Pengertian Fertilisasi dan Proses Terjadinya Kehamilan

Pengertian Fertilisasi dan Proses Terjadinya Kehamilan

Pengertian Fertilisasi dan Proses Terjadinya Kehamilan

Proses Terjadinya Kehamilan – Pada bagian sebelumnya, kamu telah mempelajari tentang terjadinya siklus menstruasi. Masih ingatkah kamu mengapa menstruasi da pat terjadi? Menstruasi da pat terjadi apabila sel telur yang terdapat pada tuba fallopi tidak dibuahi oleh sel sperma.

Proses Terjadinya Kehamilan – Lalu, bagaimanakah apabila sel telur yang terdapat pada tuba fallopi di buahi oleh sperma? Tahukah kamu bagaimanakah fertilisasi dan kehamilan terjadi? Apabila ada sel sperma yang masuk ke dalam saluran reproduksi perempuan, sel sperma tersebut akan bergerak menuju sel telur. Apabila telah bertemu dengan sel telur, bagian kepala sperma akan masuk ke dalam sel telur dan meninggalkan bagian ekornya di luar sel telur. Proses inilah yang mengawali terjadinya fertilisasi. Fertilisasi merupakan proses peleburan inti sel sperma dengan inti sel telur sehingga membentuk zigot. Proses fertilisasi ini terjadi di dalam tuba fallopi.

Proses Terjadinya Kehamilan

Proses Terjadinya Kehamilan
Proses Terjadinya Kehamilan

Proses Terjadinya Kehamilan – Bagaimana sperma dapat menemukan lokasi sel telur? Ada beberapa meka nisme sel sperma dapat menemui sel telur. Sel sperma dapat menemukan lokasi sel telur karena sel telur menghasilkan senyawa ki mia berupa hormon progesteron. Selain itu, juga karena adanya sensor panas (suhu tuba fallopi atau tempat sel telur ber ada, lebih tinggi di bandingkan suhu tempat penyimpanan sperma).

Proses Terjadinya Kehamilan – Ayo kita renungkan, betapa hebat Tuhan kita yang telah mendesain mekanisme pergerakan sel sperma tersebut sehingga dapat menemukan lokasi sel telur dengan tepat. Zigot yang terbentuk setelah terjadinya fertilisasi akan melakukan pem belahan, selanjutnya berkembang menjadi embrio yang akan menuju ke rahim kemudian tertanam (implantasi) ke dalam endometrium .

Proses Terjadinya Kehamilan – Tahukah kamu bagaimana perkembangan embrio selama dalam kandungan? Perkembangan embrio dalam kandungan dapat dibagi menjadi beberapa periode.

Proses Terjadinya Kehamilan
Proses Terjadinya Kehamilan
Proses Terjadinya Kehamilan
Proses Terjadinya Kehamilan

Proses Terjadinya Kehamilan

Pengertahuan lainnya

USG  sebagai pendeteksi ke hamilan. Melalui alat ini akan dapat diketahui perkembangan janin di dalam kandungan ibu, posisi janin di dalam rahim, bahkan jenis kelamin dari calon bayi.

Proses Terjadinya Kehamilan

Pada dasarnya, teknologi XOWUDVRQRJUD¿ DGDODK VHEXDK WHNQLN di agnostik pencitraan menggunakan ultrasonik yang digunakan untuk mencitrakan organ internal untuk keperluan medis. Dalam ELGDQJ¿VLNDLVWLODKXOWUDVRQLNPHUXSDNDQEXQ\L\DQJIUHNXHQVLQ\D diatas kemampuan pendengaran manusia, yakni diatas 20.000 Hertz. Suara pada frekuensi ini akan dipancarkan pada tubuh janin yang akan menghasilkan gambaran mengenai kondisi bayi dalam kandungan.

Proses Terjadinya Kehamilan

Masih ingatkah kamu dengan sifat-sifat zat cair? Se tiap zat cair akan memiliki bentuk sesuai dengan wadahnya, zat cair juga tidak da pat dimampatkan dan dapat menekan ke segala arah. Begitu juga cairan ketuban, cairan ketuban akan mengisi kantung ketuban lalu menekan kantung ke segala arah. Hal ini menyebabkan kantung ketuban mengembang. Cairan ketuban juga tidak dapat dimampatkan artinya ketika kantung ketuban tertekan maka volume kantung ketuban tidak dapat mengecil.

Hal inilah yang menjadikan cairan ketuban dapat memberikan ruang gerak bagi janin selama berkembang. 2) Pelindung janin dari benturan. Tahukah kamu bahwa setiap cairan memiliki kekentalan atau dikenal dengan viskositas? Viskositas ini disebabkan adanya gaya tarik me narik antar molekul cairan (gaya kohesi). Viskositas akan memperkecil resiko akibat adanya gesekan pada benda dalam cairan. Jadi, ketika ibu hamil bergerak dengan kecepatan tertentu lalu berhenti tiba-tiba maka janin akan men dapat perlindungan dari cairan ketuban, sehingga janin tidak terbentur pada dinding rahim.

3) Cadangan cairan dan nutrisi bagi janin. Tahukah kamu bahwa cairan ketuban mengandung air, karbohidrat, protein, asam amino, peptida, lipid, laktat, piruvat, elektrolit, enzim, dan hormon? Dalam cairan ketuban terdapat glutamin (salah satu asam amino) yang merupakan bahan penting dalam pembentukan materi genetik (DNA dan RNA). Zat-zat tersebut dapat diserap oleh tubuh janin melalui kulit dengan menggunakan mekanisme transpor aktif maupun osmosis.

4) Menjadi inkubator atau pengatur suhu alami. Tahukah kamu bahwa temperatur cairan ketuban bia sanya sekitar 37,6 0C. Temperatur ini lebih tinggi 0,50C – 10C dari pada temperatur tubuh ibu. Zat-zat yang terdapat pada air ketuban yang berperan dalam pengaturan suhu ini. 5) Membantu proses kelahiran. 6) Sebagai pendeteksi kelainan keturunan (genetik) pada janin.

 

Pembentukan Gamet pada Tumbuhan Tingkat Tinggi

Pembentukan Gamet pada Tumbuhan Tingkat Tinggi

Pembentukan Gamet pada Tumbuhan Tingkat Tinggi

Pembentukan Gamet pada Tumbuhan Tingkat Tinggi
Pembentukan Gamet pada Tumbuhan Tingkat Tinggi

1. Mikrosporogenesis 

Mikrosporogenesis adalah pembentukan gamet di dalam organ jantan bunga yang menghasilkan serbuk sari. Dalam kepala sari (anther) terdapat empat mikrosporangium. Setiap mikrosporangium mengandung mikrosporosit (diploid). Mikrosporosit ini mengalami pembelahan meiosis I dan meiosis II. Pembelahan meiosis ini menghasilkan empat mikrospora haploid dan berkelompok menjadi satu yang disebut tetrad. Inti sel setiap mikrospora mengalami pembelahan inti (kariokinesis) sehingga menghasilkan 2 nukleus haploid, yaitu nukleus saluran serbuk sari dan nukleus generatif. Setelah serbuk sari terbentuk, nukleus generatif mengalami pembelahan mitosis menghasilkan dua nukleus sperma, tetapi tidak diikuti sitokinesis. Jadi, satu serbuk sari yang masak mempunyai tiga nukleus haploid, yaitu satu nukleus vegetatif (saluran serbuk sari) dan dua nukleus generatif (sperma).

2. Megasporogenesis 

Megasporogenesis adalah pembentukan gamet betina di dalam bakal buah atau ovarium. Di dalam satu ovari (bakal buah) terdapat sel induk megaspora (megasporosit). Sel induk megaspora yang bersifat diploid akan bermeiosis menghasilkan empat sel haploid (tetrad). Dari keempat sel tersebut hanya satu yang hidup menjadi sel megaspora. Sel megaspora ini, kemudian mengalami serangkaian mitosis menghasilkan delapan inti haploid. Delapan inti ini berada di dalam satu sel besar bernama kantung embrio (kandung lembaga muda) yang dilingkupi oleh kulit dan bagian ujungnya terdapat sebuah lubang kecil yang disebut mikrofil. Mikrofil berfungsi sebagai jalan masuk saluran serbuk sari ke dalam kandung lembaga. Tiga nukleus terletak di dekat mikrofil dan dua di antaranya sinergid (mati). Nukleus yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan menjadi ovum (sel telur). Tiga nukleus yang lain terletak di seberang mikrofil yang disebut antipoda, selanjutnya akan mati pula karena degenerasi. Dua nukleus yang terletak di tengah akan bersatu di tengah kandung lembaga menjadi satu nukleus diploid (2n) atau inti kandung lembaga sekunder.

1. Proses pembelahan mitosis berlangsung di …. a. semua jaringan muda b. sel-sel somatik tubuh, kecuali sel gonad c. alat reproduksi d. sel-sel gamet e. jaringan tua

2. Sintesis di dalam sel berlangsung pada fase …. a. profase d. interfase b. metafase e. telofase c. anafase

3. Pada waktu proses pembentukan selsel gamet, berlangsung pembelahan …. a. biner d. amitosis b. mitosis e. biner dan mitosis c. meiosis

4. Di dalam mikroskop tampak adanya pasangan-pasangan kromosom yang berada di daerah ekuator sel. Pada saat itu, sel berada dalam fase …. a. metafase d. profase b. anafase e. interfase c. telofase

5. Urutan peristiwa spermatogenesis adalah …. a. spermatogonium ? spermatosit primer ? spermatosit sekunder ? spermatid ? sperma b. spermatosit primer ? spermatogonium ? spermatosit sekunder ? spermatid ? sperma c. spermatid ? spermatosit primer ? spermatogonium ? spermatid sekunder ? sperma d. spermatosit sekunder ? spermatosit primer ? spermatogonium ? A spermatid ? sperma e. Spermatosit sekunder ? spermatogonium ? sperma

6. Pernyataan berikut menunjukkan perbedaan antara mitosis dan meiosis, kecuali …. a. pada mitosis dihasilkan dua sel anak, pada meiosis dihasilkan empat sel anak b. sel anak mitosis mempunyai 2n kromosom, sedangkan sel anak meiosis mempunyai n kromosom c. sel anak mitosis identik dengan sel induk, sedangkan sel anak meiosis tidak identik dengan sel induk d. mitosis terjadi di sel somatik, meiosis di organ reproduksi e. sel anak mitosis mempunyai sitoplasma, sedangkan sel anak meiosis tidak mempunyai sitoplasma

7. Urutan peristiwa oogenesis adalah …. a. oosit primer ? oogonium ? oosit sekunder dan badan kutub pertama ? ootid dan badan kutub kedua ? sel ovum b. oogonium ? oosit primer ? oosit sekunder dan badan kutub pertama ? ootid dan badan kutub kedua ? sel ovum c. oosit primer ? oosit sekunder dan badan kutub pertama ? oogonium ? ootid dan badan kutub kedua ? sel ovum d. oosit primer ? oosit sekunder ? oogonium dan badan kutub pertama ? ootid dan badan kutub kedua ? sel ovum e. sel induk makrospora ? tetrad ? inti vegetatif