Habitat tumbuhan paku dan struktur tubuh

Habitat tumbuhan paku dan struktur tubuh

Habitat tumbuhan paku dan struktur tubuh

habitat tumbuhan paku
habitat tumbuhan paku

habitat tumbuhan paku

Tumbuhan Paku (Pakis)

Tumbuhan paku atau dikenal juga dengan nama pakis, beberapa di antaranya dijadikan sebagai tanaman hias. Bahkan ada penggemar tanaman yang mengoleksi tumbuhan paku beraneka jenis yang diperoleh dari tempat yang berbeda-beda. Dapatkah kamu menyebutkan contoh tumbuhan paku yang ditanam sebagai tanaman hias? Bagaimanakah cara perawatannya? Samakah syarat-syarat hidupnya dengan tanaman hias yang lain?

habitat tumbuhan paku

1. Struktur tubuh dan habitat tumbuhan paku

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berpembuluh yang tidak berbiji, memiliki susunan tubuh khas yang membedakannya dengan tumbuhan yang lain.

habitat tumbuhan paku

Pada rizom terdapat akar, seperti rambut yang merupakan akar serabut. Ada pula tumbuhan paku yang batangnya mirip batang palem, misalnya paku pohon (Cyathea). Paku pohon ini masih banyak dijumpai di daerah dataran tinggi yang berhawa dingin seperti di kaki Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang dan pedalaman Gunungpati di Kota Semarang. Ada pula tumbuhan paku yang tubuhnya seperti kawat (paku kawat, Lycopodium). Cermati gambar tumbuhan paku pada gambar 7.8! Adakah tangkai daunnya? Bagaimanakah bentuk helaian daunnya? Bagaimanakah bentuk tulang daunnya?

habitat tumbuhan paku –  Bagaimanakah keadaan daunnya ketika masih muda? Coba kamu jelaskan! Ada daun paku yang berukuran kecil (mikrofil) dan ada pula yang berukuran besar(makrofil). Ada daun tumbuhan paku yang khusus menghasilkan spora, daun ini disebut sporofil dan ada daun yang tidak menghasilkan spora, disebut tropofil. Akan tetapi, tidak semua tumbuhan paku memiliki tipe daun yang berfungsi khusus. Misalnya pada suplir, semua daun dapat menghasilkan spora. Akar, batang dan daun tumbuhan paku memiliki berkas pengangkut xilem dan floem.

habitat tumbuhan paku

Tugas pengamatan

Tujuan: mengamati berkas pembuluh tumbuhan paku.

Carilah tumbuhan paku darat, buatlah sayatan tipis pada batangnya yang masih muda! Amati di bawah mikroskop! Kemudian gambarlah! Dapatkah kamu menemukan berkas pembuluhnya? Bagaimanakah tipe berkas pembuluhnya? Disebut apakah berkas pembuluh yang seperti itu?

habitat tumbuhan paku

Daur hidup tumbuhan paku

Tumbuhan paku memiliki kotak spora atau sporangium. Pada sporangium dihasilkan spora. Banyak sporangium terkumpul dalam satu wadah yang disebut sorus, yang dilindungi oleh suatu selaput indusium.

Tugas pengamatan

Tujuan: mengamati sorus tumbuhan paku.

Coba kamu cari daun tumbuhan paku yang berspora! Lakukan pengamatan di bawah mikroskop! Cari dan gambarlah sorus, sporangium dan sporanya! Dapatkah indusium terlihat pada pengamatan di bawah mikroskop? Mulailah dengan perbesaran lemah (10×10) dulu sebelum dilakukan pada perbesaran kuat (40×10).

Fase pembentukan spora dalam daur hidup tumbuhan paku disebut generasi sporofit dan fase pembentukan gamet disebut generasi gametofit. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) dengan dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. Berdasarkan jenis sporanya, tumbuhan paku dibedakan menjadi tumbuhan paku homospora, heterospora dan peralihan homosporaheterospora. Tumbuhan paku homospora menghasilkan spora dengan ukuran sama yang tidak dapat dibedakan antara spora jantan dan betina, misalnya Lycopodium sp. (paku kawat). Tumbuhan paku heterospora menghasilkan spora berbeda ukuran. Spora jantan berukuran kecil disebut mikrospora dan spora betina besar disebut makrospora, misalnya Selaginella sp.(paku rane), Marsilea sp. (semanggi). Tumbuhan paku peralihan menghasilkan spora jantan dan betina yang sama ukurannya, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda).

Penggolongan dan peranan tumbuhan paku

Dengan klasifikasi sistem 5 kingdom, tumbuhan paku dibedakan atas 3 divisio, yaitu Lycophyta, Sphenophyta, Pterophyta. a. Lycophyta (Paku kawat) Tumbuhan paku ini berdaun kecil, tersusun spiral, sporangium terkumpul dalam strobilus dan muncul di ketiak daun, batang seperti kawat. Contoh: Lycopodium sp.(paku tanduk rusa), ditanam sebagai tanaman hias. Lycopodium clavatum, digunakan sebagai bahan obat-obatan.

b. Sphenophyta (Paku ekor kuda) Berdaun kecil, tunggal dan tersusun melingkar. Sporangium tersusun dalam strobilus. Contoh: Equisetum debile (paku ekor kuda), tumbuh di dataran tinggi, batang berongga, berbuku-buku, dan tumbuh tegak. Daun kecil (mikrofil), terdapat pada setiap buku, melingkar, berbentuk sisik

c. Pterophyta (Paku sejati) Pterophyta merupakan tumbuhan paku yang banyak dijumpai disekitar kita, umumnya disebut pakis. Tumbuhan paku ini berdaun besar, daun muda menggulung, sporangium terdapat pada sporofil. Contoh: Alsophilla glauca (paku tiang),banyak ditemukan di daerah pegunungan berhawa dingin, batangnya hitam digunakan untuk menanam anggrek. Adiantum cuneatum (suplir) dan Asplenium nidus (paku sarang burung), ditanam sebagai tanaman hias. Marsilea crenata (semanggi), hidup di rawa atau tanah berair, digunakan untuk sayur.

Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Tumbuhan berbiji meliputi semua tumbuhan yang menghasilkan biji. Tumbuhan ini memiliki arti penting bagi organisme lain di bumi. Bahan makanan manusia dan hewan banyak yang berasal dari tumbuhan berbiji. Dapatkah kamu menyebutkan biji-bijian yang menjadi makanan hewan dan manusia? Untuk dapat mengenali keanekaragamannya kita harus mempelajari berbagai ciri, daur hidup dan habitatnya. Semua tumbuhan berbiji adalah heterospora, yang berarti memiliki dua jenis sporangia berbeda. Megasporangia menghasilkan megaspora yang akan menjadi gametofit betina, dan mikrosporangia menghasilkan mikrospora yang akan menjadi gametofit jantan. Megaspora terbentuk dalam megasporangium yang dilindungi oleh integumen, yang secara keseluruhan struktur tersebut disebut ovulum atau bakal biji. Perkembangan megaspora inilah yang akan membentuk sel telur (ovum), jika ovum dibuahi oleh sel sperma maka akan tumbuh menjadi zigot. Zigot berkembang menjadi embrio sporofit. Keseluruhan bakal biji akhirnya berkembang membentuk biji. Dalam sistem klasifikasi 5 kingdom, tumbuhan berbiji digolongkan menjadi dua golongan, yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae). Dalam buku ini, pembahasan tumbuhan berbiji dimaksudkan untuk mengenalkan keanekaragamannya. Dengan demikian, tidak membahas ciri morfologis dan fungsi fisiologisnya secara mendalam.

1. Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) a. Ciri-ciri umum Pernahkah kamu mengamati tumbuhan melinjo, pakis haji dan pinus? Dapatkah kamu menjelaskan perbedaan cirinya dengan tumbuhan berbiji lain? Salah satu ciri khas yang membedakan Gymnospermae dengan tumbuhan berbiji lain adalah struktur bijinya!

Tumbuhan berbiji terbuka dapat berupa perdu atau pohon. Semua tumbuhan berbiji terbuka memiliki jaringan pembuluh xilem dan floem. Tumbuhan berbiji terbuka, tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji tertutup merupakan kelompok tumbuhan Tracheophyta, yaitu kelompok tumbuhan yang memiliki jaringan pembuluh xilem dan floem. Yang membedakan tumbuhan ini dengan tumbuhan berbiji terbuka adalah bakal bijinya terdapat di luar permukaan megasporofilnya atau analoginya disebut sisik pendukung bakal biji, yang berkelompok menjadi strobilus berkayu dan disebut runjung, kecuali pada tanaman pakis haji (Cycas rumphii).

b. Penggolongan dan peranannya Tumbuhan berbiji terbuka yang hingga kini masih dapat ditemukan adalah divisi Coniferophyta (konifer), Cycadophyta (Sikas), Ginkgophyta (ginkgo), Gnetophyta (melinjo). 1) Coniferophyta (konifer) Divisio ini banyak anggotanya yang masih dapat dijumpai hingga sekarang. Ingatkah kamu tumbuhan apakah yang terdapat pada hutan di daerah beriklim dingin di kutub utara? Atau hutan pada pegunungan di daerah tropis? Pada umumnya conifer tidak mengalami gugur daun, daunnya berbentuk jarum, hidup sebagai perdu atau pohon, memiliki strobilus berbentuk kerucut. Ada dua macam strobilus, strobilus biji atau strobilus betina dan strobilus serbuk sari atau strobilus jantan. Contoh: Pinus, Cupressus, Araucaria, Agathis, Sequoia, Juniperus, Taxus. 2) Cycadophyta (Sikas) Golongan sikas ditemukan di daerah tropis hingga sub-tropis. Ciri yang khas untuk tumbuhan ini adalah batang yang tidak bercabang, daun majemuk, seperti kulit, tersusun sebagai tajuk di puncak batang yang memanjang. Seluruh anggotanya berumah dua. Contoh: Cycas rumphii (pakis haji), ditanam sebagai tanaman hias. 3) Ginkgophyta (Ginko) Anggota divisio ini yang masih ada adalah Ginkgo biloba (Ginko). Ginkgo merupakan pohon besar, dapat mencapai ketinggian lebih dari 30 meter. Daun lebar berbentuk seperti kipas, dengan belahan yang berlekuk dalam. Tulang daun berbentuk menggarpu. Ginko merupakan tumbuhan Gymnospermae yang meranggas, berumah dua, biji keras berwarna kekuningan, berukuran sebesar kelereng, berbau tidak enak. Ginko digunakan sebagai bahan obat-obatan dan kosmetik. 4) Gnetophyta Divisio ini memiliki strobilus jantan yang tersusun majemuk, daun berhadapan atau melingkar, seluruh pembuluh terdapat pada kayu sekunder dan tidak terdapat saluran resin. Contoh: Gnetum gnemon (melinjo), daun muda, biji dan bunganya dapat disayur. Bijinya dibuat menjadi emping,kulit kayunya digunakan sebagai bahan pembuatan benang atau kertas.

Inilah yang bisa kami berikan untuk materi tentang tumbuhan semoga bisa membantu dalam mencari pelajaran biologi, jangan lupa kunjungi lagi laman yang lain . terima kasih !

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae dan Paku

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae dan Paku

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae dan Paku

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae

Reproduksi Tumbuhan – Pernahkah kamu makan emping melinjo? Bahan baku emping melinjo adalah biji tanaman melinjo. Tumbuhan melinjo memiliki biji yang tidak tertutup kulit buah. Tumbuhan yang bijinya tidak tertutup kulit buah atau berbiji terbuka disebut tumbuhan Gymnospermae. Pohon pinus, pohon ginkgo, dan pakis haji juga tergolong Gymnospermae. Apakah bunga pada tumbuhan Gymnospermae sama dengan bunga pada tumbuhan Angiospermae? Menurutmu bagaimana cara reproduksi tanaman tersebut? Apakah tumbuhan Gymnospermae memiliki cara reproduksi yang sama dengan tumbuhan Angiospermae?

Reproduksi Tumbuhan – Tumbuhan Gymnospermae tidak memiliki bunga seperti halnya tumbuhan Angiospermae. Namun, tumbuhan Gymnospermae memiliki alat reproduksi seksual (generatif) yang disebut strobilus atau runjung. Pada tumbuhan pinus dan melinjo terdapat dua jenis strobilus dalam satu pohon yaitu strobilus jantan dan strobilus betina (Gambar 2.30 (a)). Pada tumbuhan pakis haji strobilus jantan dan betina terpisah atau tidak berada dalam satu pohon. Pada strobilus jantan terdapat sporangia (ruang-ruang spora).

Reproduksi Tumbuhan – Sel-sel di dalam sporangia akan mengalami meiosis dan menghasilkan mikrospora. Mikrospora akan berkembang membentuk serbuk sari. Serbuk sari yang dihasilkan oleh tumbuhan pinus adalah serbuk sari yang EHUVD\DS 3DGD VWURELOXV EHWLQD WHUGDSDW EDQ\DN PHJDVSRUR¿O 7LDS PHJDVSRUR¿OPHQJDQGXQJGXDEDNDOELML7LDSEDNDOELMLPHQJDQGXQJ megasporangium. Sel dalam megasporangium akan mengalami meiosis dan menghasilkan megaspora. Inti megaspora akan mengalami mitosis membentuk sel telur.

Reproduksi Tumbuhan – Penyerbukan pada Gymnospermae terjadi jika serbuk sari menempel pada liang bakal biji. Serbuk sari akan tertangkap oleh cairan yang terdapat di lubang bakal biji. Jika cairan menguap maka serbuk sari akan dapat masuk ke bakal biji dan terjadilah pembuahan. %LMLWXPEXKGLGDODPPHJDVSRUR¿OGDQGLOHQJNDSLGHQJDQVD\DS Ayo, Ki

Reproduksi Tumbuhan – Dapatkah tumbuhan Gymnospermae bereproduksi secara aseksual (vegetatif)? Tumbuhan Gymnospermae dapat bereproduksi secara aseksual. Tumbuhan Gymnospermae yang dapat bereproduksi secara aseksual misalnya tumbuhan pakis haji dan pinus. Tumbuhan pakis haji dapat reproduksi dengan menggunakan tunas yang disebut bulbil. Tumbuhan pinus dapat berkembangbiak dengan menggunakan tunas akar.

Siklus hidup pada Gymnospermae terdiri atas dua tahapan, yaitu VSRUR¿WGDQJDPHWR¿W$JD .

Reproduksi Tumbuhan

Reproduksi Tumbuhan Paku

Reproduksi Tumbuhan – Pernahkah kamu menjumpai tumbuhan tersebut berbunga? Berupa apakah organ reproduksi tumbuhan tersebut? Tumbuhan tersebut merupakan kelompok tumbuhan paku. Semua tumbuhan pa ku tidak menghasilkan bunga.

$SDNDK NDPX GDSDW PHQJLGHQWL¿NDVL VHPXD EDJLDQ WXPEXKDQ paku? Apa saja yang berhasil kamu temukan? Tahukah kamu apa fungsi dari bagian tubuh tanaman paku yang kamu temukan? Pada tumbuhan pakis dan juga tumbuhan paku lain tidak berkembangbiak dengan menggunakan bunga tetapi menggunakan spora. Namun demikian, tumbuhan paku juga tetap dapat menghasilkan sel kelamin dalam reproduksinya. Dengan demikian, tumbuhan paku dapat mengalami repoduksi secara aseksual maupun seksual.

7XPEXKDQSDNX\DQJGDSDWNLWDDPDWLEHUDGDGDODPWDKDSVSRUR¿W karena dapat menghasilkan spora. Coba kamu ingat Aktivitas 2.5! Dimanakah kamu dapat menemukan kotak spora pada tanaman paku? Jika kadar air pada kotak spora berkurang, kotak spora akan sobek dan mengeluarkan spora yang ada di dalamnya. Spora akan tersebar dan akan tumbuh menjadi protalium jika lingkungannya sesuai untuk tumbuh. 7DKDS JDPHWR¿W GLPXODL NHWLND protalium tumbuh. Protalium akan berkembang dan menghasilkan anteridium dan arkegonium. $QWHULGLXP DNDQ PHQJKDVLONDQ VSHUPD EHUÀDJHO EHUHNRU GDQ arkegonium menghasilkan sel telur.

Reproduksi Tumbuhan
Reproduksi Tumbuhan

Fertilisasi terjadi jika sperma yang dihasilkan oleh anteridium sampai pada sel telur yang dihasilkan oleh arke gonium. Meskipun PHPLOLNL ÀDJHO VSHUPD WXPEXKDQ SDNX PHPSHUOXNDQ DLU XQWXN pergerakannya. Zigot yang tumbuh dan berkembang akan memulai WDKDSVSRUR¿WEDUX6LNOXV\DQJWHUMDGLSDGDWXPEXKDQSDNXGLVHEXW juga pergiliran keturunan. Coba perhatikan Gambar 2.33! Apakah pada siklus hidup tumbuhan paku juga terjadi pergiliran keturunan? Reproduksi aseksual pada tumbuhan paku dilakukan dengan rhizoma. Rhizoma dapat tumbuh ke segala arah dan membentuk koloni tumbuhan paku yang baru. Rhizoma adalah batang yang tumbuh di dalam tanah.

 

Pembahasan Reproduksi Tumbuhan Angiospermae

Pembahasan Reproduksi Tumbuhan Angiospermae

Pembahasan Reproduksi Tumbuhan Angiospermae

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae
Reproduksi Tumbuhan Angiospermae

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae

3) Penyebaranan Biji

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae  – Pernahkah kamu menemukan tumbuhan yang tempat tumbuh induknya berjauhan dengan tempat tumbuh anaknya? Mengapa demikian? Tumbuhan tersebut ternyata melakukan penyebaran biji. Setelah terjadi pembuahan, bakal biji akan berkembang menjadi biji. Pada Angiospermae biji diselubungi oleh buah yang telah berkembang dari bakal buah (ovarium).

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae  – Buah juga dapat membantu dalam penyebaran biji. Penyebaran biji yang jauh dari induk akan meningkatkan peluang biji untuk tumbuh dan berkembang dengan baik menjadi individu baru. Hal ini dikarenakan biji yang tumbuh pada suatu area yang dekat dengan induk, akan berkompetisi dengan induk untuk mendapatkan cahaya, air, dan nutrisi. Proses penyebaran biji dapat terjadi secara alami atau dengan bantuan manusia. Lakukan kegiatan berikut agar kamu tahu macam-macam perantara dalam proses penyebaran biji.

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae  – Apa saja bahan perantara untuk menyebarkan biji yang berhasil kamu temukan? Terdapat banyak bahan perantara yang dapat membantu tanaman untuk menyebarkan biji. Berikut ini akan dibahas ber bagai cara penyebaran biji dan istilah untuk masing-masing perantara.

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae

a) Anemokori

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae  – Proses penyebaran biji dengan bantuan angin disebut anemokori (anemo=angin). Ciri tumbuhan yang penyebarannya dengan cara ini adalah bijinya kecil, ringan, dan bersayap. Contohnya adalah biji bunga Dandelion. Biji yang ringan dan kecil tidak ter lalu dipengaruhi oleh gaya gravitasi bu mi. Keberadaan sayap pada biji mem bantu biji mudah terbawa angin. Arah gerak biji mengikuti arah gerak angin.

b) Hidrokori

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae  – Proses penyebaran biji dengan bantuan air disebut hidrokori (hidro=air). Ciri tumbuhan yang penyebarannya dengan cara ini adalah hidupnya di dekat daerah perairan, misalnya di pantai ataupun tumbuhan yang hidup di air, contohnya adalah pohon kelapa dan bakau. Biji kelapa tergolong biji tumbuhan yang berukuran besar, dapat mencapai ukuran diameter 15 cm.

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae  – Biji kelapa diselubungi oleh buah yang terdiri atas tempurung kelapa, sabut kelapa, dan kulit kelapa. Meskipun berukuran besar, buah dan biji kelapa dapat mengapung di air dan dapat mengalir mengikuti arus air. Kelapa dapat mengapung di air karena sabut buah kelapa memiliki banyak rongga udara. Pada saat berada di air, sabut kelapa memiliki prinsip kerja seperti pelampung, sehingga kelapa dapat terapung.

c) Zookori

Proses penyebaran biji dengan bantuan hewan disebut zookori (zoo=hewan). Penyebaran ini dibagi menjadi empat, yaitu entomokori, kiropterokori, ornitokori, dan mammokori. ? Entomokori adalah penyebaran biji dengan perantara serangga. Contohnya adalah wijen dan tembakau. ? Kiropterokori adalah penyebaran biji dengan perantara kelelawar. Contohnya adalah jambu biji dan pepaya. ? Ornitokori adalah penyebaran biji dengan perantara burung. Tumbuhan yang penyebarannya dengan cara ini adalah tumbuhan yang buahnya menjadi makanan burung, tetapi bijinya tidak dapat tercerna. Biji tersebut akan keluar dari tubuh burung bersamaan dengan kotoran burung. Contohnya adalah beringin dan benalu. ? Mammokori adalah penyebaran biji dengan perantara mamalia. Contohnya adalah hewan luwak yang membantu dalam proses penyebaran biji kopi.

d) Antropokori

Proses penyebaran biji dengan bantuan manusia disebut antropokori (antro=manusia). Proses penyebaran dengan cara ini dapat terjadi secara sengaja ataupun tidak sengaja. Penyebaran biji yang secara tidak sengaja dilakukan oleh manusia sengaja apabila biji tumbuhan tersebut memiliki struktur yang mu dah melekat pada pakaian. Sebagai con tohnya adalah rumput. Penyebaran biji dengan sengaja sering dilakukan manusia terutama pada bidang per tanian, yaitu ketika menanam padi, jagung, dan tanaman lain.

4) Perkecambahan

Pernahkah kamu mengamati biji jagung dan biji kedelai yang dijual atau disimpan? Mengapa biji tersebut tidak tumbuh menjadi tum buhan baru dan tetap menjadi biji? Biji yang masih belum tumbuh me rupakan biji yang berada pada keadaan dormansi biji. Dormansi yaitu peristiwa dimana biji mengalami masa istirahat. Berakhirnya masa dormansi biji adalah ketika biji mulai tumbuh menjadi tumbuhan baru yang disebut dengan tahapan perkecambahan. Lamanya masa dormansi biji setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Masa dormansi biji dapat diakhiri dengan memberi perlakuan yang berbeda-beda. Namun perkecambahan berbagai macam biji dipengaruhi oleh faktor yang hampir sama.

5) Sifat Keturunan Reproduksi Seksual

Bagaimanakah sifat keturunan yang dihasilkan dari reproduksi secara seksual? Sama dengan induk ataukah berbeda? Reproduksi seksual dihasilkan dari peleburan inti sel kelamin jantan (sperma) dan sel kelamin betina (telur). Sifat keturunan diperoleh dari gabungan sifat kedua in duk. Hal inilah yang menyebabkan sifat keturunan yang dihasilkan da ri reproduksi seksual bervariasi.