Pengertian Matahari sebagai Pusat Tata Surya

Pengertian Matahari sebagai Pusat Tata Surya

Pengertian Matahari sebagai Pusat Tata Surya

Pusat Tata Surya
Pusat Tata Surya

Pusat Tata Surya – Kamu telah mengetahuai bahwa matahari adalah bintang yang memiliki massa sangat besar. Karena gravitasinya, matahari menjadi pusat tata surya. Meski bukan bintang terbesar, tapi matahari menjadi bintang paling besar bagi manusia di bumi karena jaraknya paling dekat dengan bumi. Jarak matahari dari bumi adalah 149.000.000 km sehingga sering dibulatkan menjadi 150 juta km. Jarak inilah yang disebut dengan satu satuan astronom. Diameter matahari diperkirakan mencapai 1.390.000 km. Matahari tersusun atas 71% hidrogen, 27% helium, dan sisanya unsurunsur berat. Susunan matahari yang lebih lengkap dapat kamu lihat pada tabel berikut ini.

Pusat Tata Surya

1. Lapisan-Lapisan Matahari Matahari tersusun oleh lapisan-lapisan yang memiliki karakter berbeda-beda. Lapisan tersebut terdiri atas lapisan atmosfer, fotosfer, dan inti matahari.

Pusat Tata Surya

a. Atmosfer Matahari Atmosfer matahari sebagai bagian terluar memiliki kerapatan (densitas) gas yang paling rendah. Pada daerah yang dekat dengan permukaan matahari, suhunya sangat rendah dibandingkan bagian luar yang bisa mencapai jutaan derajat Celsius. Hal ini menjadi hal yang aneh bagi akal manusia yang sampai sekarang penyebabnya masih misteri dan hanya bisa diyakini dengan keimanan. Atmosfer matahari terdiri atas dua bagian, yaitu bagian kromosfer dan korona. 1) Kromosfer adalah bagian yang dekat dengan permukaan matahari dan memiliki densitas yang rendah.

Pusat Tata Surya – Kromosfer dapat terlihat saat gerhana matahari, yaitu berupa cincin atau lapisan berwarna merah menutupi bulatan matahari. Berdasarkan warna ini, diperkirakan bahwa suhu kromosfer mencapai 4.500º C. 2) Korona adalah bagian terluar matahari, berarti mahkota. Sebagai bagian paling luar dari matahari, suhu korona diperkirakan mencapai 1.000.000 derajat celcius. Dari lapisan kromosfer, tinggi korona adalah 2.000 km. Bagian ini dapat kita lihat berupa lapisan yang mengelilingi matahari dan berbentuk mahkota. Fenomena ini akan lebih nampak ketika gerhana matahari terjadi.

Pusat Tata Surya

b. Fotosfer Matahari Fotosfer atau permukaaan matahari merupakan gas yang memiliki kerapatan yang sangat tinggi. Lapisan ini merupakan lapisan yang tidak tembus pandang karena lapisan gasnya sangat tebal dan pekat. Fotosfer berfungsi sebagai selimut agar matahari tidak terlalu banyak kehilangan energi. Suhu di fotosfer diperkirakan mencapai 6.000º C. c. Inti Matahari Inti matahari disusun oleh gas yang sangat padat dengan kerapatan kira-kira 100 kali lebih padat dibandingkan kerapatan air.

Pusat Tata Surya – Akibatnya, gravitasi yang terjadi di inti matahari sangat besar. Namun demikian, Tuhan telah mengimbangi kondisi ini dengan membuat suhu di inti matahari sangat tinggi, yaitu mencapai 15.000.000 K. Pada bagian ini, terjadi reaksi berupa reaksi fusi (penggabungan) inti hidrogen menjadi inti helium. Menurut Albert Einstein, besarnya energi matahari yang berasal dari reaksi fusi ini dapat dihitung dengan rumus:

E = m c2

dengan: E = energi yang terbentuk (J) m = massa yang hilang dan berubah menjadi energi (kg) c = kecepatan cahaya (m/s)

Energi yang dihasilkan setiap pengurangan massa 1 gram pada reaksi inti ini adalah 90 triliun Joule.

Albert Einstein (1879 – 1955) adalah ahli fisika Amerika yang berkebangsaan Jerman. Ia terkenal sebagai pencetus teori relativitas. Einstein dilahirkan di Ulm pada 14 Maret 1879 dan menghabiskan masa mudanya di Munich. Di sana, keluarganya memiliki toko kecil yang menghasilkan mesin listrik. Ia tidak dapat berbicara sampai berumur 3 tahun, tetapi pada masa mudanya ia menunjukkan suatu kebrilianan tentang gejala alam dan kemampuan untuk memahami konsep matematika yang sulit. Pada umur 12 tahun, ia telah belajar geometri Euclid secara otodidak.

2. Spektrum Cahaya Matahari Spektrum matahari adalah gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari. Spektrum ini terdiri dari sinar gamma, sinar-X, sinar ultraviolet, sinar nampak (ungu, biru, hijau, kuning, jingga, dan merah), sinar infra merah, gelombang televisi, dan gelombang radio.

3. Manfaat Energi Matahari bagi Kehidupan di Bumi Energi yang dapat diterima di bumi hanyalah sebagian kecil dari jumlah energi yang dipancarkan matahari.

Secara umum, energi matahari bermanfaat untuk menjaga kehangatan suhu bumi sehingga dapat tetap ditinggali manusia dan makhluk hidup lainnya. Pada siang hari, seringkali kita merasakan suhu yang sangat panas menyengat. Panas ini berasal dari energi matahari. Menurut para ahli, pancaran panas matahari mencapai 1.370 Joule/m2 s. Angka ini kemudian disebut konstanta matahari. Suhu paling panas yang kita rasakan di siang hari hanyalah 70% dari panas energi matahari yang sesungguhnya dipancarkan ke bumi. Hal ini dikarenakan sebagian energi matahari diserap atau dipantulkan kembali oleh atmosfer bumi.

Energi yang dipancarkan matahari ke bumi berupa kalor (panas) dan cahaya. Jika energi ini berada dalam keseimbangannya, maka semua energi yang dipancarkan matahari ke bumi akan sangat bermanfaat tanpa menimbulkan kerugian sedikit pun. Kita ingat bahwa seluruh proses kehidupan makhluk hidup di bumi ini sangat bergantung pada energi matahari. Energi yang berasal dari sinar infra merah matahari bermanfaat untuk menjaga siklus air di permukaan bumi sehingga manusia dan makhluk hidup lainnya dapat memenuhi kebutuhan air, terutama bagi tubuhnya. Selain itu, energi matahari pun bermanfaat untuk membunuh kuman, khususnya kuman penyakit kulit sehingga kulit manusia dan hewan pun dapat sehat.

Spektrum cahaya matahari yang memancarkan energi dengan kemampuan membunuh kuman penyakit kulit adalah sinar ultraviolet. Dari cahaya yang dipancarkan sinar matahari, kamu dapat mengetahui waktu-waktu, seperti pagi, siang, dan sore dari bayang-bayang dirimu. Manfaat lain dari energi matahari berupa sinar ultraviolet adalah untuk fotosintesis pada tumbuhan dan sebagai provitamin D yang bermanfaat untuk pembentukan tulang manusia dan hewan. Sinar ultraviolet sebagai spektrum cahaya matahari ini memiliki kelebihan, yaitu sama sekali tidak akan menimbulkan dampak negatif.

Planet-Planet Anggota Tata Surya

Berikut ini adalah delapan planet yang merupakan anggota tata surya.

1. Merkurius Planet ini bergerak paling cepat dari planet-planet lain dan jaraknya paling dekat dari matahari. Merkurius memiliki diameter 4.862 km, kira-kira — diameter bumi dan massanya dibandingkan dengan massa bumi adalah 1 : 27. Karena jaraknya paling dekat dengan matahari, planet ini menjadi planet terpanas pada siang hari dan paling dingin pada malam hari. Merkurius sering mengalami tabrakan dengan asteroid sehingga permukaannya dipenuhi kawahkawah dengan kawah terbesar berdiameter 1.300 km, yaitu Cekungan Caloris. Merkurius tidak memiliki satelit yang mengiringinya. Karena jaraknya paling dekat dengan matahari, planet ini memiliki periode revolusi paling cepat, yaitu 88 hari. Sementara itu, periode rotasi Merkurius adalah 59 hari.

2. Venus Venus merupakan planet yang paling mirip dengan bumi, hanya saja atmosfer Venus lebih padat sehingga tekanan atmosfernya mencapai 100 kali tekanan atmosfer bumi. Diameter planet ini adalah 12.190 km. Atmosfernya didominasi oleh gas CO2 (hampir 96%), gas nitrogen (3,5%), dan sisanya terdiri atas uap air dan gas lain. Akibatnya, timbul efek rumah kaca yang menyebabkan suhu menjadi sangat tinggi, diperkirakan mencapai 750 K. Permukaan Venus lebih datar dan hanya memiliki dua dataran tinggi yaitu Ishtar dan Aphrodite. Venus merupakan planet yang sangat terang walaupun sebagian besar permukaannya diselimuti awan tebal. Karena terangnya, Venus dapat dilihat oleh manusia di bumi sekitar 4 jam sebelum matahari terbit. Selain Merkurius, Venus merupakan planet yang tidak memiliki satelit. Pergerakan planet ini untuk mengitari porosnya (rotasi) memiliki periode yang paling lama dibandingkan planet-planet lain. Dalam perhitungan bumi, waktu yang diperlukan Venus untuk sekali berotasi adalah 243 hari. Berbeda dengan planet lain, arah rotasi venus berlawanan dengan planet lain, yaitu dari timur ke barat. Akibatnya, di Venus matahari terbit dari barat ke timur. Sementara itu, waktu yang harus dilalui Venus untuk mengelilingi matahari adalah 225 hari.

3. Bumi Bumi adalah satu-satunya planet dalam tata surya yang memiliki penghuni. Berbeda dengan planet lain, sebagian besar permukaan bumi ditutupi oleh air, yaitu mencapai – bagian bumi. Karenanya, dari langit di atas sana, bumi terlihat kebiru-biruan. Bumi merupakan planet ketiga terdekat dari matahari dengan jarak 150 juta km. Pergerakan bumi mengitari porosnya (rotasi) telah menyebabkan bentuk bumi tidak seutuhnya bulat, melainkan lonjong (elips). Jarijari bumi di bagian kutubnya adalah 6.356,8 km sedangkan bagian khatulistiwanya berjari-jari 6.378,1 km. Waktu yang diperlukan bumi untuk berevolusi, yaitu 365 hari yang biasa disebut sebagai satu tahun Masehi. Sedangkan, periode rotasinya adalah 23,9 jam atau dibulatkan 24 jam, yaitu satu hari bumi. Bumi memiliki sebuah satelit yang bernama bulan.

4. Mars Mars merupakan planet yang unik karena warnanya yang merah. Planet ini berdiameter setengah kali diameter bumi, yaitu 6.780 km, dan massanya dibandingkan dengan massa bumi adalah 1 : 9. Susunan atmosfer Mars didominasi oleh gas CO2 yang mencapai 95% sehingga mengakibatkan terjadi efek rumah kaca. Seluruh planet Mars diselimuti air dalam bentuk padat (es). Suatu penelitian terhadap planet Mars menunjukkan bahwa di planet ini pernah terjadi aliran sungai yang alami. Namun, karena suhu yang sangat dingin, aliran ini tak pernah terjadi lagi sejak berjuta-juta tahun yang lalu. Perubahan suhu ini diperkirakan karena terjadinya tabrakan planet Mars dengan asteroid yang sangat besar yang berakibat terlemparnya sebagian atmosfer Mars ke langit. Berdasarkan penemuan ini, peneliti hanya bisa mengira bahwa suhu di Mars pernah hangat seperti di bumi. Mars memerlukan 1,9 tahun untuk sekali mengelilingi matahari. Sedangkan, untuk sekali berputar mengelilingi porosnya, waktu yang diperlukan Mars adalah 24,6 hari. Mars memiliki dua benda langit yang selalu mengiringinya, yang bernama Phobos dan Demos.

5. Jupiter Jupiter adalah planet terbesar dibandingkan dengan planet-planet lainnya. Diameter Jupiter adalah 142.860 km atau 10 kali diameter bumi dan massanya 300 kali massa bumi. Atmosfer Jupiter tersusun oleh hidrogen, helium, dan hidrogen yang diperkaya metana, amoniak, dan air. Meskipun memiliki diameter dan massa yang paling besar dibanding planet lain, Jupiter hanya memerlukan waktu 9,8 jam untuk satu kali rotasi. Waktu ini merupakan waktu tercepat yang dimiliki planet untuk berotasi. Akibatnya, bagian ekuator Jupiter lebih cembung dan muncul arus angin yang sangat kuat di atmosfernya. Jarak Jupiter ke matahari adalah sekitar 778 km. Sehingga waktu yang diperlukan Jupiter untuk satu kali revolusi mencapai 11,9 tahun. Jupiter memiliki satelit paling banyak dengan ukuran yang besar-besar. Satelit yang dimiliki Jupiter berjumlah 31, yaitu Metis, Andrastea, Almathea, Thebe, Io, Europa, Ganymede, Calisto, Leda, Himalia, Lysithea, Elara, Aananke, Carme, pasiphea, Sinope, dan 18 lagi belum ada namanya. Satelit terbesar adalah Ganymede yang ukurannya lebih besar dari Merkurius.

6. Saturnus Saturnus adalah planet terbesar kedua setelah Jupiter. Saturnus merupakan satu-satunya planet yang memiliki perhiasan sangat indah berupa cincin yang disusun oleh kristal-kristal es dan bahan karbon. Diameter Saturnus hampir sama dengan diameter Jupiter, yaitu 120.000 km atau 10 kali diameter bumi. Namun, massanya dibandingkan dengan massa bumi adalah 1:95. Atmosfer Saturnus disusun oleh hidrogen dan hidrogen yang diperkaya oleh unsur lain. Periode rotasi Saturnus hanya berbeda 0,9 jam dari Jupiter, sedangkan periode revolusinya hampir 2,5 kali periode revolusi Jupiter, yaitu 29,5 tahun. Saturnus memiliki 30 satelit, yaitu Atlas, 1980 S27, 1980 S26, Eupemetheus, Janus, Mimas, Corbital, Encelandus, Tethys, Telesto, Calypso, Dione, Dione Coorbital, 1980 S5, 1980 S6, Rhea, Titan, Hyperion, Laetus, Phoebe, dan 9 lagi belum ada namanya. Satelit terbesarnya adalah Titan dengan diameter sekitar 5.000 km.

7. Uranus Uranus berdiameter 4 kali diameter bumi, yaitu 50.100 km dan massanya 15 kali massa bumi. Periode rotasi Uranus adalah 17 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 84 tahun. Berdasarkan pengamatan satelit, Uranus hanya tampak seperti bulatan biru sehingga sulit dipelajari. Para peneliti mengira bahwa warna biru ini disebabkan oleh atmosfer Uranus yang didominasi oleh gas metana. Satelit yang dimiliki Uranus berjumlah 21, yaitu Ariel, Umbriel, Titania, Oberon, Miranda, Puck, Cordelia, Ophelia, Bianca, Cresida, Desemona, Juliet, Portia, Rosalin, Belinda, dan 5 lagi belum ada namanya.

8. Neptunus Neptunus merupakan planet yang tampak dari bumi seperti chip biru yang terlihat indah. Diameter Neptunus adalah 48.600 km atau kira-kira 3,9 kali diameter bumi. Berbeda dengan warna biru bumi yang diakibatkan pantulan air, warna biru yang ditampakkan Neptunus diakibatkan oleh susunan gas metana yang mendominasi atmosfernya. Atmosfer Neptunus memiliki kerapatan yang berbeda-beda sehingga angin di Neptunus dapat bertiup dengan kecepatan tinggi, mencapai 2.200 km/jam. Neptunus berevolusi dengan periode 164,8 tahun dan berotasi selama 15,8 jam sekali. Neptunus memiliki 8 satelit yang masing-masing bernama Triton, Nereid, Naiad, Thalasa, Despina, Galatea, Larissa, dan Proteus.

 

Pengelolaan Kekuasaan Negara di Tingkat Pusat

Pengelolaan Kekuasaan Negara di Tingkat Pusat

Pengelolaan Kekuasaan Negara di Tingkat Pusat

Kekuasaan Negara di Tingkat Pusat

1. Lembaga-Lembaga Pemegang Kekuasaan Negara Proses pengelolaan kekuasaan negara di Republik Indonesia sangat dinamis. Berbagai perubahan mewarnai pelaksanaan pengelolaan negara di Indonesia. Perubahan tersebut tentu saja dilakukan agar negara Indonesia dapat lebih maju yang ditandai dengan terwujudnya cita-cita dan tujuan negara sebagaimana termaktub dalam alinea kedua dan keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pengelolaan kekuasaan negara dilakukan oleh lembaga-lembaga negara. Pengelolaan kekuasaan negara tidak hanya dilakukan oleh Presiden beserta para menteri negara selaku pemegang kekuasaan eksekutif.

Kekuasaan Negara di Tingkat Pusat – Hal tersebut dikarenakan kekuasaan negara bukan hanya kekuasaan eksekutif saja, tetapi terdapat pula kekuasaan legislatif dan yudikatif yang dijalankan oleh lembaga negara lainnya. Keberadaan lembaga-lembaga negara di Indonesia begitu dinamis. Hal tersebut merupakan dampak langsung dari mekanisme pengelolaan kekuasaan negara yang bersifat dinamis pula. Perkembangan lembaga-lembaga negara di Indonesia dapat kalian lihat dalam struktur ketatanegaraan Republik Indonesia. Berikut ini struktur ketatanegaraan Republik Indonesia berdasarkan UndangUndang Dasar 1945 sebelum dilakukan perubahan.

Kekuasaan Negara di Tingkat Pusat
Kekuasaan Negara di Tingkat Pusat

Struktur di atas berubah setelah dilakukannya perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Berikut ini struktur ketatanegaraan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 setelah dilakukan perubahan.

Pengelolaan Kekuasaan Negara di Tingkat Pusat
Pengelolaan Kekuasaan Negara di Tingkat Pusat

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

baik sebelum maupun sesudah dilakukan perubahan, secara tegas disebutkan tiga kekuasan negara, yaitu kekuasaan membentuk undang-undang, kekuasaan pemerintahan negara, dan kekuasaan kehakiman. Ketiga kekuasaan tersebut dipegang dan dikelola oleh lembaga negara yang ditetapkan oleh UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia.

Oleh karena itu, berikut ini akan diuraikan proses pengelolaan ketiga jenis kekuasaan negara tersebut. a. Kekuasaan membentuk undang-undang Kekuasaan membentuk undang-undang disebut juga kekuasaan legislatif. Kekuasaan tersebut secara teoretis dipegang oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Akan tetapi, sebelum perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 kekuasaan tersebut dipegang oleh Presiden, DPR hanya memberikan persetujuan saja.

Hal tersebut ditegaskan oleh ketentuan Pasal 5 Ayat (1) yang menyatakan Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Kemudian dalam Pasal 20 Ayat (1) ditegaskan bahwa Tiap-tiap undang-undang menghendaki persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.

Berdasarkan ketentuan tersebut, DPR mempunyai kekuasaan yang kecil dalam proses pembentukan undang-undang. Setelah dilakukan perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, DPR mempunyai kedudukan yang lebih kuat dalam pengelolaan kekuasaan negara. DPR secara tegas dinyatakan sebagai pemegang kekuasaan untuk membentuk undang-undang. Hal tersebut diatur dalam Pasal 20 Ayat (1) yang menyatakan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang. Perubahan ketentuan ini menyebabkan DPR mempunyai kekuasaan yang besar dalam proses pembentukan suatu undang-undang, bahkan apabila sebuah rancangan undang-undang yang telah ditetapkan oleh DPR menjadi undang-undang tidak disahkan oleh Presiden setelah 30 hari, undangundang tersebut dengan sendirinya berlaku dan wajib diundangkan.

Selain pembentukan undang-undang, pada saat ini DPR begitu besar kekuasaannya dalam mengontrol setiap kebijakan pemerintah. Kekuasaan tersebut terlihat dari hak-hak yang dimiliki oleh DPR seperti hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. Dengan ketiga hak tersebut, DPR menjadi lembaga penyeimbang sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah dapat dikendalikan dan dipastikan kebijakan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat

Kekuasaan pemerintahan negara

Kekuasaan pemerintahan negara disebut juga kekuasaan eksekutif. Kekuasaan ini dipegang oleh Presiden, sehingga Presiden berkedudukan sebagai kepala pemerintahan. Hal ini dikarenakan, Republik Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial yang ciri utamanya memposisikan Presiden sebagai kepala negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Sebelum perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kekuasaan Presiden Republik Indonesia begitu besar.

Pada awal pemberlakuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Presiden Republik Indonesia selain memegang kekuasaan eksekutif, juga memegang kekuasaan legislatif dan yudikatif. Hal ini dikarenakan lembaga-lembaga negara lainnya seperti MPR, DPR dan MA belum terbentuk.

Kekuasaan Presiden masih tetap besar, meskipun lembaga-lembaga negara yang ditetapkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah terbentuk. Dalam diri Presiden melekat berbagai kekuasaan berikut.

1) Kekuasaan pemerintahan, Pasal 4 ayat (1) 2) Kekuasaan membentuk undang-undang, Pasal 5 ayat (1) 3) Panglima tertinggi angkatan bersenjata yang terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, Pasal 10 Selain itu, Presiden juga mempunyai kekuasaan untuk menentukan keanggoatan MPR dari unsur Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, utusan golongan dan utusan daerah dengan mengeluarkan suatu keputusan Presiden. Presiden juga berhak memberikan grasi, amnesti, rehabilitasi dan abolisi kepada seorang terpidana.

Setelah perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Presiden Republik Indonesia masih tetap berkedudukan sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan di Indonesia. Akan tetapi, ada beberapa perubahan berkaitan dengan kekuasaan Presiden di antaranya sebagai berikut. 1) Presiden tidak lagi berkedudukan sebagai pemegang kekuasaan membentuk undang-undang. Hal ini sebagai konsekuensi dari dialihkannya kekuasaan membentuk undang-undang kepada DPR.

Dalam proses yang berkaitan dengan pembentukan undang-undang, Presiden berhak untuk mengajukan sebuah rancangan undang-undangan, memberikan persetujuan terhadap rancangan undang-undang, dan mengesahkan rancangan undang-undang yang telah ditetapkan oleh DPR menjadi Undang-Undang. 2) Presiden tidak lagi berwenang untuk mengangkat anggota MPR dari utusan golongan, utusan daerah maupun unsur TNI. 3) Presiden mesti memperhatikan pertimbangan DPR ketika akan memberikan amnesti dan abolisi, dan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung ketika akan memberikan grasi dan rehabilitasi.

Kekuasaan kehakiman

Kekuasaan kehakiman disebut juga kekuasaan yudikatif. Sebelum dilakukannya perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kekuasaan kehakiman dijalankan oleh Mahkamah Agung beserta lembaga peradilan yang ada di bawahnya.

Hal ini ditegaskan dalam Pasal 24 ayat (1) yang menyatakan Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain badan kehakiman menurut undang-undang. Setelah perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.

Pasal 24 Ayat (2) menyatakan Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. Ketentuan tersebut menyebabkan perubahan fundamental dalam pengelolaan kekuasaan kehakiman.

Mahkamah Agung tidak lagi menjadi satu-satunya pemegang kekuasaan tersebut. Terdapat Mahkamah Konstitusi sebagai mitra dalam menyelegarakan kekuasaan kehakiman. Hal tersebut memberikan peluang yang lebih besar bagi setiap warga negara untuk mencari keadilan dan kepastian hukum.

 

Sistem Saraf Pusat  pada manusia

Sistem Saraf Pusat pada manusia

Sistem saraf pusat berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan sistem koordinasi. Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Sedangkan, saraf tepi menyampaikan informasi baik ke pusat susunan saraf maupun sebaliknya. Sistem Saraf Pusat  pada manusia

a. Sistem saraf pusat Otak maupun sumsum tulang merupakan organ yang sangat vital dan lunak sehingga harus dilindungi oleh tulang rangka berupa tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang. Selain itu, otak juga dilindungi tiga lapisan selaput meninges. Radang yang terjadi pada lapisan membran ini disebut meningitis. Dari luar ke dalam ketiga lapisan membran meninges adalah sebagai berikut:

1) Durameter, merupakan selaput yang kuat dan bersatu dengan tengkorak.

2) Arachnoid, merupakan selaput yang di dalamnya terdapat cairan serebrospinalis (semacam cairan limfa). Arachnoid berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.

3) Piameter, lapisan ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa metabolisme. Lapisan ini penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan permukaan otak. Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai tiga materi esensial, yaitu:

1) badan sel, membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea);

2) serabut saraf yang membentuk bagian materi kelabu (substansi alba); dan

3) sel-sel neuroglia, merupakan jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat.

1) Otak Otak melaksanakan semua fungsi yang disadari. Otak bertanggung jawab terhadap pengalaman-pengalaman berbagai macam sensasi atau rangsangan terhadap kemampuan manusia untuk melakukan gerakan-gerakan yang menuruti kemauan (disadari), dan kemampuan untuk melaksanakan berbagai macam proses mental, seperti ingatan atau memori, perasaan emosional, intelegensia, berkomunikasi, sifat atau kepribadian dan ramalan.

a) Otak besar (serebrum) Otak besar merupakan bagian terbesar dan terdepan dari otak manusia. Otak besar mempunyai fungsi dalam mengatur semua aktivitas mental, yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensia), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.

Otak besar terdiri atas Lobus Oksipitalis sebagai pusat penglihatan, Lobus temporalis yang berfungsi sebagai pusat pendengaran, dan Lobus frontalis yag berfungsi sebagai pusat kepribadian dan pusat komunikasi.

b) Otak tengah (mesensefalon) Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Otak tengah berfungsi penting pada refleks mata, tonus otot serta fungsi posisi atau kedudukan tubuh.

c) Otak depan (diensefalon) Otak depan terdiri atas dua bagian, yaitu thalamus yang berfungsi menerima semua rangsang dari reseptor kecuali bau, dan hipothalamus yag berfungsi dalam pengaturan suhu, pengaturan nutrien, penjagaan agar tetap bangun, dan penumbuhan sikap agresif.

d) Otak kecil (serebelum) Otak kecil (serebelum) mempunyai fungsi utama dalam koordinasi terhadap otot dan tonus otot, keseimbangan dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. Otak kecil juga berfungsi mengkoordinasikan gerakan yang halus dan luwes.

e) Jembatan varol (pons varoli) Jembatan varol merupakan serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan. Selain itu, menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.

2) Sumsum lanjutan (medulla oblongata) Sumsum lajutan terletak di antara sumsum tulang belakang dan bagian otak lainnya. Sumsum lanjutan berfungsi dalam refleks yang mengatur denyut jantung, tekanan darah, gerakan pernapasan, sekresi ludah, menelan dan banyak proses lainnya.

3) Sumsum tulang belakang Sumsum tulang belakang berbentuk tabung dikelilingi dan dilindungi lung tulang neural, yang mempunyai dua fungsi penting, yaitu untuk mengatur impuls dari dan ke otak, dan sebagai pusat refleks. Pada irisan melintang, tampak ada dua bagian, yaitu bagian dalam suatu massa bahan kelabu berbentuk kupu-kupu yang terdiri atas badan sel dan bagian luar suatu bahan putih yang terdiri atas ikatan akson dan dendrit, “sayap” bahan kelabu terbagi menjadi dua tanduk dorsal dan dua tanduk ventral. Tanduk ventral mengandung badan sel neuron motor yang aksonnya keluar melalui saraf spinal menuju ke otot. Neuron lainnya dalam sumsum tulang belakang merupakan interneuron.

Akson dalam bahan putih dipisahkan dalam ikatan-ikatan yang mempunyai fungsi sama, yaitu jalur menanjak (ascending tracks) menyalurkan impuls ke otak, dan jalur menurun (descending tracks) berfungsi membawa impuls dari otak ke efektor.