Tentang Peranan Jamur bagi Kehidupan

Tentang Peranan Jamur bagi Kehidupan

Tentang Peranan Jamur bagi Kehidupan

Peranan Jamur – Udara sedemikian penuhnya dengan spora jamur sehingga setelah daun gugur atau serangga mati, jasadnya akan segera diselimuti oleh hifa jamur saprobik. Jamur telah membusukkan sampah hutan dan bangkai hewan sehingga terjadi keseimbangan dalam ekosistem. Akan tetapi, apa yang akan terjadi jika jamur menyerang buah-buahan dan berbagai alat dalam rumah kita? Dalam uraian selanjutnya akan kita pelajari mengenai jamur sebagai pengurai, jamur konsumsi, dan jamur patogen.

Peranan Jamur
Peranan Jamur

Info Biologi

Peranan Jamur – Jamur Kaya Antioksidan Jika pesan piza atau membuat salad, tambahkan jamur untuk meningkatkan pemasukan antioksidan. Antioksidan adalah zat kimia yang secara alamiah terdapat di dalam makanan yang dapat menetralkan radikal bebas. Radikal bebas merupakan penyebab kerusakan sel di antaranya kanker. Riset baru kini menunjukkan, dalam hal antioksidan tertentu jamur mengalahkan hati ayam yang terkenal sebagai sumber antioksidan ergothioneine. Jamur kancing putih mengandung antioksidan 4 kali lebih tinggi dibandingkan hati ayam. Pemasakan tidak merusak kadar ergothioneine. Tugas Sumber: Kompas

Peranan Jamur

1. Jamur sebagai Pengurai Jamur bersama bakteri merupakan pengurai utama yang menjaga tersedianya zat hara yang sangat penting bagi pertumbuhan tumbuhan. Jamur pengurai dapat menguraikan bahan-bahan organik menjadi bahan anorganik (karbon, nitrogen). Hifanya menembus jaringan sel organisme yang telah mati. Tanpa jamur pengurai, bahan-bahan anorganik, seperti karbon, nitrogen, dan unsur-unsur lain tetap terkumpul dalam bahan organik, tidak dapat terurai. Saproba pengurai kayu dapat merusak barang-barang yang terbuat dari kayu, misalnya sampan. Selama Perang Revolusi, Inggris lebih banyak kehilangan sampan akibat jamur dibandingkan dengan yang rusak akibat serangan musuh. Panen buah-buahan juga menurun akibat jamur menyerang buahbuahan yang matang.

Peranan Jamur

2. Jamur Konsumsi Pada uraian terdahulu telah disebutkan beberapa jenis jamur yang enak dimakan, seperti jamur merang dan jamur kuping. Dapatkah kamu sebutkan contoh-contoh lain? Jamur-jamur tersebut enak rasanya dan bergizi tinggi karena jamur mengandung berbagai unsur mineral yang diperlukan tubuh (seperti kalsium, magnesium, helium, dan natrium), dan berbagai vitamin. Ada sejenis jamur yang disebut truffle, tubuh buah (askokarpus) di dalam tanah, miselia merupakan mikoriza pada akar pohon, memiliki cita rasa yang kompleks. Askokarpusnya mengeluarkan bau keras yang menarik hewan dan serangga, kemudian hewan-hewan tersebut menggalinya dan menyebarkan sporanya. Beberapa jamur liar dapat dimakan, tetapi hati-hati jika mengonsumsi jamur liar karena hanya yang ahli saja yang dapat membedakan jamur beracun dengan jamur yang dapat dimakan. Dari segi ekonomi, jamur menguntungkan karena harganya tinggi, waktu panennya singkat (1-3 bulan). Oleh karena itu, banyak orang yang tertarik akan budi daya jamur. Coba kamu kunjungi perkebunan jamur yang ada di daerahmu, kumpulkan keterangan yang lebih terperinci sehingga kamu dapat membudidayakan jamur sendiri.

Peranan Jamur – Membuat Tempe Alat dan bahan: Kacang kedelai, ragi tempe, (Rhizopus sp), daun pisang/plastik, baskom, langseng, tampah. Langkah kerja 1. Kedelai dikupas kulitnya. 2. Rebus kedelai yang telah dikupas tersebut sampai hampir mendidih, kemudian direndam dalam air perebus selama 22 jam. 3. Cuci kedelai yang telah direbus untuk menghilangkan sisa-sisa kulit yang tertinggal. 4. Rebus kembali dalam air bersih selama 40 menit, tiriskan dan dinginkan. 5. Inokulasi dengan preparat jamur (1 gram per 1 kilogram kedelai). 6. Bungkus dengan kain belacu (cheese cloth) dan biarkan selama 24 jam pada suhu kamar. 7. Masukkan ke dalam kantung-kantung plastik yang berlubanglubang kecil (satu lubang pada setiap 4 cm2 ). Fermentasi berlangsung pada suhu kamar selama 14 – 16 jam. Pertanyaan 1. Jamur apa yang berperan dalam pembuatan tempe? 2. Apa yang dimaksud dengan fermentasi? 3. Perbedaan apa yang tampak antara kedelai rebus dan kedelai pada tempe.

Peranan Jamur

3. Jamur Patogen Tumbuhan sangat rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh jamur. Beberapa jenis jamur yang patogen telah kita ketahui dari uraian sebelumnya. Dapatkah kamu sebutkan? Beberapa tanaman yang rentan terhadap penyakit jamur, antara lain kentang, tomat, dan seledri. Jamur yang menyerang tanaman penghasil makanan bersifat toksik pada manusia. Contoh, tempe bongkrek dapat menyebabkan keracunan, jika pembuatannya kurang bersih. Hal ini karena tempe bongkrek terkontaminasi oleh jamur Pseudomonas cocovenenaus yang mengeluarkan racun. Beberapa jenis kapang yang termasuk Aspergillus (mengeluarkan aflatoksin) mengontaminasi biji-bijian yang tidak tersimpan dengan baik, aflatoksin bersifat karsinogenik. Contoh lain, sejenis askomisetes membentuk struktur berwarna ungu yang disebut ergot pada gandum hitam. Racun dari ergot menyebabkan kejang saraf, rasa terbakar, halusinasi dan kegilaan temporer. Sebaliknya toksin yang diekstrasi dari jamur sering kali memiliki khasiat medis ketika diberikan dalam dosis ringan. Contoh, suatu senyawa ergot sangat membantu mengobati tekanan darah tinggi dan menghentikan pendarahan ketika melahirkan. Jamur juga menimbulkan berbagai penyakit pada manusia, antara lain ketombe pada kepala, gatal-gatal pada kaki, panu, infeksi khamir pada vagina, dan infeksi paru-paru. Untuk obat, jamur berkhasiat sebagai antivirus, antikarsinogenik, dan penambah kebugaran tubuh (misalnya jamur lingzhi). Jamur lingzhi disebut juga jamur kayu yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, ginjal, dan saraf. Bahkan menurut peneliti jamur terkenal di Jepang, Prof. Dr. Hieroaki Nahba, Ph.D, Jamur maitake (Grifolia frondosa) mampu menghambat pertumbuhan HIV.

Rangkuman 

1. Hifa jamur membentuk suatu anyaman yang disebut miselium, yaitu merupakan jaringan “makan” dari suatu jamur. 2. Jamur merupakan organisme heterotrof yang mendapatkan makanan melalui penyerapan. 3. Jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan secara aseksual atau seksual. 4. Jamur diklasifikasikan ke dalam 4 divisi, yaitu Khitridiomikotina, Zigomikotina, Askomikotina, dan Basidiomikotina. 5. Khitrid menghasilkan zoospora (spora berflagel). 6. Askomisetes membentuk spora di dalam askus, basidiomisetes membentuk spora dalam basidium. 7. Kapang adalah jamur yang miseliumnya tumbuh sebagai saproba atau parasit pada berbagai jenis substrat. 8. Khamir adalah jamur bersel satu yang menempati habitat cair dan lembap, contoh ragi (Saccharomyces cereviceae). 9. Lichen merupakan simbiosis dari alga bersel satu yang disatukan dalam jaringan hifa jamur. 10. Mikoriza merupakan asosiasi mutualistik akar tumbuhan dengan jamur.

A. Pilih jawaban yang paling tepat.

1. Dalam siklus hidup jamur, spora yang jatuh di tempat yang lembap akan membentuk . . . . A. protalium B. protonema C. miselium D. arkegonium E. anteridium 2. Dari hasil pengamatan jamur tampak ciri-ciri sebagai berikut. 1. Hifa bersekat. 2. Menghasilkan konidia. 3. Terjadi pembentukan konidia. 4. Terdapat hifa dikariotik. 3. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, termasuk ke dalam divisi mana jamur itu? A. Khitridiomikotina B. Zigomikotina C. Askomikotina D. Basidiomikotina E. Deuteromikotina

8. Berikut ciri-ciri khitrid yang mirip jamur, kecuali . . . . A. dinding sel dari kitin B. menghasilkan zoospora C. memiliki enzim yang dimiliki jamur D. memperoleh makanan secara absorpsi E. hidup di air 9. Penicillium notatum adalah jenis jamur yang berperan dalam bidang kedokteran karena . . . . A. dapat mengubah amilum menjadi alkohol B. mengandung bahan obat C. dapat menghasilkan zat antibiotika D. digunakan dalam proses fermentasi E. dapat menghasilkan aflatoksin 10. Jamur hidup sebagai saprofit, energi diperoleh dengan cara . . . . A. melakukan oksidasi dengan makanan B. menguraikan makanan dengan bantuan enzim C. menggunakan sinar matahari untuk membuat makanan D. mengambil makanan dari lingkungan sekitar E. menggunakan CO2 untuk membuat makanan 11. Berdasarkan reproduksi seksualnya Saccharomyces termasuk divisi . . . . A. Khitridiomikotina D. Basidiomikotina B. Zigomikotina E. Deuteromikotina C. Askomikotina 13. Salah satu jamur yang digunakan untuk mempelajari genetika molekuler eukariota adalah . . . . A. Penicillium D. Deuteromyces B. Aspergillus E. Basidiomyces C. Saccharomyces 14. Truffle merupakan jamur konsumsi yang memiliki cita rasa yang kompleks, hidup di dalam tanah sebagai . . . . A. kapang D. lichen B. khamir E. parasit C. mikoriza

Jawab pertanyaan berikut ini dengan benar.

1. Jelaskan perbedaan antara Askomikota dan Basidiomikota! Berikan contoh masing-masing! 2. Apa yang dimaksud dengan mikoriza? Jelaskan! 3. Kerusakan candi Borobudur di antaranya disebabkan adanya Lichen. Mengapa demikian? 4. Lichen dapat dijadikan indikator pencemaran udara. Jelaskan! 5. Mengapa ragi dimasukkan ke dalam Askomikotina?

A. Pilih Jawaban yang paling tepat. 1. Dalam penggolongan ilmu pengetahuan, biologi termasuk ke dalam . . . . A. ilmu hayat D. ilmu pengetahuan sosial B. ilmu pengetahuan E. ilmu faal C. ilmu pengetahuan alam 2. Berikut ini objek yang dipelajari dalam biologi, kecuali . . . . A. tumbuhan D. ekosistem B. hewan E. kelembapan udara C. mikroorganisme 3. Adi dan kelompoknya sedang mengamati ruas-ruas pada tubuh serangga. Objek yang sedang diamati Adi dan kelompoknya dipelajari dalam salah satu cabang biologi, yaitu . . . . A. zoologi D. entomologi B. botani E. anatomi C. morfologi 4. Berikut ini adalah berbagai tingkat organisasi kehidupan. 1. Jaringan 5. Populasi 2. Organ 6. Komunitas 3. Sistem organ 7. Individu 4. Sel 8. Bioma Urutan tingkat organisasi kehidupan mana yang benar? A. 4-1-2-3-7-5-6-8 D. 4-1-2-7-6-4-5-8 B. 1-3-7-2-8-5-4-6 E. 1-3-4-2-7-6-5-8 C. 3-1-7-2-6-5-4-8 5. Berikut ini merupakan cabang biologi. Manakah ilmu yang mempelajari hubungan antara organisme dengan lingkungannya? A. Genetika D. Botani B. Zoologi E. Fisiologi C. Ekologi

Klasifikasi Peranan Jamur dan Tentang Jamur Yang Khas

Klasifikasi Peranan Jamur dan Tentang Jamur Yang Khas

Klasifikasi Peranan Jamur dan Tentang Jamur Yang Khas

Klasifikasi Peranan Jamur

Askomikotina

Klasifikasi Peranan Jamur – Askomikota merupakan kelompok jamur yang terbesar meliputi sekitar 30.000 spesies yang hidup bebas, ditambah 18.000 spesies yang bersimbiosis dengan alga. Sebagian besar bersel banyak, membentuk hifa yang bersekat dengan inti haploid. Hanya sebagian kecil yang bersel tunggal, seperti ragi (Saccharomyces) yang bisa digunakan untuk mengembangkan roti. Kebanyakan Askomikotina merupakan saproba, tetapi ada juga yang hidup parasit dan menimbulkan penyakit pada tumbuhan.

Perkembangbiakan secara aseksual pada Askomikotina bersel banyak dengan membentuk konidiospora yang dihasilkan secara berantai oleh ujung hifa. Konidiospora kecil, ringan seperti debu, mudah terbawa angin, dan akan tumbuh pada tempat yang sesuai  Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan spora di dalam kantung kecil yang disebut askus. Oleh karena itu, sporanya disebut askospora dan kelompok jamur ini disebut Askomikotina. Siklus hidup Askomikotina pada Gambar 5.8 memper lihatkan pembentukan askospora. Susunlah urutan reproduksi aseksual.

Klasifikasi Peranan Jamur

Klasifikasi Peranan Jamur
Klasifikasi Peranan Jamur

Klasifikasi Peranan Jamur – Perkembangbiakan seksual dimulai dengan pembentukan gametangia pada dua hifa yang berbeda. Hifa yang satu membentuk anteridium dan yang lainnya membentuk askogonium (1). Inti haploid dari anteridium mengalir ke askogonium melalui saluran trikogin (2). Di dalam askogonium inti yang berasal dari kedua gametangium berpasang-pasangan, kemudian membentuk hifa dengan inti berpasangan yang disebut hifa dikariotik, hifa ini membentuk askokarpus (3). Di dalam hifa dikariotik terjadi peleburan inti haploid (n) yang berpasangan (4) membentuk zigot yang diploid (5) dan hifa dikariotik berkembang menjadi askus. Zigot (2n) membelah secara meiosis menghasilkan 4 inti haploid (6), dilanjutkan dengan pembelahan mitosis dan terbentuklah 8 askospora di dalam askus (7). Askospora yang keluar dari askus (8) akan tumbuh menjadi hifa baru (9). Sebagian besar jamur kantung mengandung tahapan seksual dalam badan buah makroskopik atau askokarpus. Plasmogami menghasilkan hifa dikariotik, dan sel pada ujung hifa membentuk askus. Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid, kemudian pembelahan meiosis membentuk askospora. Bandingkan reproduksi seksual pada zigomikotina dengan reproduksi seksual pada Askomikotina, sebutkan perbedaannya.

Klasifikasi Peranan Jamur – Askomikotina bersel satu yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dalam industri bioteknologi adalah ragi, misalnya Saccharomyces cereviceae yang dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan roti dan pembuatan alkohol. Ragi (khamir) dikelompokkan ke dalam Askomikotina karena pembiakan seksualnya dilakukan dengan membentuk askospora. Jika keadaan lingkungan memungkinkan untuk tumbuh, ragi berkembang biak secara aseksual dengan membentuk tunas, kemudian tunas ini memisahkan diri. Sering kali tunas tersebut tetap melekat pada induknya dan bertunas lagi sehingga membentuk koloni.

Klasifikasi Peranan Jamur – Jika keadaan lingkungan tidak memungkinkan untuk berkembang biak secara aseksual, maka ragi berkembang biak secara seksual dengan membentuk askospora. Pada perkembangbiakan seksual, dinding sel ragi berfungsi sebagai askus. Inti selnya yang diploid (2n) membelah secara meiosis menghasilkan 4 sel haploid yang akan berkembang menjadi askospora. Setelah askospora keluar dari askus, masing-masing akan bertunas dan membentuk askospora baru. Selanjutnya, terjadi peleburan antara dua askospora baru membentuk ragi yang diploid (2n).

Basidiomikotina Kelompok jamur ini banyak dikenal karena tubuh buahnya tampak jelas di permukaan tanah atau substrat lainnya, seperti jamur merang (Volvariella volvacea) dengan tubuh buah berbentuk payung. Tubuh buahnya disebut basidiokarpus terdiri atas jalinan hifa dikariotik (setiap sel intinya berpasangan). Ujung-ujung hifa menggembung membentuk basidia yang di dalamnya terjadi peleburan dua inti haploid menjadi satu inti diploid, disusul dengan pembelahan meiosis yang menghasilkan 4 inti haploid.

Selanjutnya, basidium membentuk empat tonjolan yang berisi protoplasma dan keempat inti haploid tadi masing-masing akan mengisi tiap tonjolan, dan terbentuk empat buah basidiospora haploid. Pertemuan dua hifa berbeda, hifa (+) dan hifa (-), terjadi di dalam tanah, menghasilkan hifa dikariotik yang dengan cepat tumbuh menjadi tubuh buah (basidiokarpus). Perkembangan basidiokarpus terjadi di atas permukaan tanah, sampai dihasilkannya basidiokarpus.

Pembentukan basidiospora terjadi di dalam basidium yang terletak di permukaan bawah tudung basidiokarpus (cendawan). Tudung cendawan menyokong dan melindungi permukaan basidia yang sangat luas. Cendawan melepaskan banyak basidiospora yang jatuh di bawah tudung dan tertiup angin. Jika siklus hidup Askosmikotina dibandingkan dengan siklus hidup Basidiomikotina, manakah yang masa dikariotiknya lebih panjang? Hanya sebagian kecil basidiomisetes yang berkembang biak secara aseksual, yaitu dengan fragmentasi hifa.

Mengamati Struktur Tubuh Buah Jamur

Merang 1. Amati basidiokarpus jamur merang yang baru mekar, kemudian sayatlah secara vertikal sampai bagian lamelanya setipis mungkin. 2. Amati sayatan tadi menggunakan mikroskop dengan pembesaran 100x dan gambarlah.

Pertanyaan 1. Apakah yang menyusun tubuh buah jamur merang? 2. Apakah hifanya bersekat? Berapa jumlah inti pada tiap sel? 3. Disebut apa tubuh buah jamur yang membentuk payung? 4. Di mana letak sporanya?

Basidiomisetes merupakan pengurai penting bagi kayu dan bagian tanaman yang lain, tetapi ada juga yang merupakan parasit pada tumbuhan, misalnya jamur api yang menyerang ujung batang tebu; jamur karat miseliumnya masuk ke dalam sel-sel daun yang diserangnya. Beberapa basidiomisetes bersimbiosis dengan tumbuhan tinggi membentuk mikoriza, misalnya mikoriza pada akar pinus. Tanpa mikoriza tersebut, pinus tidak dapat hidup normal. Beberapa jenis jamur dari kelompok Basidiomikotina disukai orang karena enak rasanya, seperti jamur kuping, jamur tiram, dan Ciitake .

Berbagai Jamur yang Khas

Pernahkah kamu mendengar istilah-istilah: kapang, khamir, lichen, dan mikoriza? Keempat istilah tersebut menunjukkan bentuk jamur dengan gaya hidup yang unik, terdapat pada kelompok jamur zigot, jamur kantung, dan jamur gada.

1. Kapang. Mungkin kamu pernah melihat noda pada kulit buah jeruk yang berwarna kebiru-biruan. Jeruk tersebut terserang oleh saprobik Penicillium, suatu askomisetes. Kapang ini berkembang biak dengan cara aseksual yang menghasilkan konidiospora, atau noda-noda hitam pada roti yang terserang kapang roti (Rhizopus stolonifer). Miselium jamur ini tumbuh sebagai saproba atau parasit pada berbagai jenis substrat. Istilah kapang berlaku hanya bagi tahapan aseksual, selanjutnya jamur yang sama akan berkembang biak secara seksual menghasilkan zigosporangia, askokarpus atau basidiokarpus.

Namun, ada juga kapang yang tidak dikenal tahapan seksualnya sehingga tidak dapat dikelompokkan sebagai zigomisetes, askomisetes, atau basidiomisetes. Kapang tersebut disebut deuteromisetes (jamur tak sempurna). Uniknya, ada deuteromisetes yang hidup di dalam tanah sebagai pemangsa, membunuh dan memakan protista dan hewan kecil, terutama cacing gilig (nematoda). Beberapa jenis kapang memiliki kegunaan komersial bagi manusia, misalnya beberapa spesies Penicillium merupakan sumber antibiotik yang disebut Penisilin. Spesies Penicillium lain, Penicillium roquefertii berperan dalam pembuatan keju.

2. Khamir. Salah satu khamir (ragi) yang memiliki nilai ekonomi tinggi adalah Saccharomyces cereviceae (Askomisetes), yang digunakan untuk membuat adonan roti agar mengembang, dan fermentasi minuman beralkohol. Sel khamir membebaskan gelembung kecil CO2 agar adonan mengembang. Selain itu khamir ini dapat mengubah gula menjadi alkohol. Khamir merupakan jamur bersel tunggal yang menempati habitat cair dan lembab. Reproduksi aseksual dengan membuat tunas, beberapa khamir berkembang biak secara seksual, dengan cara membentuk askus atau basidium. Khamir yang tidak diketahui reproduksi seksualnya dimasukkan ke dalam kelompok jamur tak sempurna.

Para peneliti telah menggunakan Saccharomyces untuk mempelajari genetika molekuler eukariota, karena mikroba tersebut mudah dibiakkan dan dimanipulasi. Walaupun banyak manfaat khamir bagi manusia, beberapa khamir menyebabkan masalah. Contohnya khamir merah muda, Rhodotorula, tumbuh pada alat rumah tangga yang permukaannya lembap. Khamir lainnya adalah Candida menjadi penghuni epitel manusia yang lembap, seperti bagian vagina.

3. Lichen. Lichen merupakan simbiosis dari berjuta-juta alga bersel satu yang disatukan dalam jaringan hifa jamur. Tubuhnya terdiri atas sekelompok alga hijau atau sianobakteri dan jalinan hifa jamur (askomisetes) yang dapat menyimpan air dan mempertahankan kelembapan. Permukaan atas dan bawah adalah lapisan pelindung hifa jamur yang terbungkus rapat. Tepat di bawah permukaan atas adalah alga yang terjalin dalam jaring hifa.

Bagian tengah umumnya terdiri atas hifa jamur yang terjalin agak longgar. Jalinan hifa yang ada di lapisan bawah dilengkapi dengan rizoid untuk melekatkan diri pada tempat tumbuhnya, dan jalinan hifa yang ada di lapisan atas melindungi alga dari intensitas cahaya yang berlebihan. Hifa jamur menyediakan air dan mineral yang diperlukan alga untuk fotosintesis, sementara jamur memperoleh zat organik hasil fotosintesis.

Asosiasi apa yang terjalin antara alga dan jamur dalam lichen ini? Lichen dapat tumbuh di batu, kayu, dan permukaan tanah. Lichen lebih sering melakukan perkembangbiakan secara aseksual, yaitu dengan fragmentasi atau dengan menggunakan soredium (beberapa sel alga yang terbungkus oleh hifa jamur). Soredium sangat kecil dan ringan sehingga mudah terbawa angin. Perkembangbiakan seksual terjadi pada setiap anggota simbiosis (simbion). Askospora dari jamur jatuh di tempat tertentu dan akan tumbuh menjadi hifa. Jika secara kebetulan di tempat tersebut terdapat alga yang sesuai, akan terbentuk lichen baru.

Penyebaran lichen sangat luas, mulai dari Artik (dekat Kutub Utara) sampai ke hutan hujan tropis basah. Di daerah tundra, lichen merupakan makanan rusa kutub. Kemampuan untuk hidup di tempat gersang menyebabkan lichen berperan sebagai tumbuhan perintis yang sangat membantu dalam proses pelapukan bebatuan. Dalam bidang industri, lichen dimanfaatkan sebagai bahan penyamak kulit, bahan pewarna, dan bahan kosmetik. Selain itu, lichen mampu menyerap sulfur dioksida yang merupakan komponen pencemaran udara. Jika keanekaragaman lichen di suatu tempat berkurang, berarti di tempat tersebut terjadi polusi udara. Dengan demikian, lichen dapat dijadikan petunjuk (indikator) adanya polusi udara.

4. Mikoriza. Hampir semua tumbuhan vaskuler memiliki mikoriza. Mycorrhiza berarti “akar fungi” yang merupakan asosiasi mutualistik akar tumbuhan dengan jamur. Zigomikotina, Askomikotina, dan Basidiomikotina semuanya memiliki mikoriza. Masih ingatkah kamu jenis jamur apa yang membentuk mikoriza pada pohon pinus? Perluasan miselium jamur yang membentuk mikoriza itu meningkatkan permukaan penyerapan akar tumbuhan tersebut. Kedua pasangan akan mempertukarkan mineral yang diisap oleh jamur dari tanah, dan zat organik yang disintesis oleh tumbuhan. Mikoriza sangat penting bagi ekosistem alam dan pertanian.

Pelajaran Tentang Pengertian Jamur Jamur

Pelajaran Tentang Pengertian Jamur Jamur

Pelajaran Tentang Pengertian Jamur Jamur

Jamur Jamur
Jamur Jamur

Jamur Jamur

Ascomycota

Jamur Jamur – Jika jamur Zygomycota memiliki hifa yang tidak bersekat seperti pipa, jamur sejati (Eumycota yang terdiri dari Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota) mempunyai hifa yang bersekatsekat. Dinding sel terdiri atas kitin dan dapat hidup sebagai saprofit, parasit, atau bersimbiosis. Ascomycota adalah kelompok jamur yang berkembang biak dengan membentuk spora di dalam selnya (kantung kecil) yang disebut askus. Pembentukan askus inilah yang menjadi ciri Ascomycota. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan pembentukan askospora melalui beberapa tahap, yaitu:

Jamur Jamur

a. perkawinan (kopulasi) antara gametangium jantan dan gametangium betina, b. bersatunya plasma kedua gametangium yang disebut dengan plasmolisis, c. bersatunya inti yang berasal dari gametangium yang disebut dengan kariogami, dan d. kariogami yang menyebabkan terjadinya pembelahan reduksi, dilanjutkan dengan pembentukan askospora secara endogen menurut pembentukan sel bebas. Perkembangbiakan secara aseksual dapat dilakukan dengan pembentukan konidium, fragmentasi, dan pertunasan. Kelompok jamur ini dapat ditemui di permukaan roti, nasi, dan makanan yang sudah basi.

Jamur Jamur – Warnanya merah, cokelat, atau hijau. Contoh jamur Ascomycota yang hidup sebagai saprofit, antara lain, Saccharomyces cereviciae (khamir bir, roti, dan alkohol), Saccharomyces tuac (khamir tuak), Saccharomyces ellipsoideus (khamir anggur), Penicillium sp. (makanan dan roti busuk), dan Neurospora crassa (pembuatan oncom). Contoh jamur yang tumbuh sebagai parasit adalah jamur Saccharomycosis yang menyerang pada epitel mulut anakanak. Jamur dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau membentuk Lichenes (lumut kerak).

Jamur Jamur

a. Saccharomycota Saccharomycota dianggap sebagai penjelmaan dari Endomycota. Jamur ini hidup sebagai saprofit dan sering dimanfaatkan untuk pembuatan kue, tapai, alkohol, roti, atau bit, bersifat uniseluler, sel berbentuk bulat, tidak berhifa, dan berkembang biak dengan pertunasan. Sebagian ada yang tumbuh di makanan tertentu yang mempunyai hifa, tetapi tidak tetap dan terputus-putus menjadi sel yang terpisah-pisah. Dinding selnya mengandung fosfor glikoprotein. Ragi atau Sacharomyces cereviceae dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan roti dan pembuatan alkohol. Ragi dikelompokkan ke dalam Ascomycota karena pembiakan seksualnya dilakukan dengan membentuk askospora.

Jamur Jamur – Jika keadaan lingkungan memungkinkan untuk tumbuh, ragi berkembang biak secara aseksual dengan membentuk tunas, kemudian tunas ini memisahkan diri. Sering kali tunas tersebut tetap melekat pada induk dan bertunas lagi sehingga membentuk koloni. Pada perkembangbiakan seksual, dinding sel ragi berfungsi sebagai askus. Inti selnya yang diploid (2n) membelah secara meiosis menghasilkan 4 sel haploid yang akan berkembang menjadi askospora.

Jamur Jamur – Setelah askospora keluar dari askus, masing-masing akan bertunas dan membentuk askospora baru. Selanjutnya, terjadi peleburan antara dua askospora baru membentuk sel ragi yang diploid (2n). Saccharomyces yang dimasukkan ke dalam cairan yang mengandung gula dapat menyebabkan pengkhamiran, yaitu perubahan gula menjadi alkohol. Sel-sel khamir yang mengendap pada pembuatan bir disebut faex medicinalis dan berguna dalam pembuatan vitamin B-kompleks. Saccharomyces cereviciae (khamir roti) dan alkohol (khamir bir) berguna untuk pembuatan roti atau alkohol. Saccharomyces tuac dapat mengubah nira menjadi tuak. Saccharomyces ellipsoideus adalah khamir yang dapat mengubah cairan buah anggur menjadi minuman anggur.

Jamur Jamur

b. Penicillium sp. Penicillium sp. merupakan jamur yang berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidium yang berada di ujung hifa. Setiap konidium akan tumbuh menjadi jamur baru. Konidium berwarna kehijauan dan dapat hidup di makanan, roti, buah-buahan busuk, kain, atau kulit. Penicillium caseicolum dapat memberi citarasa yang khas untuk keju rokefort dan kamembert, sedangkan Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum adalah pembuat penisilin karena bersifat racun yang dapat menghasilkan zat mematikan, yaitu antibiotika. Sekarang ini antibiotika banyak dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroba pada manusia. Pemakaian penisilin harus sesuai dengan anjuran dokter. Jika tidak (berlebihan), pasien akan mengalami kekebalan.

c. Neurospora crassa Neurospora crassa merupakan jamur yang dimanfaatkan untuk pembuatan oncom. Jamur ini berwarna oranye dan sering tumbuh di kayu yang telah terbakar .

1. Apakah yang membedakan jamur Ascomycota dengan jamur Zygomycota? 2. Jelaskan proses pembentukan askospora! 3. Sebutkan contoh jamur Ascomycota! 4. Bagaimana cara perkembangbiakan aseksual pada Ascomycota? Jelaskan!

Fermentasi Fermentasi Tujuan: Tujuan: Mengetahui proses fermentasi bahan makanan yang dapat menghasilkan gas CO2 . Alat dan Bahan: Alat dan Bahan: 1. gelas atau tabung reaksi, 3. air kapur jernih, dan 2. larutan gula, 4. ragi roti atau fermifan.

Cara Kerja: Cara Kerja: 1. Larutkan dua sendok gula pasir ke dalam air kira-kira 2/3 bagian gelas. 2. Masukkan satu sendok fermipan ke dalam larutan gula tersebut. Diamkan beberapa saat (30 – 45 menit). 3. Lakukan pengamatan. Pertanyaan: 1. Bagaimanakah hasil pengamatanmu? Apakah kalian temukan gelembung-gelembung yang banyak menempel di pinggiran gelas? 2. Mungkinkah gelembung tersebut adalah CO2 ? 3. Coba kalian buktikan dengan menggunakan air kapur sirih! 4. Buat laporan yang dapat menyimpulkan permasalahan tersebut!

 Basidiomycota

Ciri jamur Basidiomycota adalah memiliki basidium. Kelompok jamur ini dikenal karena tubuh buahnya tampak jelas di permukaan tanah atau substrat lainnya. Tubuh buah bentuknya bermacam-macam, ada yang seperti payung, bola atau papan. Misalnya, jamur merang (Volvariella volvacea) dengan tubuh buah berbentuk payung. Secara umum, tubuh buah mempunyai 4 bagian, yaitu tangkai tubuh buah (stipe), tudung (pileus), volva, dan bilah (lamella). Stipe merupakan suatu massa miselium yang tumbuh tegak. Pileus merupakan bagian yang ditopang oleh stipe. Sewaktu muda, pileus dibungkus oleh selaput yang disebut velum universale yang akan pecah menjelang dewasa. Volva adalah sisa pembungkus yang terdapat di dasar tangkai. Lamella merupakan bagian bawah dari tudung, berbentuk helaian, dan tersusun atas lembaran. Tubuh buahnya disebut basidiokarp, terdiri atas jalinan hifa bersekat dan dikariotik (setiap sel intinya berpasangan). Pada saat pembentukan basidiospora, ujung-ujung hifa menggembung membentuk basidium yang di dalamnya terjadi peleburan dua inti haploid menjadi satu inti diploid, disusul dengan pembelahan meiosis yang menghasilkan 4 inti haploid. Selanjutnya, basidium membentuk empat tonjolan (sterigmata) yang berisi protoplasma dan keempat inti haploid tadi masing-masing akan mengisi tiap tonjolan dan terbentuk empat buah basidiospora haploid. Agar lebih jelas, pelajari gambar pembentukan basidiospora berikut ini! Perkembangbiakan aseksual Basidiomycotina dilakukan dengan pembentukan konidia dan secara seksual dengan konjugasi. Pertemuan dua hifa berbeda, hifa (+) dan hifa (–), terjadi di dalam tanah, menghasilkan hifa dikariotik yang dengan cepat tumbuh menjadi tubuh buah (basidiokarp). Perkembangan basidiokarp terjadi di atas permukaan tanah sampai dengan dihasilkannya basidiospora. Pembentukan basidiospora terjadi di dalam basidium yang terletak di permukaan bawah tudung basidiokarp. Jika kita bandingkan daur hidup Ascomycotina dengan dengan daur hidup Basidiomycotina, manakah yang masa dikariotiknya lebih panjang? Basidiomycota merupakan kelompok jamur yang pembentukan sporanya terjadi di atas sel yang disebut dengan basidium. Bentuk jamurnya ada yang seperti payung dan seperti kuping. Contoh jamur yang termasuk dalam Basidiomycota adalah jamur merang (Volvariella volvacea) yang dapat dimakan dan dikembangkan; jamur kuping (Auricularia polytricha) yang hidup di kayu lapuk, dapat dimakan dan dikembangkan; jamur tiram (Pleurotes) dapat dimakan; jamur api yang dapat merusak tanaman tebu; jamur beracun (Amanita phalloides) berwarna putih dan merah, hidup di tanah; serta jamur upas (Corticum salmonella) yang hidup parasit di batang pohon karet atau buah.

1. Apakah perbedaan antara Ascomycota dan Basidiomycota? 2. Berilah contoh jamur yang termasuk dalam Basidiomycota yang dapat dimakan! 3. Sebutkan pula jamur yang bersifat parasit! 4. Jelaskan cara perkembangbiakan jamur Basidiomycota!

Basidiomycota merupakan jamur yang mudah dikenali. Jamur ini memiliki tubuh buah seperti payung. Sebagai bahan percobaan, carilah beberapa jamur yang kalian temui di sekitar lingkunganmu. Bawalah ke laboratorium sekolahmu, lalu lakukan beberapa hal seperti di bawah ini. 1. Amati struktur hifanya! 2. Amati spora yang dihasilkan dan di mana letaknya! 3. Diskusikan dengan temanmu, tergolong jamur apakah itu! 4. Bagaimana reproduksi aseksual dan reproduksi seksualnya? 5. Apakah jamur yang kalian temukan bermanfaat?

Deuteromycota (Jamur Imperfeksi)

Jamur Deuteromycetes adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui tahap seksualnya. Tidak ditemukan askus maupun basidium sehingga tidak termasuk dalam kelas jamur Ascomycota atau Basidiumycota. Oleh karena itu, jamur ini merupakan jamur yang tidak sempurna (jamur imperfeksi). Jamur yang tergolong pada jamur imperfeksi banyak yang menimbulkan penyakit, misalnya, jamur Helminthosporium oryzae, dapat merusak kecambah, terutama menyerang buah dan menimbulkan nodanoda hitam pada daun inang; Sclerotium rolfsii merupakan penyakit busuk pada berbagai tanaman. Jenis jamur dalam kelompok ini yang menguntungkan adalah jamur oncom (Monilia sitophila atau sekarang bernama Neurospora sitophila).