Menulis Macam Macam Puisi Langkah – langkah Menganalisis Isi Puisi

Menulis Macam Macam Puisi Langkah – langkah Menganalisis Isi Puisi

Menulis Macam Macam Puisi Langkah – langkah Menganalisis Isi Puisi

Macam Macam Puisi
Macam Macam Puisi

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk menganalisis isi puisi tersebut.

Macam Macam Puisi

a. Mendapatkan gambaran makna Anda tentunya telah membaca puisi tersebut secara berulang-ulang untuk mencoba memahami judul “Salju” serta berusaha mendapatkan gambaran maknanya secara keseluruhan untuk menangkap makna. Untuk memahami kata “salju” sebagai judul puisi tersebut, kita harus berusaha mendapatkan gambaran tentang ciri-ciri dan berbagai macam kemungkinan makna yang dikandungnya.

b. Gambaran makna yang diperoleh Dari proyeksi berbagai macam kemungkinan makna kata “salju” misalnya, kita temukan gambaran makna berikut. – Suatu musim atau keadaan ketika salah satu bagian bumi ini hanya ditebari oleh serpih es yang dingin; – Sebagai akibat dari keadaan tersebut, bagian bumi yang terkena musun salju itu seolah-olah mati, tumbuh-tumbuhan gundul, aktivitas kerja di luar terhenti, orang jarang keluar rumah, dan bagian bumi itu sendiri seakan-akan tidak punya arti, bahkan menjadi suatu kenyataan atau bagian yang tidak disenangi. Dari proyeksi makna tersebut, sekarang dapat ditentukan bahwa kata atau judul “salju”mengandung makna sesuatu yang tidak berarti.

c. Menganalisis unsur sense (makna) Dalam hal sense, secara sederhana dapat ditetapkan bahwa lewat puisi “Salju” itu penyair menggambarkan seseorang yang sedang kebingungan. Ia tidak tahu ke mana harus pergi. Saat itu, sesuatu yang tidak berarti sedang menimpa dirinya. la tidak tahu jalan untuk mencari perlindungan ketika tubuhnya basah kuyup. Dia ingin berusaha mencari api untuk menghidupkan bara hatinya yang mati, tetapi tidak tahu ke mana harus lari. Akhirnya sampailah dia pada satu keputusan “mencuci diri”.

d. Kategori kata Untuk membuktikan kebenaran gambaran makna judul maupun gambaran makna secara umum tersebut, kita sekarang perlu menelaah lebih mendalam. Jalan pertama yang kita tempuh adalah mengategorikan kata-kata yang termasuk kategori lambang dan kata-kata yang termasuk kategori simbol. Dalam hal ini ditetapkan bahwa kata-kata dalam puisi tersebut yang termasuk lambang adalah kata-kata “ke manakah”, “pergi”, “mencari”, dan “ketika”. Adapun kata-kata yang bersifat simbolik adalah “matahari”, “salju turun”, “pohon”, dan “kehilangan daun”.

Macam Macam Puisi

e. Memahami makna simbolik Tugas Anda sekarang adalah berusaha memahami makna kata yang bersifat simbolik tersebut. Pertama, kata matahari”. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa kata “matahari” berhubungan dengan makna “kehidupan”, kata “salju” berhubungan dengan makna “sesuatu yang tidak berarti”

Masalahnya sekarang, apakah yang dimaksud dengan “pohon” dan “kehilangan daun”? Siapa pun akan memaklumi bahwa daun adalah ciptaan Tuhan. Dengan kata lain, daun adalah makhluk ciptaan Khalik. Pertanyaannya sekarang: Makhluk apakah yang mampu menyadari ketidakberartian hidupnya? Makhluk apakah yang dengan sadar berusaha mencari kehidupan? Jawabnya tentu, manusia. Pohon yang kehilangan daun, tentu hidupnya tidak berarti. Selain itu, jika pohon itu merupakan simbol dari manusia, berarti manusia yang kehilangan daun itu hidupnya tiada berarti. Setelah memahami makna kata-kata simbolik pada bait pertama, tugas kita sekarang adalah berusaha memahami makna kata simbolik pada bait berikutnya. Sering kali pemahaman makna kata-kata simbolik menjadi semacam kunci untuk memahami makna kata-kata simbolik berikutnya. Dengan berangkat dari anggapan demikian, dapatkah Anda memahami makna kata “tubuh”, “basah kuyup”, “pintu tertutup”, dan kata “api”?

f. Membahas makna setiap larik Setelah Anda mencoba sendiri berusaha memahami katakata simbolik tersebut, baik sendirian atau lewat diskusi, silakan Anda coba membahas makna setiap lariknya. Larik pertama yang berbunyi “ke manakah pergi” mudah untuk dimengerti. Larik kedua yang berbunyi ketika “salju turun”-lah yang perlu diperhatikan baikbaik. Jika dihubungkan dengan proyeksi makna kata “salju” turun tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa baris ketika salju turun” mengandung makna ketika hidupku sepi tidak berarti. Adapun larik keempat yang berbunyi pohon kehilangan daun” dapat diartikan sebagai ketika diriku hampa tidak bermakna.

g. Memahami hubungan antarbaris Dari telaah tersebut, semakin jelas bagaimana hubungan antara baris yang satu dengan baris lainnya. Sebagai penutur atau pemakai bahasa Indonesia, Anda tentunya tidak akan mengalami kesulitan seandainya diminta untuk mempertalikan baris-baris di atas ke dalam satuan-satuan kalimat.

h. Simpulan pokok pikiran makna puisi Sudahkah Anda mencoba menyusun paragraf berdasarkan satuan-satuan bait tersebut? Jika sudah, tugas Anda sekarang adalah melihat satuan-satuan pokok pikiran dalam paragraf-paragraf yang telah Anda buat sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam puisi tersebut terdapat empat pokok pikiran yang saling berkaitan. Keempat pokok pikiran itu adalah sebagai berikut. 1) Ke mana aku harus pergi di saat hidupku hampa tidak berarti? 2) Kepada siapa aku meminta perlindungan di saat diriku menderita dan tidak seorang pun mau menerima diri saya? 3) Ke mana harus pergi mencari petunjuk dan semangat kehidupan saat semangat hidupku padam tidak berarti? 4) Dalam situasi demikian, tidak ada jalan lain selain bersujud di hadapan Tuhan untuk menyucikan diri.

Macam Macam Puisi

i. Memahami sikap penyair terhadap puisi Sekarang, bagaimana halnya dengan sikap penyair terhadap pokok-pokok pikiran puisi tersebut? Ada bermacam-macam sikap seseorang sewaktu menghadapi situasi demikian. Mungkin mereka akan termenung sendirian, bertindak masa bodoh, menyalahkan orang lain, dan berbagai kemungkinan sikap lainnya. Akan tetapi, lain halnya dengan sikap penyair. Ia mengungkapkan bahwa dalam situasi demikiaan tidak ada jalan lain kecuali mencuci diri. Dari pernyataan tersebut, dapat diketahui bahwa dalam menampilkan pokok-pokok pikirannya, penyair memiliki satu sikap, yakni berserah diri kepada Tuhan.

j. Sikap penyair terhadap pembaca puisi Sikap penyair terhadap pembaca akan menunjukkan adanya sikap yang bermacam-macam. Dalam hal ini mungkin sikap masa bodoh, mengajak, menggurui, keramahtamahan, kebencian, persahabatan, dan lain-lainnya. Adanya sikap-sikap tertentu dalam suatu puisi umumnya ditandai oleh bentuk-bentuk pernyataan tertentu. Dalam hal ini, jangan tutup mata Anda. Seandainya tanda-tanda tertentu yang dapat menyiratkan sikap penyair terhadap pembaca tidak ada, dapat dipastikam bahwa penyair menyikapi pembaca dengan sikap masa bodoh.

k. Rangkuman penafsiran puisi Tugas Anda sekarang adalah merangkum keseluruhan hasil penafsiran tersebut, baik penafsiran terhadap satuan-satuan pokok pikiran, sikap penyair terhadap pokok pikiran, maupun sikap penyair terhadap pembaca sewaktu menampilkan pokok-pokok pikiran tertentu ke dalam satu kesatuan yang utuh. Dengan cara demikian, pada dasarnya Anda sedang berupaya menemukan totalitas makna puisi yang Anda baca. Cobalah kerjakan sendiri upaya pencarian totalitas makna tersebut dengan jalan merangkum satuan-satuan paragraf yang telah Anda susun serta Anda telah memasukkan unsur feeling dan tone ke dalamnya.

l. Menentukan tema puisi Pembahasan tema pada dasarnya merupakan pembahasan yang cukup rumit karena dalam hal ini penganalisis harus mampu berpikir secara mendasar. Hal itu dapat saja dimaklumi karena tema berhubungan dengan lapis dunia yang metafisis (gaib). Untuk mencapainya, pembaca harus membaca hasil rangkuman totalitas makna yang telah dibuat secara berulang-ulang untuk membuat satu simpulan yang menjadi inti keseluruhan totalitas maknanya.

Macam Macam Puisi – Dari keseluruhan totalitas makna yang terdapat dalam puisi berjudul “Salju”, misalnya, dapat dikatakan bahwa tema dalam puisi tersebut adalah hanya dengan menyucikan diri manusia dapat menikmati kehidupan yang berarti.

Uji Materi

1. Bacakanlah puisi berikut dengan baik oleh salah seorang di antara Anda. 2. Selama puisi ini dibacakan, tutuplah buku Anda dan cermatilah isi puisi dengan saksama. Jika perlu, bacakanlah beberapa kali secara bergiliran.

Tuhan, Kita Begitu Dekat Karya Abdul Hadi W.M.

Tuhan Kita begitu dekat Seperti api dengan panas Aku panas dalam apimu Tuhan Kita begitu dekat Seperti kain dengan kapas Aku kapas dalam kainmu Tuhan Kita begitu dekat Seperti angin dengan arahnya Kita begitu dekat Dalam gelap Kini nyala Pada lampu padammu Sumber: Majalah Horison, Edisi Khusus Puisi Internasional Indonesia, 2002

3. Kemukakanlah hasil penghayatan Anda terhadap puisi tersebut. 4. Diskusikanlah dengan teman-teman Anda.

Sastrawan dan Karyanya 

Macam Macam Puisi – Wing Kardjo dilahirkan tanggal 23 April 1937 di Garut (Jawa Barat). Ia menyelesaikan pendidikan B-l Prancis di Jakarta (1959); Diploma de Literatur Francis dari Universitas Sorbonne, Paris (1965), tamat Jurusan Prancis Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran (1973) dan meraih gelar Doktor dari Universite Paris VII dengan disertasi Sitor Situmorang: La vie et I’oeuvre d’un poete Indonesia (1981). Ia pernah mengajar di SMA, SESKOAD, Institut Kesenian Jakarta, Fakultas Sastra UNPAD, dan sejak 1984 mengajar di Universitas Tokyo, Jepang. Selain itu, ia juga pernah menjadi redaktur kebudayaan Indonesia Express dan redaktur Khatulistiwa/ Indonesia Raya. Tahun 1977, ia mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda. Kumpulan sajaknya: Selembar Daun, Perumahan, Pohon Hayati: Sejemput Haiku (2002), dan Fragmen Malam (1997). Ia meninggal di Jepang pada 19 Maret 2002. Sumber: Ensiklopedi Sastra Indonesia , 2004

Macam Macam Puisi

Tentang Mengungkapkan Kumpulan Isi Puisi Yang Baik

Tentang Mengungkapkan Kumpulan Isi Puisi Yang Baik

Tentang Mengungkapkan Kumpulan Isi Puisi Yang Baik

Kumpulan Isi Puisi
Kumpulan Isi Puisi

Kumpulan Isi Puisi – Naik, naik ke puncak gunung. Tinggi, tinggi sekali… kiri, kanan. Kulihat saja, banyak pohon cemara…” Ingatkah Anda pada lagu tersebut? Lagu tersebut merupakan potret alam sekitar. Lagu tersebut diinspirasikan oleh keindahan alam sekitar yang memiliki banyak pesona. Tidak sedikit penyair, cerpenis, novelis, pencipta lagu, dan pelukis yang sering menyempatkan diri berjalan-jalan menikmati keindahan alam untuk dituangkan ke dalam sebuah karya. Alam sekitar memang menyimpan banyak potensi. Potensi yang dapat digali oleh para penggiat bahasa dan sastra berupa inspirasi yang dijadikan gagasan. Gagasan tersebut merupakan akar dari sebuah pemikiran dan ide yang dapat dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Anda dapat menuangkan gagasan tersebut ke dalam paragraf deskriptif. Dengan menulis paragraf deskriptif, Anda dapat menuangkan pemahaman terhadap suatu permasalahan yang terjadi di alam sekitar. Dalam bidang sastra, Anda dapat menuangkan gagasan tersebut ke dalam puisi. Karya puisi tersebut dapat diidentifikasi agar Anda lebih menghayati makna yang terkandung di dalamnya.

Kumpulan Isi Puisi

Mengungkapkan Isi Puisi

Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih mengungkapkan isi puisi. Sebelumnya, Anda perlu mempelajari terlebih dahulu unsurunsur dasar dalam menganalisis puisi. Dengan demikian, diharapkan kemampuan Anda dalam mengapresiasi karya sastra akan bertambah dan semakin terasah.

Kumpulan Isi Puisi

1. Unsur Dasar dalam Menganalisis Puisi Sebagai suatu totalitas yang dibentuk oleh unsur intrinsik tertentu, puisi dapat dibagi dalam beberapa lapis yang meliputi hal-hal berikut. a. Terdapatnya sense atau makna dalam suatu puisi, pada dasarnya akan berhubungan dengan gambaran dunia atau makna puisi secara umum yang ingin diungkapkan penyairnya. Dalam analisis puisi, keberadaan makna tersebut akan membuahkan pertanyaan, “Apa yang ingin dikemukakan penyair lewat puisi yang diciptakan ini?” b. Subject matter adalah pokok pikiran yang dikemukakan penyair lewat puisi yang diciptakannya. Jika sense berhubungan dengan gambaran makna dalam puisi secara umum, subject matter berhubungan dengan satuan-satuan pokok pikiran tertentu yang secara khusus membangun sesuatu yang diungkapkan penyair. Oleh sebab itu, dalam analisis lapis makna puisi, pembaca akan menampilkan pertanyaan, Pokok-pokok pikiran apa yang diungkapkan, sejalan dengan sesuatu yang secara umum dikemukakan penyairnya? c. Feeling adalah sikap penyair terhadap pokok pikiran yang ditampilkannya. Hal itu mungkin saja terkandung dalam lapis makna puisi sejalan dengan terdapatnya pokok pikiran dalam puisi. d. Tone adalah sikap penyair terhadap pembaca sejalan dengan pokok pikiran yang ditampilkannya. Hal yang demikian mungkin saja terjadi, contohnya sewaktu Anda berbicara masalah cinta maupun tentang cinta itu sendiri kepada kekasih  Anda, akan berbeda dengan sewaktu Anda berbicara kepada teman. Dalam rangka menganalisis feeling dan tone pada suatu puisi, pembaca akan berhubungan dengan upaya pencarian jawaban atas pertanyaan. Bagaimanakah sikap penyair terhadap pokok pikiran yang ditampilkannya? Serta bagaimanakah sikap penyair terhadap pembaca? Jawaban yang diperoleh mungkin akan berupa sikap keterharuan, kesedihan, keriangan, semangat, masa bodoh, menggurui, atau berbagai macam sikap lainnya sejalan dengan keanekaragaman sikap manusia dalam menyikapi kenyataan yang dihadapinya. e. Totalitas makna adalah keseluruhan makna yang terdapat dalam suatu puisi. Penentuan totalitas makna puisi didasarkan atas pokok-pokok pikiran yang ditampilkan penyair, sikap penyair terhadap pokok pikiran, serta sikap penyair terhadap pembaca. Hasil rangkuman dari keseluruhannya itu akan membuahkan totalitas makna dalam suatu puisi. Hal ini berbeda dengan sense yang hanya memberikan gambaran secara umum saja kepada pembaca. f. Tema adalah ide dasar dari suatu puisi yang menjadi inti dari keseluruhan makna puisi. Tema berbeda dengan pandangan moral meskipun tema itu dapat berupa sesuatu yang memiliki nilai rohaniah. Hal itu disebut tidak sama dengan pandangan moral maupun amanat. Ini karena tema hanya dapat diambil dengan jalan menyimpulkan dasar yang terdapat di dalam totalitas makna puisi. Adapun pandangan moral atau message dapat saja berada di dalam butir-butir pokok pikiran yang ditampilkannya. Dengan kata lain, bidang cakupan tema lebih luas daripada pandangan moral maupun message.

Kumpulan Isi Puisi

2. Tahap Kegiatan dalam Analisis Makna Puisi Tahap kegiatan dalam menganalisis makna puisi pada dasarnya merupakan tahap lanjutan dari kegiatan menganalisis bangun struktur puisi. Meskipun demikian, kegiatan analisis makna puisi dapat juga dilaksanakan secara terpisah dan hanya pada pengidentifikasian serta pembagiannya lebih mudah. Tahap kegiatan yang harus ditempuh pembaca saat menganalisis lapis makna puisi dapat dipaparkan sebagai berikut. a. Bacalah puisi yang telah dipilih secara berulang-ulang. b. Berusaha memahami makna yang terkandung dalam judul puisi. c. Berusaha memahami gambaran makna yang ditampilkan penyair secara umum. d. Menetapkan kata-kata yang termasuk dalam kategori lambang dan kata-kata yang termasuk dalam kategori simbol maupun utterance. e. Berusaha memahami makna setiap simbol puisi yang menjadi objek analisis. f. Berusaha memahami makna yang terdapat dalam setiap baris puisi. g. Berusaha memahami hubungan makna antara baris puisi yang satu dengan baris puisi lainnya. h. Berusaha memahami satuan-satuan pokok pikiran, baik yang terkandung dalam sekelompok baris maupun satuan pokok pikiran yang terdapat dalam bait. Perlu diperhatikan dengan baik bahwa pokok pikiran atau subject matter, meskipun umumnya tertuang dalam bait, sering kali juga tertuang dalam sekelompok baris. Hal ini terjadi jika penyair tidak memberikan penanda bait sebagai penanda satuan pikiran yang ditampilkannya. i. Berusaha memahami sikap penyair terhadap pokok pikiran yang ditampilkannya. j. Berusaha memahami sikap penyair terhadap pembaca sewaktu menampilkan pokok-pokok pikirannya. Merangkum hasil pemahaman pokok pikiran, sikap penyair terhadap pokok pikiran, serta sikap penyair terhadap pembaca dalam satu paragraf atau lebih sesuai dengan jumlah pokok pikiran yang ada dengan menggunakan bahasa pembaca sendiri. Pada tahap ini, pembaca pada dasarnya telah sampai pada tahap menganalisis totalitas makna puisi.

Tahapan kerja tersebut tentu saja masih bersifat lentur, dalam arti masih bisa ditambah atau dikurangi. Selain itu, tahapan kerja bukanlah berlangsung secara benar-benar terpisah karena dalam pelaksanaannya, batas antara tahap yang satu dengan yang lain sering kali kabur. Akan tetapi, sebagai pedoman, tahap kerja analisis lapis makna puisi tersebut sangat baik untuk dilaksanakan.

3. Contoh Analisis Makna Puisi Sejalan dengan beberapa tahapan kerja analisis lapis makna puisi tersebut serta adanya berbagai macam unsur dalam lapis makna itu sendiri, pada bagian ini akan dipaparkan model analisis lapis makna puisi. Berikut ini puisi “Salju” karya Wing Kardjo yang akan dianalisis.

Ke manakah pergi mencari matahari ketika salju turun pohon kehilangan daun Ke manakah jalan mencari lindungan ketika tubuh kuyup dan pintu tertutup Ke manakah lari Mencari api Ketika bara hati Padam tak berarti Ke manakah pergi Selain mencuci diri

Kumpulan Isi Puisi – Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk menganalisis isi puisi tersebut. a. Mendapatkan gambaran makna Anda tentunya telah membaca puisi tersebut secara berulang-ulang untuk mencoba memahami judul “Salju” serta berusaha mendapatkan gambaran maknanya secara keseluruhan untuk menangkap makna. Untuk memahami kata “salju” sebagai judul puisi tersebut, kita harus berusaha mendapatkan gambaran tentang ciri-ciri dan berbagai macam kemungkinan makna yang dikandungnya. b. Gambaran makna yang diperoleh Dari proyeksi berbagai macam kemungkinan makna kata “salju” misalnya, kita temukan gambaran makna berikut. – Suatu musim atau keadaan ketika salah satu bagian bumi ini hanya ditebari oleh serpih es yang dingin; – Sebagai akibat dari keadaan tersebut, bagian bumi yang terkena musun salju itu seolah-olah mati, tumbuh-tumbuhan gundul, aktivitas kerja di luar terhenti, orang jarang keluar rumah, dan bagian bumi itu sendiri seakan-akan tidak punya arti, bahkan menjadi suatu kenyataan atau bagian yang tidak disenangi. Dari proyeksi makna tersebut, sekarang dapat ditentukan bahwa kata atau judul “salju”mengandung makna sesuatu yang tidak berarti. c. Menganalisis unsur sense (makna) Dalam hal sense, secara sederhana dapat ditetapkan bahwa lewat puisi “Salju” itu penyair menggambarkan seseorang yang sedang kebingungan. Ia tidak tahu ke mana harus pergi. Saat itu, sesuatu yang tidak berarti sedang menimpa dirinya. la tidak tahu jalan untuk mencari perlindungan ketika tubuhnya basah kuyup. Dia ingin berusaha mencari api untuk menghidupkan bara hatinya yang mati, tetapi tidak tahu ke mana harus lari. Akhirnya sampailah dia pada satu keputusan “mencuci diri”. d. Kategori kata Untuk membuktikan kebenaran gambaran makna judul maupun gambaran makna secara umum tersebut, kita sekarang perlu menelaah lebih mendalam. Jalan pertama yang kita tempuh adalah mengategorikan kata-kata yang termasuk kategori lambang dan kata-kata yang termasuk kategori simbol. Dalam hal ini ditetapkan bahwa kata-kata dalam puisi tersebut yang termasuk lambang adalah kata-kata “ke manakah”, “pergi”, “mencari”, dan “ketika”. Adapun kata-kata yang bersifat simbolik adalah “matahari”, “salju turun”, “pohon”, dan “kehilangan daun”. e. Memahami makna simbolik Tugas Anda sekarang adalah berusaha memahami makna kata yang bersifat simbolik tersebut. Pertama, kata matahari”. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa kata “matahari” berhubungan dengan makna “kehidupan”, kata “salju” berhubungan dengan makna “sesuatu yang tidak berarti”.

Kumpulan Isi Puisi

 

Cara Pengertian Menulis Contoh Puisi Lama dan Isi Puisi Lama

Cara Pengertian Menulis Contoh Puisi Lama dan Isi Puisi Lama

Cara Pengertian Menulis Contoh Puisi Lama dan Isi Puisi Lama

Contoh Puisi Lama
Contoh Puisi Lama

Contoh Puisi Lama – Menulis puisi bagian dari ekspresi sastra, yaitu mengekspresikan ide-ide, gagasan, dan imajinasi ke dalam kata-kata. Menulis puisi memang memerlukan latihan dan imajinasi. Coba kalian berlatih menulis puisi. Caranya, petik setangkai bunga dan simpanlah di atas meja. Kembangkan imajinasi kalian, misalnya benda itu disebut bunga? Kenapa bunga itu dikatakan indah? Kenapa bisa harum? Kenapa orang menikah mesti dihiasi bunga? Mengapa wanita diibaratkan sebagai bunga? Nah, bermainlah dengan kata-kata dalam imajinasi kalian. Tuangkan ke dalam rentetan kata-kata yang mengarah pada makna keindahan bunga dan makna bunga dalam kehidupan. Ketika kalian belajar membacakan puisi, kalian telah mengetahui bahwa di dalam puisi sering terdapat permainan bunyi. Permainan bunyi dalam puisi berfungsi menimbulkan kepuitisan. Permainan bunyi itu, misalnya tampak pada penggunaan rima atau persajakan. Pantun juga termasuk puisi, yaitu puisi lama. Sama seperti menulis puisi modern/kontemporer, menulis pantun dan syair juga perlu daya khayal/imajinasi. Perhatikan contoh pantun ini!

Kata-Kata dan Teladan 1. Anak udang di dalam lobang Ketakutan dimakan lawan Kata-kata walau segudang Contoh baik jadi teladan 2. Tulis kata jadi kalimat Ambil tulisan buat cerita Putik mati dari nasihat Buat pegangan dalam tabiat. Sumber: Kebijakan dalam 1001 Pantun. John Gawa. 2004. Jakarta: Kompas

Contoh Puisi Lama

Pada pantun di atas, kalian dapat menemukan permainan bunyi berupa rima (persajakan) akhir ab-ab. Rima itulah yang menjadi ciri pantun. Selain bersajak silang (ab-ab), pantun juga terikat jumlah baris dan bait. Setiap bait terdiri atas empat baris, dan setiap baris terdiri atas 8–12 suku kata. Isi pantun dapat dilihat pada baris ketiga dan keempat.

Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Apakah tema pantun di atas? 2. Kata-kata walau segudang/contoh baik jadi teladan/ Apa maksud baris pantun itu? 3. Apa isi Pantun 2 di atas? 4. Apa pesan yang dapat diambil dari dua pantun di atas? 5. Pernahkah kalian melihat udang? Bagaimana gerak-gerik udang saat di dalam lubang? Coba tirukan gerak-gerik udang itu!

1. Buatlah sebuah pantun yang isinya nasihat untuk rajin belajar. Perhatikan bait, irama, dan rimanya. 2. Bacakan pantunmu di depan kelas untuk ditanggapi temanmu! 3. Apakah perbedaan pantun dengan puisi bebas? 4. Apakah yang dimaksud sampiran dalam pantun? 5. Sebutkan macam-macam jenis pantun?

Contoh Puisi Lama – Rangkuman 1. Menanggapi siaran dan informasi membutuhkan keahlian dan konsentrasi sebab dalam siaran dan informasi terdapat pokok-pokok informasi penting, fakta dan pendapat, dan hal-hal yang menarik lainnya. Oleh karena itu kalian harus mampu menanggapi informasi tersebut dan menyampaikan kembali kepada orang lain dengan bahasa sendiri. 2. Kalian harus mampu menemukan nilai-nilai dalam cerita pendek dari kegiatan berdiskusi. Sebab cerpen merupakan karya sastra yang penuh dengan nilai-nilai kehidupan. Maka kalian harus mampu mengaitkan nilai-nilai kehidupan dalam cerpen ke dalam kehidupan sehari-hari. 3. Memperoleh ilmu pengetahuan, salah satunya dengan membaca ekstensif. Membaca ekstensif yang kalian lakukan pada pembelajaran ini untuk mengidentifikasi ide-ide, memahami informasi, dan menemukan informasi yang berada dalam teks tersebut. 4. Kalian pun dituntut untuk terampil menulis puisi lama, yang terikat oleh aturan bait, irama, dan rima. Tetapi untuk membuat puisi lama harus memahami dahulu ciri-ciri puisi lama, dan mampu mengetahui macam-macam puisi lama.

Refleksi Otak dan hati perlu dilatih kepekaannya. Melatih kepekaan otak salah satunya dengan mengkritisi bahan bacaan dan menanggapi siaran berita dari media elektronik. Dalam teks terdapat informasi yang penting, hal-hal yang akan menjadi penggugah, serta menambah pengetahuan. Siara berita dari media elektronik, sesuatu yang penting dikritisi sebab menyimpan beberapa informasi penting. Melatih kepekaan hati, di antaranya belajar menulis puisi. Puisi mengandung bahasa kias, mengandung nilai seni, dan mengandung amanat yang dalam. Kepekaan seni kalian dilatih dalam menciptakan puisi. Kalian pun dituntut untuk mengapresiasi sebuah cerita pendek, menemukan nilai-nilai di dalam cerpen tersebut. Nilai-nilai itu harus kalian sikapi, dan diselaraskan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Puisi Lama

Soal-Soal Pengembangan Kompetensi

1. Bacalah teks berikut ini agar kalian mengetahui informasi secara lengkap! Mobil Pribadi Melintas Jateng, Penyumbang Kemacetan Selama Lebaran lalu, volume mobil pribadi yang melintas di Jawa Tengah mencapai 817.289 kendaraan atau 49,9 persen dari total 1.634.663 kendaraan yang melintas mulai H-7 hingga

H+7 Lebaran sehingga mobil pribadi penyumbang kemacetan tertinggi di jalan raya.

Demikian data yang diperoleh Kompas dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) Jateng, Jumat (26/11). Menurut Kepala DLLAJR Jateng, Suharto, didampingi Kepala Subdinas Angkutan Darat, Somantri, Jumat, jumlah ini naik sekitar 20% dibanding tahun lalu, bahkan untuk kendaraan bermotor, kenaikan diperkirakan 25%. ”Data ini kami peroleh dari pamantauan di empat lokasi pos arus lalu lintas yang merupakan pintu masuk wilayah Jateng, yaitu Tanjung (Brebes), Sarang (Rembang) Wanareja (Cilacap), dan Toyogo (Sragen). Hitungannya 7–22 November 2004 atau H–7 sampai H+7,” jelas Suharto. Volume kendaraan mobil pribadi paling besar terjadi pada perhitungan arah ke luar Jateng saat H+1 sampai H+7 Lebaran

Dijelaskan, makin tingginya persentase kendaraan pribadi dibandingkan angkutan umum menyebabkan tingkat kemacetan makin parah, yaitu 20%, terutama di jalur pantai Utara (pantura) pada Lebaran kali ini dibandingkan Lebaran tahun lalu. Sumber: Kompas, 17 November 2004

Contoh Puisi Lama

a. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan diagram di atas! 1) Jenis kendaraan apa yang paling banyak masuk ke wilayah Jateng selama arus mudik Lebaran 2004? 2) Jenis kendaraan apa yang paling sedikit keluar wilayah Jateng selama arus mudik Lebaran tersebut? 3) Mana yang lebih banyak jenis kendaraan bus besar yang masuk wilayah Jateng ataukah yang keluar wilayah Jateng? 4) Mana yang lebih sedikit jenis kendaraan mobil pribadi yang masuk wilayah Jateng antara arus mudik atau arus balik? 5) Mana yang lebih banyak jumlah sepeda motor yang keluar wilayah Jateng antara saat arus mudik dibandingkan pada saat arus balik? b. Silakan kamu buat pertanyaan lain tentang diagram ”Volume Kendaraan Bermotor Arus Mudik dan Arus Balik pada Lebaran 2004” tersebut! c. Jelaskan informasi yang digambarkan pada diagram di atas dalam bentuk uraian singkat! d. Simpulkan isi teks tersebut dalam satu paragraf! e. Sampaikan kesimpulan itu di depan kelas secara lisan! f. Umpamakan, kalian adalah seorang ketua karang taruna di kampung kalian. Dalam menghadapi krisis ekonomi, kalian hendak mengumpulkan anggota karang taruna untuk membuat rencana pendirian industri rumah tangga di daerah kalian. Tulislah surat undangan tersebut!

2. Tulislah sebuah pantun berisi nasihat untuk saling menjaga kerukunan antarumat beragama!

Kata Berhikmah

Rezeki elang takkan dapat oleh musang. Rezeki seseorang tidak akan direbut orang lain.

Ekonomi

Buku dan informasi merupakan salah satu jendela wawasan kita. Kalian harus rajin mendengarkan informasi dari radio dan televisi sebab dalam siaran itu mengandung hal-hal penting. Misalnya, tentang kewirausahaan, keadaan ekonomi bangsa, atau masalah pendidikan. Kalian pun harus bisa menanggapi masalah yang berada dalam siaran di media elektronik tersebut. Masalah yang dirangkum dari bahan bacaan, siaran berita, baiknya didiskusikan dengan teman. Untuk melatih mencari hal-hal terpenting dari teks, tentu kalian harus berlatih membaca cepat. Kecepatan membaca bisa dihitung dengan KEM. Tetapi harus dibedakan antara KEM untuk teks yang biasa dengan membaca karya sastra. Membaca cerpen Melayu klasik harus dilakukan intensif. Selain berlatih membaca, kalian dituntut berlatih menulis, salah satunya menulis paragraf. Pada pembelajaran kali ini kalian akan diajak belajar menulis paragraf ekspositif.

Mendengarkan Informasi dari Media Elektronik

Pada Bab VI, kalian telah belajar mendengarkan berita untuk mencatat pokok-pokok informasi dan menentukan butir-butir yang merupakan fakta dan pendapat. Pada bab ini, kalian akan kembali belajar mendengarkan berita untuk menyampaikan tanggapan. Pada bab sebelumnya, kalian mendengarkan berita tentang para nelayan di Banten yang tidak lagi melaut karena tidak mampu membeli solar. Pada pelajaran kali ini, kalian akan kembali diajak berdiskusi tentang upaya untuk mengatasi kelangkaan BBM. Untuk menambah informasi kalian, cobalah kalian mendengarkan berita yang akan dibacakan salah seorang temanmu berikut!

Contoh Puisi Lama

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI WEB KAMI, DAN KAMI HANYA BISA MENYEDIAKAN MATERI INI DENGAN SEMAKSIMAL MUNGKIN, BILA ANDA KURANG PUAS DENGAN MATERI YANG KAMI SAJIKAN BISA MENCARI INFOMASI KEMBALI DI LAMAN ATAU PAGE YANG LAIN, SEMOGA BERMANFAAT