawat terbang, mesin, tekstil, pupuk, besi baja, mainan anak-anak, jam, otomotif, dan kereta api. Pada awalnya, perindustrian Jepang dipusatkan pada industri tekstil dengan bahan mentah kapas dan serat sutra. Pada akhir 1930-an, produksi barang-barang Jepang semakin berkembang dan maju. Oleh karena itu, pada awal 1970, Jepang menduduki peringkat ketiga setelah Amerika Serikat dan Jerman dalam produksi kendaraan bermotor di dunia. Lahan pertanian Negara Jepang sangat sempit, yaitu seperenam dari seluruh wilayah Jepang. Hal ini, karena kondisi geografisnya kurang mendukung, yaitu banyaknya tanah pegunungan, serta datarannya padat oleh permukiman serta banyak dijadikan daerah perkotaan. Oleh karena itu, bangsa Jepang lebih memusatkan kegiatan ekonominya disektor perindustrian.

Sektor pertanian digarap secara intensif dengan menggunakan sistem mekanisasi. Pada awalnya, Jepang mengimpor beras, tetapi beberapa tahun kemudian menjadi pengekspor. Hal ini terjadi karena turunnya konsumsi beras di dalam negeri dan naiknya produksi padi hasil usaha dari perbaikan dan pembaruan varietas padi. Sektor perikanan di Jepang berhasil maju. Hal ini karena, Jepang merupakan negara kepulauan yang memiliki dangkalan di tepi-tepi pantai. daerah-daerah tersebut menjadi sumber pendapatan bagi penduduknya, yaitu perikanan pantai yang diusahakan oleh nelayan-nelayan kecil.

Adapun perikanan lepas pantai diusahakan oleh perusahaan besar. Ikan diproses di dalam kapal induk hingga proses pengalengan, kemudian dipasarkan. Mereka juga memelihara tiram untuk industri mutiara, menanam rumput laut, serta memelihara beberapa macam ikan seperti ikan air tawar, ikan tuna, ikan hiu, dan ikan halibut. Pertambangan di Jepang diantaranya batubara, tembaga, bijih besi, timah, emas, dan perak. Minyak bumi dan gas alam diimpor dari negara-negara Timur Tengah dan Indonesia. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian Negara Jepang. Objek wisata yan paling terkenal di Jepang, yaitu Gunung Fuji dan Taman Ritsurinko di Takamatsu. Komunikasi dan transportasi merupakan sarana yang sangat penting bagi penunjang kemajuan industrialisasi Jepang. Pada daerah yang berbentuk pegunungan jalan raya dibuat dalam terowongan yang menembus pegunungan. Selain itu, sarana transportasi darat antarpulau diusahakan dengan membuat terowongan bawah laut, seperti terowongan kereta di bawah laut yang menghubungkan Pulau Kyusu dengan Pulau Honshu diselatan, serta Pulau Honshu dengan Pulau Hokkaido di utara. Terowongan ini merupakan terowongan terpanjang di dunia. Kapal feri digunakan sebagai sarana transportasi antarpulau. Selain itu, Jepang juga mempunyai pelabuhan utama yang melalui jalur industri. Pelabuhan perdagangan samudra terpenting di Jepang diantaranya adalah Yokohama, Nagasaki, dan Kobe. Pelabuhan-pelabuhan besar lainnya terdapat di Nagoya, Osaka, dan Hirosima.

Maskapai penerbangan internasional Jepang adalah Japan Airlines (JAL). Jepang mempunyai pelabuhan udara internasional yang terletak di Tokyo, Osaka, dan Narita. Narita adalah bandar udara ketiga terbesar di dunia.