Peran Daerah dalam Kerangka NKRI saat ini

Peran Daerah dalam Kerangka NKRI saat ini

Peran Daerah dalam Kerangka NKRI saat ini

Peran Daerah – Kalian telah mempelajari bagaiman peran daerah kalian pada masa merebut dan mempertehankan kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya bagaimana arti penting daerah kalian dalam kerangka NKRI saat ini, akan kalian pelajari pada materi berikut ini.

Peran Daerah
Peran Daerah

Peran Daerah – Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang sangat luas. Sebagai negara kepulauan maka wilayah lautan lebih luas dibandingkan luas daratan. Tanah kita dikenal dengan tanah yang subur. Berbagai jenis tanaman dapat tumbuh subur di Indonesia yang memberikan kemakmuran bagi rakyat Indonesia, juga memberikan penghidupan bagi berbagai satwa. Demikian juga dengan lautan yang luas di daerah tropis merupakan sumber kehidupan di laut. Selain itu kekayaan alam Indonesia berupa bahan tambang seperti minyak, gas, tembaga, emas, batu bara terkandung dalam bumi Indonesia. Ini menggambarkan bagaimana besar wilayah dan kekayaan bangsa Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan modal yang potensial untuk kemajuan bangsa dan negara.

Peran Daerah – Bagaimana keadaan wilayah, penduduk, ekonomi, dan kekayaan alam di daerah kalian saat ini. Apakah seperti yang diuraikan di atas? Agar kalian lebih mengenal dan memahami daerah kalian, carilah informasi tentang daerah kabupaten/kota kalian dari berbagai sumber. Lengkapi tabel berikut yang memuat informasi tentang daerah kabupaten/kota kalian. Setelah kalian peroleh data tentang daerah kalian, buatlah kesimpulan bagaimana peran dan arti penting daerah kalian dalam kerangka NKRI.

Peran Daerah – UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengatur tentang pemerintahan daerah dalam pasal 18, pasal 18 A dan pasal 18 B . Pasal-pasal ini menegaskan beberapa hal yaitu : 1. Wilayah Indonesia terbagi atas daerah provinsi, kabupaten, dan kota. 2. Pemerintah daerah memiliki hak untuk mengurus daerah sendiri menurut azas otonomi daerah dan tugas perbantuan. 3. Hubungan pemerintah pusat dan daerah memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah. 4. Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa. 5.

Peran Daerah – Negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisionalnya selama masih hidup dan sesuai dengan prinsip NKRI Kekayaan alam yang dimiliki setiap daerah di Indonesia merupakan kekayaan seluruh bangsa Indonesia, tidak hanya miliki daerah yang bersangkutan. Pasal 33 ayat 3 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa , “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Makna “dikuasai” adalah negara memiliki kekuasaan untuk mengatur bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Kekuasaan untuk mengatur oleh negara dimaksudkan agar kemakmuran rakyat benar-benar tercapai. Kemakmuran yang ingin diwujudkan adalah bagi seluruh dan lapisan masyarakat diseluruh daerah. Bukan untuk perorangan atau golongan atau daerah tertentu.

Oleh karena itu kekuasaan untuk mengatur harus benar-benar dipahami agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau golongan. Kesadaran bahwa negara Indonesia merupakan negara yang besar dan agar tercipta prinsip keadilan dalam kemajuan dan kemakmuran rakyat dan daerah, maka pengelolaan pemerintahan menggunakan azas desentralisasi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, memuat tentang hubungan pemerintah pusat dan daerah, pembagian kekuasaan, dan beberapa hal yang lain.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 merupakan salah satu hasil reformasi dalam hubungan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dengan reformasi ini diharapkan lebih terwujud semangat persatuan dan kesatuan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonsia.

Carilah permasalahan dalam pelaksanaan otonomi daerah di daerah kalian yang dapat membahayakan prinsip negara kesatuan. Diskusikan dalam kelompok mengapa masalah tersebut ada ? Apa akibat yang ditimbulkan dari masalah tersebut ? Bagaimana upaya mengatasi masalah tersebut. Sajikan hasil diskusi di depan kelas.

Perkembangan Janin Saat Kehamilan

Perkembangan Janin Saat Kehamilan

Perkembangan Janin Saat Kehamilan

Perkembangan Janin – Proses terjadinya kehamilan mungkin kita sering mendengar, melihat atau bahkan mengalami kehamilan (bagi perempuan yang sudah menikah) tetapi belum memahami proses terjadinya kehamilan. Tidak semua orang memahami proses terjadinya kehamilan, khususnya bagi yang belum menikah dan belum pernah mengalami masa kehamilan.

Perkembangan Janin
Perkembangan Janin

Perkembangan Janin – Proses terjadinya kehamilan ternyata sebuah proses yang sangat kompleks dan rumit tidak seperti yang kita lihat atau bayangkan. Proses terjadinya kehamilan adalah ketika sel sperma bertemu dengan sel telur wanita yang telah matang (siap untuk dibuahi) yang terdapat pada rahim seorang wanita sehingga menyebabkan terjadinya pembuahan. Seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan 3 cc sperma ketika mengalami ejakulasi.

Sperma yang normal mengandung 100 sampai 120 juta sperma dan ketika sperma keluar di dalam alat kelamin laki-laki, maka ratusan juta sel sperma tersebut berenang melintasi rongga rahim untuk berebut sel telur matang yang terdapat pada saluran tuba pada rahim wanita. Meskipun ada ratusan juta sel sperma yang berenang untuk membuahi sel telur yang telah matang, tetapi pada kenyataanya hanya satu sel saja yang mampu menembusnya dan berhasil membuahinya sehingga menyebabkan terjadinya kehamilan. Tuhan telah menciptakan manusia dengan sangat detail dan sempurna. Anatomi uterus wanita ternyata memiliki peran vital dalam proses terjadinya kehamilan. Uterus wanita terdiri dari beberapa bagian yang sangat penting yaitu uterus, ovarium, cervix, vulva dan vagina. Setiap bagian tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembuahan.

Berdasarkan penelitian para ahli, dihasilkan bahwa dengan ibu hamil mengetahui perkembangan dan keadaan janinnya maka akan mempererat hubungan batin antara keduanya. Berikut tahap demi tahap perkembangan janin dalam kandungan :

a. Dimulai pada minggu ke 4-8: Terjadi pembentukan awal embrio (manusia dini) yang sudah memiliki sistem vaskuler (peredaran darah). Jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari, kaki, dan tangan. Pada fase ini juga sudah terbentuk kantung ketuban yang terdiri dari dua selaput tipis. Selaput ini berisi air ketuban yang berfungsi untuk menjaga bayi dari cedera akibat benturan dari luar selama masa kehamilan.

b. Pada minggu ke 8-12 Organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Bentuk kepalanya pun kini lebih besar dibandingkan dengan badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat.

Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai dapat melakukan aktivitas seperti menendang dengan lembut.

c. Pada minggu ke12-16 Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu, dan di matanya mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna. Bahkan kakinya pun sudah tumbuh lebih panjang dari tangannya.

d. Pada minggu ke 16-20 Hidung dan telinga tampak jelas, kulit merah, rambut mulai tumbuh, dan semua bagian sudah terbentuk lengkap. Pembuluh darah terlihat dengan jelas pada kulit janin yang tipis. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya.

e. Pada minggu ke 20-24 Pada saat ini alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernafasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, ia mulai memiliki waktuwaktu untuk tidur. f. Pada minggu ke 24-28 Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk. Di kulit kepala rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara.

g. Pada minggu ke 28-32 Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip akibat melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah kebawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir kedunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. Si kecil kini sudah terbentuk dengan sempurna.

h. Pada minggu ke 36 Sang bayi kerap berlatih bernafas, mengisap dan menelan. Rambut-rambut halus disekujur tubuhnya telah menghilang dan badannya menjadi lebih bulat. Bayi yang dikandung oleh sebagian wanita yang hamil untuk pertama kalinya akan mengalami penurunan, yaitu turunnya kepala kerongga panggul (bayi sudah turun).

i. Pada minggu ke 38 Kepala telah berada pada rongga panggul, siap untuk dilahirkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu persalinan sudah dekat. Kini, sang bayi seolah-olah “mempersiapkan diri “ bagi kelahirannya ke dunia.

j. Pada minggu ke 40 Apa yang dulunya sebuah sel, sekarang telah menjadi manusia. Dalam beberapa hari, plasenta akan mengambil alih dan memberi sinyal bahwa bayi telah siap untuk dilahirkan. Sang bayi masih tidur dengan tenang di dalam rahim ibunya. Ia tidak mengetahui bahwa sesaat lagi ia akan meninggalkan rumahnya untuk melewati proses terbesar dalam kehidupannya yaitu kelahiran.

 

Penanganan korban kram saat renang

Penanganan korban kram saat renang

Penanganan korban kram saat renang

Kram memang bukan sebuah masalah besar jika kita berada di darat, tapi bila kita sedang di air yang dalam maka kram akan mengancam jiwa kita. Penyebab utama tenggelamnya seorang perenang akibat kram adalah kegagalan dalam mencegah terjadinya panik.

Sering kita lihat ketika perenang mengalami kram, dia akan langsung berusaha ke tepi, sehingga akan terlihat gerakan yang tidak teratur dan laju renangnya pun lambat. Gerakan yang tidak teratur ini disebabkan oleh rasa sakit dan kepanikan perenang.

Jika di kolam renang, langsung berusaha ke tepi sesaat terjadi kram mungkin menjadi solusi yang bagus, namun bila sedang berenang di open water (danau, sungai, laut) jelas ini bukan solusi yang baik.

Penanganan korban kram saat renang
Penanganan korban kram saat renang

a. Penyebab Kram

adalah kejang otot yang bersifat mendadak dan terasa sangat sakit. Kram dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain : 1) Otot yang kelelahan 2) Penggunaan otot yang berlebihan 3) Kurangnya elektrolit tubuh (Ca dan K) karena keluar melalui keringat 4) Penumpukan asam laktat (hasil metabolisme di otot) 5) Terganggunya oksigenisasi jaringan otot 6) Terganggunya sirkulasi darah ke jaringan otot

Pada perenang kram sering terjadi di : 1) Otot tungkai bawah bagian belakang (otot betis) 2) Otot punggung kaki : biasanya terjadi karena gerakan yang tidak sempurna saat renang menggunakan fin (sepatu katak) 3) Otot tungkai atas (paha) bagian depan maupun belakang.

b. Langkah-langkah penanganan

Penanganan kram di darat maupun di air sebenarnya memiliki prinsip yang sama yaitu lakukan peregangan. Langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi kram adalah : 1) Bersikap tenang dan jangan berusaha ke tepi 2) Tarik napas dalam dan tahan 3) Lakukan peregangan dan pemijatan pada otot yang kram 4) Jangan lakukan gerakan apapun kecuali peregangan (walaupun badan kita tenggelam) 5) Tarik napas lagi, kemudian lakukan peregangan lagi 6) Ulangi sampai nyerinya reda 7) Setelah reda barulah berenang ke tepi, usahakan tidak menggerakkan/ menggunakan otot yang tadi kram 8) Setelah di tepi lakukan kembali peregangan sampai otot terasa nyaman

Ada dua posisi utama untuk peregangan di air (untuk otot-otot di ekstremitas bawah), yaitu :

1) Posisi 1 : Tekuk lutut ke arah dada, dan tarik jari kaki dan telapak kaki ke arah punggung kaki. Posisi ini untuk mengatasi kram pada otot betis dan otot paha bagian belakang.

2) Posisi 2 : Tekuk paha ke belakang, tekuk lutut, tarik jari kaki dan punggung kaki ke arah telapak kaki. Posisi ini untuk mengatasi kram pada otot punggung kaki dan otot paha bagian depan. Latihlah teknik penanganan kram di air ini, karena pada saat terjadi kram yang kita butuhkan adalah gerakan spontan tanpa berfikir, sehingga dapat terhindar dari panik.

c. Penanganan kram.

Dalam olah raga renang, sering kita mengalami kejang otot atau yang sering kita sebut kram (cramp). Oleh sebab itu pengetahuan tentang prinsip penanganan kram adalah wajib bagi seorang perenang, karena masih sering kita jumpai kesalahan dalam penanganannya.

Prinsip dasar penanganan kram adalah meregangkan otot berlawanan dengan arah kejang. Ditambah dengan pijatan pada otot yang kram untuk membantu pelemasan otot sehingga sirkulasi oksigen, elektrolit dan zat metabolik menjadi lancar. Peregangan otot yang kram dilakukan secara perlahan, jika sakit jangan di kendurkan tapi pertahankan posisi. Jika nyeri hilang tambah lagi peregangannya. Lakukan sampai nyeri hilang.

Contoh posisi penanganan : 1) Otot betis : luruskan lutut, tekan telapak kaki ke arah punggung kaki. Lakukan pemijatan pada otot betis 2) Otot punggung kaki : tekan punggung kaki dan jari kaki ke arah telapak kaki (sehingga seperti penari balet). Lakukan pemijatan pada otot punggung kaki 3) Otot Paha belakang : luruskan lutut, angkat tungkai bawah dan lakukan pemijatan 4) Otot paha depan : tekuk lutut dan lakukan pemijatan .

d. Pencegahan

1) Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum memulai olahraga 2) Tidur cukup 3) Cukup minum sebelum, saat dan setelah olahraga, jika perlu yang mengandung elektrolit (misal. oralit)