Materi Tentang Perkembangbiakan Hewan Makhluk Hidup

Materi Tentang Perkembangbiakan Hewan Makhluk Hidup

Materi Tentang Perkembangbiakan Hewan Makhluk Hidup

Perkembangbiakan Hewan
Perkembangbiakan Hewan

Perkembangbiakan Hewan

Perkembangbiakan pada hewan bisa terjadi secara aseksual dan seksual. Hewan avertebrata memiliki cara reproduksi yang berbeda dengan hewan vertebrata.

Perkembangbiakan Hewan

1. Reproduksi pada Hewan Avertebrata Reproduksi pada hewan avertebrata dapat terjadi secara vegetatif maupun generatif. a. Secara Vegetatif Perkembangbiakan secara vegetatif pada hewan avertebrata adalah dengan cara-cara sebagai berikut. 1) Pembelahan biner, contoh: Protozoa. 2) Fragmentasi (memisahkan sebagian koloni), contoh: Volvox. 3) Sporalasi (dengan membentuk spora), contoh: Plasmodium. 4) Tunas atau gemule,

Perkembangbiakan Hewan

contoh: hydra, porifera, dan colenterata. 5) Regenerasi (membentuk kembali bagian tubuh yang hilang). Contoh: cacing planaria dan bintang laut. b. Secara Generatif Perkembangbiakan secara generatif pada hewan avertebrata adalah dengan cara-cara sebagai berikut. 1) Partenogenesis (individu baru berasal dari sel telur yang tidak dibuahi), contoh: semut jantan dan lebah jantan. 2) Dengan pembuahan, individu baru berasal dari peleburan sel kelamin betina atau sel telur dan sel kelamin jantan atau spermatozoa. a) Konjugasi, yaitu reproduksi pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya, antara individu jantan dan betina belum bisa dibedakan.

Perkembangbiakan Hewan

Contoh: cacing dan Paramecium. b) Anisogami, peleburan gamet yang tidak sama besar. Contoh: terjadi pada plasmodium dalam tubuh nyamuk. c) Hermafrodit, merupakan peristiwa yang menyimpang dari kebiasaan, yaitu individu mampu menghasilkan sel kelamin jantan dan betina. Contoh: hydra, cacing pita, dan cacing tanah.

Perkembangbiakan Hewan

2. Reproduksi pada Hewan Vertebrata Reproduksi pada hewan vertebrata hanya terjadi secara generatif. Terjadinya individu baru didahului dengan adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina (pembuahan/ fertilisasi). Reproduksi pada vertebrata dibedakan menjadi ovipar, vivipar, dan ovovivipar.

Perkembangbiakan Hewan

a) Ovipar (bertelur) Ovivar terjadi pada hewan yang meletakkan telurnya di luar tubuh induk betina. Contoh: unggas, ikan, dan katak. b) Ovovivipar (bertelur beranak) Sebenarnya hewan ini bertelur, tetapi embrio berkembang pada saat telur masih berada di dalam tubuh induk betina. Contoh: pada sebagian reptil (kadal dan ular). c) Vivipar (beranak) Embrio berkembang dalam rahim induk betina. Embrio mendapatkan makanan dari tubuh induk betina melalui plasenta. Contoh: mamalia dan manusia.

a. Proses Pembuahan pada Hewan Pada hewan tingkat tinggi, jenis kelamin antara hewan jantan dan betina dapat dibedakan. Proses pembuahan berdasarkan tempatnya, dibedakan menjadi pembuahan di luar tubuh dan pembuahan di dalam tubuh.

1) Pembuahan di luar tubuh Pembuahan di luar tubuh dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu: a) Pembuahan luar secara acak, yaitu peristiwa pengeluaran sperma dan sel telur oleh hewan jantan dan betina secara bersamaan di sembarang tempat dalam air. Contoh: katak dan ikan. b) Pembuahan luar dalam sarang, sperma dan sel telur disimpan di dalam sarang atau cekungan. 2) Pembuahan di dalam tubuh Pembuahan di dalam tubuh disebut juga fertilisasi internal, terjadi dalam tubuh induk betina. Sel telur dari ovarium yang dihasilkan hewan betina dewasa disalurkan ke saluran telur. Sedangkan, hewan jantan memasukkan sperma ke dalam organ reproduksi betina. Dalam saluran telur terjadi pembuahan atau pertemuan antara sel telur dan sperma. Pembuahan ini dilakukan umumnya pada hewanhewan reptil, burung, mamalia, serta beberapa jenis ikan dan amfibi.

b. Perkembangbiakan Seksual pada Mamalia Perkembangbiakan secara seksual pada mamalia adalah sebagai berikut.

1) Alat perkembangbiakan pada hewan jantan Hewan jantan mempunyai sepasang testis berbentuk bulat, terletak di dalam kantung yang disebut skrotum. Testis memproduksi sel kelamin jantan (spermatozoa) yang dikeluarkan melalui saluran sperma (vas deferens). Pada alat kelamin bagian luar terdapat penis yang mempunyai fungsi untuk memasukkan sel sperma ke dalam alat kelamin betina. 2) Alat perkembangbiakan pada hewan betina Hewan betina mempunyai sepasang ovarium yang terletak di sebelah kanan dan kiri ginjal, ukurannya sangat kecil, berfungsi menghasilkan ovum (sel telur). Jika ovum telah matang, akan terjadi ovulasi (pelepasan ovum) dan keluar ke oviduk menuju uterus (rahim). Uterus merupakan tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio. Setelah uterus, terdapat vagina yang merupakan alat perkawinan luar, yaitu lubang tempat masuknya sel sperma. 3) Cara perkembangbiakan secara seksual Jika hewan telah memasuki tahap kedewasaan, sel telur akan dihasilkan dan terjadi ovulasi. Bila terjadi perkawinan, sperma masuk ke dalam alat reproduksi betina. Ovum yang telah diovulasi akan dibuahi dan terjadi di dalam oviduk. Setelah terjadi pembuahan, dihasilkan zigot yang akan bergerak menuju uterus dan menempel pada dinding uterus. Zigot tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Untuk memperoleh makanan dan oksigen dari induk, embrio dan induk dihubungkan dengan plasenta dan tali pusat. Embrio setelah mencapai kesempurnaan berubah menjadi fetus (janin) dan siap dilahirkan. Lamanya fetus atau masa kehamilan dalam uterus tiap hewan berbeda-beda.

Tingkat Reproduksi

Tingkat reproduksi adalah kemampuan suatu organisme untuk berkembang biak. Artinya, tingkat reproduksi adalah kemampuan suatu organisme untuk menghasilkan keturunan. Tingkat reproduksi sangat mempengaruhi kelangsungan hidupnya suatu organisme.

Tingkat organisme dapat dikatakan rendah bila jumlah keturunan yang dihasilkan sedikit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Akibatnya, organisme tersebut akan mengalami kepunahan dan menjadi langka. Contohnya adalah badak bercula satu. Untuk menghasilkan satu keturunan atau satu anak membutuhkan waktu ± 6 tahun. Contoh lain adalah harimau sumatra, panda, dan koala. Tingkat organisme dikatakan tinggi bila mampu menghasilkan keturunan yang banyak dalam waktu yang singkat. Makin banyak suatu makhluk hidup menghasilkan anak atau keturunan, secara tidak langsung kelangsungan hidup makhluk hidup tersebut mampu dipertahankan dan terhindar dari kepunahan. Contohnya adalah sapi, kambing, kelinci, ayam, itik, dan kuda.

1. Jelaskan jenis-jenis adaptasi pada makhluk hidup! Berikan contohnya! 2. Jelaskan akibat yang muncul dari hasil seleksi alam! 3. Jelaskan cara perkembangbiakan pada tumbuhan! 4. Jelaskan cara perkembangbiakan pada hewan! 5. Jelaskan pengertian dari tingkat reproduksi!

• Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh atau struktur tubuh tertentu suatu organisme terhadap lingkungannya. • Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi kerja alat-alat tubuh suatu organisme terhadap lingkungannya. • Adaptasi tingkah laku adalah perubahan perilaku suatu organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. • Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan secara kawin, terjadinya individu baru didahului dengan peleburan sel kelamin jantan dan betina. • Perkembangbiakan vegetatif atau aseksual adalah perkembangbiakan secara tidak kawin, individu baru berasal dari bagian-bagian tubuh induknya. • Perkembangbiakan secara vegetatif alami terdiri dari membelah diri, spora, stolon atau geragih, umbi akar, umbi batang, umbi lapis, rimpang atau rhizoma, tunas, dan tunas adventif. • Vegetatif buatan terbagi menjadi beberapa macam, yaitu mencangkok, menyambung atau mengenten, menempel atau okulasi, stek, dan merunduk. • Reproduksi generatif pada tumbuhan dilakukan dengan cara konjugasi, isogami, anisogami, dan penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan. • Reproduksi secara vegetatif pada hewan avertebrata adalah dengan cara pembelahan biner, fragmentasi, sporalasi (dengan membentuk spora), tunas atau gemule, dan regenerasi (membentuk kembali bagian tubuh yang hilang). • Reproduksi secara generatif pada hewan avertebrata adalah dengan cara partenogenesis dan pembuahan. • Reproduksi pada vertebrata dibedakan menjadi ovivar, ovovivivar, dan vivivar. • Tingkat reproduksi adalah kemampuan suatu organisme untuk berkembang biak atau menghasilkan keturunan.

Setelah kamu mempelajari tentang kelangsungan hidup makhluk hidup, coba kamu jelaskan kembali tentang cara-cara makhluk hidup mempertahankan kelangsungan hidupnya! Bagian mana yang belum kamu mengerti? Diskusikanlah bersama guru dan temanmu! Manfaat apa yang kamu peroleh dengan mempelajari kelangsungan makhluk hidup?

1. Adaptasi adalah …. a. k e m a m p u a n o r g a n i s m e memenangkan kompetisi di wilayahnya b. tempat hidup sejenis organisme tertentu c. k e m a m p u a n o r g a n i s m e menyesuaikan diri dengan lingkungannya d. kemampuan organisme untuk melestarikan jenisnya 2. Makhluk hidup yang mampu beradaptasi akan …. a. punah b. langka c. lestari d. terseleksi 3. Penyesuaian bentuk dan struktur tubuh dengan lingkungannya disebut adaptasi …. a. morfologi b. fisiologi c. tingkah laku d. habitat 4. Kaki itik berbeda bentuknya dengan kaki ayam. Hal ini termasuk adaptasi …. a. morfologi b. fisiologi c. tingkah laku d. makan 5. Kelangsungan hidup suatu makhluk hidup dapat dilihat dari …. a. tingkah lakunya b. perkembangbiakannya c. adaptasinya d. habitatnya 6. Keturunan baru yang dihasilkan berasal dari bagian tubuh induknya adalah ciri dari perkembangbiakan secara …. a. aseksual b. seksual c. generatif d. partenogenesis 7. Organisme yang berkembang biak tidak secara membelah diri adalah …. a. ganggang biru b. bakteri c. jamur d. amuba 8. Perkembangbiakan yang menggabungkan sifat-sifat dua tanaman adalah …. a. cangkok b. stek c. okulasi d. merunduk 9. Batang yang tumbuh mendatar atau menjalar di dalam tanah disebut …. a. umbi batang b. rhizoma c. geragih d. umbi lapis 10. Tempat terjadinya proses penyerbukan adalah …. a. kepala sari b. kepala putik c. tangkai putik d. tangkai sari

 

Materi Tentang Perkembangbiakan Tumbuhan

Materi Tentang Perkembangbiakan Tumbuhan

Materi Tentang Perkembangbiakan Tumbuhan

Perkembangbiakan Tumbuhan
Perkembangbiakan Tumbuhan

Perkembangbiakan Tumbuhan

Perkembangbiakan pada tumbuhan dibagi menjadi dua macam, yaitu perkembangbiakan generatif atau seksual dan vegetatif atau aseksual. Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan secara kawin, terjadinya individu baru didahului dengan peleburan sel kelamin jantan dan betina. Sedangkan, vegetatif adalah perkembangbiakan secara tak kawin.

Perkembangbiakan Tumbuhan

1. Cara Reproduksi pada Tumbuhan Berikut ini adalah cara-cara reproduksi pada beberapa tumbuhan, baik secara vegetatif maupun generatif. a. Reproduksi Vegetatif Reproduksi vegetatif atau aseksual adalah perkembangbiakan secara tidak kawin, individu baru berasal dari bagian-bagian tubuh induknya. Reproduksi vegetatif dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan.

Perkembangbiakan Tumbuhan

1) Vegetatif alami Jenis-jenis perkembangbiakan secara vegetatif alami pada tumbuhan adalah sebagai berikut. a) Membelah diri atau pembelahan biner Perkembangbiakan dengan membelah diri adalah satu sel induk membelah menjadi dua atau lebih sel anak. Setiap sel anak tumbuh menjadi individu baru. Sel anak sama dengan sel induk. Contohnya adalah pembelahan biner pada ganggang biru. b) Spora Individu baru terbentuk dari spora yang dihasilkan oleh induknya. Tiap spora bisa tumbuh menjadi individu baru.

Perkembangbiakan dengan spora terjadi pada alga, jamur, lumut, dan paku-pakuan. c) Stolon atau geragih Stolon adalah cabang yang tumbuh mendatar di atas permukaan tanah. Contohnya, stroberi, rumput teki, dan daun kaki kuda. d) Umbi Umbi adalah bagian tanaman yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Umbi dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

Perkembangbiakan Tumbuhan

(1) Umbi akar Umbi akar adalah akar yang tumbuh membesar dan beberapa tempat pada umbi tersebut terdapat calon tunas yang dapat tumbuh menjadi individu baru. Contoh: ubi. (2) Umbi batang Umbi batang adalah batang yang tumbuh membesar. Contoh: wortel, lobak, dan bit. (3) Umbi lapis Merupakan modifikasi dari pelepah daun yang tersusun rapat membentuk umbi. Pada setiap ketiak lapisan terdapat calon tunas. Bagian dasar umbi yang berbentuk cakram merupakan modifikasi dari batang. Contoh: bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay.

Perkembangbiakan Tumbuhan

e) Rimpang atau akar tinggal Akar tinggal disebut juga rhizoma, yaitu batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah. Contoh: kunyit, jahe, kencur, dan temu lawak. f) Tunas Tunas adalah tumbuhan yang tumbuh dari batang yang berada di dalam tanah. Umumnya, individu baru tumbuh tidak jauh dari induknya sehingga tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas membentuk rumpun. Contoh: pisang, bambu, dan tebu. g) Tunas adventif Tunas adventif adalah tunas yang tumbuhnya tidak pada batang, misalnya di daun. Contoh: cocor bebek, cemara, dan sukun. 2) Vegetatif buatan Vegetatif buatan terbagi menjadi beberapa macam, antara lain:

a) Mencangkok, hanya bisa dilakukan pada tumbuhan yang berkambium (dikotil). Contoh: jeruk, mangga, belimbing, dan jati. b) Menyambung atau mengenten, dengan tujuan menyambung dua jenis tanaman yang berbeda sifatnya, biasanya dilakukan pada pucuk tanaman. Contoh: singkong karet dengan singkong biasa. c) Menempel atau okulasi, yaitu menggabungkan dua jenis tanaman yang berbeda sifatnya dengan menggunakan lapisan kulitnya (pada mata tunas). Contoh: jeruk bali dengan jeruk limau. d) Stek, yaitu cara memperbanyak tanaman dengan menggunakan potongan-potongan dari bagian tubuh tanaman, baik akar, batang, atau daun. Contoh: tebu, tanaman bunga, dan singkong. e) Merunduk, yaitu membengkokkan cabang atau ranting tanaman ke bawah. Contoh: alamanda dan apel.

Bentuklah kelompok terdiri atas 4 – 5 orang. Cangkoklah sebuah tanaman dengan meminta petunjuk gurumu. Kemudian, diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. 1) Mengapa bagian yang berlendir (kambium) harus hilang dengan bersih? 2) Mengapa kulit harus dibuang?

3) Apa kelebihan dan kekurangan tanaman hasil mencangkok? 4) Apa yang dapat kamu simpulkan? 5) Manfaat apa yang kamu peroleh dari kegiatan tadi?

b. Reproduksi Generatif

Tumbuhan melakukan reproduksi generatif dengan cara sebagai berikut: 1) Konjugasi, yaitu reproduksi generatif pada tumbuhan yang belum jelas alat kelaminnya. Contoh: Spyrogyra (ganggang hijau) yang koloninya berbentuk benang. 2) Isogami, yaitu peleburan 2 sel gamet atau kelamin yang sama besar. Contoh: Clamydomonas (ganggang biru). 3) Anisogami, yaitu peleburan 2 sel gamet yang besarnya tidak sama. Gamet 1 lebih kecil (mikrogamet) dan gamet 2 lebih besar (makrogamet). Contoh: Ulva (ganggang yang berbentuk lembaran). 4) Penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan. Terjadi pada tumbuhan berbunga (Antophyta) atau tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Alat kelamin jantan berupa benang sari dan alat kelamin betinanya berupa putik.

c. Metagenesis Penjelasan tentang metagenesis adalah sebagai berikut: 1) Terjadinya reproduksi bergantian antara vegetatif dan generatif. 2) Terjadi pada tumbuhan lumut dan paku-pakuan. 3) Setiap generasi mengalami pergiliran keturunan, yaitu dari generasi gametofit (generasi penghasil gamet) ke generasi sporofit (generasi penghasil spora). 2. Penyerbukan Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Berdasarkan penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik, penyerbukan dibedakan menjadi: 1) Anemogami (penyerbukan yang dibantu oleh angin), contohnya rumput, jagung, padi. 2) Zoidiogami (penyebabnya hewan), dibagi menjadi beberapa macam, yaitu: a) Entomogami (serangga), contoh: bunga matahari b) Kiropterogami (kelelawar), contoh: jambu biji. c) Ornitogami (burung), contoh: padi. d) Malakogami (siput), contoh: tumbuhan buah. 3) Hidrogami (air), contoh: tumbuhan air. 4) Antropogami (manusia), contoh: vanili. Berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan dibedakan menjadi:

1) Autogami (penyerbukan sendiri). Serbuk sari berasal dari bunga yang sama. Autogami yang terjadi sebelum bunga mekar disebut kleistogami. 2) Geitonogami (penyerbukan tetangga). Serbuk sari berasal dari bunga lain, tetapi masih satu pohon. 3) Alogami. Serbuk sari berasal dari pohon lain, tapi masih satu varietas. 4) Bastar. Serbuk sari dari pohon lain yang berbeda varietas. 3. Pembuahan Pembuahan adalah proses peleburan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina menjadi zigot sebagai calon individu baru.

a. Pembuahan pada Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) Tumbuhan Gymnospermae disebut tumbuhan berbiji tertutup karena bijinya tidak tertutup, contohnya melinjo dan pakis haji. Serbuk sari terdiri atas dua sel, yaitu sel vegetatif (besar) dan sel generatif (kecil). Serbuk sari yang jatuh di kepala putik berada pada tetes penyerbukan, diisap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil. Serbuk sari ini akan tumbuh membentuk buluh serbuk sari, kemudian bergerak menuju ruang arkegonium yang berisi sel telur. Sel generatif akan membelah menjadi dua, yaitu membentuk sel dinding (sel dislokator) dan sel spermatogen. Selanjutnya, sel spermatogen membelah membentuk dua spermatozoid yang mempunyai bulu getar. Jika buluh serbuk sari sudah sampai ke arkegonium, sel vegetatif akan lenyap, sel spermatozoid akan membuahi sel telur dan membentuk zigot. Proses pembuahan ini hanya terjadi satu kali sehingga disebut pembuahan tunggal.

b. Pembuahan pada Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)

Apabila serbuk sari jatuh di kepala putik, serbuk sari melekat. Serbuk sari tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang di dalamnya terdapat satu inti vegetatif dan dua inti generatif. Buluh serbuk sari menuju ruang bakal biji dengan inti vegetatif sebagai petunjuk jalan. Sesampainya serbuk sari di dalam bakal biji, inti vegetatif mati. Inti generatif 1 membuahi ovum dan menghasilkan zigot, inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder yang berfungsi menghasilkan cadangan makanan (endosperm) bagi calon individu baru. Pembuahan ini disebut pembuahan ganda karena terjadi dua pembuahan.

4. Pemencaran Organisme Area atau daerah distribusi organisme satu dengan yang lain tidak sama karena kehidupan organisme sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Tumbuhan dapat hidup secara optimum apabila syarat yang diperlukan untuk tumbuh dan lingkungannya dapat dipenuhi. a. Pemencaran Tumbuhan dengan Bantuan Faktor Dalam Pemencaran ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pemencaran alat reproduksi vegetatif dan pemencaran alat reproduksi generatif. 1) Pemencaran alat reproduksi vegetatif Terjadi pada tumbuhan yang tidak menghasilkan biji. Contoh: pemencaran dengan stolon, rhizoma, umbi batang, dan tunas. 2) Pemencaran alat reproduksi generatif (pemencaran secara mekanik) Pemencaran dapat terjadi melalui cara-cara berikut ini: a) Mekanisme ledakan Terjadi pada buah polongan, misalnya: petai cina. Jika kulit buah kering karena sinar matahari, maka akan mengerut dan pecah mendadak (meledak). b) Gerak higroskopis Terjadi pada buah dalam keadaan basah dan karena perbedaan kadar air, kulit buah akan pecah. Misalnya: nangka.

c) Mekanisme pedupaan (dengan penggoyangan), misalnya jagung Terjadi karena adanya penggoyangan, misalnya oleh tiupan angin. Contoh: jagung. b. Pemencaran Tumbuhan dengan Bantuan Faktor Luar Pemencaran ini dibedakan menjadi anemokori, hidrokori, zookori, dan antropokori.

1) Anemokomori Anemokori adalah pemencaran dengan bantuan angin. Biasanya terjadi pada struktur biji yang dapat terbang, misalnya ringan dan kecil (biji anggrek), bersayap (biji mahoni), dan berjambul (biji aster, gerbera, dan kapas).

2) Hidrokori Hidrokori adalah pemencaran tumbuhan dengan bantuan air. Terjadi pada biji yang berat jenisnya kurang dari satu dan mempunyai perlindungan yang baik (kulit biji ada 3 lapis), misalnya pada kelapa. 3) Zookori Zookori adalah pemencaran tumbuhan dengan bantuan hewan. Zookori dibedakan menjadi: a) Entomokori (dengan bantuan serangga, misalnya tumbuhan bunga). b) Ornitokori (dengan bantuan burung, misalnya tumbuhan biji-bijian). c) Kiropterokori (dengan bantuan kelelawar, misalnya tumbuhan buah-buahan). d) Mamokori (dengan bantuan mamalia, misalnya kopi oleh musang). 4) Antropokori (dengan bantuan manusia) Antropokori dapat terjadi secara sengaja (eksozoit). Misalnya, terjadi pada tumbuhan yang mendatangkan keuntungan (kopi, cengkeh, padi, dan lain-lain). Secara tidak sengaja (endozoit), misalnya biji rumput jarum yang menempel pada pakaian atau bahan lain yang dibawa oleh manusia.

 

Pembahasan Tentang Reproduksi pada Tumbuhan

Pembahasan Tentang Reproduksi pada Tumbuhan

Pembahasan Tentang Reproduksi pada Tumbuhan

Reproduksi pada Tumbuhan
Reproduksi pada Tumbuhan

Reproduksi pada Tumbuhan – Pernahkah kamu menga mati tumbuhan yang bera da di sekitar rumah atau sekolahmu? Tahukah kamu bagaimana tum buhan yang berada di sekitar mu menjadi bertambah ba nyak? Bagaimana tumbuhan tersebut bereproduksi atau berkembangbiak? Pada bab ini akan dipelajari berbagai ma cam cara reproduksi kelompok besar tumbuhan, yaitu tumbuhan berbiji ter tutup (Angiospermae), tum buhan berbiji terbuka (Gym nospermae), tumbuhan paku (Pteridophyta) dan Lumut (Bryo phyta). Pena saran bu kan dengan penjelasan dan contoh setiap golongan tum buhan? Ayo kita pelajari pembahasan nya dengan seksama!

Reproduksi pada Tumbuhan

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae

Reproduksi pada Tumbuhan – Pernahkah kamu melihat tanaman mangga, rambutan, kelapa, padi, dan jagung? Tanaman tersebut merupakan contoh da ri kelompok tumbuhan Angiospermae. Apa yang dimaksud tumbuhan Angiosper mae? Tumbuhan Angiospermae atau tum buhan biji tertutup adalah tumbuhan yang memiliki ciri bakal biji berada dalam bakal buah (ovarium). Bakal buah adalah bagian putik yang membesar yang tersusun oleh daun buah (karpel). Bakal buah selanjutnya akan berkembang menjadi buah dan bakal biji berkembang menjadi biji. Tumbuhan biji tertutup sangat penting bagi kehidupan manusia maupun hewan, karena tumbuhan inilah yang menyediakan hampir semua bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Tumbuhan Angiospermae mengalami reproduksi aseksual dan reproduksi seksual.

Reproduksi pada Tumbuhan

a. Reproduksi Aseksual

Reproduksi pada Tumbuhan – Tahukah kamu apa saja organ tumbuhan yang terlibat da lam proses reproduksi aseksual? Coba kamu ingat lagi, organ tumbuh an apa yang terlibat dalam reproduksi tanaman singkong, stroberi, dan juga bawang merah? Jika kesulitan, kamu dapat mengamati langsung tanaman tersebut di lingkungan sekitarmu. Lakukanlah kegiatan berikut bersama temanmu agar lebih memahami materi reproduksi aseksual pada tumbuhan!

Reproduksi pada Tumbuhan – Berdasarkan hasil kegiatan Ayo, Kita Diskusikan tentang Reproduksi Aseksual pada Tumbuhan, apakah kamu menemukan bahwa beberapa tumbuhan dapat bereproduksi dengan cara berbeda? Jika kamu cermati, tumbuhan dapat bereproduksi dengan menggunakan bagian tumbuhan seperti akar, batang, ataupun daun. Cara reproduksi tumbuhan dengan menggunakan bagian tumbuhan disebut reproduksi secara vegetatif. Reproduksi tumbuhan secara vegetatif disebut juga reproduksi aseksual karena tumbuhan dapat menghasilkan individu baru tanpa me libatkan proses fertilisasi (proses peleburan inti sel sperma de ngan inti sel telur sehingga membentuk zigot). Tumbuhan dapat melakukan reproduksi aseksual karena tumbuhan memiliki sel-sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel penyusun jaringan dan organ tumbuhan yang disebut sel meristem.

Keturunan yang dihasilkan dari reproduksi aseksual memiliki sifat atau karakter yang sama dengan sifat induk. 1) Reproduksi Aseksual Alami Berdasarkan hasil kegiatan Ayo, Kita Diskusikan tentang reproduksi aseksual tumbuhan, kamu telah mengenal dan mengetahui reproduksi aseksual pada tumbuhan bukan? Ka mu juga menemukan bahwa tumbuhan dapat bereproduksi dengan bantuan manusia dan ada pula tumbuhan yang dapat bereproduksi tanpa bantuan manusia (secara alami). Cermati lagi apa saja tumbuhan yang dapat bereproduksi tanpa bantuan ma nusia atau bereproduksi secara alami! Tumbuhan yang dapat bereproduksi dengan bagian tu buhnya tanpa bantuan manusia inilah yang disebut dengan re produksi aseksual alami atau reproduksi vegetatif alami. Berikut ini adalah berbagai macam cara reproduksi aseksual alami.

a) Rhizoma Masih ingatkah kamu dengan ciri batang? Pada batang terdapat ruas dan buku, inilah tempat tumbuhnya tunas yang akan berkembang menjadi tumbuhan baru. Beberapa tumbuhan bereproduksi dengan tunas pada batang yang ada di dalam tanah.

Batang yang ada di dalam tanah disebut rhizoma. Beberapa contoh tumbuhan yang reproduksi dengan rhizoma adalah jahe, kunyit, lengkuas, dan temulawak. b) Stolon Pernahkah kamu mengamati rumput di lapangan? Pada rumput dan beberapa tanaman lain misalnya stroberi dan pegagan terdapat batang yang menjalar di atas tanah. Batang tumbuhan yang menjalar di atas tanah disebut stolon (geragih). Tunas dapat tumbuh pada buku dari stolon. Saat tu nas terpisah dari tanaman induk, tunas sudah mampu tumbuh menjadi individu baru.

c) Umbi Lapis

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan umbi lapis? Umbi lapis terdapat pada bawang merah. Coba perhatikan lapisan-lapisan yang terdapat pada bawang merah.

Dinamakan umbi lapis karena memperlihatkan susunan berlapis-lapis yang terdiri atas daun yang menebal, lunak dan berdaging dan batang yang berupa bagian kecil pada bagian bawah umbi lapis yang disebut dengan cakram. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa umbi lapis (bulbus PHUXSDNDQPRGL¿NDVL batang dan daun. Pada tumbuhan yang bereproduksi dengan umbi lapis, terdapat kuncup samping. Kuncup samping yang tumbuh biasanya merupakan umbi lapis kecil-kecil, berke lompok di sekitar umbi induknya. Bagian ini dinamakan siung atau anak umbi lapis. Jika siung tersebut dipisahkan dari induknya, maka akan menghasilkan tumbuhan baru.

d) Umbi Batang

Pernahkah kamu mengamati sebuah kentang? Jika kamu amati dengan seksama, pada permukaan kentang, mungkin kamu akan dapat melihat mata tunas (kuncup). Pada kondisi yang sesuai untuk pertumbuhannya dari mata tunas ini akan terbentuk tunas dan menghasilkan tumbuhan baru. Kentang merupakan salah satu contoh tumbuhan yang mengalami pembengkakan pada batang di dalam tanah dan berisi cadangan makanan. Batang yang demikian disebut dengan umbi batang. Umbi batang selain berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan juga berfungsi untuk reproduksi. Tanaman ubi jalar juga dapat berkembangbiak dengan menggunakan umbi batang.

e) Kuncup Adventif Daun Bagaimana daun dapat menghasil kan individu baru? Tahukah kamu bah wa pada bagian tepi daun terdapat sel yang selalu membelah (sel meristem). Pada bagian daun yang demikian da pat membentuk kuncup. Kuncup merupa kan calon tunas yang terdiri atas calon batang beserta calon daun. Kuncup yang terdapat pada tepi daun disebut kuncup adventif daun atau tunas liar pada tepi daun. Contoh tumbuhan yang reproduksi dengan kuncup adven tif daun adalah cocor bebek.

2) Reproduksi Aseksual Buatan

Pernahkah kamu mendengar tentang pohon jeruk yang ma sih muda tetapi mampu menghasilkan buah dalam jumlah ba nyak dan rasa yang manis? Apakah jeruk jenis demikian ada secara alami di alam? Tahukah kamu bagaimana singkong atau ketela pohon ditanam di kebun yang luas? Reproduksi aseksual dapat terjadi secara alami di alam seperti yang telah dibahas sebelumnya. Reproduksi aseksual juga dapat dilakukan dengan bantuan manusia.

a) Cangkok

Cangkok dapat dilakukan dengan mengelupas kulit suatu tangkai tanaman berkayu, kemudian dibalut dengan ta nah dan dibungkus dengan sabut kelapa atau plastik, sehingga tumbuh akar. Apabila bagian kulit yang terkelupas telah tumbuh akar, maka tangkai da pat dipotong dan ditanam di tanah. Tanaman yang dihasilkan dari cangkok memiliki sifat seperti induk dan cepat berbuah. Namun demikian, perakaran tanaman ini kurang kuat. Cang kok dapat dilakukan pada tanaman berkayu seperti mangga, rambutan, kelengkeng dan jeruk.

b) Merunduk

Merunduk dapat dilakukan dengan membenamkan tangkai tanaman ke tanah, sehingga bagian yang tertanam dalam tanah tumbuh akar. Apabila sudah tumbuh akar maka tanaman dapat dipisahkan dari induk. Merunduk dapat dilakukan pada tanaman yang memiliki cabang batang yang panjang dan lentur, misalnya bunga Alamanda.

c) Menyambung (enten) Cara reproduksi menyambung (enten) adalah dengan memotong suatu batang tanaman lalu disambung dengan batang tanaman lain yang sejenis yang berbeda sifat.

Pada satu pohon tanaman hasil enten dapat menghasilkan dua atau lebih buah atau bunga dengan sifat yang berbeda, misalnya tanaman te rong hijau disambung dengan terong ungu, maka dalam satu tanaman dapat menghasilkan terong hijau dan terong ungu. Tanaman bunga kertas (Bougainvillea) adalah salah tanaman yang sering disambung agar dalam satu tanaman terdapat beberapa warna bunga, misalnya pada suatu cabang batang tanaman bunga kertas yang berwarna merah disambung dengan potongan cabang batang tanaman bunga kertas berwarna ungu dan pada cabang lain disambung dengan cabang batang yang memiliki bunga berwana putih. Dengan demikian, akan dihasilkan tanaman bunga kertas yang memiliki bunga beraneka warna dalam satu tanaman.

d) Menempel (okulasi) Cara reproduksi menempel (okulasi) dapat dilakukan dengan menempelkan mata tunas yang ada pada kulit tanaman pada batang tanaman lain yang sejenis. Teknik okulasi atau menempel sering digunakan oleh petani untuk mendapatkan tanaman “unggul” dari 2 atau lebih tanaman yang se jenis.

Misalnya untuk menghasilkan buah jeruk dengan sifat unggul. Misalnya jenis pohon jeruk batang kuat tetapi jeruknya kecil dan masam dan jenis pohon jeruk yang pohonnya tidak terlalu kuat tetapi jeruknya besar dan manis. Mata tunas pohon jeruk dengan hasil buah besar dan manis ditempelkan pada batang pohon jeruk yang batangnya kuat. Oleh karena itu, akan dapat dihasilkan pohon jeruk yang berbatang kuat dengan buah yang besar dan manis. Pohon jeruk yang masih muda tetapi mampu menghasilkan buah dalam jumlah banyak dan rasa yang manis dapat dihasilkan melalui teknik okulasi.

e) Setek

Setek adalah cara reproduksi vegetatif dengan memotong (memisahkan dari induk) suatu bagian tanaman dan kemudian ditanam untuk menghasilkan individu baru, misalnya untuk menanam ketela pohon atau bunga mawar dapat menggunakan batangnya atau disebut setek batang. Tanaman cocor bebek dapat diperbanyak dengan menggunakan setek daun. Tanaman sukun dapat diperbanyak dengan menggunakan setek akar. Petani juga menggunakan teknik setek untuk menanam tebu, rumput gajah untuk pakan ternak, dan pohon seruni.