Produk Perbankan dan Lembaga Keuangan

Produk Perbankan dan Lembaga Keuangan

Sesuai dengan pengertian bank, maka produk perbankan dapat diuraikan sebagai berikut.

57524_future

1. Kredit Pasif Bank menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan yang berupa hal berikut ini. a. Giro yaitu simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan cara pemindahbukuan. b. Deposito berjangka yaitu simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpanan dengan bank yang bersangkutan. c. Sertifikat deposito yaitu deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan. d. Tabungan yaitu simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek atau alat yang dipersamakan dengan itu. e. Surat berharga yaitu surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang.

2. Kredit Aktif Bank menyalurkan atau melayani pemberian kredit kepada masyarakat, baik berupa kredit jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Adapun jenis kredit yang termasuk kredit aktif antara lain sebagai berikut. a. Kredit rekening koran (R/K), artinya kredit yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya dengan jaminan surat-surat berharga, barang dalam gudang atau barang bergerak. b. Kredit Reimburs (Letter of Credit), artinya kredit yang diberikan dengan cara mambayar harga pembelian suatu barang setelah nasabah memperlihatkan bukti-bukti pengiriman barang antarnegara. c. Kredit aksep, artinya kredit yang diberikan dengan cara menandatangani wesel yang ditarik oleh nasabah dan dijual ke bank. d. Kredit dokumenter, artinya kredit yang diberikan atas jaminan dokumen yang diserahkan ke bank. e. Kredit dengan jaminan surat-surat berharga, artinya kredit yang diberikan kepada nasabah untuk membeli surat-surat berharga.

3. Jasa Pembayaran Bank memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, baik lalu lintas pembayaran dalam negeri maupun pembayaran internasional. Sebagaimana bank, lembaga keuangan bukan bank juga memiliki produk-produk tertentu dalam kegiatannya. Adapun produk-produk lembaga keuangan bukan bank antara lain sebagai berikut. a. Perusahaan pembiayaan. b. Perusahaan sewa-guna (leasing). c. Perusahaan anjak piutang. d. Perusahaan pegadaian. e. Perusahaan kartu kredit. f. Perusahaan asuransi. g. Perusahaan penyelenggara dana pensiun.

Pengertian Perbankan

Pengertian Perbankan

Bank adalah sebuah lembaga keuangan yang bergerak dalam menghimpun
dana masyarakat dan disalurkannya kembali dengan menggunakan sistem bunga.
Dengan demikian, hakikat dan tujuan bank ialah untuk membantu masyarakat
yang memerlukan, baik dalam menyimpan maupun meminjamkan, baik berupa
uang atau barang berharga lainnya dengan imbalan bunga yang harus dibayarkan
oleh masyarakat pengguna jasa bank.  Pengertian Perbankan

Bank dilihat dari segi penerapan bunganya, dapat dikelompokkan menjadi dua,
yaitu seperti berikut.
a. Bank Konvensional
Bank konvensional ialah bank yang fungsi utamanya menghimpun dana
untuk disalurkan kepada yang memerlukan, baik perorangan maupun
badan usaha, guna mengembangkan usahanya dengan menggunakan sistem
bunga.
b. Bank Islam atau Bank Syar³’ah
Bank Islam atau bank syar³’ah ialah
bank yang menjalankan operasinya
menurut syariat Islam. Istilah bunga
yang ada pada bank konvensional
tidak ada dalam bank Islam. Bank
syariah menggunakan beberapa
cara yang bersih dari riba, misalnya
seperti berikut.
1) Mu??rabah, yaitu kerja sama
antara pemilik modal dan pelaku usaha dengan perjanjian
bagi hasil dan sama-sama
menanggung kerugian dengan persentase sesuai perjanjian. Dalam
sistem mu??rabah, pihak bank sama sekali tidak mengintervensi
manajemen perusahaan.
2) Musy?rakah, yakni kerja sama antara pihak bank dan pengusaha di
mana masing-masing sama-sama memiliki saham. Oleh karena itu,
kedua belah pihak mengelola usahanya secara bersama-sama dan
menanggung untung ruginya secara bersama-sama pula.
3) Wad³’ah, yakni jasa penitipan uang, barang, deposito, maupun surat
berharga. Amanah dari pihak nasabah berupa uang atau barang titipan
yang telah disebutkan di atas dipelihara dengan baik oleh pihak
bank. Pihak bank juga memiliki hak untuk menggunakan dana yang
dititipkan dan menjamin bisa mengembalikan dana tersebut sewaktuwaktu
pemiliknya memerlukan.
4) Qar?ul has?n, yakni pembiayaan lunak yang diberikan kepada
nasabah yang baik dalam keadaan darurat. Nasabah hanya diwajibkan
mengembalikan simpanan pokok pada saat jatuh tempo. Biasanya
layanan ini hanya diberikan untuk nasabah yang memiliki deposito
di bank tersebut sehingga menjadi wujud penghargaan bank kepada nasabahnya.

5) Mur?bahah, yaitu suatu istilah dalam fiqh Islam yang menggambarkan
suatu jenis penjualan di mana penjual sepakat dengan pembeli untuk
menyediakan suatu produk, dengan ditambah jumlah keuntungan
tertentu di atas biaya produksi. Di sini, penjual mengungkapkan
biaya sesungguhnya yang dikeluarkan dan berapa keuntungan yang
hendak diambilnya. Pembayaran dapat dilakukan saat penyerahan
barang atau ditetapkan pada tanggal tertentu yang disepakati. Dalam
hal ini, bank membelikan atau menyediakan barang yang diperlukan
pengusaha untuk dijual lagi dan bank meminta tambahan harga atas
harga pembeliannya. Namun demikian, pihak bank harus secara jujur
menginformasikan harga pembelian yang sebenarnya.