Sikap dalam Menghadapi Keterbatasan

Sikap dalam Menghadapi Keterbatasan

Sikap dalam Menghadapi Keterbatasan

Sikap dalam Menghadapi Keterbatasan
Sikap dalam Menghadapi Keterbatasan

Diri Bagi sebagian orang keterbatasan kemampuan dapat menjadi penghalang bagi dirinya untuk berkembang. Tetapi banyak orang di dunia ini, yang sekalipun mempunyai keterbatasan mampu berkembang menjadi orang hebat. Simak cerita berikut! Mengubah Tragedi Menjadi Kemenangan Sebelum abad ini, prosedur standar untuk mengembangkan perajin ahli adalah dengan ayah mengajarkan profesinya kepada anak laki-lakinya. Keahlian yang diperlukan untuk membuat kerajinan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bertahun-tahun yang lalu, seorang pembuat sepatu mengajarkan kepada anak laki-lakinya yang berumur sembilan tahun, kerajinan ini guna mempersiapkannya menghadapi kehidupannya.

Pada suatu hari alat pelubang kulit jatuh dari meja pembuatan sepatu dan secara tragis membutakan anaknya yang berumur sembilan tahun. Tanpa pengetahuan dan keahlian seperti sekarang , anak ini tidak hanya kehilangan sebelah matanya tetapi juga kedua-duanya. Ayahnya memasukkannya ke sekolah khusus tunanetra. Pada masa itu mereka diajar dengan menggunakan blok-blok kayu ukuran besar. Blok-blok kayu ini canggung dan merepotkan, memerlukan banyak waktu untuk belajar. Walaupun demikian, anak tukang sepatu tidak puas hanya belajar membaca. Dia tahu pasti ada cara yang lebih mudah dan lebih baik. Selama bertahun-tahun, dia merancang sistem membaca yang baru bagi orang buta dengan menusukkan bintik-bintik pada kertas. Untuk mencapai tujuannya, anak pembuat sepatu menggunakan alat pelubang kulit yang sama yang membutakannya.

Setelah membaca cerita di atas, jawab beberapa pertanyaan berikut!

1. Apa yang menarik bagimu dari kisah tersebut?

………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

2. Dapatkah kamu menemukan tokoh-tokoh lain yang mempunyai kemiripan dengan kisah di atas? ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

3. Pelajaran apa yang kamu petik dari kisah tersebut?

………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

Bila di tempatmu tersedia internet, kamu dapat menemukan banyak kisah orang yang mempunyai keterbatasan tetapi hidupnya sukses bahkan terkenal. Kamu dapat mencarinya di video motivasi, atau kisah-kisah sukses, dsb. Secara umum terdapat dua sikap yang sering muncul dalam menyikapi keterbatasan kemampuan. Ada sikap positif, ada juga sikap negatif. Diskusikan dengan teman-temanmu kedua sikap tersebut dan pengaruhnya pada tindakan orang tersebut dalam hidupnya sehari-hari.

Pesan Tuhan dalam Menghadapi Keterbatasan

Dalam Kitab Suci Mrk 4: 35-41 dikisahkan tentang keterbatasan yang dialami oleh para murid Yesus dalam melaksanakan tugasnya. Kisah tersebut memperlihatkan dan sekaligus mengajarkan, bahwa dalam keterbatasan yang dimiliki, setiap orang dipanggil untuk kembali mencari sumber kekuatan sejati, yakni Allah sendiri.

Mrk 4: 35-41 35Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”36Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 37Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.38Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” 39Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 40 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Baca sekali lagi dengan teliti, tanyakan hal-hal yang belum dapat kamu pahami berkaitan dengan bacaan tersebut, kemudian rumuskan jawaban atas pertanyaan berikut.

a. Keterbatasan apa yang dialami para murid Yesus? b. Perasaaan/ sikap apa yang muncul dalam diri mereka saat menghadapi keterbatasan? c. Apa yang mereka lakukan untuk mengatasi keterbatasan? Apa reaksi mereka saat mengalami keterbatasan itu sendiri? apa yang mereka lakukan? d. Apa pesan yang kamu peroleh dari kisah tersebut? Agar saling melengkapi, komunikasikan jawabanmu dengan teman- temanmu!

Refleksi dan Aksi

Mari kita hening sejenak untuk meresapkan apa yang telah kita pelajari hari ini! Tidak ada gading yang tidak retak, tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada manusia yang tidak memiliki kekurangan dan keterbatasan Bayangkan, jika semua manusia itu merasa hebat, maka yang akan terjadi persaingan dan pertengkaran Sebaliknya, jika semua manusia itu merasa lemah, mungkin mereka hanya akan saling memandang penuh putus asa Ada yang kuat dan ada yang lemah, ada yang hebat dan ada yang biasa-biasa saja, bahkan ada pula yang memiliki kekurangan Allah menciptakan manusia seperti itu bukan tanpa maksud, Allah sengaja melakukannya agar manusia saling bekerja sama, saling memberi dan saling membantu Kepada yang lemah, Allah mengajari agar mau berusaha keras dan tak pernah malu meminta bantuan kepada yang kuat. Kepada yang kuat Allah mengajari agar ia mau berbagi dan membantu. Bukanlah hal ini sesuatu yang indah?

Manusia adalah makhluk yang terbatas, ini kenyataan yang tak dapat disangkal Di hadapan Tuhan, manusia tak ada apa-apanya Maka setiap saat Tuhanpun menanti kedatangan manusia dan selalu siap memberi pertolongan. Sekarang coba ingat-ingat kembali keterbatasan kemampuan yang kamu miliki! Ingatlah bahwa keterbatasanmu itu bukan penjara yang akan menghambatmu untuk maju! Apakah selama ini saya menutup-nutupi keterbatasanku? Apakah selama ini saya malu mengakui keterbatasanku? Apa yang telah saya upayakan mengatasi keterbatasanku? Tuliskan usaha apa lagi yang akan dilakukan agar keterbatasan kemampuanmu tidak menghalangimu untuk maju? Percayalah bahwa selalu ada jalan keluar bila kamu mempunyai tekad besar! Tuliskan refleksimu dalam buku catatanmu!

Tugas Pribadi

Buatlah ringkasan kisah tokoh-tokoh terkenal, yang sekalipun mempunyai keterbatasan tetapi dapat mencapai sukses.! Hasilnya dikumpulkan minggu berikut.

Lagu Simaklah lagu berikut dan resapkan isi lagu tersebut dengan baik ! Jangan Menyerah ( Dipopulerkan oleh Band D’MASIV) Tak ada manusia yang terlahir sempurna jangan kau sesali segala yang telah terjadi Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat seakan hidup ini tak ada artinya lagi Reff1: Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik Tak ada manusia Yang terlahir sempurna jangan kau sesali Segala yang pernah terjadi Kembali ke Reff 1: Reff 2: Tuhan pasti kan menunjukkan Kebesaran dan kuasanya Bagi hambanya yang sabar Dan tak kenal putus asa Kembali ke Reff 1 Kembali ke Reff 2

Syukur sebagai Citra Allah 

Kata “syukur” atau “bersyukur” bagi sebagian orang menjadi sesuatu yang mudah dikatakan, tetapi sulit dilaksanakan. Hal itu disebabkan manusia zaman sekarang sering memandang seolah keberhasilan dan apa yang dimiliki saat ini semata-mata hasil usaha dan kerja kerasnya sendiri. Bagi orang beriman, pandangan semacam itu tidak sejalan dengan kedudukan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Orang beriman mengamini, bahwa sesungguhnya hidup manusia dengan segala pengalamannya – baik manis maupun pahit, menyenangkan atau tidak menyenangkan, tidak pernah lepas dari peran Allah Sang Pencipta. Hidup kita, keadaan kita merupakan bukti pemeliharaan dan cinta Tuhan. Maka, karena Allah senantiasa berperan dalam kehidupan manusia, selayaknyalah manusiapun bertumbuh menjadi pribadi yang penuh syukur kepadaNya.

Pengalaman Bersyukur kepada Tuhan

Sebelum melanjutkan kegiatan belajar hari ini, cobalah kamu masuk dalam suasana doa sambil menyanyikan lagu berikut dengan lembut dan penuh penghayatan. Syukur dan Terima Kasih (Madah Suci 153) Syukur dan terima kasih kepada-Mu , O Tuhanku berkat-Mu setiap hari Kau berikan padaku. Sekarang Kupersembahkan seluruh jiwa ragaku sebab tiada perbuatan mampu balas kasih-Mu. Terang sinar matahari dan kebutuhan hidupku. juga Putra-Mu sendiri Kau berikan padaku Syukur dan terima kasih Kuucapkan kepada-Mu buatlah hidupku kini mengandalkan cinta-Mu.

Untuk lebih menghayati isi lagu tersebut, coba kamu amati syair lagu tersebut secara teliti, kemudian bertanyalah pada guru jika ada yang belum dapat kamu pahami! Kemudian rumuskan jawabanmu atas pertanyaan berikut. Untuk lebih menghayati isi lagu tersebut, coba kamu amati syair lagu tersebut secara teliti, kemudian bertanyalah pada guru jika ada sesuatu hal yang belum dapat kamu pahami. Komunikasikan jawabanmu dengan teman-temanmu! Dalam hidup, banyak hal yang kita lakukan, dan banyak pengalaman yang kita peroleh. Dapat jadi banyak peristiwa atau pengalaman itu berlalu begitu saja, dan seolah tanpa makna. Hari demi hari terus begitu saja, hidup menjadi rutinitas. Tetapi jika kita melihat kembali, merefleksikannya dalam hening, maka di saat itulah kita dapat melihat kehadiran Tuhan lewat pengalaman tersebut, yang akan mendorong kita untuk bersyukur .

Catatan Harian Martin

Seminggu setelah anak laki-lakinya meninggal karena serangan jantung, seorang ibu menemukan catatan harian anaknya itu. Sambil membaca halaman demi halaman, tak terasa sang Ibu pun meneteskan air mata. Air mata sedih bercampur bahagia. Sedih karena anaknya tak berada lagi disampingnya, tetapi bahagia karena tulisan anaknya menunjukkan bahwa anaknya itu dalam keadaan baik.

 

Sikap Positif terhadap Kedaulatan Rakyat

Sikap Positif terhadap Kedaulatan Rakyat

Sikap Positif terhadap Kedaulatan Rakyat

Kedaulatan Rakyat
Kedaulatan Rakyat

Kedaulatan Rakyat – Sikap Positif terhadap Kedaulatan Rakyat dan Sistem Pemerintahan Indonesia.

Kedaulatan Rakyat – Di negara demokrasi, segala perbedaan pendapat tentang masalah kehidupan bernegara dan masyarakat diselesaikan tidak hanya melalui lembaga-lembaga negara, melainkan rakyat juga harus diikutsertakan di dalamnya. Pertukaran pendapat yang bebas melalui diskusi, polemik di media massa, dan musyawarah disalurkan demi tercapainya kepentingan rakyat.

Masyarakat memberi dukungan dan partisipasi dalam mencapai pemerintahan yang terbuka/transparan. Pemerintah sendiri bertanggung jawab kepada rakyatnya tentang hasil kepemimpinannya dalam membangun bangsa dan negara di segala bidang. Beberapa peran masyarakat dalam menciptakan pemerintahan demokrasi antara lain mendukung terciptanya pemerintahan/kepemimpinan yang terbuka. Hal ini direalisasikan sebagai berikut :

a. Dukungan terhadap Pemerintah dan Berpartisipasi dalam Pemerintahan Pemilihan umum sebagai sarana demokrasi merupakan salah satu bentuk partisipasi rakyat dalam bidang politik, yang bertaraf nasional. Dukungan rakyat dalam pemilu antara lain dengan memberikan hak suara oleh warga negara Indonesia yang sudah memenuhi syarat.

Ini dilakukan melalui pencoblosan surat suara di tempat pemungutan suara tanpa diketahui orang lain. Hasil perolehan suara menjadi bahan perolehan kursi masing-masing partai politik peserta pemilu dalam kelembagaan legislatif. Pemberian hak suara dapat dilatih dalam kegiatan lingkungan yang lebih dekat dengan kita yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kedaulatan Rakyat

1) Di lingkungan keluarga Bentuk pemberian suara di dalam keluarga, biasanya dalam bentuk lisan atau saran dari anggota keluarga yang dilaksanakan ketika berlangsungnya musyawarah keluarga.

2) Di lingkungan sekolah Pemberian suara di sekolah dilakukan oleh kepala sekolah, guru, dan para siswa. Dapat secara lisan, aklamasi, dan pemungutan suara atau voting. Pemberian suara dilakukan, misalnya ketika pemilihan ketua kelompok diskusi, ketua kelas, ketua OSIS, dan ketua perkumpulan olahraga.

3) Di lingkungan masyarakat Pemberian suara di lingkungan masyarakat bisa secara lisan atau voting, misalnya dalam pemilihan ketua RT, RW, dan Kepala Desa. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan pemilihan di lingkungan manapun di antaranya:

a) Rakyat hendaknya menggunakan hak suara (tidak menjadi golongan putih).

b) Tidak mempengaruhi orang lain dalam menentukan pilihannya.

c) Menjaga ketertiban suasana pemilihan.

d) Menghindari perilaku curang.

e) Mentaati asas atau peraturan selama pemilihan berlangsung. Bila pemilihan berlangsung dengan baik, maka akan terpilih pemerintahan yang baik. Untuk Negara RI sebagai organisasi masyarakat Indonesia yang tertinggi, pelaksanaan pemerintahan negara dilakukan oleh Pemerintahan Negara RI.

Kedaulatan Rakyat –  Pemerintah Negara RI ialah semua pejabat negara (MPR, DPR, DPD, presiden, wakil presiden, para menteri, MA, BPK, dan Pemerintah Daerah) yang bertugas menyelenggarakan kehidupan negara. Agar pemerintah dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka seluruh rakyat harus mendukungnya.

Dukungan rakyat dapat diwujudkan dengan berperan serta dalam kegiatan-kegiatan pemerintahan. Bagi warga negara Indonesia hal ini dinyatakan dalam pasal 28D ayat (3) UUD 1945, yang berbunyi “Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan”.

Partisipasi rakyat yang ideal di negara Pancasila diantaranya ada persamaan kesempatan. Masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi untuk menghargai persamaan dan pikiran-pikiran yang berbeda, dengan berlandaskan kepada penghayatan dan pengamalan Pancasila.

Beberapa contoh peran serta masyarakat dalam pemerintahan adalah sebagai berikut:

a) Membantu tugas-tugas Ketua RT dan RW. Misalnya dalam kegiatan siskamling, kebersihan, pemberantasan penyakit menular, memperbaiki kerusakan sarana umum, membantu korban bencana alam, tolong menolong dalam menyelesaikan masalah di RT dan sebagainya.

b) Membantu petugas pemerintahan yang sedang menjalankan tugasnya. Misalnya membantu pendataan yang dilakukan petugas sensus, panitia pendaftaran pemilihan umum dan ibu-ibu PKK, serta membantu polisi dalam mengatur kelancaran lalu lintas.

c) Memanfaatkan sarana pelayanan umum yang diberikan pemerintah dan tidak merusaknya.

d) Di sekolah, siswa melaksanakan program/kebijakan yang diputuskan ketua OSIS dan Kepala Sekolah.

e) Menjaga kewibawaan aparatur pemerintahan, misalnya menghindari kolusi dengan petugas pemerintahan, mematuhi hukum yang berlaku dan menghormati aparat pemerintah.

f) Membantu pemerintah dalam mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman musuh.

g) Bagi WNI yang sudah berusia 21 tahun keatas mempunyai hak dipilih dalam pemilu bila memenuhi syarat yang telah ditentukan undangundang.

h) Menyampaikan aspirasi melalui lembaga yang ada.

i) Menjadi anggota salah satu organisasi, baik yang bersifat sosial, ekonomi, maupun politik yang berlandaskan kepada Pancasila.

Kegiatan

Masalah-masalah yang sering terjadi di lingkungan masyarakat misalnya kenakalan remaja, pertengkaran antartetangga, pencurian, musibah bencana alam dan susahnya menghimpun dana, dan tenaga untuk kerja bakti.

1. Bila salah satu peristiwa di atas terdapat di lingkungan RT atau RW-mu, bagaimana cara kalian membantu meringankan tugas ketua RT/RW? Jelaskanlah dengan memberi tiga contoh! (Jawaban ditulis pada buku tulismu).

2. Perankanlah dalam kelompok belajarmu atau seluruh kelas, dengan melaksanakan model rapat yang dipimpin ketua RT/ RW untuk menyelesaikan salah satu masalah di atas. Bentuklah para pemeran dengan bantuan guru kalian.

b. Mengawasi Jalannya Pemerintahan

Bila para penyelenggara pemerintahan (legislatif, eksekutif, yudikatif) tidak mampu mewujudkan tujuan negara, maka akan timbul pengawasan masyarakat terhadap pemerintah yang disampaikan melalui badan perwakilan, badan administrasi atau badan peradilan. Tujuannya adalah untuk membantu pemerintahan menjalankan kekuasaannya agar sejalan dengan UUD dan undang-undang. Di samping itu, untuk mewujudkan pemerintah yang bersih serta pemerintahan yang stabil yang dapat mewujudkan negara dalam keadaan aman, tertib, dan damai.

Pemerintahan demokrasi dengan sistem konstitusional bertujuan memenuhi kepentingan rakyat. Kepentingan-kepentingan rakyat itu merupakan hak asasi manusia yang meliputi hak-hak politik, ekonomi, sosial dan budaya. Masyarakat akan melakukan pengawasan terhadap pemerintahan agar hak-hak asasi itu tidak dilanggar.

Dalam hak-hak asasi manusia ini antara lain terdapat hak hidup, hak mengejar kebahagiaan, dan hak kemerdekaan (kemerdekaan berpolitik, ekonomi, sosial maupun budaya). Hak-hak ini diwujudkan dalam hak berbicara, menyampaikan pendapat, hak untuk kemerdekaan beragama, berkumpul, berserikat, dan sebagainya.

Pengawasan masyarakat tidak boleh ditujukan untuk tindakan yang bersifat inkonstitusional, misalnya mengubah dasar negara, struktur organisasi negara atau menghilangkan ciri khas UUD yang sudah demokratis. Pengawasan yang demikian adalah bersifat destruktif yang merusak demokrasi.

Pengawasan masyarakat yang sehat adalah yang bersifat korektif, inovatif, efektif, dan positif. Pemerintahan harus dapat mewujudkan keamanan dan ketertiban dalam negeri, kesejahteraan umum, keadilan yang merata, dan menjamin hak-hak asasi manusia. Apabila hal itu terwujud, maka pemerintahan akan mendapat lebih banyak dukungan partisipasi daripada kritik/pengawasan dari masyarakat.

1. Abraham Lincoln (1808-1865) menyatakan bahwa demokrasi ialah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (democracy is government of the people, by the people, for the people).

2. Kedaulatan artinya kekuasaan yang tertinggi disandarkan atas kekuatan (diktator) dan persetujuan (di negara demokrasi).

3. Teori Kedaulatan :

a. Teori Kedaulatan Tuhan Teori ini menyatakan bahwa kekuasaan yang ada pada pemerintahan negara berasal dari Tuhan. Tokohnya antara lain Friedrich Julius Stahl (1802-1861).

b. Teori Kedaulatan Rakyat. Teori ini menyatakan kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat Tokohnya ialah John Locke (1632-1704), Montesquieu (1688 – 1755), dan Jean Jacques Rousseau (1712 – 1778).

c. Teori Kedaulatan Negara Teori ini menyatakan bahwa negara adalah suatu kodrat alam, sejak lahirnya negara, kedaulatan itu ada, maka negara dianggap sebagai sumber kedaulatan yang memiliki kekuasaan yang tidak terbatas. Tokohnya antara lain Paul Laband (1879 – 1958) dan Jellinek (1851- 1911).

d. Teori Kedaulatan Hukum Teori ini menyatakan bahwa hukum berada di atas segalanya, dan mempunyai martabat lebih tinggi daripada negara. Tokohnya antara lain Prof. Mr Krabbe dan Leon Duguit.

4. Indonesia menganut teori kedaulatan rakyat dilandasi Pancasila, yang disebut demokrasi Pancasila, dengan berpangkal tolak dari sila keempat Pancasila.

5. Sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem pemerintahan presidensial. Dalam pemerintahan terdapat lembaga kekuasaan negara yang terdiri atas :

a. Lembaga legislatif yaitu MPR yang terdiri atas DPR dan DPD.

b. Lembaga eksekutif yaitu presiden dan wakil presiden.

c. Lembaga yudikatif yaitu kekuasaan kehakiman terdiri atas Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial.

d. Badan Pemeriksa Keuangan.

6. Kekuasaan dan kewenangan masing-masing lembaga sebagai pelaksana kedaulatan tata ruang dalam UUD 1945 :

a. MPR (Pasal 3 ayat [1], [2], [3] dan pasal 8 ayat [3]).

b. DPR (19 sampai dengan 22 B, pasal 11 ayat [1], pasal 23 ayat [2] dan pasal 23 E ayat [2]).

c. DPD (pasal 22 C, 22 D, dan 23 E ayat [2]).

d. Presiden dan Wakil Presiden (pasal 4 sampai dengan 16, 20 ayat [4]

e. Lembaga yudikatif (pasal 24, 24 A, 24 B, 24 C dan 25).

f. BPK (pasal 23 E ayat [1] dan [2]).

7. Sikap positif terhadap kedaulatan rakyat dan sistem pemerintahan Indonesia ialah dengan cara memberikan dukungan, partisipasi dan pengawasan terhadap pemerintahan.

 

Menampilkan  Sikap Positif Terhadap Pancasila

Menampilkan Sikap Positif Terhadap Pancasila

Menampilkan Sikap Positif  Terhadap Pancasila

Pancasila
Pancasila

Pancasila – Menampilkan Sikap Positif terhadap Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara

Pancasila – Dari pembahasan di awal kita telah paham benar bahwa Pancasila lahir dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Pancasila menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia yang mengakar pada jiwa dan semangat seluruh rakyat dari anak-anak hingga orang dewasa, dari warga biasa sampai pejabat Negara.

Berikut kita uraikan beberapa contoh perilaku yang menampilkan Pancasila dalam berbagai lingkungan kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat. a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa 1) Di lingkungan keluarga: a) Melaksanakan ritual keagamaan, misalnya salat dan berdoa ketika hendak melakukan berbagai kegiatan. b) Melaksanakan acara pernikahan, acara selamatan anak, dan upacara kematian. c) Melaksanakan syukuran ketika mendapatkan kebahagiaan atau memperoleh berkah dan karunia Tuhan. d) Bersilaturahmi sesama anggota keluarga. e) Memperdalam, berdiskusi, ceramah, dan mengkaji ajaran agamanya masing-masing.

Pancasila

2) Di lingkungan sekolah: a) Mengikuti ceramah keagamaan. b) Mengikuti lomba kegiatan keagamaan. c) Menghormati Bapak dan Ibu guru. d) Berdoa ketika memulai dan mengakhiri pelajaran, upacara bendera. e) Memperingati hari-hari besar keagamaan di sekolah.f) Mengikuti kegiatan kerohanian di sekolah. g) Mengikuti pelajaran agama di sekolah dengan sungguh-sungguh. h) Menghormati dan menghargai teman yang sedang menjalankan ibadah. i) Memelihara sarana peribadatan dan membiasakan hidup bersih dan rapi. j) Melaksanakan ibadat menurut agama dan keyakinan masing-masing.

3) Di lingkungan masyarakat: a) Menjalankan ibadat sesuai tata cara agamanya masing-masing. b) Memberikan sumbangan untuk pembangunan sarana dan kegiatan ibadah. c) Menengok dan membantu tetangga yang tertimpa musibah, sakit dan ditinggal pergi (meninggal). d) Menengok, mendoakan dan mengantarkan tetangga yang meninggal dunia ke pemakaman. e) Berpartisipasi dalam kegiatan agama di masyarakat. f) Menghormati dan tidak mengganggu peribadatan tetangga yang seagama maupun tidak seagama. g) Menciptakan kebersihan, ketenteraman, dan keamanan lingkungan. h) Tidak merusak lingkungan hidup.

b. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

1) Di lingkungan keluarga: a) Mencintai, menghormati dan menaati nasihat orang tua. b) Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur keluarga dengan penuh ketulusan sehingga terjadi suasana keluarga yang bahagia. c) Menjaga nama baik keluarga di masyarakat. d) Orang yang mudah menghargai; orang yang sebaya saling menghargai, yang tua menyayangi yang muda. e) Setiap anggota keluarga melaksanakan hak dan kewajibannya. f) Tidak saling mencampuri hak orang lain. g) Saling membantu dan merasakan dalam kesusahan atau kegembiraan.

2) Di lingkungan sekolah: a) Menjunjung tinggi kesopanan dalam pergaulan antarteman di sekolah. b) Melaksanakan program sekolah berkaitan dengan usaha kemanusiaan c) Menegur teman yang mencontek, tidak melaksanakan tugas piket, dan melaporkan teman yang membolos atau menyalahgunakan uang sekolah. d) Membantu teman yang sedang mengalami musibah, baik moral maupun material. e) Tidak merendahkan dan menyakiti perasaan teman. f) Mengembangkan sikap tenggang rasa.

3) Di lingkungan masyarakat: a) Membantu korban bencana alam. b) Memberi sedekah kepada fakir miskin. c) Tidak menyakiti dan memfitnah orang lain. d) Meminta izin bila meminjam barang orang lain. e) Berlaku sopan kepada orang lain. f) Menjadi donor darah. g) Mengumpulkan dana bela sungkawa untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya. h) Menjaga nama baik masyarakat, bangsa, dan negara. c. Persatuan Indonesia

1) Di lingkungan keluarga: a) Mencintai sesama anggota keluarga dan membina kerukunan serta keutuhan keluarga. b) Mengutamakan kepentingan keluarga. c) Tidak memaksakan kehendak kepada anggota keluarga. d) Saling menyayangi, tolong-menolong, saling menghormati, dan menghargai serta bergotong-royong di antara sesama anggota keluarga. e) Memajukan pergaulan demi keutuhan keluarga. f) Menjaga, memelihara dan mempunyai rasa memiliki harta benda keluarga.

2) Di lingkungan sekolah: a) Menghindari sikap dan perilaku yang mencemarkan nama baik sekolah. b) Mencintai dan saling menghormati antarteman, guru dan petugas sekolah. c) Mengutamakan kepentingan sekolah. d) Bergaul dengan teman tanpa saling mengejek dan membedakan antarsuku, agama, ras, dan golongan. e) Mengikuti upacara dengan tertib. f) Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan serta tidak mencoret-coret dinding dan sarana lainnya. g) Menggunakan bahasa daerah dan nasional secara baik dan benar. h) Rajin mengembangkan usaha-usaha memajukan diri, misalnya giat belajar, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, gemar membaca, dan memperdalam bidang keahliannya. i) Tertib membayar uang sekolah.

3) Di lingkungan masyarakat: a) Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. b) Mengembangkan transmigrasi. c) Giat mengikuti sistem keamanan lingkungan dan bela negara. d) Saling tukar kesenian daerah. e) Bergaul dengan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan. f) Meningkatkan pariwisata dalam negeri. g) Mencintai dan membeli produk bangsa Indonesia.

d. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

1) Di lingkungan keluarga: a) Pembangunan rumah dengan perencanaan yang dimusyawarahkan terlebih dahulu. b) Musyawarah pembentukan panitia acara perkawinan, khitanan, atau rekreasi. c) Pembagian harta waris secara musyawarah. d) Pembagian tugas kerja anggota keluarga. e) Musyawarah penyelesaian masalah pada saat tertimpa musibah.

2) Di lingkungan sekolah: a) Pemilihan ketua kelas, pengurus dan ketua OSIS b) Pemilihan ketua regu dalam Pramuka. c) OSIS menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler. d) Melaksanakan diskusi kelompok/kelas. e) Pembagian tugas dalam penyelesaian tugas sekolah. f) Ada perwakilan kelas yang menyalurkan aspirasi anggota OSIS pada pengurus OSIS, dan sebaliknyag) Menyalurkan opini/pendapat melalui majalah dinding.

3) Di lingkungan masyarakat: a) Perumusan dan pengesahan rencana anggaran pendapatan dan belanja pembangunan RW/ Desa. b) Pembangunan Balai Desa. c) Pembangunan sarana umum. d) Pemilihan ketua RT, RW, dan pengurus LKMD, serta kepala desa. e) Musyawarah dan gotong royong pembangunan sarana umum. f) Pemberdayaan Badan Musyawarah Desa.

e. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

1) Di lingkungan keluarga: a) Bersikap hemat dan mau bekerja keras sesuai dengan kemampuan. b) Mengutamakan kebutuhan sekolah sebelum kebutuhan lainnya. c) Pandai membagi waktu untuk belajar, bermain, dan membantu orang tua. d) Rajin melatih diri dengan keterampilan/hasta karya. e) Tidak bersikap boros. f) Mengatur pengeluaran. g) Menjadi orang tua asuh, atau teman asuh bagi orang lain yang kekurangan dalam ekonomi. h) Mau berbagi rasa dan keuntungan dengan keluarga lain yang membutuhkan pertolongan. i) Mengembangkan silaturahmi, kekeluargaan dan kegotongroyongan dalam mengembangkan usaha keluarga.

2) Di lingkungan sekolah: a) Siswa gemar menabung dan menghemat uang jajan. b) Tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan. c) Pengadaan sarana belajar secara sederhana/wajar. d) Bekerja keras dalam meraih prestasi. e) Rajin sekolah dan mengikuti pelajaran dengan tekun dan sungguh-sungguh. f) Menjadi anggota koperasi sekolah. g) Menjadi teman asuh bagi orang lain yang kurang mampu secara ekonomis. h) Setia kawan dalam menolong korban bencana alam dan fakir miskin. i) Menjalin kebersamaan dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

3) Di lingkungan masyarakat: a) Manggalang kegiatan sosial. b) Menggalakan program jaring pengaman sosial dengan tepat sasaran. c) Menggalakan program padat karya dan memanfaatkan lahan tidur. d) Menggiatkan gerakan nasional orang tua asuh. e) Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat penganggur. f) Meningkatkan semangat gotong royong dan kekeluargaan. g) Menggiatkan koperasi dan usaha ekonomi lemah. h) Meningkatkan semangat kerja keras dan kesederhanaan.

1. Pancasila 2. Dasar negara 3. Ideologi 4. Ideologi negara 5. Weltanschauung 6. Dimensi idealis 7. Dimensi normatif 8. Dimensi realistis 9. Ideologi terbuka 10. Ideologi tertutup 11. Nilai dasar Pancasila 12. Nilai instrumen Pancasila 13. Nilai praktis Pancasila 14. Nilai objektif 15. Nilai subjektif 16. Fundamental 17. Falsafah 18. Norma

1. Pancasila sebagai dasar negara artinya Pancasila sebagai sumber kaidah hukum konstitusional yang mengatur negara beserta unsur-unsurnya. Di samping itu, Pancasila juga memiliki kekuatan mengikat secara hukum, baik tertulis ataupun hukum dasar tidak tertulis dalam praktek penyelenggaraan negara. 2. Pancasila merupakan sarana yang sangat ampuh untuk mempersatukan keanekaragaman Bangsa Indonesia. 3. Ideologi disebut sebagai Philosofische Grondslag atau Weltanschaauung, yaitu konsensus warga negara tentang nilai-nilai dasar yang ingin dicapai dalam pembentukan satu negara. 4. Pancasila sebagai ideologi Negara adalah suatu cita-cita yang akan dan ingin dicapai meliputi nilai-nilai yang menjadi pedoman dan dasar negara serta kehidupannya. 5. Pancasila sebagai ideologi negara bertujuan segala sesuatu dalam bidang pemerintahan dan semua kehidupan kenegaraan haruslah dilandasi dengan Pancasila. 6. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara mengandung nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. 7. Setiap sila dalam Pancasila memiliki nilai-nilai yang mencerminkan kepribadian Bangsa Indonesia. 8. Nilai-nilai Pancasila memiliki dua sifat yaitu sifat objektif dan subjektif 9. Pancasila bersifat terbuka artinya ideologi Pancasila memiliki nilai-nilai dasar yang aktual, dinamis, dan senantiasa dapat dikembangkan atau menerima pemikiran-pemikiran baru sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan bangsa. 10. Pancasila bersifat tertutup artinya nilai-nilai dasar Pancasila tidak dapat diubah atau diganti oleh nilai dasar lain karena sudah menjadi identitas atau jati diri bangsa Indonesia.