Pandangan Gereja tentang Kesederajatan Pria Wanita

Pandangan Gereja tentang Kesederajatan Pria Wanita

Pandangan Gereja tentang Kesederajatan Pria Wanita

Pandangan Gereja tentang Kesederajatan Pria Wanita
Pandangan Gereja tentang Kesederajatan Pria Wanita

Gereja menaruh perhatian yang cukup besar dalam memperjuangkan kesederajatan antara perempuan dan laki-laki. Perjuangan Gereja tersebut dilandasi oleh pandangan Gereja sendiri, sebagaimana terungkap dalam Katekismus Gereja Katolik berikut ini.

Artikel 369

Pria dan wanita diciptakan, artinya, dikehendaki Allah dalam persamaan yang sempurna di satu pihak sebagai pribadi manusia dan di lain pihak dalam kepriaan dan kewanitaannya. ”Kepriaan” dan ”kewanitaan” adalah sesuatu yang baik dan dikehendaki Allah: keduanya, pria dan wanita, memiliki martabat yang tidak dapat hilang, yang diberi kepada mereka langsung oleh Allah, Penciptanya. Keduanya, pria dan wanita, bermartabat sama ”menurut citra Allah”. Dalam kepriaan dan kewanitaannya mereka mencerminkan kebijaksanaan dan kebaikan Pencipta.

Artikel 371

Allah menciptakan pria dan wanita secara bersama dan menghendaki yang satu untuk yang lain. Sabda Allah menegaskan itu bagi kita melalui berbagai tempat dalam Kitab Suci: ”Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia” (Kej 2:18). Dari antara binatang-binatang manusia tidak menemukan satu pun yang sepadan dengan dia (Kej 2:19-20). Wanita yang Allah “bentuk” dari rusuk pria, dibawa kepada manusia. Lalu berkatalah manusia yang begitu bahagia karena persekutuan dengannya, “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kej 2:23). Pria menemukan wanita itu sebagai aku yang lain, sebagai sesama manusia.

Baca juga : Tentang Pandangan Gereja tentang Hidup

Artikel 372

Pria dan wanita diciptakan ”satu untuk yang lain”, bukan seakanakan Allah membuat mereka sebagai manusia setengah-setengah dan tidak lengkap, melainkan Ia menciptakan mereka untuk satu persekutuan pribadi, sehingga kedua orang itu dapat menjadi ”penolong” satu untuk yang lain, karena di satu pihak mereka itu sama sebagai pribadi (”tulang dari tulangku”), sedangkan di lain pihak mereka saling melengkapi dalam kepriaan dan kewanitaannya. Dalam perkawinan, Allah mempersatukan mereka sedemikian erat, sehingga mereka ”menjadi satu daging” (Kej 2:24) dan dapat meneruskan kehidupan manusia: ”Beranak-cuculah dan bertambah banyaklah; penuhilah bumi” (Kej 1:28). Dengan meneruskan kehidupan kepada anak-anaknya, pria dan wanita sebagai suami isteri dan orang-tua bekerja sama dengan karya Pencipta atas cara yang sangat khusus.

Pandangan dan perjuangan Gereja itu sendiri tidak dapat dilepaskan dari pandangan dan sikap Yesus yang dalam upaya-Nya mewartakan dan mewujudkan Kerajaan Allah, juga berusaha menegakkan kesederajatan antara perempuan dan laki-laki, sebagaimana nampak dalam Yoh 8: 2-11 dan Mrk 15: 21-28 a. Baca kedua kutipan tersebut dengan teliti! b. Buatlah daftar pertanyaaan terhadap hal-hal yang belum kamu pahami dari ke dua kutipan tersebut ! c. Bahaslah pertanyaan-pertanyaan tersebut bersama teman-temanmu dan guru ! d. Buatlah kesimpulan apa kesederajatan yang terungkap dari kedua kutipan tersebut!

Refleksi dan Aksi

Anak-anak yang terkasih, sebagai penutup pelajaran hari ini, mari kita refleksi sejenak. Keluhuran martabat manusia bukan ditentukan oleh apakah dia seorang laki-laki atau perempuan. Apakah saya selama ini menghormati teman saya sebagai ciptaan Allah yang bermartabat luhur? Menghina manusia sama dengan menghina penciptanya. Apakah saya pernah menghina teman saya perempuan atau laki-laki? Laki-laki dan perempuan itu sederajat.

Apakah saya menghormati siapa saja dan tidak menganggap lawan jenis sebagai saingan? Sekarang, pikirkan kebiasaan baik apa yang akan dilakukan sebagai wujud penghormatan terhadap kesederajatan perempuan dan laki-laki, misalnya: • Mau bergaul dengan siapa saja dengan tetap menjaga kesopanan dan kesusilaan • Tidak menghina lawan jenis • ….dan sebagainya Masih dalam suasana hening, buatlah motto dan refleksimu yang menggambarkan keyakinanmu bahwa perempuan dan laki-laki itu sederajat. Hiasilah motto itu sebaik mungkin, dan dikumpulkan. Doa: Allah, Bapa Pencipta, Engkau menciptakan perempuan dan laki-laki sederajat. Ajarilah kami saling menghormati dan menghargai keutamaan kami masing-masing sebab dengan cara demikianlah kami juga meluhurkan Engkau Demi Kristus, Tuhan kami

Mengembangkan Diri sebagai Perempuan dan Laki-laki

Doa Allah Bapa Maha Pencipta, kami bersyukur telah diciptakan sebagai citraMu, sebagai perempuan atau laki-laki. Bimbinglah kami, agar dalam masa remaja ini kami dapat melatih dan mengembangkan diri menjadi perempuan atau laki-laki sejati menjadi manusia yang sempurna, sebagaimana Engkau sempurna adanya sebagaimana telah ditunjukkan oleh PuteraMu, Yesus Kristus dan Bunda Maria, Bunda kami. Amin.

1. Berkembang Sesuai dengan Kodrat sebagai Perempuan atau Laki-laki Panggilan setiap manusia adalah agar ia dapat berkembang sesuai kodratNya. Maka sebagai perempuan, ia harus berkembang menjadi perempuan sejati. Sebagai laki-laki, ia harus berkembang menjadi laki-laki sejati. Pernahkah kamu mendengar istilah “perempuan sejati” atau “lakilaki sejati”? Tahukah kamu kriteria yang menyebabkan mereka dapat disebut “sejati”? Ada baiknya kamu bersama teman-teman mencoba memikirkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tetapi istilah sejati itu sendiri sifatnya relatif, karena di dunia ini tak ada yang benar-benar sejati, selain dari Allah sendiri. Mungkin yang lebih penting kamu pikirkan saat ini adalah bagaimana cara dan bentuknya, agar sebagai perempuan atau laki-laki, kamu dapat hidup secara membanggakan, mengagumkan, dan bermakna bagi sesama dengan tidak melanggar kodratmu.

Semula Menjengkelkan, Kemudian Berguna Nama saya Anton. Saya anak kedua dari lima bersaudara. Sejak kelas empat SD, saya tinggal jauh dari orang tua karena diminta menemani Bibi yang bekerja di kota lain. Bibi bekerja sebagai Guru SD. Saya pulang ke rumah orang tua hanya dua kali dalam setahun, yakni setiap libur semester. Saya tinggal di rumah Bibi sejak SD sampai SMA, sejak Bibi belum menikah, sampai Bibi mempunyai anak tiga. Ada pengalaman yang tak dapat saya lupakan semasa tinggal dengan Bibi. Sejak Bibi menikah dengan suaminya, yang juga bekerja sebagai guru, dan mempunyai seorang anak, mencari penghasilan tambahan dengan memberikan les privat. Mereka sering tidak sempat berbelanja, dan tidak sempat memasak. Oleh karena itu, saya sering disuruh Bibi belanja ke warung. Biasanya Bibi, sudah menuliskan apa saja yang akan dibeli, sayurmayur, dan berbagai macam bumbu dapur.

Awalnya saya malu bukan main. Bayangkan, saya adalah anak laki-laki satu-satunya yang setiap hari harus antri di warung untuk belanja sayuran di antara ibu-ibu, Ada ibu-ibu yang memuji dan bangga melihat saya karena mau membantu Bibi berbelanja. Tetapi ada juga yang mengejek. Adakalanya ibu-ibu mengalah dan memberi kesempatan kepada saya untuk belanja lebih dahulu. Lama-kelamaan, Bibi saya tidak hanya menyuruh saya belanja. Saya juga disuruh untuk memasak. Saya diberi tahu cara memotong kangkung, mengiris bawang, menumbuk bumbu, hingga memasaknya.

Saya dapat memasak sayur , membuat sambal terasi, dan yang lainnya. Selain memasak, saya juga harus mengasuh anak Bibi. Jika bibi sangat sibuk, saya harus memandikan anak-anak Bibi, dan menyiapkan makanan mereka. Saya juga menyapu, mengepel, mencuci pakaian, menyetrika, dan sebagainya.Kadang-kadang saya marah dalam hati “Mengapa Bibi saya memperlakukan saya seperti ini ? Saya kan laki-laki” Bayangkan semua pekerjaan itu saya lakukan selama saya tinggal di rumah Bibi, yaitu sejak SD sampai lulus SMA. Sejak bibi menikah hingga mempunyai tiga anak. Kadang-kadang saya malu. Tapi saya berusaha tidak menolak dan tidak berontak terhadap apa saja yang Bibi perintahkan kepada saya. Saya sadar, bahwa kalau saya tidak ikut Bibi, saya mungkin tidak dapat bersekolah. Bibi yang membiayai sekolah saya sejak saya tinggal dengan Bibi.

Di kemudian hari, saat saya kuliah, saya baru sadar bahwa ternyata apa yang Bibi latih selama ini sangat berguna. Di tempat kost saya dapat memasak. Saya menjadi pribadi yang mandiri . Lebih-lebih setelah saya menikah dan mempunyai anak, saya dapat mengurus anak-anak saya dengan baik. Bahkan sampai sekarang, kebiasaan memasak itu menjadi kegiatan yang menyenangkan. Saya senang dan bangga, karena walaupun saya seorang bapak, tetapi berkat didikan Bibi di masa lalu, di dalam keluarga saya tidak hanya mengandalkan istri untuk urusan masak atau mengurus anak. Saya dapat membantu istri saya

Diskusikan pertanyaan berikut ini dan komunikasikan hasilnya!

1. Setelah membaca kisah di atas, hal menarik apa yang kamu peroleh?

2. Apa pengetahuan dan keterampilan yang sebaiknya kamu latih agar kelak dapat menjadi perempuan sejati atau laki-laki sejati, atau mejadi seorang Ibu atau menjadi seorang bapak?

3. Kebiasaan dan nilai-nilai apa yang perlu ditumbuhkan dalam dirimu, sehingga kamu juga bertumbuh menjadi citra Allah yang sesungguhnya?

4. Berilah beberapa contoh lain yang mengungkapkan sikap atau perilaku yang tidak sesuai dengan penghayatan diri remaja sebagai perempuan atau laki-laki dan tunjukkan nilai apa yang terungkap di dalamnya.

 

Tuhan Menciptakan Pria dan Wanita

Tuhan Menciptakan Pria dan Wanita

Tuhan Menciptakan Pria dan Wanita

Tuhan Menciptakan Pria dan Wanita
Tuhan Menciptakan Pria dan Wanita

Sebuah cerita rakyat mengisahkan bahwa manusia pria dan wanita pertama diciptakan Tuhan dari sebatang pohon, pohon kehidupan. Menurut cerita itu dikisahkan bahwa pada suatu hari, ketika matahari sedang terik-teriknya, badai bertiup kencang, sungai-sungai dan lautan bergemuruh, Tuhan menebang sebatang pohon dan dari batang pohon itu Tuhan memahat dan mengukir sosok tubuh manusia lakilaki sesuai gambaran yang berada pada pikiran dan hatinya. Tuhan bekerja keras untuk memahat dan mengukir bakal sosok tubuh laki-laki itu karena sebatang pohon itu banyak urat dan mata kayunya.

Sesudah selesai memahat dan mengukir bakal sosok tubuh laki-laki itu, Allah meniupkan nafas-Nya ke dalam hidung patung kayu itu, maka terciptalah manusia laki-laki yang pertama, kuat, kokoh, tegap dan perkasa. Sesudah itu Tuhan melihat bahwa tidak baik hanya menciptakan manusia sejenis, laki-laki saja. Maka Tuhan menciptakan manusia yang lain, yaitu manusia wanita, supaya keduanya dapat saling melengkapi. Ketika hendak menciptakan manusia wanita, Tuhan tidak menciptakan wanita dari batang pohon, tetapi dari daun-daun dan bunga-bunga pohon yang dipakai saat menciptakan laki-laki. Tuhan merangkai daun-daun dan bunga-bunga itu menjadi sebuah janur yang menyerupai sosok wanita sesuai dengan gambaran yang berada dalam pikiran dan hatinya.

Lalu Tuhan meniupkan napas kehidupan ke dalam hidungnya, maka terciptalah wanita pertama yang cantik, lemah lembut perilakunya dan halus bahasanya. Sesudah itu Tuhan mengantar manusia wanita itu kepada laki-laki. Manusia laki-laki menerima dengan sangat gembira teman hidupnya itu. Setelah beberapa hari, manusia laki-laki itu datang kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, makhluk yang Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tak bahagia. Dia mempersoalkan hal yang kecilkecil, berbicara tanpa henti. Cengengnya minta ampun. Saya mau mengembalikannya kepadaMu!” Tuhan berkata: “Baiklah!” dan Tuhan menerima wanita itu kembali.

Setelah beberapa hari berlalu, laki-laki itu datang kembali kepada Tuhan dan berkata: “Tuhan, hidup saya ternyata amat sepi tanpa wanita itu. Saya selalu teringat kepadanya. Saya teringat akan caranya dia berbicara dan berjalan, caranya dia menari dan memandang saya dengan sudut matanya. Saya terkenang akan cara dan bunyi tertawanya. Dia begitu cantik untuk dipandang dan begitu lembut untuk disentuh. Tuhan berikan dia kembali kepada saya!” Tuhan berkata, “Baiklah!” dan Tuhan memberikan kembali wanita itu kepadanya.

Tetapi tiga hari kemudian, pria itu datang lagi dan berkata: “Tuhan, saya tidak tahu harus katakan apa. Sulit untuk menjelaskannya. Tetapi saya berkesimpulan bahwa wanita itu lebih banyak mendatangkan kesusahan dari pada kesenangan. Saya mohon, ambillah kembali. Saya tidak dapat hidup dengan dia!” Tuhan menjawab: “Kamu juga tidak dapat hidup tanpa dia !”. Bingung dan putus asa, pria itu berkata: “Benar Tuhan, rasanya saya tidak dapat hidup dengan dia, tetapi saya juga tidak dapat hidup tanpa dia!”

(Romo Yosef Lalu pr,Percikan Kisah Anak Manusia, Komkat KWI)

Untuk lebih memahami makna cerita tersebut bacalah kembali secara teliti dan bertanyalah kepada guru jika ada yang belum dapat kamu mengerti. Kamu dapat melihat, bahwa perempuan di mata laki-laki mempunyai kekurangan, sebaliknya laki-laki di mata perempuan mempunyai kekurangan. Maka lebih baik jika kamu mulai melihat dari sisi lain, bahwa sebagai perempuan atau laki-laki, pasti mempunyai banyak hal yang dibutuhkan, yang disukai, dan membanggakan. Amati temanmu! Lihat pancaran wajahnya, dan kebiasaannya. Pasti ada yang membanggakan. Tuliskan pendapatmu!

Bila kamu perempuan: Saya bangga sebagai perempuan, karena… Bila kamu laki-laki : Saya bangga sebagai laki-laki karena… a. Tuliskan dalam buku catatanmu ! b. Diskusikan jawabanmu kepada teman-temanmu ! 2. Pandangan Kitab Suci tentang Perempuan dan Laki-laki Baca dan renungkan kutipan Kitab Suci berikut!

Kejadian 1: 26 – 27; 2: 18. 21 – 23. 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging 2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 2:23 Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”

Katekismus Gereja Katolik (KGK), menegaskan perihal perempuan dan laki-laki sebagai berikut ini.

2333 “Tiap manusia, apakah ia pria atau wanita, harus mengakui dan menerima seksualitasnya…” 2334 “Ketika menciptakan manusia sebagai pria dan wanita, Allah menganugerahkan kepada pria dan wanita martabat pribadi yang sama dan memberi mereka hak-hak serta tanggung jawab yang khas”

• cobalah kamu tanyakan hal-hal yang belum dapat kamu pahami berkaitan dengan bacaan tersebut ! • Apa kesimpulan yang kalian peroleh dari kutipan-kutipan tersebut di atas? Coba tanyakanlah hal-hal yang belum kamu pahami berkaitan kedua bacaan tersebut.Kemudian komunikasikan hasil kesimpulanmu pada teman-temanmu!

Refleksi dan Aksi

Baca kasus berikut dalam hati, lalu tuliskan tanggapanmu atas kasus tersebut! Ada orang yang terlahir sebagai laki-laki, tetapi dalam keseharian lebih senang tampil sebagai perempuan atau sebaliknya. • Bagaimana sikap masyarakat pada umumnya selama ini terhadap mereka? Bagaimana sikapmu terhadap sikap masyarakat seperti itu? • Bagaimana sikapmu selama ini ? Apa sikap yang sebaiknya dikembangkan? • Apa yang hendak kamu biasakan sebagai wujud kebanggaan dirimu sebagai perempuan atau laki-laki? Tuliskan refleksimu pada buku catatanmu!

Doa Tuhan, Engkau meluhurkan martabat laki-laki melalui pribadi Yesus PuteraMu. Sebab dalam seluruh hidupNya Ia bersikap bijaksana, tegar dan penuh kasih serta melindungi siapapun yang butuh pertolonganNya. Engkau meluhurkan martabat perempuan melalui kelembutan, ketulusan, dan kepasrahan Bunda Maria. Semoga hidup kami senantiasa meneladan Yesus dan Bunda Maria. Amin

Perempuan dan Laki-laki Sederajat

Dalam masyarakat kita terdapat banyak pandangan atau mitos tentang perempuan atau laki-laki, yang sebagian masih dianut masyarakat hingga sekarang ini. Pandangan atau mitos tersebut telah menempatkan seolah-olah perempuan atau laki-laki itu lebih hebat, lebih berkuasa, lebih berharga, dan lebih banyak memiliki hak, dibandingkan dengan perempuan. Mungkin hal itu terjadi dalam masyarakat atau lingkunganmu. Kamu punya hak untuk menentukan sikap setuju atau tidak dan mau mengikuti atau tidak. Hal yang menarik dalam agama Katolik adalah, bahwa Injil tidak berbicara mengenai kehebatan masing-masing, tetapi lebih banyak berbicara tentang perjuangan Yesus akan kesederajatan perempuan dan laki-laki.

Doa Allah Bapa Yang Mahabaik, Engkau menciptakan manusia perempuan dan laki-laki baik adanya. Sekalipun kami memiliki kekhasan dan perbedaan, namun Engkau tetap mencintai kami dan memanggil kami untuk saling membantu dan memperkembangkan. Berkatilah kami, ya Tuhan dan doronglah kami untuk saling menghargai dan meluhurkan satu sama lain sesuai dengan kehendakMu. Amin.

1. Pandangan Masyarakat tentang Kedudukan Perempuan dan Laki-Laki Di beberapa daerah atau suku yang ada dalam masyarakat Indonesia masih terdapat berbagai kebiasaan, sikap, dan pandangan yang menempatkan seolah-olah laki-laki itu lebih hebat dari perempuan, tetapi juga sebaliknya di beberapa tempat perempuan dipandang lebih berharga dibandingkan laki-laki.

Coba diskusikan dan temukan bersama teman-teman di sekolah contoh atau kasus konkret yang pernah kamu lihat atau dengar berkaitan dengan kedudukan perempuan dan laki-laki, menyangkut beberapa hal berikut. a. Bentuk kebiasaan, sikap dan pandangan yang dianut. b. Di daerah atau suku mana kamu mengetahui hal tersebut ada? c. Kedudukan siapa yang lebih ditonjolkan atau diunggulkan? Perempuan atau laki-laki ? d. Dampak positif dan negatif kebiasaan, sikap, dan pandangan yang dianut. Apabila selesai, pilihlah salah satu dari beberapa kebiasaan, sikap dan pandangan yang sudah kamu temukan yang paling menarik, lalu kemukakan pendapatmu tentang pandangan tersebut beserta alasannya!

Berbagai Bentuk Kesederajatan

dalam bidang atau hal apa lagi kesederajatan antara perempuan dan laki-laki itu sebaiknya dikembangkan pada zaman sekarang? Jelaskan! alasannya!

 

Alat Kelamin Pria

Alat kelamin pria berfungsi menghasilkan gamet jantan, yaitu spermatozoa (sperma). Alat kelamin pria dibedakan menjadi alat kelamin dalam dan alat kelamin luar. a. Alat kelamin dalam Alat kelamin dalam terdiri atas:

1) Testis Testis memiliki bentuk bulat telur dan berjumlah sepasang, terdapat pada skrotum (zakar). Testis merupakan tempat pembentukan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon kelamin (testosteron).

Pada testis terdapat pembuluh-pembuluh halus yang disebut tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus terdapat calon-calon sperma (spermatogonium yang diploid. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisiil yang menghasilkan hormon testosteron dan hormon kelamin jantan lainnya. Selain itu, terdapat pula sel-sel berukuran besar yang berfungsi menyediakan makanan bagi spermatozoa, sel ini disebut sel sertoli. 2) Saluran reproduksi Saluran reproduksi terdiri atas duktus epididimis, yaitu tempat pematangan sperma lebih lanjut dan tempat penyimpanan sementara sperma. Selanjutnya, terdapat vas deferens yang merupakan suatu saluran untuk mengangkut sperma ke vesikula seminalis (kantung sperma). Arah vas deferens ini ke atas, kemudian melingkar dan salah satu ujungnya berakhir pada kelenjar prostat dan di belakang kandung kemih, saluran ini bersatu membentuk duktus ejakulatorius pendek yang berakhir di uretra. Uretra dari duktus ejakulatorius sama-sama berakhir di ujung penis. 3) Kelenjar kelamin Saluran kelamin dilengkapi dengan tiga kelenjar yang dapat mengeluarkan getah atau semen. Kelenjar-kelenjar ini, antara lain vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretral (Cowper). a) Vesikula seminalis Vesikula seminalis berjumlah sepasang dan terletak di atas dan bawah kandung kemih. Vesikula seminalis menghasilkan 60% dari volume total semen. Cairan dari vesikula seminalis berwarna jernih, kental mengandung lendir, asam amino, dan fruktosa. Cairan ini berfungsi memberi makan sperma. Selain itu, vesikula seminalis juga mengekskresikan prostaglandin yang berfungsi membuat otot uterin berkontraksi untuk mendorong sperma mencapai uterus. b) Kelenjar prostat Kelenjar prostat berukuran lebih besar dibandingkan dua kelenjar lainnya. Cairan yang dihasilkan encer seperti susu dan bersifat alkalis sehingga dapat menyeimbangkan keasaman residu urin di uretra dan keasaman vagina. Cairan ini langsung bermuara ke uretra lewat beberapa saluran kecil. c) Kelenjar bulbouretral atau kelenjar Cowper. Kelenjar ini kecil, berjumlah sepasang, dan terletak di sepanjang uretra. Cairan kelenjar ini kental dan disekresikan sebelum penis mengeluarkan sperma dan semen.

4) Uretra Uretra adalah saluran di dalam penis yang berfungsi sebagai saluran urin dari kandung (vesica urinaria) keluar tubuh dan sebagai saluran jalannya semen dari kantong semen.

b. Alat kelamin luar

Alat kelamin luar pria, yaitu berupa penis dan skrotum. Penis adalah organ yang berperan untuk kopulasi (persetubuhan). Kopulasi adalah penyimpanan sperma dari alat kelamin jantan (pria) ke dalam alat kelamin betina (wanita). Penis pada pria dapat mengalami ereksi. Ereksi adalah penegangan dan pengembangan penis karena terisinya saluran penis oleh darah. Skrotum pada pria di kenal dengan buah zakar. Di dalam buah zakar ini terdapat testis.