Pengertian Peranan Animalia dalam Kehidupan

Pengertian Peranan Animalia dalam Kehidupan

Pengertian Peranan Animalia dalam Kehidupan

Peranan Animalia – Berbagai jenis hewan ada yang menguntungkan bagi manusia. Di alam, anggota Porifera berperan penting sebagai penyusun biodiversitas di dasar samudera. Anggota fi lum ini juga mampu bersimbiosis dengan bakteri dan menghasilkan “bioaktif”. Bioaktif ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat, misalnya sebagai obat anti kanker. Filum Cnidaria juga memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Hewanhewan tersebut membentuk lingkungan terumbu karang (coral reef) yang berfungsi sebagai pelindung pantai, tempat hidup berba gai anggota Avertebrata lain, tempat berlindung dan tempat mencari makan bagi ikan, tempat bertelurnya berbagai jenis biota laut, serta tempat pemijahan ikan dan udang secara alami. Karang-karang yang berwarna-warni juga sangat indah dan menarik untuk wisata alam, khususnya bagi orang-orang yang senang bertualang di dalam laut.

Peranan Animalia

Peranan Animalia
Peranan Animalia

Pengertian Peranan Animalia dalam Kehidupan

Peranan Animalia – Jelly fi sh atau ubur-ubur merupakan hewan yang dapat dikonsumsi sebagai sumber protein, karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Annelida juga merupakan hewan yang menguntungkan bagi kehidupan. Beberapa jenis Annelida dapat dimakan dan merupakan sumber protein hewani, misalnya cacing palolo dan cacing wawo. Jenis lain adalah cacing tanah, yang juga menguntungkan karena membantu menguraikan sampah dan menggemburkan tanah sehingga tanah menjadi subur. Filum Mollusca juga memiliki peran yang menguntungkan. Cumicumi, siput, tiram, kerang, dan sotong adalah sumber protein hewani yang cukup tinggi. Mutiara, yaitu permata yang dihasilkan sejenis kerang Pecten sp. merupakan komoditas ekspor nonmigas yang cukup penting. Sekarang mutiara banyak dibudidayakan dengan hasil berupa mutiara bulat atau setengah bulat (mutiara blister). Contoh lain adalah bekicot (Achatina fulica) dan siput telanjang (Vaginula sp.) yang banyak diekspor karena merupakan komoditi makanan yang mengandung protein tinggi. Filum Echinodermata dapat berperan langsung bagi kehidupan manusia sebagai sumber nutrisi dan diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Misalnya, teripang dan telur landak laut dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan.

Peranan Animalia – Teripang juga menjaga keseimbangan ekosistem laut sebagai detritivor dalam ekosistem laut. Filum Arthropoda juga menguntungkan bagi kehidupan. Anggota Crustacea seperti udang, kepiting, dan rajungan merupakan sumber makanan yang berprotein tinggi bagi manusia. Anggota Crustacea yang berupa zooplankton merupakan salah satu bagian penting dalam mata rantai makanan bagi ekosistem perairan. Beberapa jenis lebah dan kupu-kupu membantu penyerbukan dan juga beberapa ada yang menghasilkan madu. Ada pula jenis lain yang merupakan model penelitian di bidang genetika, yaitu lalat buah (Drosophila melanogaster). Perhatikan Gambar 8.66. Serangga dapat pula dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Salah satu pemanfaatan serangga adalah sebagai sumber makanan. Di berbagai wilayah di dunia, seperti di Afrika, Australia, Amerika Latin, dan Asia, serangga telah lama dikonsumsi sebagai makanan tradisional. Pada masa kini, beberapa jenis serangga telah menjadi menu makanan istimewa bagi kalangan terpandang di Th ailand, Jepang, dan Meksiko. Diperkirakan terdapat sekitar 500 jenis serangga yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Jenis serangga yang banyak dikonsumsi antara lain belalang, laron, jangkrik, lebah, semut, rayap dan beberapa serangga air dan berbagai jenis ulat. Anggota Chordata juga banyak memberikan manfaat bagi manusia.

Peranan Animalia – Banyak jenis merupakan sumber protein, seperti ayam, itik, ikan, kambing, sapi dan sebagainya. Beberapa jenis yang lain menjadi sumber bahan sandang, seperti domba yang menghasilkan wol dan sapi penghasil kulit samakan. Dalam bidang kesehatan, minyak ular, minyak penyu, dan sirip ikan hiu dapat diolah menjadi obat-obatan. Selain menguntungkan, sebagian hewan juga bisa merugikan kehidupan manusia. Nemathelminthes yang hidup parasit dapat menyebabkan penyakit pada vertebrata yang menjadi hospesnya, termasuk manusia. Golongan ini menimbulkan bermacam-macam penyakit seperti penyakit kaki gajah (Elephantiasis) dan cacingan pada anak yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides. Beberapa anggota Platyhelminthes juga merugikan tubuh vertebrata seperti cacing pita dan cacing hati. Mollusca juga mempunyai beberapa jenis yang merugikan, misalnya Tredo navalis yang merupakan kerang-kerang yang hidup pada bangunan kapal. Contoh lain adalah Lymnea javanica yang menjadi inang perantara cacing Fasciola hepatica. Beberapa jenis yang lain juga merupa kan perusak tanaman, seperti bekicot dan siput telanjang. Sedangkan anggota Filum Arthropoda yang merugikan bagi kehidupan misalnya adalah Isopoda karena menggerek kayu, dan kutu ikan (Argulus indicus) karena menimbulkan penyakit pada ikan piaraan. Acarina juga merupakan Arthropoda yang sangat merugikan karena menyebabkan penyakit pada manusia, ternak, dan tanaman budidaya. Jenis lainnya yang merugikan adalah Bactrocera sp., yaitu sejenis lalat buah yang sangat merusak.

Uji Kompetensi

Peranan Animalia – Selesaikan soal-soal berikut dengan tepat. 1. Vertebrata merupakan kelompok hewan yang bertulang belakang. Di dalam taksonomi, apakah Vertebrata termasuk dalam kategori takson? Jelaskan. 2. Jelaskan ciri-ciri Filum Chordata. 3. Sebutkan ciri-ciri 5 kelas yang ada di dalam Filum Chordata. 4. Sebutkan 5 contoh jenis hewan bertulang belakang yang kalian ketahui. Termasuk kelas manakah hewan-hewan tersebut? 5. Jelaskan peranan Animalia dalam kehidupan.

Ikhtisar

1. Porifera berarti hewan berpori yang hidup di air laut dan air tawar. Filum Porifera terbagi menjadi 3 kelas, yaitu Kelas Calcarea, Hexactinellida, Desmospongia. 2. Cnidaria disebut juga Coelenterata karena mempunyai rongga besar di tengah-tengah tubuh. Cnidaria mempunyai sel-sel penyengat pada bagian epidermis. Mempunyai dua bentuk tubuh dalam hidupnya, yaitu polip dan medusa. Filum Cnidaria terbagi menjadi tiga kelas yaitu Kelas Hydrozoa, Scyphozoa, Anthozoa. 3. Platyhelminthes disebut juga cacing pipih, bertubuh lunak dan berbentuk seperti pita atau daun, biasanya merugikan karena menjadi parasit pada Vertebrata. Filum Platyhelminthes terbagi menjadi tiga kelas yaitu Kelas Turbelaria, Trematoda, Cestoda. 4. Nemathelminthes berarti cacing benang atau cacing tambang karena tubuh tidak beruas-ruas dan sel pencernaan sudah berkembang sempurna. Habitat cacing ini di air, tanah dan parasit pada vertebrata. Filum Nemathelminthes terbagi menjadi dua kelas, yaitu Kelas Nematoda dan Nematomorpha. 5. Annelida berarti cacing cincin atau gelang, karena tubuhnya bersegmen seolah seperti sederetan cincin memanjang. Annelida bermanfaat bagi kehidupan manusia seperti penyubur tanah, sebagai sumber makanan, berperan dalam bidang medis dengan zat hirudin dan lain-lain. Filum Annelida terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Kelas Oligochaeta, Polychaeta, Hirudinea. 6. Mollusca berarti hewan bertubuh lunak, berbentuk bulat simetris dan tidak bersegmen. Habitatnya di air laut, air tawar, dan darat. Sebagaian besar jenis Mollusca mempunyai cangkang (mantel), tetapi ada yang tidak punya mantel seperti guruta. Filum Mollusca terbagi menjadi 5 kelas, yaitu Kelas Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Pelecypoda, dan Cephalopoda. 7. Echinodermata berarti hewan berduri, merupakan hewan yang tidak memiliki segmen, kulitnya berduri dan tersusun atas lempeng-lempeng zat kapur. Sebagian besar anggota Echinodermata dapat bergerak aktif, tetapi ada pula yang menetap seperti tumbuhan. Filum Echinodermata terbagi menjadi lima kelas, yaitu Kelas Arachnoidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinoidea, dan Holothuroidea. 8. Arthropoda merupakan hewan yang mempunyai tubuh dan kaki bersegmen-segmen. Jumlah kaki mengalami modifikasi sesuai dengan kelasnya. Hewan ini memiliki keanekaragaman terbesar di dunia. Filum Arthropoda dibagi menjadi empat kelas, yaitu Kelas Crustacea, Insecta, Myriapoda, dan Arachnida. 9. Chordata merupakan hewan yang memiliki chorda dorsalis yang memanjang menjadi kerangka sumbu tubuh. Filum Chordata terbagi menjadi lima kelas, yaitu Kelas Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia

Pilihlah jawaban yang paling tepat.

1. Berikut yang tidak termasuk ciri-ciri umum Animalia adalah …. a. organisme eukariotik b. multiselular c. heterotrof d. memiliki dinding sel dan khlorofi l e. memiliki vertebrae 3. Berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya, Filum Cnidaria dibagi menjadi tiga kelas. Bentuk polip dan medusa dijumpai pada kelas …. a. Hydrozoa b. Scyphozoa c. Anthozoa d. Calcarea e. Arthropoda 4. Ada hewan yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: tubuh pipih, lunak, simetri bilateral dan bersifat hermaprodit. dapat dibedakan dengan tegas antara posterior dan anterior, dorsal dan ventral, sistem pencernaan makanan gastrovaskuler, kemungkinan hewan tersebut masuk kedalam fi lum …. a. Porifera b. Cnidaria c. Plathyhelminthes d. Nemathelminthes e. Arthropoda 5. Fasciola hepatica merupakan anggota Plathyhelminthes yang mempunyai daur hidup sebagai berikut …. a. embrio-sporokist-mirasidium-rediaserkaria- metaserkaria b. embrio-mirasidium- sporokist- metaserkaria- serkaria- redia c. embrio-mirasidium-redia-serkariametaserkaria- sporokist d. metaserkaria-embrio-redia-sporokistmirasidium- embrio e. redia-embrio-serkaria-metaserkariasporokist- mirasidium 6. Orang di RRC yang makan ikan yang dimasak kurang sempurna, dapat terinfeksi jenis cacing …. a. Schistisoma sp. b. Fasciolopsis sp. c. Chlonorchis sinensis d. Fasciola hepatica e. Taenia solium 7. Suatu cacing pipih hidup sebagai parasit dalam usus halus manusia, sedangkan dalam daur hidupnya pernah berada dalam daging sapi. Dari ciri-ciri di atas dapat disimpulkan bahwa cacing tersebut adalah …. a. Taenia solium b. Echinococcus granulosus c. Diphyllobathrium alatum d. Clonorchis sinensis e. Taenia saginata 8. Penyakit fi lariasis atau elephantiasis disebabkan oleh cacing anggota Kelas …. a. Nematoda b. Nematophora c. Cestoda d. Polychaeta e. Turbellaria 9. Anggota Annelida yang dilengkapi parapodia adalah …. a. Pheretima sp. b. Tubifex sp. c. Palolo viridis d. Neopilina sp. e. Hirudo medicinalis 10. Nama hewan sering dikaitkan dengan bentuk organ yang dipunyai oleh kelompok hewan tersebut. Misalnya nama Lamella branchiata yang termasuk Gastropoda, ada kaitannya dengan organ …. a. kaki yang berbentuk pipih b. cangkang yang berjumlah sepasang c. kaki dapat dijulurkan d. insang yang berjumlah dua pasang e. insang yang berbentuk lempeng 11. Ditemukan hewan dengan ciri-ciri: 1) tubuh lunak dan tertutup cangkang, 2) menggunakan perut untuk berjalan, 3) jika berjalan meninggalkan jejak berupa lendir, 4) pada bagian kepala terdapat dua pasang tentakel, 5) bersifat hermaprodit. Hewan tersebut termasuk kelas …. a. Gastropoda b. Lamellibranchiata c. Amphineura d. Pelecypoda e. Bivalvia 12. Nautilus sp. merupakan salah satu perkecualian dari kelas Cepaholopoda karena …. a. Memiliki daya regerasi tinggi b. Tidak mempunyai tentakel c. Mempunyai kantong tinta d. Mempunyai cangkang luar e. Cangkang terdapat di dalam tubuh 13. Uropod, pleopod, karapaks, cephalothorax merupakan istilah untuk menyebut bagianbagian hewan anggota kelas …. a. Insecta b. Myriapoda c. Arachnida d. Crustacea e. Apterygota

Peranan Dunia Tumbuh Tumbuhan dalam Kehidupan

Peranan Dunia Tumbuh Tumbuhan dalam Kehidupan

Peranan Dunia Tumbuh Tumbuhan  dalam Kehidupan

Tumbuh Tumbuhan  – Di dalam kehidupan, tumbuhan banyak memainkan peranan penting. Sebagai organisme fotosintesis tumbuhan merupakan pemasok oksigen ke lingkungan dan sumber makanan bagi organisme heterotof. Karenanya di dalam rantai makanan, tumbuhan disebut sebagai produsen. Tumbuhan juga merupakan penyusun utama ekosistem, terutama ekosistem hutan. Dalam hal ini tumbuhan merupakan tempat tinggal atau habitat berbagai jenis satwa. Bahkan berbagai jenis satwa tertentu memiliki habitat spesifi k pada kanopi pepohonan, contohnya adalah berbagai jenis burung dan berbagai jenis primata arboreal (Gambar 7.43). Selain itu, setiap jenis tumbuhan (lumut, paku, dan tumbuhan berbiji) mempunyai peran tertentu yang khas. Secara sekilas, mungkin kalian melihat tumbuhan lumut tidak mempunyai manfaat bagi kehidupan. Namun, ternyata lumut banyak berperan penting di dalam ekosistem. Di ekosistem hutan hujan tropis, lumut berperan penting dalam meningkatkan kemampuan hutan menahan air (water holding capacity). Selain itu, lumut juga merupakan habitat penting bagi organisme lain, terutama populasi hewan invertebrata. Beberapa jenis anggrek, misalnya, tidak akan dapat bertahan andaikan tidak ada lumut yang sehat. Bahkan lumut juga merupakan media yang baik bagi perkecambahan biji tumbuhan tingkat tinggi.

Tumbuh Tumbuhan

Tumbuh Tumbuhan
Tumbuh Tumbuhan

Tumbuh Tumbuhan  – Selain itu, ada spesies tertentu pada tumbuhan lumut yang dapat dimanfaatkan oleh manusia/penduduk. Misalnya saja, Marchantia polymorpa, yang digunakan untuk mengobati sakit hepatitis (radang hati). Sphagnum sp. dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas. Selain itu, tumbuhan lumut juga merupakan bioindikator pencemaran lingkungan. Bahkan berbagai jenis lumut tertentu bisa menunjukkan adanya kandungan bahan tambang, misalnya spesies lumut yang hidup di permukaan batuan yang mengandung biji besi. Selain lumut, tumbuhan paku yang mungkin dianggap kurang bermanfaat, ternyata banyak banyak berperan dalam kehidupan kita. Contohnya, semanggi (Marsellia crenata) dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sayuran. Paku rane (Selaginella wildenowi) dapat difungsikan sebagai obat penyembuh luka. Dryopteris fi lixmas juga mempunyai fungsi yang sama yakni sebagai bahan penghasil obat-obatan. Dalam bidang pertanian, Azolla pinata dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hijau tanaman padi di sawah. Ini dapat dilakukan karena tumbuhan tersebut dapat bersimbiosis dengan tanaman algae biru, dan mampu mefi ksasi atau menambat N2 di dalam tanah.

Tumbuh Tumbuhan  – Akibatnya, tanah bisa menjadi subur. Selain itu, tumbuhan paku juga merupakan tanaman ornamen taman yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sebagai tanaman hias tumbuhan paku dapat dijual dengan harga yang tinggi. Jenis tumbuhan paku yang bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias antara lain paku sarang burung (Asplenium nidus), paku ekor merak (Adiantum farleyense), paku suplir (Adiantum concatum), dan paku tanduk rusa (Platycerum bifurentum). Setelah lumut dan paku, tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan manusia adalah kelompok tumbuhan berbiji. Tumbuhan berbiji yang berupa pohon bisa menjadi tumbuhan perindang, misalnya beringin (Ficus benjamina), jati, mahoni, dan akasia. Selain itu, bisa juga sebagai bahan obat-obatan. Obat kencing batu bisa diambil dari bunga matahari, Diabetes mellitus dan diare bisa diatasi dengan buah apel. Sebagai minuman penghangat badan, kita sering memanfaatkan jahe dan temu lawak (golongan Zingiberaceae), dan kayu putih (Eucalyptus sp.). Dan sebagai obat sakit malaria kita menggunakan kina (Cinchona succirubra). Tumbuhan berbiji merupakan sumber bahan pangan. Beberapa tumbuhan dapat digunakan sebagai bahan pangan, baik sebagai sayur atau makanan pokok. Sumber protein misalnya kacang, kedelai. Sumber vitamin misalnya wortel, tomat, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Sumber karbohidrat misalnya kentang, ketela pohon, ubi, padi, jagung, gandum, dan sagu. Di Indonesia bagian timur (Papua dan Maluku), masyarakatnya menggunakan sagu sebagai makanan pokok (sumber karbohidrat). Sumber lemak misalnya kelapa (Cocos nucifua), kelapa sawit (Elaeis guinensis), dan kacang tanah (Arachys hipogaea). Serta sumber serat misalnya buah-buahan dan tumbuhan hijau.

Tumbuh Tumbuhan

Bahan Sandang juga bisa diperoleh dari tumbuhan bebiji, contohnya kapas (Gossypium sp.) dan rami. Selain itu keindahan berbagai jenis bunga dan tanaman berbiji lainnya merupakan aset tanaman hias, contohnya kamboja, beringin, palem, dan anggrek. Sedangkan di bidang industri, berbagai jenis tumbuhan berbiji merupakan bahan bakunya mulai dari bumbu dapur sampai mebeler. Sebagai bumbu dapur, contohnya bawang merah, bawang putih, kencur, kunyit, laos, dan cabe. Sebagai bahan makanan dan minuman misalnya kwaci, contohnya biji bunga matahari (Helianthus annus), minuman keras, contohnya dari Juniperus communis. Selain itu, emping juga merupakan contoh makanan olahan dari melinjo (Gnetum gnemon). Selain itu gula pasir dan gula jawa juga berasal dari tumbuhan berbiji, yatiu tebu (Saccharum offi cinarum) dan kelapa (Cocos nucifera). Kopi dan teh yang sering kita minum juga berasal dari tumbuhan berbiji yaitu Coff ea sp. dan Camellia sp. Di bidang bahan bangunan atau ukiran berbagai jenis pohon dengan kualitas yang bagus merupakan bahan baku pembuatan bangunan dan ukiran. Contohnya adalah Taxus baccata (Gymnospermae), damar (Agathis alba), mahoni, Podocapus imbricata, Pinus silvetris, dan jati. Tentu masih banyak berbagai manfaat berbagai jenis tumbuhan yang bisa kalian sebutkan. Untuk itu, kalian akan mengerjakan tugas berikut.

Tumbuh Tumbuhan

Telisik

Buatlah kelompok dengan anggota 3-4 orang. Bagilah tugas untuk bersama-sama melakukan pengamatan ke lingkungan sekitar kalian tentang pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan. Galilah informasi nama-nama daerah tanaman yang tumbuh, dibudidayakan, atau dimanfaatkan di lingkungan masyarakat. Susunlah data tersebut dalam tabel.

Uji Kompetensi

Jawablah soal-soal berikut dengan tepat. 1. Apa peranan tumbuhan di dalam kehidupan? Jelaskan. 2. Jelaskan manfaat tumbuhan lumut. 3. Jelaskan manfaat tumbuhan paku. 4. Jelaskan berbagai manfaat tumbuhan biji. 5. Jelaskan pemanfaatan tumbuhan yang banyak dilakukan di masyarakat sekitar kalian.

Tumbuh Tumbuhan  – Ikhtisar

1. Kingdom Plantae beranggotakan seluruh tumbuhan yang hidup di muka bumi ini (Lumut, Paku-pakuan, Tumbuhan berbiji). 2. Ciri-ciri Kingdom plantae antara lain, struktur tubuh berupa multiseluler, eukarioik, memiliki sel yang sudah terspesialisasi, mempunyai klorofil, dan mempunyai siklus hidup. 3. Ciri- ciri tumbuhan lumut antara lain, berukuran kecil 2-5 cm, memiliki dinding sel, tidak memiliki sistem pembuluh pengangkut, tidak memiliki akar, batang, daun sebenarnya, akar berupa rhizoid, pad batang dan daun belum terdapat floem dan xilem hanya terdapat tubuh yang memanjang tapi tidak membesar, habitat kosmopolit, reproduksi secara aseksual (kuncup, spora, fragmenasi), seksual (peleburan spermatozoid). Klasifikasi tumbuhan lumut yaitu lumut daun, lumut hati, lumut tanduk. 4. Ciri- ciri tumbuhan paku antara lain, tubuh dapat dibedakan (akar, batang, daun), autotrof, habitat kosmopolit, cara reproduksi seksual (persatuan arkegonium dan anteredium), aseksual (spora), generasi sporofit lebih dominan dalam daur hidupnya. Tumbuhan paku terbagi menjadi 4 subdivisi antara lain paku purba, paku kawat, paku ekor kuda, paku sejati. 5. Ciri- ciri tumbuhan berbiji antara lain ukuran makroskopik, sudah bisa dibedakan dengan jelas (akar, batang, daun), memilki jaringan pembuluh, memilki klorofil, autotrof, habitat mayoritas di darat, cara reproduksi dengan biji. Tumbuhan berbiji dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup). 6. Anggota tanaman Gymnospermae mempunyai ciri yaitu bakal biji yang tumbuh pada permukaan megasporofit (daun buah), berupa semak, perdu, pohon, tidak memiliki bunga sesungguhnya, pada umumnya berkelamin tunggal. Gymnospermae terbagi dalam 4 kelas antara lain kelas Cycadinae, kelas coniferinae, kelas Gneinae, kelas Ginkoinae. 7. Anggota tanaman Angiospermae mempunyai ciri bakal biji selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal daru daun- daun buah yang merupakan bakal buah, tanaman berupa semak, perdu dan pohon, daun buah membentuk badan yang disebut putik, daun buah dan benang sari terpisah/ terkumpul di dalam dasar bunga, serbuk sari tidak langsung jatuh pada bakal biji, tetapi jatuh pada kepala putik. 8. Angiospermae erbagi menjadi 2 antara lain dikotil dan monokotil. Ciri tanaman dikotil antara lain tanaman berbentuk (herba, semak, perdu dan pohon), mempunyai dua daun lembaga, akar tunggang, batang berbentuk kerucut panjang, daun tunggal/majemuk dan jarang mempunyai pelepah, helaian dan bertulang menyirip atau menjari, bunga berkelipatan 2,4 dan 5, batang keras, terdapat pembuluh floem dan xilem. Ciri tanaman monokotil antara lain, akar lembaga tidak tumbuh terus, akar serabut, batang dari pangkal sampai ke ujung sama besar, tidak bercabang, ruas tampak jelas, daun kebanyakan tunggal dan bertulang sejajar, bunga dengan kelipatan 3, tidak mempunyai kambium, berkas pengangkut xilem dan floem tersebar dalam batang. 9. Manfaat tumbuhan lumut bagi manusia adalah untuk obat dan pengganti kapas. Peranan tumbuhan paku bagi kehidupan digunakan sebagai sayur, obat, menyuburkan tanah, sebagai tanaman hias. Peranan tumbuhan berbiji bagi manusia antara lain sebagai bahan makanan, sayuran, kayu, obat- obatan, bahan sandang, penyedia O2 dan lain-lain.

Tentang Peranan Ciri Ciri Jamur dalam Kehidupan

Tentang Peranan Ciri Ciri Jamur dalam Kehidupan

Tentang Peranan Ciri Ciri Jamur dalam Kehidupan

Ciri Ciri Jamur – Peranan jamur atau fungi dalam kehidupan sangat luas. Jamur berperan dalam keseimbangan lingkungan yaitu sebagai dekomposer. Sebagai dekomposer, jamur menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati sehingga bisa dimanfaatkan oleh organisme lain. Hal ini sangat penting dalam keberlanjutan ekosistem di bumi, karena yang menjadi kunci keberlangsungan ekosistem adalah adanya keseimbangan antara produksi biomasa oleh organisme fotosintetik dan perombakan-perombakan atau daur ulang nutrien yang dikandungnya. Dalam proses daur ulang senyawa organik ini, fungi memiliki peran yang menonjol di semua ekosistem utama. Jamur juga bisa bersimbiosis dengan organisme lain. Dengan akar tumbuhan tertentu jamur bersimbiosis membentuk mikoriza. Mikro riza merupakan struktur yang berperan penting dalam suplai unsur hara.

Ciri Ciri Jamur – Kalian bisa membaca kembali bagian awal dari bab ini yang membicarakan cara jamur memperoleh makanan. Berdasarkan posisi jamur terhadap akar tumbuhan, dikenal adanya endomikoriza (bila hifa menembus korteks akar) dan ektomikoriza (bila hifa hanya menem bus epidermis akar). Perhatikan gambar 5.29. Kelompok jamur yang sering bersimbiosis dengan akar tumbuhan umumnya termasuk anggota Divisi Zygomycotina, Ascomycotina, dan Basidiomycotina. Bentuk simbiosis lain dari jamur adalah lumut kerak. Lumut kerak merupakan organisme yang mampu hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim dan sangat sensitif terhadap pencemaran udara. Sehingga lumut kerak ini biasa digunakan sebagai bioindikator kualitas udara. Bersama dengan kelompok tumbuhan lain, seperti tumbuhan lumut (Bryophyta) dan anggrek, lumut kerak banyak menghiasi pepohonan mulai dari daerah dataran rendah sampai pegunungan yang tinggi sebagai epifi t. Tetapi bila terjadi pencemaran udara, jenis-jenis organisme epifi t tersebut, terutama lumut kerak dan tumbuhan lumut akan mati.

Ciri Ciri Jamur

Ciri Ciri Jamur
Ciri Ciri Jamur

Ciri Ciri Jamur  – Jamur juga berperan sangat penting dalam fermentasi makanan dan obat-obatan. Sebagai contoh, pada Divisi Zygomycotina, sedikitnya ada 2 jenis Rhizopus yang digunakan secara komersial dalam industri pil kontrasepsi dan anestesi, yaitu R. arrhizus dan R. nigricans. Beberapa jenis lain juga dimanfaatkan dalam industri alkohol dan untuk mengempukkan daging. Ada pula jenis lain yang mampu memproduksi pigmen kuning yang digunakan untuk memberi warna pada margarin.

Ciri Ciri Jamur – Beberapa jenis jamur ada yang dapat dikonsumsi seperti sayuran dan bahan obat. Perhatikan Gambar 5.30 dan 5.31. Penelitian ahli gizi menunjukkan bahwa secara umum jamur memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan tumbuh-tumbuhan yang lain. Sehingga, jamur merupakan jawaban yang tepat bagi masyarakat yang kekurangan gizi, seperti di negara-negara berkembang (Afrika dan Asia). Jamur juga mengandung bermacam-macam vitamin serta kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi. Sementara itu kandungan kalori dan kolesterolnya rendah, sehingga jamur sangat baik untuk diokonsumsi. Jenis-jenis jamur yang berperan penting telah banyak dibudidayakan. Diantara sekian banyak jenis jamur yang ada di daerah tropis dan subtropis, jamur merang (Volvariella volvacea) merupakan jamur yang paling terkenal, terutama oleh masyarakat Asia Tenggara.

Ciri Ciri Jamur – Jamur ini telah lama dibudidayakan sebagai bahan pangan karena memiliki rasa yang enak dan tekstur yang baik, sehingga banyak disukai orang. Jamur merang umumnya tumbuh pada medium yang merupakan sumber selulosa, misalnya pada tumpukan merang. Sehingga merang yang dahulu hanya dianggap sebagai limbah pada penggilingan padi, sekarang telah banyak dimanfaatkan untuk budidaya jenis jamur ini. Selain beberapa peran penting tersebut, fungi juga bisa dianggap merugikan. Mereka bisa menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar karena mampu membusukkan bahan makanan dan juga menimbulkan berbagai penyakit. Beberapa jenis cendawan ada yang beracun, misalnya jenis-jenis anggota suku Amanitaceae. Beberapa jamur mikros kopis juga ada yang menghasilkan racun, misalnya afl atoksin yang dihasilkan oleh sejenis kapang. Selain itu, jamur juga dapat bersifat parasit pada tumbuhan, hewan, dan manusia.

Nah, pada akhir bab ini kalian akan melakukan percobaan yang berkaitan dengan manfaat jamur di bidang fermentasi, yaitu fermentasi tempe. Jamur Rhizopus stolonifera merupakan salah satu jenis jamur yang berperan dalam fermentasi kedelai menjadi tempe.

Melakukan Uji Coba Fermentasi Bahan Makanan dengan Jamur

A. Dasar teori Tempe merupakan bahan makanan tradisional yang dibuat dengan menggunakan jamur. Prosesnya disebut fermentasi. Jamur yang berperan dalam pembuat tempe ini adalah Rhizopus stolonifera. Selama fermentasi terjadi perubahan-perubahan protein, karbohidrat, dan lipida. Perubahan-perubahan tersebut disesabkan oleh aktivitas jamur yang tumbuh pada kedelai. Hal ini dapat dilihat dengan kenaikan temperatur selama inkubasi, selanjutnya menurun perlahan-lahan sesuai dengan aktivitas pertumbuhan jamur tersebut. Selama fermentasi, protein dirombak menjadi asam-asam amino misalnya serin, lisin, alanin. Selain itu, juga terjadi kenaikan bahan padat yang dapat larut. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan selama fermentasi ialah aerasi, kelembaban, dan temperatur selama fermentasi. B. Tujuan Mempraktekkan uji coba fermentasi bahan makanan dengan jamur pada pembuatan tempe. C. Alat dan bahan 1. usar atau ragi tempe 2. kedelai 3. daun pisang 4. tampah atau nampan dari plastik. D. Langkah percobaan 1. Bagilah kelasmu menjadi beberapa kelompok kerja. Masing-masing kelompok melakukan langkah-langkah berikut. 2. Rebuslah kacang kedelai sampai mendidih 3. Kemudian buanglah kulitnya dan dicuci. 4. Kukus kembali kedelai tersebut. Kemudian tiriskan dengan tampah. 5. Setelah dingin dan kering, campurkan usar pada kedelai tersebut. 6. Bungkuslah dengan daun pisang atau plastik, diamkan beberapa hari. 7. Amati setiap hari dan tuliskan hasilnya dalam tabel. 8. Bandingkan hasil percobaan kalian dengan kelompok lain.

E. Pembahasan 1. Berdasarkan pengamatan kalian, kapan hifa-hifa jamur mulai tumbuh? Apa warnanya? 2. Apa yang terjadi bila tempe itu dibiarkan beberapa hari lebih lama? Mengapa demikian? 3. Bandingkan hasil pengamatan kelompok kalian dengan kelompok lain. 4. Adakah di antara kelompok kalian yang tidak menemukan hifa? Apa yang terjadi? 5. Buatlah laporan dan kumpulkan pada guru kalian sebagai tugas.

Selesaikan soal-soal berikut dengan tepat. 1. Jamur memiliki peranan yang sangat luas dalam kehidupan. Jelaskan. 2. Mengapa beberapa jenis jamur banyak dikonsumsi manusia? Sebutkan jenis-jenis jamur tersebut. 3. Mengapa jenis-jenis jamur tertentu bisa dimanfaatkan untuk mengolah bahan makan an, misalnya mengolah kedelai menjadi tempe atau untuk meningkatkan aroma keju? Jelaskan. 4. Sebutkan 2 jenis jamur yang menimbulkan penyakit pada manusia beserta nama penyakitnya. 5. Sebutkan 2 jenis jamur yang merupakan parasit pada tumbuhan.

Ikhtisar

1. Fungi atau jamur dapat didefinisikan sebagai kelompok organisme eukariotik, tidak berpindah tempat (nonmotile), bersifat uniseluler atau multiseluler, memiliki dinding sel dari glukan, mannan, dan kitin, tidak berklorofil, memperoleh nutrisi dengan menyerap senyawa organik, serta berkembang biak secara seksual dan aseksual. 2. Jamur memiliki sifat-sifat umum, yaitu hidup di tempat-tempat lembab, bersifat heterotrof, dan memiliki kemampuan hidup cukup tinggi. 3. Tubuh jamur bisa uniseluler maupun multiseluler, bersifat eukariotik, bentuknya tubuhnya bervariasi, dan tersusun atas hifa berkumpul membentuk miselium atau pada beberapa jenis mengalami modifikasi, membentuk haustoria, maupun badan buah. 4. Cara hidup jamur bervariasi, ada yang soliter dan ada yang berkelompok. 5. Jamur memperoleh makanan dengan cara hidup sebagai saprofit, parasit, dan simbiosis. 6. Jamur berreproduksi secara seksual dengan menyatukan 2 hifa yang berbeda, dan secara aseksual jamur bereproduksi dengan membentuk spora aseksual, fragmentasi, dan pembentukan tunas 7. Kingdom Fungi dikelompokkan menjadi 4 divisi yaitu Divisi Zygomycotina, Divisi Ascomycotina, Divisi Basidiomycotina, dan Divisi Deuteromycotina. 8. Zygomycotina mempunyai ciri antara lain: habitatnya mayoritas di darat, hidup sebagai saprofit, bersel banyak (multiseluler), menghasilkan spora berflagela, reproduksi secara seksual dan aseksual. 9. Ascomycotina mempunyai ciri antara lain: memiliki askus, tubuh uniseluler atau multiseluler, hidup sebagai saprofit atau parasit, berreproduksi secara seksual dengan askus dan secara aseksual dengan membentuk tunas. 10. Basidiomycotina mempunyai ciri antara lain: tubuh makroskopik, miselium bersekat, memiliki tubuh bulat (basidiokarp), hidup bersifat saprofit dan parasit, reproduksi seksual lebih dominan, sedangkan aseksual jarang terjadi. 11. Deuteromycotina mempunyai ciri antara lain: hifa bersekat-sekat, tubuh makroskopik, hidup sebagai saprofit dan parasit,berreproduksi secara aseksual. 12. Jamur berperan dalam keseimbangan lingkungan, sebagai dekomposer, bersimbiosis dengan organisme lain, sumber makanan, berperan sangat penting dalam fermentasi makanan dan obatobatan, serta menjadi penyebab penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Seranai Kata

Antibiotik Senyawa yang memiliki kemapuan untuk menghambat pertumbuhan organisme lain penyebab penyakit Bioindikator Organisme yang memiliki sensitifitas terhadap perubahan lingkungan sehingga bisa digunakan sebagai tanda terjadinya perubahan tersebut Enzim Zat yang dibentuk oleh kelenjar berguna untuk melanjutkan proses-proses dalam tubuh Ekosistem Sistem yang mencakup interaksi-interaksi antar organisme dan antara organisme dengan faktor lingkungan Flagella Struktur mirip benang-benang halus yang keluar dari organisme uniseluler yang motil atau selsel motil yang dihasilkan oleh organisme multiseluler, fungsi utamanya pada lokomosi Fermentasi Respirasi yang disertai pindahnya hidrogen dari glukosa selama glikolisis diubah kembali ke asam piruvat, menghasilkan substansi seperti etil alcohol atau asam laktat Kanker Penyakit mematikan yang disebabkan oleh proliferasi sel (pembelahan sel-sel yang begitu cepat dan tidak terkendali) Meiosis Pembelahan sel diploid yang menghasilkan 4 sel anakan yang haploid Mitosis Pembelahan sel yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom sama dengan sel induknya Mutasi Perubahan pada gen atau kromosom dan bersifat menurun Nutrisi Proses distribusi nutrien (zat makanan) di dalam tubuh Selulosa Polisakarida yang dihasilkan oleh sitoplasma sel tanaman dan yang membentuk dinding sel Senyawa organik Senyawa yang berasal dari sisasisa makhluk hidup Simbiosis Hubungan antara jamur dengan organisme lain Simbiosis mutualisme Hubungan yang saling menguntungkan Stolon Hifa yang menghubungkan dua kumpulan sporangiofora Substrat Dasar makanan.