Pengertian Macam Hewan Invertebrata

Pengertian Macam Hewan Invertebrata

Pengertian Macam Hewan Invertebrata

Macam Hewan Invertebrata – Hampir setiap hari kita dapat menemukan berbagai macam hewan di sekitar tempat tinggal kita, terutama bagi kita yang tinggal di daerah perdesaan. Dapatkah kalian menyebutkan nama hewan-hewan yang kalian temukan itu? Apakah kalian menemukan persamaan atau perbedaan pada hewan-hewan tersebut? Coba buatlah klasifikasi dari hewan yang kalian temukan tadi berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dimilikinya! Pada bab terdahulu, kita sudah mempelajari kingdom Plantae atau dunia tumbuhan. Tahukah kamu apa yang membedakan kingdom Plantae dan kingdom Animalia? Berbeda dengan tumbuhan yang dapat membuat makanan sendiri, hewan tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat membuat makanan sendiri.

Macam Hewan Invertebrata – Untuk hidup, hewan tergantung pada makhluk hidup yang lain. Meskipun tidak dapat membuat makanan sendiri, hewan dapat mempertahankan hidup karena hewan mampu bergerak dan berpindah tempat untuk mendapatkan makanan. Selain itu, hewan juga dapat menemukan tempat hidup yang lebih baik yang banyak tersedia bahan makanan. Seperti halnya tumbuhan, di sekitar kita terdapat beraneka ragam hewan. Agar lebih mudah mempelajarinya, hewan-hewan tersebut diklasifikasikan menjadi beberapa golongan. Berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, hewan dibedakan menjadi dua, yaitu hewan tak bertulang belakang (Invertebrata) dan hewan bertulang belakang (Vertebrata).

Macam Hewan Invertebrata

Macam Hewan Invertebrata
Macam Hewan Invertebrata

Macam Hewan Invertebrata

Hewan Invertebrata

Invertebrata adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang dan susunan sarafnya terletak di bawah saluran pencernaan. Invertebrata terbagi menjadi delapan filum, yaitu hewan berpori (Porifera), hewan berongga (Coelenterata), hewan berkulit duri (Echinodermata), cacing pipih (Platyhelmintes), cacing gilig (Nemathelminthes), cacing gelang (Annelida), hewan lunak (Mollusca), dan hewan berbuku-buku (Arthropoda).

Macam Hewan Invertebrata

1. Hewan Berpori (Porifera) Sebagian besar hewan berpori hidup di laut, hanya sebagian yang hidup di air tawar. Ciri utama hewan berpori adalah tubuhnya yang berpori-pori, berbentuk seperti vas bunga, pipih, atau bercabang, dan melekat di dasar air. Pori-pori ini berfungsi sebagai tempat untuk masuknya air yang mengandung bahan makanan ke dalam tubuh. Rangka luar terdiri atas spikula yang tersusun dari zat kapur dan zat kersik. Hewan ini merupakan salah satu hewan yang menyusun terumbu karang. Hewan yang banyak terdapat di air laut ini ada yang hidup sendiri (soliter) dan ada yang berkoloni. Porifera yang hidup di air dangkal, seperti di kolam atau aliran sungai, adalah Spongillidae. Contoh hewan porifera adalah Leucosolenia, Euplectella, dan Spongilla.

Macam Hewan Invertebrata

a . Struktur Tubuh Hewan berpori ini termasuk hewan multiseluler, tetapi belum mempunyai jaringan, organ, dan sistem organ. Porifera mempunyai ruang gastral sebagai kloaka. Ruangan ini dikelilingi oleh dinding yang ditembus oleh sejumlah saluran yang tersusun majemuk. Ruang gastral ujungnya terbuka yang disebut dengan oskulum. Air masuk ke dalam tubuhnya melalui lubang atau pori-pori di permukaan tubuhnya. Dapat dikatakan bahwa tubuhnya yang berpori-pori tersebut berfungsi untuk menangkap makanannya. Setelah itu, makanan dicerna dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh sel amuboid. Struktur tubuh Porifera bersifat diploblastis karena terdiri atas dua lapisan sel tunas. Lapisan luar yang tersusun dari pinakosit dan mesoglea mengandung sel amuboid dan lapisan dalam yang tersusun dari koanosit.

b . Cara Berkembang Biak Porifera dapat berkembang biak secara vegetatif dan generatif. Secara vegetatif, perkembangbiakan dilakukan dengan membentuk kuncup dalam koloni. Kuncup muncul dari pangkal kaki porifera. Kuncup makin membesar sehingga jika terbentuk beberapa kuncup, akan membentuk sebuah koloni. Selain itu, potongan tubuhnya yang terlepas akan mudah tumbuh menjadi porifera baru. Porifera air tawar dapat berkembang dengan gemmula atau terbungkusnya sel-sel koanosit dengan kuat dan tebal. Keadaan ini merupakan bentuk pertahanan porifera terhadap kekeringan. Jika air telah cukup, akan tumbuh lagi menjadi porifera baru. Pembiakan secara generatif dilakukan dengan pembuahan antara ovum dan spermatozoid. Porifera termasuk hewan yang hermafrodit (berkelamin ganda). Hasil pembuahan berupa zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia. Karena bersilia, larva dapat bergerak bebas dan akhirnya akan menempel pada tempat tertentu dan kemudian tumbuh menjadi porifera baru.

a. Kelas Calcarea Porifera yang termasuk dalam kelas ini adalah bunga karang dengan spikulum dari kapur, misalnya, Grantia dan Leucosoelenia. Tubuhnya berbentuk silindris dengan panjang tubuh kira-kira 2,5 cm. Ruang gastral dihubungkan oleh lubang-lubang berpori. Dinding sel radial berflagelum berfungsi sebagai pencerna makanan. Makanannya berupa plankton, hewan, tumbuhan kecil, dan bahan organik. Air masuk melalui pori menuju saluran radial dan keluar melalui kloaka, kemudian ke oskulum. Bunga karang tidak dapat bergerak, tetapi oskulumnya dapat menutup. Calcarea banyak dijumpai di pantai Laut Atlantik. Calcarea dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual. Secara aseksual, perkembangbiakan dilakukan dengan cara membentuk tunas eksternal, memisahkan diri, dan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Perkembangbiakan dengan cara aseksual juga dapat dilakukan secara internal (gemmula), sedangkan secara seksual dilakukan dengan pembentukan gamet jantan dan betina. Calcarea dapat digunakan sebagai alat untuk membersihkan badan (spongia) ataupun mencuci barang. Caranya adalah dengan mengambil bagian skeletonnya yang tidak mengandung protoplasma. Pertama-tama Calcarea diambil dari dasar laut, kemudian dipukuli, diputihkan, dipotongpotong, dan dikeringkan.

b. Kelas Hexactinellida Porifera yang masuk dalam kelas ini terkenal dengan nama bunga karang gelas (Hyalospongiae). Mereka hidup di laut, mempunyai spikula dengan enam jejari polong, tubuh dapat mencapai panjang hampir 1 m dan hidup di kedalaman 100 – 4.500 m. Contoh porifera dari kelas ini adalah Euplectella aspergillum. c. Kelas Demospongia Porifera kelas Demospongia dapat hidup di air laut dan air tawar. Spikulanya berbentuk serabut sebagai spongia atau silika yang tersusun menjadi enam jejari. Contoh Demospongia adalah Spongilla sp. (air tawar) sebagai komoditas perdagangan dan Euspongia sp. yang digunakan sebagai pembersih kulit pada saat mandi. Sebagian ahli berpendapat bahwa kelas Hexactinellida dan kelas Demospongia dapat disatukan dalam kelas Noncalcarea. Porifera merupakan hewan penyusun terumbu karang (koral) sehingga memiliki fungsi ekologis yang penting bagi ekosistem perairan laut. Coba sebutkan fungsi ekologis dari terumbu karang.

2. Hewan Berongga (Coelenterata)

Coelenterata berasal dari kata coelon yang artinya berongga dan enteron yang artinya perut. Dengan demikian, Coelenterata dapat diartikan sebagai hewan perut berongga. Makanan masuk melalui mulut kemudian masuk ke perut. Rongga tubuh digunakan sebagai tempat pencernaan makanan dan sebagai alat pengedar sari makanan dan sisa makanan dikeluarkan. Struktur Tubuh Coelenterata Coelenterata memiliki dua lapisan sel tunas, yaitu lapisan luar sebagai epidermis dan lapisan dalam sebagai gastrodermis, mempunyai satu lubang yang berfungsi sebagai mulut dan juga sebagai anus serta sel penyengat pada epidermisnya. Antara epidermis dan gastrodermis terdapat suatu ruang yang berisi massa seperti jeli yang disebut mesogloea. Mempunyai dua bentuk tubuh, yaitu bentuk polip dan medusa yang terjadi dalam siklus hidupnya seperti yang terjadi pada ubur-ubur, anemon, dan karang laut. Polip berbentuk silindris, bagian proksimal melekat, bagian distal memiliki mulut yang dilingkupi tentakel, berkoloni, serta gonad dapat eksternal dan dapat pula internal. Medusa berbentuk menyerupai payung atau lonceng dengan tentakel menggantung di permukaannya. Ruang digesti berupa saluran radial, bercabang empat, dan bermuara di saluran sirkular. Gonad menggantung di saluran radial dan bermuara di saluran radial. Hewan ini telah mempunyai jaringan yang sederhana. Hewan ini digolongkan menjadi empat kelas, yaitu sebagai berikut.

a. Kelas Hydrozoa Hewan ini membentuk koloni kecil berbentuk polip dominan, sebagian membentuk medusa yang mempunyai laci dan payung melalui pembentukan tunas, contohnya, Hydra, Gonionemus, dan Obelia. Hydra merupakan polip air tawar, tidak melalui stadium medusa, berukuran 6 – 15 mm, memiliki 6 – 10 tentakel yang mengelilingi hipostoma. Di dalam hipostoma terdapat mulut. Di dalam mulut terdapat sel penyengat yang mengandung nematokis. Hewan ini dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual (pertunasan).

Gonionemus hidup di air pasang surut, mempunyai medusa yang besar seperti pada Obelia, dan memiliki sedikit polip atau bahkan tidak ada sehingga sering kali berkembang biak dengan cara seksual. Obelia merupakan koloni polip air laut, ukurannya sangat kecil, dan berasal dari zigot hasil reproduksi aseksual. Bentuk koloni Obelia ada dua yaitu polip vegetatif yang bertugas mencari makan dan polip reproduksi yang bertugas untuk melipat ganda. Tiap-tiap polip dikelilingi oleh selimut yang tembus cahaya. Selimut yang mengelilingi polip vegetatif disebut hidroteka dan yang mengelilingi polip reproduktif adalah gonoteka. Obelia mengalami pergantian keturunan (metagenesis), yaitu reproduksi aseksual pada polip reproduktif dan reproduksi seksual pada medusa.

b. Kelas Scyphozoa Contoh hewan yang termasuk kelas ini adalah ubur-ubur. Pada dasarnya, ubur-ubur adalah medusa yang pinggirnya berlekuk, tidak bercadar, saluran radialnya bercabang majemuk, dan mempunyai kantung ruang gastrikum yang berisi gonad. Contoh Scyphozoa adalah Aurelia. Aurelia bergaris tengah sekitar 7 – 10 cm, pinggir berlekuk delapan, kadang mengandung polip (subordinat), dan reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas (strobilasi), sedangkan reproduksi seksual dengan medusa. Sebagian ubur-ubur mengandung racun yang menyebabkan gatal dan luka.

c. Kelas Anthozoa Hewan ini memiliki tubuh yang berbentuk seperti polip, tidak membentuk medusa, tidak bertangkai, terbungkus skeleton eksternal (karang), serta memiliki tentakel yang banyak dan tersusun di sekitar mulut. Mulut bermuara ke stomodaeum, dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual. Contohnya, anemon dan hewan karang laut.

d. Kelas Ctenophora Tubuhnya berbentuk seperti sisir, buah kenari, atau pipih, tembus cahaya, mempunyai delapan baris papan dayung bersilia, mempunyai dua buah tentakel, berenang maju dengan menggunakan mulut, ruang gastrovaskular dilengkapi dengan stomodaeum yang sebagian dilengkapi dengan lubang ekskresi, bersifat hermafrodit, dan reproduksi dilakukan dengan seksual. Sebagian ubur-ubur dapat dimakan, sedangkan bunga karang dan anemon laut yang berwarna indah dapat dimanfaatkan sebagai hiasan pada akuarium air laut. Selain itu, keindahan taman laut dapat dijadikan objek wisata dan penelitian. Terumbu karang merupakan tempat yang baik untuk kehidupan ikan. Telah disebutkan di muka bahwa Coelenterata merupakan hewan penyusun terumbu karang (koral) sehingga memiliki fungsi ekologis. Namun, akhir-akhir ini pemerintah menggalakkan wisata bahari karena terumbu karang memiliki nilai estetis (keindahan), misalnya, taman laut bunaken sehingga mampu mendatangkan devisa. Karang laut dapat rusak oleh ulah manusia.

Materi Tentang Hewan Invetebrata

Materi Tentang Hewan Invetebrata

Materi Tentang Hewan Invetebrata

Hewan Invetebrata
Hewan Invetebrata

Hewan Invetebrata

e. Filum Annelida Annelida berasal dari kata annulus yang berarti cincin-cincin kecil, gelang-gelang atau ruas-ruas, dan oidus yang berarti bentuk. Oleh sebab itu, Annelida juga dikenal sebagai cacing gelang. Cacing tanah sebagai anggota Annelida dapat digunakan untuk memberi gambaran struktur umum dari filum ini. Tubuh cacing tanah memiliki selom bersepta (bersekat), tetapi saluran pencernaan, pembuluh saraf dan tali saraf memanjang menembus septa itu. Sistem pencernaan terdiri atas: faring, esophagus, tembolok, empedal, dan usus halus. Sistem sirkulasi tertutup tersusun atas jaringan pembuluh darah yang memiliki hemoglobin. Pembuluh darah kecil pada permukaan tubuh cacing tanah berfungsi sebagai organ pernapasan.

Hewan Invetebrata – Pada masing-masing segmen tubuh cacing tanah terdapat organ ekskretoris berupa metanephridia bersilia, yang disebut nefrostom. Sistem saraf tersusun atas ganglion saraf yang dihubungkan dengan sepasang tali saraf memanjang disepanjang arah posterior. Cacing tanah merupakan hewan hermafrodit, mereka melakukan pembuahan secara silang. Sel sperma yang dipertukarkan disimpan dalam klitelum untuk kemudian diselubungi mukus (lendir) membentuk kokon. Kokon dilepas dalam tanah dan berkembang menjadi embrio yang siap menjadi individu baru. Perkembangbiakan vegetatifnya dengan cara fragmentasi tubuh yang diikuti dengan regenerasi.

Hewan Invetebrata – Tugas pengamatan

Cobalah kamu cari cacing tanah di sekitarmu, catat kondisi tanah yang banyak kamu temukan cacing tersebut! Taruh di atas kaca, lalu amati cara bergeraknya. Apakah ada jejak bekas perjalanan cacing tanah? Taruh diatas tangan atau kertas, bila cacing mulai berjalan, tariklah bagian posteriornya ke belakang. Adakah sesuatu yang terasa menggores tangan atau kertas? Catatlah apa nama alat itu dan buatlah deskripsi tentang struktur alat gerak cacing tanah tersebut! Gunakan literatur yang sesuai sebagai penunjang.

Hewan Invetebrata – Filum Annelida dibagi dalam tiga kelas, yaitu: Oligochaeta, Polychaeta, dan Hirudinea.

Terdapat sekitar 15.000 spesies Annelida yang telah diketahui menghuni habitat laut, air tawar dan tanah yang lembab. Annelida yang hidup di tanah, berperan penting dalam memperbaiki struktur tanah untuk pertanian dan mengembalikan mineral yang penting untuk menjaga kesuburan tanah. Beberapa contoh kelas Oligochaeta yang penting adalah Pheretima (cacing tanah) yang mampu menghancurkan sampah dan membantu proses sirkulasi bahan organik di tanah serta sebagai makanan sumber protein bagi ternak.

Hewan Invetebrata – Contoh lainnya adalah Perichaeta (cacing hutan), Tubifex (cacing air), Lumbricus rubellus yang banyak diternakkan orang karena berkhasiat untuk mengobati penyakit tifus, ekstraknya sebagai minuman kesehatan dan bahan kosmetik. Kelas Polychaeta, misalnya Nereis vireus (kelabang laut), Eunice viridis (cacing wawo), Lysidice oele (cacing palolo) merupakan cacing yang menghuni lautan. Hirudinea merupakan kelas dari Annelida yang mampu menghasilkan zat hirudin, semacam bahan kimia yang mencegah coagulasi atau pembekuan darah, contohnya Hirudo medicinalis, Haemodipsa javanica.

Hewan Invetebrata

f. Filum Mollusca Mollusca merupakan hewan bertubuh lunak yang dilindungi oleh cangkang keras yang tersusun dari senyawa kalsium karbonat, kecuali cumi-cumi dan gurita yang cangkangnya tereduksi. Tubuh Mollusca terdiri atas tiga bagian. 1) Kaki berotot, yang digunakan untuk pergerakan. 2) Massa visceral, yang mengandung organ-organ internal.

Tugas pengamatan

Tujuan: mengamati struktur tubuh mollusca

1. Carilah spesies Mollusca yang biasa dipasarkan sebagai bahan makanan seperti kerang, tiram, cumi-cumi, gurita. 2. Lakukanlah pengamatan dengan lup untuk mengamati morfologi tubuhnya! 3. Gambarlah dan sebutkan bagian-bagian tubuhnya! 4. Lakukan pembedahan untuk organ tubuh internalnya! Gambarlah dan sebutkan bagian-bagian tubuhnya! 5. Gunakan berbagai sumber untuk mendeskripsikan Mollusca yang kamu amati tentang struktur tubuhnya, fungsi bagian tubuhnya, sifat-sifat dan tempat hidupnya.

Hingga saat ini telah diketahui ada sekitar 150.000 spesies Mollusca. Sebagian besar merupakan hewan laut, beberapa di antaranya hidup di air tawar dan di darat. Berdasarkan struktur tubuhnya dibedakan atas delapan kelas.

Banyak di antara spesies Mollusca yang memiliki nilai ekonomi bagi manusia, yakni sebagai bahan makanan sumber protein. Kerang mutiara sengaja dibudidayakan agar menghasilkan mutiara. Dalam ekosistem laut, Mollusca berperan sebagai konsumen pada berbagai tingkatan dalam menjaga keseimbangan rantai makanan. Di sentrasentra penjualan ikan di Kota Semarang banyak dijual spesies dari anggota Mollusca.

Tugas observasi

Tujuan: melakukan investigasi distribusi penjualan jenis-jenis mollusca.

Buatlah kelompok dengan jumlah anggota maksimal 4 orang. 1. Lakukanlah investigasi, apakah Mollusca itu berasal dari laut wilayah Kota Semarang? Jika tidak, dari mana asalnya? Bagaimana jaringan pemasarannya hingga ke konsumen? Berapa harganya? Bagaimana proses pengawetannya? Apakah nelayannya mendapat hasil yang sepadan? 2. Gunakan metode wawancara dan observasi untuk mendapat data, kemudian susunlah datanya dalam bentuk makalah dengan kaidah penulisan karya ilmiah!

g. Filum Arthropoda Secara umum tubuh Arthropoda bersegmen dengan eksoskeleton yang keras dari senyawa protein dan chitin. Memiliki tungkai yang bersendi.Tubuh ditutupi oleh kutikula. Organ sensoris berkembang dengan baik, meliputi mata, reseptor pembau, dan antena untuk peraba. Arthtropoda memiliki sistem sirkulasi terbuka, cairan tubuh yang disebut hemolimfa didorong oleh suatu jantung, masuk ke ruang sinus yang mengelilingi jaringan dan organ. Terdapat organ khusus untuk pertukaran gas, seperti spesies akuatik yang bernafas dengan sejenis insang tipis dan berbulu. Pada Arthropoda terrestrial menggunakan trakea untuk pertukaran gas.

Tugas kliping

Tujuan: mendeskripsikan peranan Arthropoda dalam kehidupan manusia.

Buatlah kelompok dengan jumlah anggota maksimal 4 orang.

1. Kumpulkan berbagai artikel dari berbagai media massa seperti koran, majalah, tabloid yang mengungkap satu aspek khusus tentang peranan spesies-spesies anggota Arthropoda! 2. Susunlah menjadi kliping yang baik.

Diperkirakan seluruh populasi seluruh kelas filum Arthropoda yang hidup di bumi saat ini sekitar 10 individu, di antaranya 1 juta spesies serangga yang telah diketahui. Banyak species anggota filum Arhropoda yang memiliki arti penting bagi manusia. Di antaranya digunakan sebagai bahan makanan sumber protein dengan nilai ekonomi tinggi, seperti golongan udang. Banyak diantaranya juga merupakan hama pertanian dan vektor berbagai penyakit pada manusia, terutama dari golongan serangga.

Tugas proyek

Tujuan: mengenal jenis-jenis serangga dengan membuat insektarium

Buatlah kelompok dengan jumlah anggota maksimal 4 orang. 1. Pelajarilah cara membuat insektarium! 2. Kumpulkan berbagai serangga, awetkan, kemudian susunlah menjadi insektarium. 3. Identifikasi jenisnya dengan pelabelan yang benar pada insektarium.

h. Filum Echinodermata Sebagian besar Echinodermata merupakan hewan yang bergerak lamban dengan simetri tubuh radial. Bagian internal hewan ini menjalar dari pusat menuju lengan-lengan yang berjumlah lima. Kulit tipis menutupi eksoskeleton keras yang terbuat dari zat kapur. Sebagian besar Echinodermata merupakan hewan berbulu kasar karena adanya tonjolan kerangka dari duri yang memiliki berbagai fungsi. Yang khas pada filum ini adalah struktur pembuluh air (water vascular system), yaitu suatu jaringan hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran, disebut kaki tabung yang berfungsi untuk lokomosi (pergerakan), makan dan pertukaran gas.

Tugas deskripsi

Tujuan: mengamati bagian sistem pembuluh air dan mekanismenya pada bintang laut

Cobalah cari penjelasan tentang bagian-bagian sistem pembuluh air itu! Kemudian jelaskan bagaimana mekanisme berjalan bintang laut sebagaimana gambar di atas! Gunakan literatur yang sesuai!

Reproduksi seksual Echinodermata melibatkan individu jantan dan betina yang membebaskan gametnya ke dalam air laut. Hewan dewasa dengan simetri tubuh radial, berkembang dari larva yang simetris bilateral. Lebih dari 7.000 spesies Echinodermata hidup di laut. Dalam ekosistem laut, hewanhewan anggota filum ini berkedudukan sebagai konsumen dalam berbagai tingkatan, yang berperan menjaga keseimbangan rantai makanan. Dibagi dalam 6 kelas, yaitu: Asteroidea (bintang laut), Ophiuroidea (bintang mengular), Echinoidea (bulu babi), Holothuroidea (mentimun laut) dan Concentrychyloidea (aster laut). Berbagai contoh Echinodermata ditunjukkan dalam gambar di samping ini! Echinodermata merupakan hewan pemakan bangkai dan kotoran hewan di laut sehingga ia mempunyai peran sebagai pembersih lingkungan laut terutama pantai. Secara ekonomis ia hanya sedikit sekali manfaatnya bagi manusia. Beberapa jenis dapat digunakan sebagai bahan makanan, misalnya teripang, dan kerangka dari beberapa jenis Echinodermata dapat digunakan sebagai bahan hiasan.

i. Filum Chordata Sekalipun anggota filum Chordata sangat bervariasi, tetapi mereka memiliki ciri anatomi yang khas, yaitu: notokord, tali saraf dorsal berlubang, celah faring, dan ekor pascaanus berotot. 1) Notokord, merupakan batang fleksibel dan longitudinal, terdapat Notokord di antara saluran pencernaan dan tali saraf. Notokord menyokong kerangka di sepanjang tubuh hewan Chordata. 2) Tali saraf dorsal berlubang, berkembang dari jaringan Tali saraf dorsal berlubang ektoderm yang menggulung membentuk tabung yang terletak di bagian dorsal notokord. Tali saraf ini berkembang menjadi sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Anggota filum lain memiliki tali saraf tidak berlubang dan terletak di bagian ventral tubuh. 3) Celah faring, merupakan suatu struktur yang memungkinkan Celah faring air yang masuk melalui mulut dapat keluar tanpa harus terus mengalir melalui seluruh saluran pencernaan.

4) Ekor pascaanus berotot Ekor pascaanus berotot. S Ekor pascaanus berotot ebagian besar Chordata memiliki ekor memanjang kearah posterior tubuh. Ekor Chordata memiliki otot kerangka. Pada Chordata akuatik, struktur ini digunakan sebagai pendorong ketika bergerak. Filum Chordata dibagi atas 2 Subfilum, yaitu Subfilum Invertebrata dan Subfilum Vertebrata. Subfilum Invertebrata terdiri atas Urochordata dan Cephalochordata. Subfilum Vertebrata dibagi atas dua superkelas, yaitu Superkelas Agnatha dan Gnathostomata. Superkelas Agnatha terdiri atas 2 kelas, yaitu Myxini dan Cephalaspidomorphi. Sedangkan, superkelas Gnathostomata terdiri atas 6 kelas, yaitu Chondrichtyes, Osteichtyes, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia. Spesies-spesies anggota Subfilum Invetebrata sebagian besar hidup di laut sebagai plankton. Di antaranya ada yang hidup bebas, menempel pada batuan, galangan kapal atau pada dinding sampan. Spesies-spesies ini tidak memiliki nilai ekonomis yang penting. Sebaliknya banyak spesies anggota Subfilum Vertebrata memiliki nilai ekonomis penting bagi manusia.