Merancang Taktik dan Strategi Beladiri Pencak Silat

Merancang Taktik dan Strategi Beladiri Pencak Silat

Merancang Taktik dan Strategi Beladiri Pencak Silat

Pencak Silat – Merancang Taktik dan Strategi Menyerang dalam Beladiri Pencak Silat

Pencak Silat – Pada sub-bab sebelumnya kalian sudah dapat menganalisis dan mengidentifikasi berbagai taktik dan strategi penyerangan dalam pencak silat sederhana.

Pada sub-bab ini, kalian diharapkan dapat merancang taktik dan strategi penyerangan dalam pencak silat yang sederhana.

Merancang Taktik dan Strategi Beladiri Pencak Silat
Merancang Taktik dan Strategi Beladiri Pencak Silat

Pelajari dan perhatikanlah aktivitas belajar permainan 1 lawan 1 box berikut ini: a. Berpasangan,1 penyerang,1 pemegang box b. Dengan berdikusi, penyerang membuat rancangan taktik dan strategi penyerangan yang meliputi teknik tangan, siku, tendangan, sapuan dan guntingan, menciptakan nilai. c. Lakukan permainan tersebut dengan penuh kesungguhan dan menerapkan nilai sportivitas, kerjasama, disiplin, tanggungjawab, menerima kekalahan dan kemenangan. d. Pergantian peran penyerang dan pemegang box, dapat dilakukan untuk memberikan kesempatan pada semuanya. e. Lakukan permainan tersebut dengan batasan waktu yang diberikan guru. f. Pemain yang mendapatkan nilai terbanyak adalah pemenang.

Merancang Taktik dan Strategi Bertahan dalam Beladiri Pencak Silat

Pada sub-bab sebelumnya kalian sudah dapat menganalisis dan mengidentifikasi berbagai taktik dan strategi pertahanan dalam permainan pencak silat sederhana. Pada sub-bab ini, kalian diharapkan dapat merancang taktik dan strategi bertahan dalam permainan pencak silat yang sederhana.

Pelajari dan perhatikanlah aktivitas belajar permainan 1 lawan 1 berikut ini:

a. Berpasangan, ditentukan 1 sebagai penyerang dan 1 sebagai bertahan. b. Dengan berdikusi, bertahan membuat rancangan taktik dan strategi bertahan yang meliputi elakan dan tangkisan menciptakan nilai. c. Buatlah lapangan dengan ukuran 3 x 3 meter dengan matras. d. Pemain bertahan berusaha berusaha melakukan pertahanan, bisa dengan pertahanan aktif maupun pasif. e. Pemain penyerang dan bertahan tidak boleh keluar dari lapangan permainan f. Kalian dapat melakukan permainan tersebut dengan waktu tertentu atau tergantung dengan banyaknya lapangan permainan. g. Pergantian peran penyerang dan bertahan, dapat dilakukan untuk memberikan kesempatan pada semuanya. h. Lakukan permainan itu dengan sungguh-sungguh sambil menerapkan nilai sportivitas, kerjasama, toleransi, dan disiplin.

Mengevaluasi Taktik dan Strategi Beladiri Pencak Silat

Setelah kalian menganalisis dan merancang taktik penyerangan dan pertahanan dalam berbagai simulasi pertandingan beladiri pencak silat, selanjutnya kalian harus dapat menilai penampilan diri sendiri dan teman dalam menerapkan taktik dan strategi penyerangan dan pertahanan yang dilakukan saat melakukan simulasi berbagai pertandingan beladiri pencaksilat.

Lakukan aktivitas belajar berikut: 1) Amati dan perhatikanlah temanmu yang sedang melakukan simulasi pertandingan beladiri pencaksilat. 2) Siapkanlah lembar penilaian penampilan untuk diri sendiri dan temanmu

Skor : 4= Penampilan Baik 3= Penampilan Cukup 2= Penampilan Kurang 1= Penampilan Kurang Sekali

3) Lakukan penilaian terhadap penampilan dirimu sendiri dan temanmu ketika melakukan simulasi pertandingan beladiri pencaksilat. 4) Diskusikan hasil penilaianmu dengan teman-temanmu. 5) Kemukakan hasil diskusi penilaianmu dalam satu kelas. 6) Berikan saran perbaikan berdasarkan hasil evaluasi pada temanmu.

Ringkasan

Pencak silat merupakan olahraga asli Indonesia yang perlu dilestarikan. Dalam pencak silat terdapat kategori pertandingan dan seni. Tentunya dalam sebuah pertandingan terdapat taktik dan strategi dalam memenangkan pertandingan. Taktik dan strategi memiliki pengertian yang sama, yaitu menampilkan keterampilan dalam pertandingan, akan tetapi tetap ada perbedaan konsep.

Taktik berhubungan dengan perencanaan yang digunakan untuk pertandingan, yang sekaligus merupakan tambahan untuk strategi. Strategi berhubungan dengan konsep umum yang mengatur permainan, tim atau perorangan.

Prinsipnya bahwa strategi adalah gambaran untuk menghadapi suatu pertandingan. Konsep dasar yang digunakan adalah periode waktu yang lama dalam menghadapi suatu pertandingan yang sebenarnya. Sebenarnya taktik adalah bagian umum dari kerangka strategi. Jadi Strategi adalah suatu rencana jangka panjang yang berhubungan dengan suatu situasi, seperti bagaimana cara berhadapan dengan lawan yang lebih pendek atau lebih tinggi. Strategi banyak dilakukan sedang latihan maupun saat istirahat antar babak dalam pertandingan. Menganalisis, merancang dan mengevaluasi taktik dan strategi dalam sebuah pertandingan akan memberikan hasil yang bagus dan maksimal. Dalam beladiri pencak silat hal tersebut sangat diperlukan untuk memenangkan pertandingan, terutama pada tingkat atau level kejuaraan nasional apalagi internasional.

 

Menganalisis Taktik dan Strategi Bertahan Bela diri

Menganalisis Taktik dan Strategi Bertahan Bela diri

Menganalisis Taktik dan Strategi Bertahan Bela diri

Taktik dan Strategi Bertahan Bela diri – Taktik pertahanan merupakan suatu siasat yang dilakukan kepada lawan, dengan tujuan menahan atau menghindari serangan lawan (pembelaan) supaya tidak mengalami kekalahan dalam pertandingan. Pembelaan sangat penting dalam beladiri pencak silat. Oleh karena itu, setiap pesilat harus menguasai teknik dasar yang satu ini. Taktik pertahanan dalam pencak silat, meliputi teknik hindaran/elakan dan tangkisan.

Taktik dan Strategi Bertahan Bela diri
Taktik dan Strategi Bertahan Bela diri

Taktik dan Strategi Bertahan Bela diri – Prinsip pembelaan harus dipupuk menjadi sikap pembelaan diri secara mental, jiwa, dan teknik.Taktik pembelaan pun mempunyai beberapa tingkatan. Tingkatan pembelaan terdiri atas pembelaan dasar, pembelaan lanjutan, dan pembelaan teknik. Teknik pembelaan harus sesuai dengan teknik menyerang dan bertahan. Bertahan adalah usaha menghindari atau memunahkan serangan lawan yag dilakukan dengan elakan, hindaran, tangkisan, buangan dan tangkapan.

Taktik dan Strategi Bertahan Bela diri – Berdasarkan cara melakukan hindaran dapat di bedakan menjadi beberapa:

a. Elakan Elakan adalah usaha pembelaan yang dilakukan dengan sikap kaki yang tidak berpindah tempat atau kembali ketempat semula elakan terdiri atas :

1) Elakan atas

a). Mengelakkan diri dari serangan pada bagian sebelah bawah

b). Mengangkat kedua kaki degan sikap tungkai di tekuk c). Disertai dengan sikap tubuh dan tangan waspada. d). Mendarat dengan kaki saling menyusul atau kedua kaki.

2) Elakan bawah

a). Mengelakan diri dari serangan pada bagian sebelah atas b). Merendahkan diri dengan sikap tungkai di tekuk tanpa memindahkan letak telapak kaki c). Disertai dengan sikap tubuh dan tangan waspada

3) Elakan belakang

a). Mengelakan diri dari serangan lurus depan dan samping b). Dari sikap kuda-kuda depan, memindahkan berat badan ke belakang c). Disertai dengan sikap tubuh dan tangan waspada

4) Elakan samping

a). Mengelakan diri dari serangan lurus depan dan atas b). Dari sikap kangkang, memindahkan badan ke samping dengan merubah sikap tungkai/kuda-kuda c). Disertai dengan sikap tubuh dan tangan waspada b. Hindaran Hindaran adalah usaha pembelaan dengan cara memindahkan sasaran dari arah serangan, dengan melangkah atau memindahkan kaki.

Unsur-unsur hindaran meliputi : sikap pasang, sikap tubuh dan sikap tangan

1) Hindaran hadap, menghindar dengan memindahkan kaki sehingga posisi tubuh menghadap lawan

2) Hindaran sisi, menghindar dengan memindahkan kaki kanan sehingga posisi tubuh menyamping lawan, berat badan di sebelah kanan. 3) Hindaran angkat kaki, menghindar dengan mengangkat salah satu kaki

4) Hindaran kaki silang, menghindar dengan memindahkan kaki kanan secara menyilang ke belakang

c. Tangkapan Usaha menggagalkan serangan lawan dengan cara menangkap tendangan kaki lawan

d. Tangkisan Tangkisan adalah usaha pembelaan yang dilakukan dengan cara mengadakan kontak langsung dengan alat serangan yang dilancarkan oleh lawan. Tangkisan langsung bertujuan mangalihkan serangan dari lintasan dan membendung atau menahan serangan.

Tangkisan terdiri atas:

1) Tangkisan satu tangan a). Tangkisan luar. Tangkisan luar dilakukan dengan cara menangkis diikuti kaki melangkah ke sisi luar samping badan luar b). Tangkisan dalam. Tangkisan dilakukan dengan cara menangkis diikuti kaki melangkah ke sisi dalam samping badan lawan c). Tangkisan atas. Tangkisan atas dilakukan dengan cara menangkis dari bawah ke atas  d). Tangkisan bawah. Tangkisan bawah dilakukan dengan cara menangkis dari atas ke bawah e). Tangkisan siku dalam. Tangkisan siku dalam dilakukan dengan cara menangkis ke depan diikuti kaki melangkah ke sisi dalam samping badan lawan f). Tangkisan siku luar. Tangkisan siku luar dilakukan dengan cara menangkis diikuti kaki melangkah ke samping sisi luar badan

2) Tangkisan dua lengan a). Sejajar dua tangan 3/4 lengan atas. Tangkisan dua tangan dilakukan dengan cara menghindar kesamping kedua tangan menangkis 3/4 lengan atas lawan. b). Belah. Tangkisan belah dilakukan dengan cara mengelak mundur disertai kedua tangan membelah menangkis serangan lawan c). Silang (tinggi rendah). Tangkisan silang bawah dilakukan dengan cara menyilangkan kedua tangan menangkis ke bawah dari serangan lawan. d). Buang samping. Tangkisan belah samping dilakukan dengan cara mengelak mundur disertai kedua tangan membuang dari serangan lawan

e. Taktik Bertahan

1) Bertahan Pasif. Bertahan pasif adalah taktik yang dilakukan dengan cara melakukan hindaran atau tangkisan terhadap serangan yang dilakukan lawan, selanjutnya melakukan balasan (counter attack) pada lawan. Taktik ini dapat dilakukan dengan sempurna bila pesilat memiliki kecepatan reaksi dan kemampuan koordinasi yang baik. Berikut adalah jenis-jenis taktik bertahan pasif: a). Hindar Sambut (counter-attack). Hindar sambut (counterattack) merupakan salah satu taktik yang dilakukan pesilat dengan cara menunggu lawan melakukan serangan untuk kemudian dibalas baik dengan menggunakan pukulan maupun tendangan. Taktik tersebut dilakukan pada saat melakukan serangan, pesilat melakukan hindaran atau tangkisan untuk kemudian melakukan serangan balasan. Taktik tersebut tepat digunakan untuk menghadapi lawan yang memiliki tipe menyerang langsung b). Jemputan. Jemputan lebih tepat diterapkan untuk mengatasi lawan yang memiliki tipe serangan tidak langsung. Taktik jemputan dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pukulan, tendangan, dan jatuhan. Taknik tersebut dilakukan dengan cara menabrak lawan pada saat lawan alan melakukan gerakan menyerang. c). Ganjalan. Ganjalan dilakukan dengan menggunakan teknik tendangan T (samping). Taktik ini dapat dilakukan oleh pesilat yang memilki kecepatan bergerak yang baik. Taktik ganjalan dilakukan dengan cara menghentikan gerakan lawan pada saat akan melakukan serangan dengan menggunakan tendangan T (samping). Taktik ini tepat digunakan untuk lawan yang memiliki tipe serangan langsung.

2) Bertahan Aktif. Pada taktik bertahan aktif ada persaman dengan gerakan taktik serangan tidak langsung. Perbedaan antara bertahan aktif dengan serangan tidak langsung adalah pada tujuan yang diinginkan. Pada serangan langsung pesilat melakukan pergerakan untuk mengubah posisi lawan sehingga dapat diserang sesuai dengan yang direncanakan. Sedangkan pada taktik bertahan aktif, pesilat bergerak untuk memancing lawan agar melakukan serangan. Setelah itu pesilat segera melakukan counter attack atau teknik jatuhan. Untuk melakukan taktik bertahan aktif, pesilat harus memiliki kecepatan gerak dan kecepatan reaksi yang bagus. Taktik bertahan aktif biasanya dilakukan oleh pesilat yang memiliki teknik bantingan yang bagus. Taktik bertahan aktif digunakan untuk menghadapi lawan yang memiliki tipe hindar sambut (counter-attack) yang bagus. Taktik pancingan baik dengan menggunakan tangan maupun kaki perlu dilakukan pada saat pesilat menghadapi lawan yang memiliki tipe bertahan. Pesilat yang memiliki tipe bertahan memiliki kecenderungan untuk melakukan counter attack pada saat lawan bergerak. Sedangkan pesilat yang memiliki tipe bertahan aktif memiliki kecenderungan untuk bergerak atau membuat gerakan dengan tujuan membuat lawan melakukan serangan dan untuk selanjutnya melakukan teknik balasan ataupun bantingan.

 

Taktik dan Strategi Beladiri Pencak Silat

Taktik dan Strategi Beladiri Pencak Silat

Taktik dan Strategi Beladiri Pencak Silat

Beladiri Pencak Silat  – Menganalisis Taktik dan Strategi dalam Beladiri Pencak Silat Pencak silat merupakan olahraga asli Indonesia yang perlu dilestarikan. Dalam pencak silat terdapat kategori pertandingan dan seni. Tentunya dalam sebuah pertandingan terdapat taktik dan strategi untuk memenangkan pertandingan.

Beladiri Pencak Silat
Beladiri Pencak Silat

Beladiri Pencak Silat  – Taktik dan strategi memiliki pengertian yang sama, yaitu menampilkan keterampilan dalam pertandingan, akan tetapi tetap ada perbedaan konsep. Taktik berhubungan dengan perencanaan yang digunakan untuk pertandingan, yang sekaligus merupakan tambahan untuk strategi. Strategi berhubungan dengan konsep umum yang mengatur permainan, tim atau perorangan. Prinsipnya bahwa strategi adalah gambaran untuk menghadapi suatu pertandingan. Konsep dasar yang digunakan adalah periode waktu yang lama dalam menghadapi suatu pertandingan yang sebenarnya. Sebenarnya taktik adalah bagian umum dari kerangka strategi. Jadi strategi adalah suatu rencana jangka panjang yang berhubungan dengan suatu situasi, seperti bagaimana cara berhadapan dengan lawan yang lebih pendek atau lebih tinggi. Strategi banyak dilakukan sedang latihan maupun saat istirahat antar babak dalam pertandingan.

Berbagai taktik dan strategi dalam pencak silat akan dianalisis dalam pelajaran ini.

1. Menganalisis Taktik dan Strategi Menyerang dalam

Beladiri Pencak Silat  – Beladiri Pencak Silat Taktik penyerangan merupakan suatu siasat yang dilancarkan kepada lawan, dengan tujuan mematahkan pertahanan lawan untuk mencari kemenangan dalam bertanding secara sportif. Serangan dapat dibagi jenisnya berdasarkan bagian tubuh yang digunakan untuk melakukan serangan, yaitu serangan lengan atau tangan yang lazim disebut pukulan, dan serangan tungkai atau kaki yang lazim disebut tendangan. Seorang pesilat harus dapat membaca taktik lawannya, sehingga pesilat dapat dengan mudah menemukan titik kelemahan dari lawan. Olahraga beladiri pencak silat tidak selalu harus menggunakan tenaga yang besar. Namun dengan taktik yang cerdik dan dapat membaca gerak gerik lawan, berbagai kemungkinan bisa diantisipasi lebih awal. Taktik menyerang adalah upaya mengalahkan lawan selama dalam pertandingan yang dilakukan dengan cara menyerang lawan terlebih dahulu. Taktik menyerang pada pencak silat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: taktik serangan langsung, dan serangan tidak langsung.

a. Serangan Langsung

Beladiri Pencak Silat  – Taktik serangan langsung adalah upaya untuk mengalahkan lawan yang dilakukan dengan cara langsung menyerang pada sasaran yang diinginkan. Taktik serangan langsung dapat dilakukan dengan menggunakan pukulan, tendangan, dan jatuhan

b. Serangan Tidak Langsung

Taktik serangan tidak langsung adalah serangan yang dilakukan secara tidak langsung pada sasaran yang diinginkan. Artinya, sebelum melakukan serangan pada sasaran, pesilat melakukan gerakan-gerakan awalan untuk mengecoh lawan sehingga posisi lawan berubah dan selanjutnya melakukan serangan pada sasaran.

Agar kalian memahami taktik dan strategi penyerangan dalam pencak silat, lakukanlah aktivitas belajar berikut ini:

1) Aktivitas Belajar I

Cobalah kalian lakukan dan analisis permainan 1 lawan 1 berikut ini:

a) Berpasangan, ditentukan 1 sebagai penyerang dan 1 sebagai bertahan. b) Buatlah lapangan dengan ukuran 3 x 3 meter dengan matras/ rumput. c) Pemain penyerang berusaha berusaha mencari nilai sebanyak mungkin, sedangkan pemain bertahan menghalangi pemain mendapatkan nilai dengan bertahan. d) Pemain penyerang dan bertahan tidak boleh keluar dari lapangan permainan e) Kalian dapat melakukan permainan tersebut dengan waktu tertentu atau tergantung dengan banyaknya lapangan permainan. f) Pergantian peran penyerang dan bertahan, dapat dilakukan untuk memberikan kesempatan pada semuanya. g) Lakukan permainan itu dengan sungguh-sungguh dan menerapkan nilai sportivitas, kerjasama, toleransi, dan disiplin.

taktik dan strategi penyerangan dalam pencak silat, seperti: tangan, siku, tendangan, sapuan dan guntingan dalam pencak silat.