Pengertian dan Contoh Protista Mirip Tumbuhan

Pengertian dan Contoh Protista Mirip Tumbuhan

Pengertian dan Contoh Protista Mirip Tumbuhan

Protista Mirip Tumbuhan

Protista 

Protista Mirip Tumbuhan – Kamu pasti pernah mendengar penyakit malaria, yang merupakan salah satu penyakit pembunuh terbesar bagi manusia sepanjang zaman. Tahukah kamu apa penyebab penyakit tersebut? Nyamuk malaria? Tentu bukan. Nyamuk malaria hanyalah pembawa dan penyebar penyakit tersebut. Jadi, apakah penyebabnya? Penyebabnya adalah Plasmodium, salah satu makhluk hidup dari kelompok protista yang akan kita pelajari berikut ini. Pada bab sebelumnya, kita telah belajar tentang makhluk hidup sangat sederhana yang tubuhnya dibangun oleh sel prokariot, yaitu Arkeobakteria dan Eubakteria.

Protista Mirip Tumbuhan – Pada bab ini kita akan melanjutkan kajian kita pada makhluk hidup yang lebih kompleks dan selnya sudah dibangun oleh sel eukariot atau sel yang sudah bermembran inti, yaitu Protista. Kingdom Protista adalah makhluk hidup eukariot paling sederhana, tetapi jauh lebih kompleks dalam hal struktur, fungsi, tingkah laku, dan ekologinya dibanding dengan Arkeobakteria dan Eubakteria. Kingdom Protista sering dikatakan makhluk hidup yang mempunyai bentuk campuran (mixed metamorf), kadang-kadang dapat berbentuk seperti tumbuhan karena dapat berfotosintesis, tetapi ada juga yang dapat bergerak seperti hewan.

Protista Mirip Tumbuhan – Hal tersebut sering membingungkan para ahli dalam mengelompokkannya, apakah termasuk hewan atau tumbuhan. Pada akhirnya untuk mempermudah cara pengelompokkannya, para ahli sepakat mengelompokkan menjadi tiga kelompok besar berdasarkan cara memperoleh makanan dan cara hidupnya. Kelompok pertama sering disebut sebagai Protista yang menyerupai tumbuhan. Disebut demikian karena makhluk hidup ini bersifat autotrof (dapat menghasilkan makanan sendiri) sehingga dapat berfungsi sebagai produsen. Kelompok tersebut memperoleh makanan melalui proses fotosintesis karena mereka memiliki kloroplas. Kelompok berikutnya adalah protista yang menyerupai fungi atau jamur.

Protista Mirip Tumbuhan – Kelompok ini disebut demikian karena bersifat heterotrof atau tidak dapat membuat makanannya sendiri. Protista tersebut bersifat sebagai konsumen dan dekomposer (pengurai), yaitu memperoleh makanan dari bahan organik yang telah jadi. Kelompok terakhir adalah protista yang menyerupai hewan dan bersifat sebagai konsumen. Protista ini mendapatkan makanannya dengan cara memakan bakteri, protista lain, atau memakan sel-sel sisa organisme multiseluler (bersel banyak). Konsep-konsep penting tentang protista yang akan dijelaskan dalam bab ini terangkum pada bagan konsep di halaman sebelumnya.

Protista Mirip Tumbuhan

Protista Mirip Tumbuhan
Protista Mirip Tumbuhan

Protista yang Menyerupai Tumbuhan

Protista Mirip Tumbuhan – Protista yang menyerupai tumbuhan adalah protista autotrof yang banyak ditemukan pada permukaan air tawar ataupun air laut di seluruh dunia. Protista semacam ini berfungsi sebagai produsen. Kelompok ini terdiri atas organisme eukariotik bersel satu maupun bersel banyak, yang sel-selnya memiliki ciri-ciri yang sama. Karena kemampuannya melakukan fotosintesis, kebanyakan protista dari kelompok ini merupakan fitoplankton dan merupakan penyedia biomasa serta oksigen dalam jumlah sangat besar. Dengan demikian, Protista berperan sebagai awal rantai makanan di perairan. Selain peran di atas, protista yang menyerupai tumbuhan telah dimanfaatkan manusia dalam banyak hal. Alga merah atau alga cokelat, digunakan sebagai pupuk. Diatom yang dapat menghasilkan tanah diatom dapat digunakan sebagai bahan penggosok, bahan penginsolasi panas dan beberapa macam filter. Di Jepang, Alga merah Porphyra dimanfaatkan sebagai tanaman pangan karena menghasilkan dua produk polisakarida yang penting, yaitu karogen dan agar. Keduanya dapat digunakan sebagai bahan pengemulsi dan pengental. Protista yang menyerupai tumbuhan ini dikelompokkan menjadi beberapa divisi, yaitu Euglenophyta atau Euglenoid, Pyrrophyta atau Dinoflagellata, Chrysophyta, Phaephyta, Rhodophyta, dan Chlorophyta.

1. Euglenophyta Kebanyakan dari Euglenoid bersifat autotrof karena dapat berfotosintesis, sebagian kecil ada juga yang bersifat heterotrof. Ciri paling menonjol dari protista ini adalah tubuhnya uniselluler(bersel tunggal), berwarna hijau terang dan sangat indah. Bentuk sel euglenoid adalah oval dengan bagian posterior yang makin ramping. Meskipun Euglenoid dikelompokkan dalam kelompok Protista yang menyerupai tumbuhan, makhluk hidup ini tidak berdinding sel seperti halnya tumbuhan. Dengan tidak adanya dinding sel, menyebabkan mereka lebih bebas bergerak sehingga sering disangka sebagai sel hewan. Euglena adalah contoh yang paling terkenal dari euglenoid.

Euglenoid melakukan pertukaran air dengan lingkungan secara osmosis menggunakan vakuola kontraktil. Euglenoid juga mempunyai bintik mata (stigma) yang dapat digunakan untuk mengatur pergerakan sel ke arah cahaya. Ketika cahaya mengenai stigma, suatu rangkaian proses akan terjadi, yang akan merangsang flagela menggerakkan sel terus-menerus menuju arah cahaya tersebut. Hal ini akan mengoptimalkan penyerapan cahaya sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung. Hasil fotosintesis dari Euglenoid berupa karbohidrat disimpan berupa substansi yang disebut paramilum. Kloroplas Euglenoid seperti halnya pada tumbuhan, mengandung klorofil a dan b serta beberapa macam karotenoid. Permukaan air yang di dalamnya banyak terdapat Euglena viridis, akan tampak berwarna kehijauan, sedangkan yang banyak terdapat Euglena sanguinea tampak berwarna kemerahan. Organisme ini sering dipakai sebagai indikator adanya polusi perairan. Para ahli Biologi telah meneliti bahwa perkembangbiakan Euglenoid terjadi secara mitosis, tetapi mereka tidakmenemukan perkembangbiakan secara seksual. Euglenoid sering kali membelah secara cepat, sehingga pembelahan kloroplas belum sempat terjadi. Hal ini menyebabkan ada satu individu baru yang hasil pembelahannya tidak memiliki kloroplas dan kehilangan warnanya. Individu baru ini selanjutnya tumbuh menjadi makhluk hidup yang bersifat heterotrof. Sifat euglenoid yang kadang seperti tumbuhan dan kadang seperti hewan ini, menyebabkan pengelompokan Euglenoid masih sering menjadi bahan perdebatan.

Mengamati Sel Euglena

Buatlah kelompok-kelompok dalam kelasmu lalu lakukan tugas berikut ini. Sel Euglena dapat kita lihat dengan cara sederhana seperti berikut ini. Teteskan satu atau dua tetes air yang berasal dari perairan yang kaya akan bahan organik, misalnya kolam atau sawah. Amati objek tersebut dengan mikroskop perbesaran 400x, kemudian jawab pertanyaanpertanyaan di bawah ini. 1. Dapatkah kamu menemukan sel Euglena seperti yang telah digambarkan dalam buku ini? 2. Dapatkah kamu lihat bagian-bagian tubuh Euglena tersebut, seperti flagela, stigma, kloroplas, dan vakuola kontraktil? 3. Perhatikan pula bagaimana pergerakan sel Euglena tersebut, selanjutnya gambar sel yang kamu amati tersebut.

2. Pyrrophyta Pyrrophyta juga sering disebut tumbuhan api (fire plant) karena dapat menyebabkan pasang merah di laut. Timbulnya warna merah karena protista ini banyak mengandung karotenoid, sehingga penampakannya lebih sering berwarna emas, cokelat atau merah daripada berwarna hijau. Pyrrophyta atau dinoflagellata ini kebanyakan mempunyai vakuola kontraktil, kloroplas, dan mempunyai klorofil a dan b.

Dinoflagellata autotrof merupakan tipe fitoplankton yang umum dijumpai. Mereka merupakan penghasil biomassa dan oksigen yang luar biasa. Beberapa Dinoflagellata yang bersifat fotosintetik, hidup bersimbiosis pada tubuh beberapa jenis karang, anemon laut, cacing pipih, dan kerang raksasa. Beberapa Dinoflagellata juga bersifat heterotrof. Mereka hidup dengan cara menelan materi organik dan sel-sel hidup lain. Selain itu, sebagian kecil Dinoflagellata dapat bersifat sebagai parasit pada tubuh berbagai hewan laut, contohnya Protogonyaulax catenella.

Seperti halnya Euglenophyta, Pyrrophyta juga melakukan reproduksi hanya secara aseksual, yaitu dengan membelah diri, tetapi beberapa jenis dapat menghasilkan kista (stadium istirahat) yang bersifat seksual. Kista tersebut kemudian akan berkecambah menghasilkan individu baru pada kondisi yang cocok. Dinoflagellata sering menyebabkan suatu fenomena menarik di laut, yaitu dapat menghasilkan warna laut yang tiba-tiba memerah. Fenomena ini sering disebut pasang merah atau “red tides”. Kondisi seperti ini mengandung suatu racun yang dihasilkan Dinoflagellata tertentu dan dapat meracuni ikan, kerang, dan kadang-kadang manusia. Pasang merah beracun biasanya dapat terjadi setelah kepadatan populasi Dinoflagellata tertentu meningkat tajam (blooming). Jenis Dinoflagellata yang dapat menghasilkan pasang merah beracun, di antaranya Gymnodinium dan Protogonyaulax. Toksin atau racun yang dihasilkan spesies-spesies tersebut biasanya bersifat racun saraf atau neurotoksin, atau dapat menyebabkan pecahnya sel darah merah. Racun tersebut dapat membunuh ikan, remis, dan kerang-kerangan. Pada keadaan lain, racun ini dapat terkumpul pada tubuh hewan laut tertentu tanpa menyebabkan kematian hewan tersebut. Namun, jika hewan laut tadi termakan oleh manusia, dapat terjadi keracunan pada manusia yang memakannya. Oleh karena itu, dan konsumsi kerang-kerangan sering dihindari pada saat musim panas, yaitu musim ketika populasi Dinoflagellata jumlahnya meningkat tajam.

3. Chrysophyta Crhysophyta yang terdiri atas alga cokelat keemasan dan diatom, merupakan organisme fitoplankton yang paling banyak jumlah dan macamnya. Diatom mempunyai dinding sel seperti gelas dengan bentuk-bentuk geometri yang sangat bervariasi. Chrysophyta lain berwarna keemasan. Terdapat antara 6.000 sampai 10.000 spesies dalam divisi ini, dan dapat ditemui baik pada air tawar maupun air laut, uniseluler, atau terdapat dalam koloni. Kebanyakan dari spesies Crhysophyta bereproduksi secara aseksual. Beberapa alga cokelat tidak mempunyai dinding sel sehingga dapat bergerak seperti ameba atau sel hewan. Jenis lainnya mempunyai dinding sel terbuat dari pektin yang dapat digunakan sebagai perekat untuk menempel pada sel tumbuhan. Alga yang tersebut biasanya mempunyai dua flagel untuk pergerakannya.

Diatom yang bersifat fotosintetik di laut merupakan penyumbang oksigen terbanyak di atmosfer. Selain itu, diatom yang mempunyai dinding sel terbuat dari silika, setelah mati, sisa-sisa dinding selnya dapat membentuk tanah diatom. Tanah diatom adalah kumpulan sisa-sisa dinding sel diatom yang tertimbun selama ribuan tahun. Tanah diatom ini dapat dimanfaatkan sebagai serbuk absorben (penyerap), penyaring untuk kolam renang, pasta gigi, detergen, dan produk-produk lain yang bermanfaat. Contoh sel diatom dapat dilihat pada Gambar 4.3. Vaucheria hidup di air tawar, air laut, atau daratan yang sangat lembap. Talus bercabang-cabang, tidak bersekat dengan inti banyak yang menyebar di dalam protoplasmanya. Vaucheria tumbuh melekat pada substrat dengan menggunakan rizoid. Vaucheria berkembang biak secara aseksual dan seksual. Untuk memahami cara perkembangbiakannya, pelajari Gambar 4.4. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan pembentukan zoospora di ujung filamen. Zoospora berinti banyak dan memiliki flagel yang tumbuh di seluruh permukaannya. Jika zoospora dilepas, akan tumbuh menjadi alga baru. Perkembangbiakan seksual terjadi melalui perkawinan ovum dan spermatozoid. Ovum dibentuk dalam oogonium, sedangkan spermatozoid dibentuk dalam anteridium. Keduanya terdapat dalam benang yang sama (homotalus). Hasil perkawinan berupa zigospora yang kemudian terlepas dari induknya dan tumbuh menjadi alga baru.

 

Pengertian Tentang Jamur Protista Mirip Hewan

Pengertian Tentang Jamur Protista Mirip Hewan

Pengertian Tentang Jamur Protista Mirip Hewan

Protista Mirip Hewan

1. Mastigophora atau Flagellata Protozoa ini bergerak dengan menggunakan flagel. Flagellata dibagi menjadi dua kelompok, yaitu bentuk yang menyerupai tumbuhan disebut Fitoflagellata dan bentuk yang menyerupai hewan, yaitu zooflagellata. Fitoflagellata mengandung klorofil dan bersifat fotosintetik, sedangkan Zooflagellata adalah heterotrof. Sesuai dengan namanya, kelompok protozoa ini bergerak dengan menggunakan flagela. Perkembangbiakan Mastigophora adalah dengan cara membelah diri secara membujur. Selain itu, ada beberapa yang mempunyai tingkatan reproduksi seksual. Sejumlah Flagellata dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Giardia lamblia adalah salah satu Protozoa yang terdapat pada usus yang dapat menyebabkan disentri atau diare.

Protista Mirip Hewan – Trichomonas vaginalis adalah Protozoa yang dapat menimbulkan radang pada vagina. Genus lain yang terkenal adalah Trypanosoma dan Leishmania. Trypanosoma menyebabkan penyakit tidur Afrika, sedangkan Leishmania menyebabkan Leismaniasis, yaitu luka pada kulit atau organ-organ dalam. Bentuk salah satu Flagellata, yaitu Trypanosoma.

Protista Mirip Hewan
Protista Mirip Hewan

Protista Mirip Hewan

2. Sarcodina atau Ameba Kata Ameba berasal dari kata Yunani amoibe yang berarti “berubah”, karena bentuknya senantiasa berubah-ubah. Ameba menggunakan pseudopodia atau kaki palsu yang sebenarnya merupakan perluasan dari protoplasma. Dengan menggunakan pseudopodia, ameba dapat bergerak di suatu permukaan dan dapat menelan partikel-partikel makanan yang terkurung, yang kemudian dicerna. Ameba berkembang biak dengan pembelahan biner. Beberapa Ameba mampu membentuk kista. , memperlihatkan morfologi khas Ameba dan perkembangbiakannya secara pembelahan biner. Sejumlah Ameba khususnya dari genus Entameba dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan hewan vertebrata termasuk manusia.

Protista Mirip Hewan – Entameba gingivalis merupakan Ameba yang hidup pada mulut manusia. Entameba histolitica merupakan penyebab disentri ameba atau amebiasis pada manusia  Penyebarannya terjadi karena penelanan kista yang matang. Pada manusia, infeksi Ameba hanya terbatas pada usus. Namun, kadangkadang darah dapat mengalirkan Ameba ke organ-organ lain dalam tubuh, sehingga dapat mengakibatkan pembengkakan pada hati, paru-paru, limpa, selaput jantung (pericardium) dan otak.

3. Siliata Siliata dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang mempunyai silia hanya pada sebagian selnya dan yang silianya tersebar rata di seluruh sel. Contoh yang paling terkenal dari kelompok ini adalah Paramaecium seperti terlihat pada Gambar 4.13. Silia seperti halnya flagela, berfungsi sebagai alat gerak. Di samping itu silia juga digunakan untuk menimbulkan efek pusaran air yang membantu mengumpulkan makanan. Kebanyakan dari Siliata bereproduksi aseksual dengan pembelahan biner melintang. Reproduksi seksual berlangsung dengan cara konjugasi dua sel. Kebanyakan siliata hidup bebas. Balantidium coli, suatu parasit, merupakan satu-satunya spesies Siliata yang menyebabkan penyakit, yaitu diare berdarah pada manusia.

Protista Mirip Hewan – Siliata mempunyai dua macam inti atau nukleus pada tiap selnya. Pada tiap sel terdapat paling sedikit satu makronukleus dan satu atau lebih mikronukleus. Fungsi makronukleus adalah mengawasi kegiatan metabolisme dan proses pertumbuhan serta proses regenerasi, sedangkan mikronukleus mengendalikan kegiatan reproduksi.

4. Sporozoa Semua anggota kelompok ini hidup sebagai parasit pada satu atau lebih spesies hewan. Bentuk-bentuk dewasanya tidak mempunyai organ untuk bergerak, tetapi mungkin pada stadium tertentu dapat bergerak dengan meluncur. Semua hewan ini membentuk spora pada suatu saat dalam daur hidupnya. Daur hidup hewan ini menunjukkan pergiliran generasi antara bentuk seksual dan aseksual. Plasmodium merupakan Sporozoa penyebab penyakit malaria. Malaria merupakan salah satu pembunuh terbesar bagi manusia sepanjang zaman. Terdapat empat spesies Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria, yaitu: P. vivax, penyebab malaria tersiana tak ganas, P. ovale, penyebab malaria tersiana tak ganas, P. malariae, penyebab malaria kwartana tak ganas dan P. falcifarum, penyebab malaria tersiana ganas.

Protista Mirip Hewan – Daur hidup Plasmodium cukup rumit,. Reproduksi seksual organisme ini terjadi di dalam tubuh nyamuk, sedangkan reproduksi aseksualnya terjadi pada manusia, yaitu di dalam selsel hati dan dalam sel darah merah. Sporozoit yang diinjeksikan oleh gigitan nyamuk memasuki sel hati melalui peredaran darah dan memperbanyak diri secara aseksual (skizogoni). Selanjutnya merozoit yang terbentuk, memasuki sel darah merah. Gametosit yang terbentuk dari merozoit diisap atau disedot dari darah oleh nyamuk yang menggigit dan diubah menjadi sista pada dinding perut serangga tersebut. Zigot secara eksternal menjadi sista pada dinding perut dan membentuk oosista, yang melalui perbanyakan aseksual (sporogoni), menghasilkan banyak sporozoit yang kemudian menyerbu kelenjar ludah nyamuk. Dari sini sporogoni diinjeksikan melalui gigitan nyamuk ke dalam tubuh manusia lainnya.

I N F O B I O L O G I

Penyakit Utama pada Manusia Akibat Proto oa Toksoplasma dan malaria merupakan penyakit manusia yang utama, yang disebabkan sporozoa. Toxoplasma gondii adalah penyebab penyakit toksoplasmosis. Penyakit ini pada manusia biasanya tidak gawat dan tidak menimbulkan gejala. Biasanya penyembuhan spontan dapat segera terjadi. Meskipun demikian, infeksi transplasental, yaitu infeksi pada janin manusia yang ditularkan melalui ibunya, dapat menyebabkan kondisi yang mengkhawatirkan. Akibatnya dapat berupa bayi yang mati saat lahir, atau seorang anak dengan cacat mental dan gangguan-gangguan lainnya. Toxoplasma biasanya hidup pada hewan-hewan dari keluarga kucing termasuk kucing peliharaan. Sumber: Mikrobiologi, Pekzar

Rangkuman 

1. Berdasarkan cara memperoleh makanan dan cara hidupnya, protista dikelompokkan dalam 3 kelompok besar. 2. Protista yang menyerupai tumbuhan hidup autotrof dan banyak ditemukan pada permukaan air tawar maupun air laut. Kebanyakan protista dari kelompok ini merupakan fitoplankton di air dan merupakan penyedia biomassa dan oksigen dalam jumlah yang sangat besar. Jadi, berperan sebagai produsen dan merupakan awal rantai makanan di perairan. 3. Cara perkembangbiakan protista yang menyerupai tumbuhan kebanyakan secara aseksual, tetapi ada juga yang membentuk struktur seksual tertentu. 4. Protista yang menyerupai fungi mendapatkan makanan dan energi dengan cara menguraikan dari materi organik lain. Dengan demikian, mereka merupakan makhluk hidup heterotrof. Perkembangbiakan dilakukan secara aseksual dengan pembelahan mitosis. 5. Protista yang menyerupai hewan disebut juga protozoa yang bersel tunggal, mempunyai variasi bentuk yang kompleks dan kebanyakan dapat bergerak dengan cara berbeda. Reproduksi terjadi secara aseksual dan seksual. 6. Protozoa terdiri atas flagellata, sarcodina, ciliofora dan sporozoa. 7. Peran penting kelompok ini, di antaranya menjaga keseimbangan ekologis pada banyak komunitas di lingkungan daratan basah maupun di perairan. 8. Beberapa protozoa bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Contoh penyakit yang disebabkan kelompok protozoa adalah penyakit disentri, yaitu diakibatkan oleh Entameba histolitica, penyakit tidur diakibatkan Tripanosoma, penyakit toksoplasma diakibatkan Toxoplasma gondii, dan yang paling terkenal adalah penyakit malaria diakibatkan Plasmodium.

Evaluasi Akhir Bab

A. Pilih jawaban yang paling tepat.

1. Ciri penting Kingdom Protista, antara lain . . . . A. sel eukariot, uniseluler, berkembang biak secara aseksual B. sel prokariot, uniseluler, berkembang biak secara seksual C. sel prokariot, multiseluler, berkembang biak secara aseksual dan seksual D. sel eukariot, multiseluler, berkembang biak secara aseksual dan seksual E. sel eukariot, uniseluler, berkembang biak secara aseksual dan seksual 2. Berdasarkan cara memperoleh makanan dan cara hidupnya, Protista dikelompokkan menjadi 3 kelompok utama, yaitu . . . . A. Euglenophyta, Gyncomycota, Mastigophora B. Euglenophyta, Pyrrophyta, Chrysophyta C. Mastigophora, Sporozoa, Cilliophora D. Protista menyerupai tumbuhan, Protista menyerupai jamur, Protista menyerupai hewan E. Chrysophyta, Mastigophora, Ciliophora 3. Euglenoid adalah contoh paling umum dari Protista yang menyerupai tumbuhan. Ciri paling menonjol dari protista ini adalah . . . . A. uniseluler, autotorof, bervakuola kontraktil, dan mempunyai stigma B. uniseluler, heterotrof, bervakuola kontraktil, dan mempunyai stigma C. multiseluler, autotrof, bervakuola kontraktil, dan mempunyai stigma D. multiseluler, heterotrof, bervakuola kontraktil, dan mempunyai stigma. E. uniseluler, heterotrof, bervakuola kontraktil, dan tak mempunyai stigma 4. Kelompok Protista menyerupai tumbuhan yang sering menimbulkan pasang merah di laut, merupakan kelompok . . . . A. Euglenoid D. Myxomycota B. Pyrrophyta E. Acrasiomycota C. Chrysophyta 5. Pada protista yang menyerupai jamur, terdapat suatu fase somatik yang disebut plasmodium. Plasmodium pada kelompok ini mempunyai ciri di bawah ini, kecuali . . . . A. merupakan perpanjangan protoplasma B. dapat bergerak seperti ameba C. berinti banyak D. ukurannya dapat bertambah E. multiseluler

6. Protozoa disebut juga protista menyerupai hewan. Protozoa yang dapat berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan biasanya adalah . . . . A. protozoa saprofitik B. protozoa yang merupakan zooplankton C. protozoa autotrof D. protozoa bersel banyak E. protozoa penyebab penyakit 7. Protozoa dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Beberapa contoh penyakit yang disebabkan protozoa seperti di bawah ini, kecuali . . . . A. hepatitis D. amebiasis B. malaria E. lesmeniasis C. penyakit tidur 8. Protista menyerupai hewan dikelompokkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan . . . . A. ukuran selnya D. cara mencari makan B. jumlah selnya E. bentuk gerak alih C. cara reproduksi 9. Kelompok protozoa yang semua anggotanya berperan sebagai parasit baik pada hewan maupun manusia adalah . . . . A. mastigophora D. ameba B. sarcodina E. siliata C. sporozoa 10. Hampir semua siliata hidup bebas, kecuali satu-satunya spesies yang hidup sebagai parasit, yaitu . . . . A. Toxoplasma gondii D. Trichomonas vaginalis B. Plasmodium vivax E. Trypanosoma gambiensis C. Balantidium coli

 

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan, Fungi, dan  Hewan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan, Fungi, dan Hewan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan, Fungi, dan Hewan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Alga Cokelat (Phaeophyta)

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan – Semua alga cokelat berbentuk benang atau lembaran, bahkan ada yang menyerupai tumbuhan tinggi. Umumnya, alga cokelat bersifat makroskopis, dapat mencapai ukuran lebih dari 30 meter, dan mempunyai gelembunggelembung udara yang berfungsi sebagai pelampung. Pigmen yang dikandungnya adalah klorofil, karoten, dan xantofil. Pigmen xantofil lebih dominan sehingga menyebabkan alga ini berwarna cokelat. Hampir semua alga ini terdapat di laut, terutama di laut yang dingin dan jarang ditemukan di air tawar. Alga ini berkembang biak secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan aseksual alga cokelat dilakukan dengan fragmentasi dan pembentukan spora (aplanospora dan zoospora). Zoospora yang dihasilkan memiliki flagel yang tidak sama panjang terletak di bagian lateral.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan
Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan – Perkembangbiakan seksual dilakukan dengan isogami, anisogami, atau oogami. Fucus vesiculosis adalah salah satu contoh alga cokelat yang berkembang biak secara oogami. Pada ujung-ujung lembaran yang fertil terdapat reseptakel, yaitu badan yang mengandung alat perkembangbiakan. Di dalam reseptakel terdapat konseptakel yang menghasilkan ovum dan spermatozoid pada tumbuhan yang berbeda. Coba kamu jelaskan daur hidup Fucus mulai dari pembentukan gamet sampai dihasilkan tumbuhan dewasa! Gambar 4.6 memperlihatkan beberapa contoh alga cokelat.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Alga Merah (Rhodophyta)

Sebagian besar alga merah hidup di laut dan banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Pada umumnya, alga jenis ini multiseluler dan makroskopis, dapat mencapai panjang sampai 1 meter. Pigmen yang dimiliki terdiri atas klorofil, karoten, xantofil, dan fikoeritrin. Akan tetapi, fikoeritrin terdapat dalam jumlah banyak sehingga alga ini berwarna merah. Alga merah dapat tumbuh di kedalaman 200 meter, lebih dalam daripada alga yang lain.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan – Perkembangbiakan aseksual dengan membentuk aplanospora, sedangkan dengan fragmentasi jarang terjadi. Perkembangbiakan seksual terjadi secara oogami, dan mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Berikut ini bagan pergiliran keturunan pada Polysiphonia yaitu salah satu contoh dari Rhodophyta.

Sporofit menghasilkan meiospora yang akan berkembang menjadi gametofit. Gametofit membentuk spermatangia yang menghasilkan spermatia dan carpogonium yang mengandung sel trichogen. Spermatia menempel pada ujung trichogen, terus masuk ke dasar sel. Di sini terjadi peleburan antara inti sperma dan inti sel betina membentuk zigot (goninoblast). Goninoblast adalah filamen yang terbentuk dari zigot dan di ujung filamen terbentuk carposporangium. Selanjutnya, di dalam carposporangium terbentuk carpospora. Carpospora keluar dari carposporangium, untuk selanjutnya tumbuh menjadi sporofit (Polysphonia baru). Dalam pertumbuhannya, Polysiphonia mengalami pergiliran keturunan (metagenesis), yaitu perkembangbiakan aseksual dan perkembangbiakan seksual berlangsung secara bergantian. Alga merah banyak sekali jenisnya, di antaranya, Euchema spinosum, Gelidium coulteri, Porphyra perforata, Halosaccion glandiforme, dan Bossea orbigniana.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Alga Hijau (Chlorophyta)

Alga hijau meskipun disebut alga, sebenarnya secara struktur dan biokimia lebih mendekati tumbuhan. Saat ini bahkan banyak botanis yang memasukkannya dalam kelompok tumbuhan. Seperti halnya tumbuhan, alga hijau menyimpan karbohidrat dalam bentuk butir-butir pati dalam kloroplas. Dinding sel dari beberapa spesies chlorophyta dibangun oleh selulosa, pektin, dan polisakarida lain, seperti dinding sel tumbuhan. Alga hijau dapat ditemukan di berbagai habitat seperti permukaan laut, danau, karang, pada organisme lain, salju bahkan pada tanah gambut. Beberapa dari mereka juga dapat bersimbiosis dengan fungi, protozoa dan beberapa hewan laut. Saat ini sudah ditemukan ± 7.000 spesies alga hijau. Alga hijau-alga hijau ini termasuk yang uniseluler, filamentus (bentuk benang), dan bentuk-bentuk koloni.

Anggota-anggota alga hijau mempunyai cara reproduksi yang berbedabeda. Contoh klasik reproduksi pada alga ini adalah chlamydomonas. Chloropyta ini bereproduksi secara aseksual ataupun seksual. Banyak species alga hijau berperan sebagai produsen penting di perairan (fitoplankton). Beberapa Chlorophyta multiseluler dengan tubuh cukup besar dan kompleks memenuhi kualifikasi sebagai rumput laut bersama alga cokelat dan alga besar.

Tugas

Kamu tahu bahwa keanekaragaman rumput laut di Indonesia sangat banyak. Rumput laut mempunyai prospek sebagai sumber mata pencaharian. Coba kamu kumpulkan berbagai informasi tentang bagaimana cara budi daya berbagai rumput laut tersebut. Siswa yang tinggal di daerah pantai jika memungkinkan cobalah mempraktikkan cara-cara budi daya tersebut.

Protista yang Menyerupai Fungi

Beberapa tipe Protista, hidup pada tanah lembap sebagai heterotrof yang menyerupai fungi. Mereka mendapatkan makanan dan energi dengan cara menguraikan materi organik berasal dari ranting dan daun yang jatuh, partikel-partikel makanan dan materi organik lain. Kelompok Protista yang menyerupai fungi, terdiri atas Myxomycotina, yaitu jamur lendir sejati dan Acrasiomycotina atau jamur lendir seluler.

1. Myxomycotina Myxomycotina disebut juga kapang lendir sejati. Ciri pembeda dalam kelompok ini adalah fase somatiknya yang disebut plasmodium, yaitu massa protoplasma yang memanjang dan mengandung banyak inti. Ukuran dan warna Myxomycotina sangat beragam dan berubah-ubah bentuknya sewaktu merayap di permukaan substrat tempat hidupnya. Makhluk hidup ini memakan bakteri, spora-spora jamur serta bahan organik kecil dalam bentuk partikel-partikel yang terdapat di tanah, daun-daun mati atau kayu yang ditumbuhinya. Dalam kondisi yang menguntungkan, plasmodium dapat bergerak seperti ameba, mengambil makanan, dan ukurannya dapat bertambah. Apabila keadaan menjadi kurang menguntungkan untuk pertumbuhan, makhluk hidup ini dapat menjadi tidak aktif. Dalam keadaan demikian, jasad renik ini berubah sifatnya menjadi tingkat dorman yang dinamakan sklerotum yang tebal dan keras. Ketika keadaan lingkungan kembali menguntungkan untuk tumbuh, maka struktur tersebut kembali menjadi plasmodium. Kondisi lingkungan diduga juga berpengaruh terhadap awal pembentukan spora. Proses tersebut terjadi melalui pembentukan tubuh buah yang melepaskan spora-spora berflagela, flagela-flagela tersebut dapat menghilang dan kemudian spora berkembang menjadi individu-individu baru yang berplasmodium.

2. Acrasiomycotina Acrasiomycota disebut juga kapang lendir seluler. Makhluk hidup ini hidup bebas dan dapat bersifat ameboid. Plasmodiumnya tidak berinti banyak seperti pada Myxomycotina. Daur hidupnya cukup menarik Organisme ini kebanyakan hidup dalam tanah untuk memperoleh makanan. Makanannya berupa partikel-partikel yang merupakan sisa-sisa sampah hutan atau bakteri. Acrasiomycotina dapat berkembang biak dengan cara pembelahan sel secara mitosis sehingga dihasilkan sel-sel berbentuk ameba dalam jumlah banyak. Jika makanan di lingkungan sedikit, sel-sel berbentuk ameba ini kemudian menggabungkan diri membentuk apa yang disebut clump atau gumpalan. Jadi, dapat dikatakan bahwa kapang lendir seluler adalah bentuk aseksual dan dapat membentuk suatu massa yang lebih besar dengan cara membentuk kelompok atau gumpalan. Dari uraian di atas, coba jelaskan mengapa Protista yang menyerupai fungi merupakan makhluk hidup yang heterotrof.

Protista yang Menyerupai Hewan

Protista ini sering disebut juga protozoa yang berarti hewan pertama. Kelompok tersebut merupakan makhluk hidup bersel tunggal, mempunyai variasi bentuk yang kompleks dan kebanyakan dapat bergerak dengan cara yang berbeda. Seperti halnya hewan, protozoa adalah konsumen, jadi hanya dapat hidup dengan mengambil makanan dari makhluk hidup lain. Protozoa berperan sebagai mata rantai penting dalam rantai makanan terutama di lingkungan perairan. Dalam hal ini Protozoa berperan sebagai zooplankton (plankton hewan) yang menjadi makanan bagi organismeorganisme perairan yang lebih besar. Peran penting lainnya, yaitu mereka dapat menjaga keseimbangan ekologis pada banyak komunitas baik dalam lingkungan daratan basah maupun di lingkungan perairan. Protozoa semacam ini adalah Protozoa saprofitik dan Protozoa pemakan bakteri. Ada beberapa Protozoa yang menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Beberapa protozoa hanya dapat hidup sebagai parasit dan dapat menimbulkan penyakit kronis dan akut pada manusia. Beberapa penyakit yang disebabkan protozoa pada manusia, di antaranya adalah amebiasis usus, penyakit tidur Afrika dan malaria. Protozoa berkembang biak melalui berbagai proses aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual berlangsung dengan pembelahan sel atau pembagian sel. Reproduksi seksual terjadi melalui proses konjugasi, yang merupakan penyatuan fisik sementara antara dua individu yang diikuti dengan penyatuan inti. Hal ini hanya terjadi pada Siliata. Pengelompokan Protozoa didasarkan pada bentuk gerak alihnya (lokomosi) khususnya alat gerak yang digunakan untuk berpindah tempat. Kelompok Mastigophora atau disebut juga Flagelata bergerak dengan menggunakan flagel Sarcodina bergerak dengan cara seperti Ameba, Cilliofora dengan menggunakan silia dan Sporozoa bergerak tanpa menggunakan alat gerak khusus, tetapi secara meluncur.

 Terima kasih telah berkunjung ke web kami, semoga bisa memberikan manfaat !